Renungan Harian

25 December 2013

Renungan Harian, 25 Desember 2013 – Hari Raya Natal

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Sabda sudah menjadi manusia, Ia tinggal di antara kita, dan kita sudah melihat keagungan-Nya. (Yoh 1:1-18)

Yesus lahir kedunia untuk melaksanakan kehendak Allah. Sekuruh hidup dan dan karya Yesus menjadi tanda bakti kepada kehendak Allah. karena pada hakikatnya Yesus dan Allah Bapa itu adalah satu. Yesus adalah Firman Allash yang menjelma menjadi manusia. Firman Allah yang hidup itu terus berkarya sampai saat ini. Berkat kuasa Roh Kudus, karya keselamatan Allah dalam pribadi Yesus terus menggema di era saat ini. Natal adalah saat kelahiran Yesus yang rindu hidup bersama kita.Dan kita pun dilahirkan kembali dalam semangat kerinduan dan kesatuan dengan-Nya. SELAMAT NATAL 2013

Biarlah sungai-sungai bertepuk tangan, dan gunung-gunung bersorak-sorai bersama-sama di hadapan TUHAN, sebab Ia datang untuk menghakimi bumi. (Mzm 98:8-9)

Bacaan lengkap hari ini :

1 Pada mulanya, sebelum dunia dijadikan, Sabda sudah ada. Sabda ada bersama Allah dan Sabda sama dengan Allah.
2  Sejak semula Ia bersama Allah.
3  Segalanya dijadikan melalui Dia, dan dari segala yang ada, tak satu pun dijadikan tanpa Dia.
4  Sabda itu sumber hidup,* dan hidup memberi terang kepada manusia.
5 Terang itu bercahaya dalam kegelapan, dan kegelapan tak dapat memadamkannya.
6  Datanglah orang yang diutus Allah, Yohanes namanya.†
7  Ia datang mewartakan tentang terang itu, supaya semua orang percaya.
8  Ia sendiri bukan terang itu, ia hanya mewartakannya.
9  Terang sejati yang menerangi semua manusia, datang ke dunia.
10  Sabda ada di dunia, dunia dijadikan melalui Dia, tetapi dunia tidak mengenal-Nya.
11  Ia datang ke negeri-Nya sendiri tetapi bangsa-Nya tidak menerima Dia.
12  Namun ada juga orang yang menerima Dia dan percaya kepada-Nya; mereka diberi-Nya hak menjadi anak Allah,
13  yang dilahirkan bukan dari manusia, sebab hidup baru itu dari Allah asalnya.
14  Sabda sudah menjadi manusia, Ia tinggal di antara kita, dan kita sudah melihat keagungan-Nya. Keagungan itu diterima-Nya sebagai Anak tunggal Bapa. Melalui Dia kita melihat Allah dan kasih-Nya kepada kita.
15 Yohanes datang sebagai saksi-Nya, ia mewartakan: “Inilah Dia yang kukatakan: Dia akan datang lebih kemudian dari aku, tetapi lebih besar dari aku, sebab sebelum aku ada, Dia sudah ada.”
16  Ia penuh kasih; tiada hentinya Ia memberkati kita.
17  Hukum Tuhan kita terima melalui Musa. Tetapi kasih dan kesetiaan Allah dinyatakan melalui Yesus Kristus.
18  Tak ada yang pernah melihat Allah, selain anak tunggal Bapa, yang sama dengan Bapa dan erat sekali kepada-Nya. Dialah yang menyatakan Bapa kepada kita.

24 December 2013

Renungan Harian, 24 Desember 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Dan engkau, hai anakku, akan disebut nabi Allah Yang Mahatinggi; karena engkau akan berjalan mendahului Tuhan untuk mempersiapkan jalan bagi-Nya (Luk 1:67-69)

Kiranya getar kehadiran Sang Juruselamat sejati sudah dinubuatkan oleh Zakharia. Rahmat kelahiran Mesias adalah sebuah hadiah pengampunan bagi siapa saja! Pengampunan disini adalah rahmat Tuhan, jadi bukan sekedar pengurangan hukuman atau bebas bersyarat. Tidak ada satu pun yang dapat membebaskan kita dari berbagai akibat atas dosa-dosa kita, kecuali Allah yang penuh cinta serta kelembutan. Mari kita sambut Sang Mesias dengan berani meminta ampun dan mengampuni satu sama lain. Ampun itu rahmat yang menyembuhkan.

