Renungan Harian

1 April 2014

Renungan Harian, 1 April 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Angkatlah tilammu dan berjalanlah?” (Yoh 5:1-16)

Sebagai seorang pria, Yesus juga mempunyai sifat kelembutan, Dia menunjukkan perhatian pada seorang pria yang sudah 38 tahun duduk ditepi kolam Bethesda. Yesus menyembuhkan dia pada hari Sabat. Alasan yang Ia berikan adalah: “Bapa-Ku bekerja sampai sekarang, maka Aku pun bekerja juga.” Karya Allah untuk mencipta dan menopang segala yang hidup, memulihkan dan menyembuhkan dengan tak kunjung henti. Tak ada yang bisa menghalangi Dia berbuat baik di mana saja dan kapan saja. Siapakah manusia yang mau membatasi karya Allah? Bagaimana pula kita akan membatasi karya Roh yang mau berbuat baik melalui diri kita?

(Mazmur 46:2-3.5-6.8-9)
Sebab itu kita tidak akan takut, sekalipun bumi berubah, sekalipun gunung-gunung goncang di dalam laut;
sekalipun ribut dan berbuih airnya, sekalipun gunung-gunung goyang oleh geloranya. Sela
Allah ada di dalamnya, kota itu tidak akan goncang; Allah akan menolongnya menjelang pagi.
Bangsa-bangsa ribut, kerajaan-kerajaan goncang, Ia memperdengarkan suara-Nya, dan bumipun hancur.
Pergilah, pandanglah pekerjaan TUHAN, yang mengadakan pemusnahan di bumi,
yang menghentikan peperangan sampai ke ujung bumi, yang mematahkan busur panah, menumpulkan tombak, membakar kereta-kereta perang dengan api!

Bacaan Lengkap hari ini :

1 Sesudah itu ada hari raya orang Yahudi, dan Yesus berangkat ke Yerusalem.
2  Di Yerusalem dekat Pintu Gerbang Domba ada sebuah kolam, yang dalam bahasa Ibrani disebut Betesda; ada lima serambinya
3  dan di serambi-serambi itu berbaring sejumlah besar orang sakit: orang-orang buta, orang-orang timpang dan orang-orang lumpuh, yang menantikan goncangan air kolam itu.
4  Sebab sewaktu-waktu turun malaikat Tuhan ke kolam itu dan menggoncangkan air itu; barangsiapa yang terdahulu masuk ke dalamnya sesudah goncangan air itu, menjadi sembuh, apapun juga penyakitnya.
5  Di situ ada seorang yang sudah tiga puluh delapan tahun lamanya sakit.
6  Ketika Yesus melihat orang itu berbaring di situ dan karena Ia tahu, bahwa ia telah lama dalam keadaan itu, berkatalah Ia kepadanya: “Maukah engkau sembuh?”
7  Jawab orang sakit itu kepada-Nya: “Tuhan, tidak ada orang yang menurunkan aku ke dalam kolam itu apabila airnya mulai goncang, dan sementara aku menuju ke kolam itu, orang lain sudah turun mendahului aku.”
8  Kata Yesus kepadanya: “Bangunlah, angkatlah tilammu dan berjalanlah.
9  Dan pada saat itu juga sembuhlah orang itu lalu ia mengangkat tilamnya dan berjalan. Tetapi hari itu hari Sabat.
10  Karena itu orang-orang Yahudi berkata kepada orang yang baru sembuh itu: “Hari ini hari Sabat dan tidak boleh engkau memikul tilammu.”
11  Akan tetapi ia menjawab mereka: “Orang yang telah menyembuhkan aku, dia yang mengatakan kepadaku: Angkatlah tilammu dan berjalanlah.”
12  Mereka bertanya kepadanya: “Siapakah orang itu yang berkata kepadamu: Angkatlah tilammu dan berjalanlah?”
13  Tetapi orang yang baru sembuh itu tidak tahu siapa orang itu, sebab Yesus telah menghilang ke tengah-tengah orang banyak di tempat itu.
14  Kemudian Yesus bertemu dengan dia dalam Bait Allah lalu berkata kepadanya: “Engkau telah sembuh; jangan berbuat dosa lagi, supaya padamu jangan terjadi yang lebih buruk.”
15  Orang itu keluar, lalu menceriterakan kepada orang-orang Yahudi, bahwa Yesuslah yang telah menyembuhkan dia.
16  Dan karena itu orang-orang Yahudi berusaha menganiaya Yesus, karena Ia melakukan hal-hal itu pada hari Sabat.

