Renungan Harian

12 February 2014

Renungan Harian, 12 Februari 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

sebab dari dalam, dari hati orang, timbul segala pikiran jahat (Mrk 7:14-23)

Agar mampu menangkap apa yang baik dalam diri kita, hati yang jernih, Roh tinggal dalam hati dan membimbing kita, kita perlu meluangkan waktu untuk hati dan pikiran kita. Berpa banyak waktu yang kita gunakan untuk mendengar bisikan Roh Kudus melalui bacaan Injil, doa dan mengikuti perayaan Gerejani? Adakah waktu untuk semua itu? Yesus mengajak kita untuk memperdalam iman kita dengan mencari lebih dalam pengetahuan tentang Dia.

Mulut orang benar mengucapkan hikmat, dan lidahnya mengatakan hukum; (Mzm 37:30)

Bacaan Lengkap hari ini :

14  Lalu Yesus memanggil lagi orang banyak dan berkata kepada mereka: “Kamu semua, dengarlah kepada-Ku dan camkanlah.
15  Apapun dari luar, yang masuk ke dalam seseorang, tidak dapat menajiskannya, tetapi apa yang keluar dari seseorang, itulah yang menajiskannya.”
16  (Barangsiapa bertelinga untuk mendengar hendaklah ia mendengar!)
17  Sesudah Ia masuk ke sebuah rumah untuk menyingkir dari orang banyak, murid-murid-Nya bertanya kepada-Nya tentang arti perumpamaan itu.
18  Maka jawab-Nya: “Apakah kamu juga tidak dapat memahaminya? Tidak tahukah kamu bahwa segala sesuatu dari luar yang masuk ke dalam seseorang tidak dapat menajiskannya,
19  karena bukan masuk ke dalam hati tetapi ke dalam perutnya, lalu dibuang di jamban?” Dengan demikian Ia menyatakan semua makanan halal.
20  Kata-Nya lagi: “Apa yang keluar dari seseorang, itulah yang menajiskannya,
21  sebab dari dalam, dari hati orang, timbul segala pikiran jahat, percabulan, pencurian, pembunuhan,
22  perzinahan, keserakahan, kejahatan, kelicikan, hawa nafsu, iri hati, hujat, kesombongan, kebebalan.
23  Semua hal-hal jahat ini timbul dari dalam dan menajiskan orang.”

11 February 2014

Renungan Harian, 11 Februari 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Benarlah nubuat Yesaya tentang kamu, hai orang-orang munafik! (Mrk 7:1-13)

Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering dan bahkan tidak sadar bahwa kita sama dengan orang Farisi dan ahli taurat. Setiap hari Minggu ke Gereja, namun dirumah bertengkar dengan istri, suami, anak dan tetangga. Tidak memperhatikan kesejahteraan pegawai demi kepentingan pribadi; dn banyak kejahatan tersembunyi yang diselubungi dengan kesalehan. Yesus telah mengingatkan kita hari ini untuk tidak mempertahankan kesalehan palsu, melainkan memperjuangkan kejujuran dan kebenaran. Ada ajaran, nasehat, serta teladan Yesus untuk membungkam kemunafikan. Beranikah kita?

Berbahagialah orang-orang yang diam di rumah-Mu, yang terus-menerus memuji-muji Engkau (Mzm 84:5)

Bacaan lengkap hari ini :

