Renungan Harian

2 June 2014

Renungan Harian, 2 Juni 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Dalam dunia kamu menderita penganiayaan, tetapi kuatkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan dunia.” (Yoh 16:29-33)

Mengapa Yesus meminta para murid untuk menguatkan hati dalam penderitaan? Mengapa Yesus meminta mereka setia dalam memikul salib dan mengikuti Dia? Tuhan Yesus meminta para murid-Nya setia memanggul salibnya, karena situasi itu adalah posisi terdekat dengan Tuhan. Dari posisi terdekat itulah, Tuhan mengajar para murid, sehingga mereka yang setia pada salib akan mendapat semacam karisma pribadi. Salib harus kita tanggung, sebab disitu Tuhan menganugerahkan karisma, yang menjadi cara kita untuk mempersembahkan hidup.

(Mazmur 68:2-3.4-5ac.6-7b)
Allah bangkit, maka terseraklah musuh-musuh-Nya, orang-orang yang membenci Dia melarikan diri dari hadapan-Nya.
Seperti asap hilang tertiup, seperti lilin meleleh di depan api, demikianlah orang-orang fasik binasa di hadapan Allah.
Tetapi orang-orang benar bersukacita, mereka beria-ria di hadapan Allah, bergembira dan bersukacita.
Bernyanyilah bagi Allah, mazmurkanlah nama-Nya, buatlah jalan bagi Dia yang berkendaraan melintasi awan-awan! Nama-Nya ialah TUHAN; beria-rialah di hadapan-Nya!
Bapa bagi anak yatim dan Pelindung bagi para janda, itulah Allah di kediaman-Nya yang kudus;
Allah memberi tempat tinggal kepada orang-orang sebatang kara, Ia mengeluarkan orang-orang tahanan, sehingga mereka bahagia,

Bacaan Lengkap hari ini:
29  Kata murid-murid-Nya: “Lihat, sekarang Engkau terus terang berkata-kata dan Engkau tidak memakai kiasan.
30  Sekarang kami tahu, bahwa Engkau mengetahui segala sesuatu dan tidak perlu orang bertanya kepada-Mu. Karena itu kami percaya, bahwa Engkau datang dari Allah.”
31  Jawab Yesus kepada mereka: “Percayakah kamu sekarang?
32  Lihat, saatnya datang, bahkan sudah datang, bahwa kamu diceraiberaikan masing-masing ke tempatnya sendiri dan kamu meninggalkan Aku seorang diri. Namun Aku tidak seorang diri, sebab Bapa menyertai Aku.
33  Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya kamu beroleh damai sejahtera dalam Aku. Dalam dunia kamu menderita penganiayaan, tetapi kuatkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan dunia.

1 June 2014

Renungan Harian, 1 Juni 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Bukan untuk dunia Aku berdoa, tetapi untuk mereka, yang telah Engkau berikan kepada-Ku (Yoh 17:1-11a)

Bagi Yesus, berdoa dan mendoakan para murid-Nya tidak ada hentinya. Karena relasi antara mereka bukan hanya dibangun dengan perjumpaan fisik, tetapi juga dengan relasi rohani. Yesus mendoak para murid-Nya, agar mereka tetap bersatu dan tidak melupakan keterikatan mereka dengan diri-Nya. Doa memegang peran sangat penting. Pada saat Yesus dan para murid-Nya tidak saling berdekatan secara fisik, relasi tetap terjalin. Yesus selalu mendoakan mereka yang dikasihi-Nya, termasuk kita semua.

(Mazmur 27:1.4.7a-8a)
TUHAN adalah terangku dan keselamatanku, kepada siapakah aku harus takut? TUHAN adalah benteng hidupku, terhadap siapakah aku harus gemetar?
Satu hal telah kuminta kepada TUHAN, itulah yang kuingini: diam di rumah TUHAN seumur hidupku, menyaksikan kemurahan TUHAN dan menikmati bait-Nya.
Dengarlah, TUHAN, seruan yang kusampaikan, kasihanilah aku dan jawablah aku!
Hatiku mengikuti firman-Mu: “Carilah wajah-Ku”

