Renungan Harian

3 March 2014

Renungan Harian, 3 Maret 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Alangkah sukarnya orang yang beruang masuk ke dalam Kerajaan Allah.” (Mrk 10:17-27)

Peringatan Yesus, betapa sukar orang kaya masuk Kerajaan Allah. Jangan salah mengerti! Yesus tidak mengatakan “mustahil” tetapi “sukar”. Itu bukan berarti tidak mungkin. Manusianyalah yang menjadi tuan terhadap hartanya, bukan sebaliknya malah diperhamba oleh hartanya. Meskipun berat manusia harus berani melakukannya. Mari kita rubah cara pandang kita terhadap kekayaan. Kaya harta, tetapi tak mampu menyelamatkan jiwa, apa artinya. Tapi kaya dalam iman dan kasih berarti keselamatan didalam Yesus. Beranikah kita meyakininya?

Diberikan-Nya rezeki kepada orang-orang yang takut akan Dia. Ia ingat untuk selama-lamanya akan perjanjian-Nya. (Mzm 111:5)

Bacaan Lengkap hari ini :

17 ¶  Pada waktu Yesus berangkat untuk meneruskan perjalanan-Nya, datanglah seorang berlari-lari mendapatkan Dia dan sambil bertelut di hadapan-Nya ia bertanya: “Guru yang baik, apa yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?”
18  Jawab Yesus: “Mengapa kaukatakan Aku baik? Tak seorangpun yang baik selain dari pada Allah saja.
19  Engkau tentu mengetahui segala perintah Allah: Jangan membunuh, jangan berzinah, jangan mencuri, jangan mengucapkan saksi dusta, jangan mengurangi hak orang, hormatilah ayahmu dan ibumu!”
20  Lalu kata orang itu kepada-Nya: “Guru, semuanya itu telah kuturuti sejak masa mudaku.”
21  Tetapi Yesus memandang dia dan menaruh kasih kepadanya, lalu berkata kepadanya: “Hanya satu lagi kekuranganmu: pergilah, juallah apa yang kaumiliki dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga, kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku.”
22  Mendengar perkataan itu ia menjadi kecewa, lalu pergi dengan sedih, sebab banyak hartanya.
23  Lalu Yesus memandang murid-murid-Nya di sekeliling-Nya dan berkata kepada mereka: “Alangkah sukarnya orang yang beruang masuk ke dalam Kerajaan Allah.
24  Murid-murid-Nya tercengang mendengar perkataan-Nya itu. Tetapi Yesus menyambung lagi: “Anak-anak-Ku, alangkah sukarnya masuk ke dalam Kerajaan Allah.
25  Lebih mudah seekor unta melewati lobang jarum dari pada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Allah.”
26  Mereka makin gempar dan berkata seorang kepada yang lain: “Jika demikian, siapakah yang dapat diselamatkan?”
27  Yesus memandang mereka dan berkata: “Bagi manusia hal itu tidak mungkin, tetapi bukan demikian bagi Allah. Sebab segala sesuatu adalah mungkin bagi Allah.”

2 March 2014

Renungan Harian, 2 Maret 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir akan hidupmu” (Mat 6:24-34)

Kekuatiran merupakan bentuk ketidak percayaan pada Tuhan dan warna hidup yang paling merebak dijaman ini. Dalam Injil hari ini Yesus melarang orang kuatir, terutama untuk hari esok dan kehidupan. Maka selayaknya agar terhindar dari kekuatiran, kita menyederhanakan keinginan; menyederhanakan pikiran dan menyederhanakan kebutuhan. Dan yang terpenting adalah menyandarkan diri pada Tuhan Allah yang telah melukis kita ditelapak tangan-Nya. Menyandarkan diri berarti membawa Tuhan dalam hidup keseharian, berdialog dalam doa dengan Dia dan beriman kepada-Nya.

