Renungan Harian

5 April 2014

Renungan Harian, 5 April 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Beberapa orang di antara mereka mau menangkap Dia, tetapi tidak ada seorangpun yang berani menyentuh-Nya. (Yoh 7:40-53)

Berkurban adalah sikap mulia. Itulah yang dilakukan Yesus bagi kita semua. Berkurban merupakan anugerah luhur tiap manusia sebagai citra Allah. Yesus telah mengurbankan jiwa dan raga-Nya untuk menyelamatkan manusia. Itulah wujud kasih Allah yang paling dahsyat dalam sejarah keselamatan dunia. Memang, berkurban itu sangat berat. Kasih itu kurban, kurban itu menyakitkan, sakit bagi diri sendiri, tetapi membahagiakan orang yang kita kasihi. Apakah kita sudah berani mengalah dan berkurban demi kebahagiaan hidup bersama?

(Mazmur 7:2-3.9b-10.11-12)
Ya TUHAN, Allahku, pada-Mu aku berlindung; selamatkanlah aku dari semua orang yang mengejar aku dan lepaskanlah aku,
supaya jangan mereka seperti singa menerkam aku dan menyeret aku, dengan tidak ada yang melepaskan.
Hakimilah aku, TUHAN, apakah aku benar, dan apakah aku tulus ikhlas.
Biarlah berakhir kejahatan orang fasik, tetapi teguhkanlah orang yang benar, Engkau, yang menguji hati dan batin orang, ya Allah yang adil.
Perisai bagiku adalah Allah, yang menyelamatkan orang-orang yang tulus hati;
Allah adalah Hakim yang adil dan Allah yang murka setiap saat.

Bacaan Lengkap hari ini :

40  Beberapa orang di antara orang banyak, yang mendengarkan perkataan-perkataan itu, berkata: “Dia ini benar-benar nabi yang akan datang.”
41  Yang lain berkata: “Ia ini Mesias.” Tetapi yang lain lagi berkata: “Bukan, Mesias tidak datang dari Galilea!
42  Karena Kitab Suci mengatakan, bahwa Mesias berasal dari keturunan Daud dan dari kampung Betlehem, tempat Daud dahulu tinggal.”
43  Maka timbullah pertentangan di antara orang banyak karena Dia.
44  Beberapa orang di antara mereka mau menangkap Dia, tetapi tidak ada seorangpun yang berani menyentuh-Nya.
45 Maka penjaga-penjaga itu pergi kepada imam-imam kepala dan orang-orang Farisi, yang berkata kepada mereka: “Mengapa kamu tidak membawa-Nya?”
46  Jawab penjaga-penjaga itu: “Belum pernah seorang manusia berkata seperti orang itu!”
47  Jawab orang-orang Farisi itu kepada mereka: “Adakah kamu juga disesatkan?
48  Adakah seorang di antara pemimpin-pemimpin yang percaya kepada-Nya, atau seorang di antara orang-orang Farisi?
49  Tetapi orang banyak ini yang tidak mengenal hukum Taurat, terkutuklah mereka!”
50  Nikodemus, seorang dari mereka, yang dahulu telah datang kepada-Nya, berkata kepada mereka:
51  “Apakah hukum Taurat kita menghukum seseorang, sebelum ia didengar dan sebelum orang mengetahui apa yang telah dibuat-Nya?”
52  Jawab mereka: “Apakah engkau juga orang Galilea? Selidikilah Kitab Suci dan engkau akan tahu bahwa tidak ada nabi yang datang dari Galilea.”
53  Lalu mereka pulang, masing-masing ke rumahnya,

4 April 2014

Renungan Harian, 4 April 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 08:12

“Tetapi tentang orang ini kita tahu dari mana asal-Nya, tetapi bilamana Kristus datang, tidak ada seorangpun yang tahu dari mana asal-Nya.” (Yoh 7:1-2.10.25-30)

Orang Yahudi tahu darimana Yesus berasal tapi belum mengenal-Nya. tahu tapi tidak mengenal adalah dua hal yang sangat berpengaruh. Kita bisa saja tahu kandidat capres untuk Pilpres 2014 ini, tetapi kita tidak mengenalnya sampai kita sadar bahwa kita sudah salah menduga sifatnya. Pengenalan adalah kunci dari misteri keselamatan yang dibawa oleh Kristus di dunia ini. ia menjadi manusia lemah, serta menderita dan wafat layaknya manusia. Demi pengenalan akan diri-Nya didunia bagi umat manusia.

