Renungan Harian

13 March 2014

Renungan Harian, 13 Maret 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu.” (Mat 7:7-12)

Sungguh-sungguh diperlukan sikap rendah hati untuk mau datang dan mengatakan minta sesuatu. Disini, seseorang memang dilatih untuk menjadi rendah hati dan bergantung. Orang yang merasa, bahwa dirinya mampu memenuhi segala yang diinginkannya dan tidak memerlukan bantuan orang lain, cenderung menjadi sombong. Padahal, Tuhan membenci orang yang sombong. Hari ini Yesus mengajartkan kepada kita, agar mau meminta supaya diberi. Marilah kita singkirkan rasa sombong yang menghalangi kita untuk datang dan minta kepada-Nya.

Pada hari aku berseru, Engkaupun menjawab aku, Engkau menambahkan kekuatan dalam jiwaku. (Mzm 138:3)

Bacaan Lengkap hari ini :

7 “Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu.
8  Karena setiap orang yang meminta, menerima dan setiap orang yang mencari, mendapat dan setiap orang yang mengetok, baginya pintu dibukakan.
9  Adakah seorang dari padamu yang memberi batu kepada anaknya, jika ia meminta roti,
10  atau memberi ular, jika ia meminta ikan?
11  Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di sorga! Ia akan memberikan yang baik kepada mereka yang meminta kepada-Nya.”
12 “Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka. Itulah isi seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.

12 March 2014

Renungan Harian, 12 Maret 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Sebab orang-orang Niniwe itu bertobat waktu mereka mendengarkan pemberitaan Yunus, dan sesungguhnya yang ada di sini lebih dari pada Yunus!” (Luk 11:29-32)

Yesus berharap, orang sudah bisa bertobat dengan mendengarkan perumpamaan dan kotbah-Nya. Tetapi Yesus heran, karena mereka semua tak terbuka hatinya dan mau bertobat. Bertobat ialah berbalik dari pikiran dan perbuatan buruk kepada yang lebih baik. Mengapa orang enggan bertobat? Karena mereka menunggu mujizat! Berbahagialah mereka yang percaya dan bertobat walaupun tidak melihat bukti atau mujizat kebesaran Tuhan.

Korban sembelihan kepada Allah ialah jiwa yang hancur; hati yang patah dan remuk tidak akan Kaupandang hina, ya Allah. Mzm 51:19

Bacaan Lengkap hari ini :

29 Ketika orang banyak mengerumuni-Nya, berkatalah Yesus: “Angkatan ini adalah angkatan yang jahat. Mereka menghendaki suatu tanda, tetapi kepada mereka tidak akan diberikan tanda selain tanda nabi Yunus.
30  Sebab seperti Yunus menjadi tanda untuk orang-orang Niniwe, demikian pulalah Anak Manusia akan menjadi tanda untuk angkatan ini.
31  Pada waktu penghakiman, ratu dari Selatan itu akan bangkit bersama orang dari angkatan ini dan ia akan menghukum mereka. Sebab ratu ini datang dari ujung bumi untuk mendengarkan hikmat Salomo, dan sesungguhnya yang ada di sini lebih dari pada Salomo!
32  Pada waktu penghakiman, orang-orang Niniwe akan bangkit bersama angkatan ini dan mereka akan menghukumnya. Sebab orang-orang Niniwe itu bertobat waktu mereka mendengarkan pemberitaan Yunus, dan sesungguhnya yang ada di sini lebih dari pada Yunus!

11 March 2014

Renungan Harian, 11 Maret 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Jadi janganlah kamu seperti mereka, karena Bapamu mengetahui apa yang kamu perlukan, sebelum kamu minta kepada-Nya. (Mat 6:7-15)

Berdoa itu perlu dan harus, tetapi tidak perlu bertele tele. Berdoa membutuhkan ketulusan hati. Hati berbicara dari kedalaman manusia. Dari sana kita memperoleh kebenaran sejati, sebab disanalah Allah bersemayam. Maka berdoa dengan baik, berarti berdoa dari dalam hati; berbicara atas kehendak Allah yang dengan kemurahan-Nya, rela merendahkan keallahan-Nya dan berdiam dalam diri manusia lemah. Doa Bapa Kami yang diajarkan Tuhan bukan berisi keluhan atau bertanya tentang hidup kita, melainkan murni ungkapan iman.

