Renungan Harian

16 November 2013

Renungan Harian, 16 November 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Tidakkah Allah akan membenarkan orang-orang pilihan-Nya yang siang malam berseru kepada-Nya?” (Luk 18:1-8)

Allah tak akan mengecewakan orang yang terus menerus berjaga dalam doa. Namun, semuanya bergantung dari diri kita sendiri. Maukah kita hidup dalam sikap doa? Maukah kita tetap hidup dalam iman, dengan berdoa tanpa jemu-jemu dan merasakan kekuatan doa? Kalau Allah seperti mengulur waktu dalam memenuhi doa kita, itu bukan tanpa alasan. karena Dia ingin agar semua manusia sadar dan berani menempuh jalan benar demi memperoleh hidup sejati. Yang pasti Allah akan segera membenarkan orang beriman.

Ingatlah perbuatan-perbuatan ajaib yang dilakukan-Nya (Mzm 105:5)

Bacaan Lengkap hari ini :

1 Yesus mengatakan suatu perumpamaan kepada mereka untuk menegaskan, bahwa mereka harus selalu berdoa dengan tidak jemu-jemu.
2  Kata-Nya: “Dalam sebuah kota ada seorang hakim yang tidak takut akan Allah dan tidak menghormati seorangpun.
3  Dan di kota itu ada seorang janda yang selalu datang kepada hakim itu dan berkata: Belalah hakku terhadap lawanku.
4  Beberapa waktu lamanya hakim itu menolak. Tetapi kemudian ia berkata dalam hatinya: Walaupun aku tidak takut akan Allah dan tidak menghormati seorangpun,
5  namun karena janda ini menyusahkan aku, baiklah aku membenarkan dia, supaya jangan terus saja ia datang dan akhirnya menyerang aku.”
6  Kata Tuhan: “Camkanlah apa yang dikatakan hakim yang lalim itu!
7  Tidakkah Allah akan membenarkan orang-orang pilihan-Nya yang siang malam berseru kepada-Nya? Dan adakah Ia mengulur-ulur waktu sebelum menolong mereka?
8  Aku berkata kepadamu: Ia akan segera membenarkan mereka. Akan tetapi, jika Anak Manusia itu datang, adakah Ia mendapati iman di bumi?”

15 November 2013

Renungan Harian, 15 November 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Demikianlah halnya kelak pada hari, di mana Anak Manusia menyatakan diri-Nya.” (Luk 17:26-37)

Kerajaan Allah itu nyata! Sayang seringkali kita tidak mau menyadarinya. Itulah sebabnya Yesus menekankan perlunya kesadaran akan hadirnya Kerajaan Allah saat ini. Penantian akan datangnya Kerajaan Allah harus menjadi kesadaran dan pilihan hidup kita. kita harus selalu berjaga-jaga menyongsong datangnya hari Tuhan. Kita membuka diri bahwa Tuhan datang untuk menyelamatkan kita. Bila hal ini kita lakukan, Kerajaan Allah datang dan diam diantara kita. Itulah saatnya Allah meraja dalam hati dan hidup kita.

Langit menceritakan kemuliaan Allah, dan cakrawala memberitakan pekerjaan tangan-Nya; (Mzm 19:2)

Bacaan Lengkap hari ini :

26  Dan sama seperti terjadi pada zaman Nuh, demikian pulalah halnya kelak pada hari-hari Anak Manusia:
27  mereka makan dan minum, mereka kawin dan dikawinkan, sampai kepada hari Nuh masuk ke dalam bahtera, lalu datanglah air bah dan membinasakan mereka semua.
28  Demikian juga seperti yang terjadi di zaman Lot: mereka makan dan minum, mereka membeli dan menjual, mereka menanam dan membangun.
29  Tetapi pada hari Lot pergi keluar dari Sodom turunlah hujan api dan hujan belerang dari langit dan membinasakan mereka semua.
30  Demikianlah halnya kelak pada hari, di mana Anak Manusia menyatakan diri-Nya.
31  Barangsiapa pada hari itu sedang di peranginan di atas rumah dan barang-barangnya ada di dalam rumah, janganlah ia turun untuk mengambilnya, dan demikian juga orang yang sedang di ladang, janganlah ia kembali.
32  Ingatlah akan isteri Lot!
33  Barangsiapa berusaha memelihara nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, dan barangsiapa kehilangan nyawanya, ia akan menyelamatkannya.
34  Aku berkata kepadamu: Pada malam itu ada dua orang di atas satu tempat tidur, yang seorang akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan.
35  Ada dua orang perempuan bersama-sama mengilang, yang seorang akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan.”
36  (Kalau ada dua orang di ladang, yang seorang akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan.)
37  Kata mereka kepada Yesus: “Di mana, Tuhan?” Kata-Nya kepada mereka: “Di mana ada mayat, di situ berkerumun burung nasar.”

