Renungan Harian

5 September 2013

Renungan Harian, 5 September 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga.” (Luk 5:1-11)

Yesus melakukan mujizat agar orang beriman. Kebenaran ini nampak dalam diri Simon. saat melihat karya Yesus yang ajaib, ia tersungkur didepan Yesus. Rasa imannya mendorong dia menyadari kelemahan dan dosa-dosanya. Pertobatannya menjadi tanda iman yang besar akan kuasa Yesus. Hari ini Yesus mengajar kita bahwa salah satu tanda iman adalah pertobatan. Bertobat bukan karena takut akan hukuman, melainkan karena beriman. Bertobat yang dilandaskan pada rasa takut akan hukuman, bukan pertobatan sempurna. Mari kita bangun sikap tobat sejati yang terbentuk karena iman.

TUHAN telah memperkenalkan keselamatan yang dari pada-Nya, telah menyatakan keadilan-Nya di depan mata bangsa-bangsa. (Mzm 98:2)

Bacaan Lengkap hari ini :

1 Pada suatu kali Yesus berdiri di pantai danau Genesaret, sedang orang banyak mengerumuni Dia hendak mendengarkan firman Allah.
2  Ia melihat dua perahu di tepi pantai. Nelayan-nelayannya telah turun dan sedang membasuh jalanya.
3  Ia naik ke dalam salah satu perahu itu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu Ia duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu.
4  Setelah selesai berbicara, Ia berkata kepada Simon: “Bertolaklah ke tempat yang dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan.”
5  Simon menjawab: “Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan kami tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga.
6  Dan setelah mereka melakukannya, mereka menangkap sejumlah besar ikan, sehingga jala mereka mulai koyak.
7  Lalu mereka memberi isyarat kepada teman-temannya di perahu yang lain supaya mereka datang membantunya. Dan mereka itu datang, lalu mereka bersama-sama mengisi kedua perahu itu dengan ikan hingga hampir tenggelam.
8  Ketika Simon Petrus melihat hal itu iapun tersungkur di depan Yesus dan berkata: “Tuhan, pergilah dari padaku, karena aku ini seorang berdosa.”
9  Sebab ia dan semua orang yang bersama-sama dengan dia takjub oleh karena banyaknya ikan yang mereka tangkap;
10  demikian juga Yakobus dan Yohanes, anak-anak Zebedeus, yang menjadi teman Simon. Kata Yesus kepada Simon: “Jangan takut, mulai dari sekarang engkau akan menjala manusia.”
11  Dan sesudah mereka menghela perahu-perahunya ke darat, merekapun meninggalkan segala sesuatu, lalu mengikut Yesus.

4 September 2013

Renungan Harian, 4 September 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Tetapi orang banyak mencari Dia, lalu menemukan-Nya dan berusaha menahan Dia supaya jangan meninggalkan mereka. (Luk 4:38-44)

Egoisme, merasa Yesus bermanfaat bagi mereka, maka penduduk Kapernaum menahan Yesus untuk tidak pergi. Ketika kita sudah senang dan berbahagia ada didalam Yesus, kita lupa untuk membagikan Yesus kepada orang lain. Kita tidak memiliki kerinduan agar orang lain juga dapat menerima Yesus. Ketidak relaan untuk membagikan Yesus kepada orang lain membuat kita menjadi egois dan tidak bisa mengerti isi hati Yesus. Kita harus menyadari bahwa Yesus selalu hadir dalam hidup kita, agar kita pun dapat membawa kehadiran Yesus bagi orang lain.

aku percaya akan kasih setia Allah untuk seterusnya dan selamanya. (Mzm 52:10)

Bacaan lengkap hari ini :

