Renungan Harian

25 March 2014

Renungan Harian, 25 Maret 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Sesungguhnya, seorang perempuan muda mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki, dan ia akan menamakan Dia Imanuel. (Yes 7:10-14;8:10b)

Raja Ahas dan rakyatnya sangat ketakutan menghadapi serangan dua raja dan pasukan mereka. Nabi Yesaya menawarkan bantuan Tuhan. Tetapi Ahas tidak percaya. Tuhan lalu memberi tanda Imanuel kepadanya, Allah beserta kita. Harapan akan kedatangan Sang Imanuel terus hidup dari abad ke abad dan digenapi secara sempurna oleh kelahiran Yesus lebih dari 700 tahun kemudian. Perempuan itu adalah Maria. Dengan kesediaannya sebagai hamba Tuhan, ia menjadi alat sempurna untuk menggenapi rencana keselamatan Tuhan bagi umat manusia.

Engkau tidak berkenan kepada korban sembelihan dan korban sajian, tetapi Engkau telah membuka telingaku; korban bakaran dan korban penghapus dosa tidak Engkau tuntut.
Lalu aku berkata: “Sungguh, aku datang; dalam gulungan kitab ada tertulis tentang aku;
aku suka melakukan kehendak-Mu, ya Allahku; Taurat-Mu ada dalam dadaku.”
Aku mengabarkan keadilan dalam jemaah yang besar; bahkan tidak kutahan bibirku, Engkau juga yang tahu, ya TUHAN.
Keadilan tidaklah kusembunyikan dalam hatiku, kesetiaan-Mu dan keselamatan dari pada-Mu kubicarakan, kasih-Mu dan kebenaran-Mu tidak kudiamkan kepada jemaah yang besar. (Mzm 40:7-8a.8b-9.10.11)

Bacaan lengkap hari ini :

10 TUHAN melanjutkan firman-Nya kepada Ahas, kata-Nya:
11  “Mintalah suatu pertanda dari TUHAN, Allahmu, biarlah itu sesuatu dari dunia orang mati yang paling bawah atau sesuatu dari tempat tertinggi yang di atas.”
12  Tetapi Ahas menjawab: “Aku tidak mau meminta, aku tidak mau mencobai TUHAN.”
13  Lalu berkatalah nabi Yesaya: “Baiklah dengarkan, hai keluarga Daud! Belum cukupkah kamu melelahkan orang, sehingga kamu melelahkan Allahku juga?
14  Sebab itu Tuhan sendirilah yang akan memberikan kepadamu suatu pertanda: Sesungguhnya, seorang perempuan muda mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki, dan ia akan menamakan Dia Imanuel.
8:10b ambillah keputusan, tetapi tidak terlaksana juga, sebab Allah menyertai kami!

24 March 2014

Renungan Harian, 24 Maret 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Mendengar itu sangat marahlah semua orang yang di rumah ibadat itu. (Luk 4:24-30)

Hari ini kita melihat sikap orang orang yang berada dirumah ibadat. Mereka marah karena merasa tersindir dengan ucapan Yesus. Cinta tidak berarti bahwa orang harus diam meskipun yang dilakukan oleh orang yang dicintai tidak benar. Dalam hal ini teguran Yahwe tidak berarti bahwa Dia tidak lagi mencintai Israel. Karena cinta, Dia menegur dan murka atas dosa dan sikap mereka yang berpaling dariNya. Orang tua yang baik juga harus menegur kesalahan anak-anaknya. Bagi anak anak, kita harus belajar menerima teguran pahit. Karena sesungguhnya teguran dan perbaikan adalah obat kehidupan.

