Renungan Harian

29 December 2013

Renungan Harian, 29 Desember 2013 – Pesta Keluarga Kudus, Yesus, Maria dan Yusuf

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Di situ ia tinggal di kota yang bernama Nazaret. Dengan demikian terjadilah apa yang dikatakan oleh nabi-nabi mengenai Anak itu: Ia akan disebut Orang Nazaret. (Mat 2:19-23)

Hari ini kita rayakan Pesta Keluarga Kudus. Mereka bukan orang kaya, hidupnya dalam kesulitan dan ketidak tenangan. Namun mereka kaya secara rohani, ini tampak dari iman mereka. Iman yang tanpa banyak bicara. Iman yang mendalam kepada Tuhan, hal itulah yang menyebabkan mereka menjadi Kudus. Kebersamaan mereka dalam iman adalah untuk melaksanakan perintah Tuhan. Dan mereka lakukan tanpa menawar atau mengeluh. Teladan iman ini yang perlu kita contoh. Agar kita jadi keluarga kudus yang baru.

Berbahagialah orang yang takwa dan hidup menurut perintah Allah. (Mzm 128:1)

Bacaan Lengkap hari ini:

19 Sesudah Herodes meninggal, ketika Yusuf masih di Mesir seorang malaikat Tuhan menampakkan diri lagi kepada Yusuf di dalam mimpi.
20  Malaikat itu berkata, “Orang-orang yang mau membunuh Anak itu sudah meninggal. Karena itu bangunlah, ambil Anak itu dengan ibu-Nya dan kembalilah ke Israel.”
21  Yusuf pun bangun, lalu membawa Anak itu dengan Maria kembali ke Israel.
22  Tetapi kemudian Yusuf mendengar bahwa Arkelaus, putra Herodes sudah menggantikan ayahnya menjadi raja negeri Yudea. Jadi Yusuf takut pergi ke sana. Sesudah ia mendapat petunjuk Tuhan lebih lanjut dalam mimpi, ia pergi ke daerah Galilea.
23  Di situ ia tinggal di kota yang bernama Nazaret. Dengan demikian terjadilah apa yang dikatakan oleh nabi-nabi mengenai Anak itu: “Ia akan disebut Orang Nazaret.”

28 December 2013

Renungan Harian, 28 Desember 2013 – Pesta Kanak Kanak Suci, Martir

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Lalu ia memerintahkan untuk membunuh semua anak laki-laki yang berumur dua tahun ke bawah di Betlehem dan sekitarnya. (Mat 2:13-18)

Hari ini kita merayakan Pesta Kanak kanak suci untuk memperingati ribuan anak yang dibunuh  oleh Herodes demi untuk melenyapkan Yesus. Herodes tidak dapat melihat terang dari kelahiran Yesus, meski sudah diberitahu oleh para Majus, hatinya gelap, penuh nafsu jahat untuk berkuasa dan membunuh. Ia tidak bermaksud menyembah Tuhan, melainkan memadamkan terang itu. Tapi terang itu tidak terpadamkan. Kita pun telah menerimanya. Mari kita berjalan dalam terang kasih Tuhan, dan biarkan terang itu mengusir segala kegelapan dari hidup kita.

Kita seperti burung yang lepas dari jerat pemburu, jerat itu sudah putus, dan kita pun lepas! (Mzm 124:7)

Bacaan Lengkap hari ini :

