Renungan Harian

5 June 2013

Renungan Harian, 5 Juni 2013 – Peringatan Wajib Santo Bonifasius, Uskup

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Kamu sesat, justru karena kamu tidak mengerti Kitab Suci maupun kuasa Allah. (Mrk 12:18-27)

Kitab Suci memberi kita pengertian tentang kuasa dan belas kasih Allah, tentang manusia ciptaan-Nya, maksud dan tujuan hidup manusia, serta karya Allah di sepanjang sejarah. Tanpa terang firman, kita pasti sesat di jalan. Kita akan berpikir hidup hanya sebatas umur kita di bumi ini. Atau, kalau ada hidup kekal, tidak ada bedanya dengan yang kita jalani. Apakah Kitab Suci sudah berperan dalam hidup kita sebagai pelita dan terang? Apa yang saya cari kalau membaca Kitab Suci?

Beritahukanlah jalan-jalan-Mu kepadaku, ya TUHAN, tunjukkanlah itu kepadaku. (Mzm 25:4)

Bacaan Lengkap hari ini :

18 Datanglah kepada Yesus beberapa orang Saduki, yang berpendapat, bahwa tidak ada kebangkitan. Mereka bertanya kepada-Nya:
19  “Guru, Musa menuliskan perintah ini untuk kita: Jika seorang, yang mempunyai saudara laki-laki, mati dengan meninggalkan seorang isteri tetapi tidak meninggalkan anak, saudaranya harus kawin dengan isterinya itu dan membangkitkan keturunan bagi saudaranya itu.
20  Adalah tujuh orang bersaudara. Yang pertama kawin dengan seorang perempuan dan mati dengan tidak meninggalkan keturunan.
21  Lalu yang kedua juga mengawini dia dan mati dengan tidak meninggalkan keturunan. Demikian juga dengan yang ketiga.
22  Dan begitulah seterusnya, ketujuhnya tidak meninggalkan keturunan. Dan akhirnya, sesudah mereka semua, perempuan itupun mati.
23  Pada hari kebangkitan, bilamana mereka bangkit, siapakah yang menjadi suami perempuan itu? Sebab ketujuhnya telah beristerikan dia.”
24  Jawab Yesus kepada mereka: “Kamu sesat, justru karena kamu tidak mengerti Kitab Suci maupun kuasa Allah.
25  Sebab apabila orang bangkit dari antara orang mati, orang tidak kawin dan tidak dikawinkan melainkan hidup seperti malaikat di sorga.
26  Dan juga tentang bangkitnya orang-orang mati, tidakkah kamu baca dalam kitab Musa, dalam ceritera tentang semak duri, bagaimana bunyi firman Allah kepadanya: Akulah Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub?
27  Ia bukanlah Allah orang mati, melainkan Allah orang hidup. Kamu benar-benar sesat!”

4 June 2013

Renungan Harian, 4 Juni 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah!” (Mrk 12:13-17)

Dalam hidup kita sering menghadapi  dilema antara bertindak jujur dan kebutuhan hidup. Kesulitan hidup dalam keluarga dan komunitas membuat orang bertindak kreatif, bisa dalam bentuk kerja keras atau mengambil hak orang lain. Ini soal sikap hidup, yang penting untuk kepentingan yang lebih besar. Sesuai dengan perintah Yesus di atas. Bagi mereka yang mengambil hak orang lain, harus dengan besar hati menghentikannya.

