Renungan Harian

8 February 2014

Renungan Harian, 8 Februari 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka seperti domba yang tidak mempunyai gembala. (Mrk 6:30-34)

Yesus bersama para murid-Nya berusaha untuk mencari tempat sunyi supaya dapat beristirahat. Namun, orang banyak terus berusaha mencari Dia. Melihat orang banyak itu hati Yesus tergerak dan merasa kasihan. Maka Yesus dan para rasul pun melayani dan mengajar mereka. Sebagai murid Yesus, hendaknya kita pun memiliki kepekaan dan mata hati untuk mendengarkan, merasakan jeritan hidup sesama sekita hidup sehari-hari kita. Yesus selalu berjumpa dengan kita melalui orang-orang kecil yang ada disekeliling kita.

Terpujilah Engkau, ya TUHAN; ajarkanlah ketetapan-ketetapan-Mu kepadaku. (Mzm 119:12)

Bacaan Lengkap hari ini :

30 Kemudian rasul-rasul itu kembali berkumpul dengan Yesus dan memberitahukan kepada-Nya semua yang mereka kerjakan dan ajarkan.
31  Lalu Ia berkata kepada mereka: “Marilah ke tempat yang sunyi, supaya kita sendirian, dan beristirahatlah seketika!” Sebab memang begitu banyaknya orang yang datang dan yang pergi, sehingga makanpun mereka tidak sempat.
32  Maka berangkatlah mereka untuk mengasingkan diri dengan perahu ke tempat yang sunyi.
33  Tetapi pada waktu mereka bertolak banyak orang melihat mereka dan mengetahui tujuan mereka. Dengan mengambil jalan darat segeralah datang orang dari semua kota ke tempat itu sehingga mendahului mereka.
34  Ketika Yesus mendarat, Ia melihat sejumlah besar orang banyak, maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka seperti domba yang tidak mempunyai gembala. Lalu mulailah Ia mengajarkan banyak hal kepada mereka.

6 February 2014

Renungan Harian, 6 Februari 2014 – Peringatan Wajib Santo Paulus Miki dkk., Martir

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Ia memanggil kedua belas murid itu dan mengutus mereka berdua-dua. (Mrk 6:7-13)

Kita semua dipanggil dan diutus Tuhan untuk mewartakan Kabar Gembira. Medan perutusan kita adalah hidup, keluarga, lingkungan, tempat kerja dan dimana saja kita berada. Dalam tugas pelayanan, kita diminta untuk selalu mengandalkan Tuhan, agar kita mampu mengemban tugas perutusan itu dan memberi kesaksian tentang Tuhan. Kalau kita mengandalkan diri sendiri tugas itu menjadi berat dan melelahkan. Kita butuh teman, kita akan mampu melakukan pelayanan dan misi kita, karena kita punya teman-teman. Namun kita tetap butuh kuasa Tuhan agar pelayanan dan misi kita berhasil.

Ya TUHAN, punya-Mulah kerajaan dan Engkau yang tertinggi itu melebihi segala-galanya sebagai kepala. (1Taw 29:11)

Bacaan Lengkap hari ini :

7 Ia memanggil kedua belas murid itu dan mengutus mereka berdua-dua. Ia memberi mereka kuasa atas roh-roh jahat,
8  dan berpesan kepada mereka supaya jangan membawa apa-apa dalam perjalanan mereka, kecuali tongkat, rotipun jangan, bekalpun jangan, uang dalam ikat pinggangpun jangan,
9  boleh memakai alas kaki, tetapi jangan memakai dua baju.
10  Kata-Nya selanjutnya kepada mereka: “Kalau di suatu tempat kamu sudah diterima dalam suatu rumah, tinggallah di situ sampai kamu berangkat dari tempat itu.
11  Dan kalau ada suatu tempat yang tidak mau menerima kamu dan kalau mereka tidak mau mendengarkan kamu, keluarlah dari situ dan kebaskanlah debu yang di kakimu sebagai peringatan bagi mereka.”
12  Lalu pergilah mereka memberitakan bahwa orang harus bertobat,
13  dan mereka mengusir banyak setan, dan mengoles banyak orang sakit dengan minyak dan menyembuhkan mereka.

