Renungan Harian

9 January 2014

Renungan Harian, 9 Januari 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Barangsiapa mengasihi Allah, ia harus juga mengasihi saudaranya. (1Yoh4:19-5:4)

Bagaimana orang bisa mengasihi Allah kalau tidak mengasihi ciptaan-Nya yang dijadikan menurut gambar dan rupa-Nya? Mana mungkin menghormati Allah kalau tidak menghormati buah hati-Nya, yaitu sesama kita? Kita semua punya misi di dunia ini, yaitu meneruskan misi Yesus. Kita pun telah diurapi dengan Roh Allah untuk membawa kabar baik kepada orang miskin, membebaskan orang yang tertawan dan tertindas, membuat orang buta melihat dan memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang. Ya, tahun ini akan menjadi tahun rahmat bila kita masing-masing menjadi penyalur rahmat bagi sesama.

Biarlah namanya tetap selama-lamanya, kiranya namanya semakin dikenal selama ada matahari. Kiranya segala bangsa saling memberkati dengan namanya, dan menyebut dia berbahagia. (Mzm 72:17)

Bacaan Lengkap hari ini :

19  Kita mengasihi, karena Allah lebih dahulu mengasihi kita.
20  Jikalau seorang berkata: “Aku mengasihi Allah,” dan ia membenci saudaranya, maka ia adalah pendusta, karena barangsiapa tidak mengasihi saudaranya yang dilihatnya, tidak mungkin mengasihi Allah, yang tidak dilihatnya.
21  Dan perintah ini kita terima dari Dia: Barangsiapa mengasihi Allah, ia harus juga mengasihi saudaranya.
1 Setiap orang yang percaya, bahwa Yesus adalah Kristus, lahir dari Allah; dan setiap orang yang mengasihi Dia yang melahirkan, mengasihi juga Dia yang lahir dari pada-Nya.
2  Inilah tandanya, bahwa kita mengasihi anak-anak Allah, yaitu apabila kita mengasihi Allah serta melakukan perintah-perintah-Nya.
3  Sebab inilah kasih kepada Allah, yaitu, bahwa kita menuruti perintah-perintah-Nya. Perintah-perintah-Nya itu tidak berat,
4  sebab semua yang lahir dari Allah, mengalahkan dunia. Dan inilah kemenangan yang mengalahkan dunia: iman kita.

8 January 2014

Renungan Harian, 8 Januari 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Jika kita saling mengasihi, Allah tetap di dalam kita. (1Yoh 4:11-18)

Manusia gampang berubah-ubah hatinya. Rasa sayang dan kasih bisa berubah secara drastis menjadi kebencian hanya karena hal hal sepele. Kasih perlu dipelihara dan dipupuk terus, jangan sampai pupus karena beda pendapat, iri hati, dengki. Kasih baru kuat dan berakar dalam, mampu mengatasi segala guncangan dari manapun, kalau didasarkan pada kasih Allah. Relasi dengan pasangan hidup, anak, sahabat bisa mengalami krisis, seperti para murid dalam perahu yang terombang ambing oleh angin sakal. Datanglah kepada Yesus, serukan nama-Nya.

Kiranya semua raja sujud menyembah kepadanya, dan segala bangsa menjadi hambanya! (Mzm 72:11)

Bacaan Lengkap hari ini :

11  Saudara-saudaraku yang kekasih, jikalau Allah sedemikian mengasihi kita, maka haruslah kita juga saling mengasihi.
12  Tidak ada seorangpun yang pernah melihat Allah. Jika kita saling mengasihi, Allah tetap di dalam kit, dan kasih-Nya sempurna di dalam kita.
13  Demikianlah kita ketahui, bahwa kita tetap berada di dalam Allah dan Dia di dalam kita: Ia telah mengaruniakan kita mendapat bagian dalam Roh-Nya.
14 Dan kami telah melihat dan bersaksi, bahwa Bapa telah mengutus Anak-Nya menjadi Juruselamat dunia.
15  Barangsiapa mengaku, bahwa Yesus adalah Anak Allah, Allah tetap berada di dalam dia dan dia di dalam Allah.
16  Kita telah mengenal dan telah percaya akan kasih Allah kepada kita. Allah adalah kasih, dan barangsiapa tetap berada di dalam kasih, ia tetap berada di dalam Allah dan Allah di dalam dia.
17 Dalam hal inilah kasih Allah sempurna di dalam kita, yaitu kalau kita mempunyai keberanian percaya pada hari penghakiman, karena sama seperti Dia, kita juga ada di dalam dunia ini.
18  Di dalam kasih tidak ada ketakutan: kasih yang sempurna melenyapkan ketakutan; sebab ketakutan mengandung hukuman dan barangsiapa takut, ia tidak sempurna di dalam kasih.