Aku hendak menyanyikan kasih setia TUHAN selama-lamanya, hendak memperkenalkan kesetiaan-Mu dengan mulutku turun-temurun. Mzm 89:2

Bacaan Lengkap hari ini :

67 ¶  Dan Zakharia, ayahnya, penuh dengan Roh Kudus, lalu bernubuat, katanya:
68  ”Terpujilah Tuhan, Allah Israel, sebab Ia melawat umat-Nya dan membawa kelepasan baginya,
69  Ia menumbuhkan sebuah tanduk keselamatan bagi kita di dalam keturunan Daud, hamba-Nya itu,
70   —  seperti yang telah difirmankan-Nya sejak purbakala oleh mulut nabi-nabi-Nya yang kudus  — 
71  untuk melepaskan kita dari musuh-musuh kita dan dari tangan semua orang yang membenci kita,
72  untuk menunjukkan rahmat-Nya kepada nenek moyang kita dan mengingat akan perjanjian-Nya yang kudus,
73  yaitu sumpah yang diucapkan-Nya kepada Abraham, bapa leluhur kita, bahwa Ia mengaruniai kita,
74  supaya kita, terlepas dari tangan musuh, dapat beribadah kepada-Nya tanpa takut,
75  dalam kekudusan dan kebenaran di hadapan-Nya seumur hidup kita.
76  Dan engkau, hai anakku, akan disebut nabi Allah Yang Mahatinggi; karena engkau akan berjalan mendahului Tuhan untuk mempersiapkan jalan bagi-Nya,
77  untuk memberikan kepada umat-Nya pengertian akan keselamatan yang berdasarkan pengampunan dosa-dosa mereka,
78  oleh rahmat dan belas kasihan dari Allah kita, dengan mana Ia akan melawat kita, Surya pagi dari tempat yang tinggi,
79  untuk menyinari mereka yang diam dalam kegelapan dan dalam naungan maut untuk mengarahkan kaki kita kepada jalan damai sejahtera.”

23 December 2013

Renungan Harian, 23 Desember 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

tetapi ibunya berkata: “Jangan, ia harus dinamai Yohanes.” (Luk 1:57-66)

Yohanes Pembaptis memenuhi panggilan sebagai nabi sampai akhir hidupnya. Dia menghayati panggilannya dengan setia dan penuh tanggung jawab. Baginya, kematian justru menyempurnakan panggilan hidupnya sebagai nabi. Karena itu, kita hendaknya juga tidak takut mati untuk mewujudkan panggilan hidup sebagai Kristiani. Kehadiran kita didunia akan bermakna dan membawa sukacita bagi sesama, bila menghidupi apa yang dihayati oleh Yohanes Pembaptis. Kita menjadi orang yang bertanggung jawab dan setia terhadap tugas dan panggilan Tuhan.

Kepada-Mu, ya TUHAN, kuangkat jiwaku; (Mzm 25:1)

57 Kemudian genaplah bulannya bagi Elisabet untuk bersalin dan iapun melahirkan seorang anak laki-laki.
58  Ketika tetangga-tetangganya serta sanak saudaranya mendengar, bahwa Tuhan telah menunjukkan rahmat-Nya yang begitu besar kepadanya, bersukacitalah mereka bersama-sama dengan dia.
59  Maka datanglah mereka pada hari yang kedelapan untuk menyunatkan anak itu dan mereka hendak menamai dia Zakharia menurut nama bapanya,
60  tetapi ibunya berkata: “Jangan, ia harus dinamai Yohanes.”
61  Kata mereka kepadanya: “Tidak ada di antara sanak saudaramu yang bernama demikian.”
62  Lalu mereka memberi isyarat kepada bapanya untuk bertanya nama apa yang hendak diberikannya kepada anaknya itu.
63  Ia meminta batu tulis, lalu menuliskan kata-kata ini: “Namanya adalah Yohanes.” Dan merekapun heran semuanya.
64  Dan seketika itu juga terbukalah mulutnya dan terlepaslah lidahnya, lalu ia berkata-kata dan memuji Allah.
65  Maka ketakutanlah semua orang yang tinggal di sekitarnya, dan segala peristiwa itu menjadi buah tutur di seluruh pegunungan Yudea.
66  Dan semua orang, yang mendengarnya, merenungkannya dan berkata: “Menjadi apakah anak ini nanti?” Sebab tangan Tuhan menyertai dia.

