Renungan Harian

15 October 2013

Renungan Harian, 15 Oktober 2013 – Peringatan Wajib Santa Teresia dari Avila, Perawan dan Pujangga Gereja

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Orang Farisi itu melihat hal itu dan ia heran, karena Yesus tidak mencuci tangan-Nya sebelum makan. (Luk 11:37-41)

Menanggapi keheranan pemilik rumah, Yesus justru mengkritik cara hidup orang Farisi. Mereka menekankan pembersihan lahiriah semata, sementara batin mereka penuh dengan kejahatan. Dengan memberikan kritik, Yesus berharap kaum Farisi mau berubah. Bagi kita sendiri, kritikan menjadi kesempatan untuk melihat kedalam diri kita. Kita diminta untuk terbuka melihat semuanya itu sebagai kesempatan untuk bertobat dan membaharui diri. Siapkah kita untuk saling mengkritik? Beranikah kita untuk bertobat dan membaharui diri?

 Langit menceritakan kemuliaan Allah, dan cakrawala memberitakan pekerjaan tangan-Nya (Mzm 19:2)

Bacaan Lengkap hari ini :

37 Ketika Yesus selesai mengajar, seorang Farisi mengundang Dia untuk makan di rumahnya. Maka masuklah Ia ke rumah itu, lalu duduk makan.
38  Orang Farisi itu melihat hal itu dan ia heran, karena Yesus tidak mencuci tangan-Nya sebelum makan.
39  Tetapi Tuhan berkata kepadanya: “Kamu orang-orang Farisi, kamu membersihkan bagian luar dari cawan dan pinggan, tetapi bagian dalammu penuh rampasan dan kejahatan.
40  Hai orang-orang bodoh, bukankah Dia yang menjadikan bagian luar, Dia juga yang menjadikan bagian dalam?
41  Akan tetapi, berikanlah isinya sebagai sedekah dan sesungguhnya semuanya akan menjadi bersih bagimu.

14 October 2013

Renungan Harian, 14 Oktober 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Mereka menghendaki suatu tanda, tetapi kepada mereka tidak akan diberikan tanda selain tanda nabi Yunus. (Luk 11:29-32)

Meminta sebuah “tanda” kepada Yesus berarti menanyakan apa yang bisa dijadikan dasar untuk dapat percaya kepada-Nya. Yesus sendiri adalah “tanda” bahwa Allah itu Mahabaik dan sangat perduli. Sayang, manusia masih sulit untuk percaya. Akibatnya, hidup menjadi gersang, kering kerontang dan hambar. Padahal, bukankah percaya akan penebusan itu laksana sumber air yang mengalir tiada henti? Penolakan untuk percaya juga membuat kita sulit untuk bertobat dengan meninggalkan segala bentuk kelekatan.

TUHAN telah memperkenalkan keselamatan yang dari pada-Nya, telah menyatakan keadilan-Nya di depan mata bangsa-bangsa. Mzm 98:2

Bacaan Lengkap hari ini :

29 Ketika orang banyak mengerumuni-Nya, berkatalah Yesus: “Angkatan ini adalah angkatan yang jahat. Mereka menghendaki suatu tanda, tetapi kepada mereka tidak akan diberikan tanda selain tanda nabi Yunus.
30  Sebab seperti Yunus menjadi tanda untuk orang-orang Niniwe, demikian pulalah Anak Manusia akan menjadi tanda untuk angkatan ini.
31  Pada waktu penghakiman, ratu dari Selatan itu akan bangkit bersama orang dari angkatan ini dan ia akan menghukum mereka. Sebab ratu ini datang dari ujung bumi untuk mendengarkan hikmat Salomo, dan sesungguhnya yang ada di sini lebih dari pada Salomo!
32  Pada waktu penghakiman, orang-orang Niniwe akan bangkit bersama angkatan ini dan mereka akan menghukumnya. Sebab orang-orang Niniwe itu bertobat waktu mereka mendengarkan pemberitaan Yunus, dan sesungguhnya yang ada di sini lebih dari pada Yunus!”