Ia tidak takut kepada kabar celaka, hatinya tetap, penuh kepercayaan kepada TUHAN. (Mzm 112:7)

Bacaan Lengkap hari ini :

13 Kemudian disuruh beberapa orang Farisi dan Herodian kepada Yesus untuk menjerat Dia dengan suatu pertanyaan.
14  Orang-orang itu datang dan berkata kepada-Nya: “Guru, kami tahu, Engkau adalah seorang yang jujur, dan Engkau tidak takut kepada siapapun juga, sebab Engkau tidak mencari muka, melainkan dengan jujur mengajar jalan Allah dengan segala kejujuran. Apakah diperbolehkan membayar pajak kepada Kaisar atau tidak? Haruskah kami bayar atau tidak?”
15  Tetapi Yesus mengetahui kemunafikan mereka, lalu berkata kepada mereka: “Mengapa kamu mencobai Aku? Bawalah ke mari suatu dinar supaya Kulihat!”
16  Lalu mereka bawa. Maka Ia bertanya kepada mereka: “Gambar dan tulisan siapakah ini?” Jawab mereka: “Gambar dan tulisan Kaisar.”
17  Lalu kata Yesus kepada mereka: “Berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah!” Mereka sangat heran mendengar Dia.

3 June 2013

Renungan Harian, 3 Juni 2013 – Peringatan Wajib Santo Karolus Lwangga dkk., Martir

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

karena mereka tahu, bahwa merekalah yang dimaksudkan-Nya (Mrk 12:1-12)

Dalam perumpamaannya Yesus selalu mengajak pendengar-Nya untuk mempersonifikasikan dirinya sebagai salah satu pelaku dalam perumpamaan itu. Pendengar ditantang untuk mengambil sikap dan merubah diri. Hal itu minta keterbukaan, kejujuran dan kerendahan hati. Para pendengar Yesus tahu mereka yang dimaksud dengan penggarap yang jahat, tapi mereka tidak mau berubah. Mereka bahkan memilih untuk menyingkirkan Yesus. Bagaimana kita?

Berbahagialah orang yang takut akan TUHAN, yang sangat suka kepada segala perintah-Nya. (Mzm 112:1)

Bacaan Lengkap hari ini :

1 Lalu Yesus mulai berbicara kepada mereka dalam perumpamaan: “Adalah seorang membuka kebun anggur dan menanam pagar sekelilingnya. Ia menggali lobang tempat memeras anggur dan mendirikan menara jaga. Kemudian ia menyewakan kebun itu kepada penggarap-penggarap lalu berangkat ke negeri lain.
2  Dan ketika sudah tiba musimnya, ia menyuruh seorang hamba kepada penggarap-penggarap itu untuk menerima sebagian dari hasil kebun itu dari mereka.
3  Tetapi mereka menangkap hamba itu dan memukulnya, lalu menyuruhnya pergi dengan tangan hampa.
4  Kemudian ia menyuruh pula seorang hamba lain kepada mereka. Orang ini mereka pukul sampai luka kepalanya dan sangat mereka permalukan.
5  Lalu ia menyuruh seorang hamba lain lagi, dan orang ini mereka bunuh. Dan banyak lagi yang lain, ada yang mereka pukul dan ada yang mereka bunuh.
6  Sekarang tinggal hanya satu orang anaknya yang kekasih. Akhirnya ia menyuruh dia kepada mereka, katanya: Anakku akan mereka segani.
7  Tetapi penggarap-penggarap itu berkata seorang kepada yang lain: Ia adalah ahli waris, mari kita bunuh dia, maka warisan ini menjadi milik kita.
8  Mereka menangkapnya dan membunuhnya, lalu melemparkannya ke luar kebun anggur itu.
9  Sekarang apa yang akan dilakukan oleh tuan kebun anggur itu? Ia akan datang dan membinasakan penggarap-penggarap itu, lalu mempercayakan kebun anggur itu kepada orang-orang lain.
10  Tidak pernahkah kamu membaca nas ini: Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi batu penjuru:
11  hal itu terjadi dari pihak Tuhan, suatu perbuatan ajaib di mata kita.”
12  Lalu mereka berusaha untuk menangkap Yesus, karena mereka tahu, bahwa merekalah yang dimaksudkan-Nya dengan perumpamaan itu. Tetapi mereka takut kepada orang banyak, jadi mereka pergi dan membiarkan Dia.