7 January 2014

Renungan Harian, 7 Januari 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Yang ikut makan roti itu ada lima ribu orang laki-laki. (Mrk 6:34-44)

Lewat peristiwa penggandaan roti dan ikan, kita diingatkan bahwa Tuhan tidak membiarkan kita mati kelaparan. ia peduli dengan situasi kita. Iay menyediakan makanan, bahkan Ia sendiri akan menjadi santapan kehidupan, khususnya dalam Ekaristi. Kepedulian Allah terhadap nasib kita mengundang kita untuk hidup seperti Allah dan bersikap seperti Yesus. Kita ditantang untuk juga tidak membiarkan orang lain mati kelaparan. Allah kita peduli. Kita juga harus peduli kepada sesama yang membutuhkan.

Kiranya ia memerintah dari laut ke laut, dari sungai Efrat sampai ke ujung bumi! (Mzm 72:8)

Bacaan Lengkap hari ini :

34  Ketika Yesus mendarat, Ia melihat sejumlah besar orang banyak, maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka seperti domba yang tidak mempunyai gembala. Lalu mulailah Ia mengajarkan banyak hal kepada mereka.
35  Pada waktu hari sudah mulai malam, datanglah murid-murid-Nya kepada-Nya dan berkata: “Tempat ini sunyi dan hari sudah mulai malam.
36  Suruhlah mereka pergi, supaya mereka dapat membeli makanan di desa-desa dan di kampung-kampung di sekitar ini.”
37  Tetapi jawab-Nya: “Kamu harus memberi mereka makan!” Kata mereka kepada-Nya: “Jadi haruskah kami membeli roti seharga dua ratus dinar untuk memberi mereka makan?”
38  Tetapi Ia berkata kepada mereka: “Berapa banyak roti yang ada padamu? Cobalah periksa!” Sesudah memeriksanya mereka berkata: “Lima roti dan dua ikan.”
39  Lalu Ia menyuruh orang-orang itu, supaya semua duduk berkelompok-kelompok di atas rumput hijau.
40  Maka duduklah mereka berkelompok-kelompok, ada yang seratus, ada yang lima puluh orang.
41  Dan setelah Ia mengambil lima roti dan dua ikan itu, Ia menengadah ke langit dan mengucap berkat, lalu memecah-mecahkan roti itu dan memberikannya kepada murid-murid-Nya, supaya dibagi-bagikan kepada orang-orang itu; begitu juga kedua ikan itu dibagi-bagikan-Nya kepada semua mereka.
42  Dan mereka semuanya makan sampai kenyang.
43  Kemudian orang mengumpulkan potongan-potongan roti dua belas bakul penuh, selain dari pada sisa-sisa ikan.
44  Yang ikut makan roti itu ada lima ribu orang laki-laki.

6 January 2014

Renungan Harian, 6 Januari 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Bertobatlah, sebab Kerajaan Sorga sudah dekat!” (Mat 4:12-17.23-25)

Kita dipanggil untuk selalu bertobat, sebab Kerajaan Surga sudah dekat. Panggilan pertobatan ini mengandaikan kita mau mendengarkan pewartaan Injil dan merenungkannya. Bukan hanya mengejar kesembuhan. Kita bertobat dari motivasi duniawi itu menuju manusia Allah yang sesuai dengan kehendak-Nya. Sebaliknya, kita harus mengajak banyak orang untuk datang kepada Yesus dan menunjukkan jalan kebenaran kepada mereka. Kita diutus menjadi saksi-Nya agar makin banyak yang bertekun didalam iman.