13 Setelah ahli-ahli bintang itu berangkat, malaikat Tuhan menampakkan diri kepada Yusuf di dalam mimpi. Malaikat itu berkata, “Herodes bermaksud mencari Anak itu untuk membunuh Dia. Karena itu bangunlah, bawalah Anak itu dengan ibu-Nya mengungsi ke Mesir. Tinggallah di sana sampai Aku berbicara lagi kepadamu.”
14  Yusuf bangun, dan malam itu juga ia membawa Anak itu dengan ibu-Nya mengungsi ke Mesir.
15  Mereka tinggal di sana sampai Herodes meninggal. Demikian terjadilah apa yang dikatakan Tuhan melalui nabi-Nya, begini, “Aku memanggil Anak-Ku dari Mesir.”†
16 Ketika Herodes tahu bahwa ahli-ahli bintang dari Timur itu menipunya, ia marah sekali. Lalu ia memerintahkan untuk membunuh semua anak laki-laki yang berumur dua tahun ke bawah di Betlehem dan sekitarnya. Itu cocok dengan keterangan yang didapatnya dari ahli-ahli bintang itu tentang saatnya bintang itu kelihatan.
17  Demikianlah terjadi apa yang pernah dikatakan oleh Nabi Yeremia, yaitu,
18  ”Di Rama terdengar suara ratapan, keluhan serta tangisan. Rahel meratapi anak-anaknya; ia tak mau dihibur sebab mereka sudah tiada.”†

26 December 2013

Renungan Harian, 27 Desember 2013 – Pesta Santo Yohanes, Rasul dan Penulis Injil

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 21:32

Maka masuklah juga murid yang lain, yang lebih dahulu sampai dikubur itu dan ia melihatnya dan percaya (Yoh 20:2-8)

“Murid yang lain” identik dengan Yohanes. Hidupnya penuh dengan peristiwa iman yang menghantarnya menjadi pribadi yang “diam” dan tenang. Ia menangkap peristiwa iman yang dijumpainya dengan kacamata Allah. Sikap Yohanes bukanlah sikap yang mudah untuk kita lakukan. kita jarang bersikap diam dan menangkap dengan kacamata Allah, bahwa kesedihan dan kegalauan hidup sebagai rencana Allah yang baik. Hal ini terjadi karena kita jarang memupuk hubungan kasih dengan Allah. Hubungan kasih didapat dari doa, devosi. Sehingga kita bisa melihat segala sesuatu dengan kacamata Allah.

Bergembiralah, hai orang-orang yang tulus hati karena apa yang telah dilakukan TUHAN, dan bersyukurlah kepada Allah yang suci. (Mzm 97:12)

Bacaan Lengkap hari ini :

2  Maka ia lari mencari Simon Petrus dan pengikut yang dikasihi Yesus, dan berkata kepada mereka, “Tuhan sudah diambil dari kubur, dan saya tidak tahu di mana Dia ditaruh.”
3  Lalu Petrus dan pengikut lain itu pergi ke kuburan.
4  Keduanya berlari, tetapi pengikut lain itu lebih cepat dari Petrus, dan ia sampai lebih dahulu di kuburan.
5  Ia menengok ke dalam kuburan dan melihat kain kafan terletak di situ, tetapi ia tidak masuk.
6  Simon Petrus menyusul dari belakang, lalu langsung masuk ke dalam kuburan itu. Ia melihat kain kafan terletak di situ,
7  tetapi kain yang diikat pada kepala Yesus tidak ada di dekatnya melainkan tergulung tersendiri.
8  Maka masuklah juga murid yang lain, yang lebih dahulu sampai dikubur itu dan ia melihatnya dan percaya

Renungan Harian, 26 Desember 2013 – Pesta Santo Stefanus, Martir Pertama

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Dan kamu akan dibenci semua orang oleh karena nama-Ku; tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat. (Mat 10:17-22)

Hari ini kita merayakan St. Stefanus, martir pertama orang Kristen. Didunia modern saat ini, masih adakah orang yang mengejar kemartiran sebagai benih pewartaan? Adakah orang yang mau menumpahkan darah demi iman sementara ada banyak tawaran untuk menjadi sukses? Martirisme masih ada tetapi dalam bentuk yang berbeda. Menjadi martir modern berarti mengambil jalan berbatu disaat semua memilih jalan tol, karena harus siap untuk diejek, dihina, siap untuk kalah dan disingkirkan karena menjadi pengikut Kristus.

