Renungan Harian

2 July 2014

Renungan Harian, 2 Juli 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

datanglah dari pekuburan dua orang yang kerasukan setan menemui Yesus. (Mat 8:28-34)

Pada zaman ini juga banyak orang hidup seperti kerasukan, saat bekerja tanpa henti, demi uang; saat bingung soal pencitraan, demi popularitas. Mungkin kemudian mereka memang menjadi kaya raya, terkenal. Tetapi, hidup seperti itu adalah hidup seperti orang kerasukan. Hidup mereka bagaikan berputar didunia yang sepi, hanya demi materi, kekuaan dan pencitraan; jauh dari kehidupan sejati. Sebagai orang yang telah dibaptis, marilah kita bersikap sebagai orang yang telah dibebaskan dari kerasukan. Mari kita arahkan hidup, demi pewartaan kehadiran Tuhan.

(Mazmur 50:7,8-9,10-11,12-13,16bc-17)
“Dengarlah, hai umat-Ku, Aku hendak berfirman, hai Israel, Aku hendak bersaksi terhadap kamu: Akulah Allah, Allahmu!
Bukan karena korban sembelihanmu Aku menghukum engkau; bukankah korban bakaranmu tetap ada di hadapan-Ku?
Tidak usah Aku mengambil lembu dari rumahmu atau kambing jantan dari kandangmu,
sebab punya-Kulah segala binatang hutan, dan beribu-ribu hewan di gunung.
Aku kenal segala burung di udara, dan apa yang bergerak di padang adalah dalam kuasa-Ku.
Jika Aku lapar, tidak usah Kukatakan kepadamu, sebab punya-Kulah dunia dan segala isinya.
Daging lembu jantankah Aku makan, atau darah kambing jantankah Aku minum?
“Apakah urusanmu menyelidiki ketetapan-Ku, dan menyebut-nyebut perjanjian-Ku dengan mulutmu,
padahal engkaulah yang membenci teguran, dan mengesampingkan firman-Ku?

Bacaan Lengkap hari ini:
28 Setibanya di seberang, yaitu di daerah orang Gadara, datanglah dari pekuburan dua orang yang kerasukan setan menemui Yesus. Mereka sangat berbahaya, sehingga tidak seorangpun yang berani melalui jalan itu.
29  Dan mereka itupun berteriak, katanya: “Apa urusan-Mu dengan kami, hai Anak Allah? Adakah Engkau ke mari untuk menyiksa kami sebelum waktunya?”
30  Tidak jauh dari mereka itu sejumlah besar babi sedang mencari makan.
31  Maka setan-setan itu meminta kepada-Nya, katanya: “Jika Engkau mengusir kami, suruhlah kami pindah ke dalam kawanan babi itu.”
32  Yesus berkata kepada mereka: “Pergilah!” Lalu keluarlah mereka dan masuk ke dalam babi-babi itu. Maka terjunlah seluruh kawanan babi itu dari tepi jurang ke dalam danau dan mati di dalam air.
33  Maka larilah penjaga-penjaga babi itu dan setibanya di kota, diceriterakannyalah segala sesuatu, juga tentang orang-orang yang kerasukan setan itu.
34  Maka keluarlah seluruh kota mendapatkan Yesus dan setelah mereka berjumpa dengan Dia, merekapun mendesak, supaya Ia meninggalkan daerah mereka.

1 July 2014

Renungan Harian, 1 Juli 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Mengapa kamu takut, kamu yang kurang percaya?”(Mat 8:23-27)

Saat badai dan kapal tidak dapat dikendalikan, maka para murid menjadi sangat ketakutan. Sampai mereka merasa perlu meminta bantuan Yesus, karena mengira kapalnya akan karam. Yesus yang sedang tertidur, bangun dan memandang para murid-Nya dengan rasa heran, bahkan agak geram melihat iman mereka. Namun, Yesus tetap mendengarkan keluhan mereka, menjawab kecemasan mereka, menghargai permohonan mereka, dengan membuat danau itu kembali teduh. Sebagai murid Yesus, kita juga sering kehilangan kepercayaan, tetapi kita tidak usah kuatir, karena Yesus tidak pernah meninggalkan kita.

