Renungan Harian

18 December 2013

Renungan Harian, 18 December 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Sesudah bangun dari tidurnya, Yusuf berbuat seperti yang diperintahkan malaikat Tuhan itu kepadanya. (Mat 1:18-24)

Teladanilah sikap St. Yusuf dalam menghadapi masalah. Berpikiran jernih dan tenang. Ketenangan akan membuat kita berani menghadapi masalah dan tidak lari dari kesulitan. Kalau kita belajar memberi tempat pada ketenangan, maka kita mampu mendengar suara Tuhan. Tuhan berbisik setiap saat, namun hanya dalam hati yang tenang, jernih dan pasrah, orang mampu mendengarkan bisikan Tuhan. Maka, hilangkan hati yang galau dan emosional. Mari kita berdoa agar dalam masa Adven ini diberi rahmat ketenangan hati, pikiran dan perasaan.

Kiranya ia mengadili umat-Mu dengan keadilan dan orang-orang-Mu yang tertindas dengan hukum! Kiranya gunung-gunung membawa damai sejahtera bagi bangsa, dan bukit-bukit membawa kebenaran! (Mzm 72:2-3)

Bacaan lengkap hari ini :

18 Kelahiran Yesus Kristus adalah seperti berikut: Pada waktu Maria, ibu-Nya, bertunangan dengan Yusuf, ternyata ia mengandung dari Roh Kudus, sebelum mereka hidup sebagai suami isteri.
19  Karena Yusuf suaminya, seorang yang tulus hati dan tidak mau mencemarkan nama isterinya di muka umum, ia bermaksud menceraikannya dengan diam-diam.
20  Tetapi ketika ia mempertimbangkan maksud itu, malaikat Tuhan nampak kepadanya dalam mimpi dan berkata: “Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus.
21  Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka.”
22  Hal itu terjadi supaya genaplah yang difirmankan Tuhan oleh nabi:
23  ”Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanuel”  —  yang berarti: Allah menyertai kita.
24  Sesudah bangun dari tidurnya, Yusuf berbuat seperti yang diperintahkan malaikat Tuhan itu kepadanya. Ia mengambil Maria sebagai isterinya,

17 December 2013

Doa Novena Natal

Filed under: Doa — Tags: , — Renungan Harian @ 10:55

(Didoakan secara pribadi/bersama, mulai tanggal 16 s/d 24 Desember)

Bapa surgawi, mampukan aku untuk menyambut dan menerima Yesus, Putera-Mu dengan iman yang teguh ditengah umat manusia yang kian apatis, dengan harapan yang tak pernah pudar ditengah umat manusia yang kian berputus asa, stres dan depresi, dan dengan kasih yang besar di tengah umat manusia yang kian tak manusiawi terhadap sesama yang tercipta secitra dengan-Mu.

Terangilah hati kami dengan Roh Kudus-Mu dan bersihkanlah hati dan jiwa kami dari segala dosa agar aku dapat merayakan Natal dengan hati penuh sukacita dan damai; di tengah dunia yang suram dan penuh dengan kekerasan serta kejahatan, kami dan orang-orang yang telah percaya kepada Yesus Kristus dapat menjadi tanda pengharapan dan damai di bumi, khususnya ditengah keluarga.

Maranatha! Datanglah, Tuhan Yesus! Amin.

Renungan Harian, 17 Desember 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Yakub memperanakkan Yusuf suami Maria, yang melahirkan Yesus yang disebut Kristus. (Mat 1:1-17)

Kedatangan Yesus yang akan kita rayakan pada hari Natal nanti; merupakan tindakan nyata bahwa Dia sungguh berbelas kasih pada manusia yang berdosa ini, karena Dia tidak hanya hidup sebagai manusia saja tetapi juga hidup sebagai Allah. Sifat Allah yang ada pada diri-Nya inilah yang membuat Yesus mampu selalu berbelas kasih pada siapa saja. Kecenderungan kita untuk kalah dan mengalah pada dosa, karena kita hanya hidup sebagai manusia. Kita lupa untuk menghidupi sifat keilahian yang sudah dianugerahkan kepada kita. Agar kita dapat meneladani Kristus.