Perisai bagiku adalah Allah, yang menyelamatkan orang-orang yang tulus hati; (Mzm 7:10)

Bacaan Lengkap hari ini :

12 Tetapi waktu Yesus mendengar, bahwa Yohanes telah ditangkap, menyingkirlah Ia ke Galilea.
13  Ia meninggalkan Nazaret dan diam di Kapernaum, di tepi danau, di daerah Zebulon dan Naftali,
14  supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi Yesaya:
15  ”Tanah Zebulon dan tanah Naftali, jalan ke laut, daerah seberang sungai Yordan, Galilea, wilayah bangsa-bangsa lain,  — 
16  bangsa yang diam dalam kegelapan, telah melihat Terang yang besar dan bagi mereka yang diam di negeri yang dinaungi maut, telah terbit Terang.”
17  Sejak waktu itulah Yesus memberitakan: “Bertobatlah, sebab Kerajaan Sorga sudah dekat!”
23 Yesuspun berkeliling di seluruh Galilea; Ia mengajar dalam rumah-rumah ibadat dan memberitakan Injil Kerajaan Allah serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan di antara bangsa itu.
24  Maka tersiarlah berita tentang Dia di seluruh Siria dan dibawalah kepada-Nya semua orang yang buruk keadaannya, yang menderita pelbagai penyakit dan sengsara, yang kerasukan, yang sakit ayan dan yang lumpuh, lalu Yesus menyembuhkan mereka.
25  Maka orang banyak berbondong-bondong mengikuti Dia. Mereka datang dari Galilea dan dari Dekapolis, dari Yerusalem dan dari Yudea dan dari seberang Yordan

5 January 2014

Renungan Harian, 5 Januari 2014 – Hari Raya Penampakan Tuhan

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Bumi diliputi kegelapan, bangsa-bangsa ditutupi kekelaman; tetapi terang TUHAN terbit di atasmu (Yes 60:1-6)

Para majus dari timur melihat bintang ajaib di timur yang menandakan ada raja yang lahir. Mereka menempuh perjalanan jauh untuk mencari dan menyembah dia. Herodes yang dekat malah tidak melihatnya. Dia berada dalam kegelapan karena hatinya tertutup. Ia tidak berniat menyembah raja itu yang ia lihat sebagai saingannya. Bahkan kalau bisa, ia mau membunuhnya. Maka kegelapan menjadi makin pekat baginya. Bagi para majus yang tekun mencari, bintang itu muncul kembali sampai mereka menemukan Yesus, terang kehidupan. Dalam kegelapan hidupku, apakah saya mencari Yesus?

Semoga keadilan berkembang selama zamannya, dan kemakmuran berlimpah selama bulan ada. (Mzm 72:7)

Bacaan lengkap hari ini :

1 Bangkitlah dan jadilah terang, hai Yerusalem, sebab terang keselamatanmu sudah datang; Allah menyinari engkau dengan kemuliaan-Nya.
2  Bumi diliputi kegelapan, bangsa-bangsa ditutupi kekelaman; tetapi terang TUHAN terbit di atasmu, cahaya kehadiran-Nya menjadi nyata di atasmu.
3  Bangsa-bangsa datang berduyun-duyun ke terangmu, raja-raja tertarik oleh cahaya yang terbit bagimu.
4  Lihatlah apa yang terjadi di sekelilingmu; rakyat berhimpun untuk pulang kepadamu. Anak-anakmu laki-laki datang dari jauh, anak-anakmu perempuan digendong.
5  Melihat itu engkau heran dan wajahmu berseri; engkau terharu dan berbesar hati. Harta bangsa-bangsa dibawa kepadamu, kekayaan dari seberang laut melimpahimu.
6  Negerimu dikerumuni banyak unta, mereka datang dari Midian dan Efa. Dari Syeba orang membawa emas dan kemenyan, sambil memuji perbuatan TUHAN.

