Renungan Harian

12 January 2014

Renungan Harian, 12 Januari 2014 – Pesta Pembaptisan Tuhan

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Tetapi Yohanes mencegah Dia, katanya: “Akulah yang perlu dibaptis oleh-Mu, dan Engkau yang datang kepadaku?” (Mat 3:13-17)

Yesus merendahkan diri-Nya untuk dibaptis oleh Yohanes. Sebagai orang yang sudah dibaptis, beranikah kita merendahkan diri demi pelayanan sesama? Pelayanan itu bukan berarti menjadi “pembantu”, “pesuruh”, “petugas”, tetapi setiap tindakan yang ditujukan untuk kesejahteraan dan kemajuan bersama, itulah pelayanan. Sudahkah semua hal yang anda lakukan dalam bidang apa pun menjadi sarana kesejahteraan dan kemajuan bersama? Baptisan memberikan kewajiban kepada kita semua.

Kepada TUHAN, hai penghuni sorgawi, kepada TUHAN sajalah kemuliaan dan kekuatan! (Mzm 29:1)

Bacaan Lengkap hari ini :

13 Maka datanglah Yesus dari Galilea ke Yordan kepada Yohanes untuk dibaptis olehnya.
14  Tetapi Yohanes mencegah Dia, katanya: “Akulah yang perlu dibaptis oleh-Mu, dan Engkau yang datang kepadaku?”
15  Lalu Yesus menjawab, kata-Nya kepadanya: “Biarlah hal itu terjadi, karena demikianlah sepatutnya kita menggenapkan seluruh kehendak Allah.” Dan Yohanespun menuruti-Nya.
16  Sesudah dibaptis, Yesus segera keluar dari air dan pada waktu itu juga langit terbuka dan Ia melihat Roh Allah seperti burung merpati turun ke atas-Nya,
17  lalu terdengarlah suara dari sorga yang mengatakan: “Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan.”

11 January 2014

Renungan Harian, 11 Januari 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Jawab Yohanes: “Tidak ada seorangpun yang dapat mengambil sesuatu bagi dirinya, kalau tidak dikaruniakan kepadanya dari sorga. (Yoh 3:22-30)

Yohanes Pembaptis merendahkan diri dihadapan Yesus, meski banyak orang mencoba membandingkan dia dengan Kristus. Spritualitas Sang perintis ini hendaknya menjiwai setiap orang yang menjadikan dirinya sebagai pewarta Injil. Sungguh menyedihkan jika para pewarta berlomba-lomba ingin menjadi makin besar, makin populer, bahkan makin kaya! Mereka sudah mendapatkan upahnya!

Sebab TUHAN berkenan kepada umat-Nya, Ia memahkotai orang-orang yang rendah hati dengan keselamatan. (Mzm 149:4)

Bacaan Lengkap hari ini :

22 Sesudah itu Yesus pergi dengan murid-murid-Nya ke tanah Yudea dan Ia diam di sana bersama-sama mereka dan membaptis.
23  Akan tetapi Yohanespun membaptis juga di Ainon, dekat Salim, sebab di situ banyak air, dan orang-orang datang ke situ untuk dibaptis,
24  sebab pada waktu itu Yohanes belum dimasukkan ke dalam penjara.
25  Maka timbullah perselisihan di antara murid-murid Yohanes dengan seorang Yahudi tentang penyucian.
26  Lalu mereka datang kepada Yohanes dan berkata kepadanya: “Rabi, orang yang bersama dengan engkau di seberang sungai Yordan dan yang tentang Dia engkau telah memberi kesaksian, Dia membaptis juga dan semua orang pergi kepada-Nya.”
27  Jawab Yohanes: “Tidak ada seorangpun yang dapat mengambil sesuatu bagi dirinya, kalau tidak dikaruniakan kepadanya dari sorga.
28  Kamu sendiri dapat memberi kesaksian, bahwa aku telah berkata: Aku bukan Mesias, tetapi aku diutus untuk mendahului-Nya.
29  Yang empunya mempelai perempuan, ialah mempelai laki-laki; tetapi sahabat mempelai laki-laki, yang berdiri dekat dia dan yang mendengarkannya, sangat bersukacita mendengar suara mempelai laki-laki itu. Itulah sukacitaku, dan sekarang sukacitaku itu penuh.
30  Ia harus makin besar, tetapi aku harus makin kecil.