1 Pada suatu kali serombongan orang Farisi dan beberapa ahli Taurat dari Yerusalem datang menemui Yesus.
2  Mereka melihat, bahwa beberapa orang murid-Nya makan dengan tangan najis, yaitu dengan tangan yang tidak dibasuh.
3  Sebab orang-orang Farisi seperti orang-orang Yahudi lainnya tidak makan kalau tidak melakukan pembasuhan tangan lebih dulu, karena mereka berpegang pada adat istiadat nenek moyang mereka;
4  dan kalau pulang dari pasar mereka juga tidak makan kalau tidak lebih dahulu membersihkan dirinya. Banyak warisan lain lagi yang mereka pegang, umpamanya hal mencuci cawan, kendi dan perkakas-perkakas tembaga.
5  Karena itu orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat itu bertanya kepada-Nya: “Mengapa murid-murid-Mu tidak hidup menurut adat istiadat nenek moyang kita, tetapi makan dengan tangan najis?”
6  Jawab-Nya kepada mereka: “Benarlah nubuat Yesaya tentang kamu, hai orang-orang munafik! Sebab ada tertulis: Bangsa ini memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya jauh dari pada-Ku.
7  Percuma mereka beribadah kepada-Ku, sedangkan ajaran yang mereka ajarkan ialah perintah manusia.
8  Perintah Allah kamu abaikan untuk berpegang pada adat istiadat manusia.”
9  Yesus berkata pula kepada mereka: “Sungguh pandai kamu mengesampingkan perintah Allah, supaya kamu dapat memelihara adat istiadatmu sendiri.
10  Karena Musa telah berkata: Hormatilah ayahmu dan ibumu! dan: Siapa yang mengutuki ayahnya atau ibunya harus mati.
11  Tetapi kamu berkata: Kalau seorang berkata kepada bapanya atau ibunya: Apa yang ada padaku, yang dapat digunakan untuk pemeliharaanmu, sudah digunakan untuk korban  —  yaitu persembahan kepada Allah  — ,
12  maka kamu tidak membiarkannya lagi berbuat sesuatupun untuk bapanya atau ibunya.
13  Dengan demikian firman Allah kamu nyatakan tidak berlaku demi adat istiadat yang kamu ikuti itu. Dan banyak hal lain seperti itu yang kamu lakukan.”

10 February 2014

Renungan Harian, 10 Februari 2014 – Peringatan Wajib Santa Skolastika, Perawan

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Maka berlari-larilah mereka ke seluruh daerah itu dan mulai mengusung orang-orang sakit di atas tilamnya kepada Yesus (Mrk 6:53-56)

Itulah kerinduan banyak orang. Rindu untuk disembuhkan. Rindu untuk disapa. Kerinduan dari hati yang hampir kehilangan harapan. Begitu banyak orang putus asa. banyak penderitaan terjadi. lalu siapa yang diharapkan untuk memberi kelegaan? Kitalah yang harus membagi belas kasih Allah yang dirindukan manusia. Berbagi dan perduli kepada orang miskin. menyapa mereka yang menderita. Mulailah dari keluarga. Mencintai suami atau isteri atau anak-anak dengan belas kasih yang sesungguhnya.

Bangunlah, ya TUHAN, dan pergilah ke tempat perhentian-Mu, Engkau serta tabut kekuatan-Mu! (Mzm 132:8)

Bacaan Lengkap hari ini :

53  Setibanya di seberang Yesus dan murid-murid-Nya mendarat di Genesaret dan berlabuh di situ.
54  Ketika mereka keluar dari perahu, orang segera mengenal Yesus.
55  Maka berlari-larilah mereka ke seluruh daerah itu dan mulai mengusung orang-orang sakit di atas tilamnya kepada Yesus, di mana saja kabarnya Ia berada.
56  Ke manapun Ia pergi, ke desa-desa, ke kota-kota, atau ke kampung-kampung, orang meletakkan orang-orang sakit di pasar dan memohon kepada-Nya, supaya mereka diperkenankan hanya menjamah jumbai jubah-Nya saja. Dan semua orang yang menjamah-Nya menjadi sembuh.

9 February 2014

Renungan Harian, 9 Februari 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi. (Mat 5:13-16)

Orang Kristiani adalah terang dunia! Mereka adalah pribadi pencerah, yakni orang-orang yang membawa pencerahan dunia. Orang Kristiani bukan hanya mengurung diri dikamar, tetapi harus tampil ditengah masyarakat, bukan sekedar demi “penampilan”, melainkan agar masyarakat sekita melihat perbuatan kita yang baik dan memuliakan Allah. Orang Kristiani harus menjadi pendorong utama bagi setiap orang untuk menjadi abdi Allah.