2 June 2013

Renungan Harian, 2 Juni 2013 – Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Dan setelah Ia mengambil lima roti dan dua ikan itu, Ia menengadah ke langit, mengucap berkat, (Luk 9:11-17)

Pada hari raya Tubuh dan Darah Kristus ini, kita diajak untuk belajar terus dari Yesus sendiri. Ajaran-ajaran bagus yang kita terima dan kebajikan apapun yang kita miliki akan selalu tumpul jika belenggu-belenggu keegoisan, ketakutan dan keserakahan tidak kita singkirkan. Lebih penting lagi, bahwa semua petuah dan kebajikan akan memiliki arti jika dilakukan dengan sikap taat dan percaya kepada Tuhan. Marilah kita yakini bahwa Tubuh dan Darah Kristus akan mengubah kita menjadi lebih baik dan terbuka untuk berkorban.

“Inilah tubuh-Ku, yang diserahkan bagi kamu; perbuatlah ini menjadi peringatan akan Aku!” (1Kor 11:24)

Bacaan Lengkap hari ini :

11  Akan tetapi orang banyak mengetahuinya, lalu mengikuti Dia. Ia menerima mereka dan berkata-kata kepada mereka tentang Kerajaan Allah dan Ia menyembuhkan orang-orang yang memerlukan penyembuhan.
12  Pada waktu hari mulai malam datanglah kedua belas murid-Nya kepada-Nya dan berkata: “Suruhlah orang banyak itu pergi, supaya mereka pergi ke desa-desa dan kampung-kampung sekitar ini untuk mencari tempat penginapan dan makanan, karena di sini kita berada di tempat yang sunyi.”
13  Tetapi Ia berkata kepada mereka: “Kamu harus memberi mereka makan!” Mereka menjawab: “Yang ada pada kami tidak lebih dari pada lima roti dan dua ikan, kecuali kalau kami pergi membeli makanan untuk semua orang banyak ini.”
14  Sebab di situ ada kira-kira lima ribu orang laki-laki. Lalu Ia berkata kepada murid-murid-Nya: “Suruhlah mereka duduk berkelompok-kelompok, kira-kira lima puluh orang sekelompok.”
15  Murid-murid melakukannya dan menyuruh semua orang banyak itu duduk.
16  Dan setelah Ia mengambil lima roti dan dua ikan itu, Ia menengadah ke langit, mengucap berkat, lalu memecah-mecahkan roti itu dan memberikannya kepada murid-murid-Nya supaya dibagi-bagikannya kepada orang banyak.
17  Dan mereka semuanya makan sampai kenyang. Kemudian dikumpulkan potongan-potongan roti yang sisa sebanyak dua belas bakul.

1 June 2013

Renungan Harian, 1 Juni 2013 – Peringatan Wajib Santo Yustinus, Martir

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Dengan kuasa manakah Engkau melakukan hal-hal itu? (Mrk 11:27-33)

Ada dua kemungkinan: dari Allah atau dari si Jahat. Apa maksud para imam kepala, ahli Taurat dan tua-tua bertanya? Dari perundingan di antara mereka jelas bahwa yang mereka cari bukanlah kebenaran. Mereka merasa status dan kedudukan mereka terancam oleh Yesus. Maka mereka ingin menyingkirkan Dia, paling sedikit dengan mempermalukan Dia di depan umum. Karena tidak berhasil, mereka menyelamatkan diri dengan pernyataan: “Kami tidak tahu.” Mereka tidak mau tahu atau menutup diri terhadap kebenaran. Sejauh mana saya terbuka dan menerima kebenaran Yesus?

