Renungan Harian

2 February 2014

Renungan Harian, 2 Februari 2014 – Pesta Yesus Dipersembahkan di Kenisah

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Anak itu bertambah besar dan menjadi kuat, penuh hikmat, dan kasih karunia Allah ada pada-Nya.  (Luk 2:22-40)

Yesus menjadi besar dan kuat karena orang tua-Nya mematuhi semua perintah Tuhan berkaitan dengan Putra-Nya. Dalam hidup dibutuhkan sikap hati seperti Bunda Maria dan St. Yusuf, yang siap dan rela mendengarkan warta tentang Tuhan, sehingga bisa menangkap kehadiran Allah dalam hidup kesehariannya. Untuk itu, maka keterbukaan hati seperti Maria dan Yusuf dan kesabaran menanti seperti Simeon dan Hana harus kita tumbuhkan. Hanya dengan begitu, maka tuntutan ekonomi, kebutuhan materi dan keharusan mencari nafkah tidak mengalahkan iman kita pada Allah.

Angkatlah kepalamu, hai pintu-pintu gerbang, dan terangkatlah kamu, hai pintu-pintu yang berabad-abad, supaya masuk Raja Kemuliaan! (Mzm 24:7)

Bacaan Lengkap hari ini :

22  Dan ketika genap waktu pentahiran, menurut hukum Taurat Musa, mereka membawa Dia ke Yerusalem untuk menyerahkan-Nya kepada Tuhan,
23  seperti ada tertulis dalam hukum Tuhan: “Semua anak laki-laki sulung harus dikuduskan bagi Allah,”
24  dan untuk mempersembahkan korban menurut apa yang difirmankan dalam hukum Tuhan, yaitu sepasang burung tekukur atau dua ekor anak burung merpati.
25 Adalah di Yerusalem seorang bernama Simeon. Ia seorang yang benar dan saleh yang menantikan penghiburan bagi Israel. Roh Kudus ada di atasnya,
26  dan kepadanya telah dinyatakan oleh Roh Kudus, bahwa ia tidak akan mati sebelum ia melihat Mesias, yaitu Dia yang diurapi Tuhan.
27  Ia datang ke Bait Allah oleh Roh Kudus. Ketika Yesus, Anak itu, dibawa masuk oleh orang tua-Nya untuk melakukan kepada-Nya apa yang ditentukan hukum Taurat,
28  ia menyambut Anak itu dan menatang-Nya sambil memuji Allah, katanya:
29  ”Sekarang, Tuhan, biarkanlah hamba-Mu ini pergi dalam damai sejahtera, sesuai dengan firman-Mu,
30  sebab mataku telah melihat keselamatan yang dari pada-Mu,
31  yang telah Engkau sediakan di hadapan segala bangsa,
32  yaitu terang yang menjadi penyataan bagi bangsa-bangsa lain dan menjadi kemuliaan bagi umat-Mu, Israel.”
33  Dan bapa serta ibu-Nya amat heran akan segala apa yang dikatakan tentang Dia.
34  Lalu Simeon memberkati mereka dan berkata kepada Maria, ibu Anak itu: “Sesungguhnya Anak ini ditentukan untuk menjatuhkan atau membangkitkan banyak orang di Israel dan untuk menjadi suatu tanda yang menimbulkan perbantahan
35   —  dan suatu pedang akan menembus jiwamu sendiri  — , supaya menjadi nyata pikiran hati banyak orang.”
36  Lagipula di situ ada Hana, seorang nabi perempuan, anak Fanuel dari suku Asyer. Ia sudah sangat lanjut umurnya. Sesudah kawin ia hidup tujuh tahun lamanya bersama suaminya,
37  dan sekarang ia janda dan berumur delapan puluh empat tahun. Ia tidak pernah meninggalkan Bait Allah dan siang malam beribadah dengan berpuasa dan berdoa.
38  Dan pada ketika itu juga datanglah ia ke situ dan mengucap syukur kepada Allah dan berbicara tentang Anak itu kepada semua orang yang menantikan kelepasan untuk Yerusalem.
39  Dan setelah selesai semua yang harus dilakukan menurut hukum Tuhan, kembalilah mereka ke kota kediamannya, yaitu kota Nazaret di Galilea.
40  Anak itu bertambah besar dan menjadi kuat, penuh hikmat, dan kasih karunia Allah ada pada-Nya.