Bacaan Lengkap hari ini
1 Demikianlah kata Yesus. Lalu Ia menengadah ke langit dan berkata: “Bapa, telah tiba saatnya; permuliakanlah Anak-Mu, supaya Anak-Mu mempermuliakan Engkau.
2  Sama seperti Engkau telah memberikan kepada-Nya kuasa atas segala yang hidup, demikian pula Ia akan memberikan hidup yang kekal kepada semua yang telah Engkau berikan kepada-Nya.
3  Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus.
4  Aku telah mempermuliakan Engkau di bumi dengan jalan menyelesaikan pekerjaan yang Engkau berikan kepada-Ku untuk melakukannya.
5  Oleh sebab itu, ya Bapa, permuliakanlah Aku pada-Mu sendiri dengan kemuliaan yang Kumiliki di hadirat-Mu sebelum dunia ada.
6 Aku telah menyatakan nama-Mu kepada semua orang, yang Engkau berikan kepada-Ku dari dunia. Mereka itu milik-Mu dan Engkau telah memberikan mereka kepada-Ku dan mereka telah menuruti firman-Mu.
7  Sekarang mereka tahu, bahwa semua yang Engkau berikan kepada-Ku itu berasal dari pada-Mu.
8  Sebab segala firman yang Engkau sampaikan kepada-Ku telah Kusampaikan kepada mereka dan mereka telah menerimanya. Mereka tahu benar-benar, bahwa Aku datang dari pada-Mu, dan mereka percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku.
9  Aku berdoa untuk mereka. Bukan untuk dunia Aku berdoa, tetapi untuk mereka, yang telah Engkau berikan kepada-Ku, sebab mereka adalah milik-Mu
10  dan segala milik-Ku adalah milik-Mu dan milik-Mu adalah milik-Ku, dan Aku telah dipermuliakan di dalam mereka.
11 Dan Aku tidak ada lagi di dalam dunia, tetapi mereka masih ada di dalam dunia.

31 May 2014

Renungan Harian, 31 Mei 2014 – Pesta Santa Perawan Maria Mengunjungi Elisabet

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Dan ketika Elisabet mendengar salam Maria, melonjaklah anak yang di dalam rahimnya dan Elisabetpun penuh dengan Roh Kudus, (Luk 1:39-56)

Hari ini Bunda Maria memberi teladannya, dalam keadaan hamil muda bayi  Yesus , Bunda Maria masih menyempatkan diri mengunjungi Elisabet saudarinya yang juga sedang mengandung Yohanes.Kehadiran Bunda Maria menjadi penyemangat bagi Elisabet. Hadir dalam diri orang lain, terutama yang membutuhkan sangatlah penting. Kerap kita tidak menyadari akan pentingnya kehadiran dalam keluarga atau komunitas. Mari kita berusaha hadir dengan tulus bagi sesama dalam berbagai kesempatan, demi perkembangan iman

(Yesaya 12:2-3.4bcd.5-6)
Sungguh, Allah itu keselamatanku; aku percaya dengan tidak gementar, sebab TUHAN ALLAH itu kekuatanku dan mazmurku, Ia telah menjadi keselamatanku.”
Maka kamu akan menimba air dengan kegirangan dari mata air keselamatan.
“Bersyukurlah kepada TUHAN, panggillah nama-Nya, beritahukanlah perbuatan-Nya di antara bangsa-bangsa, masyhurkanlah, bahwa nama-Nya tinggi luhur!
Bermazmurlah bagi TUHAN, sebab perbuatan-Nya mulia; baiklah hal ini diketahui di seluruh bumi!
Berserulah dan bersorak-sorailah, hai penduduk Sion, sebab Yang Mahakudus, Allah Israel, agung di tengah-tengahmu!”

Bacaan Lengkap hari ini:
39 Beberapa waktu kemudian berangkatlah Maria dan langsung berjalan ke pegunungan menuju sebuah kota di Yehuda.
40  Di situ ia masuk ke rumah Zakharia dan memberi salam kepada Elisabet.
41  Dan ketika Elisabet mendengar salam Maria, melonjaklah anak yang di dalam rahimnya dan Elisabetpun penuh dengan Roh Kudus,
42  lalu berseru dengan suara nyaring: “Diberkatilah engkau di antara semua perempuan dan diberkatilah buah rahimmu.
43  Siapakah aku ini sampai ibu Tuhanku datang mengunjungi aku?
44  Sebab sesungguhnya, ketika salammu sampai kepada telingaku, anak yang di dalam rahimku melonjak kegirangan.
45  Dan berbahagialah ia, yang telah percaya, sebab apa yang dikatakan kepadanya dari Tuhan, akan terlaksana.”
46  Lalu kata Maria: “Jiwaku memuliakan Tuhan,
47  dan hatiku bergembira karena Allah, Juruselamatku,
48  sebab Ia telah memperhatikan kerendahan hamba-Nya. Sesungguhnya, mulai dari sekarang segala keturunan akan menyebut aku berbahagia,
49  karena Yang Mahakuasa telah melakukan perbuatan-perbuatan besar kepadaku dan nama-Nya adalah kudus.
50  Dan rahmat-Nya turun-temurun atas orang yang takut akan Dia.
51  Ia memperlihatkan kuasa-Nya dengan perbuatan tangan-Nya dan mencerai-beraikan orang-orang yang congkak hatinya;
52  Ia menurunkan orang-orang yang berkuasa dari takhtanya dan meninggikan orang-orang yang rendah;
53  Ia melimpahkan segala yang baik kepada orang yang lapar, dan menyuruh orang yang kaya pergi dengan tangan hampa;
54  Ia menolong Israel, hamba-Nya, karena Ia mengingat rahmat-Nya,
55  seperti yang dijanjikan-Nya kepada nenek moyang kita, kepada Abraham dan keturunannya untuk selama-lamanya.”
56  Dan Maria tinggal kira-kira tiga bulan lamanya bersama dengan Elisabet, lalu pulang kembali ke rumahnya.

