Renungan Harian

14 September 2013

Renungan Harian, 14 September 2013 – Pesta Salib Suci

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Sama seperti Musa menaikkan ular tembaga pada sebatang kayu di padang gurun, begitu juga Anak Manusia harus dinaikkan (Yoh 3:13-17)

“Anak Manusia” diutus “Bapa” bukan untuk mengadili, tetapi untuk menyelamatkan. Anak Manusia ditinggikan di atas kayu salib supaya setiap orang yang percaya memperoleh keselamatan dirumah Bapa. Menyadari bahwa kita ditebus berkat Salib Tuhan, layaklah kita peringati hari ini sebagai Pesta Salib Suci. Allah telah membuat tanda Kasih SetiaNya kepada kita semua berupa Salib Suci. Sebab dengan memandang tanda Kasih Setia itu, Ia memberikan pengampunan, kasih, dan masa depan yang indah bagi kita semua.

 tetapi kami akan ceritakan kepada angkatan yang kemudian puji-pujian kepada TUHAN dan kekuatan-Nya dan perbuatan-perbuatan ajaib yang telah dilakukan-Nya. (Mzm 78:4)

Bacaan Lengkap hari ini :

13  Tak seorang pun pernah naik ke surga, selain Dia yang turun ke dunia, yaitu Anak Manusia.
14  Sama seperti Musa menaikkan ular tembaga pada sebatang kayu di padang gurun, begitu juga Anak Manusia harus dinaikkan,†
15  supaya semua orang yang percaya kepada-Nya mendapat hidup sejati dan kekal.”
16  Karena Allah begitu mengasihi manusia di dunia ini, sehingga Ia memberikan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan mendapat hidup sejati dan kekal.
17  Sebab Allah mengirim Anak-Nya bukan untuk menghakimi dunia ini, tetapi untuk menyelamatkannya.

13 September 2013

Renungan Harian, 13 September 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Mengapakah engkau melihat selumbar di dalam mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu sendiri tidak engkau ketahui? (Luk 6:39-42)

Kita semua mempunyai bakat alami untuk melihat kesalahan orang lain. Itu bisa kita lakukan dengan cepat, dan akurat. Tetapi kebanyakan kita buta terhadap kesalahan dan kekurangan diri sendiri. Dan kita pandai sekali mencari seribu satu alasan untuk membenarkan diri. Sabda Yesus ini merupakan tamparan bagi kebanyakan dari kita. Membuat kita terdiam untuk mawas diri. Mana ya, balok di mataku? Kalau sudah melihat balok itu. masih ada tugas kedua yang lebih sulit lagi, yaitu mengeluarkannya. Ya Tuhan, kasihanilah kami!

Ya TUHAN, Engkaulah bagian warisanku dan pialaku, Engkau sendirilah yang meneguhkan bagian yang diundikan kepadaku. Tali pengukur jatuh bagiku di tempat-tempat yang permai; ya, milik pusakaku menyenangkan hatiku. (Mzm16:5-6)

Bacaan Lengkap hari ini :

39  Yesus mengatakan pula suatu perumpamaan kepada mereka: “Dapatkah orang buta menuntun orang buta? Bukankah keduanya akan jatuh ke dalam lobang?
40  Seorang murid tidak lebih dari pada gurunya, tetapi barangsiapa yang telah tamat pelajarannya akan sama dengan gurunya.
41  Mengapakah engkau melihat selumbar di dalam mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu sendiri tidak engkau ketahui?
42  Bagaimanakah engkau dapat berkata kepada saudaramu: Saudara, biarlah aku mengeluarkan selumbar yang ada di dalam matamu, padahal balok yang di dalam matamu tidak engkau lihat? Hai orang munafik, keluarkanlah dahulu balok dari matamu, maka engkau akan melihat dengan jelas untuk mengeluarkan selumbar itu dari mata saudaramu.”