14 November 2013

Renungan Harian, 14 November 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Sebab sesungguhnya Kerajaan Allah ada di antara kamu.” (Luk 17:20-25)

Tidak ada tanda fisik yang menyatakan Kerajaan Allah. Tapi, kehadirannya bisa kita rasakan dan nikmati dalam hidup sehari-hari, terutama lewat roh yang arif dan kudus. Dikala itulah kita boleh mengalami serta merasakan damai, kasih, sukacita, pengampunan serta kelegaan tiada tara. Tidaklah sia-sia Yesus mengajarkan Doa Bapa Kami: “Datanglah Kerajaan-Mu” Apa tujuan kita mengatakan: “Datanglah Kerajaan-Mu?” Tujuannya adalah berharap agar Kerajaan Allah berkembang sejak sekarang dan selanjutnya melalui pengudusan umat dalam Roh untuk melayani dengan keadilan dan perdamaian sesuai Sabda Bahagia.

Untuk selama-lamanya, ya TUHAN, firman-Mu tetap teguh di sorga. (Mzm 119:89)

Bacaan Lengkap hari ini :

20 Atas pertanyaan orang-orang Farisi, apabila Kerajaan Allah akan datang, Yesus menjawab, kata-Nya: “Kerajaan Allah datang tanpa tanda-tanda lahiriah,
21  juga orang tidak dapat mengatakan: Lihat, ia ada di sini atau ia ada di sana! Sebab sesungguhnya Kerajaan Allah ada di antara kamu.
22  Dan Ia berkata kepada murid-murid-Nya: “Akan datang waktunya kamu ingin melihat satu dari pada hari-hari Anak Manusia itu dan kamu tidak akan melihatnya.
23  Dan orang akan berkata kepadamu: Lihat, ia ada di sana; lihat, ia ada di sini! Jangan kamu pergi ke situ, jangan kamu ikut.
24  Sebab sama seperti kilat memancar dari ujung langit yang satu ke ujung langit yang lain, demikian pulalah kelak halnya Anak Manusia pada hari kedatangan-Nya.
25  Tetapi Ia harus menanggung banyak penderitaan dahulu dan ditolak oleh angkatan ini.

13 November 2013

Renungan Harian, 13 November 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“imanmu telah menyelamatkan engkau.” (Luk 17:11-19)

Disamping berkat kesembuhan, si orang Samaria juga mendapat berkat keselamatan. Berkat keselamatan diperolehnya, karena ia beriman kepada Yesus. Untuk memperoleh keselamatan, kita harus beriman kepada Yesus yang dipupuk lewat relasi pribadi dengan-Nya. nama relasi ini, doa! Dalam doa, persahabatan dapat tumbuh apabila pendoa sering menjumpai secara pribadi Allah yang memanggil, mencari dan mencintainya. Kemajuan dalam cinta persahabatan akhirnya mendorong pendoa untuk memasuki misteri ilahi, misteri Sang Sahabat tercinta. Mari kita belajar berdoa dan bersahabat dengan Dia, agar kita pun beroleh berkat keselamatan.