(Mazmur 34:17-18.19-20.21.23)
wajah TUHAN menentang orang-orang yang berbuat jahat untuk melenyapkan ingatan kepada mereka dari muka bumi.
Apabila orang-orang benar itu berseru-seru, maka TUHAN mendengar, dan melepaskan mereka dari segala kesesakannya.
TUHAN itu dekat kepada orang-orang yang patah hati, dan Ia menyelamatkan orang-orang yang remuk jiwanya.
Kemalangan orang benar banyak, tetapi TUHAN melepaskan dia dari semuanya itu;
Ia melindungi segala tulangnya, tidak satupun yang patah.
TUHAN membebaskan jiwa hamba-hamba-Nya, dan semua orang yang berlindung pada-Nya tidak akan menanggung hukuman.

Bacaan lengkap hari ini :

1 Sesudah itu Yesus berjalan keliling Galilea, sebab Ia tidak mau tetap tinggal di Yudea, karena di sana orang-orang Yahudi berusaha untuk membunuh-Nya.
2  Ketika itu sudah dekat hari raya orang Yahudi, yaitu hari raya Pondok Daun.
10 Tetapi sesudah saudara-saudara Yesus berangkat ke pesta itu, Iapun pergi juga ke situ, tidak terang-terangan tetapi diam-diam.
25  Beberapa orang Yerusalem berkata: “Bukankah Dia ini yang mereka mau bunuh?
26  Dan lihatlah, Ia berbicara dengan leluasa dan mereka tidak mengatakan apa-apa kepada-Nya. Mungkinkah pemimpin kita benar-benar sudah tahu, bahwa Ia adalah Kristus?
27  Tetapi tentang orang ini kita tahu dari mana asal-Nya, tetapi bilamana Kristus datang, tidak ada seorangpun yang tahu dari mana asal-Nya.
28  Waktu Yesus mengajar di Bait Allah, Ia berseru: “Memang Aku kamu kenal dan kamu tahu dari mana asal-Ku; namun Aku datang bukan atas kehendak-Ku sendiri, tetapi Aku diutus oleh Dia yang benar yang tidak kamu kenal.
29  Aku kenal Dia, sebab Aku datang dari Dia dan Dialah yang mengutus Aku.”
30  Mereka berusaha menangkap Dia, tetapi tidak ada seorangpun yang menyentuh Dia, sebab saat-Nya belum tiba.

3 April 2014

Renungan Harian, 3 April 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 10:54

Tetapi Aku mempunyai suatu kesaksian yang lebih penting dari pada kesaksian Yohanes, (Yoh 5:31-47)

Saksi Kristus mempunyai peran yang amat penting : pertama, menyebarkan amanat Kristus. Amanat Kristus yang terangkum dalam Injil harus disebarkan diseluruh lahan hati manusia, kepada, kepada segala bangsa sampai ujung bumi. Apapun situasinya, Injil harus diwartakan lebih dari apapun. Namaun bagaimana orang mendengar ajaran Injil, jika tidak ada saksi yang mewartakannya? Maka siapkanlah diri kita untuk menjadi saksi-Nya!

(Mazmur 106: 19-20.21-22.23)

Mereka membuat anak lembu di Horeb, dan sujud menyembah kepada patung tuangan;
mereka menukar Kemuliaan mereka dengan bangunan sapi jantan yang makan rumput.
Mereka melupakan Allah yang telah menyelamatkan mereka, yang telah melakukan hal-hal yang besar di Mesir:
perbuatan-perbuatan ajaib di tanah Ham, perbuatan-perbuatan dahsyat di tepi Laut Teberau.
Maka Ia mengatakan hendak memusnahkan mereka, kalau Musa, orang pilihan-Nya, tidak mengetengahi di hadapan-Nya, untuk menyurutkan amarah-Nya, sehingga Ia tidak memusnahkan mereka.

Bacaan Lengkap hari ini :

