Renungan Harian

24 June 2014

Renungan Harian, 24 Juni 1984 – Hari Raya Kelahiran Santo Yohanes Pembaptis

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Namanya adalah Yohanes.” (Luk 1:57-66.80)

Kehadiran Yohanes ditengah kehidupan Elisabet dan Zakharia merupakan anugerah tersendiri, meski mereka telah memasuki usia senja. Namun, karena kekuatan iman dan doa yang tidak pernah berakhir, maka Elisabet boleh merasakan dan mengalami kebahagiaan sebagai seorang ibu. Kelahiran Yohanes telah membawa sukacita bagi keluarganya. Kelahiran Yohanes adalah simbol bahwa Allah tidak pernah membiarkan orang yang datang dan memohon bantuan-Nya, pulang dengan tangan hampa. Kesetiaan Elisabet dan Zakharia menjadi teladan bagi kita semua, untuk selalu memohon kepada Allah dan tetap setia meski belum mendapatkannya.

(Mazmur 139:1-3.13-14ab.14c-15)
TUHAN, Engkau menyelidiki dan mengenal aku;
Engkau mengetahui, kalau aku duduk atau berdiri, Engkau mengerti pikiranku dari jauh.
Engkau memeriksa aku, kalau aku berjalan dan berbaring, segala jalanku Kaumaklumi.
Sebab Engkaulah yang membentuk buah pinggangku, menenun aku dalam kandungan ibuku.
Aku bersyukur kepada-Mu oleh karena kejadianku dahsyat dan ajaib; ajaib apa yang Kaubuat,
dan jiwaku benar-benar menyadarinya.
Tulang-tulangku tidak terlindung bagi-Mu, ketika aku dijadikan di tempat yang tersembunyi, dan aku direkam di bagian-bagian bumi yang paling bawah;

Bacaan Lengkap hari ini:
57 Kemudian genaplah bulannya bagi Elisabet untuk bersalin dan iapun melahirkan seorang anak laki-laki.
58  Ketika tetangga-tetangganya serta sanak saudaranya mendengar, bahwa Tuhan telah menunjukkan rahmat-Nya yang begitu besar kepadanya, bersukacitalah mereka bersama-sama dengan dia.
59  Maka datanglah mereka pada hari yang kedelapan untuk menyunatkan anak itu dan mereka hendak menamai dia Zakharia menurut nama bapanya,
60  tetapi ibunya berkata: “Jangan, ia harus dinamai Yohanes.”
61  Kata mereka kepadanya: “Tidak ada di antara sanak saudaramu yang bernama demikian.”
62  Lalu mereka memberi isyarat kepada bapanya untuk bertanya nama apa yang hendak diberikannya kepada anaknya itu.
63  Ia meminta batu tulis, lalu menuliskan kata-kata ini: “Namanya adalah Yohanes.” Dan merekapun heran semuanya.
64  Dan seketika itu juga terbukalah mulutnya dan terlepaslah lidahnya, lalu ia berkata-kata dan memuji Allah.
65  Maka ketakutanlah semua orang yang tinggal di sekitarnya, dan segala peristiwa itu menjadi buah tutur di seluruh pegunungan Yudea.
66  Dan semua orang, yang mendengarnya, merenungkannya dan berkata: “Menjadi apakah anak ini nanti?” Sebab tangan Tuhan menyertai dia.
80  Adapun anak itu bertambah besar dan makin kuat rohnya. Dan ia tinggal di padang gurun sampai kepada hari ia harus menampakkan diri kepada Israel.

23 June 2014

Renungan Harian, 23 Juni 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Hai orang munafik, keluarkanlah dahulu balok dari matamu, (Mat 7:1-5)

Supaya kita mampu melihat sesama dengan pandangan yang jernih, maka kita terlebih dahulu harus mengeluarkan kotoran dimata kita. Dari sabda Yesus, kita mengetahui bahwa yang membuat kita terhalang untuk melihat dengan baik dalam diri sesama kita adalah “kotoran hati kita” Namun, dalam kehidupan ini kita memiliki kecenderungan untuk cepat menilai setiap hal atau orang yang lewat dihadapan kita. Sebelum mengritik, sebaiknya kita melihat diri kita lebih dulu, supaya kita tidak salah menilai orang lain.. Kita bersihkan hati kita, untuk itu kita perlu memohon agar kita dimampukan melihat orang lain dengan cara pandang baru.