1 February 2014

Renungan Harian, 1 Februari 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Guru, Engkau tidak perduli kalau kita binasa?” (Mrk 4:35-41)

Meski hidup bersama Yesus, para rasul juga mengalami banyak masalah, itupun terjadi pada diri kita. Meski kita hidup dekat dan bersama Yesus, maka cobaan tetap ada tetapi kita tidak akan tenggelam dan binasa karenanya. Bila kita tertimpa kesusahan, kita makin menderita karena kita menghadapinya dengan kekuatan, kepandaian, pikiran, tenaga bahkan uang kita sendiri. Sebaliknya jika kita mengandalkan Yesus, maka dari persoalan itu kita akan memperoleh anugerah terutama anugerah iman yang membuat diri kita mengalami dan merasa hidup yang teduh sekali.

Jadikanlah hatiku tahir, ya Allah, dan perbaharuilah batinku dengan roh yang teguh! (Mzm 51:12)

Bacaan Lengkap hari ini :

35 Pada hari itu, waktu hari sudah petang, Yesus berkata kepada mereka: “Marilah kita bertolak ke seberang.”
36  Mereka meninggalkan orang banyak itu lalu bertolak dan membawa Yesus beserta dengan mereka dalam perahu di mana Yesus telah duduk dan perahu-perahu lain juga menyertai Dia.
37  Lalu mengamuklah taufan yang sangat dahsyat dan ombak menyembur masuk ke dalam perahu, sehingga perahu itu mulai penuh dengan air.
38  Pada waktu itu Yesus sedang tidur di buritan di sebuah tilam. Maka murid-murid-Nya membangunkan Dia dan berkata kepada-Nya: “Guru, Engkau tidak perduli kalau kita binasa?”
39  Iapun bangun, menghardik angin itu dan berkata kepada danau itu: “Diam! Tenanglah!” Lalu angin itu reda dan danau itu menjadi teduh sekali.
40  Lalu Ia berkata kepada mereka: “Mengapa kamu begitu takut? Mengapa kamu tidak percaya?”
41  Mereka menjadi sangat takut dan berkata seorang kepada yang lain: “Siapa gerangan orang ini, sehingga angin dan danaupun taat kepada-Nya?”

31 January 2014

Renungan Harian, 31 Januari 2014 – Peringatan Wajib Santo Yohanes Bosco, Imam

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

bagaimana terjadinya tidak diketahui orang itu. (Mrk 4:26-34)

Iman itu akan tumbuh dengan cara yang tidak kita sadari. Seperti benih, setelah itu tumbuh dan menjadi besar tanpa disadari oleh si penenanam benih sendiri. Benih iman sering kali tumbuh dari dalam Gereja kecil, yaitu keluarga. Keluarga menjadi dasar dan pokok dalam penenanaman benih iman. St. Yohanes Bosco yang kita peringati hari ini, imannya akan Yesus tumbuh daru keluarga. Iman yang ditanamkan orang tuanya menjadikan Bosco memiliki kepedulian terhadap iman dan kepribadian kaum muda yang menjauh dari kehidupan Gereja. Marilah kita berusaha menghadirkan Yesus sendiri sebagai rahmat yang membuat keluarga kita harmonis.

Sembunyikanlah wajah-Mu terhadap dosaku, hapuskanlah segala kesalahanku! (Mzm 51:9)

Bacaan Lengkap hari ini :

26  Lalu kata Yesus: “Beginilah hal Kerajaan Allah itu: seumpama orang yang menaburkan benih di tanah,
27  lalu pada malam hari ia tidur dan pada siang hari ia bangun, dan benih itu mengeluarkan tunas dan tunas itu makin tinggi, bagaimana terjadinya tidak diketahui orang itu.
28  Bumi dengan sendirinya mengeluarkan buah, mula-mula tangkainya, lalu bulirnya, kemudian butir-butir yang penuh isinya dalam bulir itu.
29  Apabila buah itu sudah cukup masak, orang itu segera menyabit, sebab musim menuai sudah tiba.”
30  Kata-Nya lagi: “Dengan apa hendak kita membandingkan Kerajaan Allah itu, atau dengan perumpamaan manakah hendaknya kita menggambarkannya?
31  Hal Kerajaan itu seumpama biji sesawi yang ditaburkan di tanah. Memang biji itu yang paling kecil dari pada segala jenis benih yang ada di bumi.
32  Tetapi apabila ia ditaburkan, ia tumbuh dan menjadi lebih besar dari pada segala sayuran yang lain dan mengeluarkan cabang-cabang yang besar, sehingga burung-burung di udara dapat bersarang dalam naungannya.”
33  Dalam banyak perumpamaan yang semacam itu Ia memberitakan firman kepada mereka sesuai dengan pengertian mereka,
34  dan tanpa perumpamaan Ia tidak berkata-kata kepada mereka, tetapi kepada murid-murid-Nya Ia menguraikan segala sesuatu secara tersendiri.