Di dalam gelap terbit terang bagi orang benar; pengasih dan penyayang orang yang adil. (Mzm 112:4)

Bacaan Lengkap hari ini :

13 “Kamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang.
14  Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi.
15  Lagipula orang tidak menyalakan pelita lalu meletakkannya di bawah gantang, melainkan di atas kaki dian sehingga menerangi semua orang di dalam rumah itu.
16  Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga.”

8 February 2014

Renungan Harian, 8 Februari 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka seperti domba yang tidak mempunyai gembala. (Mrk 6:30-34)

Yesus bersama para murid-Nya berusaha untuk mencari tempat sunyi supaya dapat beristirahat. Namun, orang banyak terus berusaha mencari Dia. Melihat orang banyak itu hati Yesus tergerak dan merasa kasihan. Maka Yesus dan para rasul pun melayani dan mengajar mereka. Sebagai murid Yesus, hendaknya kita pun memiliki kepekaan dan mata hati untuk mendengarkan, merasakan jeritan hidup sesama sekita hidup sehari-hari kita. Yesus selalu berjumpa dengan kita melalui orang-orang kecil yang ada disekeliling kita.

Terpujilah Engkau, ya TUHAN; ajarkanlah ketetapan-ketetapan-Mu kepadaku. (Mzm 119:12)

Bacaan Lengkap hari ini :

30 Kemudian rasul-rasul itu kembali berkumpul dengan Yesus dan memberitahukan kepada-Nya semua yang mereka kerjakan dan ajarkan.
31  Lalu Ia berkata kepada mereka: “Marilah ke tempat yang sunyi, supaya kita sendirian, dan beristirahatlah seketika!” Sebab memang begitu banyaknya orang yang datang dan yang pergi, sehingga makanpun mereka tidak sempat.
32  Maka berangkatlah mereka untuk mengasingkan diri dengan perahu ke tempat yang sunyi.
33  Tetapi pada waktu mereka bertolak banyak orang melihat mereka dan mengetahui tujuan mereka. Dengan mengambil jalan darat segeralah datang orang dari semua kota ke tempat itu sehingga mendahului mereka.
34  Ketika Yesus mendarat, Ia melihat sejumlah besar orang banyak, maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka seperti domba yang tidak mempunyai gembala. Lalu mulailah Ia mengajarkan banyak hal kepada mereka.

6 February 2014

Renungan Harian, 6 Februari 2014 – Peringatan Wajib Santo Paulus Miki dkk., Martir

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Ia memanggil kedua belas murid itu dan mengutus mereka berdua-dua. (Mrk 6:7-13)

Kita semua dipanggil dan diutus Tuhan untuk mewartakan Kabar Gembira. Medan perutusan kita adalah hidup, keluarga, lingkungan, tempat kerja dan dimana saja kita berada. Dalam tugas pelayanan, kita diminta untuk selalu mengandalkan Tuhan, agar kita mampu mengemban tugas perutusan itu dan memberi kesaksian tentang Tuhan. Kalau kita mengandalkan diri sendiri tugas itu menjadi berat dan melelahkan. Kita butuh teman, kita akan mampu melakukan pelayanan dan misi kita, karena kita punya teman-teman. Namun kita tetap butuh kuasa Tuhan agar pelayanan dan misi kita berhasil.

Ya TUHAN, punya-Mulah kerajaan dan Engkau yang tertinggi itu melebihi segala-galanya sebagai kepala. (1Taw 29:11)

Bacaan Lengkap hari ini :

7 Ia memanggil kedua belas murid itu dan mengutus mereka berdua-dua. Ia memberi mereka kuasa atas roh-roh jahat,
8  dan berpesan kepada mereka supaya jangan membawa apa-apa dalam perjalanan mereka, kecuali tongkat, rotipun jangan, bekalpun jangan, uang dalam ikat pinggangpun jangan,
9  boleh memakai alas kaki, tetapi jangan memakai dua baju.
10  Kata-Nya selanjutnya kepada mereka: “Kalau di suatu tempat kamu sudah diterima dalam suatu rumah, tinggallah di situ sampai kamu berangkat dari tempat itu.
11  Dan kalau ada suatu tempat yang tidak mau menerima kamu dan kalau mereka tidak mau mendengarkan kamu, keluarlah dari situ dan kebaskanlah debu yang di kakimu sebagai peringatan bagi mereka.”
12  Lalu pergilah mereka memberitakan bahwa orang harus bertobat,
13  dan mereka mengusir banyak setan, dan mengoles banyak orang sakit dengan minyak dan menyembuhkan mereka.

