Renungan Harian

7 March 2014

Renungan Harian, 7 Maret 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Dapatkah sahabat-sahabat mempelai laki-laki berdukacita selama mempelai itu bersama mereka? (Mat 9:14-15)

Puasa itu punya makna yang sangat mendalam. Hal ini berkaitan dengan Yesus, Sang Pengantin dan kita sebagai sahabatNya. Relasi berkaitan dengan cinta. Tatkala merenungkan makna Puasa, kita juga merenungkan makna cinta. Cinta terhadap Tuhan, sesama dan diri kita sendiri. Dengan berpuasa kita menyatukan diri dan solider dengan Yesus yang telah menderita bagi kita. Puasa juga memberi kesempatan bagi kita untuk menjalin kesetiakawanan dengan mereka yang kekurangan. Dan puasa juga menjadi sarana latihan untuk memiliki kehendak yang kuat bagi diri kita sendiri.

Korban sembelihan kepada Allah ialah jiwa yang hancur; hati yang patah dan remuk tidak akan Kaupandang hina, ya Allah. Mzm 51:19

Bacaan Lengkap hari ini :

14 Kemudian datanglah murid-murid Yohanes kepada Yesus dan berkata: “Mengapa kami dan orang Farisi berpuasa, tetapi murid-murid-Mu tidak?”
15  Jawab Yesus kepada mereka: “Dapatkah sahabat-sahabat mempelai laki-laki berdukacita selama mempelai itu bersama mereka? Tetapi waktunya akan datang mempelai itu diambil dari mereka dan pada waktu itulah mereka akan berpuasa.

6 March 2014

Renungan Harian, 6 Maret 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia, tetapi ia membinasakan atau merugikan dirinya sendiri? (Luk 9:22-25)

Walaupun cara hidup mengikuti Yesus tidak selalu mudah, dengan hidup menyangkal diri, memanggul salib dan mengikuti-Nya, tetapi akan membawa kepada kehidupan. Tuhan memberi kita pilihan bebas, tetapi sebenarnya pilihan yang tepat adalah kehidupan dan berkat. Bukan kehidupan dalam kemewahan serta ketamakan. Jangan hanya berkutat memenuhi kebutuhan yang tak kunjung habis, tetapi kita juga berusaha menumbuhkan iman dan kepercayaan diri. Agar makin mencintai kehidupan serta takut akan Tuhan, bukan takut pada penderitaan.

Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, (Mzm 1:1)

Bacaan Lengkap hari ini :

22  Dan Yesus berkata: “Anak Manusia harus menanggung banyak penderitaan dan ditolak oleh tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan dibangkitkan pada hari ketiga.”
23  Kata-Nya kepada mereka semua: “Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku.
24  Karena barangsiapa mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan menyelamatkannya.
25  Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia, tetapi ia membinasakan atau merugikan dirinya sendiri?

5 March 2014

Renungan Harian, 5 Maret 2014 – Hari Rabu Abu

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Dan apabila kamu berpuasa, janganlah muram mukamu seperti orang munafik. Mereka mengubah air mukanya, supaya orang melihat bahwa mereka sedang berpuasa.” (Mat 6:1-6.16-18)

Pada Hari Rabu Abu ini, kita menerima salib abu. Liturgi Gereja mengajak kita untuk kembali bertobat. Artinya, kita terus membarui kualitas hidup kita. Kita mengubah kebiasaan lama yang kurang baik, yang egois dan sering mengecewakan Tuhan dan sesama. Kita mau menjadi orang yang taat dan takut kepada Tuhan. Syaratnya adalah dengan rendah hati dan siap berkurban demi kebahagiaan sesama.

