Renungan Harian

21 April 2013

Renungan Harian, 21 April 2013 – Hari Minggu Panggilan

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku. (Yoh 10:27-30)

Tentang domba-domba dikatakan dua hal: Mendengarkan dan mengikut. Di mana kita mendengar suara Yesus? Pertama-tama dalam kitab suci. Makin sering kita membaca kitab suci, makin suara-Nya bergema dalam setiap situasi hidup. Misalnya dalam menghadapi orang bersalah: “Ampuni”. Mungkin saya protes. Ya, tapi sudah berkali kali. Sebagai domba Yesus saya menurut dan mengampuni lagi. Bila berbuat begitu, kita mungkin ditertawakan dan dianggap bodoh. Tapi bagi kita sendiri itu memberi sukacita yang besar.

Sebab TUHAN itu baik, kasih setia-Nya untuk selama-lamanya, dan kesetiaan-Nya tetap turun-temurun. (Mzm 100:5)

Bacaan Lengkap hari ini :

27  Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku,
28  dan Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorangpun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku.
29  Bapa-Ku, yang memberikan mereka kepada-Ku, lebih besar dari pada siapapun, dan seorangpun tidak dapat merebut mereka dari tangan Bapa.
30  Aku dan Bapa adalah satu.”

20 April 2013

Renungan Harian, 20 April 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Maka kata Yesus kepada kedua belas murid-Nya: “Apakah kamu tidak mau pergi juga?” (Yoh 6:60-69)

Kotbah Yesus kadang sangat keras sehingga murid-muridnya kecewa. Credo kita mengatakan : Yesus menderita sengsara, etc…. Apakah kita mau mengikuti Yesus yang seperti itu? Bagi mereka yang beriman militan, pasti akan ikut dengan bangga. Tetapi mereka yang ragu dalam mengikut Yesus, bisa saja merasa malu dan tidak mau ikut menderita. Kita perlu menyadari bahwa mengikuti Yesus adalah sebuah anugerah sekaligus tugas berat untuk menghayatinya dengan setia. Namun mereka yang bertahan sampai akhir, ia akan selamat.

 Bagaimana akan kubalas kepada TUHAN segala kebajikan-Nya kepadaku? (Mzm 116:12)

Bacaan Lengkap hari ini :

60 Sesudah mendengar semuanya itu banyak dari murid-murid Yesus yang berkata: “Perkataan ini keras, siapakah yang sanggup mendengarkannya?”
61  Yesus yang di dalam hati-Nya tahu, bahwa murid-murid-Nya bersungut-sungut tentang hal itu, berkata kepada mereka: “Adakah perkataan itu menggoncangkan imanmu?
62  Dan bagaimanakah, jikalau kamu melihat Anak Manusia naik ke tempat di mana Ia sebelumnya berada?
63  Rohlah yang memberi hidup, daging sama sekali tidak berguna. Perkataan-perkataan yang Kukatakan kepadamu adalah roh dan hidup.
64  Tetapi di antaramu ada yang tidak percaya.” Sebab Yesus tahu dari semula, siapa yang tidak percaya dan siapa yang akan menyerahkan Dia.
65  Lalu Ia berkata: “Sebab itu telah Kukatakan kepadamu: Tidak ada seorangpun dapat datang kepada-Ku, kalau Bapa tidak mengaruniakannya kepadanya.”
66  Mulai dari waktu itu banyak murid-murid-Nya mengundurkan diri dan tidak lagi mengikut Dia.
67  Maka kata Yesus kepada kedua belas murid-Nya: “Apakah kamu tidak mau pergi juga?”
68  Jawab Simon Petrus kepada-Nya: “Tuhan, kepada siapakah kami akan pergi? Perkataan-Mu adalah perkataan hidup yang kekal;
69  dan kami telah percaya dan tahu, bahwa Engkau adalah Yang Kudus dari Allah.”