Kiranya segala bangsa saling memberkati dengan namanya, dan menyebut dia berbahagia. Mzm 72:17

Bacaan lengkap hari ini :

1 Inilah silsilah Yesus Kristus, anak Daud, anak Abraham.
2  Abraham memperanakkan Ishak, Ishak memperanakkan Yakub, Yakub memperanakkan Yehuda dan saudara-saudaranya,
3  Yehuda memperanakkan Peres dan Zerah dari Tamar, Peres memperanakkan Hezron, Hezron memperanakkan Ram,
4  Ram memperanakkan Aminadab, Aminadab memperanakkan Nahason, Nahason memperanakkan Salmon,
5  Salmon memperanakkan Boas dari Rahab, Boas memperanakkan Obed dari Rut, Obed memperanakkan Isai,
6  Isai memperanakkan raja Daud. Daud memperanakkan Salomo dari isteri Uria,
7  Salomo memperanakkan Rehabeam, Rehabeam memperanakkan Abia, Abia memperanakkan Asa,
8  Asa memperanakkan Yosafat, Yosafat memperanakkan Yoram, Yoram memperanakkan Uzia,
9  Uzia memperanakkan Yotam, Yotam memperanakkan Ahas, Ahas memperanakkan Hizkia,
10  Hizkia memperanakkan Manasye, Manasye memperanakkan Amon, Amon memperanakkan Yosia,
11  Yosia memperanakkan Yekhonya dan saudara-saudaranya pada waktu pembuangan ke Babel.
12  Sesudah pembuangan ke Babel, Yekhonya memperanakkan Sealtiel, Sealtiel memperanakkan Zerubabel,
13  Zerubabel memperanakkan Abihud, Abihud memperanakkan Elyakim, Elyakim memperanakkan Azor,
14  Azor memperanakkan Zadok, Zadok memperanakkan Akhim, Akhim memperanakkan Eliud,
15  Eliud memperanakkan Eleazar, Eleazar memperanakkan Matan, Matan memperanakkan Yakub,
16  Yakub memperanakkan Yusuf suami Maria, yang melahirkan Yesus yang disebut Kristus.
17  Jadi seluruhnya ada: empat belas keturunan dari Abraham sampai Daud, empat belas keturunan dari Daud sampai pembuangan ke Babel, dan empat belas keturunan dari pembuangan ke Babel sampai Kristus.

16 December 2013

Renungan Harian, 16 Desember 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

bintang terbit dari Yakub, tongkat kerajaan timbul dari Israel (Bil 24:2-7.15-17a)

Alangkah indahnya sekiranya para pemimpin agama Yahudi mengenali nubuat ini dalam diri Yesus. Maka mereka tidak membuat masalah dengan mempersoalkan dari mana kuasa Yesus. Sekiranya mereka tidak membutakan diri sendiri, mereka akan melihat cahaya gemilang yang meliputi diri Yesus dan kerajaan Allah yang telah datang kepada mereka. Mereka akan bersukaria karena tanda-tanda ajaib yang terjadi di tengah-tengah mereka. Amat menyedihkan bahwa mereka telah mengeraskan hati dan dengan sadar memilih untuk tinggal dalam kegelapan maut. Tuhan, bukalah mataku untuk melihat cahaya bintang itu.