Titah TUHAN itu tepat, menyukakan hati; perintah TUHAN itu murni, membuat mata bercahaya. (Mzm 19:1)

Bacaan Lengkap hari ini :

27 Lalu Yesus dan murid-murid-Nya tiba pula di Yerusalem. Ketika Yesus berjalan di halaman Bait Allah, datanglah kepada-Nya imam-imam kepala, ahli-ahli Taurat dan tua-tua,
28  dan bertanya kepada-Nya: “Dengan kuasa manakah Engkau melakukan hal-hal itu? Dan siapakah yang memberikan kuasa itu kepada-Mu, sehingga Engkau melakukan hal-hal itu?”
29  Jawab Yesus kepada mereka: “Aku akan mengajukan satu pertanyaan kepadamu. Berikanlah Aku jawabnya, maka Aku akan mengatakan kepadamu dengan kuasa manakah Aku melakukan hal-hal itu.
30  Baptisan Yohanes itu, dari sorga atau dari manusia? Berikanlah Aku jawabnya!”
31  Mereka memperbincangkannya di antara mereka, dan berkata: “Jikalau kita katakan: Dari sorga, Ia akan berkata: Kalau begitu, mengapakah kamu tidak percaya kepadanya?
32  Tetapi, masakan kita katakan: Dari manusia!” Sebab mereka takut kepada orang banyak, karena semua orang menganggap bahwa Yohanes betul-betul seorang nabi.
33  Lalu mereka menjawab Yesus: “Kami tidak tahu.” Maka kata Yesus kepada mereka: “Jika demikian, Aku juga tidak mengatakan kepadamu dengan kuasa manakah Aku melakukan hal-hal itu.”

31 May 2013

Renungan Harian, 31 Mei 2013 – Pesta Perawan Maria Mengunjungi Elisabet Saudaranya

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Siapakah aku ini sampai ibu Tuhanku datang mengunjungi aku? (Luk 1:39-56)
Setelah menerima kabar gembira dan mendengar bahwa Elisabet sedang hamil di hari tuanya, Maria bergegas pergi untuk mengunjungi dan melayani dia. ‘Melayani’ adalah kata kunci dalam hidup Maria. Seorang baru menjadi “hamba Tuhan” kalau ia juga menjadi hamba sesama, bahkan yang paling hina. Yesus, Anak Allah yang Mahatinggi, Hamba Yahweh, datang bukan untuk dilayani melainkan untuk melayani. Dia ingin kita meneladan Dia bukan dalam perbuatan besar, melainkan dalam hal sederhana melayani.

Berserulah dan bersorak-sorailah, hai penduduk Sion, sebab Yang Mahakudus, Allah Israel, agung di tengah-tengahmu!” (Yes 12:6)

Bacaan lengkap hari ini :

39 Beberapa waktu kemudian berangkatlah Maria dan langsung berjalan ke pegunungan menuju sebuah kota di Yehuda.
40  Di situ ia masuk ke rumah Zakharia dan memberi salam kepada Elisabet.
41  Dan ketika Elisabet mendengar salam Maria, melonjaklah anak yang di dalam rahimnya dan Elisabetpun penuh dengan Roh Kudus,
42  lalu berseru dengan suara nyaring: “Diberkatilah engkau di antara semua perempuan dan diberkatilah buah rahimmu.
43  Siapakah aku ini sampai ibu Tuhanku datang mengunjungi aku?
44  Sebab sesungguhnya, ketika salammu sampai kepada telingaku, anak yang di dalam rahimku melonjak kegirangan.
45  Dan berbahagialah ia, yang telah percaya, sebab apa yang dikatakan kepadanya dari Tuhan, akan terlaksana.”
46  Lalu kata Maria: “Jiwaku memuliakan Tuhan,
47  dan hatiku bergembira karena Allah, Juruselamatku,
48  sebab Ia telah memperhatikan kerendahan hamba-Nya. Sesungguhnya, mulai dari sekarang segala keturunan akan menyebut aku berbahagia,
49  karena Yang Mahakuasa telah melakukan perbuatan-perbuatan besar kepadaku dan nama-Nya adalah kudus.
50  Dan rahmat-Nya turun-temurun atas orang yang takut akan Dia.
51  Ia memperlihatkan kuasa-Nya dengan perbuatan tangan-Nya dan mencerai-beraikan orang-orang yang congkak hatinya;
52  Ia menurunkan orang-orang yang berkuasa dari takhtanya dan meninggikan orang-orang yang rendah;
53  Ia melimpahkan segala yang baik kepada orang yang lapar, dan menyuruh orang yang kaya pergi dengan tangan hampa;
54  Ia menolong Israel, hamba-Nya, karena Ia mengingat rahmat-Nya,
55  seperti yang dijanjikan-Nya kepada nenek moyang kita, kepada Abraham dan keturunannya untuk selama-lamanya.”
56  Dan Maria tinggal kira-kira tiga bulan lamanya bersama dengan Elisabet, lalu pulang kembali