Bersihkanlah aku seluruhnya dari kesalahanku, dan tahirkanlah aku dari dosaku! (Mzm 51:4)

Bacaan Lengkap hari ini :

1 “Ingatlah, jangan kamu melakukan kewajiban agamamu di hadapan orang supaya dilihat mereka, karena jika demikian, kamu tidak beroleh upah dari Bapamu yang di sorga.
2  Jadi apabila engkau memberi sedekah, janganlah engkau mencanangkan hal itu, seperti yang dilakukan orang munafik di rumah-rumah ibadat dan di lorong-lorong, supaya mereka dipuji orang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya.
3  Tetapi jika engkau memberi sedekah, janganlah diketahui tangan kirimu apa yang diperbuat tangan kananmu.
4  Hendaklah sedekahmu itu diberikan dengan tersembunyi, maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu.”
5 “Dan apabila kamu berdoa, janganlah berdoa seperti orang munafik. Mereka suka mengucapkan doanya dengan berdiri dalam rumah-rumah ibadat dan pada tikungan-tikungan jalan raya, supaya mereka dilihat orang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya.
6  Tetapi jika engkau berdoa, masuklah ke dalam kamarmu, tutuplah pintu dan berdoalah kepada Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu.
16 “Dan apabila kamu berpuasa, janganlah muram mukamu seperti orang munafik. Mereka mengubah air mukanya, supaya orang melihat bahwa mereka sedang berpuasa. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya.
17  Tetapi apabila engkau berpuasa, minyakilah kepalamu dan cucilah mukamu,
18  supaya jangan dilihat oleh orang bahwa engkau sedang berpuasa, melainkan hanya oleh Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu.”

4 March 2014

Renungan Harian, 4 Maret 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Kami ini telah meninggalkan segala sesuatu dan mengikut Engkau!” (Mrk 10:28-31)

Tidak ada sesuatu yang gratis. Ungkapan ini sedikit banyak membuat Petrus bertanya tanya, apa yang akan aku dapat dengan mengikuti Yesus? Jawaban Yesus sangat indah dan mententeramkan hati. Upah bagi pengikut Yesus adalah kelimpahan dan kelipat gandaan segala kebaikan yang tak terlihat lewat hal-hal fisik saja, tetapi didalam penghayatan, didalam lubuk hati kita masing-masing. Sebab banyak orang yang sudah kaya, masih haus untuk mendapatkan lebih, sehingga menghalalkan segala cara. Apapun status kita, bila kita mengikut Yesus dengan tulus dan bahagia, upahmu besar disurga.

TUHAN telah memperkenalkan keselamatan yang dari pada-Nya, telah menyatakan keadilan-Nya di depan mata bangsa-bangsa. (Mzm 98:2)

Bacaan Lengkap hari ini :

28  Berkatalah Petrus kepada Yesus: “Kami ini telah meninggalkan segala sesuatu dan mengikut Engkau!”
29  Jawab Yesus: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya setiap orang yang karena Aku dan karena Injil meninggalkan rumahnya, saudaranya laki-laki atau saudaranya perempuan, ibunya atau bapanya, anak-anaknya atau ladangnya,
30  orang itu sekarang pada masa ini juga akan menerima kembali seratus kali lipat: rumah, saudara laki-laki, saudara perempuan, ibu, anak dan ladang, sekalipun disertai berbagai penganiayaan, dan pada zaman yang akan datang ia akan menerima hidup yang kekal.
31  Tetapi banyak orang yang terdahulu akan menjadi yang terakhir dan yang terakhir akan menjadi yang terdahulu.”

3 March 2014

Renungan Harian, 3 Maret 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Alangkah sukarnya orang yang beruang masuk ke dalam Kerajaan Allah.” (Mrk 10:17-27)

Peringatan Yesus, betapa sukar orang kaya masuk Kerajaan Allah. Jangan salah mengerti! Yesus tidak mengatakan “mustahil” tetapi “sukar”. Itu bukan berarti tidak mungkin. Manusianyalah yang menjadi tuan terhadap hartanya, bukan sebaliknya malah diperhamba oleh hartanya. Meskipun berat manusia harus berani melakukannya. Mari kita rubah cara pandang kita terhadap kekayaan. Kaya harta, tetapi tak mampu menyelamatkan jiwa, apa artinya. Tapi kaya dalam iman dan kasih berarti keselamatan didalam Yesus. Beranikah kita meyakininya?