31 March 2014

Renungan Harian, 31 Maret 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Jika kamu tidak melihat tanda dan mujizat, kamu tidak percaya.” (Yoh 4:43-54)

Dalam hidup kita juga seringkali untuk berbuat baik, ditanggapi tidak baik. Bahkan ada juga dengan perbuatan baik kita membuat orang lain curiga. Yesus juga melakukan hal ini pada seorang ayah yang meminta keembuhan, tujuannya hanyalah menguji niat tulus sang ayah. Kebaikan kita memang hanya akan diperhitungkan kalau kita lakukan dengan tulus. Bagaimana dengan kita sebagai “orang tua” dalam iman, apakah kita sudah berbuat baik dalam keluarga kita masing-masing? Apakah kita sudah menjalankan fungsi kita dalam keluarga dengan baik? Berusahalah dalam Masa Prapaskah ini untuk memperbaikinya.

(Mazmur 30:2.4.5-6.11-12a.13b)

Aku akan memuji Engkau, ya TUHAN, sebab Engkau telah menarik aku ke atas, dan tidak memberi musuh-musuhku bersukacita atas aku.
TUHAN, Engkau mengangkat aku dari dunia orang mati, Engkau menghidupkan aku di antara mereka yang turun ke liang kubur.
Nyanyikanlah mazmur bagi TUHAN, hai orang-orang yang dikasihi-Nya, dan persembahkanlah syukur kepada nama-Nya yang kudus!
Sebab sesaat saja Ia murka, tetapi seumur hidup Ia murah hati; sepanjang malam ada tangisan, menjelang pagi terdengar sorak-sorai.
Dengarlah, TUHAN, dan kasihanilah aku, TUHAN, jadilah penolongku!”
Aku yang meratap telah Kauubah menjadi orang yang menari-nari,
TUHAN, Allahku, untuk selama-lamanya aku mau menyanyikan syukur bagi-Mu.

Bacaan Lengkap hari ini :

43 Dan setelah dua hari itu Yesus berangkat dari sana ke Galilea,
44  sebab Yesus sendiri telah bersaksi, bahwa seorang nabi tidak dihormati di negerinya sendiri.
45  Maka setelah ia tiba di Galilea, orang-orang Galileapun menyambut Dia, karena mereka telah melihat segala sesuatu yang dikerjakan-Nya di Yerusalem pada pesta itu, sebab mereka sendiripun turut ke pesta itu.
46  Maka Yesus kembali lagi ke Kana di Galilea, di mana Ia membuat air menjadi anggur. Dan di Kapernaum ada seorang pegawai istana, anaknya sedang sakit.
47  Ketika ia mendengar, bahwa Yesus telah datang dari Yudea ke Galilea, pergilah ia kepada-Nya lalu meminta, supaya Ia datang dan menyembuhkan anaknya, sebab anaknya itu hampir mati.
48  Maka kata Yesus kepadanya: “Jika kamu tidak melihat tanda dan mujizat, kamu tidak percaya.”
49  Pegawai istana itu berkata kepada-Nya: “Tuhan, datanglah sebelum anakku mati.”
50  Kata Yesus kepadanya: “Pergilah, anakmu hidup!” Orang itu percaya akan perkataan yang dikatakan Yesus kepadanya, lalu pergi.
51  Ketika ia masih di tengah jalan hamba-hambanya telah datang kepadanya dengan kabar, bahwa anaknya hidup.
52  Ia bertanya kepada mereka pukul berapa anak itu mulai sembuh. Jawab mereka: “Kemarin siang pukul satu demamnya hilang.”
53  Maka teringatlah ayah itu, bahwa pada saat itulah Yesus berkata kepadanya: “Anakmu hidup.” Lalu iapun percaya, ia dan seluruh keluarganya.
54  Dan itulah tanda kedua yang dibuat Yesus ketika Ia pulang dari Yudea ke Galilea.

30 March 2014

Renungan Harian, 30 Maret 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi Tuhan melihat hati. (1Sam 16:1b.6-7.10-13a)

Samuel disuruh Tuhan mengurapi salah seorang anak Isai. Ternyata penilaiannya tentang calon raja keliru semua, karena didasarkan pada apa yang bisa dilihat mata. Bukankah kita juga sering salah menilai orang karena hanya melihat dari luar? Yang kelihatan lemah dan tak bersemangat, ternyata sangat ulet dan punya daya juang yang besar. Si buta yang baru saja dibuka matanya oleh Yesus, mengenali Dia sebagai Mesias. Tetapi orang-orang Farisi yang terpelajar dan melek seumur hidup, gagal melihat Mesias dalam diri Yesus, sebab mata hati mereka buta sebuta-butanya.