(Mazmur 5:5-6.7.8)
Sebab Engkau bukanlah Allah yang berkenan kepada kefasikan; orang jahat takkan menumpang pada-Mu.
Pembual tidak akan tahan di depan mata-Mu; Engkau membenci semua orang yang melakukan kejahatan.
Engkau membinasakan orang-orang yang berkata bohong, TUHAN jijik melihat penumpah darah dan penipu.
Tetapi aku, berkat kasih setia-Mu yang besar, aku akan masuk ke dalam rumah-Mu, sujud menyembah ke arah bait-Mu yang kudus dengan takut akan Engkau.

Bacaan Lengkap hari ini:
23 Lalu Yesus naik ke dalam perahu dan murid-murid-Nyapun mengikuti-Nya.
24  Sekonyong-konyong mengamuklah angin ribut di danau itu, sehingga perahu itu ditimbus gelombang, tetapi Yesus tidur.
25  Maka datanglah murid-murid-Nya membangunkan Dia, katanya: “Tuhan, tolonglah, kita binasa.”
26  Ia berkata kepada mereka: “Mengapa kamu takut, kamu yang kurang percaya?” Lalu bangunlah Yesus menghardik angin dan danau itu, maka danau itu menjadi teduh sekali.
27  Dan heranlah orang-orang itu, katanya: “Orang apakah Dia ini, sehingga angin dan danaupun taat kepada-Nya?”

30 June 2014

Renungan Harian, 30 Juni 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Ikutlah Aku dan biarlah orang-orang mati menguburkan orang-orang mati mereka.” (Mat 8:18-22)

Yesus menuntut para pengikut-Nya untuk mengutamakan diri-Nya. Tuntutan ini sungguh masuk akal. Sebab orang yang mendua dalam iman adalah mati. Mereka tidak dapat diandalkan dalam pelayanan. Orang yang mendua justru akan menjadi penghambat. Akibatnya mereka tidak dapat memberikan diri sepenuhnya kepada Yesus. Selain tidak dapat berbuat kasih yang lebih banyak, mereka juga tidak akan mendapat rahmat yang banyak pula.  Panggilan Yesus tetap bergema dalam diri kita, hingga saat ini. Kita dipanggil untuk mengikuti-Nya.

(Mazmur 50:16bc-17.18-19.20-21.22.23)
“Apakah urusanmu menyelidiki ketetapan-Ku, dan menyebut-nyebut perjanjian-Ku dengan mulutmu,
padahal engkaulah yang membenci teguran, dan mengesampingkan firman-Ku?
Jika engkau melihat pencuri, maka engkau berkawan dengan dia, dan bergaul dengan orang berzinah.
Mulutmu kaubiarkan mengucapkan yang jahat, dan pada lidahmu melekat tipu daya.
Engkau duduk, dan mengata-ngatai saudaramu, memfitnah anak ibumu.
Itulah yang engkau lakukan, tetapi Aku berdiam diri; engkau menyangka, bahwa Aku ini sederajat dengan engkau. Aku akan menghukum engkau dan membawa perkara ini ke hadapanmu.
Perhatikanlah ini, hai kamu yang melupakan Allah; supaya jangan Aku menerkam, dan tidak ada yang melepaskan.
Siapa yang mempersembahkan syukur sebagai korban, ia memuliakan Aku; siapa yang jujur jalannya, keselamatan yang dari Allah akan Kuperlihatkan kepadanya.”

Bacaan Lengkap hari ini:
18 Ketika Yesus melihat orang banyak mengelilingi-Nya, Ia menyuruh bertolak ke seberang.
19  Lalu datanglah seorang ahli Taurat dan berkata kepada-Nya: “Guru, aku akan mengikut Engkau, ke mana saja Engkau pergi.”
20  Yesus berkata kepadanya: “Serigala mempunyai liang dan burung mempunyai sarang, tetapi Anak Manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepala-Nya.”
21  Seorang lain, yaitu salah seorang murid-Nya, berkata kepada-Nya: “Tuhan, izinkanlah aku pergi dahulu menguburkan ayahku.”
22  Tetapi Yesus berkata kepadanya: “Ikutlah Aku dan biarlah orang-orang mati menguburkan orang-orang mati mereka.”