Ke dalam tangan-Mulah kuserahkan nyawaku; Engkau membebaskan aku, ya TUHAN, Allah yang setia. (Mzm 31:6)

Bacaan Lengkap hari ini :

17  Tetapi waspadalah terhadap semua orang; karena ada yang akan menyerahkan kamu kepada majelis agama dan mereka akan menyesah kamu di rumah ibadatnya.
18  Dan karena Aku, kamu akan digiring ke muka penguasa-penguasa dan raja-raja sebagai suatu kesaksian bagi mereka dan bagi orang-orang yang tidak mengenal Allah.
19  Apabila mereka menyerahkan kamu, janganlah kamu kuatir akan bagaimana dan akan apa yang harus kamu katakan, karena semuanya itu akan dikaruniakan kepadamu pada saat itu juga.
20  Karena bukan kamu yang berkata-kata, melainkan Roh Bapamu; Dia yang akan berkata-kata di dalam kamu.
21  Orang akan menyerahkan saudaranya untuk dibunuh, demikian juga seorang ayah akan anaknya. Dan anak-anak akan memberontak terhadap orang tuanya dan akan membunuh mereka.
22  Dan kamu akan dibenci semua orang oleh karena nama-Ku; tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat

25 December 2013

Renungan Harian, 25 Desember 2013 – Hari Raya Natal

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Sabda sudah menjadi manusia, Ia tinggal di antara kita, dan kita sudah melihat keagungan-Nya. (Yoh 1:1-18)

Yesus lahir kedunia untuk melaksanakan kehendak Allah. Sekuruh hidup dan dan karya Yesus menjadi tanda bakti kepada kehendak Allah. karena pada hakikatnya Yesus dan Allah Bapa itu adalah satu. Yesus adalah Firman Allash yang menjelma menjadi manusia. Firman Allah yang hidup itu terus berkarya sampai saat ini. Berkat kuasa Roh Kudus, karya keselamatan Allah dalam pribadi Yesus terus menggema di era saat ini. Natal adalah saat kelahiran Yesus yang rindu hidup bersama kita.Dan kita pun dilahirkan kembali dalam semangat kerinduan dan kesatuan dengan-Nya. SELAMAT NATAL 2013

Biarlah sungai-sungai bertepuk tangan, dan gunung-gunung bersorak-sorai bersama-sama di hadapan TUHAN, sebab Ia datang untuk menghakimi bumi. (Mzm 98:8-9)

Bacaan lengkap hari ini :

1 Pada mulanya, sebelum dunia dijadikan, Sabda sudah ada. Sabda ada bersama Allah dan Sabda sama dengan Allah.
2  Sejak semula Ia bersama Allah.
3  Segalanya dijadikan melalui Dia, dan dari segala yang ada, tak satu pun dijadikan tanpa Dia.
4  Sabda itu sumber hidup,* dan hidup memberi terang kepada manusia.
5 Terang itu bercahaya dalam kegelapan, dan kegelapan tak dapat memadamkannya.
6  Datanglah orang yang diutus Allah, Yohanes namanya.†
7  Ia datang mewartakan tentang terang itu, supaya semua orang percaya.
8  Ia sendiri bukan terang itu, ia hanya mewartakannya.
9  Terang sejati yang menerangi semua manusia, datang ke dunia.
10  Sabda ada di dunia, dunia dijadikan melalui Dia, tetapi dunia tidak mengenal-Nya.
11  Ia datang ke negeri-Nya sendiri tetapi bangsa-Nya tidak menerima Dia.
12  Namun ada juga orang yang menerima Dia dan percaya kepada-Nya; mereka diberi-Nya hak menjadi anak Allah,
13  yang dilahirkan bukan dari manusia, sebab hidup baru itu dari Allah asalnya.
14  Sabda sudah menjadi manusia, Ia tinggal di antara kita, dan kita sudah melihat keagungan-Nya. Keagungan itu diterima-Nya sebagai Anak tunggal Bapa. Melalui Dia kita melihat Allah dan kasih-Nya kepada kita.
15 Yohanes datang sebagai saksi-Nya, ia mewartakan: “Inilah Dia yang kukatakan: Dia akan datang lebih kemudian dari aku, tetapi lebih besar dari aku, sebab sebelum aku ada, Dia sudah ada.”
16  Ia penuh kasih; tiada hentinya Ia memberkati kita.
17  Hukum Tuhan kita terima melalui Musa. Tetapi kasih dan kesetiaan Allah dinyatakan melalui Yesus Kristus.
18  Tak ada yang pernah melihat Allah, selain anak tunggal Bapa, yang sama dengan Bapa dan erat sekali kepada-Nya. Dialah yang menyatakan Bapa kepada kita.