5 February 2014

Renungan Harian, 5 Februari 2014 – Peringatan Wajib Santa Agatha, Perawan dan Martir

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Seorang nabi dihormati di mana-mana kecuali di tempat asalnya sendiri, (Mrk 6:1-6)

Meskipun tidak dihargai ditempat asalnya Yesus masih juga menyembuhkan beberapa orang sakit dengan menumpangkan tangan. Kasih menjadi akar menghayati iman dan harapan. Puncak cinta kasih Allah tampak saat Ia sengsara, wafat dan bangkit. Cinta kasih Allah dalam diri Yesus mendatangkan keselamatan dunia. Meski untuk itu Yesus harus dikurbankan. St. Agatha yang kita peringati hari ini, sangat mencintai Yesus. Hidupnya dikurbankan untuk Yesus, saudaranya. Hidupnya sudah menyerupai hidup dan pengurbanan Yesus. Cinta kasih sejati diukur dari kualitas semangat pengurbanan.

“Berbahagialah orang yang diampuni pelanggarannya, yang dosanya ditutupi!” Mzm 32:1)

Bacaan Lengkap hari ini :

anak Maria, saudara Yakobus, Yoses, Yudas dan Simon? Dan bukankah saudara-saudara-Nya yang perempuan ada bersama kita?” Lalu mereka kecewa dan menolak Dia.
4  Maka Yesus berkata kepada mereka: “Seorang nabi dihormati di mana-mana kecuali di tempat asalnya sendiri, di antara kaum keluarganya dan di rumahnya.”
5  Ia tidak dapat mengadakan satu mujizatpun di sana, kecuali menyembuhkan beberapa orang sakit dengan meletakkan tangan-Nya atas mereka.
6  Ia merasa heran atas ketidakpercayaan mereka. (6 #6b) Lalu Yesus berjalan keliling dari desa ke desa sambil mengajar.

4 February 2014

Renungan Harian, 4 Februari 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Hai anak-Ku, imanmu telah menyelamatkan engkau. Pergilah dengan selamat dan sembuhlah dari penyakitmu!” (Mrk 5:21-43)

Cinta itu sesuatu yang misterius. Siapa pula dapat menduga kasih bapa yang mencari Yesus supaya menyembuhkan putrinya yang hampir mati? Akhirnya, siapa dapat menduga kasih Allah kepada perempuan yang sakit pendarahan selama 12 tahun dan disembuhkan seketika oleh Yesus? Semua kasih manusia bersumber pada kasih Allah, sebab Dia adalah KASIH. Yang dekat dengan Allah mau tak mau mengasihi dan menjauhkan segala kebencian dan dendam.

Sendengkanlah telinga-Mu, ya TUHAN, jawablah aku, sebab sengsara dan miskin aku. (Mzm 86:1)

Bacaan Lengkap hari ini:

