Renungan Harian

19 August 2013

Renungan Harian, 19 Agustus 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Jikalau engkau hendak sempurna, pergilah, juallah segala milikmu dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin” (Mat 19:16-22)

Ternyata, kehidupan sempurna itu tidak ditentukan oleh harta milik, tetapi oleh iman akan Allah. Orang yang beriman kepada Allah selalu perduli pada sesamanya yang terdesak kebutuhannya. Sayang, orang muda itu tidak berani mengambil resiko iman,menjual segala miliknya. Bagaimana dengan kita semua?

Ia ingat akan perjanjian-Nya karena mereka, dan menyesal sesuai dengan kasih setia-Nya yang besar Mzm 106:45

Bacaan lengkap hari ini :

16 Ada seorang datang kepada Yesus, dan berkata: “Guru, perbuatan baik apakah yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?”
17  Jawab Yesus: “Apakah sebabnya engkau bertanya kepada-Ku tentang apa yang baik? Hanya Satu yang baik. Tetapi jikalau engkau ingin masuk ke dalam hidup, turutilah segala perintah Allah.”
18  Kata orang itu kepada-Nya: “Perintah yang mana?” Kata Yesus: “Jangan membunuh, jangan berzinah, jangan mencuri, jangan mengucapkan saksi dusta,
19  hormatilah ayahmu dan ibumu dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.”
20  Kata orang muda itu kepada-Nya: “Semuanya itu telah kuturuti, apa lagi yang masih kurang?”
21  Kata Yesus kepadanya: “Jikalau engkau hendak sempurna, pergilah, juallah segala milikmu dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga, kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku.”
22  Ketika orang muda itu mendengar perkataan itu, pergilah ia dengan sedih, sebab banyak hartanya.

18 August 2013

Renungan Harian, 18 Agustus 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk membawa damai di atas bumi? Bukan, kata-Ku kepadamu, bukan damai, melainkan pertentangan.(Luk 12:49-53)

Pernyataan itu mengejutkan. Bukankah Yesus itu Raja damai, dan menginginkan semua pengikut-Nya hidup dalam damai? Benar! Pertentangan itu bukan dari Yesus melainkan reaksi orang terhadap Yesus. Misalnya, dalam satu keluarga ibu dan anak bungsu menjadi pengikut Kristus. Itu ditentang oleh bapak dan anak-anak yang lain. Jadilah perpecahan di dalam keluarga. Yesus tidak pernah memaksa dan atau memakai kekerasan. Ia mengajar kita mengasihi dan meng-ampuni juga orang-orang yang memusuhi, menentang dan menindas kita.

Aku sangat menanti-nantikan TUHAN; lalu Ia menjenguk kepadaku dan mendengar teriakku minta tolong. (Mzm 40:2)

Bacaan lengkap hari ini :

49  ”Aku datang untuk melemparkan api ke bumi dan betapakah Aku harapkan, api itu telah menyala!
50  Aku harus menerima baptisan, dan betapakah susahnya hati-Ku, sebelum hal itu berlangsung!
51  Kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk membawa damai di atas bumi? Bukan, kata-Ku kepadamu, bukan damai, melainkan pertentangan.
52  Karena mulai dari sekarang akan ada pertentangan antara lima orang di dalam satu rumah, tiga melawan dua dan dua melawan tiga.
53  Mereka akan saling bertentangan, ayah melawan anaknya laki-laki dan anak laki-laki melawan ayahnya, ibu melawan anaknya perempuan, dan anak perempuan melawan ibunya, ibu mertua melawan menantunya perempuan dan menantu perempuan melawan ibu mertuanya.”