Hanya dekat Allah saja aku tenang, dari pada-Nyalah keselamatanku. (Mzm 62:2)

Bacaan Lengkap hari ini :

24  Tak seorangpun dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian, ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon.”
25 “Karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan atau minum, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai. Bukankah hidup itu lebih penting dari pada makanan dan tubuh itu lebih penting dari pada pakaian?
26  Pandanglah burung-burung di langit, yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mengumpulkan bekal dalam lumbung, namun diberi makan oleh Bapamu yang di sorga. Bukankah kamu jauh melebihi burung-burung itu?
27  Siapakah di antara kamu yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta saja pada jalan hidupnya?
28  Dan mengapa kamu kuatir akan pakaian? Perhatikanlah bunga bakung di ladang, yang tumbuh tanpa bekerja dan tanpa memintal,
29  namun Aku berkata kepadamu: Salomo dalam segala kemegahannyapun tidak berpakaian seindah salah satu dari bunga itu.
30  Jadi jika demikian Allah mendandani rumput di ladang, yang hari ini ada dan besok dibuang ke dalam api, tidakkah Ia akan terlebih lagi mendandani kamu, hai orang yang kurang percaya?
31  Sebab itu janganlah kamu kuatir dan berkata: Apakah yang akan kami makan? Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai?
32  Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu yang di sorga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu.33  Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.
34  Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari.”

1 March 2014

Renungan Harian, 1 Maret 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Sesungguhnya barangsiapa tidak menyambut Kerajaan Allah seperti seorang anak kecil, ia tidak akan masuk ke dalamnya.” (Mrk 10:13-16)

Satu hal yang dapat kita lakukan yaitu kembali memeluk sifat kepolosan seorang anak kecil. Tak pernah menyimpan dendam, iri hati dan dengki. Mereka hidup dalam kepolosan suci, yang mengalir dari jiwa Allah sendiri. Tak ada kepura puraan dalam jiwa anak kecil. Kita jadikan sifat anak kecil sebagai inspirasi dalam menjalani kehidupan dalam lingkungan, keluarga maupun tempat kerja.

Biarlah doaku adalah bagi-Mu seperti persembahan ukupan, dan tanganku yang terangkat seperti persembahan korban pada waktu petang. (Mzm 141:2)

Bacaan Lengkap hari ini:

13 Lalu orang membawa anak-anak kecil kepada Yesus, supaya Ia menjamah mereka; akan tetapi murid-murid-Nya memarahi orang-orang itu.
14  Ketika Yesus melihat hal itu, Ia marah dan berkata kepada mereka: “Biarkan anak-anak itu datang kepada-Ku, jangan menghalang-halangi mereka, sebab orang-orang yang seperti itulah yang empunya Kerajaan Allah.
15  Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa tidak menyambut Kerajaan Allah seperti seorang anak kecil, ia tidak akan masuk ke dalamnya.
16  Lalu Ia memeluk anak-anak itu dan sambil meletakkan tangan-Nya atas mereka Ia memberkati mereka.

28 February 2014

Renungan Harian, 28 Februari 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya itu menjadi satu daging. Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu.(Mrk 10:1-12)

Cinta adalah tanggung jawab. Cinta memang sangat indah, tetapi tidak selalu. Bila tidak dipelihara baik, cinta suami istri bisa luntur dan hancur. Bila kita mengalami kesulitan, pandanglah cinta sebagai tanggung jawab. Mencintai berarti memberikan yang terbaik untuk yang dicintai. Sumber kebahagiaan adalah Allah. Karena itu, sertakan Tuhan Yesus dalam keluarga. Buahnya adalah kebahagiaan.