31 Kalau Aku bersaksi tentang diri-Ku sendiri, maka kesaksian-Ku itu tidak benar;
32  ada yang lain yang bersaksi tentang Aku dan Aku tahu, bahwa kesaksian yang diberikan-Nya tentang Aku adalah benar.
33  Kamu telah mengirim utusan kepada Yohanes dan ia telah bersaksi tentang kebenaran;
34  tetapi Aku tidak memerlukan kesaksian dari manusia, namun Aku mengatakan hal ini, supaya kamu diselamatkan.
35  Ia adalah pelita yang menyala dan yang bercahaya dan kamu hanya mau menikmati seketika saja cahayanya itu.
36  Tetapi Aku mempunyai suatu kesaksian yang lebih penting dari pada kesaksian Yohanes, yaitu segala pekerjaan yang diserahkan Bapa kepada-Ku, supaya Aku melaksanakannya. Pekerjaan itu juga yang Kukerjakan sekarang, dan itulah yang memberi kesaksian tentang Aku, bahwa Bapa yang mengutus Aku.
37  Bapa yang mengutus Aku, Dialah yang bersaksi tentang Aku. Kamu tidak pernah mendengar suara-Nya, rupa-Nyapun tidak pernah kamu lihat,
38  dan firman-Nya tidak menetap di dalam dirimu, sebab kamu tidak percaya kepada Dia yang diutus-Nya.
39  Kamu menyelidiki Kitab-kitab Suci, sebab kamu menyangka bahwa oleh-Nya kamu mempunyai hidup yang kekal, tetapi walaupun Kitab-kitab Suci itu memberi kesaksian tentang Aku,
40  namun kamu tidak mau datang kepada-Ku untuk memperoleh hidup itu.
41  Aku tidak memerlukan hormat dari manusia.
42  Tetapi tentang kamu, memang Aku tahu bahwa di dalam hatimu kamu tidak mempunyai kasih akan Allah.
43  Aku datang dalam nama Bapa-Ku dan kamu tidak menerima Aku; jikalau orang lain datang atas namanya sendiri, kamu akan menerima dia.
44  Bagaimanakah kamu dapat percaya, kamu yang menerima hormat seorang dari yang lain dan yang tidak mencari hormat yang datang dari Allah yang Esa?
45  Jangan kamu menyangka, bahwa Aku akan mendakwa kamu di hadapan Bapa; yang mendakwa kamu adalah Musa, yaitu Musa, yang kepadanya kamu menaruh pengharapanmu.
46  Sebab jikalau kamu percaya kepada Musa, tentu kamu akan percaya juga kepada-Ku, sebab ia telah menulis tentang Aku.
47  Tetapi jikalau kamu tidak percaya akan apa yang ditulisnya, bagaimanakah kamu akan percaya akan apa yang Kukatakan?”

2 April 2014

Renungan Harian, 2 April 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Bapa-Ku bekerja sampai sekarang, maka Akupun bekerja juga.” (Yoh 5:17-30)

Ucapan Yesus ini bagi pandangan orang Yahudi merupakan suatu tantangan, karena Yesus meniadakan hari Sabat. Sebagai orang Kristiani, kita pun tidak boleh surut oleh tantangan.  Kita berimankan Tuhan yang mampu membangkitkan dan menghakimi. maka kita tidak boleh kawatir lagi. Kepercayaan itu harus menumbuhkan mutu hidup dan ikut menyembuhkan orang-orang disekitar kita, dengan segala kemampuan yang kita miliki.

(Mazmur 145:8-9.13c-14.17-18)
TUHAN itu pengasih dan penyayang, panjang sabar dan besar kasih setia-Nya.
TUHAN itu baik kepada semua orang, dan penuh rahmat terhadap segala yang dijadikan-Nya.
TUHAN setia dalam segala perkataan-Nya dan penuh kasih setia dalam segala perbuatan-Nya.
TUHAN itu penopang bagi semua orang yang jatuh dan penegak bagi semua orang yang tertunduk.
TUHAN itu adil dalam segala jalan-Nya dan penuh kasih setia dalam segala perbuatan-Nya.
TUHAN dekat pada setiap orang yang berseru kepada-Nya, pada setiap orang yang berseru kepada-Nya dalam kesetiaan.

Bacaan Lengkap hari ini :