5 February 2014

Renungan Harian, 5 Februari 2014 – Peringatan Wajib Santa Agatha, Perawan dan Martir

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Seorang nabi dihormati di mana-mana kecuali di tempat asalnya sendiri, (Mrk 6:1-6)

Meskipun tidak dihargai ditempat asalnya Yesus masih juga menyembuhkan beberapa orang sakit dengan menumpangkan tangan. Kasih menjadi akar menghayati iman dan harapan. Puncak cinta kasih Allah tampak saat Ia sengsara, wafat dan bangkit. Cinta kasih Allah dalam diri Yesus mendatangkan keselamatan dunia. Meski untuk itu Yesus harus dikurbankan. St. Agatha yang kita peringati hari ini, sangat mencintai Yesus. Hidupnya dikurbankan untuk Yesus, saudaranya. Hidupnya sudah menyerupai hidup dan pengurbanan Yesus. Cinta kasih sejati diukur dari kualitas semangat pengurbanan.

“Berbahagialah orang yang diampuni pelanggarannya, yang dosanya ditutupi!” Mzm 32:1)

Bacaan Lengkap hari ini :

anak Maria, saudara Yakobus, Yoses, Yudas dan Simon? Dan bukankah saudara-saudara-Nya yang perempuan ada bersama kita?” Lalu mereka kecewa dan menolak Dia.
4  Maka Yesus berkata kepada mereka: “Seorang nabi dihormati di mana-mana kecuali di tempat asalnya sendiri, di antara kaum keluarganya dan di rumahnya.”
5  Ia tidak dapat mengadakan satu mujizatpun di sana, kecuali menyembuhkan beberapa orang sakit dengan meletakkan tangan-Nya atas mereka.
6  Ia merasa heran atas ketidakpercayaan mereka. (6 #6b) Lalu Yesus berjalan keliling dari desa ke desa sambil mengajar.

4 February 2014

Renungan Harian, 4 Februari 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Hai anak-Ku, imanmu telah menyelamatkan engkau. Pergilah dengan selamat dan sembuhlah dari penyakitmu!” (Mrk 5:21-43)

Cinta itu sesuatu yang misterius. Siapa pula dapat menduga kasih bapa yang mencari Yesus supaya menyembuhkan putrinya yang hampir mati? Akhirnya, siapa dapat menduga kasih Allah kepada perempuan yang sakit pendarahan selama 12 tahun dan disembuhkan seketika oleh Yesus? Semua kasih manusia bersumber pada kasih Allah, sebab Dia adalah KASIH. Yang dekat dengan Allah mau tak mau mengasihi dan menjauhkan segala kebencian dan dendam.

Sendengkanlah telinga-Mu, ya TUHAN, jawablah aku, sebab sengsara dan miskin aku. (Mzm 86:1)

Bacaan Lengkap hari ini:

21 Sesudah Yesus menyeberang lagi dengan perahu, orang banyak berbondong-bondong datang lalu mengerumuni Dia. Sedang Ia berada di tepi danau,
22  datanglah seorang kepala rumah ibadat yang bernama Yairus. Ketika ia melihat Yesus, tersungkurlah ia di depan kaki-Nya
23  dan memohon dengan sangat kepada-Nya: “Anakku perempuan sedang sakit, hampir mati, datanglah kiranya dan letakkanlah tangan-Mu atasnya, supaya ia selamat dan tetap hidup.”
24  Lalu pergilah Yesus dengan orang itu. Orang banyak berbondong-bondong mengikuti Dia dan berdesak-desakan di dekat-Nya.
25  Adalah di situ seorang perempuan yang sudah dua belas tahun lamanya menderita pendarahan.
26  Ia telah berulang-ulang diobati oleh berbagai tabib, sehingga telah dihabiskannya semua yang ada padanya, namun sama sekali tidak ada faedahnya malah sebaliknya keadaannya makin memburuk.
27  Dia sudah mendengar berita-berita tentang Yesus, maka di tengah-tengah orang banyak itu ia mendekati Yesus dari belakang dan menjamah jubah-Nya.
28  Sebab katanya: “Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh.”
29  Seketika itu juga berhentilah pendarahannya dan ia merasa, bahwa badannya sudah sembuh dari penyakitnya.
30  Pada ketika itu juga Yesus mengetahui, bahwa ada tenaga yang keluar dari diri-Nya, lalu Ia berpaling di tengah orang banyak dan bertanya: “Siapa yang menjamah jubah-Ku?”
31  Murid-murid-Nya menjawab: “Engkau melihat bagaimana orang-orang ini berdesak-desakan dekat-Mu, dan Engkau bertanya: Siapa yang menjamah Aku?”
32  Lalu Ia memandang sekeliling-Nya untuk melihat siapa yang telah melakukan hal itu.
33  Perempuan itu, yang menjadi takut dan gemetar ketika mengetahui apa yang telah terjadi atas dirinya, tampil dan tersungkur di depan Yesus dan dengan tulus memberitahukan segala sesuatu kepada-Nya.
34  Maka kata-Nya kepada perempuan itu: “Hai anak-Ku, imanmu telah menyelamatkan engkau. Pergilah dengan selamat dan sembuhlah dari penyakitmu!”
35 Ketika Yesus masih berbicara datanglah orang dari keluarga kepala rumah ibadat itu dan berkata: “Anakmu sudah mati, apa perlunya lagi engkau menyusah-nyusahkan Guru?”
36  Tetapi Yesus tidak menghiraukan perkataan mereka dan berkata kepada kepala rumah ibadat: “Jangan takut, percaya saja!”
37  Lalu Yesus tidak memperbolehkan seorangpun ikut serta, kecuali Petrus, Yakobus dan Yohanes, saudara Yakobus.
38  Mereka tiba di rumah kepala rumah ibadat, dan di sana dilihat-Nya orang-orang ribut, menangis dan meratap dengan suara nyaring.
39  Sesudah Ia masuk Ia berkata kepada orang-orang itu: “Mengapa kamu ribut dan menangis? Anak ini tidak mati, tetapi tidur!”
40  Tetapi mereka menertawakan Dia. Maka diusir-Nya semua orang itu, lalu dibawa-Nya ayah dan ibu anak itu dan mereka yang bersama-sama dengan Dia masuk ke kamar anak itu.
41  Lalu dipegang-Nya tangan anak itu, kata-Nya: “Talita kum,” yang berarti: “Hai anak, Aku berkata kepadamu, bangunlah!”
42  Seketika itu juga anak itu bangkit berdiri dan berjalan, sebab umurnya sudah dua belas tahun. Semua orang yang hadir sangat takjub.
43  Dengan sangat Ia berpesan kepada mereka, supaya jangan seorangpun mengetahui hal itu, lalu Ia menyuruh mereka memberi anak itu makan.

3 February 2014

Renungan Harian, 3 Februari 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

datanglah seorang yang kerasukan roh jahat dari pekuburan menemui Dia. (Mrk 5:1-20)

Dari Injil kita melihat kenyataan bahwa ada dua kekuatan. Kekuatan roh jahat dan kekuatan roh baik. Keduanya tidak mungkin disatukan seperti gambaran yin dan yang dalam filsafat Konfusius. Kuasa roh jahat itu ternyata banyak. Maka ketika mereka menggoda, dengan mudah manusia dipengaruhinya. Celakanya manusia tidak menyadari musuh dahsyat ini. Akibatnya manusia menjadi keras, kejam, licik, rusak dan beringas. Saatnya manusia beriman dengan sadar dan radikal mengandalkan roh baik dari Allah dalam segala sesuatunya.

Engkaulah kemuliaanku dan yang mengangkat kepalaku. (Mzm 3:3)

Bacaan Lengkap hari ini :