13 October 2013

Renungan Harian, 13 Oktober 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Bukankah kesepuluh orang tadi semuanya telah menjadi tahir? Di manakah yang sembilan orang itu? (Luk17:11-19)

Semakin orang beriman mendalam, semakin orang mampu bersyukur! Karena bersyukur, berkat keselamatan telah diberikan kepada orang Samaria yang menderita kusta. Berkat itu tidak dinikmati oleh sembilan orang yang lain. Sesudah sembuh, hubungan dengan Tuhan selesai, dan nanti minta-minta lagi kalau membutuhkan. Tingkatan ini tidak membawa orang kepada keselamatan. Maka permohonan atas segala hal tetap harus disampaikan pada Tuhan. Tetapi jika permohonan itu dikabulkan, harus menjadi jalan untuk lebih beriman kepada Tuhan.

segala ujung bumi telah melihat keselamatan yang dari pada Allah kita. (Mzm 98:3b)

Bacaan Lengkap hari ini :

11 Dalam perjalanan-Nya ke Yerusalem Yesus menyusur perbatasan Samaria dan Galilea.
12  Ketika Ia memasuki suatu desa datanglah sepuluh orang kusta menemui Dia. Mereka tinggal berdiri agak jauh
13  dan berteriak: “Yesus, Guru, kasihanilah kami!”
14  Lalu Ia memandang mereka dan berkata: “Pergilah, perlihatkanlah dirimu kepada imam-imam.” Dan sementara mereka di tengah jalan mereka menjadi tahir.
15  Seorang dari mereka, ketika melihat bahwa ia telah sembuh, kembali sambil memuliakan Allah dengan suara nyaring,
16  lalu tersungkur di depan kaki Yesus dan mengucap syukur kepada-Nya. Orang itu adalah seorang Samaria.
17  Lalu Yesus berkata: “Bukankah kesepuluh orang tadi semuanya telah menjadi tahir? Di manakah yang sembilan orang itu?
18  Tidak adakah di antara mereka yang kembali untuk memuliakan Allah selain dari pada orang asing ini?”
19  Lalu Ia berkata kepada orang itu: “Berdirilah dan pergilah, imanmu telah menyelamatkan engkau.”

12 October 2013

Renungan Harian, 12 Oktober 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Yang berbahagia ialah mereka yang mendengarkan firman Allah dan yang memeliharanya.” (Luk 11:27-28)

Yesus datang kedunia untuk membawa perubahan besar, yaitu agar manusia bertobat dan kembali ke pangkuan kasih-Nya. Jawaban manusia akan menentukan kebahagiaan hidupnya. Karena itu, orang mesti mendengarkan firman Allah dan tekun memeliharanya. Inilah wujud nyata jawaban iman manusia. Iman yang terus dipelihara dan dikembangkan akan melahirkan pertobatan sejati. Hal ini tumbuh dari hati yang merindukan keselamatan bagi diri sendiri dan sesama. Akhirnya, pembaharuan diri akan mampu mempengaruhi hidup bersama.

Bersukacitalah karena TUHAN, hai orang-orang benar, dan nyanyikanlah syukur bagi nama-Nya yang kudus. Mzm 97:12

Bacaan Lengkap hari ini :

27 Ketika Yesus masih berbicara, berserulah seorang perempuan dari antara orang banyak dan berkata kepada-Nya: “Berbahagialah ibu yang telah mengandung Engkau dan susu yang telah menyusui Engkau.”
28  Tetapi Ia berkata: “Yang berbahagia ialah mereka yang mendengarkan firman Allah dan yang memeliharanya.”

11 October 2013

Renungan Harian, 11 Oktober 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Aku akan kembali ke rumah yang telah kutinggalkan itu. (Luk 11:15-26)

Alangkah menyedihkan keadaan orang itu. Setelah ditinggalkan satu, malah kemasukan delapan roh jahat. Tidak baik kalau rumah ditinggal kosong. Begitu juga dengan rumah hati kita. Jadikanlah hati kita Bait Roh Kudus, dan Roh Kudus saja yang bersemayam di dalamnya. Jangan beri tempat kepada roh-roh lain. Roh Kudus tinggal di hati yang mengasihi. Kasih itu akan semakin berkobar bila terus dipupuk dengan perbuatan-perbuatan baik yang diilhami Roh Kudus. Maka muncullah buah-buah roh berupa sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan dan kesetiaan.