Beritahukanlah jalan-jalan-Mu kepadaku, ya TUHAN, tunjukkanlah itu kepadaku. (Mzm 25:4)

Bacaan lengkap hari ini :

2  Ketika Bileam memandang ke depan dan melihat orang Israel berkemah menurut suku mereka, maka Roh Allah menghinggapi dia.
3  Lalu diucapkannyalah sanjaknya, katanya: “Tutur kata Bileam bin Beor, tutur kata orang yang terbuka matanya;
4  tutur kata orang yang mendengar firman Allah, yang melihat penglihatan dari Yang Mahakuasa sambil rebah, namun dengan mata tersingkap.
5  Alangkah indahnya kemah-kemahmu, hai Yakub, dan tempat-tempat kediamanmu, hai Israel!
6  Sebagai lembah yang membentang semuanya; sebagai taman di tepi sungai; sebagai pohon gaharu yang ditanam TUHAN; sebagai pohon aras di tepi air.
7  Air mengalir dari timbanya, dan benihnya mendapat air banyak-banyak. Rajanya akan naik tinggi melebihi Agag, dan kerajaannya akan dimuliakan.
15 Lalu diucapkannyalah sanjaknya, katanya: “Tutur kata Bileam bin Beor, tutur kata orang yang terbuka matanya;
16  tutur kata orang yang mendengar firman Allah, dan yang beroleh pengenalan akan Yang Mahatinggi, yang melihat penglihatan dari Yang Mahakuasa, sambil rebah, namun dengan mata tersingkap.
17  Aku melihat dia, tetapi bukan sekarang; aku memandang dia, tetapi bukan dari dekat; bintang terbit dari Yakub, tongkat kerajaan timbul dari Israel, dan meremukkan pelipis-pelipis Moab, dan menghancurkan semua anak Set.

15 December 2013

Renungan Harian, 15 Desember 2013 – Minggu Adven III

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Pergilah dan katakanlah kepada Yohanes apa yang kamu dengar dan kamu lihat” (Mat 11:2-11)

Pertanyaan murid murid Yohanes tidak langsung dijawab Yesus. Yesus malahan menegaskan agar Yohanes melihat sendiri karya karya dan mujizat yang Yesus lakukan. Dengan pernyataan tersebut, jati diri Yesus sebagai Mesias ditampilkan. Yesus lalu menegaskan berbahagialah orang yang tidak menjadi kecewa dan menolak diri-Nya. Kita sebagai murid-murid Yesus harus yakin bahwa dalam diri Yesus itulah Mesias yang kita nantikan, yang menjadi jaminan harapan dan keselamatan kita. Dalam diri-Nya, berkat Tuhan sungguh dicurahkan.

TUHAN itu Raja untuk selama-lamanya, Allahmu, ya Sion, turun-temurun!  Mzm 146:10

Bacaan Lengkap hari ini :

2  Di dalam penjara Yohanes mendengar tentang pekerjaan Kristus,
3  lalu menyuruh murid-muridnya bertanya kepada-Nya: “Engkaukah yang akan datang itu atau haruskah kami menantikan orang lain?”
4  Yesus menjawab mereka: “Pergilah dan katakanlah kepada Yohanes apa yang kamu dengar dan kamu lihat:
5  orang buta melihat, orang lumpuh berjalan, orang kusta menjadi tahir, orang tuli mendengar, orang mati dibangkitkan dan kepada orang miskin diberitakan kabar baik.
6  Dan berbahagialah orang yang tidak menjadi kecewa dan menolak Aku.”
7 Setelah murid-murid Yohanes pergi, mulailah Yesus berbicara kepada orang banyak itu tentang Yohanes: “Untuk apakah kamu pergi ke padang gurun? Melihat buluh yang digoyangkan angin kian ke mari?
8  Atau untuk apakah kamu pergi? Melihat orang yang berpakaian halus? Orang yang berpakaian halus itu tempatnya di istana raja.
9  Jadi untuk apakah kamu pergi? Melihat nabi? Benar, dan Aku berkata kepadamu, bahkan lebih dari pada nabi.
10  Karena tentang dia ada tertulis: Lihatlah, Aku menyuruh utusan-Ku mendahului Engkau, ia akan mempersiapkan jalan-Mu di hadapan-Mu.
11  Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya di antara mereka yang dilahirkan oleh perempuan tidak pernah tampil seorang yang lebih besar dari pada Yohanes Pembaptis, namun yang terkecil dalam Kerajaan Sorga lebih besar dari padanya.