1 Lalu sampailah mereka di seberang danau, di daerah orang Gerasa.
2  Baru saja Yesus turun dari perahu, datanglah seorang yang kerasukan roh jahat dari pekuburan menemui Dia.
3  Orang itu diam di sana dan tidak ada seorangpun lagi yang sanggup mengikatnya, sekalipun dengan rantai,
4  karena sudah sering ia dibelenggu dan dirantai, tetapi rantainya diputuskannya dan belenggunya dimusnahkannya, sehingga tidak ada seorangpun yang cukup kuat untuk menjinakkannya.
5  Siang malam ia berkeliaran di pekuburan dan di bukit-bukit sambil berteriak-teriak dan memukuli dirinya dengan batu.
6  Ketika ia melihat Yesus dari jauh, berlarilah ia mendapatkan-Nya lalu menyembah-Nya,
7  dan dengan keras ia berteriak: “Apa urusan-Mu dengan aku, hai Yesus, Anak Allah Yang Mahatinggi? Demi Allah, jangan siksa aku!”
8  Karena sebelumnya Yesus mengatakan kepadanya: “Hai engkau roh jahat! Keluar dari orang ini!”
9  Kemudian Ia bertanya kepada orang itu: “Siapa namamu?” Jawabnya: “Namaku Legion, karena kami banyak.”
10  Ia memohon dengan sangat supaya Yesus jangan mengusir roh-roh itu keluar dari daerah itu.
11  Adalah di sana di lereng bukit sejumlah besar babi sedang mencari makan,
12  lalu roh-roh itu meminta kepada-Nya, katanya: “Suruhlah kami pindah ke dalam babi-babi itu, biarkanlah kami memasukinya!”
13  Yesus mengabulkan permintaan mereka. Lalu keluarlah roh-roh jahat itu dan memasuki babi-babi itu. Kawanan babi yang kira-kira dua ribu jumlahnya itu terjun dari tepi jurang ke dalam danau dan mati lemas di dalamnya.
14  Maka larilah penjaga-penjaga babi itu dan menceriterakan hal itu di kota dan di kampung-kampung sekitarnya. Lalu keluarlah orang untuk melihat apa yang terjadi.
15  Mereka datang kepada Yesus dan melihat orang yang kerasukan itu duduk, sudah berpakaian dan sudah waras, orang yang tadinya kerasukan legion itu. Maka takutlah mereka.
16  Orang-orang yang telah melihat sendiri hal itu menceriterakan kepada mereka tentang apa yang telah terjadi atas orang yang kerasukan setan itu, dan tentang babi-babi itu.
17  Lalu mereka mendesak Yesus supaya Ia meninggalkan daerah mereka.
18  Pada waktu Yesus naik lagi ke dalam perahu, orang yang tadinya kerasukan setan itu meminta, supaya ia diperkenankan menyertai Dia.
19  Yesus tidak memperkenankannya, tetapi Ia berkata kepada orang itu: “Pulanglah ke rumahmu, kepada orang-orang sekampungmu, dan beritahukanlah kepada mereka segala sesuatu yang telah diperbuat oleh Tuhan atasmu dan bagaimana Ia telah mengasihani engkau!”
20  Orang itupun pergilah dan mulai memberitakan di daerah Dekapolis segala apa yang telah diperbuat Yesus atas dirinya dan mereka semua menjadi heran.

2 February 2014

Renungan Harian, 2 Februari 2014 – Pesta Yesus Dipersembahkan di Kenisah

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Anak itu bertambah besar dan menjadi kuat, penuh hikmat, dan kasih karunia Allah ada pada-Nya.  (Luk 2:22-40)

Yesus menjadi besar dan kuat karena orang tua-Nya mematuhi semua perintah Tuhan berkaitan dengan Putra-Nya. Dalam hidup dibutuhkan sikap hati seperti Bunda Maria dan St. Yusuf, yang siap dan rela mendengarkan warta tentang Tuhan, sehingga bisa menangkap kehadiran Allah dalam hidup kesehariannya. Untuk itu, maka keterbukaan hati seperti Maria dan Yusuf dan kesabaran menanti seperti Simeon dan Hana harus kita tumbuhkan. Hanya dengan begitu, maka tuntutan ekonomi, kebutuhan materi dan keharusan mencari nafkah tidak mengalahkan iman kita pada Allah.

Angkatlah kepalamu, hai pintu-pintu gerbang, dan terangkatlah kamu, hai pintu-pintu yang berabad-abad, supaya masuk Raja Kemuliaan! (Mzm 24:7)

Bacaan Lengkap hari ini :