Orang yang tertindas ini berseru, dan TUHAN mendengar; Ia menyelamatkan dia dari segala kesesakannya. (Mzm 34:7)

Bacaan Lengkap hari ini :

7  Lagipula dalam doamu itu janganlah kamu bertele-tele seperti kebiasaan orang yang tidak mengenal Allah. Mereka menyangka bahwa karena banyaknya kata-kata doanya akan dikabulkan.
Jadi janganlah kamu seperti mereka, karena Bapamu mengetahui apa yang kamu perlukan, sebelum kamu minta kepada-Nya.
9 Karena itu berdoalah demikian: Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu,
10  datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga.
11  Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya
12  dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami;
13  dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat. (Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin.)
14  Karena jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di sorga akan mengampuni kamu juga.
15  Tetapi jikalau kamu tidak mengampuni orang, Bapamu juga tidak akan mengampuni kesalahanmu.”

10 March 2014

Renungan Harian, 10 Maret 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku. (Mat 25:31-46)

Dalam pengadilan terakhir akan dinilai perbuatan orang terhadap sesamanya. Kisah tentang pengadilan terakhir ini hendaknya lebih memotivasi kita untuk bertobat dan membarui diri. Mari kita melakukan segala hal yang baik bagi sesama, terutama yang membutuhkan. Ini menjadi jaminan kita untuk mendapat tempat yang pantas disisi-Nya. Kita pasti bisa melakukan itu. Asal berani melepaskan kepentingannya, maka pastilah semua orang bisa melakukannya.

Taurat TUHAN itu sempurna, menyegarkan jiwa; peraturan TUHAN itu teguh, memberikan hikmat kepada orang yang tak berpengalaman. (Mzm 19:8)

Bacaan Lengkap hari ini :

31 “Apabila Anak Manusia datang dalam kemuliaan-Nya dan semua malaikat bersama-sama dengan Dia, maka Ia akan bersemayam di atas takhta kemuliaan-Nya.
32  Lalu semua bangsa akan dikumpulkan di hadapan-Nya dan Ia akan memisahkan mereka seorang dari pada seorang, sama seperti gembala memisahkan domba dari kambing,
33  dan Ia akan menempatkan domba-domba di sebelah kanan-Nya dan kambing-kambing di sebelah kiri-Nya.
34  Dan Raja itu akan berkata kepada mereka yang di sebelah kanan-Nya: Mari, hai kamu yang diberkati oleh Bapa-Ku, terimalah Kerajaan yang telah disediakan bagimu sejak dunia dijadikan.
35  Sebab ketika Aku lapar, kamu memberi Aku makan; ketika Aku haus, kamu memberi Aku minum; ketika Aku seorang asing, kamu memberi Aku tumpangan;
36  ketika Aku telanjang, kamu memberi Aku pakaian; ketika Aku sakit, kamu melawat Aku; ketika Aku di dalam penjara, kamu mengunjungi Aku.
37  Maka orang-orang benar itu akan menjawab Dia, katanya: Tuhan, bilamanakah kami melihat Engkau lapar dan kami memberi Engkau makan, atau haus dan kami memberi Engkau minum?
38  Bilamanakah kami melihat Engkau sebagai orang asing, dan kami memberi Engkau tumpangan, atau telanjang dan kami memberi Engkau pakaian?
39  Bilamanakah kami melihat Engkau sakit atau dalam penjara dan kami mengunjungi Engkau?
40  Dan Raja itu akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku.
41  Dan Ia akan berkata juga kepada mereka yang di sebelah kiri-Nya: Enyahlah dari hadapan-Ku, hai kamu orang-orang terkutuk, enyahlah ke dalam api yang kekal yang telah sedia untuk Iblis dan malaikat-malaikatnya.
42  Sebab ketika Aku lapar, kamu tidak memberi Aku makan; ketika Aku haus, kamu tidak memberi Aku minum;
43  ketika Aku seorang asing, kamu tidak memberi Aku tumpangan; ketika Aku telanjang, kamu tidak memberi Aku pakaian; ketika Aku sakit dan dalam penjara, kamu tidak melawat Aku.
44  Lalu merekapun akan menjawab Dia, katanya: Tuhan, bilamanakah kami melihat Engkau lapar, atau haus, atau sebagai orang asing, atau telanjang atau sakit, atau dalam penjara dan kami tidak melayani Engkau?
45  Maka Ia akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang tidak kamu lakukan untuk salah seorang dari yang paling hina ini, kamu tidak melakukannya juga untuk Aku.
46  Dan mereka ini akan masuk ke tempat siksaan yang kekal, tetapi orang benar ke dalam hidup yang kekal.”

