Renungan Harian

22 May 2014

Renungan Harian, 22 Mei 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“demikianlah juga Aku telah mengasihi kamu; tinggallah di dalam kasih-Ku itu. (Yoh 15:9-11)

Manakah yang kita pilih sebagai orang Kristen: saling mengasihi atau mau menebar kebencian kepada sesama? Pasti kita akan memilih :saling mengasihi dan berbagi kasih dengan sesama. Untuk itulah kita diajak untuk tinggal didalam kasih Tuhan. Mari kita sebagai keluarga-keluarga Kristiani berusaha menumbuhkan sikap saling mengasihi. Kita memulai usaha tersebut dalam keluarga kita masing-masing. Tanamkan dalam diri setiap anggauta keluarga kita sikap saling mengasihi. jangan biarkan benih-benih kebencian yang tumbuh dalam masyarakat menghancurkan perintah saling mengasihi yang diberikan oleh Yesus sendiri.

(Mazmur 96:1-2a.2b-3.10)
Nyanyikanlah nyanyian baru bagi TUHAN, menyanyilah bagi TUHAN, hai segenap bumi!
Menyanyilah bagi TUHAN, pujilah nama-Nya,
kabarkanlah keselamatan yang dari pada-Nya dari hari ke hari.
Ceritakanlah kemuliaan-Nya di antara bangsa-bangsa dan perbuatan-perbuatan yang ajaib di antara segala suku bangsa.
Katakanlah di antara bangsa-bangsa: “TUHAN itu Raja! Sungguh tegak dunia, tidak goyang. Ia akan mengadili bangsa-bangsa dalam kebenaran.”

Bacaan Lengkap hari ini:
9 “Seperti Bapa telah mengasihi Aku, demikianlah juga Aku telah mengasihi kamu; tinggallah di dalam kasih-Ku itu.
10  Jikalau kamu menuruti perintah-Ku, kamu akan tinggal di dalam kasih-Ku, seperti Aku menuruti perintah Bapa-Ku dan tinggal di dalam kasih-Nya.
11  Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya sukacita-Ku ada di dalam kamu dan sukacitamu menjadi penuh.

21 May 2014

Renungan Harian, 21 Mei 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku. (Yoh 15:1-8)

Kita dihadapkan pada dua pilihan, yaitu berbuah atau kering. Jika memilih berbuah maka kita harus hidup dan membiarkan Firman tinggal didalam hati kita. Firman itu diberikan oleh Yesus sebagai jaminan bahwa hidup kita akan menghailkan buah. Buah yang kita hasilkan tentu berkualitas, karena berasal dari pokok yang benar, yaitu  Yesus sendiri. Beranikah kita menghasilkan buah yang berkualitas super, meski ditempat yang gersang sekalipun?

(Mazmur 122:1-2.3-4a.4b-5)
Aku bersukacita, ketika dikatakan orang kepadaku: “Mari kita pergi ke rumah TUHAN.”
Sekarang kaki kami berdiri di pintu gerbangmu, hai Yerusalem.
Hai Yerusalem, yang telah didirikan sebagai kota yang bersambung rapat,
ke mana suku-suku berziarah, yakni suku-suku TUHAN,
untuk bersyukur kepada nama TUHAN sesuai dengan peraturan bagi Israel.
Sebab di sanalah ditaruh kursi-kursi pengadilan, kursi-kursi milik keluarga raja Daud.

Bacaan Lengkap hari ini:
1 “Akulah pokok anggur yang benar dan Bapa-Kulah pengusahanya.
2  Setiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya dan setiap ranting yang berbuah, dibersihkan-Nya, supaya ia lebih banyak berbuah.
3  Kamu memang sudah bersih karena firman yang telah Kukatakan kepadamu.
4  Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku.
5  Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa.
6  Barangsiapa tidak tinggal di dalam Aku, ia dibuang ke luar seperti ranting dan menjadi kering, kemudian dikumpulkan orang dan dicampakkan ke dalam api lalu dibakar.
7  Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya.
8  Dalam hal inilah Bapa-Ku dipermuliakan, yaitu jika kamu berbuah banyak dan dengan demikian kamu adalah murid-murid-Ku.”