Seperti rusa yang merindukan sungai yang berair, demikianlah jiwaku merindukan Engkau, ya Allah.
Jiwaku haus kepada Allah, kepada Allah yang hidup. Bilakah aku boleh datang melihat Allah?
Suruhlah terang-Mu dan kesetiaan-Mu datang, supaya aku dituntun dan dibawa ke gunung-Mu yang kudus dan ke tempat kediaman-Mu!
Maka aku dapat pergi ke mezbah Allah, menghadap Allah, yang adalah sukacitaku dan kegembiraanku, dan bersyukur kepada-Mu dengan kecapi, ya Allah, ya Allahku! (Mzm 42:2.3;43:3.4)

Bacaan Lengkap hari ini

24  Dan kata-Nya lagi: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya tidak ada nabi yang dihargai di tempat asalnya.
25  Dan Aku berkata kepadamu, dan kata-Ku ini benar: Pada zaman Elia terdapat banyak perempuan janda di Israel ketika langit tertutup selama tiga tahun dan enam bulan dan ketika bahaya kelaparan yang hebat menimpa seluruh negeri.
26  Tetapi Elia diutus bukan kepada salah seorang dari mereka, melainkan kepada seorang perempuan janda di Sarfat, di tanah Sidon.
27  Dan pada zaman nabi Elisa banyak orang kusta di Israel dan tidak ada seorangpun dari mereka yang ditahirkan, selain dari pada Naaman, orang Siria itu.”
28  Mendengar itu sangat marahlah semua orang yang di rumah ibadat itu.
29  Mereka bangun, lalu menghalau Yesus ke luar kota dan membawa Dia ke tebing gunung, tempat kota itu terletak, untuk melemparkan Dia dari tebing itu.
30  Tetapi Ia berjalan lewat dari tengah-tengah mereka, lalu pergi.

23 March 2014

Renungan Harian, 23 Maret 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Tuhan, nyata sekarang padaku, bahwa Engkau seorang nabi. (Yoh 4:5-42)

Cinta yang berkobar dari perempuan Samaria, menghasilkan suatu tindakan kongkrit yakni menjadi saksi bahwa Yesus yang telah mengubah hidupnya dan dia tidak takut lagi akan apa yang dikatakan orang tentang dirinya yang berdosa. Dia meninggalkan tempayan yang diperlukannya untuk membawa air, itu adalah lambang dia berani meninggalkan kebiasaan lama yang tidak baik. Perempuan itu masuk kekota dan mengabarkan bahwa dia telah berjumpa Mesias. Jika kita berani mengakui masa lampau kita dan kita tidak takut dan malu akan diri kita di masa lalu maka kita pun akan mengalami rahmay seperti perempuan Samaria itu.

Janganlah keraskan hatimu seperti di Meriba, seperti pada hari di Masa di padang gurun, (Mzm 95:8)

Bacaan Lengkap hari ini :

