Renungan Harian

25 May 2013

Renungan Harian, 25 Mei 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Sesungguhnya barangsiapa tidak menyambut Kerajaan Allah seperti seorang anak kecil, ia tidak akan masuk ke dalamnya.” (Mrk 10:13-16)

Hari ini Tuhan Yesus menjelaskan bahwa anak anak adalah pemilik Kerajaan Surga. Kepolosan hidup mereka yang belum dicemari “polusi” hidup masyarakat. Hati mereka sangat murni, jujur dan tampil apa adanya. Mereka taat kepada orang tuanya. Inilah keutamaan sikap orang beriman: rendah hati, tidak sombong, jujur, taat kepada Tuhan, selalu mencari kehendak Tuhan, dan mau berbagi dengan sesama. Apakah kita sudah memiliki sikap iman seperti anak kecil?

Tetapi kasih setia TUHAN dari selama-lamanya sampai selama-lamanya atas orang-orang yang takut akan Dia, (Mzm 103:17)

Bacaan Lengkap hari ini :

13 Lalu orang membawa anak-anak kecil kepada Yesus, supaya Ia menjamah mereka; akan tetapi murid-murid-Nya memarahi orang-orang itu.
14  Ketika Yesus melihat hal itu, Ia marah dan berkata kepada mereka: “Biarkan anak-anak itu datang kepada-Ku, jangan menghalang-halangi mereka, sebab orang-orang yang seperti itulah yang empunya Kerajaan Allah.
15  Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa tidak menyambut Kerajaan Allah seperti seorang anak kecil, ia tidak akan masuk ke dalamnya.
16  Lalu Ia memeluk anak-anak itu dan sambil meletakkan tangan-Nya atas mereka Ia memberkati mereka.

24 May 2013

Renungan Harian, 24 Mei 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Apa yang dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia (Mrk 10:1-12) .

Yang dimaksud adalah persatuan suami istri. Sekarang ini angka perceraian sangat tinggi dan semakin tinggi. Banyak orang memilih untuk kumpul kebo, bisa pisah kapan mau tanpa prosedur. Pasangan muda yang bertengkar mengenai hal sepele, begitu mudah mengatakan: Kita cerai saja! Mereka lupa janji kudus itu diucapkan di hadapan Tuhan dan dikukuhkan oleh Tuhan. Mestinya kata cerai itu diharamkan. Ingat masa pacaran yang disebut masa romantika. Kalau sudah memasuki jenjang perkawinan itulah saat kasih diuji dan dimurnikan.

Terpujilah Engkau, ya TUHAN; ajarkanlah ketetapan-ketetapan-Mu kepadaku. (Mzm 119:12)

Bacaan Lengkap hari ini :

1 Dari situ Yesus berangkat ke daerah Yudea dan ke daerah seberang sungai Yordan dan di situpun orang banyak datang mengerumuni Dia; dan seperti biasa Ia mengajar mereka pula.
2  Maka datanglah orang-orang Farisi, dan untuk mencobai Yesus mereka bertanya kepada-Nya: “Apakah seorang suami diperbolehkan menceraikan isterinya?”
3  Tetapi jawab-Nya kepada mereka: “Apa perintah Musa kepada kamu?”
4  Jawab mereka: “Musa memberi izin untuk menceraikannya dengan membuat surat cerai.”
5  Lalu kata Yesus kepada mereka: “Justru karena ketegaran hatimulah maka Musa menuliskan perintah ini untuk kamu.
6  Sebab pada awal dunia, Allah menjadikan mereka laki-laki dan perempuan,
7  sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya,
8  sehingga keduanya itu menjadi satu daging. Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu.
9  Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia.
10  Ketika mereka sudah di rumah, murid-murid itu bertanya pula kepada Yesus tentang hal itu.
11  Lalu kata-Nya kepada mereka: “Barangsiapa menceraikan isterinya lalu kawin dengan perempuan lain, ia hidup dalam perzinahan terhadap isterinya itu.
12  Dan jika si isteri menceraikan suaminya dan kawin dengan laki-laki lain, ia berbuat zinah.”

