Renungan Harian

4 January 2014

Renungan Harian, 4 Januari 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Engkau Simon, anak Yona. Engkau akan disebut Kefas.” (Yoh 1:35-42)

Kefas artinya sama dengan Petrus artinya batukarang. Perubahan nama dan pemberian nama baru menjadikan sebuah perubahan besar bagi seseorang dalam hidupnya. Kita pun sudah memperoleh nama baru dari kristus sendiri ketika dibaptis. Nama yang akan melekat dalam diri dan dibawa sampai mati. Ditandai sebagai pembuktian bahwa saya punya relasi yang penting dengan Tuhan sang pemberi nama. Nama itu mengarahkan kita pada jari diri yang sejati. Karena nama adalah jati diri.

Bersoraksorailah bagi TUHAN, hai seluruh bumi! Pujilah TUHAN dengan nyanyian dan sorak gembira. (Mzm 98:4)

Bacaan Lengkap hari ini :

35  Keesokan harinya Yohanes ada di tempat itu lagi dengan dua pengikutnya.
36  Ketika ia melihat Yesus lewat, ia berkata, “Lihat! Itulah Anak Domba Allah.”
37 Kedua pengikut Yohanes mendengar kata-kata itu, lalu pergi mengikuti Yesus.
38  Yesus menoleh ke belakang, dan melihat mereka sedang mengikuti Dia. Ia bertanya, “Kalian mencari apa?” Jawab mereka, “Rabi, di manakah Rabi tinggal?” (Kata ‘Rabi’ artinya guru.)
39  ”Mari lihat sendiri,” kata Yesus. Mereka pergi dengan Dia dan melihat di mana Ia tinggal. Waktu itu pukul empat sore. Hari itu mereka tinggal bersama Dia.
40  Salah satu dari kedua orang yang telah mendengar apa yang dikatakan Yohanes dan kemudian pergi mengikuti Yesus, adalah Andreas, saudara Simon Petrus.
41  Cepat-cepat Andreas mencari Simon, saudaranya, dan berkata kepadanya, “Kami sudah bertemu dengan Mesias!” (Mesias sama dengan Kristus, yaitu: Raja Penyelamat.)*
42  Andreas mengantar Simon kepada Yesus. Yesus menatap Simon, lalu berkata, “Engkau Simon, anak Yona. Engkau akan disebut Kefas.”

3 January 2014

Renungan Harian, 3 Januari 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Saya sudah melihat-Nya sendiri,” kata Yohanes, dan saya memberi kesaksian bahwa Dialah Anak Allah.” (Yoh 1:29-34)

Ada godaan orang tergiur untuk mewartakan dirinya sendiri bukan Allah. Orang senang bila disanjung dan dihormati. Bila pewartaan tidak lagi murni mewartakan Allah sebagai Allah, maka cepat atau lambat akan busuk dan gagal. Oleh karena itu, orang selalu harus ingat dan berani menyangkal diri, agar selalu rendah hati. Seperti Yohanes tidak pernah mabuk sanjungan dan gila hormat. Dia orang yang bebas, justru karena dia rela hidup sederhana. baginya yang terpenting adalah Tuhan, bukan harta benda dan kenikmatan.

Bersoraksorailah bagi TUHAN, hai seluruh bumi! Pujilah TUHAN dengan nyanyian dan sorak gembira. (Mzm 98:4)

Bacaan Lengkap hari ini :