5  Maka sampailah Ia ke sebuah kota di Samaria, yang bernama Sikhar dekat tanah yang diberikan Yakub dahulu kepada anaknya, Yusuf.
6  Di situ terdapat sumur Yakub. Yesus sangat letih oleh perjalanan, karena itu Ia duduk di pinggir sumur itu. Hari kira-kira pukul dua belas.
7  Maka datanglah seorang perempuan Samaria hendak menimba air. Kata Yesus kepadanya: “Berilah Aku minum.”
8  Sebab murid-murid-Nya telah pergi ke kota membeli makanan.
9  Maka kata perempuan Samaria itu kepada-Nya: “Masakan Engkau, seorang Yahudi, minta minum kepadaku, seorang Samaria?” (Sebab orang Yahudi tidak bergaul dengan orang Samaria.)
10  Jawab Yesus kepadanya: “Jikalau engkau tahu tentang karunia Allah dan siapakah Dia yang berkata kepadamu: Berilah Aku minum! niscaya engkau telah meminta kepada-Nya dan Ia telah memberikan kepadamu air hidup.”
11  Kata perempuan itu kepada-Nya: “Tuhan, Engkau tidak punya timba dan sumur ini amat dalam; dari manakah Engkau memperoleh air hidup itu?
12  Adakah Engkau lebih besar dari pada bapa kami Yakub, yang memberikan sumur ini kepada kami dan yang telah minum sendiri dari dalamnya, ia serta anak-anaknya dan ternaknya?”
13  Jawab Yesus kepadanya: “Barangsiapa minum air ini, ia akan haus lagi,
14  tetapi barangsiapa minum air yang akan Kuberikan kepadanya, ia tidak akan haus untuk selama-lamanya. Sebaliknya air yang akan Kuberikan kepadanya, akan menjadi mata air di dalam dirinya, yang terus-menerus memancar sampai kepada hidup yang kekal.”
15  Kata perempuan itu kepada-Nya: “Tuhan, berikanlah aku air itu, supaya aku tidak haus dan tidak usah datang lagi ke sini untuk menimba air.”
16  Kata Yesus kepadanya: “Pergilah, panggillah suamimu dan datang ke sini.”
17  Kata perempuan itu: “Aku tidak mempunyai suami.” Kata Yesus kepadanya: “Tepat katamu, bahwa engkau tidak mempunyai suami,
18  sebab engkau sudah mempunyai lima suami dan yang ada sekarang padamu, bukanlah suamimu. Dalam hal ini engkau berkata benar.”
19  Kata perempuan itu kepada-Nya: “Tuhan, nyata sekarang padaku, bahwa Engkau seorang nabi.
20  Nenek moyang kami menyembah di atas gunung ini, tetapi kamu katakan, bahwa Yerusalemlah tempat orang menyembah.”
21  Kata Yesus kepadanya: “Percayalah kepada-Ku, hai perempuan, saatnya akan tiba, bahwa kamu akan menyembah Bapa bukan di gunung ini dan bukan juga di Yerusalem.
22  Kamu menyembah apa yang tidak kamu kenal, kami menyembah apa yang kami kenal, sebab keselamatan datang dari bangsa Yahudi.
23  Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian.