Bangunlah ya Allah, hakimilah bumi, sebab Engkaulah yang memiliki segala bangsa. (Mzm 82:8)

Bacaan Lengkap hari ini :

11 Dalam perjalanan-Nya ke Yerusalem Yesus menyusur perbatasan Samaria dan Galilea.
12  Ketika Ia memasuki suatu desa datanglah sepuluh orang kusta menemui Dia. Mereka tinggal berdiri agak jauh
13  dan berteriak: “Yesus, Guru, kasihanilah kami!”
14  Lalu Ia memandang mereka dan berkata: “Pergilah, perlihatkanlah dirimu kepada imam-imam.” Dan sementara mereka di tengah jalan mereka menjadi tahir.
15  Seorang dari mereka, ketika melihat bahwa ia telah sembuh, kembali sambil memuliakan Allah dengan suara nyaring,
16  lalu tersungkur di depan kaki Yesus dan mengucap syukur kepada-Nya. Orang itu adalah seorang Samaria.
17  Lalu Yesus berkata: “Bukankah kesepuluh orang tadi semuanya telah menjadi tahir? Di manakah yang sembilan orang itu?
18  Tidak adakah di antara mereka yang kembali untuk memuliakan Allah selain dari pada orang asing ini?”
19  Lalu Ia berkata kepada orang itu: “Berdirilah dan pergilah, imanmu telah menyelamatkan engkau.”

12 November 2013

Renungan Harian, 12 November 2013 – Peringatan Wajib Santo Yosafat, Uskup dan Martir

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 08:01

“Kami adalah hamba-hamba yang tidak berguna; kami hanya melakukan apa yang kami harus lakukan.”(Luk 17:7-10)

Umumnya kata hamba bernada negatif. Menjadi hamba orang lain berarti tidak punya kebebasan. Orang itu patut dikasihani. Tetapi menjadi hamba Tuhan itu suatu kehormatan dan sukacita. Hamba Tuhan  meneladan Yesus yang berkata: Aku datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani. Kita akan meng-alami bahwa melayani tanpa pamrih, dihargai atau tidak dihargai, dipuji atau dicela, mendatangkan sukacita yang terus menerus. Sebab, yang kita layani adalah Tuhan, bukan ego kita, dan Tuhan adalah sumber sukacita yang tiada habisnya.

 Aku hendak memuji TUHAN pada segala waktu; puji-pujian kepada-Nya tetap di dalam mulutku. (Mzm 34:2)

Bacaan Lengkap hari ini :

7  ”Siapa di antara kamu yang mempunyai seorang hamba yang membajak atau menggembalakan ternak baginya, akan berkata kepada hamba itu, setelah ia pulang dari ladang: Mari segera makan!
8  Bukankah sebaliknya ia akan berkata kepada hamba itu: Sediakanlah makananku. Ikatlah pinggangmu dan layanilah aku sampai selesai aku makan dan minum. Dan sesudah itu engkau boleh makan dan minum.
9  Adakah ia berterima kasih kepada hamba itu, karena hamba itu telah melakukan apa yang ditugaskan kepadanya?
10  Demikian jugalah kamu. Apabila kamu telah melakukan segala sesuatu yang ditugaskan kepadamu, hendaklah kamu berkata: Kami adalah hamba-hamba yang tidak berguna; kami hanya melakukan apa yang kami harus lakukan.

11 November 2013

Renungan Harian, 11 November 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Bahkan jikalau ia berbuat dosa terhadap engkau tujuh kali sehari dan tujuh kali ia kembali kepadamu dan berkata: Aku menyesal, engkau harus mengampuni dia.” (Luk 17:1-6)

Inilah sikap yang bijaksana ! Kebijaksanaan itu penting karena disanalah sumber kebahagiaan dan kedamaian. Orang bijaksana akan menghadirkan kedamaian dimanapun ia berada. Bila menjadi pemimpin ia akan mampu mensejahterakan orang-orang yang dipimpinnya. Ia bisa menegur dengan bijak. Ia bisa mengampuni yang bersalah. Karena itu, betapa pentingnya kebijaksanaan mengingat pada jaman ini semakin langka dimiliki oleh para pemimpin bangsa.

juga di sana tangan-Mu akan menuntun aku, dan tangan kanan-Mu memegang aku. (Mzm 139:10)

Bacaan Lengkap hari ini :