29 Keesokan harinya, Yohanes melihat Yesus datang kepadanya. Lalu Yohanes berkata, “Lihat, itulah Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia.
30  Dialah yang saya katakan akan datang kemudian dari saya, tetapi lebih besar dari saya, sebab sebelum saya lahir, Dia sudah ada.
31  Sebelumnya, saya tidak tahu siapa Dia itu. Padahal saya datang membaptis dengan air supaya bangsa Israel mengenal Dia.”
32  Yohanes juga memberi kesaksian ini, “Saya melihat Roh Allah turun seperti merpati dari langit lalu tinggal di atas-Nya.
33  Waktu itu saya belum tahu siapa Dia. Tetapi Allah yang menyuruh saya membaptis dengan air sudah berkata kepada saya, ‘Bila engkau melihat Roh Allah turun, lalu tinggal di atas seseorang, Dialah yang akan membaptis dengan Roh Allah.’
34  Saya sudah melihat-Nya sendiri,” kata Yohanes, “dan saya memberi kesaksian bahwa Dialah Anak Allah.”

2 January 2014

Renungan Harian, 2 Januari 2014 – Peringatan Wajib Santo Basilius Agung dan Gregorius dari Nadine, Uskup dan Pujangga Gereja

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Dan hendaklah kalian tetap hidup bersatu dengan Kristus. (1Yoh 2:22-27)

Dalam Sakramen Baptis kita menerima Kristus. Bila kita dibaptis sebagai orang dewasa, maka kita sudah menerima pengajaran tentang Dia. Tapi Baptisan itu bukan akhir, melainkan permulaan dari perjalanan iman kita. Iman itu hidup dan terus tumbuh. Yesus telah mengutus Roh Kudus untuk terus mengajari kita. Tinggal di dalam Kristus artinya hidup dengan mata dan telinga hati terbuka untuk terus berkontak dengan Dia. Maka kita pun akan disempurnakan menjadi saksi-Nya seperti Yohanes Pembaptis.

Bersoraksorailah bagi TUHAN, hai seluruh bumi! Pujilah TUHAN dengan nyanyian dan sorak gembira. (Mzm 98:4)

Bacaan lengkap hari ini :

22  Yang berdusta adalah orang yang berkata bahwa Yesus bukannya Raja Penyelamat yang dijanjikan Allah. Orang itu Musuh Kristus; ia tidak mengakui Bapa maupun Anak.
23  Orang yang tidak mengakui Anak, berarti tidak menerima Bapa juga. Dan orang yang mengakui Anak, berarti menerima Bapa juga.
24  Sebab itu, berita yang sudah kalian dengar sejak kalian mula-mula percaya haruslah kalian jaga baik-baik di dalam hati. Kalau berita itu kalian perhatikan baik-baik, kalian akan selalu hidup bersatu dengan Anak dan dengan Bapa.
25  Dan inilah yang dijanjikan Kristus sendiri kepada kita: hidup sejati dan kekal.
26  Saya tulis ini kepadamu mengenai orang-orang yang sedang berusaha menipu kalian.
27  Tetapi mengenai kalian sendiri, Kristus telah mencurahkan Roh-Nya padamu. Dan selama Roh-Nya ada padamu, tidak perlu ada orang lain mengajar kalian. Sebab Roh-Nya mengajar kalian tentang segala sesuatu; dan apa yang diajarkan-Nya itu benar, bukan dusta. Sebab itu, hendaklah kalian taat kepada apa yang diajarkan oleh Roh itu, dan hendaklah kalian tetap hidup bersatu dengan Kristus.

1 January 2014

Renungan Harian, 1 Januari 2014 — Tahun Baru 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Tetapi Maria menyimpan semua itu di dalam hatinya dan merenungkannya. (Luk 2:16-21)

Bunda Maria melihat segala peristiwa dengan mata iman. Kita dapat menyaksikan meskipun hidup Maria tidak mudah namun dia tetap tegar, kuat dan mampu tetap lemah lembut dan sabar berjalan dalam waktu Tuhan sampai akhir hidupnya. Kehidupan dalam keluarga kita saat ini, apapun keadaannya, dingin atau dalam situasi kritis sekalipun, jika suami istri berani hidup di dalam iman seperti Bunda Maria, maka keharmonisan keluarga segera terasa. Hidup dalam iman salah satunya saling menjadikan pasangannya sebagai yang pertama untuk diperhatikan dan dibahagiakan. Selamat Tahun Baru 2014. Tuhan memberkati.