23 May 2013

Renungan Harian, 23 Mei 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Dan jika tanganmu menyesatkan engkau, penggallah (Mrk 9:41-50)

Tangan, kaki dan mata adalah tiga anggota tubuh yang mudah menjerumuskan kita kedalam dosa. Tangan, kaki dan mata adalah ciptaan Allah. Ketiganya dianugerahkan Allah kepada manusia untuk mendatangkan kebaikan, bukan kejahatan. Ketiganya tidak otomatis menjad sumber dosa bila dipergunakan dengan baik dan benar. Dan kita akan mampu menggunakan ketiganya dengan baik, bila kita punya iman akan Yesus yang telah bangkit dan mengalahkan kuasa dosa. Berkat iman kepada Yesus, kita diberi kuasa untuk menang atas dosa.

Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh, tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam. (Mzm 1:1-2)

Bacaan Lengkap hari ini :

41 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa memberi kamu minum secangkir air oleh karena kamu adalah pengikut Kristus, ia tidak akan kehilangan upahnya.”
42  “Barangsiapa menyesatkan salah satu dari anak-anak kecil yang percaya ini, lebih baik baginya jika sebuah batu kilangan diikatkan pada lehernya lalu ia dibuang ke dalam laut.
43  Dan jika tanganmu menyesatkan engkau, penggallah, karena lebih baik engkau masuk ke dalam hidup dengan tangan kudung dari pada dengan utuh kedua tanganmu dibuang ke dalam neraka, ke dalam api yang tak terpadamkan;
44  (di tempat itu ulatnya tidak akan mati, dan apinya tidak akan padam.)
45  Dan jika kakimu menyesatkan engkau, penggallah, karena lebih baik engkau masuk ke dalam hidup dengan timpang, dari pada dengan utuh kedua kakimu dicampakkan ke dalam neraka;
46  (di tempat itu ulatnya tidak akan mati, dan apinya tidak akan padam.)
47  Dan jika matamu menyesatkan engkau, cungkillah, karena lebih baik engkau masuk ke dalam Kerajaan Allah dengan bermata satu dari pada dengan bermata dua dicampakkan ke dalam neraka,
48  di mana ulat-ulat bangkai tidak mati dan api tidak padam.
49  Karena setiap orang akan digarami dengan api.
50  Garam memang baik, tetapi jika garam menjadi hambar, dengan apakah kamu mengasinkannya? Hendaklah kamu selalu mempunyai garam dalam dirimu dan selalu hidup berdamai yang seorang dengan yang lain.”

22 May 2013

Renungan Harian, 22 Mei 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Jangan kamu cegah dia. (Mrk 9:38-40)

Yesus memanggil para murid-Nya untuk ikut Dia ke mana Ia pergi. Mereka diharapkan makin mengenal Dia, menjadi sehati dan sepikir dengan Dia. Karena sering pandangan mereka sangat sempit. Orang yang tidak termasuk kalangan mereka, tidak boleh mengusir setan  dalam nama Yesus. Yesus membuka pikiran mereka,  orang yang berbuat baik, yang dalam nama Yesus mengusir setan atau kejahatan, tidak mungkin menjadi lawan Yesus. Dia tidak ingin kita membentuk kelompok-kelompok kecil yang tertutup, melainkan merangkul semua orang yang berkehendak baik dan berbuat baik.