10 January 2014

Renungan Harian, 10 Januari 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Aku mau, jadilah engkau tahir.” (Luk 5:12-16)

Bapa kita di surga sungguh amat baik. Sebagaimana jawaban Yesus kepada penderita kusta itu, “Ya, Aku mau”, demikianlah jawaban Bapa menanggapi permintaan kita. Ia ingin anak-anak-Nya, keliarga-Nya, mendapatkan yang terbaik. Gambaran keluarga ideal adalah setiap anggota keluarga mau berusaha saling memenuhi harapan anggota masing-masing, tanpa perlu memikirkan kepentingannya lebih dulu. Memang membutuhkan pengorbanan. Bukankah Allah tetap mengorbankan banyak hal untuk kebahagiaan kita, sekalipun kita jarang bersyukur dan berterima kasih kepada Dia?

Megahkanlah TUHAN, hai Yerusalem, pujilah Allahmu, hai Sion! (Mzm 147:12)

Bacaan Lengkap hari ini :

12 Pada suatu kali Yesus berada dalam sebuah kota. Di situ ada seorang yang penuh kusta. Ketika ia melihat Yesus, tersungkurlah ia dan memohon: “Tuan, jika Tuan mau, Tuan dapat mentahirkan aku.”
13  Lalu Yesus mengulurkan tangan-Nya, menjamah orang itu, dan berkata: “Aku mau, jadilah engkau tahir.” Seketika itu juga lenyaplah penyakit kustanya.
14  Yesus melarang orang itu memberitahukannya kepada siapapun juga dan berkata: “Pergilah, perlihatkanlah dirimu kepada imam dan persembahkanlah untuk pentahiranmu persembahan seperti yang diperintahkan Musa, sebagai bukti bagi mereka.”
15  Tetapi kabar tentang Yesus makin jauh tersiar dan datanglah orang banyak berbondong-bondong kepada-Nya untuk mendengar Dia dan untuk disembuhkan dari penyakit mereka.
16  Akan tetapi Ia mengundurkan diri ke tempat-tempat yang sunyi dan berdoa.

9 January 2014

Renungan Harian, 9 Januari 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Barangsiapa mengasihi Allah, ia harus juga mengasihi saudaranya. (1Yoh4:19-5:4)

Bagaimana orang bisa mengasihi Allah kalau tidak mengasihi ciptaan-Nya yang dijadikan menurut gambar dan rupa-Nya? Mana mungkin menghormati Allah kalau tidak menghormati buah hati-Nya, yaitu sesama kita? Kita semua punya misi di dunia ini, yaitu meneruskan misi Yesus. Kita pun telah diurapi dengan Roh Allah untuk membawa kabar baik kepada orang miskin, membebaskan orang yang tertawan dan tertindas, membuat orang buta melihat dan memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang. Ya, tahun ini akan menjadi tahun rahmat bila kita masing-masing menjadi penyalur rahmat bagi sesama.

Biarlah namanya tetap selama-lamanya, kiranya namanya semakin dikenal selama ada matahari. Kiranya segala bangsa saling memberkati dengan namanya, dan menyebut dia berbahagia. (Mzm 72:17)

Bacaan Lengkap hari ini :

19  Kita mengasihi, karena Allah lebih dahulu mengasihi kita.
20  Jikalau seorang berkata: “Aku mengasihi Allah,” dan ia membenci saudaranya, maka ia adalah pendusta, karena barangsiapa tidak mengasihi saudaranya yang dilihatnya, tidak mungkin mengasihi Allah, yang tidak dilihatnya.
21  Dan perintah ini kita terima dari Dia: Barangsiapa mengasihi Allah, ia harus juga mengasihi saudaranya.
1 Setiap orang yang percaya, bahwa Yesus adalah Kristus, lahir dari Allah; dan setiap orang yang mengasihi Dia yang melahirkan, mengasihi juga Dia yang lahir dari pada-Nya.
2  Inilah tandanya, bahwa kita mengasihi anak-anak Allah, yaitu apabila kita mengasihi Allah serta melakukan perintah-perintah-Nya.
3  Sebab inilah kasih kepada Allah, yaitu, bahwa kita menuruti perintah-perintah-Nya. Perintah-perintah-Nya itu tidak berat,
4  sebab semua yang lahir dari Allah, mengalahkan dunia. Dan inilah kemenangan yang mengalahkan dunia: iman kita.

8 January 2014

Renungan Harian, 8 Januari 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Jika kita saling mengasihi, Allah tetap di dalam kita. (1Yoh 4:11-18)

Manusia gampang berubah-ubah hatinya. Rasa sayang dan kasih bisa berubah secara drastis menjadi kebencian hanya karena hal hal sepele. Kasih perlu dipelihara dan dipupuk terus, jangan sampai pupus karena beda pendapat, iri hati, dengki. Kasih baru kuat dan berakar dalam, mampu mengatasi segala guncangan dari manapun, kalau didasarkan pada kasih Allah. Relasi dengan pasangan hidup, anak, sahabat bisa mengalami krisis, seperti para murid dalam perahu yang terombang ambing oleh angin sakal. Datanglah kepada Yesus, serukan nama-Nya.

