Renungan Harian

13 April 2013

Renungan Harian, 13 April 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

sedang laut bergelora karena angin kencang. (Yoh 6:16-21)

Perahu kehidupan kita pun sering diombang ambingkan angin sakal, sampai seperti tiada harapan lagi. Dalam situasi seperti itu Yesus membantu kita sambil memberi teladan : Ketika orang berduyun duyun emndatangi-Nya, Ia memberi pertolongan, tetapi segera Ia mengambil waktu sendiri, menyepi dan berdoa. Keheningan dan doa, membuat orang mampu melihat persoalan dan peran Tuhan didalamnya. Maka bila angin ribut dan malam gelap kehidupan kita terjadi, jangan panik. Berdoa dan heninglah. Biarkan Tuhan masuk ke dalam perahu hidup kita, agar kita sampai ditujuan.

Sesungguhnya, mata TUHAN tertuju kepada mereka yang takut akan Dia, kepada mereka yang berharap akan kasih setia-Nya, (Mzm 33:18)

Bacaan Lengkap hari ini :

16  Dan ketika hari sudah mulai malam, murid-murid Yesus pergi ke danau, lalu naik ke perahu
17  dan menyeberang ke Kapernaum. Ketika hari sudah gelap Yesus belum juga datang mendapatkan mereka,
18  sedang laut bergelora karena angin kencang.
19  Sesudah mereka mendayung kira-kira dua tiga mil jauhnya, mereka melihat Yesus berjalan di atas air mendekati perahu itu. Maka ketakutanlah mereka.
20  Tetapi Ia berkata kepada mereka: “Aku ini, jangan takut!”
21  Mereka mau menaikkan Dia ke dalam perahu, dan seketika juga perahu itu sampai ke pantai yang mereka tujui.

12 April 2013

Renungan Harian, 12 April 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Di sini ada seorang anak, yang mempunyai lima roti jelai dan dua ikan; tetapi apakah artinya itu untuk orang sebanyak ini?” (Yoh 6:1-15)

Kita sering menghadapi situasi di mana kebutuhan jauh lebih besar daripada persediaan. Apa daya? Bagi Yesus itu bukan soal. Ia mengucap syukur atas rezeki yang ada lalu mulai membagi-bagikannya.  Ternyata apa yang dibagi-bagi itu tidak kurang malah berlebih.  Orang yang tahu memberi dengan murah hati selalu hidup dalam kelimpahan, sedangkan orang yang menjaga miliknya untuk diri sendiri selalu kekurangan. Orang yang tahu berbagi lumbungnya tak pernah akan kosong.

Satu hal telah kuminta kepada TUHAN, itulah yang kuingini: diam di rumah TUHAN seumur hidupku, menyaksikan kemurahan TUHAN dan menikmati bait-Nya. (Mzm 27:4)

Bacaan Lengkap hari ini :

1 Sesudah itu Yesus berangkat ke seberang danau Galilea, yaitu danau Tiberias.
2  Orang banyak berbondong-bondong mengikuti Dia, karena mereka melihat mujizat-mujizat penyembuhan, yang diadakan-Nya terhadap orang-orang sakit.
3  Dan Yesus naik ke atas gunung dan duduk di situ dengan murid-murid-Nya.
4  Dan Paskah, hari raya orang Yahudi, sudah dekat.
5  Ketika Yesus memandang sekeliling-Nya dan melihat, bahwa orang banyak berbondong-bondong datang kepada-Nya, berkatalah Ia kepada Filipus: “Di manakah kita akan membeli roti, supaya mereka ini dapat makan?”
6  Hal itu dikatakan-Nya untuk mencobai dia, sebab Ia sendiri tahu, apa yang hendak dilakukan-Nya.
7  Jawab Filipus kepada-Nya: “Roti seharga dua ratus dinar tidak akan cukup untuk mereka ini, sekalipun masing-masing mendapat sepotong kecil saja.”
8  Seorang dari murid-murid-Nya, yaitu Andreas, saudara Simon Petrus, berkata kepada-Nya:
“Di sini ada seorang anak, yang mempunyai lima roti jelai dan dua ikan; tetapi apakah artinya itu untuk orang sebanyak ini?”
10  Kata Yesus: “Suruhlah orang-orang itu duduk.” Adapun di tempat itu banyak rumput. Maka duduklah orang-orang itu, kira-kira lima ribu laki-laki banyaknya.
11  Lalu Yesus mengambil roti itu, mengucap syukur dan membagi-bagikannya kepada mereka yang duduk di situ, demikian juga dibuat-Nya dengan ikan-ikan itu, sebanyak yang mereka kehendaki.
12  Dan setelah mereka kenyang Ia berkata kepada murid-murid-Nya: “Kumpulkanlah potongan-potongan yang lebih supaya tidak ada yang terbuang.”
13  Maka merekapun mengumpulkannya, dan mengisi dua belas bakul penuh dengan potongan-potongan dari kelima roti jelai yang lebih setelah orang makan.
14  Ketika orang-orang itu melihat mujizat yang telah diadakan-Nya, mereka berkata: “Dia ini adalah benar-benar nabi yang akan datang ke dalam dunia.”
15 Karena Yesus tahu, bahwa mereka hendak datang dan hendak membawa Dia dengan paksa untuk menjadikan Dia raja, Ia menyingkir pula ke gunung, seorang diri.

