Renungan Harian

22 January 2014

Renungan Harian, 22 Januari 2014 – Hari Kelima Pekan Doa Sedunia Untuk Persatuan Umat Kristiani

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Lalu keluarlah orang-orang Farisi dan segera bersekongkol dengan orang-orang Herodian untuk membunuh Dia. (Mrk 3:1-6)

Dihadapan para penguasa Yahudi, Yesus sedikitpun tidak menunjukkan rasa takut. Bahkan Yesus berani marah dan memandang sekeliling-Nya. Yesus lebih menjunjung nilai kemanusiaan dan kebenaran daripada hari Sabat dengan menolong orang yang mati sebelah tangannya. Setiap orang dan keluarga dipanggil untuk berjuang demi nilai kemanusiaan dan kebenaran. Oleh karena itu, segala bentuk kekerasan dan ketidak adilan dalam rumah tangga sangat ditentang. Saat ini dunia membutuhkan pejuang-pejuang nilai-nilai kemanusiaan dan kebenaran, yang berani bertindak nyata, seperti Yesus.

Terpujilah TUHAN, gunung batuku, yang mengajar tanganku untuk bertempur, dan jari-jariku untuk berperang; (Mzm 144:1)

Bacaan Lengkap hari ini :

1 Kemudian Yesus masuk lagi ke rumah ibadat. Di situ ada seorang yang mati sebelah tangannya.
2  Mereka mengamat-amati Yesus, kalau-kalau Ia menyembuhkan orang itu pada hari Sabat, supaya mereka dapat mempersalahkan Dia.
3  Kata Yesus kepada orang yang mati sebelah tangannya itu: “Mari, berdirilah di tengah!”
4  Kemudian kata-Nya kepada mereka: “Manakah yang diperbolehkan pada hari Sabat, berbuat baik atau berbuat jahat, menyelamatkan nyawa orang atau membunuh orang?” Tetapi mereka itu diam saja.
5  Ia berdukacita karena kedegilan mereka dan dengan marah Ia memandang sekeliling-Nya kepada mereka lalu Ia berkata kepada orang itu: “Ulurkanlah tanganmu!” Dan ia mengulurkannya, maka sembuhlah tangannya itu.
6  Lalu keluarlah orang-orang Farisi dan segera bersekongkol dengan orang-orang Herodian untuk membunuh Dia.

21 January 2014

Renungan Harian, 21 Januari 2014 – Peringatan Wajib Santa Agnes, Perawan dan Martir – Hari Keempat Pekan Doa Sedunia Untuk Persatuan Umat Kristiani

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Lihat! Mengapa mereka berbuat sesuatu yang tidak diperbolehkan pada hari Sabat?” (Mrk 2:23-28) 

“Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati.” Inilah firman Allah pada Samuel saat dia diminta untuk mengurapi anak Isai menjadi raja. Tuhan melihat hati, bagi-Nya Hari Sabat memang penting, tetapi prioritas utama adalah kehidupan dan tidak bermaksud melanggar hukum. Apakah hanya karena hari Sabat, maka para murid tidak boleh memetik gandum untuk dimakan? Sungguh, firman Tuhan itu hidup, membebaskan dan menggembirakan hati.

Aku telah mendapat Daud, hamba-Ku; Aku telah mengurapinya dengan minyak-Ku yang kudus (Mzm 89:20)

Bacaan Lengkap hari ini :

23  Pada suatu kali, pada hari Sabat, Yesus berjalan di ladang gandum, dan sementara berjalan murid-murid-Nya memetik bulir gandum.
24  Maka kata orang-orang Farisi kepada-Nya: “Lihat! Mengapa mereka berbuat sesuatu yang tidak diperbolehkan pada hari Sabat?”
25  Jawab-Nya kepada mereka: “Belum pernahkah kamu baca apa yang dilakukan Daud, ketika ia dan mereka yang mengikutinya kekurangan dan kelaparan,
26  bagaimana ia masuk ke dalam Rumah Allah waktu Abyatar menjabat sebagai Imam Besar lalu makan roti sajian itu  —  yang tidak boleh dimakan kecuali oleh imam-imam  —  dan memberinya juga kepada pengikut-pengikutnya?”
27  Lalu kata Yesus kepada mereka: “Hari Sabat diadakan untuk manusia dan bukan manusia untuk hari Sabat,
28  jadi Anak Manusia adalah juga Tuhan atas hari Sabat.”