29 June 2014

Renungan Harian, 29 Juni 2014 – Hari Raya Santo Petrus dan Santo Paulus

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Lalu Yesus bertanya kepada mereka: “Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?” (Mat 16:13-19)

Banyak orang bisa bercerita tentang Yesus dari apa yang dibacanya, didengarnya. tetapi, barangkali hanya sedikit yang bisa bercerita tentang Yesus dari pengalaman iman dalam hidupnya sehari-hari. Petrus dan Paulus yang kita rayakan hari ini, selalu berbicara dari pengalaman mereka akan Yesus. Pengetahuan itu penting, karena bisa menjadi awal dari kehidupan beriman. tetapi pengetahuan dari pengalaman pribadi akan menumbuhkan iman. Kita tidak akan bia mengelami betapa baik dan sedapnya Tuhan, jika kita tidak datang setiap saat kepada-Nya dan mengalami kehadiran-Nya

(Mazmur 34:2-3.4-5.6-7.8-9)
Aku hendak memuji TUHAN pada segala waktu; puji-pujian kepada-Nya tetap di dalam mulutku.
Karena TUHAN jiwaku bermegah; biarlah orang-orang yang rendah hati mendengarnya dan bersukacita.
Muliakanlah TUHAN bersama-sama dengan aku, marilah kita bersama-sama memasyhurkan nama-Nya!
Aku telah mencari TUHAN, lalu Ia menjawab aku, dan melepaskan aku dari segala kegentaranku.
Tujukanlah pandanganmu kepada-Nya, maka mukamu akan berseri-seri, dan tidak akan malu tersipu-sipu.
Orang yang tertindas ini berseru, dan TUHAN mendengar; Ia menyelamatkan dia dari segala kesesakannya.
Malaikat TUHAN berkemah di sekeliling orang-orang yang takut akan Dia, lalu meluputkan mereka.
Kecaplah dan lihatlah, betapa baiknya TUHAN itu! Berbahagialah orang yang berlindung pada-Nya!

Bacaan Lengkap hari ini:
13 Setelah Yesus tiba di daerah Kaisarea Filipi, Ia bertanya kepada murid-murid-Nya: “Kata orang, siapakah Anak Manusia itu?”
14  Jawab mereka: “Ada yang mengatakan: Yohanes Pembaptis, ada juga yang mengatakan: Elia dan ada pula yang mengatakan: Yeremia atau salah seorang dari para nabi.”
15  Lalu Yesus bertanya kepada mereka: “Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?”
16  Maka jawab Simon Petrus: “Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!”
17  Kata Yesus kepadanya: “Berbahagialah engkau Simon bin Yunus sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan Bapa-Ku yang di sorga.
18  Dan Akupun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya.
19  Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Sorga. Apa yang kauikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kaulepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga.”

28 June 2014

Renungan Harian, 28 Juni 2014 – Peringatan Wajib Hati Tersuci Santa Perawan Maria

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Aku berkata kepadamu, sesungguhnya iman sebesar ini tidak pernah Aku jumpai pada seorangpun di antara orang Israel. (Mat 8:5-17)

Hidup Yesus adalah menjadikan kehendak Bapa-Nya diatas segala-galanya. Itulah iman yang sebenarnya. Yesus mau menjadi apapun untuk Bapa-Nya. Yesus berkenan menjadi “Hamba” Allah yang bekerja keras, mengajar dan melayani sesamanya hingga seperti tidak ada waktu untuk diri-Nya sendiri. Bahkan, pada akhirnya Dia rela menderita dan mati disalibkan demi memenuhi kehendak Bapa-Nya. Kita yang telah dibaptis diajak melaksanakan praktek hidup terpuji seperti Tuhan Yesus yang menjadi Tuan sekaligus Hamba.