9 March 2014

Renungan Harian, 9 Maret 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Janganlah engkau mencobai Tuhan, Allahmu!” (Mat 4:1-11)

Salah satu dosa pokok adalah kesombongan. Orang sombong ingin menjadi yang paling di atas. Ia tidak puas menjadi gambaran Allah tapi ingin menjadi seperti Allah sendiri. Setan tahu di mana titik lemah manusia. Di situlah ia diuji, dan di situ ia jatuh. Setan juga menggoda Yesus. Janji-janjinya begitu menggiurkan. Hidup menjadi begitu mudah dan mewah asal Ia mau menyembah setan. Tapi dengan tegas Yesus mengusirnya pergi. Yesus hanya mempunyai satu program, yaitu: Menyembah Tuhan Allah dan berbakti kepada Dia saja. “Jadilah kehendak-Mu, ya Bapa.”

Kasihanilah aku, ya Allah, menurut kasih setia-Mu, hapuskanlah pelanggaranku menurut rahmat-Mu yang besar! (Mzm 51:3)

Bacaan Lengkap hari ini :

1 Maka Yesus dibawa oleh Roh ke padang gurun untuk dicobai Iblis.
2  Dan setelah berpuasa empat puluh hari dan empat puluh malam, akhirnya laparlah Yesus.
3  Lalu datanglah si pencoba itu dan berkata kepada-Nya: “Jika Engkau Anak Allah, perintahkanlah supaya batu-batu ini menjadi roti.”
4  Tetapi Yesus menjawab: “Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah.”
5  Kemudian Iblis membawa-Nya ke Kota Suci dan menempatkan Dia di bubungan Bait Allah,
6  lalu berkata kepada-Nya: “Jika Engkau Anak Allah, jatuhkanlah diri-Mu ke bawah, sebab ada tertulis: Mengenai Engkau Ia akan memerintahkan malaikat-malaikat-Nya dan mereka akan menatang Engkau di atas tangannya, supaya kaki-Mu jangan terantuk kepada batu.”
7  Yesus berkata kepadanya: “Ada pula tertulis: Janganlah engkau mencobai Tuhan, Allahmu!
8  Dan Iblis membawa-Nya pula ke atas gunung yang sangat tinggi dan memperlihatkan kepada-Nya semua kerajaan dunia dengan kemegahannya,
9  dan berkata kepada-Nya: “Semua itu akan kuberikan kepada-Mu, jika Engkau sujud menyembah aku.”
10  Maka berkatalah Yesus kepadanya: “Enyahlah, Iblis! Sebab ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!”
11  Lalu Iblis meninggalkan Dia, dan lihatlah, malaikat-malaikat datang melayani Yesus.

8 March 2014

Renungan Harian, 8 Maret 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit” (Luk 5:27-32)

Bagi Yesus, yang penting dari undangan makan tersebut adalah tanggapan Lewi yang menerima kehadiran-Nya dalam hidupnya, dan juga kehadiran orang-orang berdoa lainnya untuk mengenal dan menerima Yesus seperti apa yang telah terjadi pada Lewi. Bagi Yesus, hidupNya jauh lebih berguna untuk mereka yang menyadari diri sebagai orang berdosa dan kesediaan untuk mengubah hidupnya dengan melakukan pertobatan, daripada untuk mereka yang merasa diri sebagai orang benar.. Kita juga butuh pertobatan. Maka layaklah kita undang Dia untuk merajai setiap langkah kehidupan kita.