4 January 2014

Renungan Harian, 4 Januari 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Engkau Simon, anak Yona. Engkau akan disebut Kefas.” (Yoh 1:35-42)

Kefas artinya sama dengan Petrus artinya batukarang. Perubahan nama dan pemberian nama baru menjadikan sebuah perubahan besar bagi seseorang dalam hidupnya. Kita pun sudah memperoleh nama baru dari kristus sendiri ketika dibaptis. Nama yang akan melekat dalam diri dan dibawa sampai mati. Ditandai sebagai pembuktian bahwa saya punya relasi yang penting dengan Tuhan sang pemberi nama. Nama itu mengarahkan kita pada jari diri yang sejati. Karena nama adalah jati diri.

Bersoraksorailah bagi TUHAN, hai seluruh bumi! Pujilah TUHAN dengan nyanyian dan sorak gembira. (Mzm 98:4)

Bacaan Lengkap hari ini :

35  Keesokan harinya Yohanes ada di tempat itu lagi dengan dua pengikutnya.
36  Ketika ia melihat Yesus lewat, ia berkata, “Lihat! Itulah Anak Domba Allah.”
37 Kedua pengikut Yohanes mendengar kata-kata itu, lalu pergi mengikuti Yesus.
38  Yesus menoleh ke belakang, dan melihat mereka sedang mengikuti Dia. Ia bertanya, “Kalian mencari apa?” Jawab mereka, “Rabi, di manakah Rabi tinggal?” (Kata ‘Rabi’ artinya guru.)
39  ”Mari lihat sendiri,” kata Yesus. Mereka pergi dengan Dia dan melihat di mana Ia tinggal. Waktu itu pukul empat sore. Hari itu mereka tinggal bersama Dia.
40  Salah satu dari kedua orang yang telah mendengar apa yang dikatakan Yohanes dan kemudian pergi mengikuti Yesus, adalah Andreas, saudara Simon Petrus.
41  Cepat-cepat Andreas mencari Simon, saudaranya, dan berkata kepadanya, “Kami sudah bertemu dengan Mesias!” (Mesias sama dengan Kristus, yaitu: Raja Penyelamat.)*
42  Andreas mengantar Simon kepada Yesus. Yesus menatap Simon, lalu berkata, “Engkau Simon, anak Yona. Engkau akan disebut Kefas.”

3 January 2014

Renungan Harian, 3 Januari 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Saya sudah melihat-Nya sendiri,” kata Yohanes, dan saya memberi kesaksian bahwa Dialah Anak Allah.” (Yoh 1:29-34)

Ada godaan orang tergiur untuk mewartakan dirinya sendiri bukan Allah. Orang senang bila disanjung dan dihormati. Bila pewartaan tidak lagi murni mewartakan Allah sebagai Allah, maka cepat atau lambat akan busuk dan gagal. Oleh karena itu, orang selalu harus ingat dan berani menyangkal diri, agar selalu rendah hati. Seperti Yohanes tidak pernah mabuk sanjungan dan gila hormat. Dia orang yang bebas, justru karena dia rela hidup sederhana. baginya yang terpenting adalah Tuhan, bukan harta benda dan kenikmatan.

Bersoraksorailah bagi TUHAN, hai seluruh bumi! Pujilah TUHAN dengan nyanyian dan sorak gembira. (Mzm 98:4)

Bacaan Lengkap hari ini :

29 Keesokan harinya, Yohanes melihat Yesus datang kepadanya. Lalu Yohanes berkata, “Lihat, itulah Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia.
30  Dialah yang saya katakan akan datang kemudian dari saya, tetapi lebih besar dari saya, sebab sebelum saya lahir, Dia sudah ada.
31  Sebelumnya, saya tidak tahu siapa Dia itu. Padahal saya datang membaptis dengan air supaya bangsa Israel mengenal Dia.”
32  Yohanes juga memberi kesaksian ini, “Saya melihat Roh Allah turun seperti merpati dari langit lalu tinggal di atas-Nya.
33  Waktu itu saya belum tahu siapa Dia. Tetapi Allah yang menyuruh saya membaptis dengan air sudah berkata kepada saya, ‘Bila engkau melihat Roh Allah turun, lalu tinggal di atas seseorang, Dialah yang akan membaptis dengan Roh Allah.’
34  Saya sudah melihat-Nya sendiri,” kata Yohanes, “dan saya memberi kesaksian bahwa Dialah Anak Allah.”