1 Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: “Tidak mungkin tidak akan ada penyesatan, tetapi celakalah orang yang mengadakannya.
2  Adalah lebih baik baginya jika sebuah batu kilangan diikatkan pada lehernya, lalu ia dilemparkan ke dalam laut, dari pada menyesatkan salah satu dari orang-orang yang lemah ini.
3  Jagalah dirimu! Jikalau saudaramu berbuat dosa, tegorlah dia, dan jikalau ia menyesal, ampunilah dia.
4  Bahkan jikalau ia berbuat dosa terhadap engkau tujuh kali sehari dan tujuh kali ia kembali kepadamu dan berkata: Aku menyesal, engkau harus mengampuni dia.”
5  Lalu kata rasul-rasul itu kepada Tuhan: “Tambahkanlah iman kami!”
6  Jawab Tuhan: “Kalau sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja, kamu dapat berkata kepada pohon ara ini: Terbantunlah engkau dan tertanamlah di dalam laut, dan ia akan taat kepadamu.”

10 November 2013

Renungan Harian, 10 November 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

tetapi mereka yang dianggap layak untuk mendapat bagian dalam dunia yang lain itu dan dalam kebangkitan dari antara orang mati, tidak kawin dan tidak dikawinkan. (Luk 20:27-38)

Bagaimana persisnya keadaan kita dalam kehidupan kelak, tidak diberitahukan secara jelas kepada kita. Bukan karena Yesus tidak rela memberitahukan hal itu kepada kita, melainkan karena kebahagiaan di surga kelak demikian sempurnanya, sehingga otak kita tidak sanggup mengertinya. Semoga , bila tiba saatnya, kita masing masing diterima bersama orang orang pilihan-Nya dan berbahagia menikmati hidup abadi di surga.

Aku berseru kepada-Mu, karena Engkau menjawab aku, ya Allah; sendengkanlah telinga-Mu kepadaku, dengarkanlah perkataanku. (Mzm 17:6)

Bacaan Lengkap hari ini :

27 Maka datanglah kepada Yesus beberapa orang Saduki, yang tidak mengakui adanya kebangkitan. Mereka bertanya kepada-Nya:
28  ”Guru, Musa menuliskan perintah ini untuk kita: Jika seorang, yang mempunyai saudara laki-laki, mati sedang isterinya masih ada, tetapi ia tidak meninggalkan anak, saudaranya harus kawin dengan isterinya itu dan membangkitkan keturunan bagi saudaranya itu.
29  Adalah tujuh orang bersaudara. Yang pertama kawin dengan seorang perempuan lalu mati dengan tidak meninggalkan anak.
30  Lalu perempuan itu dikawini oleh yang kedua,
31  dan oleh yang ketiga dan demikianlah berturut-turut oleh ketujuh saudara itu, mereka semuanya mati dengan tidak meninggalkan anak.
32  Akhirnya perempuan itupun mati.
33  Bagaimana sekarang dengan perempuan itu, siapakah di antara orang-orang itu yang menjadi suaminya pada hari kebangkitan? Sebab ketujuhnya telah beristerikan dia.”
34  Jawab Yesus kepada mereka: “Orang-orang dunia ini kawin dan dikawinkan,
35  tetapi mereka yang dianggap layak untuk mendapat bagian dalam dunia yang lain itu dan dalam kebangkitan dari antara orang mati, tidak kawin dan tidak dikawinkan.
36  Sebab mereka tidak dapat mati lagi; mereka sama seperti malaikat-malaikat dan mereka adalah anak-anak Allah, karena mereka telah dibangkitkan.
37  Tentang bangkitnya orang-orang mati, Musa telah memberitahukannya dalam nas tentang semak duri, di mana Tuhan disebut Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub.
38  Ia bukan Allah orang mati, melainkan Allah orang hidup, sebab di hadapan Dia semua orang hidup.”

9 November 2013

Renungan Harian, 9 November 2013 – Pesta Pemberkatan Basilika Lateran

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Jangan jadikan Rumah Bapa-Ku tempat berdagang!” (Yoh 2:13-22).