Tunjukkanlah kepadaku jalan-Mu, ya TUHAN, supaya aku hidup menurut kebenaran-Mu; bulatkanlah hatiku untuk takut akan nama-Mu. (Mzm 86:11)

Bacaan Lengkap hari ini :

27 Kemudian, ketika Yesus pergi ke luar, Ia melihat seorang pemungut cukai, yang bernama Lewi, sedang duduk di rumah cukai. Yesus berkata kepadanya: “Ikutlah Aku!”
28  Maka berdirilah Lewi dan meninggalkan segala sesuatu, lalu mengikut Dia.
29  Dan Lewi mengadakan suatu perjamuan besar untuk Dia di rumahnya dan sejumlah besar pemungut cukai dan orang-orang lain turut makan bersama-sama dengan Dia.
30  Orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat bersungut-sungut kepada murid-murid Yesus, katanya: “Mengapa kamu makan dan minum bersama-sama dengan pemungut cukai dan orang berdosa?”
31  Lalu jawab Yesus kepada mereka, kata-Nya: “Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit;
32  Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, tetapi orang berdosa, supaya mereka bertobat.”

7 March 2014

Renungan Harian, 7 Maret 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Dapatkah sahabat-sahabat mempelai laki-laki berdukacita selama mempelai itu bersama mereka? (Mat 9:14-15)

Puasa itu punya makna yang sangat mendalam. Hal ini berkaitan dengan Yesus, Sang Pengantin dan kita sebagai sahabatNya. Relasi berkaitan dengan cinta. Tatkala merenungkan makna Puasa, kita juga merenungkan makna cinta. Cinta terhadap Tuhan, sesama dan diri kita sendiri. Dengan berpuasa kita menyatukan diri dan solider dengan Yesus yang telah menderita bagi kita. Puasa juga memberi kesempatan bagi kita untuk menjalin kesetiakawanan dengan mereka yang kekurangan. Dan puasa juga menjadi sarana latihan untuk memiliki kehendak yang kuat bagi diri kita sendiri.

Korban sembelihan kepada Allah ialah jiwa yang hancur; hati yang patah dan remuk tidak akan Kaupandang hina, ya Allah. Mzm 51:19

Bacaan Lengkap hari ini :

14 Kemudian datanglah murid-murid Yohanes kepada Yesus dan berkata: “Mengapa kami dan orang Farisi berpuasa, tetapi murid-murid-Mu tidak?”
15  Jawab Yesus kepada mereka: “Dapatkah sahabat-sahabat mempelai laki-laki berdukacita selama mempelai itu bersama mereka? Tetapi waktunya akan datang mempelai itu diambil dari mereka dan pada waktu itulah mereka akan berpuasa.

6 March 2014

Renungan Harian, 6 Maret 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia, tetapi ia membinasakan atau merugikan dirinya sendiri? (Luk 9:22-25)

Walaupun cara hidup mengikuti Yesus tidak selalu mudah, dengan hidup menyangkal diri, memanggul salib dan mengikuti-Nya, tetapi akan membawa kepada kehidupan. Tuhan memberi kita pilihan bebas, tetapi sebenarnya pilihan yang tepat adalah kehidupan dan berkat. Bukan kehidupan dalam kemewahan serta ketamakan. Jangan hanya berkutat memenuhi kebutuhan yang tak kunjung habis, tetapi kita juga berusaha menumbuhkan iman dan kepercayaan diri. Agar makin mencintai kehidupan serta takut akan Tuhan, bukan takut pada penderitaan.

Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, (Mzm 1:1)

Bacaan Lengkap hari ini :

22  Dan Yesus berkata: “Anak Manusia harus menanggung banyak penderitaan dan ditolak oleh tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan dibangkitkan pada hari ketiga.”
23  Kata-Nya kepada mereka semua: “Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku.
24  Karena barangsiapa mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan menyelamatkannya.
25  Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia, tetapi ia membinasakan atau merugikan dirinya sendiri?