17 Tetapi Ia berkata kepada mereka: “Bapa-Ku bekerja sampai sekarang, maka Akupun bekerja juga.”
18  Sebab itu orang-orang Yahudi lebih berusaha lagi untuk membunuh-Nya, bukan saja karena Ia meniadakan hari Sabat, tetapi juga karena Ia mengatakan bahwa Allah adalah Bapa-Nya sendiri dan dengan demikian menyamakan diri-Nya dengan Allah.
19  Maka Yesus menjawab mereka, kata-Nya: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya Anak tidak dapat mengerjakan sesuatu dari diri-Nya sendiri, jikalau tidak Ia melihat Bapa mengerjakannya; sebab apa yang dikerjakan Bapa, itu juga yang dikerjakan Anak.
20  Sebab Bapa mengasihi Anak dan Ia menunjukkan kepada-Nya segala sesuatu yang dikerjakan-Nya sendiri, bahkan Ia akan menunjukkan kepada-Nya pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar lagi dari pada pekerjaan-pekerjaan itu, sehingga kamu menjadi heran.
21  Sebab sama seperti Bapa membangkitkan orang-orang mati dan menghidupkannya, demikian juga Anak menghidupkan barangsiapa yang dikehendaki-Nya.
22  Bapa tidak menghakimi siapapun, melainkan telah menyerahkan penghakiman itu seluruhnya kepada Anak,
23  supaya semua orang menghormati Anak sama seperti mereka menghormati Bapa. Barangsiapa tidak menghormati Anak, ia juga tidak menghormati Bapa, yang mengutus Dia.
24  Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa mendengar perkataan-Ku dan percaya kepada Dia yang mengutus Aku, ia mempunyai hidup yang kekal dan tidak turut dihukum, sebab ia sudah pindah dari dalam maut ke dalam hidup.
25  Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya saatnya akan tiba dan sudah tiba, bahwa orang-orang mati akan mendengar suara Anak Allah, dan mereka yang mendengarnya, akan hidup.
26  Sebab sama seperti Bapa mempunyai hidup dalam diri-Nya sendiri, demikian juga diberikan-Nya Anak mempunyai hidup dalam diri-Nya sendiri.
27  Dan Ia telah memberikan kuasa kepada-Nya untuk menghakimi, karena Ia adalah Anak Manusia.
28  Janganlah kamu heran akan hal itu, sebab saatnya akan tiba, bahwa semua orang yang di dalam kuburan akan mendengar suara-Nya,
29  dan mereka yang telah berbuat baik akan keluar dan bangkit untuk hidup yang kekal, tetapi mereka yang telah berbuat jahat akan bangkit untuk dihukum.
30  Aku tidak dapat berbuat apa-apa dari diri-Ku sendiri; Aku menghakimi sesuai dengan apa yang Aku dengar, dan penghakiman-Ku adil, sebab Aku tidak menuruti kehendak-Ku sendiri, melainkan kehendak Dia yang mengutus Aku.

1 April 2014

Renungan Harian, 1 April 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Angkatlah tilammu dan berjalanlah?” (Yoh 5:1-16)

Sebagai seorang pria, Yesus juga mempunyai sifat kelembutan, Dia menunjukkan perhatian pada seorang pria yang sudah 38 tahun duduk ditepi kolam Bethesda. Yesus menyembuhkan dia pada hari Sabat. Alasan yang Ia berikan adalah: “Bapa-Ku bekerja sampai sekarang, maka Aku pun bekerja juga.” Karya Allah untuk mencipta dan menopang segala yang hidup, memulihkan dan menyembuhkan dengan tak kunjung henti. Tak ada yang bisa menghalangi Dia berbuat baik di mana saja dan kapan saja. Siapakah manusia yang mau membatasi karya Allah? Bagaimana pula kita akan membatasi karya Roh yang mau berbuat baik melalui diri kita?

(Mazmur 46:2-3.5-6.8-9)
Sebab itu kita tidak akan takut, sekalipun bumi berubah, sekalipun gunung-gunung goncang di dalam laut;
sekalipun ribut dan berbuih airnya, sekalipun gunung-gunung goyang oleh geloranya. Sela
Allah ada di dalamnya, kota itu tidak akan goncang; Allah akan menolongnya menjelang pagi.
Bangsa-bangsa ribut, kerajaan-kerajaan goncang, Ia memperdengarkan suara-Nya, dan bumipun hancur.
Pergilah, pandanglah pekerjaan TUHAN, yang mengadakan pemusnahan di bumi,
yang menghentikan peperangan sampai ke ujung bumi, yang mematahkan busur panah, menumpulkan tombak, membakar kereta-kereta perang dengan api!

Bacaan Lengkap hari ini :