Sebuah gedung yang ‘ditahbiskan’ menjadi gereja atau rumah Tuhan adalah tempat kudus. Itulah tempat yang sakral, suci, di mana umat beribadah dan menyembah Tuhan. Sekarang sifat sakral gereja makin dilupakan. Suasana makin gaduh karena ada yang ngobrol sebelum, sesudah, bahkan di tengah ibadah. Alat elektronik pun tetap menyala supaya segera bisa menjawab bila ada panggilan dari luar. Bisakah kita mengembalikan gedung gereja, dan terutama hati kita, bait Roh Kudus, menjadi tempat sakral untuk berjumpa dengan Tuhan?

Kota Allah, kediaman Yang Mahatinggi, disukakan oleh aliran-aliran sebuah sungai. (Mzm 46:4)

Bacaan Lengkap hari ini :

13  Ketika Hari Raya Paskah Yahudi sudah dekat, Yesus pergi ke Yerusalem.†
14  Di Rumah Tuhan di Yerusalem Ia mendapati penjual-penjual sapi, domba, dan burung merpati; juga penukar-penukar uang duduk di situ.
15  Yesus membuat sebuah cambuk dari tali lalu mengusir semua binatang itu, baik domba maupun sapi, dari dalam Rumah Tuhan. Meja-meja para penukar uang dibalikkan-Nya sehingga uang mereka berserakan ke mana-mana.
16  Lalu Ia berkata kepada penjual burung merpati, “Angkat semuanya dari sini. Jangan jadikan Rumah Bapa-Ku tempat berdagang!
17  Maka pengikut-pengikut-Nya teringat akan ayat Alkitab ini, “Cinta-Ku untuk Rumah-Mu, ya Allah, membakar hati-Ku.”†
18  Para penguasa Yahudi menantang Yesus, kata mereka, “Coba membuat keajaiban sebagai tanda untuk kami bahwa Engkau berhak bertindak seperti ini.”
19  Yesus menjawab, “Runtuhkanlah Rumah ini, dan dalam tiga hari Aku akan membangunnya kembali.”†
20  Lalu mereka berkata, “Empat puluh enam tahun dibutuhkan untuk membangun Rumah Tuhan ini. Dan Engkau mau membangunnya kembali dalam tiga hari?”
21  Tetapi Rumah Tuhan yang dimaksudkan Yesus adalah tubuh-Nya sendiri.
22  Jadi kemudian, sesudah Yesus dibangkitkan dari mati, teringatlah pengikut-pengikut-Nya bahwa hal itu pernah dikatakan-Nya. Maka percayalah mereka kepada apa yang tertulis dalam Alkitab dan kepada apa yang dikatakan oleh Yesus.

8 November 2013

Renungan Harian, 8 November 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Lalu tuan itu memuji bendahara yang tidak jujur itu karena ia telah bertindak dengan cerdik. (Luk 16:1-8)

Jangan salah. Bendahara itu tidak dipuji karena tidak jujur, melainkan karena bertindak dengan cerdik dalam menjamin masa depannya. Inti ajaran Yesus disini adalah seruan kepada “anak-anak terang” supaya juga cerdik. Mereka harus arif dan bijaksana di dalam mengejar Kerajaan Allah. Mereka harus pandai menatap masa depan. Kalau bendahara itu memakai harta dunia untuk memperkaya dirinya, anak-anak terang harus memakai harta dunia untuk memperoleh Kerajaan Allah. Naka tidak ada salahnya jika kita belajar dari kecerdikan si bendahara.

TUHAN telah memperkenalkan keselamatan yang dari pada-Nya, telah menyatakan keadilan-Nya di depan mata bangsa-bangsa. Mzm 98:2

Bacaan Lengkap hari ini :