24 December 2013

Renungan Harian, 24 Desember 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Dan engkau, hai anakku, akan disebut nabi Allah Yang Mahatinggi; karena engkau akan berjalan mendahului Tuhan untuk mempersiapkan jalan bagi-Nya (Luk 1:67-69)

Kiranya getar kehadiran Sang Juruselamat sejati sudah dinubuatkan oleh Zakharia. Rahmat kelahiran Mesias adalah sebuah hadiah pengampunan bagi siapa saja! Pengampunan disini adalah rahmat Tuhan, jadi bukan sekedar pengurangan hukuman atau bebas bersyarat. Tidak ada satu pun yang dapat membebaskan kita dari berbagai akibat atas dosa-dosa kita, kecuali Allah yang penuh cinta serta kelembutan. Mari kita sambut Sang Mesias dengan berani meminta ampun dan mengampuni satu sama lain. Ampun itu rahmat yang menyembuhkan.

Aku hendak menyanyikan kasih setia TUHAN selama-lamanya, hendak memperkenalkan kesetiaan-Mu dengan mulutku turun-temurun. Mzm 89:2

Bacaan Lengkap hari ini :

67 ¶  Dan Zakharia, ayahnya, penuh dengan Roh Kudus, lalu bernubuat, katanya:
68  ”Terpujilah Tuhan, Allah Israel, sebab Ia melawat umat-Nya dan membawa kelepasan baginya,
69  Ia menumbuhkan sebuah tanduk keselamatan bagi kita di dalam keturunan Daud, hamba-Nya itu,
70   —  seperti yang telah difirmankan-Nya sejak purbakala oleh mulut nabi-nabi-Nya yang kudus  — 
71  untuk melepaskan kita dari musuh-musuh kita dan dari tangan semua orang yang membenci kita,
72  untuk menunjukkan rahmat-Nya kepada nenek moyang kita dan mengingat akan perjanjian-Nya yang kudus,
73  yaitu sumpah yang diucapkan-Nya kepada Abraham, bapa leluhur kita, bahwa Ia mengaruniai kita,
74  supaya kita, terlepas dari tangan musuh, dapat beribadah kepada-Nya tanpa takut,
75  dalam kekudusan dan kebenaran di hadapan-Nya seumur hidup kita.
76  Dan engkau, hai anakku, akan disebut nabi Allah Yang Mahatinggi; karena engkau akan berjalan mendahului Tuhan untuk mempersiapkan jalan bagi-Nya,
77  untuk memberikan kepada umat-Nya pengertian akan keselamatan yang berdasarkan pengampunan dosa-dosa mereka,
78  oleh rahmat dan belas kasihan dari Allah kita, dengan mana Ia akan melawat kita, Surya pagi dari tempat yang tinggi,
79  untuk menyinari mereka yang diam dalam kegelapan dan dalam naungan maut untuk mengarahkan kaki kita kepada jalan damai sejahtera.”

23 December 2013

Renungan Harian, 23 Desember 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

tetapi ibunya berkata: “Jangan, ia harus dinamai Yohanes.” (Luk 1:57-66)

Yohanes Pembaptis memenuhi panggilan sebagai nabi sampai akhir hidupnya. Dia menghayati panggilannya dengan setia dan penuh tanggung jawab. Baginya, kematian justru menyempurnakan panggilan hidupnya sebagai nabi. Karena itu, kita hendaknya juga tidak takut mati untuk mewujudkan panggilan hidup sebagai Kristiani. Kehadiran kita didunia akan bermakna dan membawa sukacita bagi sesama, bila menghidupi apa yang dihayati oleh Yohanes Pembaptis. Kita menjadi orang yang bertanggung jawab dan setia terhadap tugas dan panggilan Tuhan.