1 Sesudah itu ada hari raya orang Yahudi, dan Yesus berangkat ke Yerusalem.
2  Di Yerusalem dekat Pintu Gerbang Domba ada sebuah kolam, yang dalam bahasa Ibrani disebut Betesda; ada lima serambinya
3  dan di serambi-serambi itu berbaring sejumlah besar orang sakit: orang-orang buta, orang-orang timpang dan orang-orang lumpuh, yang menantikan goncangan air kolam itu.
4  Sebab sewaktu-waktu turun malaikat Tuhan ke kolam itu dan menggoncangkan air itu; barangsiapa yang terdahulu masuk ke dalamnya sesudah goncangan air itu, menjadi sembuh, apapun juga penyakitnya.
5  Di situ ada seorang yang sudah tiga puluh delapan tahun lamanya sakit.
6  Ketika Yesus melihat orang itu berbaring di situ dan karena Ia tahu, bahwa ia telah lama dalam keadaan itu, berkatalah Ia kepadanya: “Maukah engkau sembuh?”
7  Jawab orang sakit itu kepada-Nya: “Tuhan, tidak ada orang yang menurunkan aku ke dalam kolam itu apabila airnya mulai goncang, dan sementara aku menuju ke kolam itu, orang lain sudah turun mendahului aku.”
8  Kata Yesus kepadanya: “Bangunlah, angkatlah tilammu dan berjalanlah.
9  Dan pada saat itu juga sembuhlah orang itu lalu ia mengangkat tilamnya dan berjalan. Tetapi hari itu hari Sabat.
10  Karena itu orang-orang Yahudi berkata kepada orang yang baru sembuh itu: “Hari ini hari Sabat dan tidak boleh engkau memikul tilammu.”
11  Akan tetapi ia menjawab mereka: “Orang yang telah menyembuhkan aku, dia yang mengatakan kepadaku: Angkatlah tilammu dan berjalanlah.”
12  Mereka bertanya kepadanya: “Siapakah orang itu yang berkata kepadamu: Angkatlah tilammu dan berjalanlah?”
13  Tetapi orang yang baru sembuh itu tidak tahu siapa orang itu, sebab Yesus telah menghilang ke tengah-tengah orang banyak di tempat itu.
14  Kemudian Yesus bertemu dengan dia dalam Bait Allah lalu berkata kepadanya: “Engkau telah sembuh; jangan berbuat dosa lagi, supaya padamu jangan terjadi yang lebih buruk.”
15  Orang itu keluar, lalu menceriterakan kepada orang-orang Yahudi, bahwa Yesuslah yang telah menyembuhkan dia.
16  Dan karena itu orang-orang Yahudi berusaha menganiaya Yesus, karena Ia melakukan hal-hal itu pada hari Sabat.

31 March 2014

Renungan Harian, 31 Maret 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Jika kamu tidak melihat tanda dan mujizat, kamu tidak percaya.” (Yoh 4:43-54)

Dalam hidup kita juga seringkali untuk berbuat baik, ditanggapi tidak baik. Bahkan ada juga dengan perbuatan baik kita membuat orang lain curiga. Yesus juga melakukan hal ini pada seorang ayah yang meminta keembuhan, tujuannya hanyalah menguji niat tulus sang ayah. Kebaikan kita memang hanya akan diperhitungkan kalau kita lakukan dengan tulus. Bagaimana dengan kita sebagai “orang tua” dalam iman, apakah kita sudah berbuat baik dalam keluarga kita masing-masing? Apakah kita sudah menjalankan fungsi kita dalam keluarga dengan baik? Berusahalah dalam Masa Prapaskah ini untuk memperbaikinya.

(Mazmur 30:2.4.5-6.11-12a.13b)

Aku akan memuji Engkau, ya TUHAN, sebab Engkau telah menarik aku ke atas, dan tidak memberi musuh-musuhku bersukacita atas aku.
TUHAN, Engkau mengangkat aku dari dunia orang mati, Engkau menghidupkan aku di antara mereka yang turun ke liang kubur.
Nyanyikanlah mazmur bagi TUHAN, hai orang-orang yang dikasihi-Nya, dan persembahkanlah syukur kepada nama-Nya yang kudus!
Sebab sesaat saja Ia murka, tetapi seumur hidup Ia murah hati; sepanjang malam ada tangisan, menjelang pagi terdengar sorak-sorai.
Dengarlah, TUHAN, dan kasihanilah aku, TUHAN, jadilah penolongku!”
Aku yang meratap telah Kauubah menjadi orang yang menari-nari,
TUHAN, Allahku, untuk selama-lamanya aku mau menyanyikan syukur bagi-Mu.

Bacaan Lengkap hari ini :