Kiranya semua raja sujud menyembah kepadanya, dan segala bangsa menjadi hambanya! (Mzm 72:11)

Bacaan Lengkap hari ini :

11  Saudara-saudaraku yang kekasih, jikalau Allah sedemikian mengasihi kita, maka haruslah kita juga saling mengasihi.
12  Tidak ada seorangpun yang pernah melihat Allah. Jika kita saling mengasihi, Allah tetap di dalam kit, dan kasih-Nya sempurna di dalam kita.
13  Demikianlah kita ketahui, bahwa kita tetap berada di dalam Allah dan Dia di dalam kita: Ia telah mengaruniakan kita mendapat bagian dalam Roh-Nya.
14 Dan kami telah melihat dan bersaksi, bahwa Bapa telah mengutus Anak-Nya menjadi Juruselamat dunia.
15  Barangsiapa mengaku, bahwa Yesus adalah Anak Allah, Allah tetap berada di dalam dia dan dia di dalam Allah.
16  Kita telah mengenal dan telah percaya akan kasih Allah kepada kita. Allah adalah kasih, dan barangsiapa tetap berada di dalam kasih, ia tetap berada di dalam Allah dan Allah di dalam dia.
17 Dalam hal inilah kasih Allah sempurna di dalam kita, yaitu kalau kita mempunyai keberanian percaya pada hari penghakiman, karena sama seperti Dia, kita juga ada di dalam dunia ini.
18  Di dalam kasih tidak ada ketakutan: kasih yang sempurna melenyapkan ketakutan; sebab ketakutan mengandung hukuman dan barangsiapa takut, ia tidak sempurna di dalam kasih.

7 January 2014

Renungan Harian, 7 Januari 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Yang ikut makan roti itu ada lima ribu orang laki-laki. (Mrk 6:34-44)

Lewat peristiwa penggandaan roti dan ikan, kita diingatkan bahwa Tuhan tidak membiarkan kita mati kelaparan. ia peduli dengan situasi kita. Iay menyediakan makanan, bahkan Ia sendiri akan menjadi santapan kehidupan, khususnya dalam Ekaristi. Kepedulian Allah terhadap nasib kita mengundang kita untuk hidup seperti Allah dan bersikap seperti Yesus. Kita ditantang untuk juga tidak membiarkan orang lain mati kelaparan. Allah kita peduli. Kita juga harus peduli kepada sesama yang membutuhkan.

Kiranya ia memerintah dari laut ke laut, dari sungai Efrat sampai ke ujung bumi! (Mzm 72:8)

Bacaan Lengkap hari ini :

34  Ketika Yesus mendarat, Ia melihat sejumlah besar orang banyak, maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka seperti domba yang tidak mempunyai gembala. Lalu mulailah Ia mengajarkan banyak hal kepada mereka.
35  Pada waktu hari sudah mulai malam, datanglah murid-murid-Nya kepada-Nya dan berkata: “Tempat ini sunyi dan hari sudah mulai malam.
36  Suruhlah mereka pergi, supaya mereka dapat membeli makanan di desa-desa dan di kampung-kampung di sekitar ini.”
37  Tetapi jawab-Nya: “Kamu harus memberi mereka makan!” Kata mereka kepada-Nya: “Jadi haruskah kami membeli roti seharga dua ratus dinar untuk memberi mereka makan?”
38  Tetapi Ia berkata kepada mereka: “Berapa banyak roti yang ada padamu? Cobalah periksa!” Sesudah memeriksanya mereka berkata: “Lima roti dan dua ikan.”
39  Lalu Ia menyuruh orang-orang itu, supaya semua duduk berkelompok-kelompok di atas rumput hijau.
40  Maka duduklah mereka berkelompok-kelompok, ada yang seratus, ada yang lima puluh orang.
41  Dan setelah Ia mengambil lima roti dan dua ikan itu, Ia menengadah ke langit dan mengucap berkat, lalu memecah-mecahkan roti itu dan memberikannya kepada murid-murid-Nya, supaya dibagi-bagikan kepada orang-orang itu; begitu juga kedua ikan itu dibagi-bagikan-Nya kepada semua mereka.
42  Dan mereka semuanya makan sampai kenyang.
43  Kemudian orang mengumpulkan potongan-potongan roti dua belas bakul penuh, selain dari pada sisa-sisa ikan.
44  Yang ikut makan roti itu ada lima ribu orang laki-laki.