22  Dan ketika genap waktu pentahiran, menurut hukum Taurat Musa, mereka membawa Dia ke Yerusalem untuk menyerahkan-Nya kepada Tuhan,
23  seperti ada tertulis dalam hukum Tuhan: “Semua anak laki-laki sulung harus dikuduskan bagi Allah,”
24  dan untuk mempersembahkan korban menurut apa yang difirmankan dalam hukum Tuhan, yaitu sepasang burung tekukur atau dua ekor anak burung merpati.
25 Adalah di Yerusalem seorang bernama Simeon. Ia seorang yang benar dan saleh yang menantikan penghiburan bagi Israel. Roh Kudus ada di atasnya,
26  dan kepadanya telah dinyatakan oleh Roh Kudus, bahwa ia tidak akan mati sebelum ia melihat Mesias, yaitu Dia yang diurapi Tuhan.
27  Ia datang ke Bait Allah oleh Roh Kudus. Ketika Yesus, Anak itu, dibawa masuk oleh orang tua-Nya untuk melakukan kepada-Nya apa yang ditentukan hukum Taurat,
28  ia menyambut Anak itu dan menatang-Nya sambil memuji Allah, katanya:
29  ”Sekarang, Tuhan, biarkanlah hamba-Mu ini pergi dalam damai sejahtera, sesuai dengan firman-Mu,
30  sebab mataku telah melihat keselamatan yang dari pada-Mu,
31  yang telah Engkau sediakan di hadapan segala bangsa,
32  yaitu terang yang menjadi penyataan bagi bangsa-bangsa lain dan menjadi kemuliaan bagi umat-Mu, Israel.”
33  Dan bapa serta ibu-Nya amat heran akan segala apa yang dikatakan tentang Dia.
34  Lalu Simeon memberkati mereka dan berkata kepada Maria, ibu Anak itu: “Sesungguhnya Anak ini ditentukan untuk menjatuhkan atau membangkitkan banyak orang di Israel dan untuk menjadi suatu tanda yang menimbulkan perbantahan
35   —  dan suatu pedang akan menembus jiwamu sendiri  — , supaya menjadi nyata pikiran hati banyak orang.”
36  Lagipula di situ ada Hana, seorang nabi perempuan, anak Fanuel dari suku Asyer. Ia sudah sangat lanjut umurnya. Sesudah kawin ia hidup tujuh tahun lamanya bersama suaminya,
37  dan sekarang ia janda dan berumur delapan puluh empat tahun. Ia tidak pernah meninggalkan Bait Allah dan siang malam beribadah dengan berpuasa dan berdoa.
38  Dan pada ketika itu juga datanglah ia ke situ dan mengucap syukur kepada Allah dan berbicara tentang Anak itu kepada semua orang yang menantikan kelepasan untuk Yerusalem.
39  Dan setelah selesai semua yang harus dilakukan menurut hukum Tuhan, kembalilah mereka ke kota kediamannya, yaitu kota Nazaret di Galilea.
40  Anak itu bertambah besar dan menjadi kuat, penuh hikmat, dan kasih karunia Allah ada pada-Nya.

1 February 2014

Renungan Harian, 1 Februari 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Guru, Engkau tidak perduli kalau kita binasa?” (Mrk 4:35-41)

Meski hidup bersama Yesus, para rasul juga mengalami banyak masalah, itupun terjadi pada diri kita. Meski kita hidup dekat dan bersama Yesus, maka cobaan tetap ada tetapi kita tidak akan tenggelam dan binasa karenanya. Bila kita tertimpa kesusahan, kita makin menderita karena kita menghadapinya dengan kekuatan, kepandaian, pikiran, tenaga bahkan uang kita sendiri. Sebaliknya jika kita mengandalkan Yesus, maka dari persoalan itu kita akan memperoleh anugerah terutama anugerah iman yang membuat diri kita mengalami dan merasa hidup yang teduh sekali.

Jadikanlah hatiku tahir, ya Allah, dan perbaharuilah batinku dengan roh yang teguh! (Mzm 51:12)

Bacaan Lengkap hari ini :

35 Pada hari itu, waktu hari sudah petang, Yesus berkata kepada mereka: “Marilah kita bertolak ke seberang.”
36  Mereka meninggalkan orang banyak itu lalu bertolak dan membawa Yesus beserta dengan mereka dalam perahu di mana Yesus telah duduk dan perahu-perahu lain juga menyertai Dia.
37  Lalu mengamuklah taufan yang sangat dahsyat dan ombak menyembur masuk ke dalam perahu, sehingga perahu itu mulai penuh dengan air.
38  Pada waktu itu Yesus sedang tidur di buritan di sebuah tilam. Maka murid-murid-Nya membangunkan Dia dan berkata kepada-Nya: “Guru, Engkau tidak perduli kalau kita binasa?”
39  Iapun bangun, menghardik angin itu dan berkata kepada danau itu: “Diam! Tenanglah!” Lalu angin itu reda dan danau itu menjadi teduh sekali.
40  Lalu Ia berkata kepada mereka: “Mengapa kamu begitu takut? Mengapa kamu tidak percaya?”
41  Mereka menjadi sangat takut dan berkata seorang kepada yang lain: “Siapa gerangan orang ini, sehingga angin dan danaupun taat kepada-Nya?”