(Mazmur 60:3.4-5.12-13)
Ya Allah, Engkau telah membuang kami, menembus pertahanan kami; Engkau telah murka; pulihkanlah kami!
Engkau telah menggoncangkan bumi dan membelahnya; perbaikilah retak-retaknya, sebab bumi telah goyang.
Engkau telah membuat umat-Mu mengalami penderitaan yang berat, Engkau telah memberi kami minum anggur yang memusingkan.
Bukankah Engkau, ya Allah, yang telah membuang kami, dan yang tidak maju, ya Allah, bersama-sama bala tentara kami?
Berikanlah kepada kami pertolongan terhadap lawan, sebab sia-sia penyelamatan dari manusia.

Bacaan Lengkap hari ini:
1 “Jangan kamu menghakimi, supaya kamu tidak dihakimi.
2  Karena dengan penghakiman yang kamu pakai untuk menghakimi, kamu akan dihakimi dan ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu.
3  Mengapakah engkau melihat selumbar di mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu tidak engkau ketahui?
4  Bagaimanakah engkau dapat berkata kepada saudaramu: Biarlah aku mengeluarkan selumbar itu dari matamu, padahal ada balok di dalam matamu.
Hai orang munafik, keluarkanlah dahulu balok dari matamu, maka engkau akan melihat dengan jelas untuk mengeluarkan selumbar itu dari mata saudaramu.”

22 June 2014

Renungan Harian, 22 Juni 2014 – Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia mempunyai hidup yang kekal” (Yoh 6:51-58)

Yesus ssudah memberikan tubuh dan darah-Nya sebagai makanan dan minuman yang abadi bagi kita, dalam rupa hosti dan anggur yang kita terima setiap Minggu, bahkan setiap hari dalam perayaan Ekaristi. Hari ini Gereja mengenangkan janji dan seruan Yesus tersebut dan mengangkatnya dalam Liturgi hari Raya Tubuh dan Darah Kristus. Perayaan ini dimaksudkan, agar seluruh umat Kristiani yakin dan percaya bahwa apa yang diserukan oleh Yesus itu benar benar nyata saat ini. Kalau Yesus sudah menyerahkan tubuh dan darah-Nya sendiri bagi kita, apalagi yang masih kita tuntut dari Dia?

(Mazmur 147:12-13.14-15.19-20)
Megahkanlah TUHAN, hai Yerusalem, pujilah Allahmu, hai Sion!
Sebab Ia meneguhkan palang pintu gerbangmu, dan memberkati anak-anakmu di antaramu.
Ia memberikan kesejahteraan kepada daerahmu dan mengenyangkan engkau dengan gandum yang terbaik.
Ia menyampaikan perintah-Nya ke bumi; dengan segera firman-Nya berlari.
Ia memberitakan firman-Nya kepada Yakub, ketetapan-ketetapan-Nya dan hukum-hukum-Nya kepada Israel.
Ia tidak berbuat demikian kepada segala bangsa, dan hukum-hukum-Nya tidak mereka kenal. Haleluya!

Bacaan Lengkap hari ini:
51  Akulah roti hidup yang telah turun dari sorga. Jikalau seorang makan dari roti ini, ia akan hidup selama-lamanya, dan roti yang Kuberikan itu ialah daging-Ku, yang akan Kuberikan untuk hidup dunia.”
52  Orang-orang Yahudi bertengkar antara sesama mereka dan berkata: “Bagaimana Ia ini dapat memberikan daging-Nya kepada kita untuk dimakan.”
53  Maka kata Yesus kepada mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jikalau kamu tidak makan daging Anak Manusia dan minum darah-Nya, kamu tidak mempunyai hidup di dalam dirimu.
54  Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia mempunyai hidup yang kekal dan Aku akan membangkitkan dia pada akhir zaman.
55  Sebab daging-Ku adalah benar-benar makanan dan darah-Ku adalah benar-benar minuman.
56  Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia.
57  Sama seperti Bapa yang hidup mengutus Aku dan Aku hidup oleh Bapa, demikian juga barangsiapa yang memakan Aku, akan hidup oleh Aku.
58  Inilah roti yang telah turun dari sorga, bukan roti seperti yang dimakan nenek moyangmu dan mereka telah mati. Barangsiapa makan roti ini, ia akan hidup selama-lamanya.”