Diberikan-Nya rezeki kepada orang-orang yang takut akan Dia. Ia ingat untuk selama-lamanya akan perjanjian-Nya. (Mzm 111:5)

Bacaan Lengkap hari ini :

17 ¶  Pada waktu Yesus berangkat untuk meneruskan perjalanan-Nya, datanglah seorang berlari-lari mendapatkan Dia dan sambil bertelut di hadapan-Nya ia bertanya: “Guru yang baik, apa yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?”
18  Jawab Yesus: “Mengapa kaukatakan Aku baik? Tak seorangpun yang baik selain dari pada Allah saja.
19  Engkau tentu mengetahui segala perintah Allah: Jangan membunuh, jangan berzinah, jangan mencuri, jangan mengucapkan saksi dusta, jangan mengurangi hak orang, hormatilah ayahmu dan ibumu!”
20  Lalu kata orang itu kepada-Nya: “Guru, semuanya itu telah kuturuti sejak masa mudaku.”
21  Tetapi Yesus memandang dia dan menaruh kasih kepadanya, lalu berkata kepadanya: “Hanya satu lagi kekuranganmu: pergilah, juallah apa yang kaumiliki dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga, kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku.”
22  Mendengar perkataan itu ia menjadi kecewa, lalu pergi dengan sedih, sebab banyak hartanya.
23  Lalu Yesus memandang murid-murid-Nya di sekeliling-Nya dan berkata kepada mereka: “Alangkah sukarnya orang yang beruang masuk ke dalam Kerajaan Allah.
24  Murid-murid-Nya tercengang mendengar perkataan-Nya itu. Tetapi Yesus menyambung lagi: “Anak-anak-Ku, alangkah sukarnya masuk ke dalam Kerajaan Allah.
25  Lebih mudah seekor unta melewati lobang jarum dari pada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Allah.”
26  Mereka makin gempar dan berkata seorang kepada yang lain: “Jika demikian, siapakah yang dapat diselamatkan?”
27  Yesus memandang mereka dan berkata: “Bagi manusia hal itu tidak mungkin, tetapi bukan demikian bagi Allah. Sebab segala sesuatu adalah mungkin bagi Allah.”

2 March 2014

Renungan Harian, 2 Maret 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir akan hidupmu” (Mat 6:24-34)

Kekuatiran merupakan bentuk ketidak percayaan pada Tuhan dan warna hidup yang paling merebak dijaman ini. Dalam Injil hari ini Yesus melarang orang kuatir, terutama untuk hari esok dan kehidupan. Maka selayaknya agar terhindar dari kekuatiran, kita menyederhanakan keinginan; menyederhanakan pikiran dan menyederhanakan kebutuhan. Dan yang terpenting adalah menyandarkan diri pada Tuhan Allah yang telah melukis kita ditelapak tangan-Nya. Menyandarkan diri berarti membawa Tuhan dalam hidup keseharian, berdialog dalam doa dengan Dia dan beriman kepada-Nya.

Hanya dekat Allah saja aku tenang, dari pada-Nyalah keselamatanku. (Mzm 62:2)

Bacaan Lengkap hari ini :

24  Tak seorangpun dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian, ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon.”
25 “Karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan atau minum, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai. Bukankah hidup itu lebih penting dari pada makanan dan tubuh itu lebih penting dari pada pakaian?
26  Pandanglah burung-burung di langit, yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mengumpulkan bekal dalam lumbung, namun diberi makan oleh Bapamu yang di sorga. Bukankah kamu jauh melebihi burung-burung itu?
27  Siapakah di antara kamu yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta saja pada jalan hidupnya?
28  Dan mengapa kamu kuatir akan pakaian? Perhatikanlah bunga bakung di ladang, yang tumbuh tanpa bekerja dan tanpa memintal,
29  namun Aku berkata kepadamu: Salomo dalam segala kemegahannyapun tidak berpakaian seindah salah satu dari bunga itu.
30  Jadi jika demikian Allah mendandani rumput di ladang, yang hari ini ada dan besok dibuang ke dalam api, tidakkah Ia akan terlebih lagi mendandani kamu, hai orang yang kurang percaya?
31  Sebab itu janganlah kamu kuatir dan berkata: Apakah yang akan kami makan? Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai?
32  Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu yang di sorga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu.33  Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.
34  Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari.”