17 August 2013

Renungan Harian, 17 Agustus 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Engkau tidak takut kepada siapapun juga, sebab Engkau tidak mencari muka. (Mat 22:15-21)

Orang-orang Farisi mau menjerat Yesus dengan pertanyaan tentang politik. Kata pengantar itu bagi mereka mungkin hanya basa basi, tapi mengandung kebenaran yang dalam. Seandainya semua orang Indonesia dari pimpinan yang tertinggi sampai tukang mencabut rumput itu orang jujur, tidak takut kepada siapa pun sebab tidak mencari muka, betapa sejahteranya negara kita ini. Maka kita tidak lagi berbondong-bondong pergi mencari nafkah di negeri orang. Tidak ada pengemis atau gelandangan. Semua hidup makmur dan sejahtera di negeri yang kaya raya ini. Kabulkanlah doa kami, ya Tuhan.

Mataku tertuju kepada orang-orang yang setiawan di negeri, supaya mereka diam bersama-sama dengan aku. Orang yang hidup dengan cara yang tak bercela, akan melayani aku. (Mzm 101:6)

Bacaan Lengkap hari ini :

15 Kemudian pergilah orang-orang Farisi; mereka berunding bagaimana mereka dapat menjerat Yesus dengan suatu pertanyaan.
16  Mereka menyuruh murid-murid mereka bersama-sama orang-orang Herodian bertanya kepada-Nya: “Guru, kami tahu, Engkau adalah seorang yang jujur dan dengan jujur mengajar jalan Allah dan Engkau tidak takut kepada siapapun juga, sebab Engkau tidak mencari muka.
17  Katakanlah kepada kami pendapat-Mu: Apakah diperbolehkan membayar pajak kepada Kaisar atau tidak?”
18  Tetapi Yesus mengetahui kejahatan hati mereka itu lalu berkata: “Mengapa kamu mencobai Aku, hai orang-orang munafik?
19  Tunjukkanlah kepada-Ku mata uang untuk pajak itu.” Mereka membawa suatu dinar kepada-Nya.
20  Maka Ia bertanya kepada mereka: “Gambar dan tulisan siapakah ini?”
21  Jawab mereka: “Gambar dan tulisan Kaisar.” Lalu kata Yesus kepada mereka: “Berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah.”

16 August 2013

Renungan Harian, 16 Agustus 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia.” (Mat 19:3-12)

Memang sangat berat untuk mempertahankan suatu perkawinan. Allah mengetahui kekuatan dan kelemahan kita. Dia telah memberi kepercayaan dengan memberi tugas yang sesuai dengan kemampuan kita. Allah senantiasa mendampingi kita, terlebih pada saat yang paling sulit. Apabila kita telah menerima panggilan untuk hidup sebagai suami isteri, maka kita harus mempertanggung jawabkannya kepada Allah. Mari kita senantiasa mohon bimbingan Roh Kudus agar Dia menerangi perjalanan hidup kita sehingga dapat setia sampai mati.

Bersyukurlah kepada Allah segala allah! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya. (Mzm 136:2)

Bacaan Lengkap hari ini :

3 Maka datanglah orang-orang Farisi kepada-Nya untuk mencobai Dia. Mereka bertanya: “Apakah diperbolehkan orang menceraikan isterinya dengan alasan apa saja?”
4  Jawab Yesus: “Tidakkah kamu baca, bahwa Ia yang menciptakan manusia sejak semula menjadikan mereka laki-laki dan perempuan?
5  Dan firman-Nya: Sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayah dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya itu menjadi satu daging.
6  Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia.
7  Kata mereka kepada-Nya: “Jika demikian, apakah sebabnya Musa memerintahkan untuk memberikan surat cerai jika orang menceraikan isterinya?”
8  Kata Yesus kepada mereka: “Karena ketegaran hatimu Musa mengizinkan kamu menceraikan isterimu, tetapi sejak semula tidaklah demikian.
9  Tetapi Aku berkata kepadamu: Barangsiapa menceraikan isterinya, kecuali karena zinah, lalu kawin dengan perempuan lain, ia berbuat zinah.”
10  Murid-murid itu berkata kepada-Nya: “Jika demikian halnya hubungan antara suami dan isteri, lebih baik jangan kawin.”
11  Akan tetapi Ia berkata kepada mereka: “Tidak semua orang dapat mengerti perkataan itu, hanya mereka yang dikaruniai saja.
12  Ada orang yang tidak dapat kawin karena ia memang lahir demikian dari rahim ibunya, dan ada orang yang dijadikan demikian oleh orang lain, dan ada orang yang membuat dirinya demikian karena kemauannya sendiri oleh karena Kerajaan Sorga. Siapa yang dapat mengerti hendaklah ia mengerti.”