TUHAN adalah penyayang dan pengasih, panjang sabar dan berlimpah kasih setia. (Mzm 103:12)

Bacaan Lengkap hari ini :

1 Dari situ Yesus berangkat ke daerah Yudea dan ke daerah seberang sungai Yordan dan di situpun orang banyak datang mengerumuni Dia; dan seperti biasa Ia mengajar mereka pula.
2  Maka datanglah orang-orang Farisi, dan untuk mencobai Yesus mereka bertanya kepada-Nya: “Apakah seorang suami diperbolehkan menceraikan isterinya?”
3  Tetapi jawab-Nya kepada mereka: “Apa perintah Musa kepada kamu?”
4  Jawab mereka: “Musa memberi izin untuk menceraikannya dengan membuat surat cerai.”
5  Lalu kata Yesus kepada mereka: “Justru karena ketegaran hatimulah maka Musa menuliskan perintah ini untuk kamu.
6  Sebab pada awal dunia, Allah menjadikan mereka laki-laki dan perempuan,
sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya,
8  sehingga keduanya itu menjadi satu daging. Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu.
9  Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia.”
10  Ketika mereka sudah di rumah, murid-murid itu bertanya pula kepada Yesus tentang hal itu.
11  Lalu kata-Nya kepada mereka: “Barangsiapa menceraikan isterinya lalu kawin dengan perempuan lain, ia hidup dalam perzinahan terhadap isterinya itu.
12  Dan jika si isteri menceraikan suaminya dan kawin dengan laki-laki lain, ia berbuat zinah.”

27 February 2014

Renungan Harian, 27 Februari 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Dan jika matamu menyesatkan engkau, cungkillah, (Mrk 9:41-43.45-50)

Firman Tuhan ini sangat keras, tetapi peringatan ini juga ditujukan kepada kita semua yang mengaku diri percaya kepada-Nya. Untuk itu, kita hendaknya terus waspada terhadap seluruh anggota tubuh kita, agar tidak menjadi sumber dosa, tetapi mendatangkan berkat bagi sesama. Namun, bila kita temukan ada yang menjadi sumber dosa, kita harus berani membuangnya jauh jauh dari kehidupan kita. Tidak usah ragu, sehingga makin banyak orang memperoleh keselamatan melalui kehadiran dan cara hidup kita. Semakin mendalam iman seseorang, semakin tegas pula dengan apa saja yang berbau dosa.

Tetapi Allah akan membebaskan nyawaku dari cengkeraman dunia orang mati (Mzm 49:16)

Bacaan Lengkap hari ini :

41 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa memberi kamu minum secangkir air oleh karena kamu adalah pengikut Kristus, ia tidak akan kehilangan upahnya.”
42  “Barangsiapa menyesatkan salah satu dari anak-anak kecil yang percaya ini, lebih baik baginya jika sebuah batu kilangan diikatkan pada lehernya lalu ia dibuang ke dalam laut.
43  Dan jika tanganmu menyesatkan engkau, penggallah, karena lebih baik engkau masuk ke dalam hidup dengan tangan kudung dari pada dengan utuh kedua tanganmu dibuang ke dalam neraka, ke dalam api yang tak terpadamkan;
45  Dan jika kakimu menyesatkan engkau, penggallah, karena lebih baik engkau masuk ke dalam hidup dengan timpang, dari pada dengan utuh kedua kakimu dicampakkan ke dalam neraka;
46  (di tempat itu ulatnya tidak akan mati, dan apinya tidak akan padam.)
47  Dan jika matamu menyesatkan engkau, cungkillah, karena lebih baik engkau masuk ke dalam Kerajaan Allah dengan bermata satu dari pada dengan bermata dua dicampakkan ke dalam neraka,
48  di mana ulat-ulat bangkai tidak mati dan api tidak padam.
49  Karena setiap orang akan digarami dengan api.
50  Garam memang baik, tetapi jika garam menjadi hambar, dengan apakah kamu mengasinkannya? Hendaklah kamu selalu mempunyai garam dalam dirimu dan selalu hidup berdamai yang seorang dengan yang lain.”