12 September 2013

Renungan Harian, 12 September 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Tetapi kepada kamu, yang mendengarkan Aku, Aku berkata: Kasihilah musuhmu, berbuatlah baik kepada orang yang membenci kamu (Luk 6:27-38)

Perintah untuk mengasihi musuh termasuk yang paling berat, karena itu Yesus meminta kita untuk “mendengarkan-Nya”. Dengan berani mengampuni dan mendoakan orang yang berbuat jahat, kita mampu mengalahkan sikap egois kita. Ingatlah bahwa Allah itu kasih, kasih itu kurban, kurban itu menyakitkan. Sakit bagi diri sendiri, tetapi membahagiakan orang yang kita kasihi. Sudahkah kita mendengarkan sabda Tuhan dan melaksanakannya dalam hidup?

Biarlah segala yang bernafas memuji TUHAN! Haleluya! (Mzm 150:6)

Bacaan Lengkap hari ini :

27 “Tetapi kepada kamu, yang mendengarkan Aku, Aku berkata: Kasihilah musuhmu, berbuatlah baik kepada orang yang membenci kamu;
28  mintalah berkat bagi orang yang mengutuk kamu; berdoalah bagi orang yang mencaci kamu.
29  Barangsiapa menampar pipimu yang satu, berikanlah juga kepadanya pipimu yang lain, dan barangsiapa yang mengambil jubahmu, biarkan juga ia mengambil bajumu.
30  Berilah kepada setiap orang yang meminta kepadamu; dan janganlah meminta kembali kepada orang yang mengambil kepunyaanmu.
31  Dan sebagaimana kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah juga demikian kepada mereka.
32  Dan jikalau kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah jasamu? Karena orang-orang berdosapun mengasihi juga orang-orang yang mengasihi mereka.
33  Sebab jikalau kamu berbuat baik kepada orang yang berbuat baik kepada kamu, apakah jasamu? Orang-orang berdosapun berbuat demikian.
34  Dan jikalau kamu meminjamkan sesuatu kepada orang, karena kamu berharap akan menerima sesuatu dari padanya, apakah jasamu? Orang-orang berdosapun meminjamkan kepada orang-orang berdosa, supaya mereka menerima kembali sama banyak.
35  Tetapi kamu, kasihilah musuhmu dan berbuatlah baik kepada mereka dan pinjamkan dengan tidak mengharapkan balasan, maka upahmu akan besar dan kamu akan menjadi anak-anak Allah Yang Mahatinggi, sebab Ia baik terhadap orang-orang yang tidak tahu berterima kasih dan terhadap orang-orang jahat.
36  Hendaklah kamu murah hati, sama seperti Bapamu adalah murah hati.”
37 “Janganlah kamu menghakimi, maka kamupun tidak akan dihakimi. Dan janganlah kamu menghukum, maka kamupun tidak akan dihukum; ampunilah dan kamu akan diampuni.
38  Berilah dan kamu akan diberi: suatu takaran yang baik, yang dipadatkan, yang digoncang dan yang tumpah ke luar akan dicurahkan ke dalam ribaanmu. Sebab ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu.”

11 September 2013

Renungan Harian, 11 September 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Berbahagialah, hai kamu yang miskin, karena kamulah yang empunya Kerajaan Allah.” (Luk 6:20-26)

Hari ini Yesus mengabarkan “Sabda Bahagia”. Secara nalar sabda ini tidak masuk akal, sebab tidak mungkin orang berbahagia saat lapar, miskin, menangis, dibenci dan sebagainya. Namun,harapan dan iman akan kasih Allah itulah yang membuat orang tabah dan tawakal. Orang yang bertahan dalam derita akan mendapat upah besar disurga. Visi Kristiani menjadi pedoman hidup orang Katolik. Dengan visi itu orang bertahan dan setia dalam segala derita dan cobaan.