20 May 2014

Renungan Harian, 20 Mei 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu (Yoh 14:27-31a)

Yesus datang untuk mengangkat beban hidup kita serta memberi kelegaan dan damai sejahtera dibumi diantara manusia yang berkenan kepada-Nya. Namun, waktu Yesus akan pergi kepada Bapa-Nya, Ia tidak ingin membawa kembali damai sejahtera itu ke surga. Ia ingin agar damai sejahtera menjadi pengalaman hidup dan sekaligus menjadi milik mereka yang masih berjuang didunia.

(Mazmur 145:10-11.12-13b.21)
Segala yang Kaujadikan itu akan bersyukur kepada-Mu, ya TUHAN, dan orang-orang yang Kaukasihi akan memuji Engkau.
Mereka akan mengumumkan kemuliaan kerajaan-Mu, dan akan membicarakan keperkasaan-Mu,
untuk memberitahukan keperkasaan-Mu kepada anak-anak manusia, dan kemuliaan semarak kerajaan-Mu.
Kerajaan-Mu ialah kerajaan segala abad, dan pemerintahan-Mu tetap melalui segala keturunan. TUHAN setia dalam segala perkataan-Nya dan penuh kasih setia dalam segala perbuatan-Nya.
Mulutku mengucapkan puji-pujian kepada TUHAN dan biarlah segala makhluk memuji nama-Nya yang kudus untuk seterusnya dan selamanya.

Bacaan Lengkap hari ini:
27  Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu.
28 Kamu telah mendengar, bahwa Aku telah berkata kepadamu: Aku pergi, tetapi Aku datang kembali kepadamu. Sekiranya kamu mengasihi Aku, kamu tentu akan bersukacita karena Aku pergi kepada Bapa-Ku, sebab Bapa lebih besar dari pada Aku.
29  Dan sekarang juga Aku mengatakannya kepadamu sebelum hal itu terjadi, supaya kamu percaya, apabila hal itu terjadi.
30  Tidak banyak lagi Aku berkata-kata dengan kamu, sebab penguasa dunia ini datang dan ia tidak berkuasa sedikitpun atas diri-Ku.
31  Tetapi supaya dunia tahu, bahwa Aku mengasihi Bapa dan bahwa Aku melakukan segala sesuatu seperti yang diperintahkan Bapa kepada-Ku,

19 May 2014

Renungan Harian, 19 Mei 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Jika seorang mengasihi Aku, ia akan menuruti firman-Ku (Yoh 14:21-26)

Keberanian mengasihi Tuhan membuat seseorang siap sedia mengamini sabda dan kehendak-Nya, bukan hanya dengan kata-kata. melainkan terlebih dengan sikap dan perbuatan hidup. Dengan melakukan sabda-Nya, Allah pasti berbahagia dan bergembira, karena kita mengamini kehendak-Nya, yang semuanya itu demi keselamatan kita. Kiranya kita pun berani berkata, “Aku juga mengasihi Allah, agar Allah bahagia memandang kita, orang-orang yang selalu menikmati keselamatan-Nya.” Allah memang berbahagia, bila kita mentaati sabda dan kehendak-Nya.

(Mazmur 115:1-2.3-4.15-16)
Bukan kepada kami, ya TUHAN, bukan kepada kami, tetapi kepada nama-Mulah beri kemuliaan, oleh karena kasih-Mu, oleh karena setia-Mu!
Mengapa bangsa-bangsa akan berkata: “Di mana Allah mereka?”
Allah kita di sorga; Ia melakukan apa yang dikehendaki-Nya!
Berhala-berhala mereka adalah perak dan emas, buatan tangan manusia,
Diberkatilah kamu oleh TUHAN, yang menjadikan langit dan bumi.
Langit itu langit kepunyaan TUHAN, dan bumi itu telah diberikan-Nya kepada anak-anak manusia.