Allah telah memberkati kita; semoga Ia dihormati di seluruh dunia! (Mzm 67:8)

Bacaan lengkap hari ini :

16  Mereka segera pergi, lalu menjumpai Maria dan Yusuf, serta bayi itu yang sedang berbaring di dalam palung.
17  Ketika para gembala melihat bayi itu, mereka menceritakan apa yang dikatakan para malaikat tentang bayi itu.
18  Dan semua orang heran mendengar cerita para gembala itu.
19  Tetapi Maria menyimpan semua itu di dalam hatinya dan merenungkannya.
20  Gembala-gembala itu kembali ke padang rumput sambil memuji dan memuliakan Allah, karena semua yang telah mereka dengar dan lihat, tepat seperti yang dikatakan oleh malaikat.
21 Sesudah berumur delapan hari, anak itu disunat. Dan mereka menamakan-Nya Yesus, nama yang diberikan malaikat kepada-Nya sebelum Ia dikandung ibu-Nya.†

31 December 2013

Renungan Harian, 31 Desember 2013 – Hari Ketujuh dalam Oktaf Natal

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Sabda sudah menjadi manusia, Ia tinggal di antara kita, dan kita sudah melihat keagungan-Nya. (Yoh 1:1-18)

Sabda/Firman adalah Yesus, itulah sebabnya didalam Perjanjian baru Allah hanya berfirman sebanyak dua kali. Dan selanjutnya Yesus Firman yang hidup yang bersabda kepada kita manusia. Lihatlah perjalanan hidup kita masing-masing di penghujung tahun ini. Lakukan introspeksi diri dan jangan berpuas diri. Bersyukurlah atas semua yang kita alami baik atau buruk karena semua adalah kehendak-Nya untuk kebaikan kita. Jangan pernah berhenti untuk berharap didalam Yesus Firman yang hidup. Dialah penolong kita sekarang dan selama-lamanya.

Bergembiralah, hai langit dan bumi! Bergemuruhlah hai laut dan semua isinya! (Mzm 96:11)

Bacaan Lengkap hari ini

1 Pada mulanya, sebelum dunia dijadikan, Sabda sudah ada. Sabda ada bersama Allah dan Sabda sama dengan Allah.
2  Sejak semula Ia bersama Allah.
3  Segalanya dijadikan melalui Dia, dan dari segala yang ada, tak satu pun dijadikan tanpa Dia.
4  Sabda itu sumber hidup,* dan hidup memberi terang kepada manusia.
5 Terang itu bercahaya dalam kegelapan, dan kegelapan tak dapat memadamkannya.
6  Datanglah orang yang diutus Allah, Yohanes namanya.†
7  Ia datang mewartakan tentang terang itu, supaya semua orang percaya.
8  Ia sendiri bukan terang itu, ia hanya mewartakannya.
9  Terang sejati yang menerangi semua manusia, datang ke dunia.
10  Sabda ada di dunia, dunia dijadikan melalui Dia, tetapi dunia tidak mengenal-Nya.
11  Ia datang ke negeri-Nya sendiri tetapi bangsa-Nya tidak menerima Dia.
12  Namun ada juga orang yang menerima Dia dan percaya kepada-Nya; mereka diberi-Nya hak menjadi anak Allah,
13  yang dilahirkan bukan dari manusia, sebab hidup baru itu dari Allah asalnya.
14  Sabda sudah menjadi manusia, Ia tinggal di antara kita, dan kita sudah melihat keagungan-Nya. Keagungan itu diterima-Nya sebagai Anak tunggal Bapa. Melalui Dia kita melihat Allah dan kasih-Nya kepada kita.
15 Yohanes datang sebagai saksi-Nya, ia mewartakan: “Inilah Dia yang kukatakan: Dia akan datang lebih kemudian dari aku, tetapi lebih besar dari aku, sebab sebelum aku ada, Dia sudah ada.”
16  Ia penuh kasih; tiada hentinya Ia memberkati kita.
17  Hukum Tuhan kita terima melalui Musa. Tetapi kasih dan kesetiaan Allah dinyatakan melalui Yesus Kristus.
18  Tak ada yang pernah melihat Allah, selain anak tunggal Bapa, yang sama dengan Bapa dan erat sekali kepada-Nya. Dialah yang menyatakan Bapa kepada kita.