(Mazmur 74:1-2.3-5a.5b-7.20-21)
Mengapa, ya Allah, Kaubuang kami untuk seterusnya? Mengapa menyala murka-Mu terhadap kambing domba gembalaan-Mu?
Ingatlah akan umat-Mu yang telah Kauperoleh pada zaman purbakala, yang Kautebus menjadi bangsa milik-Mu sendiri! Ingatlah akan gunung Sion yang Engkau diami.
Ringankanlah langkah-Mu ke tempat yang rusak terus-menerus; segala-galanya telah dimusnahkan musuh di tempat kudus.
Lawan-lawan-Mu mengaum di tempat pertemuan-Mu dan telah mendirikan panji-panji mereka sebagai tanda.
Kelihatannya seperti orang mengayunkan tinggi-tinggi sebuah kapak kepada kayu-kayuan yang lebat,
dan sekarang ukir-ukirannya seluruhnya dipalu mereka dengan kapak dan beliung;
mereka menyulut tempat kudus-Mu dengan api, mereka menajiskan tempat kediaman nama-Mu sampai pada tanah;

Bacaan Lengkap hari ini:
5 Ketika Yesus masuk ke Kapernaum, datanglah seorang perwira mendapatkan Dia dan memohon kepada-Nya:
6  “Tuan, hambaku terbaring di rumah karena sakit lumpuh dan ia sangat menderita.”
7  Yesus berkata kepadanya: “Aku akan datang menyembuhkannya.”
8  Tetapi jawab perwira itu kepada-Nya: “Tuan, aku tidak layak menerima Tuan di dalam rumahku, katakan saja sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh.
9  Sebab aku sendiri seorang bawahan, dan di bawahku ada pula prajurit. Jika aku berkata kepada salah seorang prajurit itu: Pergi!, maka ia pergi, dan kepada seorang lagi: Datang!, maka ia datang, ataupun kepada hambaku: Kerjakanlah ini!, maka ia mengerjakannya.”
10  Setelah Yesus mendengar hal itu, heranlah Ia dan berkata kepada mereka yang mengikuti-Nya: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya iman sebesar ini tidak pernah Aku jumpai pada seorangpun di antara orang Israel.
11  Aku berkata kepadamu: Banyak orang akan datang dari Timur dan Barat dan duduk makan bersama-sama dengan Abraham, Ishak dan Yakub di dalam Kerajaan Sorga,
12  sedangkan anak-anak Kerajaan itu akan dicampakkan ke dalam kegelapan yang paling gelap, di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi.”
13  Lalu Yesus berkata kepada perwira itu: “Pulanglah dan jadilah kepadamu seperti yang engkau percaya.” Maka pada saat itu juga sembuhlah hambanya.
14 Setibanya di rumah Petrus, Yesuspun melihat ibu mertua Petrus terbaring karena sakit demam.
15  Maka dipegang-Nya tangan perempuan itu, lalu lenyaplah demamnya. Iapun bangunlah dan melayani Dia.
16  Menjelang malam dibawalah kepada Yesus banyak orang yang kerasukan setan dan dengan sepatah kata Yesus mengusir roh-roh itu dan menyembuhkan orang-orang yang menderita sakit.
17  Hal itu terjadi supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi Yesaya: “Dialah yang memikul kelemahan kita dan menanggung penyakit kita.”

27 June 2014

Renungan Harian, 27 Juni 2014 – Hari Raya Hati Yesus yang Maha Kudus

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. (Mat 11:25-30)

Hati mengungkapkan kemauan dan kehendak seseorang. Terutama mereka yang kecil dan sederhana, kepada mereka diberi karunia untuk mengerti kemauan dan kehendak Tuhan, sehingga hati mereka mudah tersentuh oleh kasih Allah. Kecil bukan berarti tidak memiliki apa apa, tetapi kecil dihadapan Tuhan. Telinga hati mereka juga mudah mendengar undangan Yesus, untuk menyerahkan beban berat pada Tuhan. Karena itu kita harus menjadi kecil dan menyelesaikan semua persoalan hidup bersama Yesus.