43 Dan setelah dua hari itu Yesus berangkat dari sana ke Galilea,
44  sebab Yesus sendiri telah bersaksi, bahwa seorang nabi tidak dihormati di negerinya sendiri.
45  Maka setelah ia tiba di Galilea, orang-orang Galileapun menyambut Dia, karena mereka telah melihat segala sesuatu yang dikerjakan-Nya di Yerusalem pada pesta itu, sebab mereka sendiripun turut ke pesta itu.
46  Maka Yesus kembali lagi ke Kana di Galilea, di mana Ia membuat air menjadi anggur. Dan di Kapernaum ada seorang pegawai istana, anaknya sedang sakit.
47  Ketika ia mendengar, bahwa Yesus telah datang dari Yudea ke Galilea, pergilah ia kepada-Nya lalu meminta, supaya Ia datang dan menyembuhkan anaknya, sebab anaknya itu hampir mati.
48  Maka kata Yesus kepadanya: “Jika kamu tidak melihat tanda dan mujizat, kamu tidak percaya.”
49  Pegawai istana itu berkata kepada-Nya: “Tuhan, datanglah sebelum anakku mati.”
50  Kata Yesus kepadanya: “Pergilah, anakmu hidup!” Orang itu percaya akan perkataan yang dikatakan Yesus kepadanya, lalu pergi.
51  Ketika ia masih di tengah jalan hamba-hambanya telah datang kepadanya dengan kabar, bahwa anaknya hidup.
52  Ia bertanya kepada mereka pukul berapa anak itu mulai sembuh. Jawab mereka: “Kemarin siang pukul satu demamnya hilang.”
53  Maka teringatlah ayah itu, bahwa pada saat itulah Yesus berkata kepadanya: “Anakmu hidup.” Lalu iapun percaya, ia dan seluruh keluarganya.
54  Dan itulah tanda kedua yang dibuat Yesus ketika Ia pulang dari Yudea ke Galilea.

30 March 2014

Renungan Harian, 30 Maret 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi Tuhan melihat hati. (1Sam 16:1b.6-7.10-13a)

Samuel disuruh Tuhan mengurapi salah seorang anak Isai. Ternyata penilaiannya tentang calon raja keliru semua, karena didasarkan pada apa yang bisa dilihat mata. Bukankah kita juga sering salah menilai orang karena hanya melihat dari luar? Yang kelihatan lemah dan tak bersemangat, ternyata sangat ulet dan punya daya juang yang besar. Si buta yang baru saja dibuka matanya oleh Yesus, mengenali Dia sebagai Mesias. Tetapi orang-orang Farisi yang terpelajar dan melek seumur hidup, gagal melihat Mesias dalam diri Yesus, sebab mata hati mereka buta sebuta-butanya.

(Mazmur 23:1-3a,3b-4,5,6)
1 Mazmur Daud. TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku.
2 Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau, Ia membimbing aku ke air yang tenang;
3 Ia menyegarkan jiwaku. Ia menuntun aku di jalan yang benar oleh karena nama-Nya.
4 Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku.
5 Engkau menyediakan hidangan bagiku, di hadapan lawanku; Engkau mengurapi kepalaku dengan minyak; pialaku penuh melimpah.
6 Kebajikan dan kemurahan belaka akan mengikuti aku, seumur hidupku; dan aku akan diam dalam rumah TUHAN sepanjang masa.

Bacaan Lengkap hari ini :

1 Aku mengutus engkau kepada Isai, orang Betlehem itu, sebab di antara anak-anaknya telah Kupilih seorang raja bagi-Ku.”
6 Ketika mereka itu masuk dan Samuel melihat Eliab, lalu pikirnya: “Sungguh, di hadapan TUHAN sekarang berdiri yang diurapi-Nya.”
7 Tetapi berfirmanlah TUHAN kepada Samuel: “Janganlah pandang parasnya atau perawakan yang tinggi, sebab Aku telah menolaknya. Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati.
10 Demikianlah Isai menyuruh ketujuh anaknya lewat di depan Samuel, tetapi Samuel berkata kepada Isai: “Semuanya ini tidak dipilih TUHAN.”
11 Lalu Samuel berkata kepada Isai: “Inikah anakmu semuanya?” Jawabnya: “Masih tinggal yang bungsu, tetapi sedang menggembalakan kambing domba.” Kata Samuel kepada Isai: “Suruhlah memanggil dia, sebab kita tidak akan duduk makan, sebelum ia datang ke mari.”
12 Kemudian disuruhnyalah menjemput dia. Ia kemerah-merahan, matanya indah dan parasnya elok. Lalu TUHAN berfirman: “Bangkitlah, urapilah dia, sebab inilah dia.”
13 Samuel mengambil tabung tanduk yang berisi minyak itu dan mengurapi Daud di tengah-tengah saudara-saudaranya.

29 March 2014

Renungan Harian, 29 Maret 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 06:30

“Sebab barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan.” (Luk 18:9-14)

Orang yang dibenarkan bukan semata karena perbuatan baik yang dimotivasi oleh kesombongan pribadi, tetapi karena merendahkan diri di hadapan Tuhan. Inilah doa yang paling sempurna, yang bia membenarkan orang berdosa, yakni doa mohon belas kasih dan pengampunan dari Tuhan. Semua orang akan dibenarkan apapun kesalahan dan dosanya kecuali orang sombong. Oleh karena itu, janganlah membanggakan apa yang kita miliki dan kebaikan yang sudah kita lakukan, sebab semua itu pemberian. Sadarilah bahwa kita butuh pengampunan Tuhan.