21 Sesudah Yesus menyeberang lagi dengan perahu, orang banyak berbondong-bondong datang lalu mengerumuni Dia. Sedang Ia berada di tepi danau,
22  datanglah seorang kepala rumah ibadat yang bernama Yairus. Ketika ia melihat Yesus, tersungkurlah ia di depan kaki-Nya
23  dan memohon dengan sangat kepada-Nya: “Anakku perempuan sedang sakit, hampir mati, datanglah kiranya dan letakkanlah tangan-Mu atasnya, supaya ia selamat dan tetap hidup.”
24  Lalu pergilah Yesus dengan orang itu. Orang banyak berbondong-bondong mengikuti Dia dan berdesak-desakan di dekat-Nya.
25  Adalah di situ seorang perempuan yang sudah dua belas tahun lamanya menderita pendarahan.
26  Ia telah berulang-ulang diobati oleh berbagai tabib, sehingga telah dihabiskannya semua yang ada padanya, namun sama sekali tidak ada faedahnya malah sebaliknya keadaannya makin memburuk.
27  Dia sudah mendengar berita-berita tentang Yesus, maka di tengah-tengah orang banyak itu ia mendekati Yesus dari belakang dan menjamah jubah-Nya.
28  Sebab katanya: “Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh.”
29  Seketika itu juga berhentilah pendarahannya dan ia merasa, bahwa badannya sudah sembuh dari penyakitnya.
30  Pada ketika itu juga Yesus mengetahui, bahwa ada tenaga yang keluar dari diri-Nya, lalu Ia berpaling di tengah orang banyak dan bertanya: “Siapa yang menjamah jubah-Ku?”
31  Murid-murid-Nya menjawab: “Engkau melihat bagaimana orang-orang ini berdesak-desakan dekat-Mu, dan Engkau bertanya: Siapa yang menjamah Aku?”
32  Lalu Ia memandang sekeliling-Nya untuk melihat siapa yang telah melakukan hal itu.
33  Perempuan itu, yang menjadi takut dan gemetar ketika mengetahui apa yang telah terjadi atas dirinya, tampil dan tersungkur di depan Yesus dan dengan tulus memberitahukan segala sesuatu kepada-Nya.
34  Maka kata-Nya kepada perempuan itu: “Hai anak-Ku, imanmu telah menyelamatkan engkau. Pergilah dengan selamat dan sembuhlah dari penyakitmu!”
35 Ketika Yesus masih berbicara datanglah orang dari keluarga kepala rumah ibadat itu dan berkata: “Anakmu sudah mati, apa perlunya lagi engkau menyusah-nyusahkan Guru?”
36  Tetapi Yesus tidak menghiraukan perkataan mereka dan berkata kepada kepala rumah ibadat: “Jangan takut, percaya saja!”
37  Lalu Yesus tidak memperbolehkan seorangpun ikut serta, kecuali Petrus, Yakobus dan Yohanes, saudara Yakobus.
38  Mereka tiba di rumah kepala rumah ibadat, dan di sana dilihat-Nya orang-orang ribut, menangis dan meratap dengan suara nyaring.
39  Sesudah Ia masuk Ia berkata kepada orang-orang itu: “Mengapa kamu ribut dan menangis? Anak ini tidak mati, tetapi tidur!”
40  Tetapi mereka menertawakan Dia. Maka diusir-Nya semua orang itu, lalu dibawa-Nya ayah dan ibu anak itu dan mereka yang bersama-sama dengan Dia masuk ke kamar anak itu.
41  Lalu dipegang-Nya tangan anak itu, kata-Nya: “Talita kum,” yang berarti: “Hai anak, Aku berkata kepadamu, bangunlah!”
42  Seketika itu juga anak itu bangkit berdiri dan berjalan, sebab umurnya sudah dua belas tahun. Semua orang yang hadir sangat takjub.
43  Dengan sangat Ia berpesan kepada mereka, supaya jangan seorangpun mengetahui hal itu, lalu Ia menyuruh mereka memberi anak itu makan.

3 February 2014

Renungan Harian, 3 Februari 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

datanglah seorang yang kerasukan roh jahat dari pekuburan menemui Dia. (Mrk 5:1-20)

Dari Injil kita melihat kenyataan bahwa ada dua kekuatan. Kekuatan roh jahat dan kekuatan roh baik. Keduanya tidak mungkin disatukan seperti gambaran yin dan yang dalam filsafat Konfusius. Kuasa roh jahat itu ternyata banyak. Maka ketika mereka menggoda, dengan mudah manusia dipengaruhinya. Celakanya manusia tidak menyadari musuh dahsyat ini. Akibatnya manusia menjadi keras, kejam, licik, rusak dan beringas. Saatnya manusia beriman dengan sadar dan radikal mengandalkan roh baik dari Allah dalam segala sesuatunya.