(Mazmur 103:1-2.3-4.6-7.8.10)

Pujilah TUHAN, hai jiwaku! Pujilah nama-Nya yang kudus, hai segenap batinku!

Pujilah TUHAN, hai jiwaku, dan janganlah lupakan segala kebaikan-Nya!

Dia yang mengampuni segala kesalahanmu, yang menyembuhkan segala penyakitmu,

Dia yang menebus hidupmu dari lobang kubur, yang memahkotai engkau dengan kasih setia dan rahmat,

TUHAN menjalankan keadilan dan hukum bagi segala orang yang diperas.

Ia telah memperkenalkan jalan-jalan-Nya kepada Musa, perbuatan-perbuatan-Nya kepada orang Israel.

TUHAN adalah penyayang dan pengasih, panjang sabar dan berlimpah kasih setia.

Tidak dilakukan-Nya kepada kita setimpal dengan dosa kita, dan tidak dibalas-Nya kepada kita setimpal dengan kesalahan kita,

Bacaan lengkap hari ini:

25 Pada waktu itu berkatalah Yesus: “Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil.

26  Ya Bapa, itulah yang berkenan kepada-Mu.

27  Semua telah diserahkan kepada-Ku oleh Bapa-Ku dan tidak seorangpun mengenal Anak selain Bapa, dan tidak seorangpun mengenal Bapa selain Anak dan orang yang kepadanya Anak itu berkenan menyatakannya.

28  Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.

29  Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan.

30  Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Kupun ringan.”

26 June 2014

Renungan Harian, 26 Juni 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

tetapi rumah itu tidak rubuh sebab didirikan di atas batu. (Mat 7:21-29)

Hidup iman kita akan kokoh, bila kita bangun dalam Kristus. Kita perlu memperkaya batin dengan mendengarkan dan melaksanakan sabda-Nya. Bila hidup seseorang didasarkan pada mendengar dan melaksanakan sabda Tuhan, ia akan memandang harta dunia sebagai arana untuk membangun hidup yang bermutu. Hidup yang bermutu, terwujud dalam sikap murah hati; tidak cemburu, tidak memegahkan diri, tetapi memegahkan diri dalam sukacita karena kebenaran Tuhan. Pertanyaannya, apakah kita telah membangun hidup diatas wadas yaitu Kristus?

(Mazmur 79:1-2,3-5,8,9)
Ya Allah, bangsa-bangsa lain telah masuk ke dalam tanah milik-Mu, menajiskan bait kudus-Mu, membuat Yerusalem menjadi timbunan puing.
Mereka memberikan mayat hamba-hamba-Mu sebagai makanan kepada burung-burung di udara, daging orang-orang yang Kaukasihi kepada binatang-binatang liar di bumi.
Mereka menumpahkan darah orang-orang itu seperti air sekeliling Yerusalem, dan tidak ada yang menguburkan.
Kami menjadi cela bagi tetangga-tetangga kami, menjadi olok-olok dan cemooh bagi orang-orang sekeliling kami.
Berapa lama lagi, ya TUHAN, Engkau murka terus-menerus, dan cemburu-Mu berkobar-kobar seperti api?
Janganlah perhitungkan kepada kami kesalahan nenek moyang kami; kiranya rahmat-Mu segera menyongsong kami, sebab sudah sangat lemah kami.
Tolonglah kami, ya Allah penyelamat kami, demi kemuliaan nama-Mu! Lepaskanlah kami dan ampunilah dosa kami oleh karena nama-Mu!

Bacaan Lengkap hari ini:
21 Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga.
22  Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga?
23  Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!”
24  “Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu.
25  Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, tetapi rumah itu tidak rubuh sebab didirikan di atas batu.
26  Tetapi setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan tidak melakukannya, ia sama dengan orang yang bodoh, yang mendirikan rumahnya di atas pasir.
27  Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, sehingga rubuhlah rumah itu dan hebatlah kerusakannya.”
28  Dan setelah Yesus mengakhiri perkataan ini, takjublah orang banyak itu mendengar pengajaran-Nya,
29  sebab Ia mengajar mereka sebagai orang yang berkuasa, tidak seperti ahli-ahli Taurat mereka.