(Mazmur 23:1-3a,3b-4,5,6)
1 Mazmur Daud. TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku.
2 Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau, Ia membimbing aku ke air yang tenang;
3 Ia menyegarkan jiwaku. Ia menuntun aku di jalan yang benar oleh karena nama-Nya.
4 Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku.
5 Engkau menyediakan hidangan bagiku, di hadapan lawanku; Engkau mengurapi kepalaku dengan minyak; pialaku penuh melimpah.
6 Kebajikan dan kemurahan belaka akan mengikuti aku, seumur hidupku; dan aku akan diam dalam rumah TUHAN sepanjang masa.

Bacaan Lengkap hari ini :

1 Aku mengutus engkau kepada Isai, orang Betlehem itu, sebab di antara anak-anaknya telah Kupilih seorang raja bagi-Ku.”
6 Ketika mereka itu masuk dan Samuel melihat Eliab, lalu pikirnya: “Sungguh, di hadapan TUHAN sekarang berdiri yang diurapi-Nya.”
7 Tetapi berfirmanlah TUHAN kepada Samuel: “Janganlah pandang parasnya atau perawakan yang tinggi, sebab Aku telah menolaknya. Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati.
10 Demikianlah Isai menyuruh ketujuh anaknya lewat di depan Samuel, tetapi Samuel berkata kepada Isai: “Semuanya ini tidak dipilih TUHAN.”
11 Lalu Samuel berkata kepada Isai: “Inikah anakmu semuanya?” Jawabnya: “Masih tinggal yang bungsu, tetapi sedang menggembalakan kambing domba.” Kata Samuel kepada Isai: “Suruhlah memanggil dia, sebab kita tidak akan duduk makan, sebelum ia datang ke mari.”
12 Kemudian disuruhnyalah menjemput dia. Ia kemerah-merahan, matanya indah dan parasnya elok. Lalu TUHAN berfirman: “Bangkitlah, urapilah dia, sebab inilah dia.”
13 Samuel mengambil tabung tanduk yang berisi minyak itu dan mengurapi Daud di tengah-tengah saudara-saudaranya.

29 March 2014

Renungan Harian, 29 Maret 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 06:30

“Sebab barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan.” (Luk 18:9-14)

Orang yang dibenarkan bukan semata karena perbuatan baik yang dimotivasi oleh kesombongan pribadi, tetapi karena merendahkan diri di hadapan Tuhan. Inilah doa yang paling sempurna, yang bia membenarkan orang berdosa, yakni doa mohon belas kasih dan pengampunan dari Tuhan. Semua orang akan dibenarkan apapun kesalahan dan dosanya kecuali orang sombong. Oleh karena itu, janganlah membanggakan apa yang kita miliki dan kebaikan yang sudah kita lakukan, sebab semua itu pemberian. Sadarilah bahwa kita butuh pengampunan Tuhan.

(Mazmur 51:3-4.18-19.20-21ab)
Kasihanilah aku, ya Allah, menurut kasih setia-Mu, hapuskanlah pelanggaranku menurut rahmat-Mu yang besar!
Bersihkanlah aku seluruhnya dari kesalahanku, dan tahirkanlah aku dari dosaku!
Sebab Engkau tidak berkenan kepada korban sembelihan; sekiranya kupersembahkan korban bakaran, Engkau tidak menyukainya.
Korban sembelihan kepada Allah ialah jiwa yang hancur; hati yang patah dan remuk tidak akan Kaupandang hina, ya Allah.
Lakukanlah kebaikan kepada Sion menurut kerelaan hati-Mu bangunkanlah tembok-tembok Yerusalem!
Maka Engkau akan berkenan kepada korban yang benar, korban bakaran dan korban yang terbakar seluruhnya;

Bacaan Lengkap hari ini :