19 April 2013

Renungan Harian, 19 April 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Barangsiapa makan roti ini, ia akan hidup selama-lamanya.” (Yoh 6:52-59)

Hari hari ini kita terus berbicara tentang “roti hidup”. Roti hidup tidak mudah dimengerti, apalagi hanya dengan menggunakan otak. Orang harus menggunakan imannya. Tanpa iman perkataan Yesus sulit dimengerti, karena maksud sebenarnya ialah agar manusia percaya pada Yesus sebagai roti hidup. Kita tahu bahwa iman tanpa perbuatan adalah iman yang mati. Sehingga setelah kita dikenyangkan dengan “roti yang hidup”, tiba saatnya kita mengenyangkan sesama, terutama yang terdesak kebutuhannya. Maka kita layak disebut orang yang percaya pada Yesus sebagai roti hidup.

Pujilah TUHAN, hai segala bangsa, megahkanlah Dia, hai segala suku bangsa! (Mzm 117:1)

Bacaan Lengkap hari ini :

52  Orang-orang Yahudi bertengkar antara sesama mereka dan berkata: “Bagaimana Ia ini dapat memberikan daging-Nya kepada kita untuk dimakan.”
53  Maka kata Yesus kepada mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jikalau kamu tidak makan daging Anak Manusia dan minum darah-Nya, kamu tidak mempunyai hidup di dalam dirimu.
54  Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia mempunyai hidup yang kekal dan Aku akan membangkitkan dia pada akhir zaman.
55  Sebab daging-Ku adalah benar-benar makanan dan darah-Ku adalah benar-benar minuman.
56  Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia.
57  Sama seperti Bapa yang hidup mengutus Aku dan Aku hidup oleh Bapa, demikian juga barangsiapa yang memakan Aku, akan hidup oleh Aku.
58  Inilah roti yang telah turun dari sorga, bukan roti seperti yang dimakan nenek moyangmu dan mereka telah mati. Barangsiapa makan roti ini, ia akan hidup selama-lamanya.
59  Semuanya ini dikatakan Yesus di Kapernaum ketika Ia mengajar di rumah ibadat.

18 April 2013

Renungan Harian, 18 April 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Sesungguhnya barangsiapa percaya, ia mempunyai hidup yang kekal. (Yoh 6:44-51)

Kita mendambakan hidup kekal, bahagia dan damai di surga setelah meninggal atau dipanggil Tuhan. karena itu, mari kita perdalam dan perkuat kepercayaan kita kepada Tuhan. Kita sering dengan begitu cermat dan kuat menyimpan barang berharga yang kita miliki, karena ketika barang berharga tersebut hilang, kita akan merasa tak berdaya lagi. Sabda atau kehendak Tuhan jauh lebih berharga daripada aneka jenis perhiasan ataupun harta manapun. Agar sabda Tuhan tak terlepas dari kita, hendaknya kita tidak melupakan doa-doa harian maupun membaca Kitab Suci.

Bersorak-sorailah bagi Allah, hai seluruh bumi, (Mzm 66:1)

Bacaan Lengkap hari ini :

44  Tidak ada seorangpun yang dapat datang kepada-Ku, jikalau ia tidak ditarik oleh Bapa yang mengutus Aku, dan ia akan Kubangkitkan pada akhir zaman.
45  Ada tertulis dalam kitab nabi-nabi: Dan mereka semua akan diajar oleh Allah. Dan setiap orang, yang telah mendengar dan menerima pengajaran dari Bapa, datang kepada-Ku.
46  Hal itu tidak berarti, bahwa ada orang yang telah melihat Bapa. Hanya Dia yang datang dari Allah, Dialah yang telah melihat Bapa.
47  Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa percaya, ia mempunyai hidup yang kekal.
48  Akulah roti hidup.
49  Nenek moyangmu telah makan manna di padang gurun dan mereka telah mati.
50  Inilah roti yang turun dari sorga: Barangsiapa makan dari padanya, ia tidak akan mati.
51  Akulah roti hidup yang telah turun dari sorga. Jikalau seorang makan dari roti ini, ia akan hidup selama-lamanya, dan roti yang Kuberikan itu ialah daging-Ku, yang akan Kuberikan untuk hidup dunia.”