TUHAN itu baik kepada semua orang, dan penuh rahmat terhadap segala yang dijadikan-Nya. (Mzm 145:9)

Bacaan Lengkap hari ini :

20 Lalu Yesus memandang murid-murid-Nya dan berkata: “Berbahagialah, hai kamu yang miskin, karena kamulah yang empunya Kerajaan Allah.
21  Berbahagialah, hai kamu yang sekarang ini lapar, karena kamu akan dipuaskan. Berbahagialah, hai kamu yang sekarang ini menangis, karena kamu akan tertawa.
22  Berbahagialah kamu, jika karena Anak Manusia orang membenci kamu, dan jika mereka mengucilkan kamu, dan mencela kamu serta menolak namamu sebagai sesuatu yang jahat.
23  Bersukacitalah pada waktu itu dan bergembiralah, sebab sesungguhnya, upahmu besar di sorga; karena secara demikian juga nenek moyang mereka telah memperlakukan para nabi.
24  Tetapi celakalah kamu, hai kamu yang kaya, karena dalam kekayaanmu kamu telah memperoleh penghiburanmu.
25  Celakalah kamu, yang sekarang ini kenyang, karena kamu akan lapar. Celakalah kamu, yang sekarang ini tertawa, karena kamu akan berdukacita dan menangis.
26  Celakalah kamu, jika semua orang memuji kamu; karena secara demikian juga nenek moyang mereka telah memperlakukan nabi-nabi palsu.”

10 September 2013

Renungan Harian, 10 September 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Ketika hari siang, Ia memanggil murid-murid-Nya kepada-Nya, lalu memilih dari antara mereka dua belas orang, yang disebut-Nya rasul. (Luk 6:12-19)

Yesus memilih dua belas rasul. Ia memilih orang-orang yang sederhana, bukan golongan profesional yang punya keahlian. Allah tidak memilih orang yang hebat, tetapi menunjuk orang yang mampu bekerja dibawah bimbingan-Nya. Bukan orang-orang yang mengandalkan kepandaiannya, namun mereka yang rendah hati dan percaya kepada-Nya. Seperti juga para rasul, kita diutus untuk menyebar-luaskan kabar gembira didalam keluarga, komunitas dan masyarakat. Hanya semangat Kristus yang dapat membuat kita makin peka akan kebutuhan sesama dan masyarakat.

TUHAN itu baik kepada semua orang, dan penuh rahmat terhadap segala yang dijadikan-Nya. (Mzm 145:9)

Bacaan lengkap hari ini :

12 Pada waktu itu pergilah Yesus ke bukit untuk berdoa dan semalam-malaman Ia berdoa kepada Allah.
13  Ketika hari siang, Ia memanggil murid-murid-Nya kepada-Nya, lalu memilih dari antara mereka dua belas orang, yang disebut-Nya rasul:
14  Simon yang juga diberi-Nya nama Petrus, dan Andreas saudara Simon, Yakobus dan Yohanes, Filipus dan Bartolomeus,
15  Matius dan Tomas, Yakobus anak Alfeus, dan Simon yang disebut orang Zelot,
16  Yudas anak Yakobus, dan Yudas Iskariot yang kemudian menjadi pengkhianat.
17  Lalu Ia turun dengan mereka dan berhenti pada suatu tempat yang datar: di situ berkumpul sejumlah besar dari murid-murid-Nya dan banyak orang lain yang datang dari seluruh Yudea dan dari Yerusalem dan dari daerah pantai Tirus dan Sidon.
18  Mereka datang untuk mendengarkan Dia dan untuk disembuhkan dari penyakit mereka; juga mereka yang dirasuk oleh roh-roh jahat beroleh kesembuhan.
19  Dan semua orang banyak itu berusaha menjamah Dia, karena ada kuasa yang keluar dari pada-Nya dan semua orang itu disembuhkan-Nya.