25 June 2014

Renungan Harian, 25 Juni 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Demikianlah setiap pohon yang baik menghasilkan buah yang baik. (Mat 7:15-20)

Bila orang tua menginginkan anak memiliki sikap hormat, orang tua harus menjadi teladan dalam sikap hormat. Memberi tahu anak untuk rajin berdoa tidak mengubah banyak hal, jika orang tua tidak menjadi teladan dalam hidup doa. Karakter anak tidak terbentuk secara serampangan. Mereka adalah buah cinta dari orang tuanya. Like father like son. Ingatlah baahwa sebagai orang beriman, kita bukan hanya anak dari orang tua kita, tetapi juga merupakan anak-anak Allah. Karenanya perlu diciptakan suasana akrab dalam keluarga. Mungkin ada banyak kesulitan, tetapi dengan doa Tuhan akan memberikan kekuatan bagi kita.

(Mazmur 119:33.34.35.37.40)
Perlihatkanlah kepadaku, ya TUHAN, petunjuk ketetapan-ketetapan-Mu, aku hendak memegangnya sampai saat terakhir.
Buatlah aku mengerti, maka aku akan memegang Taurat-Mu; aku hendak memeliharanya dengan segenap hati.
Biarlah aku hidup menurut petunjuk perintah-perintah-Mu, sebab aku menyukainya.
Lalukanlah mataku dari pada melihat hal yang hampa, hidupkanlah aku dengan jalan-jalan yang Kautunjukkan!
Sesungguhnya aku rindu kepada titah-titah-Mu, hidupkanlah aku dengan keadilan-Mu!

Bacaan Lengkap hari ini:
15 “Waspadalah terhadap nabi-nabi palsu yang datang kepadamu dengan menyamar seperti domba, tetapi sesungguhnya mereka adalah serigala yang buas.
16  Dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka. Dapatkah orang memetik buah anggur dari semak duri atau buah ara dari rumput duri?
17  Demikianlah setiap pohon yang baik menghasilkan buah yang baik, sedang pohon yang tidak baik menghasilkan buah yang tidak baik.
18  Tidak mungkin pohon yang baik itu menghasilkan buah yang tidak baik, ataupun pohon yang tidak baik itu menghasilkan buah yang baik.
19  Dan setiap pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik, pasti ditebang dan dibuang ke dalam api.
20  Jadi dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka.

24 June 2014

Renungan Harian, 24 Juni 1984 – Hari Raya Kelahiran Santo Yohanes Pembaptis

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Namanya adalah Yohanes.” (Luk 1:57-66.80)

Kehadiran Yohanes ditengah kehidupan Elisabet dan Zakharia merupakan anugerah tersendiri, meski mereka telah memasuki usia senja. Namun, karena kekuatan iman dan doa yang tidak pernah berakhir, maka Elisabet boleh merasakan dan mengalami kebahagiaan sebagai seorang ibu. Kelahiran Yohanes telah membawa sukacita bagi keluarganya. Kelahiran Yohanes adalah simbol bahwa Allah tidak pernah membiarkan orang yang datang dan memohon bantuan-Nya, pulang dengan tangan hampa. Kesetiaan Elisabet dan Zakharia menjadi teladan bagi kita semua, untuk selalu memohon kepada Allah dan tetap setia meski belum mendapatkannya.

(Mazmur 139:1-3.13-14ab.14c-15)
TUHAN, Engkau menyelidiki dan mengenal aku;
Engkau mengetahui, kalau aku duduk atau berdiri, Engkau mengerti pikiranku dari jauh.
Engkau memeriksa aku, kalau aku berjalan dan berbaring, segala jalanku Kaumaklumi.
Sebab Engkaulah yang membentuk buah pinggangku, menenun aku dalam kandungan ibuku.
Aku bersyukur kepada-Mu oleh karena kejadianku dahsyat dan ajaib; ajaib apa yang Kaubuat,
dan jiwaku benar-benar menyadarinya.
Tulang-tulangku tidak terlindung bagi-Mu, ketika aku dijadikan di tempat yang tersembunyi, dan aku direkam di bagian-bagian bumi yang paling bawah;