17 April 2013

Renungan Harian, 17 April 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Akulah roti hidup; barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi (Yoh 6:35-40)

Orang suka mencari yang enak dan yang gampang. Mereka menginginkan roti itu yang tidak binasa dan memberi hidup kekal. Tapi Yesus terus menekankan bahwa diri-Nyalah roti hidup itu, dan bahwa satu-satunya yang perlu ialah percaya kepada-Nya. Percaya kepada Yesus berarti menerima Dia bulat-bulat. Percaya kepada Yesus artinya menerima perkataan-Nya sebagai sabda kehidupan, yang memberi kepuasan penuh dan jaminan kebangkitan badan dan kehidupan kekal. Iman adalah anugerah Allah yang diberi kepada yang memohonnya dengan rendah hati.

 Bersorak-sorailah bagi Allah, hai seluruh bumi, (Mzm 65:1)

Bacaan Lengkap hari ini :

35  Kata Yesus kepada mereka: “Akulah roti hidup; barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi, dan barangsiapa percaya kepada-Ku, ia tidak akan haus lagi.
36  Tetapi Aku telah berkata kepadamu: Sungguhpun kamu telah melihat Aku, kamu tidak percaya.
37  Semua yang diberikan Bapa kepada-Ku akan datang kepada-Ku, dan barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan Kubuang.
38  Sebab Aku telah turun dari sorga bukan untuk melakukan kehendak-Ku, tetapi untuk melakukan kehendak Dia yang telah mengutus Aku.
39  Dan Inilah kehendak Dia yang telah mengutus Aku, yaitu supaya dari semua yang telah diberikan-Nya kepada-Ku jangan ada yang hilang, tetapi supaya Kubangkitkan pada akhir zaman.
40  Sebab inilah kehendak Bapa-Ku, yaitu supaya setiap orang, yang melihat Anak dan yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal, dan supaya Aku membangkitkannya pada akhir zaman.”

16 April 2013

Renungam Harian, 16 April 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Akulah roti hidup; barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi, dan barangsiapa percaya kepada-Ku, ia tidak akan haus lagi. (Yoh 6:30-35)

Yesus menjamin kepuasan bagi setiap orang yang percaya dan datang kepada-Nya. karena itu, “Tuhan saja cukup,” kata St. Teresa dari Avila. Ia tidak lari menghindar atau mencari kekuatan lain, juga ketika ada masalah. Kiranya kita semua memahami makna tanda berupa roti yang dari Allah yaitu roti yang turun dari surga dan yang memberi hidup kepada dunia. Yesus ingin menunjukkan bahwa roti surgawi itu adalah diri-Nya sendiri.

Ke dalam tangan-Mulah kuserahkan nyawaku; Engkau membebaskan aku, ya TUHAN, Allah yang setia. (Mzm 31:5)

Bacaan lengkap hari ini :

30  Maka kata mereka kepada-Nya: “Tanda apakah yang Engkau perbuat, supaya dapat kami melihatnya dan percaya kepada-Mu? Pekerjaan apakah yang Engkau lakukan?
31  Nenek moyang kami telah makan manna di padang gurun, seperti ada tertulis: Mereka diberi-Nya makan roti dari sorga.”
32  Maka kata Yesus kepada mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya bukan Musa yang memberikan kamu roti dari sorga, melainkan Bapa-Ku yang memberikan kamu roti yang benar dari sorga.
33  Karena roti yang dari Allah ialah roti yang turun dari sorga dan yang memberi hidup kepada dunia.”
34  Maka kata mereka kepada-Nya: “Tuhan, berikanlah kami roti itu senantiasa.”
35  Kata Yesus kepada mereka: “Akulah roti hidup; barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi, dan barangsiapa percaya kepada-Ku, ia tidak akan haus lagi.”

15 April 2013

Renungan Harian, 15 April 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Inilah pekerjaan yang dikehendaki Allah, yaitu hendaklah kamu percaya kepada Dia yang telah diutus Allah.” (Yoh 6:22-29)

Apa balasan dan tanggapan kita atas cinta dan kebaikan Allah? Kita diundang untuk percaya kepada-Nya agar kita diselamatkan. Namunpercaya saja tidak cukup. Kita juga diminta untuk menunjukkan kepercayaan kita dalam hidup sehari-hari. Itulah hidup yang ekaristis, yang dijiwai oleh semangat kristus. Salah satunya adalah semangat berkorban, baik bagi Tuhan maupun sesama. Kita mau mempersembahkan diri dan hidup kita bagi Tuhan dan sesama.