(Mazmur 51:3-4.18-19.20-21ab)
Kasihanilah aku, ya Allah, menurut kasih setia-Mu, hapuskanlah pelanggaranku menurut rahmat-Mu yang besar!
Bersihkanlah aku seluruhnya dari kesalahanku, dan tahirkanlah aku dari dosaku!
Sebab Engkau tidak berkenan kepada korban sembelihan; sekiranya kupersembahkan korban bakaran, Engkau tidak menyukainya.
Korban sembelihan kepada Allah ialah jiwa yang hancur; hati yang patah dan remuk tidak akan Kaupandang hina, ya Allah.
Lakukanlah kebaikan kepada Sion menurut kerelaan hati-Mu bangunkanlah tembok-tembok Yerusalem!
Maka Engkau akan berkenan kepada korban yang benar, korban bakaran dan korban yang terbakar seluruhnya;

Bacaan Lengkap hari ini :

9 Dan kepada beberapa orang yang menganggap dirinya benar dan memandang rendah semua orang lain, Yesus mengatakan perumpamaan ini:
10  “Ada dua orang pergi ke Bait Allah untuk berdoa; yang seorang adalah Farisi dan yang lain pemungut cukai.
11  Orang Farisi itu berdiri dan berdoa dalam hatinya begini: Ya Allah, aku mengucap syukur kepada-Mu, karena aku tidak sama seperti semua orang lain, bukan perampok, bukan orang lalim, bukan pezinah dan bukan juga seperti pemungut cukai ini;
12  aku berpuasa dua kali seminggu, aku memberikan sepersepuluh dari segala penghasilanku.
13  Tetapi pemungut cukai itu berdiri jauh-jauh, bahkan ia tidak berani menengadah ke langit, melainkan ia memukul diri dan berkata: Ya Allah, kasihanilah aku orang berdosa ini.
14  Aku berkata kepadamu: Orang ini pulang ke rumahnya sebagai orang yang dibenarkan Allah dan orang lain itu tidak. Sebab barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan.

28 March 2014

Renungan Harian, 28 Maret 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Yesus melihat, bagaimana bijaksananya jawab orang itu, dan Ia berkata kepadanya: “Engkau tidak jauh dari Kerajaan Allah!” (Mrk12:28b-34)

Jadilah orang bijaksana. Karena orang seperti itu bukan hanya tahu memilah-milah, tetapi tahu memilih terbaik. Bukan hanya tahu merinci tetapi melihat isi terdalam. Bukan hanya tahu menjawab, tetapi bertanggung jawab. Setelah bijaksana, kita dipanggil untuk rela berkorban. Itulah tingkat kebijaksanaan Allah. Salib adalah kebijaksanaan Allah. Orang bijaksana tahu membaca waktu dan akan ada waktu kebijaksanaan Allah menjadi prioritas utama.

(Mazmur 81:6c-8a.8b-9.10-11b.14.17)
“Aku telah mengangkat beban dari bahunya, tangannya telah bebas dari keranjang pikulan;
dalam kesesakan engkau berseru, maka Aku meluputkan engkau; Aku menjawab engkau dalam persembunyian guntur, Aku telah menguji engkau dekat air Meriba. Sela
Dengarlah hai umat-Ku, Aku hendak memberi peringatan kepadamu; hai Israel, jika engkau mau mendengarkan Aku!
Janganlah ada di antaramu allah lain, dan janganlah engkau menyembah kepada allah asing.
Akulah TUHAN, Allahmu, yang menuntun engkau keluar dari tanah Mesir: bukalah mulutmu lebar-lebar, maka Aku akan membuatnya penuh.
Tetapi umat-Ku tidak mendengarkan suara-Ku, dan Israel tidak suka kepada-Ku.
Sekiranya umat-Ku mendengarkan Aku! Sekiranya Israel hidup menurut jalan yang Kutunjukkan!
Tetapi umat-Ku akan Kuberi makan gandum yang terbaik dan dengan madu dari gunung batu Aku akan mengenyangkannya.”