15 August 2013

Renungan Harian, 15 Agustus 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Bukankah engkaupun harus mengasihani kawanmu seperti aku telah mengasihani engkau?” (Mat 18:21-19:1)

Yesus mengundang kita untuk menghayati pengampunan dalam hidup sehari-hari. Pengampunan harus kita lakukan tanpa batas. Memang berat, apalagi kalau sesama atau saudara kita telah banyak menyakiti dan mengecewakan kita. Pengampunan tanpa batas ini begitu penting, karena jika tidak demikian, pengampunan yang diberikan Allah kepada kita akan ditarik kembali. Orang yang tidak mengampuni dikucilkan dari belas kasih Allah. Singkatnya, pengampunan harus kita berikan dengan segenap hati dan tanpa batas, jika kita ingin menerima pengampunan Tuhan.

Gemetarlah, hai bumi, di hadapan TUHAN, di hadapan Allah Yakub, (Mzm 114:7)

Bacaan Lengkap hari ini :

21 Kemudian datanglah Petrus dan berkata kepada Yesus: “Tuhan, sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku jika ia berbuat dosa terhadap aku? Sampai tujuh kali?”
22  Yesus berkata kepadanya: “Bukan! Aku berkata kepadamu: Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali.
23  Sebab hal Kerajaan Sorga seumpama seorang raja yang hendak mengadakan perhitungan dengan hamba-hambanya.
24  Setelah ia mulai mengadakan perhitungan itu, dihadapkanlah kepadanya seorang yang berhutang sepuluh ribu talenta.
25  Tetapi karena orang itu tidak mampu melunaskan hutangnya, raja itu memerintahkan supaya ia dijual beserta anak isterinya dan segala miliknya untuk pembayar hutangnya.
26  Maka sujudlah hamba itu menyembah dia, katanya: Sabarlah dahulu, segala hutangku akan kulunaskan.
27  Lalu tergeraklah hati raja itu oleh belas kasihan akan hamba itu, sehingga ia membebaskannya dan menghapuskan hutangnya.
28  Tetapi ketika hamba itu keluar, ia bertemu dengan seorang hamba lain yang berhutang seratus dinar kepadanya. Ia menangkap dan mencekik kawannya itu, katanya: Bayar hutangmu!
29  Maka sujudlah kawannya itu dan memohon kepadanya: Sabarlah dahulu, hutangku itu akan kulunaskan.
30  Tetapi ia menolak dan menyerahkan kawannya itu ke dalam penjara sampai dilunaskannya hutangnya.
31  Melihat itu kawan-kawannya yang lain sangat sedih lalu menyampaikan segala yang terjadi kepada tuan mereka.
32  Raja itu menyuruh memanggil orang itu dan berkata kepadanya: Hai hamba yang jahat, seluruh hutangmu telah kuhapuskan karena engkau memohonkannya kepadaku.
33  Bukankah engkaupun harus mengasihani kawanmu seperti aku telah mengasihani engkau?
34  Maka marahlah tuannya itu dan menyerahkannya kepada algojo-algojo, sampai ia melunaskan seluruh hutangnya.
35  Maka Bapa-Ku yang di sorga akan berbuat demikian juga terhadap kamu, apabila kamu masing-masing tidak mengampuni saudaramu dengan segenap hatimu.”
1 Setelah Yesus selesai dengan pengajaran-Nya itu, berangkatlah Ia dari Galilea dan tiba di daerah Yudea yang di seberang sungai Yordan.