21 June 2014

Renungan Harian, 21 Juni 2014 – Peringatan Wajib Santo Aloysius Gonzaga, Biarawan

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Tak seorangpun dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian, ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon.” (Mat 6:24-34)

Mari kita renungkan, apakah kasih kita kepada Allah kita sejajarkan juga dengan kasih kepada dunia? Masihkah kita berpikir untuk selalu membuat rencana sendiri sebagai cadangan rencana Allah bagi diri kita? Mana lebih mudah, membuat rencana sendiri yang tetap saja mengandung rasa kuatir akan kegagalan, dibanding pasrah kepada rencana Allah bagi diri kita? Satukan hati hanya pada Allah. Karena Allah saja cukup!

(Mazmur 89:4-5.29-30.31-32.33-34)
Engkau telah berkata: “Telah Kuikat perjanjian dengan orang pilihan-Ku, Aku telah bersumpah kepada Daud, hamba-Ku:
Untuk selama-lamanya Aku hendak menegakkan anak cucumu, dan membangun takhtamu turun-temurun.”
Aku akan memelihara kasih setia-Ku bagi dia untuk selama-lamanya, dan perjanjian-Ku teguh bagi dia.
Aku menjamin akan adanya anak cucunya sampai selama-lamanya, dan takhtanya seumur langit.
Jika anak-anaknya meninggalkan Taurat-Ku dan mereka tidak hidup menurut hukum-Ku,
jika ketetapan-Ku mereka langgar dan tidak berpegang pada perintah-perintah-Ku,
maka Aku akan membalas pelanggaran mereka dengan gada, dan kesalahan mereka dengan pukulan-pukulan.
Tetapi kasih setia-Ku tidak akan Kujauhkan dari padanya dan Aku tidak akan berlaku curang dalam hal kesetiaan-Ku.

Bacaan Lengkap hari ini:
24  Tak seorangpun dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian, ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon.
25 “Karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan atau minum, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai. Bukankah hidup itu lebih penting dari pada makanan dan tubuh itu lebih penting dari pada pakaian?
26  Pandanglah burung-burung di langit, yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mengumpulkan bekal dalam lumbung, namun diberi makan oleh Bapamu yang di sorga. Bukankah kamu jauh melebihi burung-burung itu?
27  Siapakah di antara kamu yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta saja pada jalan hidupnya?
28  Dan mengapa kamu kuatir akan pakaian? Perhatikanlah bunga bakung di ladang, yang tumbuh tanpa bekerja dan tanpa memintal,
29  namun Aku berkata kepadamu: Salomo dalam segala kemegahannyapun tidak berpakaian seindah salah satu dari bunga itu.
30  Jadi jika demikian Allah mendandani rumput di ladang, yang hari ini ada dan besok dibuang ke dalam api, tidakkah Ia akan terlebih lagi mendandani kamu, hai orang yang kurang percaya?
31  Sebab itu janganlah kamu kuatir dan berkata: Apakah yang akan kami makan? Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai?
32  Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu yang di sorga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu.
33  Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.
34  Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari.”

20 June 2014

Renungan Harian, 20 Juni 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Janganlah kamu mengumpulkan harta di bumi” (Mat 6:19-23)

Walau seseorang menjadi kaya raya dan kemuliaan keluarganya bertambah, pada waktu matinya semua itu tidak akan dibawanya serta. Lalu apa yang harus kita lakukan saat hidup didunia ini? janganlah pernah iri hati karena orang lain mendapat untung dan menjadi kaya. Jangan serakah, terus mengumpulkan harta tanpa kendali, hingga lupa diri dan misi hidup yang Ilahi. Pandanglah Allah, pemilik segala. Orang yang demikian, akan terus bergantung kepada Allah, mengandalkan Dia dan percaya akan penyelenggaraan Ilahi. Terakhir, berilah derma; dan mau berbagi dengan sesama.

(Mazmur 132:11.12.13-14.17-18)
TUHAN telah menyatakan sumpah setia kepada Daud, Ia tidak akan memungkirinya: “Seorang anak kandungmu akan Kududukkan di atas takhtamu;
jika anak-anakmu berpegang pada perjanjian-Ku, dan pada peraturan-peraturan-Ku yang Kuajarkan kepada mereka, maka anak-anak mereka selama-lamanya akan duduk di atas takhtamu.”
Sebab TUHAN telah memilih Sion, mengingininya menjadi tempat kedudukan-Nya:
“Inilah tempat perhentian-Ku selama-lamanya, di sini Aku hendak diam, sebab Aku mengingininya.
Di sanalah Aku akan menumbuhkan sebuah tanduk bagi Daud, Aku akan menyediakan sebuah pelita bagi orang yang Kuurapi.
Musuh-musuhnya akan Kukenakan pakaian penuh malu, tetapi di atas kepalanya akan bersemarak mahkotanya.”