1 March 2014

Renungan Harian, 1 Maret 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Sesungguhnya barangsiapa tidak menyambut Kerajaan Allah seperti seorang anak kecil, ia tidak akan masuk ke dalamnya.” (Mrk 10:13-16)

Satu hal yang dapat kita lakukan yaitu kembali memeluk sifat kepolosan seorang anak kecil. Tak pernah menyimpan dendam, iri hati dan dengki. Mereka hidup dalam kepolosan suci, yang mengalir dari jiwa Allah sendiri. Tak ada kepura puraan dalam jiwa anak kecil. Kita jadikan sifat anak kecil sebagai inspirasi dalam menjalani kehidupan dalam lingkungan, keluarga maupun tempat kerja.

Biarlah doaku adalah bagi-Mu seperti persembahan ukupan, dan tanganku yang terangkat seperti persembahan korban pada waktu petang. (Mzm 141:2)

Bacaan Lengkap hari ini:

13 Lalu orang membawa anak-anak kecil kepada Yesus, supaya Ia menjamah mereka; akan tetapi murid-murid-Nya memarahi orang-orang itu.
14  Ketika Yesus melihat hal itu, Ia marah dan berkata kepada mereka: “Biarkan anak-anak itu datang kepada-Ku, jangan menghalang-halangi mereka, sebab orang-orang yang seperti itulah yang empunya Kerajaan Allah.
15  Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa tidak menyambut Kerajaan Allah seperti seorang anak kecil, ia tidak akan masuk ke dalamnya.
16  Lalu Ia memeluk anak-anak itu dan sambil meletakkan tangan-Nya atas mereka Ia memberkati mereka.

28 February 2014

Renungan Harian, 28 Februari 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya itu menjadi satu daging. Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu.(Mrk 10:1-12)

Cinta adalah tanggung jawab. Cinta memang sangat indah, tetapi tidak selalu. Bila tidak dipelihara baik, cinta suami istri bisa luntur dan hancur. Bila kita mengalami kesulitan, pandanglah cinta sebagai tanggung jawab. Mencintai berarti memberikan yang terbaik untuk yang dicintai. Sumber kebahagiaan adalah Allah. Karena itu, sertakan Tuhan Yesus dalam keluarga. Buahnya adalah kebahagiaan.

TUHAN adalah penyayang dan pengasih, panjang sabar dan berlimpah kasih setia. (Mzm 103:12)

Bacaan Lengkap hari ini :

1 Dari situ Yesus berangkat ke daerah Yudea dan ke daerah seberang sungai Yordan dan di situpun orang banyak datang mengerumuni Dia; dan seperti biasa Ia mengajar mereka pula.
2  Maka datanglah orang-orang Farisi, dan untuk mencobai Yesus mereka bertanya kepada-Nya: “Apakah seorang suami diperbolehkan menceraikan isterinya?”
3  Tetapi jawab-Nya kepada mereka: “Apa perintah Musa kepada kamu?”
4  Jawab mereka: “Musa memberi izin untuk menceraikannya dengan membuat surat cerai.”
5  Lalu kata Yesus kepada mereka: “Justru karena ketegaran hatimulah maka Musa menuliskan perintah ini untuk kamu.
6  Sebab pada awal dunia, Allah menjadikan mereka laki-laki dan perempuan,
sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya,
8  sehingga keduanya itu menjadi satu daging. Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu.
9  Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia.”
10  Ketika mereka sudah di rumah, murid-murid itu bertanya pula kepada Yesus tentang hal itu.
11  Lalu kata-Nya kepada mereka: “Barangsiapa menceraikan isterinya lalu kawin dengan perempuan lain, ia hidup dalam perzinahan terhadap isterinya itu.
12  Dan jika si isteri menceraikan suaminya dan kawin dengan laki-laki lain, ia berbuat zinah.”