14 August 2013

Renungan Harian, 14 Agustus 2013 – Peringatan Wajib Santo Maximilianus Maria Kolbe, Imam dan Martir

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Dan jika ia tidak mau juga mendengarkan jemaat, pandanglah dia sebagai seorang yang tidak mengenal Allah atau seorang pemungut cukai”. (Mat 18:15-20)

St. Maximilianus Kolbe yang kita rayakan peringatannya hari ini adalah seorang jurnalis penentang Nazi. Dengan lantang dan terus terang, ia mengkritik kebobrokan Nazi. Akibatnya dia disuntik mati di kamp Auschwitz, Polandia. Jadi, apa yang benar katakanlah dengan benar; dan apa yang salah katakan salah. Kesalahan patut dikoreksi dalam suasana persaudaraan, bukan untuk digunjingkan, tetapi jika yang dikoreksi menolak, maka anggaplah dia tidak mengenal Allah. Itulah gaya hidup Kristiani.

Pujilah Allah kami, hai bangsa-bangsa, dan perdengarkanlah puji-pujian kepada-Nya! Ia mempertahankan jiwa kami di dalam hidup dan tidak membiarkan kaki kami goyah. (Mzm 66:8-9)

Bacaan Lengkap hari ini :

15 “Apabila saudaramu berbuat dosa, tegorlah dia di bawah empat mata. Jika ia mendengarkan nasihatmu engkau telah mendapatnya kembali.
16  Jika ia tidak mendengarkan engkau, bawalah seorang atau dua orang lagi, supaya atas keterangan dua atau tiga orang saksi, perkara itu tidak disangsikan.
17  Jika ia tidak mau mendengarkan mereka, sampaikanlah soalnya kepada jemaat. Dan jika ia tidak mau juga mendengarkan jemaat, pandanglah dia sebagai seorang yang tidak mengenal Allah atau seorang pemungut cukai.
18  Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya apa yang kamu ikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kamu lepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga.
19  Dan lagi Aku berkata kepadamu: Jika dua orang dari padamu di dunia ini sepakat meminta apapun juga, permintaan mereka itu akan dikabulkan oleh Bapa-Ku yang di sorga.
20  Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam Nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka.”

13 August 2013

Renungan Harian, 13 Agustus 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Sedangkan barangsiapa merendahkan diri dan menjadi seperti anak kecil ini, dialah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga”. (Mat 18:1-5.10.12-14)

Upaya seseorang untuk kembali melaksanakan tugas hariannya dengan baik dan setia adalah bentuk pertobatan. Merendahkan diri berarti menerima peran hidup yang biasa, guru, karyawan, orang tua dan berbagai peran dengan tulus dan gembira. Dengan tampil apa adanya, tidak dibuat-buat, sederhana seperti anak, mengandalkan Tuhan, memegang tangan-Nya, ikut bimbingan-Nya sampai ke tujuan. Itulah yang terbesar dalam Kerajaan Surga.

Tetapi bagian TUHAN ialah umat-Nya, Yakub ialah milik yang ditetapkan bagi-Nya. (Ul 32:9)

Bacaan Lengkap hari ini :

1 Pada waktu itu datanglah murid-murid itu kepada Yesus dan bertanya: “Siapakah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga?”
2  Maka Yesus memanggil seorang anak kecil dan menempatkannya di tengah-tengah mereka
3  lalu berkata: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga.
4  Sedangkan barangsiapa merendahkan diri dan menjadi seperti anak kecil ini, dialah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga.
5  Dan barangsiapa menyambut seorang anak seperti ini dalam nama-Ku, ia menyambut Aku.”
10  Ingatlah, jangan menganggap rendah seorang dari anak-anak kecil ini. Karena Aku berkata kepadamu: Ada malaikat mereka di sorga yang selalu memandang wajah Bapa-Ku yang di sorga.
12  ”Bagaimana pendapatmu? Jika seorang mempunyai seratus ekor domba, dan seekor di antaranya sesat, tidakkah ia akan meninggalkan yang sembilan puluh sembilan ekor di pegunungan dan pergi mencari yang sesat itu?
13  Dan Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya jika ia berhasil menemukannya, lebih besar kegembiraannya atas yang seekor itu dari pada atas yang kesembilan puluh sembilan ekor yang tidak sesat.
14  Demikian juga Bapamu yang di sorga tidak menghendaki supaya seorangpun dari anak-anak ini hilang.”