31 January 2014

Renungan Harian, 31 Januari 2014 – Peringatan Wajib Santo Yohanes Bosco, Imam

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

bagaimana terjadinya tidak diketahui orang itu. (Mrk 4:26-34)

Iman itu akan tumbuh dengan cara yang tidak kita sadari. Seperti benih, setelah itu tumbuh dan menjadi besar tanpa disadari oleh si penenanam benih sendiri. Benih iman sering kali tumbuh dari dalam Gereja kecil, yaitu keluarga. Keluarga menjadi dasar dan pokok dalam penenanaman benih iman. St. Yohanes Bosco yang kita peringati hari ini, imannya akan Yesus tumbuh daru keluarga. Iman yang ditanamkan orang tuanya menjadikan Bosco memiliki kepedulian terhadap iman dan kepribadian kaum muda yang menjauh dari kehidupan Gereja. Marilah kita berusaha menghadirkan Yesus sendiri sebagai rahmat yang membuat keluarga kita harmonis.

Sembunyikanlah wajah-Mu terhadap dosaku, hapuskanlah segala kesalahanku! (Mzm 51:9)

Bacaan Lengkap hari ini :

26  Lalu kata Yesus: “Beginilah hal Kerajaan Allah itu: seumpama orang yang menaburkan benih di tanah,
27  lalu pada malam hari ia tidur dan pada siang hari ia bangun, dan benih itu mengeluarkan tunas dan tunas itu makin tinggi, bagaimana terjadinya tidak diketahui orang itu.
28  Bumi dengan sendirinya mengeluarkan buah, mula-mula tangkainya, lalu bulirnya, kemudian butir-butir yang penuh isinya dalam bulir itu.
29  Apabila buah itu sudah cukup masak, orang itu segera menyabit, sebab musim menuai sudah tiba.”
30  Kata-Nya lagi: “Dengan apa hendak kita membandingkan Kerajaan Allah itu, atau dengan perumpamaan manakah hendaknya kita menggambarkannya?
31  Hal Kerajaan itu seumpama biji sesawi yang ditaburkan di tanah. Memang biji itu yang paling kecil dari pada segala jenis benih yang ada di bumi.
32  Tetapi apabila ia ditaburkan, ia tumbuh dan menjadi lebih besar dari pada segala sayuran yang lain dan mengeluarkan cabang-cabang yang besar, sehingga burung-burung di udara dapat bersarang dalam naungannya.”
33  Dalam banyak perumpamaan yang semacam itu Ia memberitakan firman kepada mereka sesuai dengan pengertian mereka,
34  dan tanpa perumpamaan Ia tidak berkata-kata kepada mereka, tetapi kepada murid-murid-Nya Ia menguraikan segala sesuatu secara tersendiri.

30 January 2014

Renungan Harian, 30 Januari 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Barangsiapa mempunyai telinga untuk mendengar, hendaklah ia mendengar!” (Mrk 4:21-25).

Seruan Yesus untuk mau mendengarkan tampaknya semakin penting di zaman sekarang ini. Rasanya makin banyak saja orang-orang yang “menulikan diri”. Menulikan diri karena kupingnya disumpal earphone hape, sibuk main game, atau sms an sehingga gak dengar kalau diajak bicara. Kebiasaan ini tidak disadari keburukannya. Sudah menjadi kebiasaan, dan justru yang menegur akan jadi sasaran kemarahan. Maka jika kita adalah termasuk orang yang menulikan diri! Segeralah berubah. Karena yang kita lakukan itu merugikan banyak orang.

“Seorang anak kandungmu akan Kududukkan di atas takhtamu; (Mzm 132:11)

Bacaan Lengkap hari ini :

21 Lalu Yesus berkata kepada mereka: “Orang membawa pelita bukan supaya ditempatkan di bawah gantang atau di bawah tempat tidur, melainkan supaya ditaruh di atas kaki dian.
22  Sebab tidak ada sesuatu yang tersembunyi yang tidak akan dinyatakan, dan tidak ada sesuatu yang rahasia yang tidak akan tersingkap.
23  Barangsiapa mempunyai telinga untuk mendengar, hendaklah ia mendengar!
24  Lalu Ia berkata lagi: “Camkanlah apa yang kamu dengar! Ukuran yang kamu pakai untuk mengukur akan diukurkan kepadamu, dan di samping itu akan ditambah lagi kepadamu.
25  Karena siapa yang mempunyai, kepadanya akan diberi, tetapi siapa yang tidak mempunyai, apapun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya.”