30 May 2013

Renungan Harian, 30 Mei 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Namun semakin keras ia berseru: “Anak Daud, kasihanilah aku!” (Mrk 10:46:52)

Teriakan Bartimeus adalah teriakan  penuh harapan dalam keputusa asaannya. Dia ingin mengungkapkan impian terdalam hidupnya. Dapat melihat. Luar biasa akibatnya, Yesus sungguh sungguh tergugah untuk mewujudkan impiannya. Dari sikap Bartimeus, kita belajar : JIka kita memiliki impian yang kuat, jangan pernah mau dihentikan oleh siapapun, dan berusahalah sekuat tenaga untuk mewujudkan. Yakinlah, bahwa setiap impian yang lahir dari kerinduan terdalam hati kita, selalu dapat menjadi kenyataan. Serukanlah dengan iman yang teguh, “Tuhan Yesus, kasihanilah kami!”

Oleh firman TUHAN langit telah dijadikan, oleh nafas dari mulut-Nya segala tentaranya. (Mzm 33:6)

Bacaan Lengkap hari ini :

46 Lalu tibalah Yesus dan murid-murid-Nya di Yerikho. Dan ketika Yesus keluar dari Yerikho, bersama-sama dengan murid-murid-Nya dan orang banyak yang berbondong-bondong, ada seorang pengemis yang buta, bernama Bartimeus, anak Timeus, duduk di pinggir jalan.
47  Ketika didengarnya, bahwa itu adalah Yesus orang Nazaret, mulailah ia berseru: “Yesus, Anak Daud, kasihanilah aku!”
48  Banyak orang menegornya supaya ia diam. Namun semakin keras ia berseru: “Anak Daud, kasihanilah aku!”
49  Lalu Yesus berhenti dan berkata: “Panggillah dia!” Mereka memanggil orang buta itu dan berkata kepadanya: “Kuatkan hatimu, berdirilah, Ia memanggil engkau.”
50  Lalu ia menanggalkan jubahnya, ia segera berdiri dan pergi mendapatkan Yesus.
51  Tanya Yesus kepadanya: “Apa yang kaukehendaki supaya Aku perbuat bagimu?” Jawab orang buta itu: “Rabuni, supaya aku dapat melihat!”
52  Lalu kata Yesus kepadanya: “Pergilah, imanmu telah menyelamatkan engkau!” Pada saat itu juga melihatlah ia, lalu ia mengikuti Yesus dalam perjalanan-Nya.

29 May 2013

Renungan Harian, 29 Mei 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Yesus berjalan di depan. Murid-murid merasa cemas dan juga orang-orang yang mengikuti Dia dari belakang merasa takut. (Mrk 10:32-45)

Ada rasa takut dan cemas dalam diri para murid. Mungkin mereka punya firasat itu perjalanan terakhir bersama Yesus.  Yesus sudah berkali-kali menubuatkan bahwa Ia akan ditangkap. Mengapa mereka harus ke Yerusalem? Bukankah itu sama dengan masuk ke liang singa? Tapi Yesus bertekad. Maka Ia berjalan di depan. Jalan hidup kita tidak selalu mulus dan aman. Apakah kita harus menghindar dan cari aman selalu? Tidak usah mencari bahaya. Tapi kalau ada di jalan berbahaya, ingat, Yesus berjalan di depan.