11 April 2013

Renungan Harian, 11 April 2013 – Peringatan Wajib Santo Stanislaus, Uskup dan Pujangga Gereja

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Allah mengaruniakan Roh-Nya dengan tidak terbatas. (Yoh 3:31-36)

Roh Tuhan adalah Roh yang menguduskan, memberi kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemah lembutan, penguasaan diri. Berbahagialah orang yang hidupnya dipimpin oleh Roh. Mereka itulah para kudus seperti Santo Stanislaus Uskup dari Krakow, Polandia, yang dibunuh atas perintah raja karena setia pada iman. Itu hanya mungkin karena karunia Roh Kudus. Roh Kudus diberikan kepada siapa saja yang memintanya, dan Tuhan paling berkenan memberi-kannya. Ia mengaruniakannya dengan limpah tanpa batas

Orang yang tertindas ini berseru, dan TUHAN mendengar; Ia menyelamatkan dia dari segala kesesakannya (Mzm 34:6)

Bacaan lengkap hari ini :

31  Siapa yang datang dari atas adalah di atas semuanya; siapa yang berasal dari bumi, termasuk pada bumi dan berkata-kata dalam bahasa bumi. Siapa yang datang dari sorga adalah di atas semuanya.
32  Ia memberi kesaksian tentang apa yang dilihat-Nya dan yang didengar-Nya, tetapi tak seorangpun yang menerima kesaksian-Nya itu.
33  Siapa yang menerima kesaksian-Nya itu, ia mengaku, bahwa Allah adalah benar.
34  Sebab siapa yang diutus Allah, Dialah yang menyampaikan firman Allah, karena Allah mengaruniakan Roh-Nya dengan tidak terbatas.
35  Bapa mengasihi Anak dan telah menyerahkan segala sesuatu kepada-Nya.
36  Barangsiapa percaya kepada Anak, ia beroleh hidup yang kekal, tetapi barangsiapa tidak taat kepada Anak, ia tidak akan melihat hidup, melainkan murka Allah tetap ada di atasnya.”

10 April 2013

Renungan Harian, 10 April 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang Tunggal supaya setiap orang yang percaya kepadanya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. (Yoh 3:16-21)

Ayat ini dianggap ayat terpenting dan kunci dari Injil Yohanes, bahkan rangkuman dari seluruh kitab suci.  Apakah seorang itu binasa atau selamat, bukanlah ‘nasib’ yang ditentukan Allah bagi orang itu, melainkan pilihan bebas setiap orang. Pilihan itu dibuat bukan di saat-saat penting saja, tapi setiap saat. Yesus adalah terang dunia. Yang percaya pada-Nya ada di jalan terang menuju keselamatan.

Orang yang tertindas ini berseru, dan TUHAN mendengar; Ia menyelamatkan dia dari segala kesesakannya. (Mzm 34:7)

Bacaan Lengkap hari ini :

16  Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.
17  Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya oleh Dia.
18  Barangsiapa percaya kepada-Nya, ia tidak akan dihukum; barangsiapa tidak percaya, ia telah berada di bawah hukuman, sebab ia tidak percaya dalam nama Anak Tunggal Allah.
19  Dan inilah hukuman itu: Terang telah datang ke dalam dunia, tetapi manusia lebih menyukai kegelapan dari pada terang, sebab perbuatan-perbuatan mereka jahat.
20  Sebab barangsiapa berbuat jahat, membenci terang dan tidak datang kepada terang itu, supaya perbuatan-perbuatannya yang jahat itu tidak nampak;
21  tetapi barangsiapa melakukan yang benar, ia datang kepada terang, supaya menjadi nyata, bahwa perbuatan-perbuatannya dilakukan dalam Allah.”