9 Dan kepada beberapa orang yang menganggap dirinya benar dan memandang rendah semua orang lain, Yesus mengatakan perumpamaan ini:
10  “Ada dua orang pergi ke Bait Allah untuk berdoa; yang seorang adalah Farisi dan yang lain pemungut cukai.
11  Orang Farisi itu berdiri dan berdoa dalam hatinya begini: Ya Allah, aku mengucap syukur kepada-Mu, karena aku tidak sama seperti semua orang lain, bukan perampok, bukan orang lalim, bukan pezinah dan bukan juga seperti pemungut cukai ini;
12  aku berpuasa dua kali seminggu, aku memberikan sepersepuluh dari segala penghasilanku.
13  Tetapi pemungut cukai itu berdiri jauh-jauh, bahkan ia tidak berani menengadah ke langit, melainkan ia memukul diri dan berkata: Ya Allah, kasihanilah aku orang berdosa ini.
14  Aku berkata kepadamu: Orang ini pulang ke rumahnya sebagai orang yang dibenarkan Allah dan orang lain itu tidak. Sebab barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan.

28 March 2014

Renungan Harian, 28 Maret 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Yesus melihat, bagaimana bijaksananya jawab orang itu, dan Ia berkata kepadanya: “Engkau tidak jauh dari Kerajaan Allah!” (Mrk12:28b-34)

Jadilah orang bijaksana. Karena orang seperti itu bukan hanya tahu memilah-milah, tetapi tahu memilih terbaik. Bukan hanya tahu merinci tetapi melihat isi terdalam. Bukan hanya tahu menjawab, tetapi bertanggung jawab. Setelah bijaksana, kita dipanggil untuk rela berkorban. Itulah tingkat kebijaksanaan Allah. Salib adalah kebijaksanaan Allah. Orang bijaksana tahu membaca waktu dan akan ada waktu kebijaksanaan Allah menjadi prioritas utama.

(Mazmur 81:6c-8a.8b-9.10-11b.14.17)
“Aku telah mengangkat beban dari bahunya, tangannya telah bebas dari keranjang pikulan;
dalam kesesakan engkau berseru, maka Aku meluputkan engkau; Aku menjawab engkau dalam persembunyian guntur, Aku telah menguji engkau dekat air Meriba. Sela
Dengarlah hai umat-Ku, Aku hendak memberi peringatan kepadamu; hai Israel, jika engkau mau mendengarkan Aku!
Janganlah ada di antaramu allah lain, dan janganlah engkau menyembah kepada allah asing.
Akulah TUHAN, Allahmu, yang menuntun engkau keluar dari tanah Mesir: bukalah mulutmu lebar-lebar, maka Aku akan membuatnya penuh.
Tetapi umat-Ku tidak mendengarkan suara-Ku, dan Israel tidak suka kepada-Ku.
Sekiranya umat-Ku mendengarkan Aku! Sekiranya Israel hidup menurut jalan yang Kutunjukkan!
Tetapi umat-Ku akan Kuberi makan gandum yang terbaik dan dengan madu dari gunung batu Aku akan mengenyangkannya.”

Bacaan Lengkap hari ini :

28 Lalu seorang ahli Taurat, yang mendengar Yesus dan orang-orang Saduki bersoal jawab dan tahu, bahwa Yesus memberi jawab yang tepat kepada orang-orang itu, datang kepada-Nya dan bertanya: “Hukum manakah yang paling utama?”
29  Jawab Yesus: “Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa.
30  Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu.
31  Dan hukum yang kedua ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Tidak ada hukum lain yang lebih utama dari pada kedua hukum ini.”
32  Lalu kata ahli Taurat itu kepada Yesus: “Tepat sekali, Guru, benar kata-Mu itu, bahwa Dia esa, dan bahwa tidak ada yang lain kecuali Dia.
33  Memang mengasihi Dia dengan segenap hati dan dengan segenap pengertian dan dengan segenap kekuatan, dan juga mengasihi sesama manusia seperti diri sendiri adalah jauh lebih utama dari pada semua korban bakaran dan korban sembelihan.”
34  Yesus melihat, bagaimana bijaksananya jawab orang itu, dan Ia berkata kepadanya: “Engkau tidak jauh dari Kerajaan Allah!” Dan seorangpun tidak berani lagi menanyakan sesuatu kepada Yesus.

27 March 2014

Renungan Harian, 27 Maret 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Ia mengusir setan dengan kuasa Beelzebul, penghulu setan.” (Luk 11:14-23)

Rasa curiga membuat kita gagal menerima maksud baik orang lain, sedangkan sikap tidak percaya akan menghalangi kita untuk menikmati rahmat keselamatan yang ditawarkan Allah kepada kita. Oleh karena itu, bila ingin memperoleh banyak rahmat dan berkat dari seama maupun Allah, kita harus berani meletakkan iman dan kepercayaan sebagai landasan hidup kita. Semakin mendalam iman kita kepada Allah, akan menjadikan kita mudah untuk mempercayai sesama kita. Keluarga Katolik yang sejati akan meletakkan hidupnya ata dasar iman. Hidup dari iman, dalam iman dan untuk iman.