Tolonglah kami, ya Allah penyelamat kami, demi kemuliaan nama-Mu! Lepaskanlah kami dan ampunilah dosa kami oleh karena nama-Mu! (Mzm 79:9)

Bacaan Lengkap hari ini :

32 Yesus dan murid-murid-Nya sedang dalam perjalanan ke Yerusalem dan Yesus berjalan di depan. Murid-murid merasa cemas dan juga orang-orang yang mengikuti Dia dari belakang merasa takut. Sekali lagi Yesus memanggil kedua belas murid-Nya dan Ia mulai mengatakan kepada mereka apa yang akan terjadi atas diri-Nya,
33  kata-Nya: “Sekarang kita pergi ke Yerusalem dan Anak Manusia akan diserahkan kepada imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, dan mereka akan menjatuhi Dia hukuman mati. Dan mereka akan menyerahkan Dia kepada bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah,
34  dan Ia akan diolok-olokkan, diludahi, disesah dan dibunuh, dan sesudah tiga hari Ia akan bangkit.”
35  Lalu Yakobus dan Yohanes, anak-anak Zebedeus, mendekati Yesus dan berkata kepada-Nya: “Guru, kami harap supaya Engkau kiranya mengabulkan suatu permintaan kami!”
36  Jawab-Nya kepada mereka: “Apa yang kamu kehendaki Aku perbuat bagimu?”
37  Lalu kata mereka: “Perkenankanlah kami duduk dalam kemuliaan-Mu kelak, yang seorang lagi di sebelah kanan-Mu dan yang seorang di sebelah kiri-Mu.”
38  Tetapi kata Yesus kepada mereka: “Kamu tidak tahu apa yang kamu minta. Dapatkah kamu meminum cawan yang harus Kuminum dan dibaptis dengan baptisan yang harus Kuterima?”
39  Jawab mereka: “Kami dapat.” Yesus berkata kepada mereka: “Memang, kamu akan meminum cawan yang harus Kuminum dan akan dibaptis dengan baptisan yang harus Kuterima.
40  Tetapi hal duduk di sebelah kanan-Ku atau di sebelah kiri-Ku, Aku tidak berhak memberikannya. Itu akan diberikan kepada orang-orang bagi siapa itu telah disediakan.”
41  Mendengar itu kesepuluh murid yang lain menjadi marah kepada Yakobus dan Yohanes.
42  Tetapi Yesus memanggil mereka lalu berkata: “Kamu tahu, bahwa mereka yang disebut pemerintah bangsa-bangsa memerintah rakyatnya dengan tangan besi, dan pembesar-pembesarnya menjalankan kuasanya dengan keras atas mereka.
43  Tidaklah demikian di antara kamu. Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu,
44  dan barangsiapa ingin menjadi yang terkemuka di antara kamu, hendaklah ia menjadi hamba untuk semuanya.
45  Karena Anak Manusia juga datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang.”

28 May 2013

Renungan Harian, 28 Mei 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

dan pada zaman yang akan datang ia akan menerima hidup yang kekal. (Mrk 10:28-31)

Dengan mengikuti Yesus, kita akan mendapatkan upah yang melimpah. Upahnya lebih dari sekedar uang, upah mengikuti Yesus adalah memperoleh hidup kekal. Luar biasa upah yang diterima oleh orang yang mengikuti Yesus secara total. Selain itu, keselamatan juga diberikan kepada setiap orang yang setia kepada Yesus. Bagaimana dengan kita yang masih berjuang untuk mengikuti Yesus? Apakah kita sungguh setia mengikuti-Nya sepanjang hidup kita? Ingat, bahwa kita dipanggil bukan untuk sukses tetapi untuk setia.