9 April 2013

Renungan Harian, 9 April 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Janganlah engkau heran, karena Aku berkata kepadamu: Kamu harus dilahirkan kembali. (Yoh 3:7-15)

Ada begitu banyak orang yang sudah mengalami kelahiran dalam Roh. Mereka sampai pada pertobatan itu, karena berjuang. Dalam jatuh bangun mereka berusaha meninggalkan cara hidup lama yang penuh kejahatan. Proses yang menuntut air mata, kerja keras dan pengorbanan. Tuhan melihat pengorbanan orang orang seperti itu, Tuhan mengganjar perjuangan mereka. Sekarang mereka telah melihat Kerajaan Allah, bahkan beristirahat dalam kebahagiaan bersama-Nya dalam Kerajaan Allah. Kita perlu belajar untuk lahir dari Roh. Dengan cara itulah kita bisa melihat dan tinggal dalam Kerajaan Allah.

TUHAN adalah Raja, Ia berpakaian kemegahan, TUHAN berpakaian, berikat pinggang kekuatan. Sungguh, telah tegak dunia, tidak bergoyang; (Mzm 93:1)

Bacaan Lengkap hari ini :

Janganlah engkau heran, karena Aku berkata kepadamu: Kamu harus dilahirkan kembali.
8  Angin bertiup ke mana ia mau, dan engkau mendengar bunyinya, tetapi engkau tidak tahu dari mana ia datang atau ke mana ia pergi. Demikianlah halnya dengan tiap-tiap orang yang lahir dari Roh.”
9  Nikodemus menjawab, katanya: “Bagaimanakah mungkin hal itu terjadi?”
10  Jawab Yesus: “Engkau adalah pengajar Israel, dan engkau tidak mengerti hal-hal itu?
11  Aku berkata kepadamu, sesungguhnya kami berkata-kata tentang apa yang kami ketahui dan kami bersaksi tentang apa yang kami lihat, tetapi kamu tidak menerima kesaksian kami.
12  Kamu tidak percaya, waktu Aku berkata-kata dengan kamu tentang hal-hal duniawi, bagaimana kamu akan percaya, kalau Aku berkata-kata dengan kamu tentang hal-hal sorgawi?
13  Tidak ada seorangpun yang telah naik ke sorga, selain dari pada Dia yang telah turun dari sorga, yaitu Anak Manusia.
14  Dan sama seperti Musa meninggikan ular di padang gurun, demikian juga Anak Manusia harus ditinggikan,
15  supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal.

8 April 2013

Renungan Harian, 8 April 2013 – Hari Raya Kabar Sukacita

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Kata Maria: “Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu.” (Luk 1:26-38)
Maria siap menghadapi aneka kepahitan dan duka demi untuk terlaksananya sebuah “kabar sukacita”, kelahiran Sang Mesias.  Maria adalah orang pertama yang menderita demi Yesus. Bila kita harus menderita demi Yesus, apakah kita menerimanya sebagai kabar sukacita? Apakah pahitnya pengalaman hidup kita hadapi dengan gagah perkasa? Menderita dalam iman akan keselamatan adalah sesuatu yang luar biasa. Karena, tidak ada berita yang lebih menyenangkan daripada berita keselamatan. Habis gelap terbitlah terang!

“Sungguh, aku datang; dalam gulungan kitab ada tertulis tentang aku; (Mzm 40:7)

Bacaan Lengkap hari ini :

26 Dalam bulan yang keenam Allah menyuruh malaikat Gabriel pergi ke sebuah kota di Galilea bernama Nazaret,
27  kepada seorang perawan yang bertunangan dengan seorang bernama Yusuf dari keluarga Daud; nama perawan itu Maria.
28  Ketika malaikat itu masuk ke rumah Maria, ia berkata: “Salam, hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau.”
29  Maria terkejut mendengar perkataan itu, lalu bertanya di dalam hatinya, apakah arti salam itu.
30  Kata malaikat itu kepadanya: “Jangan takut, hai Maria, sebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah.
31  Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus.
32  Ia akan menjadi besar dan akan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi. Dan Tuhan Allah akan mengaruniakan kepada-Nya takhta Daud, bapa leluhur-Nya,
33  dan Ia akan menjadi raja atas kaum keturunan Yakub sampai selama-lamanya dan Kerajaan-Nya tidak akan berkesudahan.”
34  Kata Maria kepada malaikat itu: “Bagaimana hal itu mungkin terjadi, karena aku belum bersuami?”
35  Jawab malaikat itu kepadanya: “Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah.
36  Dan sesungguhnya, Elisabet, sanakmu itu, iapun sedang mengandung seorang anak laki-laki pada hari tuanya dan inilah bulan yang keenam bagi dia, yang disebut mandul itu.
37  Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil.”
38  Kata Maria: “Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu.” Lalu malaikat itu meninggalkan dia.