Aku telah memilih jalan kebenaran, telah menempatkan hukum-hukum-Mu di hadapanku. (Mzm 119:30)

Bacaan lengkap hari ini :

22 Pada keesokan harinya orang banyak, yang masih tinggal di seberang, melihat bahwa di situ tidak ada perahu selain dari pada yang satu tadi dan bahwa Yesus tidak turut naik ke perahu itu bersama-sama dengan murid-murid-Nya, dan bahwa murid-murid-Nya saja yang berangkat.
23  Tetapi sementara itu beberapa perahu lain datang dari Tiberias dekat ke tempat mereka makan roti, sesudah Tuhan mengucapkan syukur atasnya.
24  Ketika orang banyak melihat, bahwa Yesus tidak ada di situ dan murid-murid-Nya juga tidak, mereka naik ke perahu-perahu itu lalu berangkat ke Kapernaum untuk mencari Yesus.
25  Ketika orang banyak menemukan Yesus di seberang laut itu, mereka berkata kepada-Nya: “Rabi, bilamana Engkau tiba di sini?”
26  Yesus menjawab mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya kamu mencari Aku, bukan karena kamu telah melihat tanda-tanda, melainkan karena kamu telah makan roti itu dan kamu kenyang.
27  Bekerjalah, bukan untuk makanan yang akan dapat binasa, melainkan untuk makanan yang bertahan sampai kepada hidup yang kekal, yang akan diberikan Anak Manusia kepadamu; sebab Dialah yang disahkan oleh Bapa, Allah, dengan meterai-Nya.”
28 Lalu kata mereka kepada-Nya: “Apakah yang harus kami perbuat, supaya kami mengerjakan pekerjaan yang dikehendaki Allah?”
29  Jawab Yesus kepada mereka: “Inilah pekerjaan yang dikehendaki Allah, yaitu hendaklah kamu percaya kepada Dia yang telah diutus Allah.”

14 April 2013

Renungan Harian, 14 April 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku lebih dari pada mereka ini? (Yoh 21:1-19)

Sampai tiga kali Yesus bertanya apakah Petrus mengasihi Dia. Apakah Yesus meragukan kasih Petrus? Tentu tidak. Tapi Petrus perlu menegaskannya sebelum menerima tugas yang dipercayakan kepadanya sebagai Gembala Gereja. Ia tidak usah menjalani macam-macam test. Satu syarat itu saja sudah cukup. Orang yang mencintai Yesus akan membawa domba-dombanya kepada cinta dan persahabatan dengan Yesus, dan tidak menjahatinya. Ia juga tidak akan memakai mereka bagi kepentingannya sendiri. Jika Yesus bertanya apakah kita mengasihi-Nya? Apakah jawaban kita?

TUHAN, Allahku, untuk selama-lamanya aku mau menyanyikan syukur bagi-Mu. (Mzm 30:13)

Bacaan Lengkap hari ini :