Siapa yang mempersembahkan syukur sebagai korban, ia memuliakan Aku; siapa yang jujur jalannya, keselamatan yang dari Allah akan Kuperlihatkan kepadanya.” (Mzm 50:23)

Bacaan Lengkap hari ini :

28  Berkatalah Petrus kepada Yesus: “Kami ini telah meninggalkan segala sesuatu dan mengikut Engkau!”
29  Jawab Yesus: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya setiap orang yang karena Aku dan karena Injil meninggalkan rumahnya, saudaranya laki-laki atau saudaranya perempuan, ibunya atau bapanya, anak-anaknya atau ladangnya,
30  orang itu sekarang pada masa ini juga akan menerima kembali seratus kali lipat: rumah, saudara laki-laki, saudara perempuan, ibu, anak dan ladang, sekalipun disertai berbagai penganiayaan, dan pada zaman yang akan datang ia akan menerima hidup yang kekal.
31  Tetapi banyak orang yang terdahulu akan menjadi yang terakhir dan yang terakhir akan menjadi yang terdahulu.”

27 May 2013

Renungan Harian, 27 Mei 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

pergilah, juallah apa yang kaumiliki dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin (Mrk 10:17-27)

Kita perlu menyelidiki apa sebenarnya motivasi kita untuk melakukan perbuatan baik? Apakah untuk mengejar hidup kekal atau hanya sekedar mencari perhatian. Ingin dipandang memiliki hidup yang baik diantara teman-teman? Ada banyak alasan ketika kita melakukan tindakan baik. Hari ini Yesus menantang kita untuk berani melepaskan segala hal yang “mengikat” kita. Beranikah kita mengikuti Yesus dengan semangat lepas bebas, sehingga kita dengan mudah memasuki lubang jarun yang sempit, dan hanya terarah pada Allah?

Bersukacitalah dalam TUHAN dan bersorak-soraklah, hai orang-orang benar; bersorak-sorailah, hai orang-orang jujur! (Mzm 32:11)

Bacaan Lengkap hari ini :

17 Pada waktu Yesus berangkat untuk meneruskan perjalanan-Nya, datanglah seorang berlari-lari mendapatkan Dia dan sambil bertelut di hadapan-Nya ia bertanya: “Guru yang baik, apa yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?”
18  Jawab Yesus: “Mengapa kaukatakan Aku baik? Tak seorangpun yang baik selain dari pada Allah saja.
19  Engkau tentu mengetahui segala perintah Allah: Jangan membunuh, jangan berzinah, jangan mencuri, jangan mengucapkan saksi dusta, jangan mengurangi hak orang, hormatilah ayahmu dan ibumu!”
20  Lalu kata orang itu kepada-Nya: “Guru, semuanya itu telah kuturuti sejak masa mudaku.”
21  Tetapi Yesus memandang dia dan menaruh kasih kepadanya, lalu berkata kepadanya: “Hanya satu lagi kekuranganmu: pergilah, juallah apa yang kaumiliki dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga, kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku.”
22  Mendengar perkataan itu ia menjadi kecewa, lalu pergi dengan sedih, sebab banyak hartanya.
23  Lalu Yesus memandang murid-murid-Nya di sekeliling-Nya dan berkata kepada mereka: “Alangkah sukarnya orang yang beruang masuk ke dalam Kerajaan Allah.”
24  Murid-murid-Nya tercengang mendengar perkataan-Nya itu. Tetapi Yesus menyambung lagi: “Anak-anak-Ku, alangkah sukarnya masuk ke dalam Kerajaan Allah.
25  Lebih mudah seekor unta melewati lobang jarum dari pada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Allah.”
26  Mereka makin gempar dan berkata seorang kepada yang lain: “Jika demikian, siapakah yang dapat diselamatkan?”
27  Yesus memandang mereka dan berkata: “Bagi manusia hal itu tidak mungkin, tetapi bukan demikian bagi Allah. Sebab segala sesuatu adalah mungkin bagi Allah.”

« Newer PostsOlder Posts »

Powered by WordPress