(Mazmur 95:1-2.6-7.8-9)
Marilah kita bersorak-sorai untuk TUHAN, bersorak-sorak bagi gunung batu keselamatan kita.
Biarlah kita menghadap wajah-Nya dengan nyanyian syukur, bersorak-sorak bagi-Nya dengan nyanyian mazmur.
Masuklah, marilah kita sujud menyembah, berlutut di hadapan TUHAN yang menjadikan kita.
Sebab Dialah Allah kita, dan kitalah umat gembalaan-Nya dan kawanan domba tuntunan tangan-Nya. Pada hari ini, sekiranya kamu mendengar suara-Nya!
Janganlah keraskan hatimu seperti di Meriba, seperti pada hari di Masa di padang gurun,
pada waktu nenek moyangmu mencobai Aku, menguji Aku, padahal mereka melihat perbuatan-Ku.

Bacaan lengkap hari ini:

14 Pada suatu kali Yesus mengusir dari seorang suatu setan yang membisukan. Ketika setan itu keluar, orang bisu itu dapat berkata-kata. Maka heranlah orang banyak.
15  Tetapi ada di antara mereka yang berkata: “Ia mengusir setan dengan kuasa Beelzebul, penghulu setan.”
16  Ada pula yang meminta suatu tanda dari sorga kepada-Nya, untuk mencobai Dia.
17  Tetapi Yesus mengetahui pikiran mereka lalu berkata: “Setiap kerajaan yang terpecah-pecah pasti binasa, dan setiap rumah tangga yang terpecah-pecah, pasti runtuh.
18  Jikalau Iblis itu juga terbagi-bagi dan melawan dirinya sendiri, bagaimanakah kerajaannya dapat bertahan? Sebab kamu berkata, bahwa Aku mengusir setan dengan kuasa Beelzebul.
19  Jadi jika Aku mengusir setan dengan kuasa Beelzebul, dengan kuasa apakah pengikut-pengikutmu mengusirnya? Sebab itu merekalah yang akan menjadi hakimmu.
20  Tetapi jika Aku mengusir setan dengan kuasa Allah, maka sesungguhnya Kerajaan Allah sudah datang kepadamu.
21  Apabila seorang yang kuat dan yang lengkap bersenjata menjaga rumahnya sendiri, maka amanlah segala miliknya.
22  Tetapi jika seorang yang lebih kuat dari padanya menyerang dan mengalahkannya, maka orang itu akan merampas perlengkapan senjata, yang diandalkannya, dan akan membagi-bagikan rampasannya.
23  Siapa tidak bersama Aku, ia melawan Aku dan siapa tidak mengumpulkan bersama Aku, ia mencerai-beraikan.”

26 March 2014

Renungan Harian, 26 Maret 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya. (Mat 5:17-19)

Hari ini Yesus mengatakan bahwa Ia datang untuk menggenapi hukum Taurat. Apakah belum genap? Hukum Taurat adalah surat Kasih Allah, yang menjadi nyata dalam diri Yesus. Artinya, Yesus bukan hanya mengajarkan hukum Taurat, melainkan menjadi pelaksana. Selanjutnya, Ia mengajak kita sebagai pelaksana hukum Taurat yang penuh cinta kasih itu. Iman tanpa perbuatan adalah mati. Sabda tanpa amalan bagaikan suara yang ber seru seru dipadang gurun, alias sia sia. Oleh karena itu hendaklah kita menjadi pelaku sabda. Karena hanya dengan cara itulah, kita menjadi anggota Kerajaan Allah.

(Mzm 147:12-13.15-16.19-20)
Megahkanlah TUHAN, hai Yerusalem, pujilah Allahmu, hai Sion!
Sebab Ia meneguhkan palang pintu gerbangmu, dan memberkati anak-anakmu di antaramu.
Ia menyampaikan perintah-Nya ke bumi; dengan segera firman-Nya berlari.
Ia menurunkan salju seperti bulu domba dan menghamburkan embun beku seperti abu.
Ia memberitakan firman-Nya kepada Yakub, ketetapan-ketetapan-Nya dan hukum-hukum-Nya kepada Israel.
Ia tidak berbuat demikian kepada segala bangsa, dan hukum-hukum-Nya tidak mereka kenal. Haleluya!