Engkaulah kemuliaanku dan yang mengangkat kepalaku. (Mzm 3:3)

Bacaan Lengkap hari ini :

1 Lalu sampailah mereka di seberang danau, di daerah orang Gerasa.
2  Baru saja Yesus turun dari perahu, datanglah seorang yang kerasukan roh jahat dari pekuburan menemui Dia.
3  Orang itu diam di sana dan tidak ada seorangpun lagi yang sanggup mengikatnya, sekalipun dengan rantai,
4  karena sudah sering ia dibelenggu dan dirantai, tetapi rantainya diputuskannya dan belenggunya dimusnahkannya, sehingga tidak ada seorangpun yang cukup kuat untuk menjinakkannya.
5  Siang malam ia berkeliaran di pekuburan dan di bukit-bukit sambil berteriak-teriak dan memukuli dirinya dengan batu.
6  Ketika ia melihat Yesus dari jauh, berlarilah ia mendapatkan-Nya lalu menyembah-Nya,
7  dan dengan keras ia berteriak: “Apa urusan-Mu dengan aku, hai Yesus, Anak Allah Yang Mahatinggi? Demi Allah, jangan siksa aku!”
8  Karena sebelumnya Yesus mengatakan kepadanya: “Hai engkau roh jahat! Keluar dari orang ini!”
9  Kemudian Ia bertanya kepada orang itu: “Siapa namamu?” Jawabnya: “Namaku Legion, karena kami banyak.”
10  Ia memohon dengan sangat supaya Yesus jangan mengusir roh-roh itu keluar dari daerah itu.
11  Adalah di sana di lereng bukit sejumlah besar babi sedang mencari makan,
12  lalu roh-roh itu meminta kepada-Nya, katanya: “Suruhlah kami pindah ke dalam babi-babi itu, biarkanlah kami memasukinya!”
13  Yesus mengabulkan permintaan mereka. Lalu keluarlah roh-roh jahat itu dan memasuki babi-babi itu. Kawanan babi yang kira-kira dua ribu jumlahnya itu terjun dari tepi jurang ke dalam danau dan mati lemas di dalamnya.
14  Maka larilah penjaga-penjaga babi itu dan menceriterakan hal itu di kota dan di kampung-kampung sekitarnya. Lalu keluarlah orang untuk melihat apa yang terjadi.
15  Mereka datang kepada Yesus dan melihat orang yang kerasukan itu duduk, sudah berpakaian dan sudah waras, orang yang tadinya kerasukan legion itu. Maka takutlah mereka.
16  Orang-orang yang telah melihat sendiri hal itu menceriterakan kepada mereka tentang apa yang telah terjadi atas orang yang kerasukan setan itu, dan tentang babi-babi itu.
17  Lalu mereka mendesak Yesus supaya Ia meninggalkan daerah mereka.
18  Pada waktu Yesus naik lagi ke dalam perahu, orang yang tadinya kerasukan setan itu meminta, supaya ia diperkenankan menyertai Dia.
19  Yesus tidak memperkenankannya, tetapi Ia berkata kepada orang itu: “Pulanglah ke rumahmu, kepada orang-orang sekampungmu, dan beritahukanlah kepada mereka segala sesuatu yang telah diperbuat oleh Tuhan atasmu dan bagaimana Ia telah mengasihani engkau!”
20  Orang itupun pergilah dan mulai memberitakan di daerah Dekapolis segala apa yang telah diperbuat Yesus atas dirinya dan mereka semua menjadi heran.