6 January 2014

Renungan Harian, 6 Januari 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Bertobatlah, sebab Kerajaan Sorga sudah dekat!” (Mat 4:12-17.23-25)

Kita dipanggil untuk selalu bertobat, sebab Kerajaan Surga sudah dekat. Panggilan pertobatan ini mengandaikan kita mau mendengarkan pewartaan Injil dan merenungkannya. Bukan hanya mengejar kesembuhan. Kita bertobat dari motivasi duniawi itu menuju manusia Allah yang sesuai dengan kehendak-Nya. Sebaliknya, kita harus mengajak banyak orang untuk datang kepada Yesus dan menunjukkan jalan kebenaran kepada mereka. Kita diutus menjadi saksi-Nya agar makin banyak yang bertekun didalam iman.

Perisai bagiku adalah Allah, yang menyelamatkan orang-orang yang tulus hati; (Mzm 7:10)

Bacaan Lengkap hari ini :

12 Tetapi waktu Yesus mendengar, bahwa Yohanes telah ditangkap, menyingkirlah Ia ke Galilea.
13  Ia meninggalkan Nazaret dan diam di Kapernaum, di tepi danau, di daerah Zebulon dan Naftali,
14  supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi Yesaya:
15  ”Tanah Zebulon dan tanah Naftali, jalan ke laut, daerah seberang sungai Yordan, Galilea, wilayah bangsa-bangsa lain,  — 
16  bangsa yang diam dalam kegelapan, telah melihat Terang yang besar dan bagi mereka yang diam di negeri yang dinaungi maut, telah terbit Terang.”
17  Sejak waktu itulah Yesus memberitakan: “Bertobatlah, sebab Kerajaan Sorga sudah dekat!”
23 Yesuspun berkeliling di seluruh Galilea; Ia mengajar dalam rumah-rumah ibadat dan memberitakan Injil Kerajaan Allah serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan di antara bangsa itu.
24  Maka tersiarlah berita tentang Dia di seluruh Siria dan dibawalah kepada-Nya semua orang yang buruk keadaannya, yang menderita pelbagai penyakit dan sengsara, yang kerasukan, yang sakit ayan dan yang lumpuh, lalu Yesus menyembuhkan mereka.
25  Maka orang banyak berbondong-bondong mengikuti Dia. Mereka datang dari Galilea dan dari Dekapolis, dari Yerusalem dan dari Yudea dan dari seberang Yordan

5 January 2014

Renungan Harian, 5 Januari 2014 – Hari Raya Penampakan Tuhan

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Bumi diliputi kegelapan, bangsa-bangsa ditutupi kekelaman; tetapi terang TUHAN terbit di atasmu (Yes 60:1-6)

Para majus dari timur melihat bintang ajaib di timur yang menandakan ada raja yang lahir. Mereka menempuh perjalanan jauh untuk mencari dan menyembah dia. Herodes yang dekat malah tidak melihatnya. Dia berada dalam kegelapan karena hatinya tertutup. Ia tidak berniat menyembah raja itu yang ia lihat sebagai saingannya. Bahkan kalau bisa, ia mau membunuhnya. Maka kegelapan menjadi makin pekat baginya. Bagi para majus yang tekun mencari, bintang itu muncul kembali sampai mereka menemukan Yesus, terang kehidupan. Dalam kegelapan hidupku, apakah saya mencari Yesus?

Semoga keadilan berkembang selama zamannya, dan kemakmuran berlimpah selama bulan ada. (Mzm 72:7)

Bacaan lengkap hari ini :

1 Bangkitlah dan jadilah terang, hai Yerusalem, sebab terang keselamatanmu sudah datang; Allah menyinari engkau dengan kemuliaan-Nya.
2  Bumi diliputi kegelapan, bangsa-bangsa ditutupi kekelaman; tetapi terang TUHAN terbit di atasmu, cahaya kehadiran-Nya menjadi nyata di atasmu.
3  Bangsa-bangsa datang berduyun-duyun ke terangmu, raja-raja tertarik oleh cahaya yang terbit bagimu.
4  Lihatlah apa yang terjadi di sekelilingmu; rakyat berhimpun untuk pulang kepadamu. Anak-anakmu laki-laki datang dari jauh, anak-anakmu perempuan digendong.
5  Melihat itu engkau heran dan wajahmu berseri; engkau terharu dan berbesar hati. Harta bangsa-bangsa dibawa kepadamu, kekayaan dari seberang laut melimpahimu.
6  Negerimu dikerumuni banyak unta, mereka datang dari Midian dan Efa. Dari Syeba orang membawa emas dan kemenyan, sambil memuji perbuatan TUHAN.