Besarlah ketenteraman pada orang-orang yang mencintai Taurat-Mu, tidak ada batu sandungan bagi mereka. (Mzm 119:165)

Bacaan Lengkap hari ini :

38  Kata Yohanes kepada Yesus: “Guru, kami lihat seorang yang bukan pengikut kita mengusir setan demi nama-Mu, lalu kami cegah orang itu, karena ia bukan pengikut kita.”
39  Tetapi kata Yesus: “Jangan kamu cegah dia! Sebab tidak seorangpun yang telah mengadakan mujizat demi nama-Ku, dapat seketika itu juga mengumpat Aku.
40  Barangsiapa tidak melawan kita, ia ada di pihak kita

21 May 2013

Renungan Harian, 21 Mei 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Anak Manusia akan diserahkan ke dalam tangan manusia, (Mrk 9:30-37)

bagi Yesus penderitaan dan kematian adalah jalan. melalui jalan inilah Dia akan bangkit dan memenuhi kehendak Bapa. Ketegaran Yesus menghadapi semua ini seharusnya menjadi berita sukacita. Para murid harus tahu, tanpa penderitaan dan kematian Yesus mereka dan kita semua tidak akan sampai kepada kehidupan abadi disurga. Kita adalah manusia penakut. Kita mau bangkit dan hidup tapi takut menderita dan mati. mari kita belajar dari Yesus dan menanggalkan rasa takut. Sebab kalau kita menderita dan mati, kita menderita dan mati dalam dan bersama Yesus.

Serahkanlah hidupmu kepada TUHAN dan percayalah kepada-Nya, dan Ia akan bertindak; (Mzm 37:5)

Bacaan Lengkap hari ini :

30 Yesus dan murid-murid-Nya berangkat dari situ dan melewati Galilea, dan Yesus tidak mau hal itu diketahui orang;
31  sebab Ia sedang mengajar murid-murid-Nya. Ia berkata kepada mereka: “Anak Manusia akan diserahkan ke dalam tangan manusia, dan mereka akan membunuh Dia, dan tiga hari sesudah Ia dibunuh Ia akan bangkit.”
32  Mereka tidak mengerti perkataan itu, namun segan menanyakannya kepada-Nya.
33  Kemudian tibalah Yesus dan murid-murid-Nya di Kapernaum. Ketika Yesus sudah di rumah, Ia bertanya kepada murid-murid-Nya: “Apa yang kamu perbincangkan tadi di tengah jalan?”
34  Tetapi mereka diam, sebab di tengah jalan tadi mereka mempertengkarkan siapa yang terbesar di antara mereka.
35  Lalu Yesus duduk dan memanggil kedua belas murid itu. Kata-Nya kepada mereka: “Jika seseorang ingin menjadi yang terdahulu, hendaklah ia menjadi yang terakhir dari semuanya dan pelayan dari semuanya.”
36  Maka Yesus mengambil seorang anak kecil dan menempatkannya di tengah-tengah mereka, kemudian Ia memeluk anak itu dan berkata kepada mereka:
37  “Barangsiapa menyambut seorang anak seperti ini dalam nama-Ku, ia menyambut Aku. Dan barangsiapa menyambut Aku, bukan Aku yang disambutnya, tetapi Dia yang mengutus Aku.”

20 May 2013

Renungan Harian, 20 Mei 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Aku percaya. Tolonglah aku yang tidak percaya ini!” (Mrk 9:14-29)

Kita mengatakan percaya pada Dia yang turun ketempat penantian dan bangkit pada hari ketiga, tapi meragukan apakah kita benar telah diselamatkan dan akan dibangkitkan pada akhir zaman. Kita ragu apakah hidup kita yang sekarang menjadi gambaran kehidupan kekal yang kelak akan kita terima? Semuanya karena kita belum menyadari sungguh-sungguh bahwa Dia telah bangkit agar kitapun bangkit bersama Dia. Rasa syukur atas semuanya itu seharusnya memotivasi kita untuk berbuat lebih baik lagi. Layaklah kita berseru, “Aku percaya! Tolonglah aku yang tidak percaya ini”

TUHAN adalah Raja, Ia berpakaian kemegahan, TUHAN berpakaian, berikat pinggang kekuatan. Sungguh, telah tegak dunia, tidak bergoyang (Mzm 93:1)

Bacaan Lengkap hari ini :