38  Kemudian Ia meninggalkan rumah ibadat itu dan pergi ke rumah Simon. Adapun ibu mertua Simon demam keras dan mereka meminta kepada Yesus supaya menolong dia.
39  Maka Ia berdiri di sisi perempuan itu, lalu menghardik demam itu, dan penyakit itupun meninggalkan dia. Perempuan itu segera bangun dan melayani mereka.
40  Ketika matahari terbenam, semua orang membawa kepada-Nya orang-orang sakitnya, yang menderita bermacam-macam penyakit. Iapun meletakkan tangan-Nya atas mereka masing-masing dan menyembuhkan mereka.
41  Dari banyak orang keluar juga setan-setan sambil berteriak: “Engkau adalah Anak Allah.” Lalu Ia dengan keras melarang mereka dan tidak memperbolehkan mereka berbicara, karena mereka tahu bahwa Ia adalah Mesias.
42  Ketika hari siang, Yesus berangkat dan pergi ke suatu tempat yang sunyi. Tetapi orang banyak mencari Dia, lalu menemukan-Nya dan berusaha menahan Dia supaya jangan meninggalkan mereka.
43  Tetapi Ia berkata kepada mereka: “Juga di kota-kota lain Aku harus memberitakan Injil Kerajaan Allah sebab untuk itulah Aku diutus.”
44  Dan Ia memberitakan Injil dalam rumah-rumah ibadat di Yudea.

3 September 2013

Renungan Harian, 3 September 2013 – Peringatan Wajib Santo Gregorius Agung, Uskup dan Pujangga Gereja

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Aku tahu siapa Engkau: Yang Kudus dari Allah.” (Luk 4:31-37)

Kuasa kegelapan mampu menyebut nama Yesus, dan juga tahu  Yesus adalah Yang Kudus. Maka janganlah gelisah atau bingung, kalau kuasa kegelapan mampu menembus Gereja Tuhan yang satu dan kudus itu. Janganlah kaget, bila melihat kuasa kegelapan juga masuk dalam gereja, ketika umat Allah hendak merayakan Ekaristi kudus. Janganlah gelisah dan kuatir, karena memang itulah realitas kehidupan dunia dewasa ini. Sebagai anak Tuhan, kita ditetapkan untuk beroleh keselamatan. Karena itu , kita harus saling menasihati, saling membangun dan saling menguduskan untuk memuliakan Nama Tuhan.

Sesungguhnya, aku percaya akan melihat kebaikan TUHAN di negeri orang-orang yang hidup! (Mzm 27:13)

Bacaan Lengkap hari ini :

31 Kemudian Yesus pergi ke Kapernaum, sebuah kota di Galilea, lalu mengajar di situ pada hari-hari Sabat.
32  Mereka takjub mendengar pengajaran-Nya, sebab perkataan-Nya penuh kuasa.
33  Di dalam rumah ibadat itu ada seorang yang kerasukan setan dan ia berteriak dengan suara keras:
34  ”Hai Engkau, Yesus orang Nazaret, apa urusan-Mu dengan kami? Engkau datang hendak membinasakan kami? Aku tahu siapa Engkau: Yang Kudus dari Allah.
35  Tetapi Yesus menghardiknya, kata-Nya: “Diam, keluarlah dari padanya!” Dan setan itupun menghempaskan orang itu ke tengah-tengah orang banyak, lalu keluar dari padanya dan sama sekali tidak menyakitinya.
36  Dan semua orang takjub, lalu berkata seorang kepada yang lain, katanya: “Alangkah hebatnya perkataan ini! Sebab dengan penuh wibawa dan kuasa Ia memberi perintah kepada roh-roh jahat dan merekapun keluar.”
37  Dan tersebarlah berita tentang Dia ke mana-mana di daerah itu.