9 September 2013

Renungan Harian, 9 September 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Aku bertanya kepada kamu: Manakah yang diperbolehkan pada hari Sabat, berbuat baik atau berbuat jahat, menyelamatkan nyawa orang atau membinasakannya?” (Luk 6:6-11)

Seringkali kita menghilangkan kesempatan untuk berbuat baik kepada sesama hanya karena takut melanggar aturan. Tak sedikit orang yang menjadi kaku dan tak berbelas kasih karena peraturan yang ada, bahkan menjadi apatis dan bengis kepada orang yang ada disekitarnya. Mereka ini taat pada aturan, tetapi dibalik ketaatannya, mereka hanya memikirkan dirinya sendiri. Hari ini kita belajar dari Yesus. Bagi Yesus hukum dan peraturan yang sejati adalah hukum yang memberi kesempatan untuk berbuat baik.

Pada Allah ada keselamatanku dan kemuliaanku; gunung batu kekuatanku, tempat perlindunganku ialah Allah. (Mzm 62:7)

Bacaan Lengkap hari ini :

6  Pada suatu hari Sabat lain, Yesus masuk ke rumah ibadat, lalu mengajar. Di situ ada seorang yang mati tangan kanannya.
7  Ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi mengamat-amati Yesus, kalau-kalau Ia menyembuhkan orang pada hari Sabat, supaya mereka dapat alasan untuk mempersalahkan Dia.
8  Tetapi Ia mengetahui pikiran mereka, lalu berkata kepada orang yang mati tangannya itu: “Bangunlah dan berdirilah di tengah!” Maka bangunlah orang itu dan berdiri.
9  Lalu Yesus berkata kepada mereka: “Aku bertanya kepada kamu: Manakah yang diperbolehkan pada hari Sabat, berbuat baik atau berbuat jahat, menyelamatkan nyawa orang atau membinasakannya?”
10  Sesudah itu Ia memandang keliling kepada mereka semua, lalu berkata kepada orang sakit itu: “Ulurkanlah tanganmu!” Orang itu berbuat demikian dan sembuhlah tangannya.
11  Maka meluaplah amarah mereka, lalu mereka berunding, apakah yang akan mereka lakukan terhadap Yesus.

8 September 2013

Renungan Harian, 8 September 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Demikian pulalah tiap-tiap orang di antara kamu, yang tidak melepaskan dirinya dari segala miliknya, tidak dapat menjadi murid-Ku. (Luk 14:25-33)

Dapatkah orang zaman ini lepas bebas dari harta duniawi? Perasaan kita sama. Bukan hanya sulit, tapi mustahil. Yesus tidak menyuruh kita untuk meninggalkan semua harta, tapi berbuat baik dan berbagi atas apa yang kita miliki yang juga adalah anugerah-Nya bagi kita. Janganlah menjadikan harta sebagai tujuan akhir ataupun sebagai yang kita andalkan dan kita puja. Ingatlah, kita kaya bukan karena banyak menerima tapi karena banyak memberi.

Tuhan, Engkaulah tempat perteduhan kami turun-temurun. (Mzm 90:1)

Bacaan Lengkap hari ini :

25 Pada suatu kali banyak orang berduyun-duyun mengikuti Yesus dalam perjalanan-Nya. Sambil berpaling Ia berkata kepada mereka:
26  ”Jikalau seorang datang kepada-Ku dan ia tidak membenci bapanya, ibunya, isterinya, anak-anaknya, saudara-saudaranya laki-laki atau perempuan, bahkan nyawanya sendiri, ia tidak dapat menjadi murid-Ku.
27  Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak dapat menjadi murid-Ku.
28  Sebab siapakah di antara kamu yang kalau mau mendirikan sebuah menara tidak duduk dahulu membuat anggaran biayanya, kalau-kalau cukup uangnya untuk menyelesaikan pekerjaan itu?
29  Supaya jikalau ia sudah meletakkan dasarnya dan tidak dapat menyelesaikannya, jangan-jangan semua orang yang melihatnya, mengejek dia,
30  sambil berkata: Orang itu mulai mendirikan, tetapi ia tidak sanggup menyelesaikannya.
31  Atau, raja manakah yang kalau mau pergi berperang melawan raja lain tidak duduk dahulu untuk mempertimbangkan, apakah dengan sepuluh ribu orang ia sanggup menghadapi lawan yang mendatanginya dengan dua puluh ribu orang?
32  Jikalau tidak, ia akan mengirim utusan selama musuh itu masih jauh untuk menanyakan syarat-syarat perdamaian.
33  Demikian pulalah tiap-tiap orang di antara kamu, yang tidak melepaskan dirinya dari segala miliknya, tidak dapat menjadi murid-Ku.