20 January 2014

Renungan Harian, 20 Januari 2014 – Hari Ketiga Pekan Doa Sedunia Untuk Persatuan Umat Kristiani

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Tetapi waktunya akan datang mempelai itu diambil dari mereka, dan pada waktu itulah mereka akan berpuasa. (Mrk 2:18-22)

Maksud Yesus, nanti ketika Dia wafat disalibkan, para murid sebagai sahabat mempelai, yaitu Yesus sendiri, pada waktu itulah mereka akan mengungkapkan kepedihan dengan puasa. Sejak itu, puasa para murid digabungkan dengan peristiwa penangkapan dan penyaliban Yesus. Puasa mereka mengungkapkan belarasa terhadap Yesus. Saat itulah mereka belajar ikut merasakan pengurbanan Yesus bagi keselamatan manusia. Apakah puasa kita juga mengungkapkan hal yang sama?

“siapa yang jujur jalannya, keselamatan yang dari Allah akan Kuperlihatkan kepadanya.” (Mzm 50:23b)

Bacaan Lengkap hari ini :

18 Pada suatu kali ketika murid-murid Yohanes dan orang-orang Farisi sedang berpuasa, datanglah orang-orang dan mengatakan kepada Yesus: “Mengapa murid-murid Yohanes dan murid-murid orang Farisi berpuasa, tetapi murid-murid-Mu tidak?”
19  Jawab Yesus kepada mereka: “Dapatkah sahabat-sahabat mempelai laki-laki berpuasa sedang mempelai itu bersama mereka? Selama mempelai itu bersama mereka, mereka tidak dapat berpuasa.
20  Tetapi waktunya akan datang mempelai itu diambil dari mereka, dan pada waktu itulah mereka akan berpuasa.
21  Tidak seorangpun menambalkan secarik kain yang belum susut pada baju yang tua, karena jika demikian kain penambal itu akan mencabiknya, yang baru mencabik yang tua, lalu makin besarlah koyaknya.
22  Demikian juga tidak seorangpun mengisikan anggur yang baru ke dalam kantong kulit yang tua, karena jika demikian anggur itu akan mengoyakkan kantong itu, sehingga anggur itu dan kantongnya dua-duanya terbuang. Tetapi anggur yang baru hendaknya disimpan dalam kantong yang baru pula.”

19 January 2014

Renungan Harian, 19 Januari 2014 – Hari Kedua Pekan Doa Sedunia Untuk Persatuan Umat Kristiani

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Lihatlah Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia.” (Yoh 1:29-34)

Ucapan Yohanes menyatakan kerendahan hatinya. Yohanes sadar bahwa Dia yang akan melanjutkan perintisannya telah datang. “Dia semakin bertambah besar, dan aku semakin kecil,” Yohanes dengan berani dan jujur mengatakan siapakah dirinya dihadapan Yesus. Yohanes mengajak kita untuk berani menjadi rendah hati, berani melayani sesama dengan siap memasuki dan mengerti cara hidup dan karakter mereka, sambil menerima keberadaan mereka apa adanya.