Bacaan Lengkap hari ini:
19 “Janganlah kamu mengumpulkan harta di bumi; di bumi ngengat dan karat merusakkannya dan pencuri membongkar serta mencurinya.
20  Tetapi kumpulkanlah bagimu harta di sorga; di sorga ngengat dan karat tidak merusakkannya dan pencuri tidak membongkar serta mencurinya.
21  Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada.
22  Mata adalah pelita tubuh. Jika matamu baik, teranglah seluruh tubuhmu;
23  jika matamu jahat, gelaplah seluruh tubuhmu. Jadi jika terang yang ada padamu gelap, betapa gelapnya kegelapan itu.

19 June 2014

Renungan Harian, 19 Juni 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Jadi janganlah kamu seperti mereka, karena Bapamu mengetahui apa yang kamu perlukan, sebelum kamu minta kepada-Nya. (Mat 6:7-15)

Mengapa kita masih perlu berdoa, jika Tuhan sudah tahu apa yang kita perlukan? Kita tetap harus berdoa untuk menegaskan diri bahwa kita percaya kepada Allah dan mengandalkan bantuan-Nya. Tuhan adalah sandaran dan penopang hidup kita. Dia selalu memperhatikan kita, maka kita harus yakin dan berseru bahwa Dia ada. Kita menaruh permohonan kepada-Nya, “Engkau ada, maka aku berseru kepada-Mu. Aku percaya, maka aku berdoa. Tidak perlu panjang lebar aku bicara, karena aku yakin Engkau mengetahuinya.

(Mazmur 97:1-2.3-4.5.6.7)
TUHAN adalah Raja! Biarlah bumi bersorak-sorak, biarlah banyak pulau bersukacita!
Awan dan kekelaman ada sekeliling Dia, keadilan dan hukum adalah tumpuan takhta-Nya.
Api menjalar di hadapan-Nya, dan menghanguskan para lawan-Nya sekeliling.
Kilat-kilat-Nya menerangi dunia, bumi melihatnya dan gemetar.
Gunung-gunung luluh seperti lilin di hadapan TUHAN, di hadapan Tuhan seluruh bumi.
Langit memberitakan keadilan-Nya, dan segala bangsa melihat kemuliaan-Nya.
Semua orang yang beribadah kepada patung akan mendapat malu, orang yang memegahkan diri karena berhala-berhala; segala allah sujud menyembah kepada-Nya.

Bacaan Lengkap hari ini:
7  Lagipula dalam doamu itu janganlah kamu bertele-tele seperti kebiasaan orang yang tidak mengenal Allah. Mereka menyangka bahwa karena banyaknya kata-kata doanya akan dikabulkan.
Jadi janganlah kamu seperti mereka, karena Bapamu mengetahui apa yang kamu perlukan, sebelum kamu minta kepada-Nya.
9 Karena itu berdoalah demikian: Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu,
10  datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga.
11  Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya
12  dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami;
13  dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat. (Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin.)
14  Karena jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di sorga akan mengampuni kamu juga.
15  Tetapi jikalau kamu tidak mengampuni orang, Bapamu juga tidak akan mengampuni kesalahanmu.”

18 June 2014

Renungan Harian, 18 Juni 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Tetapi jika engkau memberi sedekah, janganlah diketahui tangan kirimu apa yang diperbuat tangan kananmu. (Mat 6:1-6.16-18)

Memberi sedekah adalah perbuatan mulia. Berdoa adalah perbuatan mulia untuk melatih kesetiaan pada Tuhan. Berpuasa adalah perbuatan mulia untuk melatih diri. Perbuatan perbuatan tersebut adalah tindakan penting bagi pengembangan rohani kita. Tindakan-tindakan itu penting, maka perlu perhatian dan pemahaman yang benar dari kita yang melakukan. Jika hal tersebut tidak dilakukan dengan kesungguhan dan penuh iman, maka tujuan sejatinya akan hilang. Hendaklah perbuatan apapun dalam kehidupan ini selalu memiliki muatan rohani dan kasih.