Sebab Engkau membela perkaraku dan hakku, sebagai Hakim yang adil Engkau duduk di atas takhta. (Mzm 9:4)

Bacaan Lengkap hari ini :

15  Tetapi ada di antara mereka yang berkata: “Ia mengusir setan dengan kuasa Beelzebul, penghulu setan.”
16  Ada pula yang meminta suatu tanda dari sorga kepada-Nya, untuk mencobai Dia.
17  Tetapi Yesus mengetahui pikiran mereka lalu berkata: “Setiap kerajaan yang terpecah-pecah pasti binasa, dan setiap rumah tangga yang terpecah-pecah, pasti runtuh.
18  Jikalau Iblis itu juga terbagi-bagi dan melawan dirinya sendiri, bagaimanakah kerajaannya dapat bertahan? Sebab kamu berkata, bahwa Aku mengusir setan dengan kuasa Beelzebul.
19  Jadi jika Aku mengusir setan dengan kuasa Beelzebul, dengan kuasa apakah pengikut-pengikutmu mengusirnya? Sebab itu merekalah yang akan menjadi hakimmu.
20  Tetapi jika Aku mengusir setan dengan kuasa Allah, maka sesungguhnya Kerajaan Allah sudah datang kepadamu.
21  Apabila seorang yang kuat dan yang lengkap bersenjata menjaga rumahnya sendiri, maka amanlah segala miliknya.
22  Tetapi jika seorang yang lebih kuat dari padanya menyerang dan mengalahkannya, maka orang itu akan merampas perlengkapan senjata, yang diandalkannya, dan akan membagi-bagikan rampasannya.
23  Siapa tidak bersama Aku, ia melawan Aku dan siapa tidak mengumpulkan bersama Aku, ia mencerai-beraikan.”
24  ”Apabila roh jahat keluar dari manusia, iapun mengembara ke tempat-tempat yang tandus mencari perhentian, dan karena ia tidak mendapatnya, ia berkata: Aku akan kembali ke rumah yang telah kutinggalkan itu.
25  Maka pergilah ia dan mendapati rumah itu bersih tersapu dan rapi teratur.
26  Lalu ia keluar dan mengajak tujuh roh lain yang lebih jahat dari padanya, dan mereka masuk dan berdiam di situ. Maka akhirnya keadaan orang itu lebih buruk dari pada keadaannya semula.”

10 October 2013

Renungan Harian, 10 Oktober 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Oleh karena itu Aku berkata kepadamu: Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu. (Luk 11:5-13)

Meminta sesuai kehendak Allah adalah wujud doa yang benar. Bunda Maria juga taat kepada Allah, “Terjadilah padaku menurut perkataan-Mu”. Pasrah dalam iman itu bukanlah sikap pasif, melainkan aktif mencari kehendak Allah. Indah sekali janji Tuhan bagi jiwa kita yang merindukannya. Tak ada batasan bagi jiwa untuk selalu memohon kepada-Nya. Jika kita bersikap sabar, murni, bersih dan setia dalam doa, niscaya Tuhan membuka hati-Nya dan mengabulkan doa-doa kita.

Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh (Mzm 1:1)

Bacaan Lengkap hari ini :

5  Lalu kata-Nya kepada mereka: “Jika seorang di antara kamu pada tengah malam pergi ke rumah seorang sahabatnya dan berkata kepadanya: Saudara, pinjamkanlah kepadaku tiga roti,
6  sebab seorang sahabatku yang sedang berada dalam perjalanan singgah ke rumahku dan aku tidak mempunyai apa-apa untuk dihidangkan kepadanya;
7  masakan ia yang di dalam rumah itu akan menjawab: Jangan mengganggu aku, pintu sudah tertutup dan aku serta anak-anakku sudah tidur; aku tidak dapat bangun dan memberikannya kepada saudara.
8  Aku berkata kepadamu: Sekalipun ia tidak mau bangun dan memberikannya kepadanya karena orang itu adalah sahabatnya, namun karena sikapnya yang tidak malu itu, ia akan bangun juga dan memberikan kepadanya apa yang diperlukannya.
9  Oleh karena itu Aku berkata kepadamu: Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu.
10  Karena setiap orang yang meminta, menerima dan setiap orang yang mencari, mendapat dan setiap orang yang mengetok, baginya pintu dibukakan.
11  Bapa manakah di antara kamu, jika anaknya minta ikan dari padanya, akan memberikan ular kepada anaknya itu ganti ikan?
12  Atau, jika ia minta telur, akan memberikan kepadanya kalajengking?
13  Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di sorga! Ia akan memberikan Roh Kudus kepada mereka yang meminta kepada-Nya.”