2 February 2014

Renungan Harian, 2 Februari 2014 – Pesta Yesus Dipersembahkan di Kenisah

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Anak itu bertambah besar dan menjadi kuat, penuh hikmat, dan kasih karunia Allah ada pada-Nya.  (Luk 2:22-40)

Yesus menjadi besar dan kuat karena orang tua-Nya mematuhi semua perintah Tuhan berkaitan dengan Putra-Nya. Dalam hidup dibutuhkan sikap hati seperti Bunda Maria dan St. Yusuf, yang siap dan rela mendengarkan warta tentang Tuhan, sehingga bisa menangkap kehadiran Allah dalam hidup kesehariannya. Untuk itu, maka keterbukaan hati seperti Maria dan Yusuf dan kesabaran menanti seperti Simeon dan Hana harus kita tumbuhkan. Hanya dengan begitu, maka tuntutan ekonomi, kebutuhan materi dan keharusan mencari nafkah tidak mengalahkan iman kita pada Allah.

Angkatlah kepalamu, hai pintu-pintu gerbang, dan terangkatlah kamu, hai pintu-pintu yang berabad-abad, supaya masuk Raja Kemuliaan! (Mzm 24:7)

Bacaan Lengkap hari ini :

22  Dan ketika genap waktu pentahiran, menurut hukum Taurat Musa, mereka membawa Dia ke Yerusalem untuk menyerahkan-Nya kepada Tuhan,
23  seperti ada tertulis dalam hukum Tuhan: “Semua anak laki-laki sulung harus dikuduskan bagi Allah,”
24  dan untuk mempersembahkan korban menurut apa yang difirmankan dalam hukum Tuhan, yaitu sepasang burung tekukur atau dua ekor anak burung merpati.
25 Adalah di Yerusalem seorang bernama Simeon. Ia seorang yang benar dan saleh yang menantikan penghiburan bagi Israel. Roh Kudus ada di atasnya,
26  dan kepadanya telah dinyatakan oleh Roh Kudus, bahwa ia tidak akan mati sebelum ia melihat Mesias, yaitu Dia yang diurapi Tuhan.
27  Ia datang ke Bait Allah oleh Roh Kudus. Ketika Yesus, Anak itu, dibawa masuk oleh orang tua-Nya untuk melakukan kepada-Nya apa yang ditentukan hukum Taurat,
28  ia menyambut Anak itu dan menatang-Nya sambil memuji Allah, katanya:
29  ”Sekarang, Tuhan, biarkanlah hamba-Mu ini pergi dalam damai sejahtera, sesuai dengan firman-Mu,
30  sebab mataku telah melihat keselamatan yang dari pada-Mu,
31  yang telah Engkau sediakan di hadapan segala bangsa,
32  yaitu terang yang menjadi penyataan bagi bangsa-bangsa lain dan menjadi kemuliaan bagi umat-Mu, Israel.”
33  Dan bapa serta ibu-Nya amat heran akan segala apa yang dikatakan tentang Dia.
34  Lalu Simeon memberkati mereka dan berkata kepada Maria, ibu Anak itu: “Sesungguhnya Anak ini ditentukan untuk menjatuhkan atau membangkitkan banyak orang di Israel dan untuk menjadi suatu tanda yang menimbulkan perbantahan
35   —  dan suatu pedang akan menembus jiwamu sendiri  — , supaya menjadi nyata pikiran hati banyak orang.”
36  Lagipula di situ ada Hana, seorang nabi perempuan, anak Fanuel dari suku Asyer. Ia sudah sangat lanjut umurnya. Sesudah kawin ia hidup tujuh tahun lamanya bersama suaminya,
37  dan sekarang ia janda dan berumur delapan puluh empat tahun. Ia tidak pernah meninggalkan Bait Allah dan siang malam beribadah dengan berpuasa dan berdoa.
38  Dan pada ketika itu juga datanglah ia ke situ dan mengucap syukur kepada Allah dan berbicara tentang Anak itu kepada semua orang yang menantikan kelepasan untuk Yerusalem.
39  Dan setelah selesai semua yang harus dilakukan menurut hukum Tuhan, kembalilah mereka ke kota kediamannya, yaitu kota Nazaret di Galilea.
40  Anak itu bertambah besar dan menjadi kuat, penuh hikmat, dan kasih karunia Allah ada pada-Nya.

« Newer PostsOlder Posts »

Powered by WordPress