22 December 2013

Renungan Harian, 22 Desember 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus.” (Mat 1:18-24)

Keputusan Yusuf untuk menceraikan Maria dicegah oleh Allah. Melalui malaikatNya, Yusuf diberitahu tentang rahasia besar rencana Tuhan. Hanya karena imannya kepada Allah, Yesus menjadi tidak bimbang dan bingung. Dengan mantap ia mengambil maria sebagai isteri. Sebagai umat beriman kita juga dipanggil untuk mempersiapkan kehadiran Tuhan dalam segala peristiwa hidup kita. Panggilan yang tidak mudah dan penuh resiko. Beriman berarti ada kesediaan hati untuk mendengar dan melakukan kehendak Tuhan.

“Siapakah yang boleh naik ke atas gunung TUHAN? Siapakah yang boleh berdiri di tempat-Nya yang kudus?” (Mzm 24:3)

Bacaan lengkap hari ini :

18 Kelahiran Yesus Kristus adalah seperti berikut: Pada waktu Maria, ibu-Nya, bertunangan dengan Yusuf, ternyata ia mengandung dari Roh Kudus, sebelum mereka hidup sebagai suami isteri.
19  Karena Yusuf suaminya, seorang yang tulus hati dan tidak mau mencemarkan nama isterinya di muka umum, ia bermaksud menceraikannya dengan diam-diam.
20  Tetapi ketika ia mempertimbangkan maksud itu, malaikat Tuhan nampak kepadanya dalam mimpi dan berkata: “Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus.
21  Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka.”
22  Hal itu terjadi supaya genaplah yang difirmankan Tuhan oleh nabi:
23  ”Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanuel”  —  yang berarti: Allah menyertai kita.
24  Sesudah bangun dari tidurnya, Yusuf berbuat seperti yang diperintahkan malaikat Tuhan itu kepadanya. Ia mengambil Maria sebagai isterinya,

21 December 2013

Renungan Harian, 21 Desember 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Dan berbahagialah ia, yang telah percaya, sebab apa yang dikatakan kepadanya dari Tuhan, akan terlaksana.” (Luk 1:39-45)

Jaminan Allah selalu menjadi andalan dan pegangan tak tergoyahkan bagi orang terpilih. Tidak semuanya terang benderang. Tapi jaminan Tuhan adalah daya ekstra untuk berani berkata: “terjadilah kehendak-Mu” Kita dipilih Tuhan untuk melaksanakan tugas pelayanan sesuai kemampuan kita. Apapun tugas yang dipercayakan, itu adalah pilihan Allah. Kita dapat belajar dari Maria bagaimana menjawab panggilan dan tugas dari Tuhan. Pilihan Allah adalah pemberian. Pemberian adalah tugas. Kita maju bersama Dia.

Bersorak-sorailah, hai orang-orang benar, dalam TUHAN! Sebab memuji-muji itu layak bagi orang-orang jujur. (Mzm 32:1)

Bacaan Lengkap hari ini :

39 Beberapa waktu kemudian berangkatlah Maria dan langsung berjalan ke pegunungan menuju sebuah kota di Yehuda.
40  Di situ ia masuk ke rumah Zakharia dan memberi salam kepada Elisabet.
41  Dan ketika Elisabet mendengar salam Maria, melonjaklah anak yang di dalam rahimnya dan Elisabetpun penuh dengan Roh Kudus,
42  lalu berseru dengan suara nyaring: “Diberkatilah engkau di antara semua perempuan dan diberkatilah buah rahimmu.
43  Siapakah aku ini sampai ibu Tuhanku datang mengunjungi aku?
44  Sebab sesungguhnya, ketika salammu sampai kepada telingaku, anak yang di dalam rahimku melonjak kegirangan.
45  Dan berbahagialah ia, yang telah percaya, sebab apa yang dikatakan kepadanya dari Tuhan, akan terlaksana.

20 December 2013

Renungan Harian, 20 Desember 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu. (Luk 1:26-38)

Perasaan Maria yang rela menerima derita untuk keselamatan sesama, mestinya menjadi panggilan kita. Pelayanan dan cinta kasih kita mestinya terarah pada sesama. Jangan kita malah terpengaruh pada kehidupan dunia, yang hanya mengarahkan tindakan dan perbuatan kita pada kepentingan diri sendiri. Mari berkorban untuk orang lain, agar kehidupan kekal yang kita nantikan dapat kita rasakan bersama dengan semua orang.