2 September 2013

Renungan Harian, 2 September 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Mendengar itu sangat marahlah semua orang yang di rumah ibadat itu. (Luk 4:16-30)

Yesus telah membangkitkan kemarahan banyak orang dalam rumah ibadat. Tetapi apakah Yesus takut? Sama sekali tidak. Darimanakah keberanian yang dimiliki Yesus? Ia berkata, “Roh Tuhan ada padaKu, Ia telah mengurapi Aku” Inilah kekuatan dan alasan yang membuat Yesus berani bersaksi, menegur dan didikan tanpa ada keraguan atau ketakutan sedikitpun. Kitapun membutuhkan keberanian untuk percaya pada sabda Yesus. Yesus mengatakan Roh Tuhan ada padaKu. Percayalah bahwa Roh Tuhan juga ada pada kita. Roh Tuhan jauh lebih besar dan lebih kuat dari roh apapun.

 Ia akan menghakimi dunia dengan keadilan, dan bangsa-bangsa dengan kesetiaan-Nya. Mzm 96:13

Bacaan Lengkap hari ini :

16  Ia datang ke Nazaret tempat Ia dibesarkan, dan menurut kebiasaan-Nya pada hari Sabat Ia masuk ke rumah ibadat, lalu berdiri hendak membaca dari Alkitab.
17  Kepada-Nya diberikan kitab nabi Yesaya dan setelah dibuka-Nya, Ia menemukan nas, di mana ada tertulis:
18  ”Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus Aku
19  untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas, untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang.”
20  Kemudian Ia menutup kitab itu, memberikannya kembali kepada pejabat, lalu duduk; dan mata semua orang dalam rumah ibadat itu tertuju kepada-Nya.
21  Lalu Ia memulai mengajar mereka, kata-Nya: “Pada hari ini genaplah nas ini sewaktu kamu mendengarnya.”
22  Dan semua orang itu membenarkan Dia dan mereka heran akan kata-kata yang indah yang diucapkan-Nya, lalu kata mereka: “Bukankah Ia ini anak Yusuf?”
23  Maka berkatalah Ia kepada mereka: “Tentu kamu akan mengatakan pepatah ini kepada-Ku: Hai tabib, sembuhkanlah diri-Mu sendiri. Perbuatlah di sini juga, di tempat asal-Mu ini, segala yang kami dengar yang telah terjadi di Kapernaum!”
24  Dan kata-Nya lagi: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya tidak ada nabi yang dihargai di tempat asalnya.
25  Dan Aku berkata kepadamu, dan kata-Ku ini benar: Pada zaman Elia terdapat banyak perempuan janda di Israel ketika langit tertutup selama tiga tahun dan enam bulan dan ketika bahaya kelaparan yang hebat menimpa seluruh negeri.
26  Tetapi Elia diutus bukan kepada salah seorang dari mereka, melainkan kepada seorang perempuan janda di Sarfat, di tanah Sidon.
27  Dan pada zaman nabi Elisa banyak orang kusta di Israel dan tidak ada seorangpun dari mereka yang ditahirkan, selain dari pada Naaman, orang Siria itu.”
28  Mendengar itu sangat marahlah semua orang yang di rumah ibadat itu.
29  Mereka bangun, lalu menghalau Yesus ke luar kota dan membawa Dia ke tebing gunung, tempat kota itu terletak, untuk melemparkan Dia dari tebing itu.
30  Tetapi Ia berjalan lewat dari tengah-tengah mereka, lalu pergi.

1 September 2013

Renungan Harian, 1 September 2013 – Minggu Kitab Suci Nasional

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Tetapi, apabila engkau diundang, pergilah duduk di tempat yang paling rendah. (Luk 14:1.7-14)

Bukan maksud Yesus memberi pelajaran tentang sopan santun, melainkan tentang kerendahan hati. Masing-masing dari kita suka dihormati. Untuk bisa dihormati, kita perlu menjadi orang “terhormat.” Orang terhormat selalu dan di mana saja menghormati orang lain, siapa pun dia. Tidak menggeser orang lain yang sudah antri lebih dulu, tapi dengan sopan berdiri di paling belakang antrian. Orang rendah hati selalu menganggap orang lain lebih dari dirinya, dan memberi prioritas kepadanya. Orang seperti itulah yang dihormati dan ditinggikan.