12 August 2013

Renungan Harian, 12 Agustus 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Tetapi supaya jangan kita menjadi batu sandungan bagi mereka (Mat 17:22-27)
Yesus menjelaskan kepada Petrus bahwa rakyat seharusnya bebas dari pajak. Walaupun begitu, Yesus menyuruh Petrus menangkap ikan untuk membayar pajak supaya tidak menjadi batu sandungan. Sungguh menarik cara Yesus: Ia tidak menjalankan keadilan dengan kaku. Ia tidak mencari ribut tapi menempuh jalan damai. Bagi kita yang hidup dalam masyarakat ada banyak hal yang membingungkan. Beberapa patokan: Jangan berbuat dosa atau kejahatan. Setiap waktu lakukan yang benar, berbuat baik, amalkan kasih, meski rugi. Jangan menjadi batu sandungan.

Megahkanlah TUHAN, hai Yerusalem, pujilah Allahmu, hai Sion! (Mzm 147:12)

Bacaan Lengkap hari ini :

22 Pada waktu Yesus dan murid-murid-Nya bersama-sama di Galilea, Ia berkata kepada mereka: “Anak Manusia akan diserahkan ke dalam tangan manusia
23  dan mereka akan membunuh Dia dan pada hari ketiga Ia akan dibangkitkan.” Maka hati murid-murid-Nya itupun sedih sekali.
24 Ketika Yesus dan murid-murid-Nya tiba di Kapernaum datanglah pemungut bea Bait Allah kepada Petrus dan berkata: “Apakah gurumu tidak membayar bea dua dirham itu?”
25  Jawabnya: “Memang membayar.” Dan ketika Petrus masuk rumah, Yesus mendahuluinya dengan pertanyaan: “Apakah pendapatmu, Simon? Dari siapakah raja-raja dunia ini memungut bea dan pajak? Dari rakyatnya atau dari orang asing?”
26  Jawab Petrus: “Dari orang asing!” Maka kata Yesus kepadanya: “Jadi bebaslah rakyatnya.
27  Tetapi supaya jangan kita menjadi batu sandungan bagi mereka, pergilah memancing ke danau. Dan ikan pertama yang kaupancing, tangkaplah dan bukalah mulutnya, maka engkau akan menemukan mata uang empat dirham di dalamnya. Ambillah itu dan bayarkanlah kepada mereka, bagi-Ku dan bagimu juga.”

11 August 2013

Renungan Harian, 11 Agustus 2013 – Hari Raya Santa Perawan Maria Diangkat Ke Surga

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Siapakah aku ini sampai ibu Tuhanku datang mengunjungi aku?” (Luk 1:39-56)

Kunjungan Maria kerumah Elisabet sangat mengejutkan Elisabet. Kunjungan secara fisik memungkinkan orang membantu yang dikunjungi dengan lebih nyata. Kita bisa mengunjungi sahabat melalui internet atau HP, tetapi tidak mungkin bisa memberikan bantuan secara nyata. Kunjungan secara fisik memungkinkan orang memahami secara utuh keberadaan orang yang dikunjungi. Sehingga memungkinkan makin tumbuhnya simpati dan empati. Kunjungan Maria kerumah Zakharia untuk mengunjungi Elisabet saudaranya telah membuktikan bahwa kunjungan persaudaraan sangatlah penting.

sebab itu bangsa-bangsa akan bersyukur kepadamu untuk seterusnya dan selamanya. (Mzm 45:17)