14 Ketika Yesus, Petrus, Yakobus dan Yohanes kembali pada murid-murid lain, mereka melihat orang banyak mengerumuni murid-murid itu, dan beberapa ahli Taurat sedang mempersoalkan sesuatu dengan mereka.
15  Pada waktu orang banyak itu melihat Yesus, tercenganglah mereka semua dan bergegas menyambut Dia.
16  Lalu Yesus bertanya kepada mereka: “Apa yang kamu persoalkan dengan mereka?”
17  Kata seorang dari orang banyak itu: “Guru, anakku ini kubawa kepada-Mu, karena ia kerasukan roh yang membisukan dia.
18  Dan setiap kali roh itu menyerang dia, roh itu membantingkannya ke tanah; lalu mulutnya berbusa, giginya bekertakan dan tubuhnya menjadi kejang. Aku sudah meminta kepada murid-murid-Mu, supaya mereka mengusir roh itu, tetapi mereka tidak dapat.”
19  Maka kata Yesus kepada mereka: “Hai kamu angkatan yang tidak percaya, berapa lama lagi Aku harus tinggal di antara kamu? Berapa lama lagi Aku harus sabar terhadap kamu? Bawalah anak itu ke mari!”
20  Lalu mereka membawanya kepada-Nya. Waktu roh itu melihat Yesus, anak itu segera digoncang-goncangnya, dan anak itu terpelanting ke tanah dan terguling-guling, sedang mulutnya berbusa.
21  Lalu Yesus bertanya kepada ayah anak itu: “Sudah berapa lama ia mengalami ini?” Jawabnya: “Sejak masa kecilnya.
22  Dan seringkali roh itu menyeretnya ke dalam api ataupun ke dalam air untuk membinasakannya. Sebab itu jika Engkau dapat berbuat sesuatu, tolonglah kami dan kasihanilah kami.”
23  Jawab Yesus: “Katamu: jika Engkau dapat? Tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya!”
24  Segera ayah anak itu berteriak: “Aku percaya. Tolonglah aku yang tidak percaya ini!”
25  Ketika Yesus melihat orang banyak makin datang berkerumun, Ia menegor roh jahat itu dengan keras, kata-Nya: “Hai kau roh yang menyebabkan orang menjadi bisu dan tuli, Aku memerintahkan engkau, keluarlah dari pada anak ini dan jangan memasukinya lagi!”
26  Lalu keluarlah roh itu sambil berteriak dan menggoncang-goncang anak itu dengan hebatnya. Anak itu kelihatannya seperti orang mati, sehingga banyak orang yang berkata: “Ia sudah mati.”
27  Tetapi Yesus memegang tangan anak itu dan membangunkannya, lalu ia bangkit sendiri.
28  Ketika Yesus sudah di rumah, dan murid-murid-Nya sendirian dengan Dia, bertanyalah mereka: “Mengapa kami tidak dapat mengusir roh itu?”
29  Jawab-Nya kepada mereka: “Jenis ini tidak dapat diusir kecuali dengan berdoa.”

19 May 2013

Rejungan Harian, 19 Mei 2013 – Hari Raya Pentakosta

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama lamanya. (Yoh 14:15-16.23b-26)

Yesus berjanji bahwa Ia akan menyertai kita sampai akhir zaman. Kehadiran-Nya itu diwujudkan dalam Roh Kudus. Dia roh murni, jadi tidak kelihatan. Tapi karya-Nya amat nyata. Dialah yang membangkitkan iman dan dan memeliharanya sepanjang masa. Dia mengajar dan membimbing umat, mengobarkan semangat dan kasih, mendorong dan menghibur kita untuk kuat dalam cobaan, bertahan dalam godaan. Selamat Hari Raya Pentakosta!