Bacaan Lengkap hari ini :

28 Lalu seorang ahli Taurat, yang mendengar Yesus dan orang-orang Saduki bersoal jawab dan tahu, bahwa Yesus memberi jawab yang tepat kepada orang-orang itu, datang kepada-Nya dan bertanya: “Hukum manakah yang paling utama?”
29  Jawab Yesus: “Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa.
30  Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu.
31  Dan hukum yang kedua ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Tidak ada hukum lain yang lebih utama dari pada kedua hukum ini.”
32  Lalu kata ahli Taurat itu kepada Yesus: “Tepat sekali, Guru, benar kata-Mu itu, bahwa Dia esa, dan bahwa tidak ada yang lain kecuali Dia.
33  Memang mengasihi Dia dengan segenap hati dan dengan segenap pengertian dan dengan segenap kekuatan, dan juga mengasihi sesama manusia seperti diri sendiri adalah jauh lebih utama dari pada semua korban bakaran dan korban sembelihan.”
34  Yesus melihat, bagaimana bijaksananya jawab orang itu, dan Ia berkata kepadanya: “Engkau tidak jauh dari Kerajaan Allah!” Dan seorangpun tidak berani lagi menanyakan sesuatu kepada Yesus.

27 March 2014

Renungan Harian, 27 Maret 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Ia mengusir setan dengan kuasa Beelzebul, penghulu setan.” (Luk 11:14-23)

Rasa curiga membuat kita gagal menerima maksud baik orang lain, sedangkan sikap tidak percaya akan menghalangi kita untuk menikmati rahmat keselamatan yang ditawarkan Allah kepada kita. Oleh karena itu, bila ingin memperoleh banyak rahmat dan berkat dari seama maupun Allah, kita harus berani meletakkan iman dan kepercayaan sebagai landasan hidup kita. Semakin mendalam iman kita kepada Allah, akan menjadikan kita mudah untuk mempercayai sesama kita. Keluarga Katolik yang sejati akan meletakkan hidupnya ata dasar iman. Hidup dari iman, dalam iman dan untuk iman.

(Mazmur 95:1-2.6-7.8-9)
Marilah kita bersorak-sorai untuk TUHAN, bersorak-sorak bagi gunung batu keselamatan kita.
Biarlah kita menghadap wajah-Nya dengan nyanyian syukur, bersorak-sorak bagi-Nya dengan nyanyian mazmur.
Masuklah, marilah kita sujud menyembah, berlutut di hadapan TUHAN yang menjadikan kita.
Sebab Dialah Allah kita, dan kitalah umat gembalaan-Nya dan kawanan domba tuntunan tangan-Nya. Pada hari ini, sekiranya kamu mendengar suara-Nya!
Janganlah keraskan hatimu seperti di Meriba, seperti pada hari di Masa di padang gurun,
pada waktu nenek moyangmu mencobai Aku, menguji Aku, padahal mereka melihat perbuatan-Ku.

Bacaan lengkap hari ini:

14 Pada suatu kali Yesus mengusir dari seorang suatu setan yang membisukan. Ketika setan itu keluar, orang bisu itu dapat berkata-kata. Maka heranlah orang banyak.
15  Tetapi ada di antara mereka yang berkata: “Ia mengusir setan dengan kuasa Beelzebul, penghulu setan.”
16  Ada pula yang meminta suatu tanda dari sorga kepada-Nya, untuk mencobai Dia.
17  Tetapi Yesus mengetahui pikiran mereka lalu berkata: “Setiap kerajaan yang terpecah-pecah pasti binasa, dan setiap rumah tangga yang terpecah-pecah, pasti runtuh.
18  Jikalau Iblis itu juga terbagi-bagi dan melawan dirinya sendiri, bagaimanakah kerajaannya dapat bertahan? Sebab kamu berkata, bahwa Aku mengusir setan dengan kuasa Beelzebul.
19  Jadi jika Aku mengusir setan dengan kuasa Beelzebul, dengan kuasa apakah pengikut-pengikutmu mengusirnya? Sebab itu merekalah yang akan menjadi hakimmu.
20  Tetapi jika Aku mengusir setan dengan kuasa Allah, maka sesungguhnya Kerajaan Allah sudah datang kepadamu.
21  Apabila seorang yang kuat dan yang lengkap bersenjata menjaga rumahnya sendiri, maka amanlah segala miliknya.
22  Tetapi jika seorang yang lebih kuat dari padanya menyerang dan mengalahkannya, maka orang itu akan merampas perlengkapan senjata, yang diandalkannya, dan akan membagi-bagikan rampasannya.
23  Siapa tidak bersama Aku, ia melawan Aku dan siapa tidak mengumpulkan bersama Aku, ia mencerai-beraikan.”

« Newer PostsOlder Posts »

Powered by WordPress