14 December 2013

Renungan Harian, 14 Desember 2013 – Peringatan Wajib Santo Yohanes dari Salib, Imam dan Pujangga Gereja

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Pada waktu itu mengertilah murid-murid Yesus bahwa Ia berbicara tentang Yohanes Pembaptis. (Mat 17:10-13)

Yohanes Pembaptis adalah “pembuka jalan” untuk Sang Mesias, dia meluruskan jalan Tuhan (Yoh 1:23). Hari ini adalah peringatan St. Yohanes dari Salib. Sebelum meninggal ia sempat memeluk Salib Tuhan sambil berdoa, “Kedalam tangan-Mu, kuserahkan rohku” Masa Adven adalah masa persiapan untuk membuka jalan lebar-lebar dalam hati kita bagi Yesus yang akan lahir. Kiranya Adven menjadi entry point bagi kita untuk berubah dalam penantian akan Tuhan.

Ya Allah, pulihkanlah kami, buatlah wajah-Mu bersinar, maka kami akan selamat. Mzm 80:3

Bacaan Lengkap hari ini :

10  Lalu murid-murid-Nya bertanya kepada-Nya: “Kalau demikian mengapa ahli-ahli Taurat berkata bahwa Elia harus datang dahulu?”
11  Jawab Yesus: “Memang Elia akan datang dan memulihkan segala sesuatu
12  dan Aku berkata kepadamu: Elia sudah datang, tetapi orang tidak mengenal dia, dan memperlakukannya menurut kehendak mereka. Demikian juga Anak Manusia akan menderita oleh mereka.”
13  Pada waktu itu mengertilah murid-murid Yesus bahwa Ia berbicara tentang Yohanes Pembaptis.

13 December 2013

Renungan Harian, 13 Desember 2013 – Peringatan Wajib Santa Lusia, Perawan dan Martir

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Kami meniup seruling bagimu, tetapi kamu tidak menari, kami menyanyikan kidung duka, tetapi kamu tidak berkabung. (Mat 11:16-19)

Tuhan minta, agar saat seruling ditiup, kita menari; saat kidung duka dinyanyikan, kita menangis. Ini suatu perumpamaan untuk menunjukkan hidup yang berpusat pada relasi dengan sipeniup seruling dan si penyanyi kidung. Nada-nada bisa kita temukan dalam kehidupan jika kita sungguh-sungguh terbuka pada kehadiran Tuhan. Inilah makna spiritualitas dalam pengertian sederhana, yakni hidup dalam kesadaran akan Tuhan, dimana dia menjadi pusat hidup kita. Dengan demikian apapun yang kita lakukan, semuanya dijiwai oleh Tuhan.

sebab TUHAN mengenal jalan orang benar, tetapi jalan orang fasik menuju kebinasaan. (Mzm 1:6)

Bacaan Lengkap hari ini :

16 Dengan apakah akan Kuumpamakan angkatan ini? Mereka itu seumpama anak-anak yang duduk di pasar dan berseru kepada teman-temannya:
17  Kami meniup seruling bagimu, tetapi kamu tidak menari, kami menyanyikan kidung duka, tetapi kamu tidak berkabung.
18  Karena Yohanes datang, ia tidak makan, dan tidak minum, dan mereka berkata: Ia kerasukan setan.
19  Kemudian Anak Manusia datang, Ia makan dan minum, dan mereka berkata: Lihatlah, Ia seorang pelahap dan peminum, sahabat pemungut cukai dan orang berdosa. Tetapi hikmat Allah dibenarkan oleh perbuatannya.”