7 September 2013

Renungan Harian, 7 September 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Mengapa kamu berbuat sesuatu yang tidak diperbolehkan pada hari Sabat?” (Luk 6:1-5)

Hukum dibuat agar manusia dapat hidup dan meluhurkan hidup itu. Lebih dari itu, hukum dibuat agar manusia dapat memuliakan Sang Empunya kehidupan, Allah sendiri. Dialah hukum tertinggi, Dialah Sang Hukum. Tiada yang lebih tinggi daripada Allah dan kasih-Nya. Karenanya, hukum yang terutama adalah hukum kasih. “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.” Kita dipanggil untuk hidup seturut hukum kasih-Nya, agar sang Kasih sungguh hadir ditengah kita dan semua orang menikmati kasih-Nya dan hidup bahagia.

Sesungguhnya, Allah adalah penolongku; Tuhanlah yang menopang aku. Mzm 54:4

Bacaan Lengkap hari ini :

1 Pada suatu hari Sabat, ketika Yesus berjalan di ladang gandum, murid-murid-Nya memetik bulir gandum dan memakannya, sementara mereka menggisarnya dengan tangannya.
2  Tetapi beberapa orang Farisi berkata: “Mengapa kamu berbuat sesuatu yang tidak diperbolehkan pada hari Sabat?”
3  Lalu Yesus menjawab mereka: “Tidakkah kamu baca apa yang dilakukan oleh Daud, ketika ia dan mereka yang mengikutinya lapar,
4  bagaimana ia masuk ke dalam Rumah Allah dan mengambil roti sajian, lalu memakannya dan memberikannya kepada pengikut-pengikutnya, padahal roti itu tidak boleh dimakan kecuali oleh imam-imam?”
5  Kata Yesus lagi kepada mereka: “Anak Manusia adalah Tuhan atas hari Sabat.”

6 September 2013

Renungan Harian, 6 September 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Murid-murid Yohanes sering berpuasa dan sembahyang, demikian juga murid-murid orang Farisi, tetapi murid-murid-Mu makan dan minum.” (Luk 5:33-39)

Sikap iri hati orang Farisi dan akhli Taurat menyebabkan mereka berpandangan sempit tentang puasa dan berdoa. Iri hati adalah salah satu dari tujuh dosa pokok. Kita semua memiliki sifat iri hati dalam diri kita. Entah sadar atau tidak, kitapun sering melakukannya. Iri hati timbul dari rasa kurang bersyukur atas apa yang diterima dan dimilikinya. Kiranya dalam Tahun Iman ini kita tingkatkan persahabatan dengan Yesus. Buang jauh-jauh sikap iri hati, karena hidup ini indah dan membahagiakan jika tidak disertai oleh rasa iri hati.