7 April 2013

Renungan Harian, 7 April 2012 – Hari Minggu Paskah II, Hari Minggu Kerahiman Ilahi

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Tomas menjawab Dia: “Ya Tuhanku dan Allahku!” (Yoh 20:19-31)

Itulah ungkapan iman Tomas yang tidak percaya pada kesaksian teman temannya. “Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya,” kata Yesus. Persoalan bukan ada pada diri Yesus, tetapi pada diri kita. Apakah diri kita bisa melihat Dia? Banyak hal membuat kita tidak dapat melihat dia, misalnya, pikiran kita yang sempit, hati kita tertutup, keadaan kita yang krg baik. Ini semua membuat kita tidak bisa melihat kehadiran Yesus. Hari ini kita merayakan Kerahiman Illahi. Siapapun kita, dan apapun keadaan kita, Yesus akan senantiasa ada dan menyatakan kerahiman-Nya.

Bersyukurlah kepada TUHAN, sebab Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya. (Mzm 118:1)

Bacaan Lengkap hari ini :

19 Ketika hari sudah malam pada hari pertama minggu itu berkumpullah murid-murid Yesus di suatu tempat dengan pintu-pintu yang terkunci karena mereka takut kepada orang-orang Yahudi. Pada waktu itu datanglah Yesus dan berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata: “Damai sejahtera bagi kamu!”
20  Dan sesudah berkata demikian, Ia menunjukkan tangan-Nya dan lambung-Nya kepada mereka. Murid-murid itu bersukacita ketika mereka melihat Tuhan.
21  Maka kata Yesus sekali lagi: “Damai sejahtera bagi kamu! Sama seperti Bapa mengutus Aku, demikian juga sekarang Aku mengutus kamu.”
22  Dan sesudah berkata demikian, Ia mengembusi mereka dan berkata: “Terimalah Roh Kudus.
23  Jikalau kamu mengampuni dosa orang, dosanya diampuni, dan jikalau kamu menyatakan dosa orang tetap ada, dosanya tetap ada.”
24  Tetapi Tomas, seorang dari kedua belas murid itu, yang disebut Didimus, tidak ada bersama-sama mereka, ketika Yesus datang ke situ.
25  Maka kata murid-murid yang lain itu kepadanya: “Kami telah melihat Tuhan!” Tetapi Tomas berkata kepada mereka: “Sebelum aku melihat bekas paku pada tangan-Nya dan sebelum aku mencucukkan jariku ke dalam bekas paku itu dan mencucukkan tanganku ke dalam lambung-Nya, sekali-kali aku tidak akan percaya.”
26 Delapan hari kemudian murid-murid Yesus berada kembali dalam rumah itu dan Tomas bersama-sama dengan mereka. Sementara pintu-pintu terkunci, Yesus datang dan Ia berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata: “Damai sejahtera bagi kamu!”
27  Kemudian Ia berkata kepada Tomas: “Taruhlah jarimu di sini dan lihatlah tangan-Ku, ulurkanlah tanganmu dan cucukkan ke dalam lambung-Ku dan jangan engkau tidak percaya lagi, melainkan percayalah.”
28  Tomas menjawab Dia: “Ya Tuhanku dan Allahku!”
29  Kata Yesus kepadanya: “Karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya.”
30  Memang masih banyak tanda lain yang dibuat Yesus di depan mata murid-murid-Nya, yang tidak tercatat dalam kitab ini,
31  tetapi semua yang tercantum di sini telah dicatat, supaya kamu percaya, bahwa Yesuslah Mesias, Anak Allah, dan supaya kamu oleh imanmu memperoleh hidup dalam nama-Nya.