5 March 2014

Renungan Harian, 5 Maret 2014 – Hari Rabu Abu

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Dan apabila kamu berpuasa, janganlah muram mukamu seperti orang munafik. Mereka mengubah air mukanya, supaya orang melihat bahwa mereka sedang berpuasa.” (Mat 6:1-6.16-18)

Pada Hari Rabu Abu ini, kita menerima salib abu. Liturgi Gereja mengajak kita untuk kembali bertobat. Artinya, kita terus membarui kualitas hidup kita. Kita mengubah kebiasaan lama yang kurang baik, yang egois dan sering mengecewakan Tuhan dan sesama. Kita mau menjadi orang yang taat dan takut kepada Tuhan. Syaratnya adalah dengan rendah hati dan siap berkurban demi kebahagiaan sesama.

Bersihkanlah aku seluruhnya dari kesalahanku, dan tahirkanlah aku dari dosaku! (Mzm 51:4)

Bacaan Lengkap hari ini :

1 “Ingatlah, jangan kamu melakukan kewajiban agamamu di hadapan orang supaya dilihat mereka, karena jika demikian, kamu tidak beroleh upah dari Bapamu yang di sorga.
2  Jadi apabila engkau memberi sedekah, janganlah engkau mencanangkan hal itu, seperti yang dilakukan orang munafik di rumah-rumah ibadat dan di lorong-lorong, supaya mereka dipuji orang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya.
3  Tetapi jika engkau memberi sedekah, janganlah diketahui tangan kirimu apa yang diperbuat tangan kananmu.
4  Hendaklah sedekahmu itu diberikan dengan tersembunyi, maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu.”
5 “Dan apabila kamu berdoa, janganlah berdoa seperti orang munafik. Mereka suka mengucapkan doanya dengan berdiri dalam rumah-rumah ibadat dan pada tikungan-tikungan jalan raya, supaya mereka dilihat orang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya.
6  Tetapi jika engkau berdoa, masuklah ke dalam kamarmu, tutuplah pintu dan berdoalah kepada Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu.
16 “Dan apabila kamu berpuasa, janganlah muram mukamu seperti orang munafik. Mereka mengubah air mukanya, supaya orang melihat bahwa mereka sedang berpuasa. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya.
17  Tetapi apabila engkau berpuasa, minyakilah kepalamu dan cucilah mukamu,
18  supaya jangan dilihat oleh orang bahwa engkau sedang berpuasa, melainkan hanya oleh Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu.”

4 March 2014

Renungan Harian, 4 Maret 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Kami ini telah meninggalkan segala sesuatu dan mengikut Engkau!” (Mrk 10:28-31)

Tidak ada sesuatu yang gratis. Ungkapan ini sedikit banyak membuat Petrus bertanya tanya, apa yang akan aku dapat dengan mengikuti Yesus? Jawaban Yesus sangat indah dan mententeramkan hati. Upah bagi pengikut Yesus adalah kelimpahan dan kelipat gandaan segala kebaikan yang tak terlihat lewat hal-hal fisik saja, tetapi didalam penghayatan, didalam lubuk hati kita masing-masing. Sebab banyak orang yang sudah kaya, masih haus untuk mendapatkan lebih, sehingga menghalalkan segala cara. Apapun status kita, bila kita mengikut Yesus dengan tulus dan bahagia, upahmu besar disurga.

TUHAN telah memperkenalkan keselamatan yang dari pada-Nya, telah menyatakan keadilan-Nya di depan mata bangsa-bangsa. (Mzm 98:2)

Bacaan Lengkap hari ini :

28  Berkatalah Petrus kepada Yesus: “Kami ini telah meninggalkan segala sesuatu dan mengikut Engkau!”
29  Jawab Yesus: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya setiap orang yang karena Aku dan karena Injil meninggalkan rumahnya, saudaranya laki-laki atau saudaranya perempuan, ibunya atau bapanya, anak-anaknya atau ladangnya,
30  orang itu sekarang pada masa ini juga akan menerima kembali seratus kali lipat: rumah, saudara laki-laki, saudara perempuan, ibu, anak dan ladang, sekalipun disertai berbagai penganiayaan, dan pada zaman yang akan datang ia akan menerima hidup yang kekal.
31  Tetapi banyak orang yang terdahulu akan menjadi yang terakhir dan yang terakhir akan menjadi yang terdahulu.”

« Newer PostsOlder Posts »

Powered by WordPress