26 February 2014

Renungan Harian, 26 Februari 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

sedang kamu tidak tahu apa yang akan terjadi besok. Apakah arti hidupmu? Hidupmu itu sama seperti uap yang sebentar saja kelihatan lalu lenyap. (Yak 4:13-17)

Orang yang mengisi hidupnya dengan macam-macam kegiatan dan sukses, suka membuat rencana jangka panjang seolah hidup ini tak ada akhirnya. Padahal manusia sangat rapuh. Kita tidak tahu kapan malaikat maut datang menjemput. Ia mengambil siapa saja, tua dan muda, sehat dan sakit, siap dan tidak siap. Baiklah kita serahkan seluruh hidup dan segala rencana ke dalam tangan Tuhan. Jika Ia berkenan, pasti terlaksana.

Tidak seorangpun dapat membebaskan dirinya, atau memberikan tebusan kepada Allah ganti nyawanya. (Mzm 49:7)

Bacaan Lengkap hari ini :

13  Jadi sekarang, hai kamu yang berkata: “Hari ini atau besok kami berangkat ke kota anu, dan di sana kami akan tinggal setahun dan berdagang serta mendapat untung,”
14  sedang kamu tidak tahu apa yang akan terjadi besok. Apakah arti hidupmu? Hidupmu itu sama seperti uap yang sebentar saja kelihatan lalu lenyap.
15  Sebenarnya kamu harus berkata: “Jika Tuhan menghendakinya, kami akan hidup dan berbuat ini dan itu.”
16  Tetapi sekarang kamu memegahkan diri dalam congkakmu, dan semua kemegahan yang demikian adalah salah.
17  Jadi jika seorang tahu bagaimana ia harus berbuat baik, tetapi ia tidak melakukannya, ia berdosa.

25 February 2014

Renungan Harian, 25 Februari 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani orang yang rendah hati.” (Yak 4:1-10)

Orang congkak adalah orang yang merasa dirinya super pintar dan super hebat karena jasanya sendiri. Ia tidak butuh siapa pun untuk kesuksesannya. Ia menganggap Allah tidak ada, ia melecehkan dan merendahkan orang lain. Sejarah menunjukkan bahwa orang tidak bisa bertahan terus di puncak menara egonya. Ia pasti jatuh, dan makin tinggi menaranya, makin parah jatuhnya. Kita bukan apa-apa di hadapan Tuhan yang maha segalanya. Apa yang ada padaku yang bukan dari Dia? Puji dan syukur bagi-Mu, Tuhan yang maha baik!

Serahkanlah kuatirmu kepada TUHAN, maka Ia akan memelihara engkau! Tidak untuk selama-lamanya dibiarkan-Nya orang benar itu goyah. (Mzm 55:23)

Bacaan lengkap hari ini :

4  Hai kamu, orang-orang yang tidak setia! Tidakkah kamu tahu, bahwa persahabatan dengan dunia adalah permusuhan dengan Allah? Jadi barangsiapa hendak menjadi sahabat dunia ini, ia menjadikan dirinya musuh Allah.
5  Janganlah kamu menyangka, bahwa Kitab Suci tanpa alasan berkata: “Roh yang ditempatkan Allah di dalam diri kita, diingini-Nya dengan cemburu!”
6  Tetapi kasih karunia, yang dianugerahkan-Nya kepada kita, lebih besar dari pada itu. Karena itu Ia katakan: “Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani orang yang rendah hati.”
7  Karena itu tunduklah kepada Allah, dan lawanlah Iblis, maka ia akan lari dari padamu!
8  Mendekatlah kepada Allah, dan Ia akan mendekat kepadamu. Tahirkanlah tanganmu, hai kamu orang-orang berdosa! dan sucikanlah hatimu, hai kamu yang mendua hati!
9  Sadarilah kemalanganmu, berdukacita dan merataplah; hendaklah tertawamu kamu ganti dengan ratap dan sukacitamu dengan dukacita.
10  Rendahkanlah dirimu di hadapan Tuhan, dan Ia akan meninggikan kamu.