6 April 2013

Renungan Harian, 6 April 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Tetapi ketika mereka mendengar, bahwa Yesus hidup dan telah dilihat olehnya, mereka tidak percaya. (Mrk 16:9-15)

Bagi kita lebih mudah mengatakan “percaya” daripada “tidak percaya” namun lebih sulit untuk melaksanakan apa yang kita percaya itu. Namun jika kita sungguh sungguh memercayakan diri kita kepada Dia yang telah bangkit dan senantiasa hadir ditengah tengah kita serta mengalahkan kekuatan jahat, maka “berbahagialah kita yang telah percaya” (Luk1:45). Karena itu, janganlah “tidak percaya”!. Semoga Tahun Iman yang tengah kita jalani juga membuat kita semakin beriman.

Aku bersyukur kepada-Mu, sebab Engkau telah menjawab aku dan telah menjadi keselamatanku. (Mzm 118:21)

Bacaan Lengkap hari ini :

9 Setelah Yesus bangkit pagi-pagi pada hari pertama minggu itu, Ia mula-mula menampakkan diri-Nya kepada Maria Magdalena. Dari padanya Yesus pernah mengusir tujuh setan.
10  Lalu perempuan itu pergi memberitahukannya kepada mereka yang selalu mengiringi Yesus, dan yang pada waktu itu sedang berkabung dan menangis.
11  Tetapi ketika mereka mendengar, bahwa Yesus hidup dan telah dilihat olehnya, mereka tidak percaya.
12  Sesudah itu Ia menampakkan diri dalam rupa yang lain kepada dua orang dari mereka, ketika keduanya dalam perjalanan ke luar kota.
13  Lalu kembalilah mereka dan memberitahukannya kepada teman-teman yang lain, tetapi kepada merekapun teman-teman itu tidak percaya.
14 Akhirnya Ia menampakkan diri kepada kesebelas orang itu ketika mereka sedang makan, dan Ia mencela ketidakpercayaan dan kedegilan hati mereka, oleh karena mereka tidak percaya kepada orang-orang yang telah melihat Dia sesudah kebangkitan-Nya.
15  Lalu Ia berkata kepada mereka: “Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk.

5 April 2013

Renungan Harian, 5 April 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Maka murid yang dikasihi Yesus itu berkata kepada Petrus: “Itu Tuhan.” (Yoh 21:1-14)

Ada dua tahapan yang dilewati para rasul untuk menjadi murid Yesus. Pertama adalah pengenalan akan pribadi Yesus, dan yang Kedua terjadi setelah kebangkitan Tuhan. Mereka mengasihi dan menyerahkan diri kepada Yesus. Penyerahan diri secara total tampak dalam diri Petrus dan kawan kawan. Mereka berani menghadapi para pemimpin umat dan tua tua bangsa Yahudi. Para murid yang dahulu takut dan menyangkal Yesus, mengalami perubahan setelah kebangkitan Yesus. Mereka jadi mempunyai semangat baru. Kenyataan ini hendaknya mendorong kita untuk juga menyerahkan diri kepada Yesus.

Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi batu penjuru. (Mzm 118:22)

Bacaan Lengkap hari ini :