1 Dan Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: “Ada seorang kaya yang mempunyai seorang bendahara. Kepadanya disampaikan tuduhan, bahwa bendahara itu menghamburkan miliknya.
2  Lalu ia memanggil bendahara itu dan berkata kepadanya: Apakah yang kudengar tentang engkau? Berilah pertanggungan jawab atas urusanmu, sebab engkau tidak boleh lagi bekerja sebagai bendahara.
3  Kata bendahara itu di dalam hatinya: Apakah yang harus aku perbuat? Tuanku memecat aku dari jabatanku sebagai bendahara. Mencangkul aku tidak dapat, mengemis aku malu.
4  Aku tahu apa yang akan aku perbuat, supaya apabila aku dipecat dari jabatanku sebagai bendahara, ada orang yang akan menampung aku di rumah mereka.
5  Lalu ia memanggil seorang demi seorang yang berhutang kepada tuannya. Katanya kepada yang pertama: Berapakah hutangmu kepada tuanku?
6  Jawab orang itu: Seratus tempayan minyak. Lalu katanya kepada orang itu: Inilah surat hutangmu, duduklah dan buat surat hutang lain sekarang juga: Lima puluh tempayan.
7  Kemudian ia berkata kepada yang kedua: Dan berapakah hutangmu? Jawab orang itu: Seratus pikul gandum. Katanya kepada orang itu: Inilah surat hutangmu, buatlah surat hutang lain: Delapan puluh pikul.
8  Lalu tuan itu memuji bendahara yang tidak jujur itu, karena ia telah bertindak dengan cerdik. Sebab anak-anak dunia ini lebih cerdik terhadap sesamanya dari pada anak-anak terang.

7 November 2013

Renungan Harian, 7 November 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Demikian juga akan ada sukacita pada malaikat-malaikat Allah karena satu orang berdosa yang bertobat.” (Luk 15:1-10)

Sayang, orang Farisi tidak mengerti hal ini. Mereka menganggap diri tidak pernah berdosa. Orang Farisi tidak berpikir seperti Yesus untuk membantu orang berdosa supaya selamat dan masuk surga. Sayangnya lagi, tidak jarang itu pun menjadi sikap kita. Kita lebih senang menghakimi dan menghukum daripada mengampuni dan merangkul. Padahal, sikap yang membawa sikacita surgawi adalah sikap yang sesuai dengan kehendak Tuhan. Tuhan menginginkan semua orang selamat, tanpa kecuali. mari belajar dari Yesus, supaya ada sukacita lebih besar lagi di surga.

Sesungguhnya, aku percaya akan melihat kebaikan TUHAN di negeri orang-orang yang hidup! (Mzm 27:13)

Bacaan Lengkap hari ini :

1 Para pemungut cukai dan orang-orang berdosa biasanya datang kepada Yesus untuk mendengarkan Dia.
2  Maka bersungut-sungutlah orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat, katanya: “Ia menerima orang-orang berdosa dan makan bersama-sama dengan mereka.”
3  Lalu Ia mengatakan perumpamaan ini kepada mereka:
4  ”Siapakah di antara kamu yang mempunyai seratus ekor domba, dan jikalau ia kehilangan seekor di antaranya, tidak meninggalkan yang sembilan puluh sembilan ekor di padang gurun dan pergi mencari yang sesat itu sampai ia menemukannya?
5  Dan kalau ia telah menemukannya, ia meletakkannya di atas bahunya dengan gembira,
6  dan setibanya di rumah ia memanggil sahabat-sahabat dan tetangga-tetangganya serta berkata kepada mereka: Bersukacitalah bersama-sama dengan aku, sebab dombaku yang hilang itu telah kutemukan.
7  Aku berkata kepadamu: Demikian juga akan ada sukacita di sorga karena satu orang berdosa yang bertobat, lebih dari pada sukacita karena sembilan puluh sembilan orang benar yang tidak memerlukan pertobatan.”
8  ”Atau perempuan manakah yang mempunyai sepuluh dirham, dan jika ia kehilangan satu di antaranya, tidak menyalakan pelita dan menyapu rumah serta mencarinya dengan cermat sampai ia menemukannya?
9  Dan kalau ia telah menemukannya, ia memanggil sahabat-sahabat dan tetangga-tetangganya serta berkata: Bersukacitalah bersama-sama dengan aku, sebab dirhamku yang hilang itu telah kutemukan.
10  Aku berkata kepadamu: Demikian juga akan ada sukacita pada malaikat-malaikat Allah karena satu orang berdosa yang bertobat.

« Newer PostsOlder Posts »

Powered by WordPress