dalam kebaikan-Mu Engkau memenuhi kebutuhan orang yang tertindas, ya Allah. (Mzm 68:10)

Bacaan Lengkap hari ini :

1 Pada suatu hari Sabat Yesus datang ke rumah salah seorang pemimpin dari orang-orang Farisi untuk makan di situ. Semua yang hadir mengamat-amati Dia dengan saksama.
7 Karena Yesus melihat, bahwa tamu-tamu berusaha menduduki tempat-tempat kehormatan, Ia mengatakan perumpamaan ini kepada mereka:
8  ”Kalau seorang mengundang engkau ke pesta perkawinan, janganlah duduk di tempat kehormatan, sebab mungkin orang itu telah mengundang seorang yang lebih terhormat dari padamu,
9  supaya orang itu, yang mengundang engkau dan dia, jangan datang dan berkata kepadamu: Berilah tempat ini kepada orang itu. Lalu engkau dengan malu harus pergi duduk di tempat yang paling rendah.
10  Tetapi, apabila engkau diundang, pergilah duduk di tempat yang paling rendah. Mungkin tuan rumah akan datang dan berkata kepadamu: Sahabat, silakan duduk di depan. Dan dengan demikian engkau akan menerima hormat di depan mata semua tamu yang lain.
11  Sebab barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan.”
12  Dan Yesus berkata juga kepada orang yang mengundang Dia: “Apabila engkau mengadakan perjamuan siang atau perjamuan malam, janganlah engkau mengundang sahabat-sahabatmu atau saudara-saudaramu atau kaum keluargamu atau tetangga-tetanggamu yang kaya, karena mereka akan membalasnya dengan mengundang engkau pula dan dengan demikian engkau mendapat balasnya.
13  Tetapi apabila engkau mengadakan perjamuan, undanglah orang-orang miskin, orang-orang cacat, orang-orang lumpuh dan orang-orang buta.
14  Dan engkau akan berbahagia, karena mereka tidak mempunyai apa-apa untuk membalasnya kepadamu. Sebab engkau akan mendapat balasnya pada hari kebangkitan orang-orang benar.”

31 August 2013

Renungan Harian, 31 Agustus 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Segera pergilah hamba yang menerima lima talenta itu. Ia menjalankan uang itu lalu beroleh laba lima talenta. (Mat 25:14-30)

Dalam hidup menggereja, setiap orang Katolik diutus untuk menjadi pribadi yang sanggup berbuah dalam iman, harapan dan kasih. Untuk itu kita membutuhkan bimbingan Roh Kudus. Roh Kudus yang akan membangun, menjiwai dan menguduskan Gereja. Firman Tuhan mengajarkan bahwa pribadi yang berbuah adalah pribadi yang mendengarkan tuntunan Roh Kudus dalam melaksanakan tanggung jawabnya. Mari kita dengarkan tuntunan Roh Kudus, agar kita menjadi pribadi Kristiani yang berbuah dan menjadi saluran berkat Allah bagi sesama.

sebab Ia datang untuk menghakimi bumi. Ia akan menghakimi dunia dengan keadilan, dan bangsa-bangsa dengan kebenaran. (Mzm 98:9)

Bacaan Lengkap hari ini :