9 October 2013

Renungan Harian, 9 Oktober 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Tuhan, ajarlah kami berdoa, sama seperti yang diajarkan Yohanes kepada murid-muridnya.” (Luk 11:1-4)

Para murid memerlukan sebuah doa karena mereka telah menyaksikan betapa doa telah memberikan kekuatan dan kuasa dalam kehidupan Yesus. Kita patut bersyukur karena Yesus telah memberi teladan yang baik khususnya dengan berdoa. Kita patut berterima kasih karena Yesus telah mengajarkan doa Bapa Kami, doa yang penuh dengan kuasa, pengampunan dan pemulihan. Percayalah bahwa lewat doa yang istimewa ini segala belenggu persaingan, egoisme dan ketidakpastian akan dihancurkan dan relasi kita dengan Allah serta sesama makin diteguhkan.

 Sebab Engkau, ya Tuhan, baik dan suka mengampuni dan berlimpah kasih setia bagi semua orang yang berseru kepada-Mu. (Mzm 86:5)

Bacaan Lengkap hari ini :

1 Pada suatu kali Yesus sedang berdoa di salah satu tempat. Ketika Ia berhenti berdoa, berkatalah seorang dari murid-murid-Nya kepada-Nya: “Tuhan, ajarlah kami berdoa, sama seperti yang diajarkan Yohanes kepada murid-muridnya.”
2  Jawab Yesus kepada mereka: “Apabila kamu berdoa, katakanlah: Bapa, dikuduskanlah nama-Mu; datanglah Kerajaan-Mu.
3  Berikanlah kami setiap hari makanan kami yang secukupnya
4  dan ampunilah kami akan dosa kami, sebab kamipun mengampuni setiap orang yang bersalah kepada kami; dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan.”

8 October 2013

Renungan Harian, 8 Oktober 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Marta, Marta, engkau kuatir dan menyusahkan diri dengan banyak perkara, tetapi hanya satu saja yang perlu (Luk 10:38-42)

Bisa saja kita melihat kebutuhan orang lain dan melayani secara luar biasa. Namun, tindakan yang tidak lahir dari pertama-tama mengunyah Sabda, bisa saja melenceng ke hal yang bersifat formalistis. Bungkusnya rapih tapi isinya mengagungkan diri, mengejar jasa dan popularitas. Menjadi murid Kristus bukan hanya sekedar pelayanan kasih terhadap orang lain, tapi pertama-tama dan utama adalah relasi pribadi dengan Yesus.

Jika Engkau, ya TUHAN, mengingat-ingat kesalahan-kesalahan, Tuhan, siapakah yang dapat tahan? (Mzm 130:3)

Bacaan Lengkap hari ini :

38 Ketika Yesus dan murid-murid-Nya dalam perjalanan, tibalah Ia di sebuah kampung. Seorang perempuan yang bernama Marta menerima Dia di rumahnya.
39  Perempuan itu mempunyai seorang saudara yang bernama Maria. Maria ini duduk dekat kaki Tuhan dan terus mendengarkan perkataan-Nya,
40  sedang Marta sibuk sekali melayani. Ia mendekati Yesus dan berkata: “Tuhan, tidakkah Engkau peduli, bahwa saudaraku membiarkan aku melayani seorang diri? Suruhlah dia membantu aku.”
41  Tetapi Tuhan menjawabnya: “Marta, Marta, engkau kuatir dan menyusahkan diri dengan banyak perkara,
42  tetapi hanya satu saja yang perlu: Maria telah memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil dari padanya.”

7 October 2013

Renungan Harian, 7 Oktober 2013 – Peringatan Wajib Santa Perawan Maria, Ratu Rosario

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Dan siapakah sesamaku manusia?” (Luk 10:25-37)

Pertanyaan ahli Taurat ini tidak sulit dijawab. Tetapi, pertanyaan Yesus barangkali akan membawa kita ke sudut dimana kita hanya bisa tertunduk malu karena belum menjadi sesama bagi banyak orang. Kita cenderung memilih-milih. Atau kita barangkali lebih terikat pada jadual dan kesibukan kita. Apapun alasannya, kalau kita mau jujur, masih banyak hal yang kita jadikan alasan untuk tidak menjadi sesama bagi orang-orang disekitar kita, khususnya yang menderita. Maria Ratu Rosario yang kita peringati hari ini adalah pribadi yang peka akan kebutuhan sesama. Ia adalah teladan kita.