2 January 2014

Renungan Harian, 2 Januari 2014 – Peringatan Wajib Santo Basilius Agung dan Gregorius dari Nadine, Uskup dan Pujangga Gereja

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Dan hendaklah kalian tetap hidup bersatu dengan Kristus. (1Yoh 2:22-27)

Dalam Sakramen Baptis kita menerima Kristus. Bila kita dibaptis sebagai orang dewasa, maka kita sudah menerima pengajaran tentang Dia. Tapi Baptisan itu bukan akhir, melainkan permulaan dari perjalanan iman kita. Iman itu hidup dan terus tumbuh. Yesus telah mengutus Roh Kudus untuk terus mengajari kita. Tinggal di dalam Kristus artinya hidup dengan mata dan telinga hati terbuka untuk terus berkontak dengan Dia. Maka kita pun akan disempurnakan menjadi saksi-Nya seperti Yohanes Pembaptis.

Bersoraksorailah bagi TUHAN, hai seluruh bumi! Pujilah TUHAN dengan nyanyian dan sorak gembira. (Mzm 98:4)

Bacaan lengkap hari ini :

22  Yang berdusta adalah orang yang berkata bahwa Yesus bukannya Raja Penyelamat yang dijanjikan Allah. Orang itu Musuh Kristus; ia tidak mengakui Bapa maupun Anak.
23  Orang yang tidak mengakui Anak, berarti tidak menerima Bapa juga. Dan orang yang mengakui Anak, berarti menerima Bapa juga.
24  Sebab itu, berita yang sudah kalian dengar sejak kalian mula-mula percaya haruslah kalian jaga baik-baik di dalam hati. Kalau berita itu kalian perhatikan baik-baik, kalian akan selalu hidup bersatu dengan Anak dan dengan Bapa.
25  Dan inilah yang dijanjikan Kristus sendiri kepada kita: hidup sejati dan kekal.
26  Saya tulis ini kepadamu mengenai orang-orang yang sedang berusaha menipu kalian.
27  Tetapi mengenai kalian sendiri, Kristus telah mencurahkan Roh-Nya padamu. Dan selama Roh-Nya ada padamu, tidak perlu ada orang lain mengajar kalian. Sebab Roh-Nya mengajar kalian tentang segala sesuatu; dan apa yang diajarkan-Nya itu benar, bukan dusta. Sebab itu, hendaklah kalian taat kepada apa yang diajarkan oleh Roh itu, dan hendaklah kalian tetap hidup bersatu dengan Kristus.

1 January 2014

Renungan Harian, 1 Januari 2014 — Tahun Baru 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Tetapi Maria menyimpan semua itu di dalam hatinya dan merenungkannya. (Luk 2:16-21)

Bunda Maria melihat segala peristiwa dengan mata iman. Kita dapat menyaksikan meskipun hidup Maria tidak mudah namun dia tetap tegar, kuat dan mampu tetap lemah lembut dan sabar berjalan dalam waktu Tuhan sampai akhir hidupnya. Kehidupan dalam keluarga kita saat ini, apapun keadaannya, dingin atau dalam situasi kritis sekalipun, jika suami istri berani hidup di dalam iman seperti Bunda Maria, maka keharmonisan keluarga segera terasa. Hidup dalam iman salah satunya saling menjadikan pasangannya sebagai yang pertama untuk diperhatikan dan dibahagiakan. Selamat Tahun Baru 2014. Tuhan memberkati.