“ aku suka melakukan kehendak-Mu, ya Allahku; Taurat-Mu ada dalam dadaku.” (Mzm 40:9)

Bacaan Lengkap hari ini :

29 Pada keesokan harinya Yohanes melihat Yesus datang kepadanya dan ia berkata: “Lihatlah Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia.
30  Dialah yang kumaksud ketika kukatakan: Kemudian dari padaku akan datang seorang, yang telah mendahului aku, sebab Dia telah ada sebelum aku.
31  Dan aku sendiripun mula-mula tidak mengenal Dia, tetapi untuk itulah aku datang dan membaptis dengan air, supaya Ia dinyatakan kepada Israel.”
32  Dan Yohanes memberi kesaksian, katanya: “Aku telah melihat Roh turun dari langit seperti merpati, dan Ia tinggal di atas-Nya.
33  Dan akupun tidak mengenal-Nya, tetapi Dia, yang mengutus aku untuk membaptis dengan air, telah berfirman kepadaku: Jikalau engkau melihat Roh itu turun ke atas seseorang dan tinggal di atas-Nya, Dialah itu yang akan membaptis dengan Roh Kudus.
34  Dan aku telah melihat-Nya dan memberi kesaksian: Ia inilah Anak Allah.”

18 January 2014

Renungan Harian, 18 Januari 2014 – Pembukaan Pekan Doa Sedunia Untuk Persatuan Umat Kristiani

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Ia berkata kepadanya: “Ikutlah Aku!” (Mrk 2:13-17)

Cara paling baik untuk berubah adalah mengikuti ajakan-Nya: “Ikutlah Aku”. Mendekat dan belajar dari-Nya membuat kita mampu mengubah nada yang salah dalam diri, dalam sikap dan dalam berpikir. Jangan memandang Yesus dari jauh, nanti kabur. Jika semakin jauh dari Dia, hidup semakin tidak benar, kebenaran semakin kabur dan jalan semakin berat. Lihatlah para pendosa, betapa bahagia mereka bisa makan bersama dengan Yesus dan sesama tanpa nada dan rasa yang salah. Jika ada yang salah dalam keluarga, mendekatlah dan hadirkan Yesus untuk mengubah yang salah. Dia bisa melakukan apa pun untuk kita.

Sebab raja percaya kepada TUHAN, dan karena kasih setia Yang Mahatinggi ia tidak goyang. (Mzm 21:7)

Bacaan Lengkap hari ini :

13 Sesudah itu Yesus pergi lagi ke pantai danau, dan seluruh orang banyak datang kepada-Nya, lalu Ia mengajar mereka.
14  Kemudian ketika Ia berjalan lewat di situ, Ia melihat Lewi anak Alfeus duduk di rumah cukai lalu Ia berkata kepadanya: “Ikutlah Aku!” Maka berdirilah Lewi lalu mengikuti Dia.
15  Kemudian ketika Yesus makan di rumah orang itu, banyak pemungut cukai dan orang berdosa makan bersama-sama dengan Dia dan murid-murid-Nya, sebab banyak orang yang mengikuti Dia.
16  Pada waktu ahli-ahli Taurat dari golongan Farisi melihat, bahwa Ia makan dengan pemungut cukai dan orang berdosa itu, berkatalah mereka kepada murid-murid-Nya: “Mengapa Ia makan bersama-sama dengan pemungut cukai dan orang berdosa?”
17  Yesus mendengarnya dan berkata kepada mereka: “Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit; Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa.”

17 January 2014

Renungan Harian, 17 Januari 2014 – Peringatan Wajib Santo Antonius Abas

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Yesus memandang mereka dan berkata: “Bagi manusia hal ini tidak mungkin, tetapi bagi Allah segala sesuatu mungkin.” (Mat 19:16-26)

Yang penting bagi kita ialah kesadaran bahwa menjadi sempurna bukan hal yang mustahil. Masuk kerajaan Allah adalah anugerah Allah, bukan usaha manusia semata. Pertanyaan penting bagi kita adalah mampukah kita bekerja sama dengan rahmat Allah untuk membebaskan diri kita dari himpitan kekayaan, sehingga dapat mencapai kesempurnaan?