Bacaan Lengkap hari ini:
21  Barangsiapa memegang perintah-Ku dan melakukannya, dialah yang mengasihi Aku. Dan barangsiapa mengasihi Aku, ia akan dikasihi oleh Bapa-Ku dan Akupun akan mengasihi dia dan akan menyatakan diri-Ku kepadanya.”
22  Yudas, yang bukan Iskariot, berkata kepada-Nya: “Tuhan, apakah sebabnya maka Engkau hendak menyatakan diri-Mu kepada kami, dan bukan kepada dunia?”
23  Jawab Yesus: “Jika seorang mengasihi Aku, ia akan menuruti firman-Ku dan Bapa-Ku akan mengasihi dia dan Kami akan datang kepadanya dan diam bersama-sama dengan dia.
24  Barangsiapa tidak mengasihi Aku, ia tidak menuruti firman-Ku; dan firman yang kamu dengar itu bukanlah dari pada-Ku, melainkan dari Bapa yang mengutus Aku.
25 Semuanya itu Kukatakan kepadamu, selagi Aku berada bersama-sama dengan kamu;
26  tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu.

18 May 2014

Renungan Harian, 18 Mei 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku. (Yoh 14:1-12)

Bagaimana sikap kita jika semua hal yang ada dalam diri kita bisa menjadi sumber kegelisahan? Hanya Tuhan satu satunya yang memberikan kedamaian dan peneguhan agar kita tidak menjadi gelisah. Peganglah kata kata Yesus! “Percayalah pada-Ku”. Mungkinkah kita masih cemas dan gelisah dengan ungkapan Yesus ini? Yesus tidak memberi kita pilihan yang membingungkan. Dia adalah jalan kebenaran dan hidup. Tugas kita sekarang adalah menundukkan hati dan akal budi dihadapan Dia. Iman kita harus lebih kuat dari perasaan, pikiran dan keinginan lain. Jangan gelisah. Yesus selalu ada untuk kita.

(Mazmur 33:1-2.4-5.18-19)
Bersorak-sorailah, hai orang-orang benar, dalam TUHAN! Sebab memuji-muji itu layak bagi orang-orang jujur.
Bersyukurlah kepada TUHAN dengan kecapi, bermazmurlah bagi-Nya dengan gambus sepuluh tali!
Sebab firman TUHAN itu benar, segala sesuatu dikerjakan-Nya dengan kesetiaan.
Ia senang kepada keadilan dan hukum; bumi penuh dengan kasih setia TUHAN.
Sesungguhnya, mata TUHAN tertuju kepada mereka yang takut akan Dia, kepada mereka yang berharap akan kasih setia-Nya,
untuk melepaskan jiwa mereka dari pada maut dan memelihara hidup mereka pada masa kelaparan.

Bacaan lengkap hari ini:
1 “Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku.
2  Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu.
3  Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamupun berada.
4 Dan ke mana Aku pergi, kamu tahu jalan ke situ.”
5  Kata Tomas kepada-Nya: “Tuhan, kami tidak tahu ke mana Engkau pergi; jadi bagaimana kami tahu jalan ke situ?”
6  Kata Yesus kepadanya: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.
7  Sekiranya kamu mengenal Aku, pasti kamu juga mengenal Bapa-Ku. Sekarang ini kamu mengenal Dia dan kamu telah melihat Dia.”
8  Kata Filipus kepada-Nya: “Tuhan, tunjukkanlah Bapa itu kepada kami, itu sudah cukup bagi kami.”
9  Kata Yesus kepadanya: “Telah sekian lama Aku bersama-sama kamu, Filipus, namun engkau tidak mengenal Aku? Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa; bagaimana engkau berkata: Tunjukkanlah Bapa itu kepada kami.
10  Tidak percayakah engkau, bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku? Apa yang Aku katakan kepadamu, tidak Aku katakan dari diri-Ku sendiri, tetapi Bapa, yang diam di dalam Aku, Dialah yang melakukan pekerjaan-Nya.
11  Percayalah kepada-Ku, bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku; atau setidak-tidaknya, percayalah karena pekerjaan-pekerjaan itu sendiri.
12 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan, bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar dari pada itu. Sebab Aku pergi kepada Bapa;

17 May 2014

Renungan Harian, 17 Mei 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

dan apa juga yang kamu minta dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya, supaya Bapa dipermuliakan di dalam Anak. (Yoh 14:7-14)

Dalam doa Bapa Kami sebenarnya Yesus telah mengajar kita untuk menyapa Allah sebagai Bapa. Sapaan ini menunjukkan kedekatan dan kemesraan dengan Allah dan bukti nyata bahwa Allah tidak jauh dari kita. Dengan mata iman, kita telah melihat Bapa yang ada di surga dan dengan percaya kepada Yesus kita telah memandang-Nya. Ingatlah bahwa Bapa yang disurga, yang kita kenal melalui Yesus sempurna adanya. Inilah Bapa yang selalu mendengarkan permohonan anak-anak-Nya. Inilah Bapa yang membuat anak-anak-Nya yang percaya dapat melakukan pekerjaan-pekerjaan yang Dia lakukan.