Bacaan lengkap hari ini :

39 Beberapa waktu kemudian berangkatlah Maria dan langsung berjalan ke pegunungan menuju sebuah kota di Yehuda.
40  Di situ ia masuk ke rumah Zakharia dan memberi salam kepada Elisabet.
41  Dan ketika Elisabet mendengar salam Maria, melonjaklah anak yang di dalam rahimnya dan Elisabetpun penuh dengan Roh Kudus,
42  lalu berseru dengan suara nyaring: “Diberkatilah engkau di antara semua perempuan dan diberkatilah buah rahimmu.
43  Siapakah aku ini sampai ibu Tuhanku datang mengunjungi aku?
44  Sebab sesungguhnya, ketika salammu sampai kepada telingaku, anak yang di dalam rahimku melonjak kegirangan.
45  Dan berbahagialah ia, yang telah percaya, sebab apa yang dikatakan kepadanya dari Tuhan, akan terlaksana.”
46  Lalu kata Maria: “Jiwaku memuliakan Tuhan,
47  dan hatiku bergembira karena Allah, Juruselamatku,
48  sebab Ia telah memperhatikan kerendahan hamba-Nya. Sesungguhnya, mulai dari sekarang segala keturunan akan menyebut aku berbahagia,
49  karena Yang Mahakuasa telah melakukan perbuatan-perbuatan besar kepadaku dan nama-Nya adalah kudus.
50  Dan rahmat-Nya turun-temurun atas orang yang takut akan Dia.
51  Ia memperlihatkan kuasa-Nya dengan perbuatan tangan-Nya dan mencerai-beraikan orang-orang yang congkak hatinya;
52  Ia menurunkan orang-orang yang berkuasa dari takhtanya dan meninggikan orang-orang yang rendah;
53  Ia melimpahkan segala yang baik kepada orang yang lapar, dan menyuruh orang yang kaya pergi dengan tangan hampa;
54  Ia menolong Israel, hamba-Nya, karena Ia mengingat rahmat-Nya,
55  seperti yang dijanjikan-Nya kepada nenek moyang kita, kepada Abraham dan keturunannya untuk selama-lamanya.”
56  Dan Maria tinggal kira-kira tiga bulan lamanya bersama dengan Elisabet, lalu pulang kembali ke rumahnya.

10 August 2013

Renungan Harian, 10 Agustus 2013 – Pesta Santo Laurensius, Diakon dan Martir

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Sesungguhnya jikalau biji gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan mati, ia tetap satu biji saja; tetapi jika ia mati, ia akan menghasilkan banyak buah. (Yoh 12:24-26)

Yesus adalah biji gandum. Dia mengurbankan diri, mati dan bangkit, menjadi buah yang berlimpah, yaitu keselamatan umat manusia. Pengurbanan selalu memberi buah berlimpah. Kebaikan yang dibagikan akan berubah menjadi sumber air yang tak pernah kering. St. laurensius adalah buktinya. Darahnya yang mengalir telah menyuburkan Gereja. mati satu tumbuh seribu. Kini kitapun dipanggil untuk melakukan hal yang sama. Cinta dan kurban itu satu.

Mujur orang yang menaruh belas kasihan dan yang memberi pinjaman, yang melakukan urusannya dengan sewajarnya. (Mzm 112:5)

Bacaan lengkap hari ini :

24  Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya jikalau biji gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan mati, ia tetap satu biji saja; tetapi jika ia mati, ia akan menghasilkan banyak buah.
25  Barangsiapa mencintai nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, tetapi barangsiapa tidak mencintai nyawanya di dunia ini, ia akan memeliharanya untuk hidup yang kekal.
26  Barangsiapa melayani Aku, ia harus mengikut Aku dan di mana Aku berada, di situpun pelayan-Ku akan berada. Barangsiapa melayani Aku, ia akan dihormati Bapa.

« Newer PostsOlder Posts »

Powered by WordPress