30 January 2014

Renungan Harian, 30 Januari 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Barangsiapa mempunyai telinga untuk mendengar, hendaklah ia mendengar!” (Mrk 4:21-25).

Seruan Yesus untuk mau mendengarkan tampaknya semakin penting di zaman sekarang ini. Rasanya makin banyak saja orang-orang yang “menulikan diri”. Menulikan diri karena kupingnya disumpal earphone hape, sibuk main game, atau sms an sehingga gak dengar kalau diajak bicara. Kebiasaan ini tidak disadari keburukannya. Sudah menjadi kebiasaan, dan justru yang menegur akan jadi sasaran kemarahan. Maka jika kita adalah termasuk orang yang menulikan diri! Segeralah berubah. Karena yang kita lakukan itu merugikan banyak orang.

“Seorang anak kandungmu akan Kududukkan di atas takhtamu; (Mzm 132:11)

Bacaan Lengkap hari ini :

21 Lalu Yesus berkata kepada mereka: “Orang membawa pelita bukan supaya ditempatkan di bawah gantang atau di bawah tempat tidur, melainkan supaya ditaruh di atas kaki dian.
22  Sebab tidak ada sesuatu yang tersembunyi yang tidak akan dinyatakan, dan tidak ada sesuatu yang rahasia yang tidak akan tersingkap.
23  Barangsiapa mempunyai telinga untuk mendengar, hendaklah ia mendengar!
24  Lalu Ia berkata lagi: “Camkanlah apa yang kamu dengar! Ukuran yang kamu pakai untuk mengukur akan diukurkan kepadamu, dan di samping itu akan ditambah lagi kepadamu.
25  Karena siapa yang mempunyai, kepadanya akan diberi, tetapi siapa yang tidak mempunyai, apapun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya.”

29 January 2014

Renungan Harian, 29 Januari 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Dan akhirnya yang ditaburkan di tanah yang baik, ialah orang yang mendengar dan menyambut firman itu lalu berbuah (Mrk 4:1-20)

Beriman berarti berbuah. Agar berbuah, kita perlu berusaha. Kita tidak dapat mengatakan diri sebagai orang beriman, jika Sabda Tuhan tidak berbuah dalam keluarga, komunitas dan lingkungan kita. Orang yang sungguh beriman menjadi lahan subur untuk pertumbuhan Sabda. Ingat! Membaca sabda dan merenungkannya, mungkin tidak banyak artinya bagi kita, jika kita tidak mengubah diri.

 Aku akan memelihara kasih setia-Ku bagi dia untuk selama-lamanya, dan perjanjian-Ku teguh bagi dia. (Mzm 87:28)

Bacaan Lengkap hari ini :