(Mazmur 31:20.21.24)
Alangkah limpahnya kebaikan-Mu yang telah Kausimpan bagi orang yang takut akan Engkau, yang telah Kaulakukan bagi orang yang berlindung pada-Mu, di hadapan manusia!
Engkau menyembunyikan mereka dalam naungan wajah-Mu terhadap persekongkolan orang-orang; Engkau melindungi mereka dalam pondok terhadap perbantahan lidah.
Kasihilah TUHAN, hai semua orang yang dikasihi-Nya! TUHAN menjaga orang-orang yang setiawan, tetapi orang-orang yang berbuat congkak diganjar-Nya dengan tidak tanggung-tanggung.

Bacaan Lengkap hari ini:
1 “Ingatlah, jangan kamu melakukan kewajiban agamamu di hadapan orang supaya dilihat mereka, karena jika demikian, kamu tidak beroleh upah dari Bapamu yang di sorga.
2  Jadi apabila engkau memberi sedekah, janganlah engkau mencanangkan hal itu, seperti yang dilakukan orang munafik di rumah-rumah ibadat dan di lorong-lorong, supaya mereka dipuji orang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya.
Tetapi jika engkau memberi sedekah, janganlah diketahui tangan kirimu apa yang diperbuat tangan kananmu.
4  Hendaklah sedekahmu itu diberikan dengan tersembunyi, maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu.”
5 “Dan apabila kamu berdoa, janganlah berdoa seperti orang munafik. Mereka suka mengucapkan doanya dengan berdiri dalam rumah-rumah ibadat dan pada tikungan-tikungan jalan raya, supaya mereka dilihat orang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya.
6  Tetapi jika engkau berdoa, masuklah ke dalam kamarmu, tutuplah pintu dan berdoalah kepada Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu.
16 Dan apabila kamu berpuasa, janganlah muram mukamu seperti orang munafik. Mereka mengubah air mukanya, supaya orang melihat bahwa mereka sedang berpuasa. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya.
17  Tetapi apabila engkau berpuasa, minyakilah kepalamu dan cucilah mukamu,
18  supaya jangan dilihat oleh orang bahwa engkau sedang berpuasa, melainkan hanya oleh Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu.”

17 June 2014

Renungan Harian, 17 Juni 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Karena dengan demikianlah kamu menjadi anak-anak Bapamu yang di sorga, (Mat 5:43-48)

Kita dipanggil untuk hidup sebagai anak-anak kekasih Allah. Tugas kita tiada lain daripada menjadi sempurna seperti Bapa di surga sempurna adanya. Itu hanya mungkin bila kita hidup bersatu dengan Yesus. Semuanya hanya bisa terjadi bila kita memenuhi panggilan-Nya untuk mengampuni dan mengasihi musuh. Karena kalau kita hanya mengasihi orang yang berbuat baik kepada kita, maka semua orangpun bisa melakukan hal itu. Tidak hanya mengampuni kita pun harus mendoakan mereka yang menganiaya kita, serta menciptakan suasana damai, rukun dan bersatu padu.

(Mazmur 51:3-4.5-6a.11.16)
Kasihanilah aku, ya Allah, menurut kasih setia-Mu, hapuskanlah pelanggaranku menurut rahmat-Mu yang besar!
Bersihkanlah aku seluruhnya dari kesalahanku, dan tahirkanlah aku dari dosaku!
Sebab aku sendiri sadar akan pelanggaranku, aku senantiasa bergumul dengan dosaku.
Terhadap Engkau, terhadap Engkau sajalah aku telah berdosa dan melakukan apa yang Kauanggap jahat,
Sembunyikanlah wajah-Mu terhadap dosaku, hapuskanlah segala kesalahanku!
Lepaskanlah aku dari hutang darah, ya Allah, Allah keselamatanku, maka lidahku akan bersorak-sorai memberitakan keadilan-Mu!

Bacaan Lengkap hari ini:
43 Kamu telah mendengar firman: Kasihilah sesamamu manusia dan bencilah musuhmu.
44  Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu.
45  Karena dengan demikianlah kamu menjadi anak-anak Bapamu yang di sorga, yang menerbitkan matahari bagi orang yang jahat dan orang yang baik dan menurunkan hujan bagi orang yang benar dan orang yang tidak benar.
46  Apabila kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah upahmu? Bukankah pemungut cukai juga berbuat demikian?
47  Dan apabila kamu hanya memberi salam kepada saudara-saudaramu saja, apakah lebihnya dari pada perbuatan orang lain? Bukankah orang yang tidak mengenal Allahpun berbuat demikian?
48  Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna.”