14 “Sebab hal Kerajaan Sorga sama seperti seorang yang mau bepergian ke luar negeri, yang memanggil hamba-hambanya dan mempercayakan hartanya kepada mereka.
15  Yang seorang diberikannya lima talenta, yang seorang lagi dua dan yang seorang lain lagi satu, masing-masing menurut kesanggupannya, lalu ia berangkat.
16  Segera pergilah hamba yang menerima lima talenta itu. Ia menjalankan uang itu lalu beroleh laba lima talenta.
17  Hamba yang menerima dua talenta itupun berbuat demikian juga dan berlaba dua talenta.
18  Tetapi hamba yang menerima satu talenta itu pergi dan menggali lobang di dalam tanah lalu menyembunyikan uang tuannya.
19  Lama sesudah itu pulanglah tuan hamba-hamba itu lalu mengadakan perhitungan dengan mereka.
20  Hamba yang menerima lima talenta itu datang dan ia membawa laba lima talenta, katanya: Tuan, lima talenta tuan percayakan kepadaku; lihat, aku telah beroleh laba lima talenta.
21  Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia; engkau telah setia dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu.
22  Lalu datanglah hamba yang menerima dua talenta itu, katanya: Tuan, dua talenta tuan percayakan kepadaku; lihat, aku telah beroleh laba dua talenta.
23  Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia, engkau telah setia memikul tanggung jawab dalam perkara yang kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu.
24  Kini datanglah juga hamba yang menerima satu talenta itu dan berkata: Tuan, aku tahu bahwa tuan adalah manusia yang kejam yang menuai di tempat di mana tuan tidak menabur dan yang memungut dari tempat di mana tuan tidak menanam.
25  Karena itu aku takut dan pergi menyembunyikan talenta tuan itu di dalam tanah: Ini, terimalah kepunyaan tuan!
26  Maka jawab tuannya itu: Hai kamu, hamba yang jahat dan malas, jadi kamu sudah tahu, bahwa aku menuai di tempat di mana aku tidak menabur dan memungut dari tempat di mana aku tidak menanam?
27  Karena itu sudahlah seharusnya uangku itu kauberikan kepada orang yang menjalankan uang, supaya sekembaliku aku menerimanya serta dengan bunganya.
28  Sebab itu ambillah talenta itu dari padanya dan berikanlah kepada orang yang mempunyai sepuluh talenta itu.
29  Karena setiap orang yang mempunyai, kepadanya akan diberi, sehingga ia berkelimpahan. Tetapi siapa yang tidak mempunyai, apapun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya.
30  Dan campakkanlah hamba yang tidak berguna itu ke dalam kegelapan yang paling gelap. Di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi.”

30 August 2013

Renungan Harian, 30 Agustus 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Karena itu, berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu akan hari maupun akan saatnya.” (Mat 25:1-13)

Kehidupan orang beriman adalah suatu penantian akan kedatangan Tuhan Yesus yang kedua pada akhir zaman. Namun tak seorangpun yang tahu, kapan itu terjadi. Maka kita harus bersikap bijaksana dengan selalu membawa Kristus dalam kehidupan kita. Jadilah Kristoforus (pembawa Kristus) sejati, bukan penjaja firman yang haus materi. Kita harus menjadi seperti para wanita yang bijak dalam perumpamaan Yesus, sehingga diperbolehkan masuk kedalam ruang perjamuan Allah (baca Surga).

Bersukacitalah karena TUHAN, hai orang-orang benar, dan nyanyikanlah syukur bagi nama-Nya yang kudus. (Mzm 97:12)

Bacaan Lengkap hari ini :

1 “Pada waktu itu hal Kerajaan Sorga seumpama sepuluh gadis, yang mengambil pelitanya dan pergi menyongsong mempelai laki-laki.
2  Lima di antaranya bodoh dan lima bijaksana.
3  Gadis-gadis yang bodoh itu membawa pelitanya, tetapi tidak membawa minyak,
4  sedangkan gadis-gadis yang bijaksana itu membawa pelitanya dan juga minyak dalam buli-buli mereka.
5  Tetapi karena mempelai itu lama tidak datang-datang juga, mengantuklah mereka semua lalu tertidur.
6  Waktu tengah malam terdengarlah suara orang berseru: Mempelai datang! Songsonglah dia!
7  Gadis-gadis itupun bangun semuanya lalu membereskan pelita mereka.
8  Gadis-gadis yang bodoh berkata kepada gadis-gadis yang bijaksana: Berikanlah kami sedikit dari minyakmu itu, sebab pelita kami hampir padam.
9  Tetapi jawab gadis-gadis yang bijaksana itu: Tidak, nanti tidak cukup untuk kami dan untuk kamu. Lebih baik kamu pergi kepada penjual minyak dan beli di situ.
10  Akan tetapi, waktu mereka sedang pergi untuk membelinya, datanglah mempelai itu dan mereka yang telah siap sedia masuk bersama-sama dengan dia ke ruang perjamuan kawin, lalu pintu ditutup.
11  Kemudian datang juga gadis-gadis yang lain itu dan berkata: Tuan, tuan, bukakanlah kami pintu!
12  Tetapi ia menjawab: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya aku tidak mengenal kamu.
13  Karena itu, berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu akan hari maupun akan saatnya.