Bacaan Lengkap hari ini:

17 “Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya.
18  Karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titikpun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi.
19  Karena itu siapa yang meniadakan salah satu perintah hukum Taurat sekalipun yang paling kecil, dan mengajarkannya demikian kepada orang lain, ia akan menduduki tempat yang paling rendah di dalam Kerajaan Sorga; tetapi siapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah-perintah hukum Taurat, ia akan menduduki tempat yang tinggi di dalam Kerajaan Sorga.

25 March 2014

Renungan Harian, 25 Maret 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Sesungguhnya, seorang perempuan muda mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki, dan ia akan menamakan Dia Imanuel. (Yes 7:10-14;8:10b)

Raja Ahas dan rakyatnya sangat ketakutan menghadapi serangan dua raja dan pasukan mereka. Nabi Yesaya menawarkan bantuan Tuhan. Tetapi Ahas tidak percaya. Tuhan lalu memberi tanda Imanuel kepadanya, Allah beserta kita. Harapan akan kedatangan Sang Imanuel terus hidup dari abad ke abad dan digenapi secara sempurna oleh kelahiran Yesus lebih dari 700 tahun kemudian. Perempuan itu adalah Maria. Dengan kesediaannya sebagai hamba Tuhan, ia menjadi alat sempurna untuk menggenapi rencana keselamatan Tuhan bagi umat manusia.

Engkau tidak berkenan kepada korban sembelihan dan korban sajian, tetapi Engkau telah membuka telingaku; korban bakaran dan korban penghapus dosa tidak Engkau tuntut.
Lalu aku berkata: “Sungguh, aku datang; dalam gulungan kitab ada tertulis tentang aku;
aku suka melakukan kehendak-Mu, ya Allahku; Taurat-Mu ada dalam dadaku.”
Aku mengabarkan keadilan dalam jemaah yang besar; bahkan tidak kutahan bibirku, Engkau juga yang tahu, ya TUHAN.
Keadilan tidaklah kusembunyikan dalam hatiku, kesetiaan-Mu dan keselamatan dari pada-Mu kubicarakan, kasih-Mu dan kebenaran-Mu tidak kudiamkan kepada jemaah yang besar. (Mzm 40:7-8a.8b-9.10.11)

Bacaan lengkap hari ini :

10 TUHAN melanjutkan firman-Nya kepada Ahas, kata-Nya:
11  “Mintalah suatu pertanda dari TUHAN, Allahmu, biarlah itu sesuatu dari dunia orang mati yang paling bawah atau sesuatu dari tempat tertinggi yang di atas.”
12  Tetapi Ahas menjawab: “Aku tidak mau meminta, aku tidak mau mencobai TUHAN.”
13  Lalu berkatalah nabi Yesaya: “Baiklah dengarkan, hai keluarga Daud! Belum cukupkah kamu melelahkan orang, sehingga kamu melelahkan Allahku juga?
14  Sebab itu Tuhan sendirilah yang akan memberikan kepadamu suatu pertanda: Sesungguhnya, seorang perempuan muda mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki, dan ia akan menamakan Dia Imanuel.
8:10b ambillah keputusan, tetapi tidak terlaksana juga, sebab Allah menyertai kami!

24 March 2014

Renungan Harian, 24 Maret 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Mendengar itu sangat marahlah semua orang yang di rumah ibadat itu. (Luk 4:24-30)

Hari ini kita melihat sikap orang orang yang berada dirumah ibadat. Mereka marah karena merasa tersindir dengan ucapan Yesus. Cinta tidak berarti bahwa orang harus diam meskipun yang dilakukan oleh orang yang dicintai tidak benar. Dalam hal ini teguran Yahwe tidak berarti bahwa Dia tidak lagi mencintai Israel. Karena cinta, Dia menegur dan murka atas dosa dan sikap mereka yang berpaling dariNya. Orang tua yang baik juga harus menegur kesalahan anak-anaknya. Bagi anak anak, kita harus belajar menerima teguran pahit. Karena sesungguhnya teguran dan perbaikan adalah obat kehidupan.