30 December 2013

Renungan Harian, 30 Desember 2013 – Hari Keenam dalam Oktaf Natal

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Ada pula seorang nabi wanita yang sudah tua sekali. Namanya Hana, anak Fanuel, dari suku Asyer. (Luk 2:36-40)

Hana yang setiap hari berdoa di Bait Allah memang menantikan kedatangan sang Mesias, dan ketika saat itu tiba, Hana merayakan kelahiran Sang Al-Masehi dengan ucapan syukur dan nubuat. Nubuat Hana adalah totalitas keheningan yang amat kuat dan hikmat. lantunan kiding syukur atas penciptaan semesta raya yang keluar dari kandungan Maria, bunda dari segala yang hidup. Dengan menghayati pujian dalam hati Hana, kita diajak belajar untuk memahami “bahasa hati” seorang wanita, yang justru tak terungkap lewat kata-kata.

Bergembiralah, hai langit dan bumi! Bergemuruhlah hai laut dan semua isinya! (Mzm 96:11)

Bacaan Lengkap hari ini :

36  Ada pula seorang nabi wanita yang sudah tua sekali. Namanya Hana, anak Fanuel, dari suku Asyer. Sesudah tujuh tahun kawin,
37  Hana menjadi janda, dan sekarang berumur delapan puluh empat tahun.* Tidak pernah ia meninggalkan Rumah Tuhan. Siang malam ia berbakti di situ kepada Allah dengan berdoa dan berpuasa.
38  Tepat pada waktu itu juga ia datang, lalu memuji Allah dan berbicara tentang Anak itu kepada semua orang yang menantikan saatnya Allah memerdekakan Yerusalem.
39  Setelah Yusuf dan Maria melakukan semua yang diwajibkan Hukum Tuhan, mereka pulang ke Nazaret di Galilea.†
40  Anak itu bertambah besar dan kuat. Ia bijaksana sekali dan sangat dikasihi oleh Allah.

29 December 2013

Renungan Harian, 29 Desember 2013 – Pesta Keluarga Kudus, Yesus, Maria dan Yusuf

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Di situ ia tinggal di kota yang bernama Nazaret. Dengan demikian terjadilah apa yang dikatakan oleh nabi-nabi mengenai Anak itu: Ia akan disebut Orang Nazaret. (Mat 2:19-23)

Hari ini kita rayakan Pesta Keluarga Kudus. Mereka bukan orang kaya, hidupnya dalam kesulitan dan ketidak tenangan. Namun mereka kaya secara rohani, ini tampak dari iman mereka. Iman yang tanpa banyak bicara. Iman yang mendalam kepada Tuhan, hal itulah yang menyebabkan mereka menjadi Kudus. Kebersamaan mereka dalam iman adalah untuk melaksanakan perintah Tuhan. Dan mereka lakukan tanpa menawar atau mengeluh. Teladan iman ini yang perlu kita contoh. Agar kita jadi keluarga kudus yang baru.