1 ¶  Pada suatu kali Yesus mulai pula mengajar di tepi danau. Maka datanglah orang banyak yang sangat besar jumlahnya mengerumuni Dia, sehingga Ia naik ke sebuah perahu yang sedang berlabuh lalu duduk di situ, sedangkan semua orang banyak itu di darat, di tepi danau itu.
2  Dan Ia mengajarkan banyak hal dalam perumpamaan kepada mereka. Dalam ajaran-Nya itu Ia berkata kepada mereka:
3  ”Dengarlah! Adalah seorang penabur keluar untuk menabur.
4  Pada waktu ia menabur sebagian benih itu jatuh di pinggir jalan, lalu datanglah burung dan memakannya sampai habis.
5  Sebagian jatuh di tanah yang berbatu-batu, yang tidak banyak tanahnya, lalu benih itupun segera tumbuh, karena tanahnya tipis.
6  Tetapi sesudah matahari terbit, layulah ia dan menjadi kering karena tidak berakar.
7  Sebagian lagi jatuh di tengah semak duri, lalu makin besarlah semak itu dan menghimpitnya sampai mati, sehingga ia tidak berbuah.
8  Dan sebagian jatuh di tanah yang baik, ia tumbuh dengan suburnya dan berbuah, hasilnya ada yang tiga puluh kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang seratus kali lipat.”
9  Dan kata-Nya: “Siapa mempunyai telinga untuk mendengar, hendaklah ia mendengar!”
10  Ketika Ia sendirian, pengikut-pengikut-Nya dan kedua belas murid itu menanyakan Dia tentang perumpamaan itu.
11  Jawab-Nya: “Kepadamu telah diberikan rahasia Kerajaan Allah, tetapi kepada orang-orang luar segala sesuatu disampaikan dalam perumpamaan,
12  supaya: Sekalipun melihat, mereka tidak menanggap, sekalipun mendengar, mereka tidak mengerti, supaya mereka jangan berbalik dan mendapat ampun.”
13  Lalu Ia berkata kepada mereka: “Tidakkah kamu mengerti perumpamaan ini? Kalau demikian bagaimana kamu dapat memahami semua perumpamaan yang lain?
14  Penabur itu menaburkan firman.
15  Orang-orang yang di pinggir jalan, tempat firman itu ditaburkan, ialah mereka yang mendengar firman, lalu datanglah Iblis dan mengambil firman yang baru ditaburkan di dalam mereka.
16  Demikian juga yang ditaburkan di tanah yang berbatu-batu, ialah orang-orang yang mendengar firman itu dan segera menerimanya dengan gembira,
17  tetapi mereka tidak berakar dan tahan sebentar saja. Apabila kemudian datang penindasan atau penganiayaan karena firman itu, mereka segera murtad.
18  Dan yang lain ialah yang ditaburkan di tengah semak duri, itulah yang mendengar firman itu,
19  lalu kekuatiran dunia ini dan tipu daya kekayaan dan keinginan-keinginan akan hal yang lain masuklah menghimpit firman itu sehingga tidak berbuah.
20  Dan akhirnya yang ditaburkan di tanah yang baik, ialah orang yang mendengar dan menyambut firman itu lalu berbuah, ada yang tiga puluh kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, dan ada yang seratus kali lipat.”

28 January 2014

Renungan Harian, 28 Januari 2014 – Peringatan Wajib Santo Tomas Aquino, Imam dan Pujangga Gereja

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Dan Daud menari-nari di hadapan TUHAN dengan sekuat tenaga (2Sam 6:12b-15.17-19)

Siapa bilang berdoa itu harus selalu serius? Boleh menangis di hadapan Tuhan, tapi dilarang tertawa? Tuhan adalah sumber sukacita. Lihat Daud. Ia sangat bergembira di hadapan Tuhan. Ia menyanyi dan menari-nari. Mengapa tidak? Pasti Tuhan juga senang melihat tingkah-nya. Memang ada yang tidak suka, antara lain Mikhal istrinya. Kita tidak bisa menyenangkan setiap orang. Di dalam Yesus kita punya keluarga baru, yaitu siapa saja yang melakukan kehendak Allah. Semoga kita tahu memuji Allah dan bersukaria di hadapan-Nya dengan keluarga baru itu, sebab Tuhan sungguh amat baik.

“Siapakah itu Raja Kemuliaan?” “TUHAN, jaya dan perkasa, TUHAN, perkasa dalam peperangan!” (Mzm 24:8)

Bacaan Lengkap hari ini :

12 Diberitahukanlah kepada raja Daud, demikian: “TUHAN memberkati seisi rumah Obed-Edom dan segala yang ada padanya oleh karena tabut Allah itu.” Lalu Daud pergi mengangkut tabut Allah itu dari rumah Obed-Edom ke kota Daud dengan sukacita.
13  Apabila pengangkat-pengangkat tabut TUHAN itu melangkah maju enam langkah, maka ia mengorbankan seekor lembu dan seekor anak lembu gemukan.
14  Dan Daud menari-nari di hadapan TUHAN dengan sekuat tenaga; ia berbaju efod dari kain lenan.
15  Daud dan seluruh orang Israel mengangkut tabut TUHAN itu dengan diiringi sorak dan bunyi sangkakala.
17  Tabut TUHAN itu dibawa masuk, lalu diletakkan di tempatnya, di dalam kemah yang dibentangkan Daud untuk itu, kemudian Daud mempersembahkan korban bakaran dan korban keselamatan di hadapan TUHAN.
18  Setelah Daud selesai mempersembahkan korban bakaran dan korban keselamatan, diberkatinyalah bangsa itu demi nama TUHAN semesta alam.
19  Lalu dibagikannya kepada seluruh bangsa itu, kepada seluruh khalayak ramai Israel, baik laki-laki maupun perempuan, kepada masing-masing seketul roti bundar, sekerat daging, dan sepotong kue kismis. Sesudah itu pergilah seluruh bangsa itu, masing-masing ke rumahnya.