29 August 2013

Renungan Harian, 29 Agustus 2013 – Peringatan Wajib Wafatnya Santo Yohanes Pembaptis, Martir

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Sebab Herodes segan akan Yohanes karena ia tahu, bahwa Yohanes adalah orang yang benar dan suci, jadi ia melindunginya. (Mrk 6:17-29)

Herodes tahu, tapi ia tidak bertindak sesuai dengan apa yang ia tahu. Ketika harga dirinya terancam kalau ia tidak berbuat sesuai sumpahnya di depan umum, dengan mudah ia melepaskan prinsipnya dan membiarkan Yohanes dibunuh. Kasus Yohanes terus terulang sepanjang sejarah. Roh memang penurut, tapi daging lemah. Dan sering daging berbicara begitu keras sehingga orang-orang benar berguguran sedangkan orang jahat merajalela. Tapi kita tetap optimis dan percaya pada akhirnya kebaikan akan menang atas kejahatan.

mulutku akan menceritakan keadilan-Mu dan keselamatan yang dari pada-Mu sepanjang hari, sebab aku tidak dapat menghitungnya. (Mzm 71:15)

Bacaan Lengkap hari ini :

17  Sebab memang Herodeslah yang menyuruh orang menangkap Yohanes dan membelenggunya di penjara berhubung dengan peristiwa Herodias, isteri Filipus saudaranya, karena Herodes telah mengambilnya sebagai isteri.
18  Karena Yohanes pernah menegor Herodes: “Tidak halal engkau mengambil isteri saudaramu!”
19  Karena itu Herodias menaruh dendam pada Yohanes dan bermaksud untuk membunuh dia, tetapi tidak dapat,
20  sebab Herodes segan akan Yohanes karena ia tahu, bahwa Yohanes adalah orang yang benar dan suci, jadi ia melindunginya. Tetapi apabila ia mendengarkan Yohanes, hatinya selalu terombang-ambing, namun ia merasa senang juga mendengarkan dia.
21  Akhirnya tiba juga kesempatan yang baik bagi Herodias, ketika Herodes pada hari ulang tahunnya mengadakan perjamuan untuk pembesar-pembesarnya, perwira-perwiranya dan orang-orang terkemuka di Galilea.
22  Pada waktu itu anak perempuan Herodias tampil lalu menari, dan ia menyukakan hati Herodes dan tamu-tamunya. Raja berkata kepada gadis itu: “Minta dari padaku apa saja yang kauingini, maka akan kuberikan kepadamu!,”
23  lalu bersumpah kepadanya: “Apa saja yang kauminta akan kuberikan kepadamu, sekalipun setengah dari kerajaanku!”
24  Anak itu pergi dan menanyakan ibunya: “Apa yang harus kuminta?” Jawabnya: “Kepala Yohanes Pembaptis!”
25  Maka cepat-cepat ia pergi kepada raja dan meminta: “Aku mau, supaya sekarang juga engkau berikan kepadaku kepala Yohanes Pembaptis di sebuah talam!”
26  Lalu sangat sedihlah hati raja, tetapi karena sumpahnya dan karena tamu-tamunya ia tidak mau menolaknya.
27  Raja segera menyuruh seorang pengawal dengan perintah supaya mengambil kepala Yohanes. Orang itu pergi dan memenggal kepala Yohanes di penjara.
28  Ia membawa kepala itu di sebuah talam dan memberikannya kepada gadis itu dan gadis itu memberikannya pula kepada ibunya.
29  Ketika murid-murid Yohanes mendengar hal itu mereka datang dan mengambil mayatnya, lalu membaringkannya dalam kuburan.