30 May 2014

Renungan Harian, 30 Mei 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

kamu akan berdukacita, tetapi dukacitamu akan berubah menjadi sukacita. (Yoh 16:20-23a)

Demi anak, setiap orang tua dipanggil berjuang melestarikan keluarga. Perjuangan yang luar biasa, menderita dan kerja keras untuk anak, Tetapi pada saatnya, semua dukacita akan berubah menjadi sukacita ketika sang anak berhasil mencapai cita-citanya, berhasil membina keluarga yang bahagia. Demi Allah, juga setiap orangtua dipanggil hidup sesuai dengan kehendak-Nya. Perjuangan dan pendampingan keluarga pada masa kanak-kanak sangat menentukan masa depan mereka.

(Mazmur 47:2-3.4-5.6-7)
Hai segala bangsa, bertepuktanganlah, elu-elukanlah Allah dengan sorak-sorai!
Sebab TUHAN, Yang Mahatinggi, adalah dahsyat, Raja yang besar atas seluruh bumi.
Ia menaklukkan bangsa-bangsa ke bawah kuasa kita, suku-suku bangsa ke bawah kaki kita,
Ia memilih bagi kita tanah pusaka kita, kebanggaan Yakub yang dikasihi-Nya. Sela
Allah telah naik dengan diiringi sorak-sorai, ya TUHAN itu, dengan diiringi bunyi sangkakala.
Bermazmurlah bagi Allah, bermazmurlah, bermazmurlah bagi Raja kita, bermazmurlah!

Bacaan Lengkap hari ini:
20  Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya kamu akan menangis dan meratap, tetapi dunia akan bergembira; kamu akan berdukacita, tetapi dukacitamu akan berubah menjadi sukacita.
21  Seorang perempuan berdukacita pada saat ia melahirkan, tetapi sesudah ia melahirkan anaknya, ia tidak ingat lagi akan penderitaannya, karena kegembiraan bahwa seorang manusia telah dilahirkan ke dunia.
22  Demikian juga kamu sekarang diliputi dukacita, tetapi Aku akan melihat kamu lagi dan hatimu akan bergembira dan tidak ada seorangpun yang dapat merampas kegembiraanmu itu dari padamu.
23 Dan pada hari itu kamu tidak akan menanyakan apa-apa kepada-Ku.

29 May 2014

Renungan Harian, 29 Mei 2014 – Hari Raya Kenaikan Tuhan

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus. (Mat 28:16-20)

Sudahkah kita siap menjadi asisten Tuhan untuk menguduskan, mengajar, memimpin orang lain? Kita tidak mungkin bisa menguduskan orang lain, jika hidup kita sendiri tidak menunjukkan cara hidup suci. Ingat! Kita membaptis, mengajar dan menguduskan orang lain bukan pertama-tama dengan air, kata atau kotbah, melainkan dengan sikap dan perbuatan. Percayalah, banyak orang akan menjadi Kristen, jika kita sungguh-sungguh hidup sebagai orang Kristen.

(Mazmur 47:2-3.6-7.8-9)
Hai segala bangsa, bertepuktanganlah, elu-elukanlah Allah dengan sorak-sorai!
Sebab TUHAN, Yang Mahatinggi, adalah dahsyat, Raja yang besar atas seluruh bumi.
Allah telah naik dengan diiringi sorak-sorai, ya TUHAN itu, dengan diiringi bunyi sangkakala.
Bermazmurlah bagi Allah, bermazmurlah, bermazmurlah bagi Raja kita, bermazmurlah!
Sebab Allah adalah Raja seluruh bumi, bermazmurlah dengan nyanyian pengajaran!
Allah memerintah sebagai raja atas bangsa-bangsa, Allah bersemayam di atas takhta-Nya yang kudus.