24  Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran.”
25  Jawab perempuan itu kepada-Nya: “Aku tahu, bahwa Mesias akan datang, yang disebut juga Kristus; apabila Ia datang, Ia akan memberitakan segala sesuatu kepada kami.”
26  Kata Yesus kepadanya: “Akulah Dia, yang sedang berkata-kata dengan engkau.”
27 Pada waktu itu datanglah murid-murid-Nya dan mereka heran, bahwa Ia sedang bercakap-cakap dengan seorang perempuan. Tetapi tidak seorangpun yang berkata: “Apa yang Engkau kehendaki? Atau: Apa yang Engkau percakapkan dengan dia?”
28  Maka perempuan itu meninggalkan tempayannya di situ lalu pergi ke kota dan berkata kepada orang-orang yang di situ:
29  “Mari, lihat! Di sana ada seorang yang mengatakan kepadaku segala sesuatu yang telah kuperbuat. Mungkinkah Dia Kristus itu?”
30  Maka merekapun pergi ke luar kota lalu datang kepada Yesus.
31  Sementara itu murid-murid-Nya mengajak Dia, katanya: “Rabi, makanlah.”
32  Akan tetapi Ia berkata kepada mereka: “Pada-Ku ada makanan yang tidak kamu kenal.”
33  Maka murid-murid itu berkata seorang kepada yang lain: “Adakah orang yang telah membawa sesuatu kepada-Nya untuk dimakan?”
34  Kata Yesus kepada mereka: “Makanan-Ku ialah melakukan kehendak Dia yang mengutus Aku dan menyelesaikan pekerjaan-Nya.
35  Bukankah kamu mengatakan: Empat bulan lagi tibalah musim menuai? Tetapi Aku berkata kepadamu: Lihatlah sekelilingmu dan pandanglah ladang-ladang yang sudah menguning dan matang untuk dituai.
36  Sekarang juga penuai telah menerima upahnya dan ia mengumpulkan buah untuk hidup yang kekal, sehingga penabur dan penuai sama-sama bersukacita.
37  Sebab dalam hal ini benarlah peribahasa: Yang seorang menabur dan yang lain menuai.
38  Aku mengutus kamu untuk menuai apa yang tidak kamu usahakan; orang-orang lain berusaha dan kamu datang memetik hasil usaha mereka.”
39  Dan banyak orang Samaria dari kota itu telah menjadi percaya kepada-Nya karena perkataan perempuan itu, yang bersaksi: “Ia mengatakan kepadaku segala sesuatu yang telah kuperbuat.”
40  Ketika orang-orang Samaria itu sampai kepada Yesus, mereka meminta kepada-Nya, supaya Ia tinggal pada mereka; dan Iapun tinggal di situ dua hari lamanya.
41  Dan lebih banyak lagi orang yang menjadi percaya karena perkataan-Nya,
42  dan mereka berkata kepada perempuan itu: “Kami percaya, tetapi bukan lagi karena apa yang kaukatakan, sebab kami sendiri telah mendengar Dia dan kami tahu, bahwa Dialah benar-benar Juruselamat dunia.”