1 ¶  Kemudian Yesus menampakkan diri lagi kepada murid-murid-Nya di pantai danau Tiberias dan Ia menampakkan diri sebagai berikut.
2  Di pantai itu berkumpul Simon Petrus, Tomas yang disebut Didimus, Natanael dari Kana yang di Galilea, anak-anak Zebedeus dan dua orang murid-Nya yang lain.
3  Kata Simon Petrus kepada mereka: “Aku pergi menangkap ikan.” Kata mereka kepadanya: “Kami pergi juga dengan engkau.” Mereka berangkat lalu naik ke perahu, tetapi malam itu mereka tidak menangkap apa-apa.
4  Ketika hari mulai siang, Yesus berdiri di pantai; akan tetapi murid-murid itu tidak tahu, bahwa itu adalah Yesus.
5  Kata Yesus kepada mereka: “Hai anak-anak, adakah kamu mempunyai lauk-pauk?” Jawab mereka: “Tidak ada.”
6  Maka kata Yesus kepada mereka: “Tebarkanlah jalamu di sebelah kanan perahu, maka akan kamu peroleh.” Lalu mereka menebarkannya dan mereka tidak dapat menariknya lagi karena banyaknya ikan.
7  Maka murid yang dikasihi Yesus itu berkata kepada Petrus: “Itu Tuhan.” Ketika Petrus mendengar, bahwa itu adalah Tuhan, maka ia mengenakan pakaiannya, sebab ia tidak berpakaian, lalu terjun ke dalam danau.
8  Murid-murid yang lain datang dengan perahu karena mereka tidak jauh dari darat, hanya kira-kira dua ratus hasta saja dan mereka menghela jala yang penuh ikan itu.
9  Ketika mereka tiba di darat, mereka melihat api arang dan di atasnya ikan dan roti.
10  Kata Yesus kepada mereka: “Bawalah beberapa ikan, yang baru kamu tangkap itu.”
11  Simon Petrus naik ke perahu lalu menghela jala itu ke darat, penuh ikan-ikan besar: seratus lima puluh tiga ekor banyaknya, dan sungguhpun sebanyak itu, jala itu tidak koyak.
12  Kata Yesus kepada mereka: “Marilah dan sarapanlah.” Tidak ada di antara murid-murid itu yang berani bertanya kepada-Nya: “Siapakah Engkau?” Sebab mereka tahu, bahwa Ia adalah Tuhan.
13  Yesus maju ke depan, mengambil roti dan memberikannya kepada mereka, demikian juga ikan itu.
14  Itulah ketiga kalinya Yesus menampakkan diri kepada murid-murid-Nya sesudah Ia bangkit dari antara orang mati.
15 ¶  Sesudah sarapan Yesus berkata kepada Simon Petrus: “Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku lebih dari pada mereka ini?” Jawab Petrus kepada-Nya: “Benar Tuhan, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau.” Kata Yesus kepadanya: “Gembalakanlah domba-domba-Ku.”
16  Kata Yesus pula kepadanya untuk kedua kalinya: “Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?” Jawab Petrus kepada-Nya: “Benar Tuhan, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau.” Kata Yesus kepadanya: “Gembalakanlah domba-domba-Ku.”
17  Kata Yesus kepadanya untuk ketiga kalinya: “Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?” Maka sedih hati Petrus karena Yesus berkata untuk ketiga kalinya: “Apakah engkau mengasihi Aku?” Dan ia berkata kepada-Nya: “Tuhan, Engkau tahu segala sesuatu, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau.” Kata Yesus kepadanya: “Gembalakanlah domba-domba-Ku.
18  Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ketika engkau masih muda engkau mengikat pinggangmu sendiri dan engkau berjalan ke mana saja kaukehendaki, tetapi jika engkau sudah menjadi tua, engkau akan mengulurkan tanganmu dan orang lain akan mengikat engkau dan membawa engkau ke tempat yang tidak kaukehendaki.”
19  Dan hal ini dikatakan-Nya untuk menyatakan bagaimana Petrus akan mati dan memuliakan Allah. Sesudah mengatakan demikian Ia berkata kepada Petrus: “Ikutlah Aku.”

13 April 2013

Renungan Harian, 13 April 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

sedang laut bergelora karena angin kencang. (Yoh 6:16-21)

Perahu kehidupan kita pun sering diombang ambingkan angin sakal, sampai seperti tiada harapan lagi. Dalam situasi seperti itu Yesus membantu kita sambil memberi teladan : Ketika orang berduyun duyun emndatangi-Nya, Ia memberi pertolongan, tetapi segera Ia mengambil waktu sendiri, menyepi dan berdoa. Keheningan dan doa, membuat orang mampu melihat persoalan dan peran Tuhan didalamnya. Maka bila angin ribut dan malam gelap kehidupan kita terjadi, jangan panik. Berdoa dan heninglah. Biarkan Tuhan masuk ke dalam perahu hidup kita, agar kita sampai ditujuan.