Angkatlah kepalamu, hai pintu-pintu gerbang, dan terangkatlah kamu, hai pintu-pintu yang berabad-abad, supaya masuk Raja Kemuliaan! (Mzm 24:7)

Bacaan Lengkap hari ini :

26 Dalam bulan yang keenam Allah menyuruh malaikat Gabriel pergi ke sebuah kota di Galilea bernama Nazaret,
27  kepada seorang perawan yang bertunangan dengan seorang bernama Yusuf dari keluarga Daud; nama perawan itu Maria.
28  Ketika malaikat itu masuk ke rumah Maria, ia berkata: “Salam, hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau.”
29  Maria terkejut mendengar perkataan itu, lalu bertanya di dalam hatinya, apakah arti salam itu.
30  Kata malaikat itu kepadanya: “Jangan takut, hai Maria, sebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah.
31  Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus.
32  Ia akan menjadi besar dan akan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi. Dan Tuhan Allah akan mengaruniakan kepada-Nya takhta Daud, bapa leluhur-Nya,
33  dan Ia akan menjadi raja atas kaum keturunan Yakub sampai selama-lamanya dan Kerajaan-Nya tidak akan berkesudahan.”
34  Kata Maria kepada malaikat itu: “Bagaimana hal itu mungkin terjadi, karena aku belum bersuami?”
35  Jawab malaikat itu kepadanya: “Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah.
36  Dan sesungguhnya, Elisabet, sanakmu itu, iapun sedang mengandung seorang anak laki-laki pada hari tuanya dan inilah bulan yang keenam bagi dia, yang disebut mandul itu.
37  Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil.”
38  Kata Maria: “Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu.” Lalu malaikat itu meninggalkan dia.

19 December 2013

Renungan Harian, 19 Desember 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Jangan takut, hai Zakharia, sebab doamu telah dikabulkan” (Luk 1:5-25)

Anak itu anugerah atau karya dari Tuhan. Betapa tidak! Keluarga Zakharia dan Elisabet sudah lanjut usia. Ditambah lagi Elisabet itu mandul. Dalam pandangan manusia tampaknya mustahil. Tetapi bagi Allah tak ada kata mustahil. Sebagai orang beriman kita perlu belajar percaya akan rencana dan karya Tuhan dalam diri pribadi dan keluarga kita. Pasutri Zakharia dan Elisabet menjadi sarana untuk menampakkan karya agung Tuhan. Yakinlah bahwa Tuhan Allah mempunyai rencana indah pada kita semua.

mulutku akan menceritakan keadilan-Mu dan keselamatan yang dari pada-Mu sepanjang hari, sebab aku tidak dapat menghitungnya. (Mzm 71:15)

Bacaan Lengkap hari ini :