22 March 2014

Renungan Harian, 22 Maret 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Ayahnya itu berlari mendapatkan dia lalu merangkul dan mencium dia. (Luk 15:1-2.11-32)

Perumpamaan tentang Anak yang hilang sering diganti dengan Bapa yang baik hati.  Bapa yang ingin kembali menyayangi kita, menghapus kesalahan kita dan melemparkan segala dosa kita kedalam tubir-tubir laut. Sosok Bapa dalam Jinjil hari ini adalah sosok idaman dan dambaan setiap orang. Kebahagiaan dan kebersamaan dalam keluarga dan komunitas jauh diatas segala sesuatu. Harta yang paling berharga adalah keluarga, mutiara yang paling indah adalah keluarga. Kiranya petikan dari lagu film Keluarga Cemara menjadikan cinta dan kasih sayang mengatasi harta dan uang.

TUHAN adalah penyayang dan pengasih, panjang sabar dan berlimpah kasih setia. (Mzm 103:8)

Bacaan lengkap hari ini :

1 Para pemungut cukai dan orang-orang berdosa biasanya datang kepada Yesus untuk mendengarkan Dia.
2  Maka bersungut-sungutlah orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat, katanya: “Ia menerima orang-orang berdosa dan makan bersama-sama dengan mereka.”
3  Lalu Ia mengatakan perumpamaan ini kepada mereka:
11 Yesus berkata lagi: “Ada seorang mempunyai dua anak laki-laki.
12  Kata yang bungsu kepada ayahnya: Bapa, berikanlah kepadaku bagian harta milik kita yang menjadi hakku. Lalu ayahnya membagi-bagikan harta kekayaan itu di antara mereka.
13  Beberapa hari kemudian anak bungsu itu menjual seluruh bagiannya itu lalu pergi ke negeri yang jauh. Di sana ia memboroskan harta miliknya itu dengan hidup berfoya-foya.
14  Setelah dihabiskannya semuanya, timbullah bencana kelaparan di dalam negeri itu dan iapun mulai melarat.
15  Lalu ia pergi dan bekerja pada seorang majikan di negeri itu. Orang itu menyuruhnya ke ladang untuk menjaga babinya.
16  Lalu ia ingin mengisi perutnya dengan ampas yang menjadi makanan babi itu, tetapi tidak seorangpun yang memberikannya kepadanya.
17  Lalu ia menyadari keadaannya, katanya: Betapa banyaknya orang upahan bapaku yang berlimpah-limpah makanannya, tetapi aku di sini mati kelaparan.
18  Aku akan bangkit dan pergi kepada bapaku dan berkata kepadanya: Bapa, aku telah berdosa terhadap sorga dan terhadap bapa,
19  aku tidak layak lagi disebutkan anak bapa; jadikanlah aku sebagai salah seorang upahan bapa.
20  Maka bangkitlah ia dan pergi kepada bapanya. Ketika ia masih jauh, ayahnya telah melihatnya, lalu tergeraklah hatinya oleh belas kasihan. Ayahnya itu berlari mendapatkan dia lalu merangkul dan mencium dia.
21  Kata anak itu kepadanya: Bapa, aku telah berdosa terhadap sorga dan terhadap bapa, aku tidak layak lagi disebutkan anak bapa.
22  Tetapi ayah itu berkata kepada hamba-hambanya: Lekaslah bawa ke mari jubah yang terbaik, pakaikanlah itu kepadanya dan kenakanlah cincin pada jarinya dan sepatu pada kakinya.
23  Dan ambillah anak lembu tambun itu, sembelihlah dia dan marilah kita makan dan bersukacita.
24  Sebab anakku ini telah mati dan menjadi hidup kembali, ia telah hilang dan didapat kembali. Maka mulailah mereka bersukaria.
25  Tetapi anaknya yang sulung berada di ladang dan ketika ia pulang dan dekat ke rumah, ia mendengar bunyi seruling dan nyanyian tari-tarian.
26  Lalu ia memanggil salah seorang hamba dan bertanya kepadanya apa arti semuanya itu.
27  Jawab hamba itu: Adikmu telah kembali dan ayahmu telah menyembelih anak lembu tambun, karena ia mendapatnya kembali dengan sehat.
28  Maka marahlah anak sulung itu dan ia tidak mau masuk. Lalu ayahnya keluar dan berbicara dengan dia.
29  Tetapi ia menjawab ayahnya, katanya: Telah bertahun-tahun aku melayani bapa dan belum pernah aku melanggar perintah bapa, tetapi kepadaku belum pernah bapa memberikan seekor anak kambing untuk bersukacita dengan sahabat-sahabatku.
30  Tetapi baru saja datang anak bapa yang telah memboroskan harta kekayaan bapa bersama-sama dengan pelacur-pelacur, maka bapa menyembelih anak lembu tambun itu untuk dia.
31  Kata ayahnya kepadanya: Anakku, engkau selalu bersama-sama dengan aku, dan segala kepunyaanku adalah kepunyaanmu.
32  Kita patut bersukacita dan bergembira karena adikmu telah mati dan menjadi hidup kembali, ia telah hilang dan didapat kembali.”

21 March 2014

Renungan Harian, 21 Maret 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Akhirnya ia menyuruh anaknya kepada mereka, katanya: Anakku akan mereka segani. (Mat 21:33-43.45-46)

Perumpamaan ini Yesus menunjukkan betapa manusia menolak kasih Allah. Sadar atau tidak sadar kita pasti pernah menjadi bagian dari para penggarap kebun anggur, kita sering menolak kasih Allah. Kiranya kita menyadari bahwa menolak kasih Allah ganjarannya adalah tidak menerima Kerajaan Allah. Lantas apakah kita yang sudah dikasihi-Nya berani menerima resiko penolakan dari orang lain karena perbuatan kasih kita? Penolakan dari orang lain sejatinya adalah cara Allah untuk melatih kita menghayati yang dinamakan pengurbanan sejati.

sampai saat firman-Nya sudah genap, dan janji TUHAN membenarkannya. (Mzm 105:19)

Bacaan Lengkap hari ini :