Kepada-Mu, ya TUHAN, kuangkat jiwaku; (Mzm 25:1)

57 Kemudian genaplah bulannya bagi Elisabet untuk bersalin dan iapun melahirkan seorang anak laki-laki.
58  Ketika tetangga-tetangganya serta sanak saudaranya mendengar, bahwa Tuhan telah menunjukkan rahmat-Nya yang begitu besar kepadanya, bersukacitalah mereka bersama-sama dengan dia.
59  Maka datanglah mereka pada hari yang kedelapan untuk menyunatkan anak itu dan mereka hendak menamai dia Zakharia menurut nama bapanya,
60  tetapi ibunya berkata: “Jangan, ia harus dinamai Yohanes.”
61  Kata mereka kepadanya: “Tidak ada di antara sanak saudaramu yang bernama demikian.”
62  Lalu mereka memberi isyarat kepada bapanya untuk bertanya nama apa yang hendak diberikannya kepada anaknya itu.
63  Ia meminta batu tulis, lalu menuliskan kata-kata ini: “Namanya adalah Yohanes.” Dan merekapun heran semuanya.
64  Dan seketika itu juga terbukalah mulutnya dan terlepaslah lidahnya, lalu ia berkata-kata dan memuji Allah.
65  Maka ketakutanlah semua orang yang tinggal di sekitarnya, dan segala peristiwa itu menjadi buah tutur di seluruh pegunungan Yudea.
66  Dan semua orang, yang mendengarnya, merenungkannya dan berkata: “Menjadi apakah anak ini nanti?” Sebab tangan Tuhan menyertai dia.

22 December 2013

Renungan Harian, 22 Desember 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus.” (Mat 1:18-24)

Keputusan Yusuf untuk menceraikan Maria dicegah oleh Allah. Melalui malaikatNya, Yusuf diberitahu tentang rahasia besar rencana Tuhan. Hanya karena imannya kepada Allah, Yesus menjadi tidak bimbang dan bingung. Dengan mantap ia mengambil maria sebagai isteri. Sebagai umat beriman kita juga dipanggil untuk mempersiapkan kehadiran Tuhan dalam segala peristiwa hidup kita. Panggilan yang tidak mudah dan penuh resiko. Beriman berarti ada kesediaan hati untuk mendengar dan melakukan kehendak Tuhan.

“Siapakah yang boleh naik ke atas gunung TUHAN? Siapakah yang boleh berdiri di tempat-Nya yang kudus?” (Mzm 24:3)

Bacaan lengkap hari ini :

18 Kelahiran Yesus Kristus adalah seperti berikut: Pada waktu Maria, ibu-Nya, bertunangan dengan Yusuf, ternyata ia mengandung dari Roh Kudus, sebelum mereka hidup sebagai suami isteri.
19  Karena Yusuf suaminya, seorang yang tulus hati dan tidak mau mencemarkan nama isterinya di muka umum, ia bermaksud menceraikannya dengan diam-diam.
20  Tetapi ketika ia mempertimbangkan maksud itu, malaikat Tuhan nampak kepadanya dalam mimpi dan berkata: “Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus.
21  Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka.”
22  Hal itu terjadi supaya genaplah yang difirmankan Tuhan oleh nabi:
23  ”Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanuel”  —  yang berarti: Allah menyertai kita.
24  Sesudah bangun dari tidurnya, Yusuf berbuat seperti yang diperintahkan malaikat Tuhan itu kepadanya. Ia mengambil Maria sebagai isterinya,

21 December 2013

Renungan Harian, 21 Desember 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Dan berbahagialah ia, yang telah percaya, sebab apa yang dikatakan kepadanya dari Tuhan, akan terlaksana.” (Luk 1:39-45)

Jaminan Allah selalu menjadi andalan dan pegangan tak tergoyahkan bagi orang terpilih. Tidak semuanya terang benderang. Tapi jaminan Tuhan adalah daya ekstra untuk berani berkata: “terjadilah kehendak-Mu” Kita dipilih Tuhan untuk melaksanakan tugas pelayanan sesuai kemampuan kita. Apapun tugas yang dipercayakan, itu adalah pilihan Allah. Kita dapat belajar dari Maria bagaimana menjawab panggilan dan tugas dari Tuhan. Pilihan Allah adalah pemberian. Pemberian adalah tugas. Kita maju bersama Dia.