5 Pada zaman Herodes, raja Yudea, adalah seorang imam yang bernama Zakharia dari rombongan Abia. Isterinya juga berasal dari keturunan Harun, namanya Elisabet.
6  Keduanya adalah benar di hadapan Allah dan hidup menurut segala perintah dan ketetapan Tuhan dengan tidak bercacat.
7  Tetapi mereka tidak mempunyai anak, sebab Elisabet mandul dan keduanya telah lanjut umurnya.
8  Pada suatu kali, waktu tiba giliran rombongannya, Zakharia melakukan tugas keimaman di hadapan Tuhan.
9  Sebab ketika diundi, sebagaimana lazimnya, untuk menentukan imam yang bertugas, dialah yang ditunjuk untuk masuk ke dalam Bait Suci dan membakar ukupan di situ.
10  Sementara itu seluruh umat berkumpul di luar dan sembahyang. Waktu itu adalah waktu pembakaran ukupan.
11  Maka tampaklah kepada Zakharia seorang malaikat Tuhan berdiri di sebelah kanan mezbah pembakaran ukupan.
12  Melihat hal itu ia terkejut dan menjadi takut.
13  Tetapi malaikat itu berkata kepadanya: “Jangan takut, hai Zakharia, sebab doamu telah dikabulkan dan Elisabet, isterimu, akan melahirkan seorang anak laki-laki bagimu dan haruslah engkau menamai dia Yohanes.
14  Engkau akan bersukacita dan bergembira, bahkan banyak orang akan bersukacita atas kelahirannya itu.
15  Sebab ia akan besar di hadapan Tuhan dan ia tidak akan minum anggur atau minuman keras dan ia akan penuh dengan Roh Kudus mulai dari rahim ibunya;
16  ia akan membuat banyak orang Israel berbalik kepada Tuhan, Allah mereka,
17  dan ia akan berjalan mendahului Tuhan dalam roh dan kuasa Elia untuk membuat hati bapa-bapa berbalik kepada anak-anaknya dan hati orang-orang durhaka kepada pikiran orang-orang benar dan dengan demikian menyiapkan bagi Tuhan suatu umat yang layak bagi-Nya.”
18  Lalu kata Zakharia kepada malaikat itu: “Bagaimanakah aku tahu, bahwa hal ini akan terjadi? Sebab aku sudah tua dan isteriku sudah lanjut umurnya.”
19  Jawab malaikat itu kepadanya: “Akulah Gabriel yang melayani Allah dan aku telah diutus untuk berbicara dengan engkau dan untuk menyampaikan kabar baik ini kepadamu.
20  Sesungguhnya engkau akan menjadi bisu dan tidak dapat berkata-kata sampai kepada hari, di mana semuanya ini terjadi, karena engkau tidak percaya akan perkataanku yang akan nyata kebenarannya pada waktunya.”
21  Sementara itu orang banyak menanti-nantikan Zakharia. Mereka menjadi heran, bahwa ia begitu lama berada dalam Bait Suci.
22  Ketika ia keluar, ia tidak dapat berkata-kata kepada mereka dan mengertilah mereka, bahwa ia telah melihat suatu penglihatan di dalam Bait Suci. Lalu ia memberi isyarat kepada mereka, sebab ia tetap bisu.
23  Ketika selesai jangka waktu tugas jabatannya, ia pulang ke rumah.
24  Beberapa lama kemudian Elisabet, isterinya, mengandung dan selama lima bulan ia tidak menampakkan diri, katanya:
25  ”Inilah suatu perbuatan Tuhan bagiku, dan sekarang Ia berkenan menghapuskan aibku di depan orang.”

18 December 2013

Renungan Harian, 18 December 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Sesudah bangun dari tidurnya, Yusuf berbuat seperti yang diperintahkan malaikat Tuhan itu kepadanya. (Mat 1:18-24)

Teladanilah sikap St. Yusuf dalam menghadapi masalah. Berpikiran jernih dan tenang. Ketenangan akan membuat kita berani menghadapi masalah dan tidak lari dari kesulitan. Kalau kita belajar memberi tempat pada ketenangan, maka kita mampu mendengar suara Tuhan. Tuhan berbisik setiap saat, namun hanya dalam hati yang tenang, jernih dan pasrah, orang mampu mendengarkan bisikan Tuhan. Maka, hilangkan hati yang galau dan emosional. Mari kita berdoa agar dalam masa Adven ini diberi rahmat ketenangan hati, pikiran dan perasaan.

Kiranya ia mengadili umat-Mu dengan keadilan dan orang-orang-Mu yang tertindas dengan hukum! Kiranya gunung-gunung membawa damai sejahtera bagi bangsa, dan bukit-bukit membawa kebenaran! (Mzm 72:2-3)

Bacaan lengkap hari ini :

18 Kelahiran Yesus Kristus adalah seperti berikut: Pada waktu Maria, ibu-Nya, bertunangan dengan Yusuf, ternyata ia mengandung dari Roh Kudus, sebelum mereka hidup sebagai suami isteri.
19  Karena Yusuf suaminya, seorang yang tulus hati dan tidak mau mencemarkan nama isterinya di muka umum, ia bermaksud menceraikannya dengan diam-diam.
20  Tetapi ketika ia mempertimbangkan maksud itu, malaikat Tuhan nampak kepadanya dalam mimpi dan berkata: “Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus.
21  Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka.”
22  Hal itu terjadi supaya genaplah yang difirmankan Tuhan oleh nabi:
23  ”Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanuel”  —  yang berarti: Allah menyertai kita.
24  Sesudah bangun dari tidurnya, Yusuf berbuat seperti yang diperintahkan malaikat Tuhan itu kepadanya. Ia mengambil Maria sebagai isterinya,

17 December 2013

Doa Novena Natal

Filed under: Doa — Tags: , — Renungan Harian @ 10:55

(Didoakan secara pribadi/bersama, mulai tanggal 16 s/d 24 Desember)

Bapa surgawi, mampukan aku untuk menyambut dan menerima Yesus, Putera-Mu dengan iman yang teguh ditengah umat manusia yang kian apatis, dengan harapan yang tak pernah pudar ditengah umat manusia yang kian berputus asa, stres dan depresi, dan dengan kasih yang besar di tengah umat manusia yang kian tak manusiawi terhadap sesama yang tercipta secitra dengan-Mu.