24 February 2014

Renungan Harian, 24 Februari 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Hai kamu angkatan yang tidak percaya, berapa lama lagi Aku harus tinggal di antara kamu?” (Mrk 9:14-29)

Tidak percaya kepada Yesus identik dengan tidak mengimani Yesus dan identik dengan tidak mengandalkan Yesus. Itulah yang terjadi dengan para rasul saat mereka tidak mampu mengusir roh jahat. Injil hari ini menjadikan peringatan bagi kita untuk terus menerus mengandalkan Allah. Dalam doalah, keterbatasan manusia dilengkapi oleh ketak terbatasan Allah. Doa seharusnya dilandaskan pada sikap kepercayaan bahwa “tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya kepada Allah”. Itulah yang harus kita lakukan.

Titah TUHAN itu tepat, menyukakan hati; perintah TUHAN itu murni, membuat mata bercahaya. (Mzm 19:8)

Bacaan Lengkap hari ini :

14 Ketika Yesus, Petrus, Yakobus dan Yohanes kembali pada murid-murid lain, mereka melihat orang banyak mengerumuni murid-murid itu, dan beberapa ahli Taurat sedang mempersoalkan sesuatu dengan mereka.
15  Pada waktu orang banyak itu melihat Yesus, tercenganglah mereka semua dan bergegas menyambut Dia.
16  Lalu Yesus bertanya kepada mereka: “Apa yang kamu persoalkan dengan mereka?”
17  Kata seorang dari orang banyak itu: “Guru, anakku ini kubawa kepada-Mu, karena ia kerasukan roh yang membisukan dia.
18  Dan setiap kali roh itu menyerang dia, roh itu membantingkannya ke tanah; lalu mulutnya berbusa, giginya bekertakan dan tubuhnya menjadi kejang. Aku sudah meminta kepada murid-murid-Mu, supaya mereka mengusir roh itu, tetapi mereka tidak dapat.”
19  Maka kata Yesus kepada mereka: “Hai kamu angkatan yang tidak percaya, berapa lama lagi Aku harus tinggal di antara kamu? Berapa lama lagi Aku harus sabar terhadap kamu? Bawalah anak itu ke mari!”
20  Lalu mereka membawanya kepada-Nya. Waktu roh itu melihat Yesus, anak itu segera digoncang-goncangnya, dan anak itu terpelanting ke tanah dan terguling-guling, sedang mulutnya berbusa.
21  Lalu Yesus bertanya kepada ayah anak itu: “Sudah berapa lama ia mengalami ini?” Jawabnya: “Sejak masa kecilnya.
22  Dan seringkali roh itu menyeretnya ke dalam api ataupun ke dalam air untuk membinasakannya. Sebab itu jika Engkau dapat berbuat sesuatu, tolonglah kami dan kasihanilah kami.”
23  Jawab Yesus: “Katamu: jika Engkau dapat? Tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya!”
24  Segera ayah anak itu berteriak: “Aku percaya. Tolonglah aku yang tidak percaya ini!”
25  Ketika Yesus melihat orang banyak makin datang berkerumun, Ia menegor roh jahat itu dengan keras, kata-Nya: “Hai kau roh yang menyebabkan orang menjadi bisu dan tuli, Aku memerintahkan engkau, keluarlah dari pada anak ini dan jangan memasukinya lagi!”
26  Lalu keluarlah roh itu sambil berteriak dan menggoncang-goncang anak itu dengan hebatnya. Anak itu kelihatannya seperti orang mati, sehingga banyak orang yang berkata: “Ia sudah mati.”
27  Tetapi Yesus memegang tangan anak itu dan membangunkannya, lalu ia bangkit sendiri.
28  Ketika Yesus sudah di rumah, dan murid-murid-Nya sendirian dengan Dia, bertanyalah mereka: “Mengapa kami tidak dapat mengusir roh itu?”
29  Jawab-Nya kepada mereka: “Jenis ini tidak dapat diusir kecuali dengan berdoa.”