27 January 2014

Renungan Harian, 27 Januari 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Ia kerasukan Beelzebul,” dan: “Dengan penghulu setan Ia mengusir setan.” (Mrk 3:22-30)

“Fitnah” itulah yang dilakukan para akhli Taurat setelah mereka gagal melawan kebenaran Yesus. Yesus menghadapi fitnah ini dengan tegas, sabar dan rendah hati. Ia menangkis fitnah dengan perumpamaan dan menegaskan bahwa menghujat Roh Kudus adalah dosa kekal. Bila kita melawan fitnah dengan kemarahan, kebencian dan balas dendam pasti hanya akan menimbulkan persoalan yang baru. Keluarga harmonis adalah keluarga yang tidak mudah digoyang fitnah. Sebab hidup keluarga tersebut didasarkan pada kuasa Allah yang tidak terkalahkan oleh kuasa apapun.

Kesetiaan-Ku dan kasih-Ku menyertai dia, dan oleh karena nama-Ku tanduknya akan meninggi. (Mzm 89:25)

Bacaan Lengkap hari ini :

22 Dan ahli-ahli Taurat yang datang dari Yerusalem berkata: “Ia kerasukan Beelzebul,” dan: “Dengan penghulu setan Ia mengusir setan.”
23  Yesus memanggil mereka, lalu berkata kepada mereka dalam perumpamaan: “Bagaimana Iblis dapat mengusir Iblis?
24  Kalau suatu kerajaan terpecah-pecah, kerajaan itu tidak dapat bertahan,
25  dan jika suatu rumah tangga terpecah-pecah, rumah tangga itu tidak dapat bertahan.
26  Demikianlah juga kalau Iblis berontak melawan dirinya sendiri dan kalau ia terbagi-bagi, ia tidak dapat bertahan, melainkan sudahlah tiba kesudahannya.
27  Tetapi tidak seorangpun dapat memasuki rumah seorang yang kuat untuk merampas harta bendanya apabila tidak diikatnya dahulu orang kuat itu. Sesudah itu barulah dapat ia merampok rumah itu.
28  Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya semua dosa dan hujat anak-anak manusia akan diampuni, ya, semua hujat yang mereka ucapkan.
29  Tetapi apabila seorang menghujat Roh Kudus, ia tidak mendapat ampun selama-lamanya, melainkan bersalah karena berbuat dosa kekal.”
30  Ia berkata demikian karena mereka katakan bahwa Ia kerasukan roh jahat.

26 January 2014

Renungan Harian, 26 Januari 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Ia meninggalkan Nazaret dan diam di Kapernaum, di tepi danau, di daerah Zebulon dan Naftali (Mat 4:12-23)

emi keselamatan nyawa-Nya, Yesus meninggalkan Nazareth. Dan sejak saat itu Yesus memberitakan pertobatan. Yesus memulai karya-Nya justru didaerah yang tidak mengenal Allah. Dari hal ini jelas bahwa keselamatan bukan untuk orang Yahudi saja, tapi untuk segala bangsa dimuka bumi. Tindakan Yesus untuk meninggalkan Nazareth, bisa menjadi inspirasi bagi para pewarta untuk berani meninggalkan kemapanan hidup dan menyongsong tantangan baru. Peralihan inilah yang sering menuntut pengorbanan. Sayangnya, pengorbanan sering dihindari oleh banyak orang yang mengaku beriman.

TUHAN adalah terangku dan keselamatanku, kepada siapakah aku harus takut? (Mzm 26:1)

Bacaan Lengkap hari ini :