Ketika itulah Engkau naikkan nyawaku dari dalam liang kubur, ya TUHAN, Allahku. (Yunus 2:6)

Bacaan Lengkap hari ini :

25  Pada suatu kali berdirilah seorang ahli Taurat untuk mencobai Yesus, katanya: “Guru, apa yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?”
26  Jawab Yesus kepadanya: “Apa yang tertulis dalam hukum Taurat? Apa yang kaubaca di sana?”
27  Jawab orang itu: “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu dan dengan segenap akal budimu, dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.”
28  Kata Yesus kepadanya: “Jawabmu itu benar; perbuatlah demikian, maka engkau akan hidup.”
29  Tetapi untuk membenarkan dirinya orang itu berkata kepada Yesus: “Dan siapakah sesamaku manusia?”
30  Jawab Yesus: “Adalah seorang yang turun dari Yerusalem ke Yerikho; ia jatuh ke tangan penyamun-penyamun yang bukan saja merampoknya habis-habisan, tetapi yang juga memukulnya dan yang sesudah itu pergi meninggalkannya setengah mati.
31  Kebetulan ada seorang imam turun melalui jalan itu; ia melihat orang itu, tetapi ia melewatinya dari seberang jalan.
32  Demikian juga seorang Lewi datang ke tempat itu; ketika ia melihat orang itu, ia melewatinya dari seberang jalan.
33  Lalu datang seorang Samaria, yang sedang dalam perjalanan, ke tempat itu; dan ketika ia melihat orang itu, tergeraklah hatinya oleh belas kasihan.
34  Ia pergi kepadanya lalu membalut luka-lukanya, sesudah ia menyiraminya dengan minyak dan anggur. Kemudian ia menaikkan orang itu ke atas keledai tunggangannya sendiri lalu membawanya ke tempat penginapan dan merawatnya.
35  Keesokan harinya ia menyerahkan dua dinar kepada pemilik penginapan itu, katanya: Rawatlah dia dan jika kaubelanjakan lebih dari ini, aku akan menggantinya, waktu aku kembali.
36  Siapakah di antara ketiga orang ini, menurut pendapatmu, adalah sesama manusia dari orang yang jatuh ke tangan penyamun itu?”
37  Jawab orang itu: “Orang yang telah menunjukkan belas kasihan kepadanya.” Kata Yesus kepadanya: “Pergilah, dan perbuatlah demikian!

6 October 2013

Renungan Harian, 6 Oktober 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Kami adalah hamba-hamba yang tidak berguna (Luk 17:5-10)

Arus dunia mengajak kita untuk menuntut orang lain menghargai dan menghormati kita. Hal ini tidak dikehendaki Yesus. Yesus mau kita melawan arus untuk tidak tunduk pada dunia, tetapi menjadi hamba yang melakukan kehendak-Nya. Melawan arus berarti berjalan menuju kehendak Bapa dan bukan kehendakku. Semangat ini adalah sebuah perjuangan yang tidak mudah. Kita butuh rahmat Tuhan. Layaklah kita memohon seperti para Rasul: “Tuhan tambahkanlah iman kami” Banyak cara untuk memperoleh rahmat Tuhan. Caranya, kita berani menempatkan diri dalam semangat pembaharuan dan kekudusan.

Janganlah keraskan hatimu seperti di Meriba, seperti pada hari di Masa di padang gurun, (Mzm 95:8)

Bacaan Lengkap hari ini :

5  Lalu kata rasul-rasul itu kepada Tuhan: “Tambahkanlah iman kami!”
6  Jawab Tuhan: “Kalau sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja, kamu dapat berkata kepada pohon ara ini: Terbantunlah engkau dan tertanamlah di dalam laut, dan ia akan taat kepadamu.”
7  ”Siapa di antara kamu yang mempunyai seorang hamba yang membajak atau menggembalakan ternak baginya, akan berkata kepada hamba itu, setelah ia pulang dari ladang: Mari segera makan!
8  Bukankah sebaliknya ia akan berkata kepada hamba itu: Sediakanlah makananku. Ikatlah pinggangmu dan layanilah aku sampai selesai aku makan dan minum. Dan sesudah itu engkau boleh makan dan minum.
9  Adakah ia berterima kasih kepada hamba itu, karena hamba itu telah melakukan apa yang ditugaskan kepadanya?
10  Demikian jugalah kamu. Apabila kamu telah melakukan segala sesuatu yang ditugaskan kepadamu, hendaklah kamu berkata: Kami adalah hamba-hamba yang tidak berguna; kami hanya melakukan apa yang kami harus lakukan.”

« Newer PostsOlder Posts »

Powered by WordPress