1 Kemudian Yesus menampakkan diri lagi kepada murid-murid-Nya di pantai danau Tiberias dan Ia menampakkan diri sebagai berikut.
2  Di pantai itu berkumpul Simon Petrus, Tomas yang disebut Didimus, Natanael dari Kana yang di Galilea, anak-anak Zebedeus dan dua orang murid-Nya yang lain.
3  Kata Simon Petrus kepada mereka: “Aku pergi menangkap ikan.” Kata mereka kepadanya: “Kami pergi juga dengan engkau.” Mereka berangkat lalu naik ke perahu, tetapi malam itu mereka tidak menangkap apa-apa.
4  Ketika hari mulai siang, Yesus berdiri di pantai; akan tetapi murid-murid itu tidak tahu, bahwa itu adalah Yesus.
5  Kata Yesus kepada mereka: “Hai anak-anak, adakah kamu mempunyai lauk-pauk?” Jawab mereka: “Tidak ada.”
6  Maka kata Yesus kepada mereka: “Tebarkanlah jalamu di sebelah kanan perahu, maka akan kamu peroleh.” Lalu mereka menebarkannya dan mereka tidak dapat menariknya lagi karena banyaknya ikan.
Maka murid yang dikasihi Yesus itu berkata kepada Petrus: “Itu Tuhan.” Ketika Petrus mendengar, bahwa itu adalah Tuhan, maka ia mengenakan pakaiannya, sebab ia tidak berpakaian, lalu terjun ke dalam danau.
8  Murid-murid yang lain datang dengan perahu karena mereka tidak jauh dari darat, hanya kira-kira dua ratus hasta saja dan mereka menghela jala yang penuh ikan itu.
9  Ketika mereka tiba di darat, mereka melihat api arang dan di atasnya ikan dan roti.
10  Kata Yesus kepada mereka: “Bawalah beberapa ikan, yang baru kamu tangkap itu.”
11  Simon Petrus naik ke perahu lalu menghela jala itu ke darat, penuh ikan-ikan besar: seratus lima puluh tiga ekor banyaknya, dan sungguhpun sebanyak itu, jala itu tidak koyak.
12  Kata Yesus kepada mereka: “Marilah dan sarapanlah.” Tidak ada di antara murid-murid itu yang berani bertanya kepada-Nya: “Siapakah Engkau?” Sebab mereka tahu, bahwa Ia adalah Tuhan.
13  Yesus maju ke depan, mengambil roti dan memberikannya kepada mereka, demikian juga ikan itu.
14  Itulah ketiga kalinya Yesus menampakkan diri kepada murid-murid-Nya sesudah Ia bangkit dari antara orang mati.

4 April 2013

Renungan Harian, 4 April 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Kamu adalah saksi dari semuanya ini. (Luk 24:35-48)

Injil hari ini mengingatkan kita untuk menjadi saksi pertobatan dan pengampunan dosa. Kita yang percaya dan beriman kepada Yesus harus memberikan kesaksian itu, ditempat kerja, keluarga dan komunitas kita. Kita tidak dapat tinggal diam jika kita telah mengalami keselamatan. Kesaksian dan pewartaan merupakan bagian penting dari kehidupan orang beriman kepada Yesus. Kita juga perlu senantiasa bertobat dan membaharui diri sebagai wujud rasa syukur kepada-Nya. Agar mereka yang melihat cara hidup kita akan terpanggil untuk membaharui diri juga.

Ya TUHAN, Tuhan kami, betapa mulianya nama-Mu di seluruh bumi! (Mzm 8:9)

Bacaan Lengkap hari ini :

35  Lalu kedua orang itupun menceriterakan apa yang terjadi di tengah jalan dan bagaimana mereka mengenal Dia pada waktu Ia memecah-mecahkan roti.
36 Dan sementara mereka bercakap-cakap tentang hal-hal itu, Yesus tiba-tiba berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata kepada mereka: “Damai sejahtera bagi kamu!”
37  Mereka terkejut dan takut dan menyangka bahwa mereka melihat hantu.
38  Akan tetapi Ia berkata kepada mereka: “Mengapa kamu terkejut dan apa sebabnya timbul keragu-raguan di dalam hati kamu?
39  Lihatlah tangan-Ku dan kaki-Ku: Aku sendirilah ini; rabalah Aku dan lihatlah, karena hantu tidak ada daging dan tulangnya, seperti yang kamu lihat ada pada-Ku.”
40  Sambil berkata demikian, Ia memperlihatkan tangan dan kaki-Nya kepada mereka.
41  Dan ketika mereka belum percaya karena girangnya dan masih heran, berkatalah Ia kepada mereka: “Adakah padamu makanan di sini?”
42  Lalu mereka memberikan kepada-Nya sepotong ikan goreng.
43  Ia mengambilnya dan memakannya di depan mata mereka.
44  Ia berkata kepada mereka: “Inilah perkataan-Ku, yang telah Kukatakan kepadamu ketika Aku masih bersama-sama dengan kamu, yakni bahwa harus digenapi semua yang ada tertulis tentang Aku dalam kitab Taurat Musa dan kitab nabi-nabi dan kitab Mazmur.”
45  Lalu Ia membuka pikiran mereka, sehingga mereka mengerti Kitab Suci.
46  Kata-Nya kepada mereka: “Ada tertulis demikian: Mesias harus menderita dan bangkit dari antara orang mati pada hari yang ketiga,
47  dan lagi: dalam nama-Nya berita tentang pertobatan dan pengampunan dosa harus disampaikan kepada segala bangsa, mulai dari Yerusalem.
48  Kamu adalah saksi dari semuanya ini.

« Newer PostsOlder Posts »

Powered by WordPress