Kesetiaan-Ku dan kasih-Ku menyertai dia, dan oleh karena nama-Ku tanduknya akan meninggi. (Mzm 88:25)

Bacaan Lengkap hari ini :

dari situ.
16 Ada seorang datang kepada Yesus, dan berkata: “Guru, perbuatan baik apakah yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?”
17  Jawab Yesus: “Apakah sebabnya engkau bertanya kepada-Ku tentang apa yang baik? Hanya Satu yang baik. Tetapi jikalau engkau ingin masuk ke dalam hidup, turutilah segala perintah Allah.”
18  Kata orang itu kepada-Nya: “Perintah yang mana?” Kata Yesus: “Jangan membunuh, jangan berzinah, jangan mencuri, jangan mengucapkan saksi dusta,
19  hormatilah ayahmu dan ibumu dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.”
20  Kata orang muda itu kepada-Nya: “Semuanya itu telah kuturuti, apa lagi yang masih kurang?”
21  Kata Yesus kepadanya: “Jikalau engkau hendak sempurna, pergilah, juallah segala milikmu dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga, kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku.”
22  Ketika orang muda itu mendengar perkataan itu, pergilah ia dengan sedih, sebab banyak hartanya.
23 Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sukar sekali bagi seorang kaya untuk masuk ke dalam Kerajaan Sorga.
24  Sekali lagi Aku berkata kepadamu, lebih mudah seekor unta masuk melalui lobang jarum dari pada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Allah.”
25  Ketika murid-murid mendengar itu, sangat gemparlah mereka dan berkata: “Jika demikian, siapakah yang dapat diselamatkan?”
26  Yesus memandang mereka dan berkata: “Bagi manusia hal ini tidak mungkin, tetapi bagi Allah segala sesuatu mungkin.”

16 January 2014

Renungan Harian, 16 Januari 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Seorang yang sakit kusta datang kepada Yesus, dan sambil berlutut di hadapan-Nya ia memohon bantuan-Nya, (Mrk 1:40-45)

Permohonan si kusta adalah sebuah sikap kerendahan hati, dalam bentuk dialog dia tidak memaksakan kehendaknya. Dia hanya ingin agar kehendak Tuhanlah yang terjadi atasnya. Sebagai orang beriman, kita dipanggil untuk bisa menjadi insan-insan yang mau berdialog. Berdialog dengan kerendahan hati,  dan penyerahan kehendak. Tak ada dalam permohonannya kesombongan atau paksaan. Karena itu, mari kita refleksikan diri kita masing-masing, sudahkah kita menjadi insan-insan yang mau berdialog dan memberi kesembuhan?

Bersiaplah menolong kami, bebaskanlah kami karena kasih setia-Mu (Mzm 44:26)

Bacaan lengkap hari ini :

40 Seorang yang sakit kusta datang kepada Yesus, dan sambil berlutut di hadapan-Nya ia memohon bantuan-Nya, katanya: “Kalau Engkau mau, Engkau dapat mentahirkan aku.”
41  Maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan, lalu Ia mengulurkan tangan-Nya, menjamah orang itu dan berkata kepadanya: “Aku mau, jadilah engkau tahir.”
42  Seketika itu juga lenyaplah penyakit kusta orang itu, dan ia menjadi tahir.
43  Segera Ia menyuruh orang itu pergi dengan peringatan keras:
44  ”Ingatlah, janganlah engkau memberitahukan apa-apa tentang hal ini kepada siapapun, tetapi pergilah, perlihatkanlah dirimu kepada imam dan persembahkanlah untuk pentahiranmu persembahan, yang diperintahkan oleh Musa, sebagai bukti bagi mereka.”
45  Tetapi orang itu pergi memberitakan peristiwa itu dan menyebarkannya kemana-mana, sehingga Yesus tidak dapat lagi terang-terangan masuk ke dalam kota. Ia tinggal di luar di tempat-tempat yang sepi; namun orang terus juga datang kepada-Nya dari segala penjuru.