Beribadahlah kepada TUHAN dengan sukacita, datanglah ke hadapan-Nya dengan sorak-sorai! (Mzm 100:2)

Bacaan Lengkap hari ini :

33  Orang-orang Farisi itu berkata pula kepada Yesus: “Murid-murid Yohanes sering berpuasa dan sembahyang, demikian juga murid-murid orang Farisi, tetapi murid-murid-Mu makan dan minum.”
34  Jawab Yesus kepada mereka: “Dapatkah sahabat mempelai laki-laki disuruh berpuasa, sedang mempelai itu bersama mereka?
35  Tetapi akan datang waktunya, apabila mempelai itu diambil dari mereka, pada waktu itulah mereka akan berpuasa.”
36  Ia mengatakan juga suatu perumpamaan kepada mereka: “Tidak seorangpun mengoyakkan secarik kain dari baju yang baru untuk menambalkannya pada baju yang tua. Jika demikian, yang baru itu juga akan koyak dan pada yang tua itu tidak akan cocok kain penambal yang dikoyakkan dari yang baru itu.
37  Demikian juga tidak seorangpun mengisikan anggur yang baru ke dalam kantong kulit yang tua, karena jika demikian, anggur yang baru itu akan mengoyakkan kantong itu dan anggur itu akan terbuang dan kantong itupun hancur.
38  Tetapi anggur yang baru harus disimpan dalam kantong yang baru pula.
39  Dan tidak seorangpun yang telah minum anggur tua ingin minum anggur yang baru, sebab ia akan berkata: Anggur yang tua itu baik.

5 September 2013

Renungan Harian, 5 September 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga.” (Luk 5:1-11)

Yesus melakukan mujizat agar orang beriman. Kebenaran ini nampak dalam diri Simon. saat melihat karya Yesus yang ajaib, ia tersungkur didepan Yesus. Rasa imannya mendorong dia menyadari kelemahan dan dosa-dosanya. Pertobatannya menjadi tanda iman yang besar akan kuasa Yesus. Hari ini Yesus mengajar kita bahwa salah satu tanda iman adalah pertobatan. Bertobat bukan karena takut akan hukuman, melainkan karena beriman. Bertobat yang dilandaskan pada rasa takut akan hukuman, bukan pertobatan sempurna. Mari kita bangun sikap tobat sejati yang terbentuk karena iman.

TUHAN telah memperkenalkan keselamatan yang dari pada-Nya, telah menyatakan keadilan-Nya di depan mata bangsa-bangsa. (Mzm 98:2)

Bacaan Lengkap hari ini :

1 Pada suatu kali Yesus berdiri di pantai danau Genesaret, sedang orang banyak mengerumuni Dia hendak mendengarkan firman Allah.
2  Ia melihat dua perahu di tepi pantai. Nelayan-nelayannya telah turun dan sedang membasuh jalanya.
3  Ia naik ke dalam salah satu perahu itu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu Ia duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu.
4  Setelah selesai berbicara, Ia berkata kepada Simon: “Bertolaklah ke tempat yang dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan.”
5  Simon menjawab: “Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan kami tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga.
6  Dan setelah mereka melakukannya, mereka menangkap sejumlah besar ikan, sehingga jala mereka mulai koyak.
7  Lalu mereka memberi isyarat kepada teman-temannya di perahu yang lain supaya mereka datang membantunya. Dan mereka itu datang, lalu mereka bersama-sama mengisi kedua perahu itu dengan ikan hingga hampir tenggelam.
8  Ketika Simon Petrus melihat hal itu iapun tersungkur di depan Yesus dan berkata: “Tuhan, pergilah dari padaku, karena aku ini seorang berdosa.”
9  Sebab ia dan semua orang yang bersama-sama dengan dia takjub oleh karena banyaknya ikan yang mereka tangkap;
10  demikian juga Yakobus dan Yohanes, anak-anak Zebedeus, yang menjadi teman Simon. Kata Yesus kepada Simon: “Jangan takut, mulai dari sekarang engkau akan menjala manusia.”
11  Dan sesudah mereka menghela perahu-perahunya ke darat, merekapun meninggalkan segala sesuatu, lalu mengikut Yesus.

« Newer PostsOlder Posts »

Powered by WordPress