Berbahagialah orang yang takwa dan hidup menurut perintah Allah. (Mzm 128:1)

Bacaan Lengkap hari ini:

19 Sesudah Herodes meninggal, ketika Yusuf masih di Mesir seorang malaikat Tuhan menampakkan diri lagi kepada Yusuf di dalam mimpi.
20  Malaikat itu berkata, “Orang-orang yang mau membunuh Anak itu sudah meninggal. Karena itu bangunlah, ambil Anak itu dengan ibu-Nya dan kembalilah ke Israel.”
21  Yusuf pun bangun, lalu membawa Anak itu dengan Maria kembali ke Israel.
22  Tetapi kemudian Yusuf mendengar bahwa Arkelaus, putra Herodes sudah menggantikan ayahnya menjadi raja negeri Yudea. Jadi Yusuf takut pergi ke sana. Sesudah ia mendapat petunjuk Tuhan lebih lanjut dalam mimpi, ia pergi ke daerah Galilea.
23  Di situ ia tinggal di kota yang bernama Nazaret. Dengan demikian terjadilah apa yang dikatakan oleh nabi-nabi mengenai Anak itu: “Ia akan disebut Orang Nazaret.”

28 December 2013

Renungan Harian, 28 Desember 2013 – Pesta Kanak Kanak Suci, Martir

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Lalu ia memerintahkan untuk membunuh semua anak laki-laki yang berumur dua tahun ke bawah di Betlehem dan sekitarnya. (Mat 2:13-18)

Hari ini kita merayakan Pesta Kanak kanak suci untuk memperingati ribuan anak yang dibunuh  oleh Herodes demi untuk melenyapkan Yesus. Herodes tidak dapat melihat terang dari kelahiran Yesus, meski sudah diberitahu oleh para Majus, hatinya gelap, penuh nafsu jahat untuk berkuasa dan membunuh. Ia tidak bermaksud menyembah Tuhan, melainkan memadamkan terang itu. Tapi terang itu tidak terpadamkan. Kita pun telah menerimanya. Mari kita berjalan dalam terang kasih Tuhan, dan biarkan terang itu mengusir segala kegelapan dari hidup kita.

Kita seperti burung yang lepas dari jerat pemburu, jerat itu sudah putus, dan kita pun lepas! (Mzm 124:7)

Bacaan Lengkap hari ini :

13 Setelah ahli-ahli bintang itu berangkat, malaikat Tuhan menampakkan diri kepada Yusuf di dalam mimpi. Malaikat itu berkata, “Herodes bermaksud mencari Anak itu untuk membunuh Dia. Karena itu bangunlah, bawalah Anak itu dengan ibu-Nya mengungsi ke Mesir. Tinggallah di sana sampai Aku berbicara lagi kepadamu.”
14  Yusuf bangun, dan malam itu juga ia membawa Anak itu dengan ibu-Nya mengungsi ke Mesir.
15  Mereka tinggal di sana sampai Herodes meninggal. Demikian terjadilah apa yang dikatakan Tuhan melalui nabi-Nya, begini, “Aku memanggil Anak-Ku dari Mesir.”†
16 Ketika Herodes tahu bahwa ahli-ahli bintang dari Timur itu menipunya, ia marah sekali. Lalu ia memerintahkan untuk membunuh semua anak laki-laki yang berumur dua tahun ke bawah di Betlehem dan sekitarnya. Itu cocok dengan keterangan yang didapatnya dari ahli-ahli bintang itu tentang saatnya bintang itu kelihatan.
17  Demikianlah terjadi apa yang pernah dikatakan oleh Nabi Yeremia, yaitu,
18  ”Di Rama terdengar suara ratapan, keluhan serta tangisan. Rahel meratapi anak-anaknya; ia tak mau dihibur sebab mereka sudah tiada.”†

26 December 2013

Renungan Harian, 27 Desember 2013 – Pesta Santo Yohanes, Rasul dan Penulis Injil

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 21:32

Maka masuklah juga murid yang lain, yang lebih dahulu sampai dikubur itu dan ia melihatnya dan percaya (Yoh 20:2-8)