15 January 2014

Renungan Harian, 15 Januari 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Dan Samuel menjawab: “Berbicaralah, sebab hamba-Mu ini mendengar.” (1Sam 3:1-10.19-20)

Di waktu malam Samuel mendengar namanya dipanggil berkali-kali. Ternyata itu bukan suara imam Eli. Maka imam itu mengajarnya menjawab: “Berbicaralah, sebab hamba-Mu mendengar.” Maka Tuhan pun menyampaikan firman-Nya. Dalam berdoa yang penting bukanlah kita berbicara kepada Tuhan, tapi mendengarkan Tuhan yang berbicara kepada kita. Segala yang dilakukan Yesus, berdoa di tempat sunyi, mewartakan Injil atau menyembuhakn orang sakit, adalah pelaksanaan kehendak Bapa. Perlu hati yang hening dan bening untuk mendengar suara Tuhan berbicara kepada kita.

“aku suka melakukan kehendak-Mu, ya Allahku; Taurat-Mu ada dalam dadaku.” Mzm 40:8

Bacaan lengkap hari ini :

1 Samuel yang muda itu menjadi pelayan TUHAN di bawah pengawasan Eli. Pada masa itu firman TUHAN jarang; penglihatan-penglihatanpun tidak sering.
2  Pada suatu hari Eli, yang matanya mulai kabur dan tidak dapat melihat dengan baik, sedang berbaring di tempat tidurnya.
3  Lampu rumah Allah belum lagi padam. Samuel telah tidur di dalam bait suci TUHAN, tempat tabut Allah.
4  Lalu TUHAN memanggil: “Samuel! Samuel!,” dan ia menjawab: “Ya, bapa.”
5  Lalu berlarilah ia kepada Eli, serta katanya: “Ya, bapa, bukankah bapa memanggil aku?” Tetapi Eli berkata: “Aku tidak memanggil; tidurlah kembali.” Lalu pergilah ia tidur.
6  Dan TUHAN memanggil Samuel sekali lagi. Samuelpun bangunlah, lalu pergi mendapatkan Eli serta berkata: “Ya, bapa, bukankah bapa memanggil aku?” Tetapi Eli berkata: “Aku tidak memanggil, anakku; tidurlah kembali.”
7  Samuel belum mengenal TUHAN; firman TUHAN belum pernah dinyatakan kepadanya.
8  Dan TUHAN memanggil Samuel sekali lagi, untuk ketiga kalinya. Iapun bangunlah, lalu pergi mendapatkan Eli serta katanya: “Ya, bapa, bukankah bapa memanggil aku?” Lalu mengertilah Eli, bahwa Tuhanlah yang memanggil anak itu.
9  Sebab itu berkatalah Eli kepada Samuel: “Pergilah tidur dan apabila Ia memanggil engkau, katakanlah: Berbicaralah, TUHAN, sebab hamba-Mu ini mendengar.” Maka pergilah Samuel dan tidurlah ia di tempat tidurnya.
10  Lalu datanglah TUHAN, berdiri di sana dan memanggil seperti yang sudah-sudah: “Samuel! Samuel!” Dan Samuel menjawab: “Berbicaralah, sebab hamba-Mu ini mendengar.”
19 Dan Samuel makin besar dan TUHAN menyertai dia dan tidak ada satupun dari firman-Nya itu yang dibiarkan-Nya gugur.
20  Maka tahulah seluruh Israel dari Dan sampai Bersyeba, bahwa kepada Samuel telah dipercayakan jabatan nabi TUHAN.

14 January 2014

Renungan Harian, 14 Januari 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Apa ini? Suatu ajaran baru. Ia berkata-kata dengan kuasa. Roh-roh jahatpun diperintah-Nya dan mereka taat kepada-Nya.” (Mrk 1:21b-28)

Yesus  berbicara sebagai orang yang berkuasa, sebab setanpun mengakui Dia sebagai “Yang Kudus dari Allah”. Yesus sungguh berwibawa, salah satu bukti wibawa Yesus ialah Dia menghardik setan, menyembuhkan orang yang kerasukan setan. Ia juga berani menyempurnakan hukum Taurat dan aturan Sabat. Sesungguhnya wibawa adalah kuasa yang diakui. Sebagai umat beriman, memercayakan diri kepada kuasa Yesus adalah sikap yang tepat. Kita mendengarkan ajaran-Nya, menyimpan dalam hati, kemudian mengamalkan dalam kehidupan nyata.