(Mazmur 98:1.2-3b.3c-4)
Nyanyikanlah nyanyian baru bagi TUHAN, sebab Ia telah melakukan perbuatan-perbuatan yang ajaib; keselamatan telah dikerjakan kepada-Nya oleh tangan kanan-Nya, oleh lengan-Nya yang kudus.
TUHAN telah memperkenalkan keselamatan yang dari pada-Nya, telah menyatakan keadilan-Nya di depan mata bangsa-bangsa.
Ia mengingat kasih setia dan kesetiaan-Nya terhadap kaum Israel,
segala ujung bumi telah melihat keselamatan yang dari pada Allah kita.
Bersorak-soraklah bagi TUHAN, hai seluruh bumi, bergembiralah, bersorak-sorailah dan bermazmurlah!

Bacaan Lengkap hari ini:
7  Sekiranya kamu mengenal Aku, pasti kamu juga mengenal Bapa-Ku. Sekarang ini kamu mengenal Dia dan kamu telah melihat Dia.”
8  Kata Filipus kepada-Nya: “Tuhan, tunjukkanlah Bapa itu kepada kami, itu sudah cukup bagi kami.”
9  Kata Yesus kepadanya: “Telah sekian lama Aku bersama-sama kamu, Filipus, namun engkau tidak mengenal Aku? Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa; bagaimana engkau berkata: Tunjukkanlah Bapa itu kepada kami.
10  Tidak percayakah engkau, bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku? Apa yang Aku katakan kepadamu, tidak Aku katakan dari diri-Ku sendiri, tetapi Bapa, yang diam di dalam Aku, Dialah yang melakukan pekerjaan-Nya.
11  Percayalah kepada-Ku, bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku; atau setidak-tidaknya, percayalah karena pekerjaan-pekerjaan itu sendiri.
12 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan, bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar dari pada itu. Sebab Aku pergi kepada Bapa;
13  dan apa juga yang kamu minta dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya, supaya Bapa dipermuliakan di dalam Anak.
14  Jika kamu meminta sesuatu kepada-Ku dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya.”

16 May 2014

Renungan Harian, 16 Mei 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku. (Yoh 14:1-6)

Apakah benar Yesus adalah satu-satunya jalan? bagi orang yang mengakui Yesus sebagai Juruselamat, Yesus Kristus tentu harus menjadi satu-satunya jalan kehidupan dan kebenaran. Orang yang tidak mengimani Kristus akan dituntun Tuhan melalui jalannya sendiri. Para kudus pendahulu kita telah mengimano dengan sungguh-sungguh kata kata Yesus ini. Sehingga mereka rela bersedia untuk mengorbankan diri bagi kemuliaan Tuhan. Karena itu, kita patut bersyukur dan bangga, bahwa Bapa disurga telah memberi Yesus sebagai jalan.

(Mazmur 2:6-7.8-9.10-11)
“Akulah yang telah melantik raja-Ku di Sion, gunung-Ku yang kudus!”
Aku mau menceritakan tentang ketetapan TUHAN; Ia berkata kepadaku: “Anak-Ku engkau! Engkau telah Kuperanakkan pada hari ini.
Mintalah kepada-Ku, maka bangsa-bangsa akan Kuberikan kepadamu menjadi milik pusakamu, dan ujung bumi menjadi kepunyaanmu.
Engkau akan meremukkan mereka dengan gada besi, memecahkan mereka seperti tembikar tukang periuk.”

Bacaan Lengkap hari ini:
1 “Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku.
2  Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu.
3  Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamupun berada.
4 Dan ke mana Aku pergi, kamu tahu jalan ke situ.”
5  Kata Tomas kepada-Nya: “Tuhan, kami tidak tahu ke mana Engkau pergi; jadi bagaimana kami tahu jalan ke situ?”
6  Kata Yesus kepadanya: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.