4 January 2014

Renungan Harian, 4 Januari 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Engkau Simon, anak Yona. Engkau akan disebut Kefas.” (Yoh 1:35-42)

Kefas artinya sama dengan Petrus artinya batukarang. Perubahan nama dan pemberian nama baru menjadikan sebuah perubahan besar bagi seseorang dalam hidupnya. Kita pun sudah memperoleh nama baru dari kristus sendiri ketika dibaptis. Nama yang akan melekat dalam diri dan dibawa sampai mati. Ditandai sebagai pembuktian bahwa saya punya relasi yang penting dengan Tuhan sang pemberi nama. Nama itu mengarahkan kita pada jari diri yang sejati. Karena nama adalah jati diri.

Bersoraksorailah bagi TUHAN, hai seluruh bumi! Pujilah TUHAN dengan nyanyian dan sorak gembira. (Mzm 98:4)

Bacaan Lengkap hari ini :

35  Keesokan harinya Yohanes ada di tempat itu lagi dengan dua pengikutnya.
36  Ketika ia melihat Yesus lewat, ia berkata, “Lihat! Itulah Anak Domba Allah.”
37 Kedua pengikut Yohanes mendengar kata-kata itu, lalu pergi mengikuti Yesus.
38  Yesus menoleh ke belakang, dan melihat mereka sedang mengikuti Dia. Ia bertanya, “Kalian mencari apa?” Jawab mereka, “Rabi, di manakah Rabi tinggal?” (Kata ‘Rabi’ artinya guru.)
39  ”Mari lihat sendiri,” kata Yesus. Mereka pergi dengan Dia dan melihat di mana Ia tinggal. Waktu itu pukul empat sore. Hari itu mereka tinggal bersama Dia.
40  Salah satu dari kedua orang yang telah mendengar apa yang dikatakan Yohanes dan kemudian pergi mengikuti Yesus, adalah Andreas, saudara Simon Petrus.
41  Cepat-cepat Andreas mencari Simon, saudaranya, dan berkata kepadanya, “Kami sudah bertemu dengan Mesias!” (Mesias sama dengan Kristus, yaitu: Raja Penyelamat.)*
42  Andreas mengantar Simon kepada Yesus. Yesus menatap Simon, lalu berkata, “Engkau Simon, anak Yona. Engkau akan disebut Kefas.”

3 January 2014

Renungan Harian, 3 Januari 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Saya sudah melihat-Nya sendiri,” kata Yohanes, dan saya memberi kesaksian bahwa Dialah Anak Allah.” (Yoh 1:29-34)

Ada godaan orang tergiur untuk mewartakan dirinya sendiri bukan Allah. Orang senang bila disanjung dan dihormati. Bila pewartaan tidak lagi murni mewartakan Allah sebagai Allah, maka cepat atau lambat akan busuk dan gagal. Oleh karena itu, orang selalu harus ingat dan berani menyangkal diri, agar selalu rendah hati. Seperti Yohanes tidak pernah mabuk sanjungan dan gila hormat. Dia orang yang bebas, justru karena dia rela hidup sederhana. baginya yang terpenting adalah Tuhan, bukan harta benda dan kenikmatan.

Bersoraksorailah bagi TUHAN, hai seluruh bumi! Pujilah TUHAN dengan nyanyian dan sorak gembira. (Mzm 98:4)

Bacaan Lengkap hari ini :

29 Keesokan harinya, Yohanes melihat Yesus datang kepadanya. Lalu Yohanes berkata, “Lihat, itulah Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia.
30  Dialah yang saya katakan akan datang kemudian dari saya, tetapi lebih besar dari saya, sebab sebelum saya lahir, Dia sudah ada.
31  Sebelumnya, saya tidak tahu siapa Dia itu. Padahal saya datang membaptis dengan air supaya bangsa Israel mengenal Dia.”
32  Yohanes juga memberi kesaksian ini, “Saya melihat Roh Allah turun seperti merpati dari langit lalu tinggal di atas-Nya.
33  Waktu itu saya belum tahu siapa Dia. Tetapi Allah yang menyuruh saya membaptis dengan air sudah berkata kepada saya, ‘Bila engkau melihat Roh Allah turun, lalu tinggal di atas seseorang, Dialah yang akan membaptis dengan Roh Allah.’
34  Saya sudah melihat-Nya sendiri,” kata Yohanes, “dan saya memberi kesaksian bahwa Dialah Anak Allah.”

« Newer PostsOlder Posts »

Powered by WordPress