16 June 2014

Renungan Harian, 16 Juni 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Berilah kepada orang yang meminta kepadamu dan janganlah menolak orang yang mau meminjam dari padamu. (Mat 5:38-42)

Naluri manusia nampak pada saat dia mendendam dan membenci. Ini adalah sesuatu yang harus dirubah. manuia adalah makhluk rohani, sebab dia adalah gambar dan rupa Allah. Itulah sebabnya, Tuhan Yesus memberi sebuah ajaran baru yang ssunggu bermutu. Hilangkan dendam dan kebencian. Kebaikan harus menggantikan kejahatan; kasih dan pengampunan harus menjadi ganti dari sikap balas dendam kebencian. Jadikan kasih dan pengampunan sebagai kekuatan dan sumber kehidupan kita sebagai orang Kristiani.

(Mazmur 5:2-3.5-6.7)

Berilah telinga kepada perkataanku, ya TUHAN, indahkanlah keluh kesahku.
Perhatikanlah teriakku minta tolong, ya Rajaku dan Allahku, sebab kepada-Mulah aku berdoa.
TUHAN, pada waktu pagi Engkau mendengar seruanku, pada waktu pagi aku mengatur persembahan bagi-Mu, dan aku menunggu-nunggu.
Sebab Engkau bukanlah Allah yang berkenan kepada kefasikan; orang jahat takkan menumpang pada-Mu.
Engkau membinasakan orang-orang yang berkata bohong, TUHAN jijik melihat penumpah darah dan penipu.

Bacaan Lengkap hari ini:
38 Kamu telah mendengar firman: Mata ganti mata dan gigi ganti gigi.
39  Tetapi Aku berkata kepadamu: Janganlah kamu melawan orang yang berbuat jahat kepadamu, melainkan siapapun yang menampar pipi kananmu, berilah juga kepadanya pipi kirimu.
40  Dan kepada orang yang hendak mengadukan engkau karena mengingini bajumu, serahkanlah juga jubahmu.
41  Dan siapapun yang memaksa engkau berjalan sejauh satu mil, berjalanlah bersama dia sejauh dua mil.
42  Berilah kepada orang yang meminta kepadamu dan janganlah menolak orang yang mau meminjam dari padamu.

15 June 2014

Renungan Harian, 15 Juni 2014 – Hari Raya Tritunggal Maha Kudus

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. (Yoh 3:16-19)

Tritunggal Mahakudus bukanlah Allah yang berada jauh dari kita, tetapi masuk dalam kenyataan dan pengalaman hidup kita sebagai orang Kristen. Tritunggal Mahakudus bagi kita merupakan misteri iman yang tak pernah tuntas kita pahami. Otak kita pun tak mampu. Akan tetapi, makin dalam iman kita kepada Yesus Kristus, makin dalam pula pengenalan dan pengalaman iman kita akan misteri Tritunggal Mahakudus.

Daniel 3:52-56
Terpujilah Engkau, ya TUHAN, Allah nenek moyang kita, dipuji dan ditinggikan di atas semua selamanya, Dan terpujilah namaMu yang suci dan mulia, dipuji dan ditinggikan di atas semua untuk segala usia.
Terpujilah Engkau di Bait-Mu yang kudus, dipuji dan mulia di atas semua selamanya.
Terpujilah Engkau di atas takhta kerajaan Anda, dipuji dan ditinggikan di atas semua selamanya.
Terpujilah Engkau yang melihat ke kedalaman dari takhta Anda atas kerub, dipuji dan ditinggikan di atas semua selamanya.
Terpujilah Engkau di cakrawala langit, terpuji dan mulia selamanya.

Bacaan Lengkap hari ini:
16  Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.
17  Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya oleh Dia.
18  Barangsiapa percaya kepada-Nya, ia tidak akan dihukum; barangsiapa tidak percaya, ia telah berada di bawah hukuman, sebab ia tidak percaya dalam nama Anak Tunggal Allah.
19  Dan inilah hukuman itu: Terang telah datang ke dalam dunia, tetapi manusia lebih menyukai kegelapan dari pada terang, sebab perbuatan-perbuatan mereka jahat.

« Newer PostsOlder Posts »

Powered by WordPress