“Hatiku bersukaria karena TUHAN, tanduk kekuatanku ditinggikan oleh TUHAN; mulutku mencemoohkan musuhku, sebab aku bersukacita karena pertolongan-Mu.” (1 Sam 2:1)

Bacaan Lengkap hari ini :

21Setelah hari Sabat mulai, Yesus segera masuk ke dalam rumah ibadat dan mengajar.
22  Mereka takjub mendengar pengajaran-Nya, sebab Ia mengajar mereka sebagai orang yang berkuasa, tidak seperti ahli-ahli Taurat.
23 Pada waktu itu di dalam rumah ibadat itu ada seorang yang kerasukan roh jahat. Orang itu berteriak:
24  ”Apa urusan-Mu dengan kami, hai Yesus orang Nazaret? Engkau datang hendak membinasakan kami? Aku tahu siapa Engkau: Yang Kudus dari Allah.”
25  Tetapi Yesus menghardiknya, kata-Nya: “Diam, keluarlah dari padanya!”
26  Roh jahat itu menggoncang-goncang orang itu, dan sambil menjerit dengan suara nyaring ia keluar dari padanya.
27  Mereka semua takjub, sehingga mereka memperbincangkannya, katanya: “Apa ini? Suatu ajaran baru. Ia berkata-kata dengan kuasa. Roh-roh jahatpun diperintah-Nya dan mereka taat kepada-Nya.”
28  Lalu tersebarlah dengan cepat kabar tentang Dia ke segala penjuru di seluruh Galilea.

13 January 2014

Renungan Harian, 13 Januari 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Mari, ikutlah Aku dan kamu akan Kujadikan penjala manusia.” (Mrk 1:14-20)

Hari ini Yesus memulai membentuk keluarga baru dengan memilih dan dan memanggil para rasul secara pribadi untuk menjadi satu keluarga Allah dan saksi karya kasih Allah lewat kebersamaan, keberadaan dan sikap hidup Yesus sampai wafat dikayu salib. Tidak ada seorangpun didunia ini, hidup tanpa keluarga. Gereja adalah rumah tangga dan keluarga bagi siapapun, khususnya mereka yang menderita. Kita telah dipanggil dan dipilih Yesus untuk menjadi anggota tubuh mistik-Nya, yakni Gereja dan bersama-sama siap sedia melayani Allah dan sesama.

Aku akan mempersembahkan korban syukur kepada-Mu, dan akan menyerukan nama TUHAN, (Mzm 116:17)

Bacaan Lengkap hari ini :

14 Sesudah Yohanes ditangkap datanglah Yesus ke Galilea memberitakan Injil Allah,
15  kata-Nya: “Waktunya telah genap; Kerajaan Allah sudah dekat. Bertobatlah dan percayalah kepada Injil!”
16  Ketika Yesus sedang berjalan menyusur danau Galilea, Ia melihat Simon dan Andreas, saudara Simon. Mereka sedang menebarkan jala di danau, sebab mereka penjala ikan.
17  Yesus berkata kepada mereka: “Mari, ikutlah Aku dan kamu akan Kujadikan penjala manusia.”
18  Lalu merekapun segera meninggalkan jalanya dan mengikuti Dia.
19  Dan setelah Yesus meneruskan perjalanan-Nya sedikit lagi, dilihat-Nya Yakobus, anak Zebedeus, dan Yohanes, saudaranya, sedang membereskan jala di dalam perahu.
20  Yesus segera memanggil mereka dan mereka meninggalkan ayahnya, Zebedeus, di dalam perahu bersama orang-orang upahannya lalu mengikuti Dia.

« Newer PostsOlder Posts »

Powered by WordPress