Terangilah hati kami dengan Roh Kudus-Mu dan bersihkanlah hati dan jiwa kami dari segala dosa agar aku dapat merayakan Natal dengan hati penuh sukacita dan damai; di tengah dunia yang suram dan penuh dengan kekerasan serta kejahatan, kami dan orang-orang yang telah percaya kepada Yesus Kristus dapat menjadi tanda pengharapan dan damai di bumi, khususnya ditengah keluarga.

Maranatha! Datanglah, Tuhan Yesus! Amin.

Renungan Harian, 17 Desember 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Yakub memperanakkan Yusuf suami Maria, yang melahirkan Yesus yang disebut Kristus. (Mat 1:1-17)

Kedatangan Yesus yang akan kita rayakan pada hari Natal nanti; merupakan tindakan nyata bahwa Dia sungguh berbelas kasih pada manusia yang berdosa ini, karena Dia tidak hanya hidup sebagai manusia saja tetapi juga hidup sebagai Allah. Sifat Allah yang ada pada diri-Nya inilah yang membuat Yesus mampu selalu berbelas kasih pada siapa saja. Kecenderungan kita untuk kalah dan mengalah pada dosa, karena kita hanya hidup sebagai manusia. Kita lupa untuk menghidupi sifat keilahian yang sudah dianugerahkan kepada kita. Agar kita dapat meneladani Kristus.

Kiranya segala bangsa saling memberkati dengan namanya, dan menyebut dia berbahagia. Mzm 72:17

Bacaan lengkap hari ini :

1 Inilah silsilah Yesus Kristus, anak Daud, anak Abraham.
2  Abraham memperanakkan Ishak, Ishak memperanakkan Yakub, Yakub memperanakkan Yehuda dan saudara-saudaranya,
3  Yehuda memperanakkan Peres dan Zerah dari Tamar, Peres memperanakkan Hezron, Hezron memperanakkan Ram,
4  Ram memperanakkan Aminadab, Aminadab memperanakkan Nahason, Nahason memperanakkan Salmon,
5  Salmon memperanakkan Boas dari Rahab, Boas memperanakkan Obed dari Rut, Obed memperanakkan Isai,
6  Isai memperanakkan raja Daud. Daud memperanakkan Salomo dari isteri Uria,
7  Salomo memperanakkan Rehabeam, Rehabeam memperanakkan Abia, Abia memperanakkan Asa,
8  Asa memperanakkan Yosafat, Yosafat memperanakkan Yoram, Yoram memperanakkan Uzia,
9  Uzia memperanakkan Yotam, Yotam memperanakkan Ahas, Ahas memperanakkan Hizkia,
10  Hizkia memperanakkan Manasye, Manasye memperanakkan Amon, Amon memperanakkan Yosia,
11  Yosia memperanakkan Yekhonya dan saudara-saudaranya pada waktu pembuangan ke Babel.
12  Sesudah pembuangan ke Babel, Yekhonya memperanakkan Sealtiel, Sealtiel memperanakkan Zerubabel,
13  Zerubabel memperanakkan Abihud, Abihud memperanakkan Elyakim, Elyakim memperanakkan Azor,
14  Azor memperanakkan Zadok, Zadok memperanakkan Akhim, Akhim memperanakkan Eliud,
15  Eliud memperanakkan Eleazar, Eleazar memperanakkan Matan, Matan memperanakkan Yakub,
16  Yakub memperanakkan Yusuf suami Maria, yang melahirkan Yesus yang disebut Kristus.
17  Jadi seluruhnya ada: empat belas keturunan dari Abraham sampai Daud, empat belas keturunan dari Daud sampai pembuangan ke Babel, dan empat belas keturunan dari pembuangan ke Babel sampai Kristus.

« Newer PostsOlder Posts »

Powered by WordPress