15 May 2014

Renungan Harian, 15 Mei 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Sesungguhnya seorang hamba tidaklah lebih tinggi dari pada tuannya, (Yoh 13:16-20)

Sesungguhnya, kita semua adalah hamba, dan Yesus adalah tuannya. Sebagai Tuan, Yesus justru merendahkan diri dengan membasuh kaki para Rasul. Sebagai hamba Allah, jelaslah kita ini milik-Nya sepenuhnya. Pekerjaan kita adalah melakukan kehendak Allah. Segala sesuatu yang kita lakukan, demi kebaikan dan keselamatan manusia, serta membawa orang lain kepada Allah. Sebagai hamba yang taat, marilah kita berdoa, “Yesus yang makahasih, sekalipun Allah, Engkau mau merendahkan diri dengan menjadi manusia. Bantulah kami agar taat sebagai hamba dan selalu rendah hati.

(Mazmur 89:2-3.21-22.25.27)
Aku hendak menyanyikan kasih setia TUHAN selama-lamanya, hendak memperkenalkan kesetiaan-Mu dengan mulutku turun-temurun.
Sebab kasih setia-Mu dibangun untuk selama-lamanya; kesetiaan-Mu tegak seperti langit.
Aku telah mendapat Daud, hamba-Ku; Aku telah mengurapinya dengan minyak-Ku yang kudus,
maka tangan-Ku tetap dengan dia, bahkan lengan-Ku meneguhkan dia.
Kesetiaan-Ku dan kasih-Ku menyertai dia, dan oleh karena nama-Ku tanduknya akan meninggi.
Diapun akan berseru kepada-Ku: ‘Bapaku Engkau, Allahku dan gunung batu keselamatanku.

Bacaan Lengkap hari ini:
16  Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya seorang hamba tidaklah lebih tinggi dari pada tuannya, ataupun seorang utusan dari pada dia yang mengutusnya.
17  Jikalau kamu tahu semua ini, maka berbahagialah kamu, jika kamu melakukannya.
18 Bukan tentang kamu semua Aku berkata. Aku tahu, siapa yang telah Kupilih. Tetapi haruslah genap nas ini: Orang yang makan roti-Ku, telah mengangkat tumitnya terhadap Aku.
19  Aku mengatakannya kepadamu sekarang juga sebelum hal itu terjadi, supaya jika hal itu terjadi, kamu percaya, bahwa Akulah Dia.
20  Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa menerima orang yang Kuutus, ia menerima Aku, dan barangsiapa menerima Aku, ia menerima Dia yang mengutus Aku.”

14 May 2014

Renungan Harian, 14 Mei 2014 – Peringatan Santo Matias, Rasul

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. (Yoh 15:9-17)

Untuk memilih pengganti Yudas Iskariot, para murid membuang undi setelah sebelumnya berdoa. Dan ternyata Matias yang terpilih. Kita semua yakin bahwa bukan para murid yang memilih Matias, melainkan Allah sendiri. Tetapi sebenarnya yang terpenting bukan bagaimana proses pemilihannya, tetapi yang penting untuk diingat ialah bahwa jabatan itu untuk pelayanan, untuk melayani, bukan untuk dilayani. Teladan kita adalah Yesus yang menyebut kita sahabat. Hanya bila kita saling mengasihi seperti sahabat, mampulah kita saling melayani dengan rendah hati.

(Mazmur 113:1-2.3-4.5-6.7-8)
Pujilah, hai hamba-hamba TUHAN, pujilah nama TUHAN!
Kiranya nama TUHAN dimasyhurkan, sekarang ini dan selama-lamanya.
Dari terbitnya sampai kepada terbenamnya matahari terpujilah nama TUHAN.
TUHAN tinggi mengatasi segala bangsa, kemuliaan-Nya mengatasi langit.
Siapakah seperti TUHAN, Allah kita, yang diam di tempat yang tinggi,
yang merendahkan diri untuk melihat ke langit dan ke bumi?
Ia menegakkan orang yang hina dari dalam debu dan mengangkat orang yang miskin dari lumpur,
untuk mendudukkan dia bersama-sama dengan para bangsawan, bersama-sama dengan para bangsawan bangsanya.