Bersorak-sorailah, hai orang-orang benar, dalam TUHAN! Sebab memuji-muji itu layak bagi orang-orang jujur. (Mzm 32:1)

Bacaan Lengkap hari ini :

39 Beberapa waktu kemudian berangkatlah Maria dan langsung berjalan ke pegunungan menuju sebuah kota di Yehuda.
40  Di situ ia masuk ke rumah Zakharia dan memberi salam kepada Elisabet.
41  Dan ketika Elisabet mendengar salam Maria, melonjaklah anak yang di dalam rahimnya dan Elisabetpun penuh dengan Roh Kudus,
42  lalu berseru dengan suara nyaring: “Diberkatilah engkau di antara semua perempuan dan diberkatilah buah rahimmu.
43  Siapakah aku ini sampai ibu Tuhanku datang mengunjungi aku?
44  Sebab sesungguhnya, ketika salammu sampai kepada telingaku, anak yang di dalam rahimku melonjak kegirangan.
45  Dan berbahagialah ia, yang telah percaya, sebab apa yang dikatakan kepadanya dari Tuhan, akan terlaksana.

20 December 2013

Renungan Harian, 20 Desember 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu. (Luk 1:26-38)

Perasaan Maria yang rela menerima derita untuk keselamatan sesama, mestinya menjadi panggilan kita. Pelayanan dan cinta kasih kita mestinya terarah pada sesama. Jangan kita malah terpengaruh pada kehidupan dunia, yang hanya mengarahkan tindakan dan perbuatan kita pada kepentingan diri sendiri. Mari berkorban untuk orang lain, agar kehidupan kekal yang kita nantikan dapat kita rasakan bersama dengan semua orang.

Angkatlah kepalamu, hai pintu-pintu gerbang, dan terangkatlah kamu, hai pintu-pintu yang berabad-abad, supaya masuk Raja Kemuliaan! (Mzm 24:7)

Bacaan Lengkap hari ini :

26 Dalam bulan yang keenam Allah menyuruh malaikat Gabriel pergi ke sebuah kota di Galilea bernama Nazaret,
27  kepada seorang perawan yang bertunangan dengan seorang bernama Yusuf dari keluarga Daud; nama perawan itu Maria.
28  Ketika malaikat itu masuk ke rumah Maria, ia berkata: “Salam, hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau.”
29  Maria terkejut mendengar perkataan itu, lalu bertanya di dalam hatinya, apakah arti salam itu.
30  Kata malaikat itu kepadanya: “Jangan takut, hai Maria, sebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah.
31  Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus.
32  Ia akan menjadi besar dan akan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi. Dan Tuhan Allah akan mengaruniakan kepada-Nya takhta Daud, bapa leluhur-Nya,
33  dan Ia akan menjadi raja atas kaum keturunan Yakub sampai selama-lamanya dan Kerajaan-Nya tidak akan berkesudahan.”
34  Kata Maria kepada malaikat itu: “Bagaimana hal itu mungkin terjadi, karena aku belum bersuami?”
35  Jawab malaikat itu kepadanya: “Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah.
36  Dan sesungguhnya, Elisabet, sanakmu itu, iapun sedang mengandung seorang anak laki-laki pada hari tuanya dan inilah bulan yang keenam bagi dia, yang disebut mandul itu.
37  Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil.”
38  Kata Maria: “Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu.” Lalu malaikat itu meninggalkan dia.

« Newer PostsOlder Posts »

Powered by WordPress