Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang marah terhadap saudaranya harus dihukum (Mat 5:20-26)
Bukan hanya marah kepada saudara, tetapi kepada semua orang juga harus diingatkan! Marah adalah manusiawi, tidak dapat dihindari. Namun hendaklah ungkapan kemarahan ini bernuansa kasih. Bukan bernuansa arogansi kekuasaan. Marah sebaiknya diubah menjadi ungkapan kasih untuk kebaikan orang yang melakukan kesalahan. Ini bukan pekerjaan yang mudah, tapi juga bukan sesuatu yang mustahil. Saat saya mengeluh pada ibu saya tentang pembantu yang selalu membuat kesalahan, dengan lembut beliau berkata, marah lah dengan kasih ya! Kalimat yang tidak pernah saya lupakan sampai saat ini.
Jika Engkau, ya TUHAN, mengingat-ingat kesalahan-kesalahan, Tuhan, siapakah yang dapat tahan? (Mzm 130:3)