Bacaan Lengkap hari ini:
9 “Seperti Bapa telah mengasihi Aku, demikianlah juga Aku telah mengasihi kamu; tinggallah di dalam kasih-Ku itu.
10  Jikalau kamu menuruti perintah-Ku, kamu akan tinggal di dalam kasih-Ku, seperti Aku menuruti perintah Bapa-Ku dan tinggal di dalam kasih-Nya.
11  Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya sukacita-Ku ada di dalam kamu dan sukacitamu menjadi penuh.
12  Inilah perintah-Ku, yaitu supaya kamu saling mengasihi, seperti Aku telah mengasihi kamu.
13  Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya.
14  Kamu adalah sahabat-Ku, jikalau kamu berbuat apa yang Kuperintahkan kepadamu.
15  Aku tidak menyebut kamu lagi hamba, sebab hamba tidak tahu, apa yang diperbuat oleh tuannya, tetapi Aku menyebut kamu sahabat, karena Aku telah memberitahukan kepada kamu segala sesuatu yang telah Kudengar dari Bapa-Ku.
16  Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu.
17  Inilah perintah-Ku kepadamu: Kasihilah seorang akan yang lain.”

13 May 2014

Renungan Harian, 13 Mei 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku. (Yoh 10:22-30)

Kita sebagai domba-domba-Nya harus mengenali dan mendengarkan suara Yesus, baik melalui bacaan Kitab Suci, Ekaristi, atau mendengarkan kotbah. Ajaran Yesus untuk saling mengasihi inilah yang merupakan “suara” yang harus dikenalkan kepada anak-anak dalam keluarga. Dengan membiasakan mereka sejak usia dini mengenal ajaran kasih yang selalu dilakukan oleh Yesus, maka ini akan menumbuhkan rasa cinta kepada Yesus, sehingga dapat menimbulkan panggilan dalam hati mereka untuk menjadi pengikut-Nya. Keluarga merupakan tempat awal bertumbuhnya benih panggilan dalam hati seorang anak.

(Mazmur 87:1-3.4-5.6-7)
Di gunung-gunung yang kudus ada kota yang dibangunkan-Nya:
TUHAN lebih mencintai pintu-pintu gerbang Sion dari pada segala tempat kediaman Yakub.
Hal-hal yang mulia dikatakan tentang engkau, ya kota Allah. Sela
Aku menyebut Rahab dan Babel di antara orang-orang yang mengenal Aku, bahkan Filistea, Tirus dan Etiopia: “Ini dilahirkan di sana.”
Tetapi tentang Sion dikatakan: “Seorang demi seorang dilahirkan di dalamnya,” dan Dia, Yang Mahatinggi, menegakkannya.
TUHAN menghitung pada waktu mencatat bangsa-bangsa: “Ini dilahirkan di sana.” Sela
Dan orang menyanyi-nyanyi sambil menari beramai-ramai: “Segala mata airku ada di dalammu.”

Bacaan Lengkap hari ini:
22 Tidak lama kemudian tibalah hari raya Pentahbisan Bait Allah di Yerusalem; ketika itu musim dingin.
23  Dan Yesus berjalan-jalan di Bait Allah, di serambi Salomo.
24  Maka orang-orang Yahudi mengelilingi Dia dan berkata kepada-Nya: “Berapa lama lagi Engkau membiarkan kami hidup dalam kebimbangan? Jikalau Engkau Mesias, katakanlah terus terang kepada kami.”
25  Yesus menjawab mereka: “Aku telah mengatakannya kepada kamu, tetapi kamu tidak percaya; pekerjaan-pekerjaan yang Kulakukan dalam nama Bapa-Ku, itulah yang memberikan kesaksian tentang Aku,
26  tetapi kamu tidak percaya, karena kamu tidak termasuk domba-domba-Ku.
27  Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku,
28  dan Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorangpun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku.
29  Bapa-Ku, yang memberikan mereka kepada-Ku, lebih besar dari pada siapapun, dan seorangpun tidak dapat merebut mereka dari tangan Bapa.
30  Aku dan Bapa adalah satu.”

« Newer PostsOlder Posts »

Powered by WordPress