12 Tetapi waktu Yesus mendengar, bahwa Yohanes telah ditangkap, menyingkirlah Ia ke Galilea.
13  Ia meninggalkan Nazaret dan diam di Kapernaum, di tepi danau, di daerah Zebulon dan Naftali,
14  supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi Yesaya:
15  ”Tanah Zebulon dan tanah Naftali, jalan ke laut, daerah seberang sungai Yordan, Galilea, wilayah bangsa-bangsa lain,  — 
16  bangsa yang diam dalam kegelapan, telah melihat Terang yang besar dan bagi mereka yang diam di negeri yang dinaungi maut, telah terbit Terang.”
17  Sejak waktu itulah Yesus memberitakan: “Bertobatlah, sebab Kerajaan Sorga sudah dekat!”
18 Dan ketika Yesus sedang berjalan menyusur danau Galilea, Ia melihat dua orang bersaudara, yaitu Simon yang disebut Petrus, dan Andreas, saudaranya. Mereka sedang menebarkan jala di danau, sebab mereka penjala ikan.
19  Yesus berkata kepada mereka: “Mari, ikutlah Aku, dan kamu akan Kujadikan penjala manusia.”
20  Lalu merekapun segera meninggalkan jalanya dan mengikuti Dia.
21  Dan setelah Yesus pergi dari sana, dilihat-Nya pula dua orang bersaudara, yaitu Yakobus anak Zebedeus dan Yohanes saudaranya, bersama ayah mereka, Zebedeus, sedang membereskan jala di dalam perahu. Yesus memanggil mereka
22  dan mereka segera meninggalkan perahu serta ayahnya, lalu mengikuti Dia.
23 Yesuspun berkeliling di seluruh Galilea; Ia mengajar dalam rumah-rumah ibadat dan memberitakan Injil Kerajaan Allah serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan di antara bangsa itu.

25 January 2014

Renungan Harian, 25 Januari 2014 – Penutupan Pekan Doa Sedunia Untuk Persatuan Umat Kristiani

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk”. (Mrk 16:15-18)

Bagi kita kaum awam, memberitakan Injil keseluruh dunia tidak perlu dengan berkotbah atau mengajar, melainkan cukup dengan “TELADAN”. Cara hidup yang dilakukan oleh keluarga kita, mengajar orang-orang disekitar kita tentang apa yang diperintahkan Tuhan kepada kita kaum Kristiani, murid Yesus. Keakraban, kerukunan dan kesederhanaan hidup adalah bukti hukum kasih yang diajarkan oleh Yesus. Dan itulah kesaksian hidup kita sebagai seorang Kristiani sejati.

Pujilah TUHAN, hai segala bangsa, megahkanlah Dia, hai segala suku bangsa! (Mzm 117:1)

Bacaan Lengkap hari ini :

15  Lalu Ia berkata kepada mereka: “Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk.
16  Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum.
17  Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka,
18  mereka akan memegang ular, dan sekalipun mereka minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka; mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh.”

24 January 2014

Renungan Harian, 24 Januari 2014 – Peringatan Wajib Santo Fransiskus dari Sales, Uskup dan Pujangga Gereja – Hari Ketujuh Pekan Doa Sedunia Untuk Persatuan Umat Kristiani

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Ia menetapkan dua belas orang untuk menyertai Dia dan untuk diutus-Nya memberitakan Injil (Mrk 3:13-19)

Yesus memanggil dua belas murid dan memberi kesempatan yang sama untuk menerima kuasa dan mewartakan Injil. Ternyata tidak semua dari 12 murid ini sempurna. Petrus menyangkal Yesus 3 x dan Yudas Iskariot mengkhianati Dia. Ketika kita jatuh dalam dosa, kita mesti belajar dari Petrus, yang tetap percaya kepada Yesus, bahwa Ia akan mengampuni dan memberi kesempatan untuk memperbaiki diri. Selama kita menyadari situasi dosa dan bagaimana memulai dengan yang baru, dan memilih jalan yang tepat untuk keluar dari masa lalu.

Kasihanilah aku, ya Allah, kasihanilah aku, sebab kepada-Mulah jiwaku berlindung; dalam naungan sayap-Mu aku akan berlindung, sampai berlalu penghancuran itu. (Mzm 57:2)

Bacaan Lengkap hari ini :

13 Kemudian naiklah Yesus ke atas bukit. Ia memanggil orang-orang yang dikehendaki-Nya dan merekapun datang kepada-Nya.
14  Ia menetapkan dua belas orang untuk menyertai Dia dan untuk diutus-Nya memberitakan Injil
15  dan diberi-Nya kuasa untuk mengusir setan.
16  Kedua belas orang yang ditetapkan-Nya itu ialah: Simon, yang diberi-Nya nama Petrus,
17  Yakobus anak Zebedeus, dan Yohanes saudara Yakobus, yang keduanya diberi-Nya nama Boanerges, yang berarti anak-anak guruh,
18  selanjutnya Andreas, Filipus, Bartolomeus, Matius, Tomas, Yakobus anak Alfeus, Tadeus, Simon orang Zelot,
19  dan Yudas Iskariot, yang mengkhianati Dia.

« Newer PostsOlder Posts »

Powered by WordPress