27 February 2014

Renungan Harian, 27 Februari 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Dan jika matamu menyesatkan engkau, cungkillah, (Mrk 9:41-43.45-50)

Firman Tuhan ini sangat keras, tetapi peringatan ini juga ditujukan kepada kita semua yang mengaku diri percaya kepada-Nya. Untuk itu, kita hendaknya terus waspada terhadap seluruh anggota tubuh kita, agar tidak menjadi sumber dosa, tetapi mendatangkan berkat bagi sesama. Namun, bila kita temukan ada yang menjadi sumber dosa, kita harus berani membuangnya jauh jauh dari kehidupan kita. Tidak usah ragu, sehingga makin banyak orang memperoleh keselamatan melalui kehadiran dan cara hidup kita. Semakin mendalam iman seseorang, semakin tegas pula dengan apa saja yang berbau dosa.

Tetapi Allah akan membebaskan nyawaku dari cengkeraman dunia orang mati (Mzm 49:16)

Bacaan Lengkap hari ini :

41 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa memberi kamu minum secangkir air oleh karena kamu adalah pengikut Kristus, ia tidak akan kehilangan upahnya.”
42  “Barangsiapa menyesatkan salah satu dari anak-anak kecil yang percaya ini, lebih baik baginya jika sebuah batu kilangan diikatkan pada lehernya lalu ia dibuang ke dalam laut.
43  Dan jika tanganmu menyesatkan engkau, penggallah, karena lebih baik engkau masuk ke dalam hidup dengan tangan kudung dari pada dengan utuh kedua tanganmu dibuang ke dalam neraka, ke dalam api yang tak terpadamkan;
45  Dan jika kakimu menyesatkan engkau, penggallah, karena lebih baik engkau masuk ke dalam hidup dengan timpang, dari pada dengan utuh kedua kakimu dicampakkan ke dalam neraka;
46  (di tempat itu ulatnya tidak akan mati, dan apinya tidak akan padam.)
47  Dan jika matamu menyesatkan engkau, cungkillah, karena lebih baik engkau masuk ke dalam Kerajaan Allah dengan bermata satu dari pada dengan bermata dua dicampakkan ke dalam neraka,
48  di mana ulat-ulat bangkai tidak mati dan api tidak padam.
49  Karena setiap orang akan digarami dengan api.
50  Garam memang baik, tetapi jika garam menjadi hambar, dengan apakah kamu mengasinkannya? Hendaklah kamu selalu mempunyai garam dalam dirimu dan selalu hidup berdamai yang seorang dengan yang lain.”

26 February 2014

Renungan Harian, 26 Februari 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

sedang kamu tidak tahu apa yang akan terjadi besok. Apakah arti hidupmu? Hidupmu itu sama seperti uap yang sebentar saja kelihatan lalu lenyap. (Yak 4:13-17)

Orang yang mengisi hidupnya dengan macam-macam kegiatan dan sukses, suka membuat rencana jangka panjang seolah hidup ini tak ada akhirnya. Padahal manusia sangat rapuh. Kita tidak tahu kapan malaikat maut datang menjemput. Ia mengambil siapa saja, tua dan muda, sehat dan sakit, siap dan tidak siap. Baiklah kita serahkan seluruh hidup dan segala rencana ke dalam tangan Tuhan. Jika Ia berkenan, pasti terlaksana.

Tidak seorangpun dapat membebaskan dirinya, atau memberikan tebusan kepada Allah ganti nyawanya. (Mzm 49:7)

Bacaan Lengkap hari ini :

13  Jadi sekarang, hai kamu yang berkata: “Hari ini atau besok kami berangkat ke kota anu, dan di sana kami akan tinggal setahun dan berdagang serta mendapat untung,”
14  sedang kamu tidak tahu apa yang akan terjadi besok. Apakah arti hidupmu? Hidupmu itu sama seperti uap yang sebentar saja kelihatan lalu lenyap.
15  Sebenarnya kamu harus berkata: “Jika Tuhan menghendakinya, kami akan hidup dan berbuat ini dan itu.”
16  Tetapi sekarang kamu memegahkan diri dalam congkakmu, dan semua kemegahan yang demikian adalah salah.
17  Jadi jika seorang tahu bagaimana ia harus berbuat baik, tetapi ia tidak melakukannya, ia berdosa.

« Newer PostsOlder Posts »

Powered by WordPress