12 December 2013

Renungan Harian, 12 Desember 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengar!” (Mat 11:11-15)

Kita masih berjuang dalam pengembaraan menuju tempat abadi di surga. kita membina diri terus menerus agar hidup kita makin sesuai dengan kehendak Allah. Jika kita mendengar perintahnya, maka kita akan mudah larut dalam kebahagiaan bersama Allah dalam pelayanan kepada sesama. Yesus mengalami hidup suka dan duka sebagai manusia. Peristiwa kematian sebagai manusia juga telah dialaminya. Hal ini menunjukkan proses karya keselamatan Allah yang sangat dekat dengan manusia. Kita menantikan saat bersama dengan Allah dan hidup bahagia dalam persekutuan para kudus.

TUHAN setia dalam segala perkataan-Nya dan penuh kasih setia dalam segala perbuatan-Nya. Mzm 145:13b

Bacaan Lengkap hari ini :

11  Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya di antara mereka yang dilahirkan oleh perempuan tidak pernah tampil seorang yang lebih besar dari pada Yohanes Pembaptis, namun yang terkecil dalam Kerajaan Sorga lebih besar dari padanya.
12  Sejak tampilnya Yohanes Pembaptis hingga sekarang, Kerajaan Sorga diserong dan orang yang menyerongnya mencoba menguasainya.
13  Sebab semua nabi dan kitab Taurat bernubuat hingga tampilnya Yohanes
14  dan  —  jika kamu mau menerimanya  —  ialah Elia yang akan datang itu.
15  Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengar!

11 December 2013

Renungan Harian, 11 Desember 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. (Mat 11:28-30)

Ketika berbeban berat, saya datang kepada Yesus, bukan untuk memindahkan itu pada Yesus, melainkan supaya diringankan. Saya percaya bahwa pada yesus ada kekuatan dan penghiburan. Semakin banyak beban yang kita tanggung, semakin besar kekuatan Allah yang tercurah, seperti dikatakan Rasul Paulus : Segala perkara dapat kutanggung didalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku (Flp 4:13) Jangan lah ragu datang kepada Yesus, karena Yesus memberikan pertolongan dan kelegaan.

 Pujilah TUHAN, hai jiwaku, dan janganlah lupakan segala kebaikan-Nya! (Mzm 103:2)

Bacaan Lengkap hari ini :

28  Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.
29  Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan.
30  Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Kupun ringan.”

10 December 2013

Renungan Harian, 10 December 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Demikian juga Bapamu yang di sorga tidak menghendaki supaya seorangpun dari anak-anak ini hilang.” (Mat 18:12-14)

Yang hilang, yang lemah dan yang sakit, lebih kita perhatikan daripada yang kuat dan sehat. Walaupun sebenarnya kita mencintai semuanya. Allah berbelas kasih yang luar biasa, Ia berusaha menyelamatkan mereka yang hilang, yang sakit untuk kembali kepada-Nya. Ia menghendaki agar anak-anak-Nya tidak ada yang hilang dan binasa. Yesus sendirilah Gembala kita yang baik. Ia datang kedunia untuk mencari domba yang tersesat. mari kita bersikap seperti Yesus, yang penuh pengertian menerima kembali dan mengampuni orang berdosa yang mau bertobat dan pulang kembali.

“TUHAN itu Raja! Sungguh tegak dunia, tidak goyang. Ia akan mengadili bangsa-bangsa dalam kebenaran.” (Mzm 96:10)

Bacaan Lengkap hari ini :

12  ”Bagaimana pendapatmu? Jika seorang mempunyai seratus ekor domba, dan seekor di antaranya sesat, tidakkah ia akan meninggalkan yang sembilan puluh sembilan ekor di pegunungan dan pergi mencari yang sesat itu?
13  Dan Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya jika ia berhasil menemukannya, lebih besar kegembiraannya atas yang seekor itu dari pada atas yang kesembilan puluh sembilan ekor yang tidak sesat.
14  Demikian juga Bapamu yang di sorga tidak menghendaki supaya seorangpun dari anak-anak ini hilang.

« Newer PostsOlder Posts »

Powered by WordPress