33 “Dengarkanlah suatu perumpamaan yang lain. Adalah seorang tuan tanah membuka kebun anggur dan menanam pagar sekelilingnya. Ia menggali lobang tempat memeras anggur dan mendirikan menara jaga di dalam kebun itu. Kemudian ia menyewakan kebun itu kepada penggarap-penggarap lalu berangkat ke negeri lain.
34  Ketika hampir tiba musim petik, ia menyuruh hamba-hambanya kepada penggarap-penggarap itu untuk menerima hasil yang menjadi bagiannya.
35  Tetapi penggarap-penggarap itu menangkap hamba-hambanya itu: mereka memukul yang seorang, membunuh yang lain dan melempari yang lain pula dengan batu.
36  Kemudian tuan itu menyuruh pula hamba-hamba yang lain, lebih banyak dari pada yang semula, tetapi merekapun diperlakukan sama seperti kawan-kawan mereka.
37  Akhirnya ia menyuruh anaknya kepada mereka, katanya: Anakku akan mereka segani.
38  Tetapi ketika penggarap-penggarap itu melihat anaknya itu, mereka berkata seorang kepada yang lain: Ia adalah ahli waris, mari kita bunuh dia, supaya warisannya menjadi milik kita.
39  Mereka menangkapnya dan melemparkannya ke luar kebun anggur itu, lalu membunuhnya.
40  Maka apabila tuan kebun anggur itu datang, apakah yang akan dilakukannya dengan penggarap-penggarap itu?”
41  Kata mereka kepada-Nya: “Ia akan membinasakan orang-orang jahat itu dan kebun anggurnya akan disewakannya kepada penggarap-penggarap lain, yang akan menyerahkan hasilnya kepadanya pada waktunya.”
42  Kata Yesus kepada mereka: “Belum pernahkah kamu baca dalam Kitab Suci: Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi batu penjuru: hal itu terjadi dari pihak Tuhan, suatu perbuatan ajaib di mata kita.
43  Sebab itu, Aku berkata kepadamu, bahwa Kerajaan Allah akan diambil dari padamu dan akan diberikan kepada suatu bangsa yang akan menghasilkan buah Kerajaan itu.
45  Ketika imam-imam kepala dan orang-orang Farisi mendengar perumpamaan-perumpamaan Yesus, mereka mengerti, bahwa merekalah yang dimaksudkan-Nya.
46  Dan mereka berusaha untuk menangkap Dia, tetapi mereka takut kepada orang banyak, karena orang banyak itu menganggap Dia nabi.

20 March 2014

Renungan Harian, 20 Maret 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Betapa liciknya hati, lebih licik dari pada segala sesuatu, hatinya sudah membatu (Yer 17:5-10)

Dengan hati orang mencinta; dengan hati yang sama orang membenci. Dari hati timbul niat luhur, tapi juga rencana jahat. Hati bisa tulus dan lunak, tapi bisa juga licik dan keras, bahkan lebih keras dari batu. Sekeras itulah hati si kaya yang setiap hari melihat Lazarus berbaring dekat pintu rumah-nya, penuh borok dan makan apa yang jatuh dari mejanya. Ia tidak menaruh kasihan sedikit pun dan tidak mau memberi tempat di hatinya bagi orang yang menderita. Maka tak ada tempat baginya di dalam kerajaan surga. Marilah kita berdoa memohon hati yang lembut dan berbelaskasih.

Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh (Mzm 1:1)

Bacaan lengkap hari ini :

5 Beginilah firman TUHAN: “Terkutuklah orang yang mengandalkan manusia, yang mengandalkan kekuatannya sendiri, dan yang hatinya menjauh dari pada TUHAN!
6  Ia akan seperti semak bulus di padang belantara, ia tidak akan mengalami datangnya keadaan baik; ia akan tinggal di tanah angus di padang gurun, di negeri padang asin yang tidak berpenduduk.
7  Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN!
8  Ia akan seperti pohon yang ditanam di tepi air, yang merambatkan akar-akarnya ke tepi batang air, dan yang tidak mengalami datangnya panas terik, yang daunnya tetap hijau, yang tidak kuatir dalam tahun kering, dan yang tidak berhenti menghasilkan buah.
Betapa liciknya hati, lebih licik dari pada segala sesuatu, hatinya sudah membatu: siapakah yang dapat mengetahuinya?
10  Aku, TUHAN, yang menyelidiki hati, yang menguji batin, untuk memberi balasan kepada setiap orang setimpal dengan tingkah langkahnya, setimpal dengan hasil perbuatannya.”