Sesungguhnya, mata TUHAN tertuju kepada mereka yang takut akan Dia, kepada mereka yang berharap akan kasih setia-Nya, (Mzm 33:18)

Bacaan Lengkap hari ini :

16  Dan ketika hari sudah mulai malam, murid-murid Yesus pergi ke danau, lalu naik ke perahu
17  dan menyeberang ke Kapernaum. Ketika hari sudah gelap Yesus belum juga datang mendapatkan mereka,
18  sedang laut bergelora karena angin kencang.
19  Sesudah mereka mendayung kira-kira dua tiga mil jauhnya, mereka melihat Yesus berjalan di atas air mendekati perahu itu. Maka ketakutanlah mereka.
20  Tetapi Ia berkata kepada mereka: “Aku ini, jangan takut!”
21  Mereka mau menaikkan Dia ke dalam perahu, dan seketika juga perahu itu sampai ke pantai yang mereka tujui.

12 April 2013

Renungan Harian, 12 April 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Di sini ada seorang anak, yang mempunyai lima roti jelai dan dua ikan; tetapi apakah artinya itu untuk orang sebanyak ini?” (Yoh 6:1-15)

Kita sering menghadapi situasi di mana kebutuhan jauh lebih besar daripada persediaan. Apa daya? Bagi Yesus itu bukan soal. Ia mengucap syukur atas rezeki yang ada lalu mulai membagi-bagikannya.  Ternyata apa yang dibagi-bagi itu tidak kurang malah berlebih.  Orang yang tahu memberi dengan murah hati selalu hidup dalam kelimpahan, sedangkan orang yang menjaga miliknya untuk diri sendiri selalu kekurangan. Orang yang tahu berbagi lumbungnya tak pernah akan kosong.

Satu hal telah kuminta kepada TUHAN, itulah yang kuingini: diam di rumah TUHAN seumur hidupku, menyaksikan kemurahan TUHAN dan menikmati bait-Nya. (Mzm 27:4)

Bacaan Lengkap hari ini :

1 Sesudah itu Yesus berangkat ke seberang danau Galilea, yaitu danau Tiberias.
2  Orang banyak berbondong-bondong mengikuti Dia, karena mereka melihat mujizat-mujizat penyembuhan, yang diadakan-Nya terhadap orang-orang sakit.
3  Dan Yesus naik ke atas gunung dan duduk di situ dengan murid-murid-Nya.
4  Dan Paskah, hari raya orang Yahudi, sudah dekat.
5  Ketika Yesus memandang sekeliling-Nya dan melihat, bahwa orang banyak berbondong-bondong datang kepada-Nya, berkatalah Ia kepada Filipus: “Di manakah kita akan membeli roti, supaya mereka ini dapat makan?”
6  Hal itu dikatakan-Nya untuk mencobai dia, sebab Ia sendiri tahu, apa yang hendak dilakukan-Nya.
7  Jawab Filipus kepada-Nya: “Roti seharga dua ratus dinar tidak akan cukup untuk mereka ini, sekalipun masing-masing mendapat sepotong kecil saja.”
8  Seorang dari murid-murid-Nya, yaitu Andreas, saudara Simon Petrus, berkata kepada-Nya:
“Di sini ada seorang anak, yang mempunyai lima roti jelai dan dua ikan; tetapi apakah artinya itu untuk orang sebanyak ini?”
10  Kata Yesus: “Suruhlah orang-orang itu duduk.” Adapun di tempat itu banyak rumput. Maka duduklah orang-orang itu, kira-kira lima ribu laki-laki banyaknya.
11  Lalu Yesus mengambil roti itu, mengucap syukur dan membagi-bagikannya kepada mereka yang duduk di situ, demikian juga dibuat-Nya dengan ikan-ikan itu, sebanyak yang mereka kehendaki.
12  Dan setelah mereka kenyang Ia berkata kepada murid-murid-Nya: “Kumpulkanlah potongan-potongan yang lebih supaya tidak ada yang terbuang.”
13  Maka merekapun mengumpulkannya, dan mengisi dua belas bakul penuh dengan potongan-potongan dari kelima roti jelai yang lebih setelah orang makan.
14  Ketika orang-orang itu melihat mujizat yang telah diadakan-Nya, mereka berkata: “Dia ini adalah benar-benar nabi yang akan datang ke dalam dunia.”
15 Karena Yesus tahu, bahwa mereka hendak datang dan hendak membawa Dia dengan paksa untuk menjadikan Dia raja, Ia menyingkir pula ke gunung, seorang diri.

« Newer PostsOlder Posts »

Powered by WordPress