Bacaan Lengkap hari ini:
16 Dan kesebelas murid itu berangkat ke Galilea, ke bukit yang telah ditunjukkan Yesus kepada mereka.
17  Ketika melihat Dia mereka menyembah-Nya, tetapi beberapa orang ragu-ragu.
18  Yesus mendekati mereka dan berkata: “Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi.
19  Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus,
20  dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.”

28 May 2014

Renungan Harian, 28 Mei 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Lain kali saja kami mendengar engkau berbicara tentang hal itu.” (Kis 17:15.22-18:1)

Banyak orang mengatakan lain kali saja, jika diajak berbicara tentang sesuatu yang dia kurang sukai.Tetapi tidak bisa “lain kali saja” untuk kematian. Kematian bisa datang kapan dan dimana saja. Kematian itu perihal waktu. Mati tidak berarti tutup buku dan selesai. Karena setelah kematian, semuanya tergantung bagaimana kita menentukan pilihan dan melakukan tindakan kita, ketika kita masih hidup. Karena itu janganlah berkata “lain kali saja” untuk relasi dengan Tuhan. Terimalah Dia sebagai pilihan terbaik. Dialah acuan setiap langkah perjalanan dan praktek hidup kita.

(Mazmur 148:1-2.11-12b.12c.14a.14bcd)
Pujilah TUHAN di sorga, pujilah Dia di tempat tinggi!
Pujilah Dia, hai segala malaikat-Nya, pujilah Dia, hai segala tentara-Nya!
hai raja-raja di bumi dan segala bangsa, pembesar-pembesar dan semua pemerintah dunia;
hai teruna dan anak-anak dara, orang tua dan orang muda!
Biarlah semuanya memuji-muji TUHAN, sebab hanya nama-Nya saja yang tinggi luhur, keagungan-Nya mengatasi bumi dan langit.
Ia telah meninggikan tanduk umat-Nya, menjadi puji-pujian bagi semua orang yang dikasihi-Nya, bagi orang Israel, umat yang dekat pada-Nya.

27 May 2014

Renungan Harian, 27 Mei 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Sebab jikalau Aku tidak pergi, Penghibur itu tidak akan datang kepadamu, (Yoh 16:5-11)

Perpisahan itu memang menyedihkan dan pedih, namun sangat berguna bagi hidup kita. Tanpa perpisahan, hidup kita tidak akan pernah berkembang dengan baik. Perpisahan dengan orang tua mendewasakan anak anak. Dengan meninggalnya orang tua, maka anak harus belajar hidup mandiri. begitulah yang dialami para Rasul. Untuk menjadikan mereka orang yang memiliki keteguhan hati dan militan, Yesus meninggalkan mereka. Begitu juga perpisahan dengan orang yang kita cintai, bukan berarti akhir dari segalanya, melainkan untuk membuka wawasan kita menjadi dewasa seutuhnya.

(Mazmur 138:1-2a.2b-3.7c-8)
Aku hendak bersyukur kepada-Mu dengan segenap hatiku, di hadapan para allah aku akan bermazmur bagi-Mu.
Aku hendak sujud ke arah bait-Mu yang kudus dan memuji nama-Mu, oleh karena kasih-Mu dan oleh karena setia-Mu;
sebab Kaubuat nama-Mu dan janji-Mu melebihi segala sesuatu.
Pada hari aku berseru, Engkaupun menjawab aku, Engkau menambahkan kekuatan dalam jiwaku.
dan tangan kanan-Mu menyelamatkan aku.
TUHAN akan menyelesaikannya bagiku! Ya TUHAN, kasih setia-Mu untuk selama-lamanya; janganlah Kautinggalkan perbuatan tangan-Mu!