Bacaan Lengkap hari ini:
57 Kemudian genaplah bulannya bagi Elisabet untuk bersalin dan iapun melahirkan seorang anak laki-laki.
58  Ketika tetangga-tetangganya serta sanak saudaranya mendengar, bahwa Tuhan telah menunjukkan rahmat-Nya yang begitu besar kepadanya, bersukacitalah mereka bersama-sama dengan dia.
59  Maka datanglah mereka pada hari yang kedelapan untuk menyunatkan anak itu dan mereka hendak menamai dia Zakharia menurut nama bapanya,
60  tetapi ibunya berkata: “Jangan, ia harus dinamai Yohanes.”
61  Kata mereka kepadanya: “Tidak ada di antara sanak saudaramu yang bernama demikian.”
62  Lalu mereka memberi isyarat kepada bapanya untuk bertanya nama apa yang hendak diberikannya kepada anaknya itu.
63  Ia meminta batu tulis, lalu menuliskan kata-kata ini: “Namanya adalah Yohanes.” Dan merekapun heran semuanya.
64  Dan seketika itu juga terbukalah mulutnya dan terlepaslah lidahnya, lalu ia berkata-kata dan memuji Allah.
65  Maka ketakutanlah semua orang yang tinggal di sekitarnya, dan segala peristiwa itu menjadi buah tutur di seluruh pegunungan Yudea.
66  Dan semua orang, yang mendengarnya, merenungkannya dan berkata: “Menjadi apakah anak ini nanti?” Sebab tangan Tuhan menyertai dia.
80  Adapun anak itu bertambah besar dan makin kuat rohnya. Dan ia tinggal di padang gurun sampai kepada hari ia harus menampakkan diri kepada Israel.

23 June 2014

Renungan Harian, 23 Juni 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Hai orang munafik, keluarkanlah dahulu balok dari matamu, (Mat 7:1-5)

Supaya kita mampu melihat sesama dengan pandangan yang jernih, maka kita terlebih dahulu harus mengeluarkan kotoran dimata kita. Dari sabda Yesus, kita mengetahui bahwa yang membuat kita terhalang untuk melihat dengan baik dalam diri sesama kita adalah “kotoran hati kita” Namun, dalam kehidupan ini kita memiliki kecenderungan untuk cepat menilai setiap hal atau orang yang lewat dihadapan kita. Sebelum mengritik, sebaiknya kita melihat diri kita lebih dulu, supaya kita tidak salah menilai orang lain.. Kita bersihkan hati kita, untuk itu kita perlu memohon agar kita dimampukan melihat orang lain dengan cara pandang baru.

(Mazmur 60:3.4-5.12-13)
Ya Allah, Engkau telah membuang kami, menembus pertahanan kami; Engkau telah murka; pulihkanlah kami!
Engkau telah menggoncangkan bumi dan membelahnya; perbaikilah retak-retaknya, sebab bumi telah goyang.
Engkau telah membuat umat-Mu mengalami penderitaan yang berat, Engkau telah memberi kami minum anggur yang memusingkan.
Bukankah Engkau, ya Allah, yang telah membuang kami, dan yang tidak maju, ya Allah, bersama-sama bala tentara kami?
Berikanlah kepada kami pertolongan terhadap lawan, sebab sia-sia penyelamatan dari manusia.

Bacaan Lengkap hari ini:
1 “Jangan kamu menghakimi, supaya kamu tidak dihakimi.
2  Karena dengan penghakiman yang kamu pakai untuk menghakimi, kamu akan dihakimi dan ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu.
3  Mengapakah engkau melihat selumbar di mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu tidak engkau ketahui?
4  Bagaimanakah engkau dapat berkata kepada saudaramu: Biarlah aku mengeluarkan selumbar itu dari matamu, padahal ada balok di dalam matamu.
Hai orang munafik, keluarkanlah dahulu balok dari matamu, maka engkau akan melihat dengan jelas untuk mengeluarkan selumbar itu dari mata saudaramu.”

« Newer PostsOlder Posts »

Powered by WordPress