Seperti rusa yang merindukan sungai yang berair, demikianlah jiwaku merindukan Engkau, ya Allah.
Jiwaku haus kepada Allah, kepada Allah yang hidup. Bilakah aku boleh datang melihat Allah?
Suruhlah terang-Mu dan kesetiaan-Mu datang, supaya aku dituntun dan dibawa ke gunung-Mu yang kudus dan ke tempat kediaman-Mu!
Maka aku dapat pergi ke mezbah Allah, menghadap Allah, yang adalah sukacitaku dan kegembiraanku, dan bersyukur kepada-Mu dengan kecapi, ya Allah, ya Allahku! (Mzm 42:2.3;43:3.4)

Bacaan Lengkap hari ini

24  Dan kata-Nya lagi: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya tidak ada nabi yang dihargai di tempat asalnya.
25  Dan Aku berkata kepadamu, dan kata-Ku ini benar: Pada zaman Elia terdapat banyak perempuan janda di Israel ketika langit tertutup selama tiga tahun dan enam bulan dan ketika bahaya kelaparan yang hebat menimpa seluruh negeri.
26  Tetapi Elia diutus bukan kepada salah seorang dari mereka, melainkan kepada seorang perempuan janda di Sarfat, di tanah Sidon.
27  Dan pada zaman nabi Elisa banyak orang kusta di Israel dan tidak ada seorangpun dari mereka yang ditahirkan, selain dari pada Naaman, orang Siria itu.”
28  Mendengar itu sangat marahlah semua orang yang di rumah ibadat itu.
29  Mereka bangun, lalu menghalau Yesus ke luar kota dan membawa Dia ke tebing gunung, tempat kota itu terletak, untuk melemparkan Dia dari tebing itu.
30  Tetapi Ia berjalan lewat dari tengah-tengah mereka, lalu pergi.

23 March 2014

Renungan Harian, 23 Maret 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Tuhan, nyata sekarang padaku, bahwa Engkau seorang nabi. (Yoh 4:5-42)

Cinta yang berkobar dari perempuan Samaria, menghasilkan suatu tindakan kongkrit yakni menjadi saksi bahwa Yesus yang telah mengubah hidupnya dan dia tidak takut lagi akan apa yang dikatakan orang tentang dirinya yang berdosa. Dia meninggalkan tempayan yang diperlukannya untuk membawa air, itu adalah lambang dia berani meninggalkan kebiasaan lama yang tidak baik. Perempuan itu masuk kekota dan mengabarkan bahwa dia telah berjumpa Mesias. Jika kita berani mengakui masa lampau kita dan kita tidak takut dan malu akan diri kita di masa lalu maka kita pun akan mengalami rahmay seperti perempuan Samaria itu.

Janganlah keraskan hatimu seperti di Meriba, seperti pada hari di Masa di padang gurun, (Mzm 95:8)

Bacaan Lengkap hari ini :