28 August 2013

Renungan Harian, 28 Agustus 2013 – Peringatan Wajib Santo Agustinus, Uskup dan Pujangga Gereja

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, (Mat 23:27-32)

Yesus menyumpahi orang Farisi. Yesus memang marah, tetapi tujuannya agar supaya orang Farisi menjadi insyaf dan kembali kejalan yang benar. Sadarkah kita bahwa kecaman Yesus itu juga berlaku bagi diri kita? St. Agustinus yang kita peringati hari nini adalah teladan bagi kita dalam menanggapi kecaman Yesus. Hidupnya yang rusak, berubah total dengan pertolongan Roh Kudus yang bekerja didalam dia. Masihkah kita mengandalkan Roh Kudus dalam setiap langkah hidup dan karya kita? Waspadalah terhadap roh-roh yang lain, dan taatilah Roh Kudus.

TUHAN, Engkau menyelidiki dan mengenal aku; (Mzm 139:1)

Bacaan Lemgkap hari ini :

27  Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab kamu sama seperti kuburan yang dilabur putih, yang sebelah luarnya memang bersih tampaknya, tetapi yang sebelah dalamnya penuh tulang belulang dan pelbagai jenis kotoran.
28  Demikian jugalah kamu, di sebelah luar kamu tampaknya benar di mata orang, tetapi di sebelah dalam kamu penuh kemunafikan dan kedurjanaan.
29  Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab kamu membangun makam nabi-nabi dan memperindah tugu orang-orang saleh
30  dan berkata: Jika kami hidup di zaman nenek moyang kita, tentulah kami tidak ikut dengan mereka dalam pembunuhan nabi-nabi itu.
31  Tetapi dengan demikian kamu bersaksi terhadap diri kamu sendiri, bahwa kamu adalah keturunan pembunuh nabi-nabi itu.
32  Jadi, penuhilah juga takaran nenek moyangmu!

27 August 2013

Renungan Harian, 27 Agustus 2013 – Peringatan Wajib Santa Monika

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Hai orang Farisi yang buta, bersihkanlah dahulu sebelah dalam cawan itu, maka sebelah luarnya juga akan bersih. (Mat 23:23-26)

Yesus meminta orang-orang Farisi dan kita semua untuk melihat kedalam batin kita masing-masing dan kemudian membersihkannya. Kita seringkali menutupi segala kerapuhan hati dengan tampilan luar yang baik. Kita bisa tersenyum dan menyapa dengan ramah, padahal sebenarnya kita membencinya. Hidup kita penuh dengan kepalsuan. Menyadari kita adalah pribadi yang lemah, tetapi kita harus selalu tampil apa adanya. Keaslian semacam ini dibentuk dari dalam, bukan dari luar diri kita.

TUHAN, Engkau menyelidiki dan mengenal aku; (Mzm 139:1)

Bacaan Lengkap hari ini :

23  Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab persepuluhan dari selasih, adas manis dan jintan kamu bayar, tetapi yang terpenting dalam hukum Taurat kamu abaikan, yaitu: keadilan dan belas kasihan dan kesetiaan. Yang satu harus dilakukan dan yang lain jangan diabaikan.
24  Hai kamu pemimpin-pemimpin buta, nyamuk kamu tapiskan dari dalam minumanmu, tetapi unta yang di dalamnya kamu telan.
25  Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab cawan dan pinggan kamu bersihkan sebelah luarnya, tetapi sebelah dalamnya penuh rampasan dan kerakusan.
26  Hai orang Farisi yang buta, bersihkanlah dahulu sebelah dalam cawan itu, maka sebelah luarnya juga akan bersih.

« Newer PostsOlder Posts »

Powered by WordPress