Apabila Engkau mengirim roh-Mu, mereka tercipta, dan Engkau membaharui muka bumi. (Mzm 104:30)

Bacaan Lengkap hari ini :

15 “Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku.
16  Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya,
23  Jawab Yesus: “Jika seorang mengasihi Aku, ia akan menuruti firman-Ku dan Bapa-Ku akan mengasihi dia dan Kami akan datang kepadanya dan diam bersama-sama dengan dia.
24  Barangsiapa tidak mengasihi Aku, ia tidak menuruti firman-Ku; dan firman yang kamu dengar itu bukanlah dari pada-Ku, melainkan dari Bapa yang mengutus Aku.
25 Semuanya itu Kukatakan kepadamu, selagi Aku berada bersama-sama dengan kamu;
26  tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu.

18 May 2013

Renungan Harian, 18 Mei 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Tetapi engkau: ikutlah Aku. (Yoh 21:20-25)

Petrus ingin tahu bagaimana nasib rekannya, murid yang dikasihi Yesus. Yesus menjawab bahwa itu bukan urusannya. Bagi Petrus cukuplah kalau ia mengikuti Yesus. Kita hidup dalam tiga dimensi: Masa lalu, masa kini dan masa depan. Masa depan masih tersembunyi, maka menimbulkan rasa ingin tahu kita. Orang tidak suka hidup dalam ketidak pastian. Bagi kita orang beriman, cukuplah menjalani hari ini sebaik mungkin, sebab dengan hari ini kita membangun hari esok. Dan apa pun yang akan terjadi di masa depan, kita serahkan kepada penyelenggaraan Bapa yang penuh kasih.

Sebab TUHAN adalah adil dan Ia mengasihi keadilan; orang yang tulus akan memandang wajah-Nya. (Mzm 11:7)

20 Ketika Petrus berpaling, ia melihat bahwa murid yang dikasihi Yesus sedang mengikuti mereka, yaitu murid yang pada waktu mereka sedang makan bersama duduk dekat Yesus dan yang berkata: “Tuhan, siapakah dia yang akan menyerahkan Engkau?”
21  Ketika Petrus melihat murid itu, ia berkata kepada Yesus: “Tuhan, apakah yang akan terjadi dengan dia ini?”
22  Jawab Yesus: “Jikalau Aku menghendaki, supaya ia tinggal hidup sampai Aku datang, itu bukan urusanmu. Tetapi engkau: ikutlah Aku.
23  Maka tersebarlah kabar di antara saudara-saudara itu, bahwa murid itu tidak akan mati. Tetapi Yesus tidak mengatakan kepada Petrus, bahwa murid itu tidak akan mati, melainkan: “Jikalau Aku menghendaki supaya ia tinggal hidup sampai Aku datang, itu bukan urusanmu.”
24  Dialah murid, yang memberi kesaksian tentang semuanya ini dan yang telah menuliskannya dan kita tahu, bahwa kesaksiannya itu benar.
25  Masih banyak hal-hal lain lagi yang diperbuat oleh Yesus, tetapi jikalau semuanya itu harus dituliskan satu per satu, maka agaknya dunia ini tidak dapat memuat semua kitab yang harus ditulis itu.

17 May 2013

Renungan Harian, 17 Mei 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Simon anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku lebih daripada mereka ini? (Yoh 21:15-19)

Siapakah yang akan diangkat Yesus menjadi kepala kawanannya? Syarat-syarat manakah yang harus dipenuhi oleh calon Paus pertama ini? Syaratnya hanya satu: Apakah engkau mengasihi Aku? Yesus tahu Petrus sudah gagal dengan menyangkal Dia tiga kali. Tapi Tuhan tidak melihat ke belakang. Pandangan-Nya terarah ke depan: Orang ini mampu menjadi apa dengan rahmat Tuhan? Petrus mampu karena ia sudah belajar rendah hati dan tidak mengandalkan diri sendiri.