Bacaan Lengkap hari ini:
5  tetapi sekarang Aku pergi kepada Dia yang telah mengutus Aku, dan tiada seorangpun di antara kamu yang bertanya kepada-Ku: Ke mana Engkau pergi?
6  Tetapi karena Aku mengatakan hal itu kepadamu, sebab itu hatimu berdukacita.
7 Namun benar yang Kukatakan ini kepadamu: Adalah lebih berguna bagi kamu, jika Aku pergi. Sebab jikalau Aku tidak pergi, Penghibur itu tidak akan datang kepadamu, tetapi jikalau Aku pergi, Aku akan mengutus Dia kepadamu.
8  Dan kalau Ia datang, Ia akan menginsafkan dunia akan dosa, kebenaran dan penghakiman;
9  akan dosa, karena mereka tetap tidak percaya kepada-Ku;
10  akan kebenaran, karena Aku pergi kepada Bapa dan kamu tidak melihat Aku lagi;
11  akan penghakiman, karena penguasa dunia ini telah dihukum.

26 May 2014

Renungan Harian, 26 Mei 2014 – Peringatan Wajib Santo Filipus Neri, Imam

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Tetapi kamu juga harus bersaksi, karena kamu dari semula bersama-sama dengan Aku.” (Yoh 15:26-16:4a)

Kita adalah orang-orang yang percaya, beriman kepada Tuhan Yesus. Iman mengandung tugas, kepercayaan mengandung tanggung jawab. Karena kita beriman, kita mendapat tugas yaitu tanggung jawab menjadi saksi Kristus. Banyak tantangan yang kita hadapi dalam memberi kesaksian akan Kristus, namun dalam semuanya itu kita tidak perlu takut. Karena Roh Kudus, Roh Kebenaran pasti mendukung dan menguatkan kita. Apakah kita percaya dengan semua ini dan hidup kita telah merefleksikan kesaksian iman akan Kristus?

(Mazmur 149:1-2.3-4.5-6a.9b)
Haleluya! Nyanyikanlah bagi TUHAN nyanyian baru! Pujilah Dia dalam jemaah orang-orang saleh.
Biarlah Israel bersukacita atas Yang menjadikannya, biarlah bani Sion bersorak-sorak atas raja mereka!
Biarlah mereka memuji-muji nama-Nya dengan tari-tarian, biarlah mereka bermazmur kepada-Nya dengan rebana dan kecapi!
Sebab TUHAN berkenan kepada umat-Nya, Ia memahkotai orang-orang yang rendah hati dengan keselamatan.
Biarlah orang-orang saleh beria-ria dalam kemuliaan, biarlah mereka bersorak-sorai di atas tempat tidur mereka!
Biarlah pujian pengagungan Allah ada dalam kerongkongan mereka,
Itulah semarak bagi semua orang yang dikasihi-Nya. Haleluya!

Bacaan Lengkap hari ini:
26 Jikalau Penghibur yang akan Kuutus dari Bapa datang, yaitu Roh Kebenaran yang keluar dari Bapa, Ia akan bersaksi tentang Aku.
27  Tetapi kamu juga harus bersaksi, karena kamu dari semula bersama-sama dengan Aku.”
1 “Semuanya ini Kukatakan kepadamu, supaya kamu jangan kecewa dan menolak Aku.
2  Kamu akan dikucilkan, bahkan akan datang saatnya bahwa setiap orang yang membunuh kamu akan menyangka bahwa ia berbuat bakti bagi Allah.
3  Mereka akan berbuat demikian, karena mereka tidak mengenal baik Bapa maupun Aku.
4  Tetapi semuanya ini Kukatakan kepadamu, supaya apabila datang saatnya kamu ingat, bahwa Aku telah mengatakannya kepadamu.”

25 May 2014

Renungan Harian, 25 Mei 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Dan barangsiapa mengasihi Aku, ia akan dikasihi oleh Bapa-Ku dan Akupun akan mengasihi dia dan akan menyatakan diri-Ku kepadanya.”(Yoh 14:15-21)

Kita akan mengalami sukacita selama bersedia mengalami kasih Bapa dan membiarkan sukacita-Nya menjadi kekuatan kita. Allah akan membantu saat tekanan hidup mengalahkan kita, bila meletakkan semua beban itu dibawah kaki-Nya, menenangkan pikiran, dan mendengarkan suara-Nya. Saat membebaskan diri dari semua yang hal yang mengganggu, kita akan mengalami kehadiran-Nya, dan mulai merasakan sukacita abadi dari-Nya. Ketaatan dan kesetiaan untuk terbuka mendengarkan”suaraNya”-lah yang akan mendatangkan sukacita sejati.

(Mazmur 66:1-3a.4-5.6-7a.16.20)

Untuk pemimpin biduan. Nyanyian Mazmur. Bersorak-sorailah bagi Allah, hai seluruh bumi,

mazmurkanlah kemuliaan nama-Nya, muliakanlah Dia dengan puji-pujian!