5  Maka sampailah Ia ke sebuah kota di Samaria, yang bernama Sikhar dekat tanah yang diberikan Yakub dahulu kepada anaknya, Yusuf.
6  Di situ terdapat sumur Yakub. Yesus sangat letih oleh perjalanan, karena itu Ia duduk di pinggir sumur itu. Hari kira-kira pukul dua belas.
7  Maka datanglah seorang perempuan Samaria hendak menimba air. Kata Yesus kepadanya: “Berilah Aku minum.”
8  Sebab murid-murid-Nya telah pergi ke kota membeli makanan.
9  Maka kata perempuan Samaria itu kepada-Nya: “Masakan Engkau, seorang Yahudi, minta minum kepadaku, seorang Samaria?” (Sebab orang Yahudi tidak bergaul dengan orang Samaria.)
10  Jawab Yesus kepadanya: “Jikalau engkau tahu tentang karunia Allah dan siapakah Dia yang berkata kepadamu: Berilah Aku minum! niscaya engkau telah meminta kepada-Nya dan Ia telah memberikan kepadamu air hidup.”
11  Kata perempuan itu kepada-Nya: “Tuhan, Engkau tidak punya timba dan sumur ini amat dalam; dari manakah Engkau memperoleh air hidup itu?
12  Adakah Engkau lebih besar dari pada bapa kami Yakub, yang memberikan sumur ini kepada kami dan yang telah minum sendiri dari dalamnya, ia serta anak-anaknya dan ternaknya?”
13  Jawab Yesus kepadanya: “Barangsiapa minum air ini, ia akan haus lagi,
14  tetapi barangsiapa minum air yang akan Kuberikan kepadanya, ia tidak akan haus untuk selama-lamanya. Sebaliknya air yang akan Kuberikan kepadanya, akan menjadi mata air di dalam dirinya, yang terus-menerus memancar sampai kepada hidup yang kekal.”
15  Kata perempuan itu kepada-Nya: “Tuhan, berikanlah aku air itu, supaya aku tidak haus dan tidak usah datang lagi ke sini untuk menimba air.”
16  Kata Yesus kepadanya: “Pergilah, panggillah suamimu dan datang ke sini.”
17  Kata perempuan itu: “Aku tidak mempunyai suami.” Kata Yesus kepadanya: “Tepat katamu, bahwa engkau tidak mempunyai suami,
18  sebab engkau sudah mempunyai lima suami dan yang ada sekarang padamu, bukanlah suamimu. Dalam hal ini engkau berkata benar.”
19  Kata perempuan itu kepada-Nya: “Tuhan, nyata sekarang padaku, bahwa Engkau seorang nabi.
20  Nenek moyang kami menyembah di atas gunung ini, tetapi kamu katakan, bahwa Yerusalemlah tempat orang menyembah.”
21  Kata Yesus kepadanya: “Percayalah kepada-Ku, hai perempuan, saatnya akan tiba, bahwa kamu akan menyembah Bapa bukan di gunung ini dan bukan juga di Yerusalem.
22  Kamu menyembah apa yang tidak kamu kenal, kami menyembah apa yang kami kenal, sebab keselamatan datang dari bangsa Yahudi.
23  Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian.
24  Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran.”
25  Jawab perempuan itu kepada-Nya: “Aku tahu, bahwa Mesias akan datang, yang disebut juga Kristus; apabila Ia datang, Ia akan memberitakan segala sesuatu kepada kami.”
26  Kata Yesus kepadanya: “Akulah Dia, yang sedang berkata-kata dengan engkau.”
27 Pada waktu itu datanglah murid-murid-Nya dan mereka heran, bahwa Ia sedang bercakap-cakap dengan seorang perempuan. Tetapi tidak seorangpun yang berkata: “Apa yang Engkau kehendaki? Atau: Apa yang Engkau percakapkan dengan dia?”
28  Maka perempuan itu meninggalkan tempayannya di situ lalu pergi ke kota dan berkata kepada orang-orang yang di situ:
29  “Mari, lihat! Di sana ada seorang yang mengatakan kepadaku segala sesuatu yang telah kuperbuat. Mungkinkah Dia Kristus itu?”
30  Maka merekapun pergi ke luar kota lalu datang kepada Yesus.
31  Sementara itu murid-murid-Nya mengajak Dia, katanya: “Rabi, makanlah.”
32  Akan tetapi Ia berkata kepada mereka: “Pada-Ku ada makanan yang tidak kamu kenal.”
33  Maka murid-murid itu berkata seorang kepada yang lain: “Adakah orang yang telah membawa sesuatu kepada-Nya untuk dimakan?”
34  Kata Yesus kepada mereka: “Makanan-Ku ialah melakukan kehendak Dia yang mengutus Aku dan menyelesaikan pekerjaan-Nya.
35  Bukankah kamu mengatakan: Empat bulan lagi tibalah musim menuai? Tetapi Aku berkata kepadamu: Lihatlah sekelilingmu dan pandanglah ladang-ladang yang sudah menguning dan matang untuk dituai.
36  Sekarang juga penuai telah menerima upahnya dan ia mengumpulkan buah untuk hidup yang kekal, sehingga penabur dan penuai sama-sama bersukacita.
37  Sebab dalam hal ini benarlah peribahasa: Yang seorang menabur dan yang lain menuai.
38  Aku mengutus kamu untuk menuai apa yang tidak kamu usahakan; orang-orang lain berusaha dan kamu datang memetik hasil usaha mereka.”
39  Dan banyak orang Samaria dari kota itu telah menjadi percaya kepada-Nya karena perkataan perempuan itu, yang bersaksi: “Ia mengatakan kepadaku segala sesuatu yang telah kuperbuat.”
40  Ketika orang-orang Samaria itu sampai kepada Yesus, mereka meminta kepada-Nya, supaya Ia tinggal pada mereka; dan Iapun tinggal di situ dua hari lamanya.
41  Dan lebih banyak lagi orang yang menjadi percaya karena perkataan-Nya,
42  dan mereka berkata kepada perempuan itu: “Kami percaya, tetapi bukan lagi karena apa yang kaukatakan, sebab kami sendiri telah mendengar Dia dan kami tahu, bahwa Dialah benar-benar Juruselamat dunia.”

« Newer PostsOlder Posts »

Powered by WordPress