TUHAN sudah menegakkan takhta-Nya di sorga dan kerajaan-Nya berkuasa atas segala sesuatu. (Mzm 103:19)

Bacaan Lengkap hari ini :

15 Sesudah sarapan Yesus berkata kepada Simon Petrus: “Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku lebih dari pada mereka ini?” Jawab Petrus kepada-Nya: “Benar Tuhan, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau.” Kata Yesus kepadanya: “Gembalakanlah domba-domba-Ku.”
16  Kata Yesus pula kepadanya untuk kedua kalinya: “Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?” Jawab Petrus kepada-Nya: “Benar Tuhan, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau.” Kata Yesus kepadanya: “Gembalakanlah domba-domba-Ku.”
17  Kata Yesus kepadanya untuk ketiga kalinya: “Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?” Maka sedih hati Petrus karena Yesus berkata untuk ketiga kalinya: “Apakah engkau mengasihi Aku?” Dan ia berkata kepada-Nya: “Tuhan, Engkau tahu segala sesuatu, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau.” Kata Yesus kepadanya: “Gembalakanlah domba-domba-Ku.
18  Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ketika engkau masih muda engkau mengikat pinggangmu sendiri dan engkau berjalan ke mana saja kaukehendaki, tetapi jika engkau sudah menjadi tua, engkau akan mengulurkan tanganmu dan orang lain akan mengikat engkau dan membawa engkau ke tempat yang tidak kaukehendaki.”
19  Dan hal ini dikatakan-Nya untuk menyatakan bagaimana Petrus akan mati dan memuliakan Allah. Sesudah mengatakan demikian Ia berkata kepada Petrus: “Ikutlah Aku.”

16 May 2013

Renungan Harian, 16 Mei 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Dan bukan untuk mereka ini saja Aku berdoa, tetapi juga untuk orang-orang, yang percaya kepada-Ku oleh pemberitaan mereka (Yoh 17:20-26)

Doa Yesus juga menginspirasi kita untuk bersedia mendoakan mereka yang sangat mengharapkan persatuan yang sempurna dimana Bapa adalah Pemersatu yang Ilahi. Memang dunia tidak mengenal Bapa tetapi Yesus telah mengenalnya dan betapa indahnya doa Yesus sungguh-sungguh dan dapat dirasakan bahkan disadari oleh semua orang dimuka bumi ini. Yesus ingin agar dimana Ia berada,  kitapun juga ada disana. Tidakkah kita merindukan suatu persekutuan sebagaimana yang dirindukan Yesus dalam doa-Nya?

Jagalah aku, ya Allah, sebab pada-Mu aku berlindung. (Mzm 16:1)

Bacaaan Lengkap hari ini :

20 Dan bukan untuk mereka ini saja Aku berdoa, tetapi juga untuk orang-orang, yang percaya kepada-Ku oleh pemberitaan mereka;
21  supaya mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa, di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau, agar mereka juga di dalam Kita, supaya dunia percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku.
22  Dan Aku telah memberikan kepada mereka kemuliaan, yang Engkau berikan kepada-Ku, supaya mereka menjadi satu, sama seperti Kita adalah satu:
23  Aku di dalam mereka dan Engkau di dalam Aku supaya mereka sempurna menjadi satu, agar dunia tahu, bahwa Engkau yang telah mengutus Aku dan bahwa Engkau mengasihi mereka, sama seperti Engkau mengasihi Aku.
24 Ya Bapa, Aku mau supaya, di manapun Aku berada, mereka juga berada bersama-sama dengan Aku, mereka yang telah Engkau berikan kepada-Ku, agar mereka memandang kemuliaan-Ku yang telah Engkau berikan kepada-Ku, sebab Engkau telah mengasihi Aku sebelum dunia dijadikan.
25  Ya Bapa yang adil, memang dunia tidak mengenal Engkau, tetapi Aku mengenal Engkau, dan mereka ini tahu, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku;
26  dan Aku telah memberitahukan nama-Mu kepada mereka dan Aku akan memberitahukannya, supaya kasih yang Engkau berikan kepada-Ku ada di dalam mereka dan Aku di dalam mereka.”

« Newer PostsOlder Posts »

Powered by WordPress