Allah telah memberkati kita; semoga Ia dihormati di seluruh dunia! (Mzm 67:8)

Bacaan lengkap hari ini :

16  Mereka segera pergi, lalu menjumpai Maria dan Yusuf, serta bayi itu yang sedang berbaring di dalam palung.
17  Ketika para gembala melihat bayi itu, mereka menceritakan apa yang dikatakan para malaikat tentang bayi itu.
18  Dan semua orang heran mendengar cerita para gembala itu.
19  Tetapi Maria menyimpan semua itu di dalam hatinya dan merenungkannya.
20  Gembala-gembala itu kembali ke padang rumput sambil memuji dan memuliakan Allah, karena semua yang telah mereka dengar dan lihat, tepat seperti yang dikatakan oleh malaikat.
21 Sesudah berumur delapan hari, anak itu disunat. Dan mereka menamakan-Nya Yesus, nama yang diberikan malaikat kepada-Nya sebelum Ia dikandung ibu-Nya.†

31 December 2013

Renungan Harian, 31 Desember 2013 – Hari Ketujuh dalam Oktaf Natal

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Sabda sudah menjadi manusia, Ia tinggal di antara kita, dan kita sudah melihat keagungan-Nya. (Yoh 1:1-18)

Sabda/Firman adalah Yesus, itulah sebabnya didalam Perjanjian baru Allah hanya berfirman sebanyak dua kali. Dan selanjutnya Yesus Firman yang hidup yang bersabda kepada kita manusia. Lihatlah perjalanan hidup kita masing-masing di penghujung tahun ini. Lakukan introspeksi diri dan jangan berpuas diri. Bersyukurlah atas semua yang kita alami baik atau buruk karena semua adalah kehendak-Nya untuk kebaikan kita. Jangan pernah berhenti untuk berharap didalam Yesus Firman yang hidup. Dialah penolong kita sekarang dan selama-lamanya.

Bergembiralah, hai langit dan bumi! Bergemuruhlah hai laut dan semua isinya! (Mzm 96:11)

Bacaan Lengkap hari ini

1 Pada mulanya, sebelum dunia dijadikan, Sabda sudah ada. Sabda ada bersama Allah dan Sabda sama dengan Allah.
2  Sejak semula Ia bersama Allah.
3  Segalanya dijadikan melalui Dia, dan dari segala yang ada, tak satu pun dijadikan tanpa Dia.
4  Sabda itu sumber hidup,* dan hidup memberi terang kepada manusia.
5 Terang itu bercahaya dalam kegelapan, dan kegelapan tak dapat memadamkannya.
6  Datanglah orang yang diutus Allah, Yohanes namanya.†
7  Ia datang mewartakan tentang terang itu, supaya semua orang percaya.
8  Ia sendiri bukan terang itu, ia hanya mewartakannya.
9  Terang sejati yang menerangi semua manusia, datang ke dunia.
10  Sabda ada di dunia, dunia dijadikan melalui Dia, tetapi dunia tidak mengenal-Nya.
11  Ia datang ke negeri-Nya sendiri tetapi bangsa-Nya tidak menerima Dia.
12  Namun ada juga orang yang menerima Dia dan percaya kepada-Nya; mereka diberi-Nya hak menjadi anak Allah,
13  yang dilahirkan bukan dari manusia, sebab hidup baru itu dari Allah asalnya.
14  Sabda sudah menjadi manusia, Ia tinggal di antara kita, dan kita sudah melihat keagungan-Nya. Keagungan itu diterima-Nya sebagai Anak tunggal Bapa. Melalui Dia kita melihat Allah dan kasih-Nya kepada kita.
15 Yohanes datang sebagai saksi-Nya, ia mewartakan: “Inilah Dia yang kukatakan: Dia akan datang lebih kemudian dari aku, tetapi lebih besar dari aku, sebab sebelum aku ada, Dia sudah ada.”
16  Ia penuh kasih; tiada hentinya Ia memberkati kita.
17  Hukum Tuhan kita terima melalui Musa. Tetapi kasih dan kesetiaan Allah dinyatakan melalui Yesus Kristus.
18  Tak ada yang pernah melihat Allah, selain anak tunggal Bapa, yang sama dengan Bapa dan erat sekali kepada-Nya. Dialah yang menyatakan Bapa kepada kita.

« Newer PostsOlder Posts »

Powered by WordPress