Katakanlah kepada Allah: “Betapa dahsyatnya segala pekerjaan-Mu;.

Seluruh bumi sujud menyembah kepada-Mu, dan bermazmur bagi-Mu, memazmurkan nama-Mu.” Sela

Pergilah dan lihatlah pekerjaan-pekerjaan Allah; Ia dahsyat dalam perbuatan-Nya terhadap manusia:

Ia mengubah laut menjadi tanah kering, dan orang-orang itu berjalan kaki menyeberangi sungai. Oleh sebab itu kita bersukacita karena Dia,

yang memerintah dengan perkasa untuk selama-lamanya, yang mata-Nya mengawasi bangsa-bangsa. Pemberontak-pemberontak tidak dapat meninggikan diri.

Marilah, dengarlah, hai kamu sekalian yang takut akan Allah, aku hendak menceritakan apa yang dilakukan-Nya terhadap diriku.

Terpujilah Allah, yang tidak menolak doaku dan tidak menjauhkan kasih setia-Nya dari padaku.

Bacaan Lengkap hari ini:
15 “Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku.
16  Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya,
17  yaitu Roh Kebenaran. Dunia tidak dapat menerima Dia, sebab dunia tidak melihat Dia dan tidak mengenal Dia. Tetapi kamu mengenal Dia, sebab Ia menyertai kamu dan akan diam di dalam kamu.
18 Aku tidak akan meninggalkan kamu sebagai yatim piatu. Aku datang kembali kepadamu.
19  Tinggal sesaat lagi dan dunia tidak akan melihat Aku lagi, tetapi kamu melihat Aku, sebab Aku hidup dan kamupun akan hidup.
20  Pada waktu itulah kamu akan tahu, bahwa Aku di dalam Bapa-Ku dan kamu di dalam Aku dan Aku di dalam kamu.
21  Barangsiapa memegang perintah-Ku dan melakukannya, dialah yang mengasihi Aku. Dan barangsiapa mengasihi Aku, ia akan dikasihi oleh Bapa-Ku dan Akupun akan mengasihi dia dan akan menyatakan diri-Ku kepadanya.

24 May 2014

Renungan Harian, 24 Mei 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Aku telah memilih kamu dari dunia, sebab itulah dunia membenci kamu. (Yoh 15:18-21)

Hari ini Yesus menegaskan tentang yang akan dialami oleh para Rasul, dimana mereka akan mengalami penderitaan seperti yang dialami Yesus. Sehingga ketika mereka mengalami hal-hal tersebut; dibenci dan ditolak, mereka tidak menjadi putus asa, karena Guru yang mereka ikuti dan hormati telah mengalami semuanya. Keluarga adalah sekolah pertama untuk seseorang mengenal nilai hidup. Dari keluarga anak-anak mengenal apa yang benar dan salah. Jadikan keluarga sebagai dasar penanaman nilai-nilai kristiani agar anak-anak dapat berkembang mengikuti jejak Yesus.

(Mazmur 100)
Bersorak-soraklah bagi TUHAN, hai seluruh bumi!
Beribadahlah kepada TUHAN dengan sukacita, datanglah ke hadapan-Nya dengan sorak-sorai!
Ketahuilah, bahwa Tuhanlah Allah; Dialah yang menjadikan kita dan punya Dialah kita, umat-Nya dan kawanan domba gembalaan-Nya.
Sebab TUHAN itu baik, kasih setia-Nya untuk selama-lamanya, dan kesetiaan-Nya tetap turun-temurun.

Bacaan Lengkap hari ini:
18 “Jikalau dunia membenci kamu, ingatlah bahwa ia telah lebih dahulu membenci Aku dari pada kamu.
19  Sekiranya kamu dari dunia, tentulah dunia mengasihi kamu sebagai miliknya. Tetapi karena kamu bukan dari dunia, melainkan Aku telah memilih kamu dari dunia, sebab itulah dunia membenci kamu.
20  Ingatlah apa yang telah Kukatakan kepadamu: Seorang hamba tidaklah lebih tinggi dari pada tuannya. Jikalau mereka telah menganiaya Aku, mereka juga akan menganiaya kamu; jikalau mereka telah menuruti firman-Ku, mereka juga akan menuruti perkataanmu.
21  Tetapi semuanya itu akan mereka lakukan terhadap kamu karena nama-Ku, sebab mereka tidak mengenal Dia, yang telah mengutus Aku.

« Newer PostsOlder Posts »

Powered by WordPress