19 March 2014

Renungan Harian, 19 Maret 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Sesudah bangun dari tidurnya, Yusuf berbuat seperti yang diperintahkan malaikat Tuhan itu kepadanya (Mat 1:16.18-21.24a)

Seorang anak adalah anugerah Allah yang harus dipertanggung jawabkan keluarga kepada sang Pemberi Kehidupan. Yusuf, kepala keluarga Nazareth, tentunya merasa paling bertanggung jawab atas kehadiran sang Anak ditengah-tengah mereka. Yusuf tetap menerima kehadiran Yesus dalam aneka peristiwa nyata dalam keluarga. Yusuf adalah pria sejati, karena semua ketulusannya. Itulah yang membuat ‘Yesus tetap dalam asuhan mereka’, betah tinggal ditengah keluarga Nazareth. Santo Yusuf, doakanlah kami.

Sebab kasih setia-Mu dibangun untuk selama-lamanya; kesetiaan-Mu tegak seperti langit. Engkau telah berkata: “Telah Kuikat perjanjian dengan orang pilihan-Ku. (Mzm 89:2-3)

Bacaan Lengkap hari ini :

16  Yakub memperanakkan Yusuf suami Maria, yang melahirkan Yesus yang disebut Kristus.
18 Kelahiran Yesus Kristus adalah seperti berikut: Pada waktu Maria, ibu-Nya, bertunangan dengan Yusuf, ternyata ia mengandung dari Roh Kudus, sebelum mereka hidup sebagai suami isteri.
19  Karena Yusuf suaminya, seorang yang tulus hati dan tidak mau mencemarkan nama isterinya di muka umum, ia bermaksud menceraikannya dengan diam-diam.
20  Tetapi ketika ia mempertimbangkan maksud itu, malaikat Tuhan nampak kepadanya dalam mimpi dan berkata: “Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus.
21  Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka.”
24  Sesudah bangun dari tidurnya, Yusuf berbuat seperti yang diperintahkan malaikat Tuhan itu kepadanya.

18 March 2014

Renungan Harian, 18 Maret 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Sebab itu turutilah dan lakukanlah segala sesuatu yang mereka ajarkan kepadamu, tetapi janganlah kamu turuti perbuatan-perbuatan mereka, karena mereka mengajarkannya tetapi tidak melakukannya. (Mat 23:1-12)

Ada begitu banyak nasihat yang indah, tetapi sangat langka ditemukan pribadi yang patut untuk diteladani. Ada politik yang mulia dalam memimpin kehidupan, namun sangat miskin dengan moralitas, akhirnya banyak orang terjerumus kedalam penyalah gunaan dan masuk penjara. Yesus mengajar, berbuat dan memberi teladan. Banyak orang diteguhkan , disadarkan dan disembuhkan. jangan berikan angin surga, tetapi tunjukkan keteladanan.

“siapa yang jujur jalannya, keselamatan yang dari Allah akan Kuperlihatkan kepadanya.” (Mzm 50:23)

Bacaan lengkap hari ini :

1 Maka berkatalah Yesus kepada orang banyak dan kepada murid-murid-Nya, kata-Nya:
2  “Ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi telah menduduki kursi Musa.
Sebab itu turutilah dan lakukanlah segala sesuatu yang mereka ajarkan kepadamu, tetapi janganlah kamu turuti perbuatan-perbuatan mereka, karena mereka mengajarkannya tetapi tidak melakukannya.
4  Mereka mengikat beban-beban berat, lalu meletakkannya di atas bahu orang, tetapi mereka sendiri tidak mau menyentuhnya.
5  Semua pekerjaan yang mereka lakukan hanya dimaksud supaya dilihat orang; mereka memakai tali sembahyang yang lebar dan jumbai yang panjang;
6  mereka suka duduk di tempat terhormat dalam perjamuan dan di tempat terdepan di rumah ibadat;
7  mereka suka menerima penghormatan di pasar dan suka dipanggil Rabi.
8  Tetapi kamu, janganlah kamu disebut Rabi; karena hanya satu Rabimu dan kamu semua adalah saudara.
9  Dan janganlah kamu menyebut siapapun bapa di bumi ini, karena hanya satu Bapamu, yaitu Dia yang di sorga.
10  Janganlah pula kamu disebut pemimpin, karena hanya satu Pemimpinmu, yaitu Mesias.
11  Barangsiapa terbesar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu.
12  Dan barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan.