“Murid yang lain” identik dengan Yohanes. Hidupnya penuh dengan peristiwa iman yang menghantarnya menjadi pribadi yang “diam” dan tenang. Ia menangkap peristiwa iman yang dijumpainya dengan kacamata Allah. Sikap Yohanes bukanlah sikap yang mudah untuk kita lakukan. kita jarang bersikap diam dan menangkap dengan kacamata Allah, bahwa kesedihan dan kegalauan hidup sebagai rencana Allah yang baik. Hal ini terjadi karena kita jarang memupuk hubungan kasih dengan Allah. Hubungan kasih didapat dari doa, devosi. Sehingga kita bisa melihat segala sesuatu dengan kacamata Allah.

Bergembiralah, hai orang-orang yang tulus hati karena apa yang telah dilakukan TUHAN, dan bersyukurlah kepada Allah yang suci. (Mzm 97:12)

Bacaan Lengkap hari ini :

2  Maka ia lari mencari Simon Petrus dan pengikut yang dikasihi Yesus, dan berkata kepada mereka, “Tuhan sudah diambil dari kubur, dan saya tidak tahu di mana Dia ditaruh.”
3  Lalu Petrus dan pengikut lain itu pergi ke kuburan.
4  Keduanya berlari, tetapi pengikut lain itu lebih cepat dari Petrus, dan ia sampai lebih dahulu di kuburan.
5  Ia menengok ke dalam kuburan dan melihat kain kafan terletak di situ, tetapi ia tidak masuk.
6  Simon Petrus menyusul dari belakang, lalu langsung masuk ke dalam kuburan itu. Ia melihat kain kafan terletak di situ,
7  tetapi kain yang diikat pada kepala Yesus tidak ada di dekatnya melainkan tergulung tersendiri.
8  Maka masuklah juga murid yang lain, yang lebih dahulu sampai dikubur itu dan ia melihatnya dan percaya

Renungan Harian, 26 Desember 2013 – Pesta Santo Stefanus, Martir Pertama

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Dan kamu akan dibenci semua orang oleh karena nama-Ku; tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat. (Mat 10:17-22)

Hari ini kita merayakan St. Stefanus, martir pertama orang Kristen. Didunia modern saat ini, masih adakah orang yang mengejar kemartiran sebagai benih pewartaan? Adakah orang yang mau menumpahkan darah demi iman sementara ada banyak tawaran untuk menjadi sukses? Martirisme masih ada tetapi dalam bentuk yang berbeda. Menjadi martir modern berarti mengambil jalan berbatu disaat semua memilih jalan tol, karena harus siap untuk diejek, dihina, siap untuk kalah dan disingkirkan karena menjadi pengikut Kristus.

Ke dalam tangan-Mulah kuserahkan nyawaku; Engkau membebaskan aku, ya TUHAN, Allah yang setia. (Mzm 31:6)

Bacaan Lengkap hari ini :

17  Tetapi waspadalah terhadap semua orang; karena ada yang akan menyerahkan kamu kepada majelis agama dan mereka akan menyesah kamu di rumah ibadatnya.
18  Dan karena Aku, kamu akan digiring ke muka penguasa-penguasa dan raja-raja sebagai suatu kesaksian bagi mereka dan bagi orang-orang yang tidak mengenal Allah.
19  Apabila mereka menyerahkan kamu, janganlah kamu kuatir akan bagaimana dan akan apa yang harus kamu katakan, karena semuanya itu akan dikaruniakan kepadamu pada saat itu juga.
20  Karena bukan kamu yang berkata-kata, melainkan Roh Bapamu; Dia yang akan berkata-kata di dalam kamu.
21  Orang akan menyerahkan saudaranya untuk dibunuh, demikian juga seorang ayah akan anaknya. Dan anak-anak akan memberontak terhadap orang tuanya dan akan membunuh mereka.
22  Dan kamu akan dibenci semua orang oleh karena nama-Ku; tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat

« Newer PostsOlder Posts »

Powered by WordPress