29 January 2014

Renungan Harian, 29 Januari 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Dan akhirnya yang ditaburkan di tanah yang baik, ialah orang yang mendengar dan menyambut firman itu lalu berbuah (Mrk 4:1-20)

Beriman berarti berbuah. Agar berbuah, kita perlu berusaha. Kita tidak dapat mengatakan diri sebagai orang beriman, jika Sabda Tuhan tidak berbuah dalam keluarga, komunitas dan lingkungan kita. Orang yang sungguh beriman menjadi lahan subur untuk pertumbuhan Sabda. Ingat! Membaca sabda dan merenungkannya, mungkin tidak banyak artinya bagi kita, jika kita tidak mengubah diri.

 Aku akan memelihara kasih setia-Ku bagi dia untuk selama-lamanya, dan perjanjian-Ku teguh bagi dia. (Mzm 87:28)

Bacaan Lengkap hari ini :

1 ¶  Pada suatu kali Yesus mulai pula mengajar di tepi danau. Maka datanglah orang banyak yang sangat besar jumlahnya mengerumuni Dia, sehingga Ia naik ke sebuah perahu yang sedang berlabuh lalu duduk di situ, sedangkan semua orang banyak itu di darat, di tepi danau itu.
2  Dan Ia mengajarkan banyak hal dalam perumpamaan kepada mereka. Dalam ajaran-Nya itu Ia berkata kepada mereka:
3  ”Dengarlah! Adalah seorang penabur keluar untuk menabur.
4  Pada waktu ia menabur sebagian benih itu jatuh di pinggir jalan, lalu datanglah burung dan memakannya sampai habis.
5  Sebagian jatuh di tanah yang berbatu-batu, yang tidak banyak tanahnya, lalu benih itupun segera tumbuh, karena tanahnya tipis.
6  Tetapi sesudah matahari terbit, layulah ia dan menjadi kering karena tidak berakar.
7  Sebagian lagi jatuh di tengah semak duri, lalu makin besarlah semak itu dan menghimpitnya sampai mati, sehingga ia tidak berbuah.
8  Dan sebagian jatuh di tanah yang baik, ia tumbuh dengan suburnya dan berbuah, hasilnya ada yang tiga puluh kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang seratus kali lipat.”
9  Dan kata-Nya: “Siapa mempunyai telinga untuk mendengar, hendaklah ia mendengar!”
10  Ketika Ia sendirian, pengikut-pengikut-Nya dan kedua belas murid itu menanyakan Dia tentang perumpamaan itu.
11  Jawab-Nya: “Kepadamu telah diberikan rahasia Kerajaan Allah, tetapi kepada orang-orang luar segala sesuatu disampaikan dalam perumpamaan,
12  supaya: Sekalipun melihat, mereka tidak menanggap, sekalipun mendengar, mereka tidak mengerti, supaya mereka jangan berbalik dan mendapat ampun.”
13  Lalu Ia berkata kepada mereka: “Tidakkah kamu mengerti perumpamaan ini? Kalau demikian bagaimana kamu dapat memahami semua perumpamaan yang lain?
14  Penabur itu menaburkan firman.
15  Orang-orang yang di pinggir jalan, tempat firman itu ditaburkan, ialah mereka yang mendengar firman, lalu datanglah Iblis dan mengambil firman yang baru ditaburkan di dalam mereka.
16  Demikian juga yang ditaburkan di tanah yang berbatu-batu, ialah orang-orang yang mendengar firman itu dan segera menerimanya dengan gembira,
17  tetapi mereka tidak berakar dan tahan sebentar saja. Apabila kemudian datang penindasan atau penganiayaan karena firman itu, mereka segera murtad.
18  Dan yang lain ialah yang ditaburkan di tengah semak duri, itulah yang mendengar firman itu,
19  lalu kekuatiran dunia ini dan tipu daya kekayaan dan keinginan-keinginan akan hal yang lain masuklah menghimpit firman itu sehingga tidak berbuah.
20  Dan akhirnya yang ditaburkan di tanah yang baik, ialah orang yang mendengar dan menyambut firman itu lalu berbuah, ada yang tiga puluh kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, dan ada yang seratus kali lipat.”

« Newer PostsOlder Posts »

Powered by WordPress