23 February 2014

Renungan Harian, 23 Februari 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Karena itu haruslah kamu sempurna (Mat 5:38-48)

Menjadi sempurna adalah suatu perintah. Oleh karena itu, kita harus melaksanakannya dan kita tidak boleh mengabaikan dan melupakan apa yang Yesus minta dari kita. Untuk itu, paling tidak kita seharusnya memiliki suatu keinginan untuk menjadi sempurna dan keinginan setiap hari untuk berbuat baik terhadap setiap orang yang kita jumpai. Perbuatan baik yang terus-menerus kita lakukan akan menjadi setetes air yang akan menghancurkan kekerasan hati orang-orang yang tidak mampu mencintai sesamanya. Namun, semua ini hanya bisa terjadi jika kita memohonnya didalam doa kita.

Pujilah TUHAN, hai jiwaku! Pujilah nama-Nya yang kudus, hai segenap batinku! (Mzm 103:1)

Bacaan Lengkap hari ini :

38 Kamu telah mendengar firman: Mata ganti mata dan gigi ganti gigi.
39  Tetapi Aku berkata kepadamu: Janganlah kamu melawan orang yang berbuat jahat kepadamu, melainkan siapapun yang menampar pipi kananmu, berilah juga kepadanya pipi kirimu.
40  Dan kepada orang yang hendak mengadukan engkau karena mengingini bajumu, serahkanlah juga jubahmu.
41  Dan siapapun yang memaksa engkau berjalan sejauh satu mil, berjalanlah bersama dia sejauh dua mil.
42  Berilah kepada orang yang meminta kepadamu dan janganlah menolak orang yang mau meminjam dari padamu.
43 Kamu telah mendengar firman: Kasihilah sesamamu manusia dan bencilah musuhmu.
44  Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu.
45  Karena dengan demikianlah kamu menjadi anak-anak Bapamu yang di sorga, yang menerbitkan matahari bagi orang yang jahat dan orang yang baik dan menurunkan hujan bagi orang yang benar dan orang yang tidak benar.
46  Apabila kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah upahmu? Bukankah pemungut cukai juga berbuat demikian?
47  Dan apabila kamu hanya memberi salam kepada saudara-saudaramu saja, apakah lebihnya dari pada perbuatan orang lain? Bukankah orang yang tidak mengenal Allahpun berbuat demikian?
48  Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna.”

22 February 2014

Renungan Harian, 22 Februari 2014 – Pesta Tahta Santo Petrus, Rasul

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku (Mat 16:13-19)

St. Petrus harus jatuh bangun untuk sampai kepada cinta yang mendalam kepada Yesus. Mulai dari menyangkal Yesus hingga melarikan diri dari Roma ketika ada penindasan terhadap orang-orang Nasrani. Tetapi Petrus tidak menyerah dan putus asa, ia berusaha belajar dari kesalahannya itu. Oleh karena itu, Pesta Takhta St. Petrus pada hari ini bukanlah soal jabatan, tetapi soal kedalam cinta Petrus kepada Yesus, yang terwujud dalam kesediaannya menggembalakan umat Nasrani yang dipercayakan kepadanya.

TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku. (Mzm 23:1)

Bacaan Lengkap hari ini :

13 Setelah Yesus tiba di daerah Kaisarea Filipi, Ia bertanya kepada murid-murid-Nya: “Kata orang, siapakah Anak Manusia itu?”
14  Jawab mereka: “Ada yang mengatakan: Yohanes Pembaptis, ada juga yang mengatakan: Elia dan ada pula yang mengatakan: Yeremia atau salah seorang dari para nabi.”
15  Lalu Yesus bertanya kepada mereka: “Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?”
16  Maka jawab Simon Petrus: “Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!”
17  Kata Yesus kepadanya: “Berbahagialah engkau Simon bin Yunus sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan Bapa-Ku yang di sorga.
18  Dan Akupun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya.
19  Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Sorga. Apa yang kauikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kaulepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga.”

« Newer PostsOlder Posts »

Powered by WordPress