17 March 2014

Renungan Harian, 17 Maret 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Hendaklah kamu murah hati, sama seperti Bapamu adalah murah hati.” (Luk 6:36-38)

Kita hidup dalam masyarakat yang kental dengan prinsip “do ut de” – “saya memberi, agar engkau memberi”. Kita tidak sadar bahwa di dalam hati kita masih tersimpan rapi sikap “balas membalas”. Sikap balas membalas masih kental daan melekat dalam diri kita. Akibatnya, ia menysisakan sedikit sekali orang yang sungguh murah hati dalam arti sesungguhnya.  Maka banyak orang menyiasatinya dengan memberi tanpa harus diketahui orang lain. Ciri orang yang murah hati adalah tidak mudah menghakimi dan gampang memaafkan. Siap memberi tanpa gembar gembor.

Tolonglah kami, ya Allah penyelamat kami, demi kemuliaan nama-Mu! Lepaskanlah kami dan ampunilah dosa kami oleh karena nama-Mu! (Mzm 79:9)

Bacaan Lengkap hari ini :

36  Hendaklah kamu murah hati, sama seperti Bapamu adalah murah hati.
37 “Janganlah kamu menghakimi, maka kamupun tidak akan dihakimi. Dan janganlah kamu menghukum, maka kamupun tidak akan dihukum; ampunilah dan kamu akan diampuni.
38  Berilah dan kamu akan diberi: suatu takaran yang baik, yang dipadatkan, yang digoncang dan yang tumpah ke luar akan dicurahkan ke dalam ribaanmu. Sebab ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu.”

16 March 2014

Renungan Harian, 16 Maret 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“dan olehmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat.” (Kej 12:1-4a)

Abraham adalah sahabat Allah yang diberkati. Kita semua diberkati juga sejauh kita mengambil bagian dalam iman Abraham dan menjadi sahabat Allah seperti dia. Apa yang diberikan kepada Abraham disempurnakan oleh Yesus. Dia bukan hanya sahabat, tapi Putra Allah yang berkenan ke-pada-Nya. Dengan mendengarkan Yesus, kita menjadi putra-putri Bapa. Suara Yesus berkumandang dalan Injil, kabar sukacita yang diwariskan kaum beriman angkatan pertama kepada kita. Kata-kata Yesus itu penuh berkat dan menerangi hidup kita. Kita tidak berjalan dalam gelap tapi melangkah mantap bersama Dia.

Kasih setia-Mu, ya TUHAN, kiranya menyertai kami, seperti kami berharap kepada-Mu. (Mzm 33:22)

Bacaan lengkap hari ini :

1 Berfirmanlah TUHAN kepada Abram: “Pergilah dari negerimu dan dari sanak saudaramu dan dari rumah bapamu ini ke negeri yang akan Kutunjukkan kepadamu;
2  Aku akan membuat engkau menjadi bangsa yang besar, dan memberkati engkau serta membuat namamu masyhur; dan engkau akan menjadi berkat.
3  Aku akan memberkati orang-orang yang memberkati engkau, dan mengutuk orang-orang yang mengutuk engkau, dan olehmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat.
4 Lalu pergilah Abram seperti yang difirmankan TUHAN kepadanya, dan Lotpun ikut bersama-sama dengan dia; Abram berumur tujuh puluh lima tahun, ketika ia berangkat dari Haran.

« Newer PostsOlder Posts »

Powered by WordPress