Renungan Harian

19 June 2013

Renungan Harian, 19 Juni 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu.” (Mat 6:1-6.16-18)

Orang melakukan segala sesuatu agar dilihat orang lain; kalau tidak ada yang melihat, bagi mereka, tindakan itu sia-sia. Padahal, ketika orang melakukan perbuatan kasih tanpa harus dilihat orang justru disitulah bernilai tinggi. Mari kita melakukan segala sesuatu dengan tulus. Tulus itu indah! Lakukan segalanya dengan tulus. Tidak perlu ada orang lain yang mengetahuinya. Bukankah Allah itu Mahatahu?

Berbahagialah orang yang takut akan TUHAN, yang sangat suka kepada segala perintah-Nya. (Mzm 112:1)

Bacaan Lengkap hari ini :

1 “Ingatlah, jangan kamu melakukan kewajiban agamamu di hadapan orang supaya dilihat mereka, karena jika demikian, kamu tidak beroleh upah dari Bapamu yang di sorga.
2  Jadi apabila engkau memberi sedekah, janganlah engkau mencanangkan hal itu, seperti yang dilakukan orang munafik di rumah-rumah ibadat dan di lorong-lorong, supaya mereka dipuji orang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya.
3  Tetapi jika engkau memberi sedekah, janganlah diketahui tangan kirimu apa yang diperbuat tangan kananmu.
4  Hendaklah sedekahmu itu diberikan dengan tersembunyi, maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu.”
5 “Dan apabila kamu berdoa, janganlah berdoa seperti orang munafik. Mereka suka mengucapkan doanya dengan berdiri dalam rumah-rumah ibadat dan pada tikungan-tikungan jalan raya, supaya mereka dilihat orang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya.
6  Tetapi jika engkau berdoa, masuklah ke dalam kamarmu, tutuplah pintu dan berdoalah kepada Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu.
16 “Dan apabila kamu berpuasa, janganlah muram mukamu seperti orang munafik. Mereka mengubah air mukanya, supaya orang melihat bahwa mereka sedang berpuasa. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya.
17  Tetapi apabila engkau berpuasa, minyakilah kepalamu dan cucilah mukamu,
18  supaya jangan dilihat oleh orang bahwa engkau sedang berpuasa, melainkan hanya oleh Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu.”

18 June 2013

Renungan Harian, 18 Juni 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Apabila kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah upahmu? Bukankah pemungut cukai juga berbuat demikian? (Mat 5:43-48)

Bukankah kita yang telah menerima kasih Allah dalam kristus sadar bahwa hanya kasih yang dapat merubah hidup? Di tengah hidup yang penuh kepalsuan dan kekerasan, mari kita hidup benar dan mengasihi. Di tengah hidup yang penuh dengan berbagai kesulitan dalam pelayanan, jadilah pelayan-pelayan yang mudah dijumpai umat. Ditengah kehidupan yang tiada senyum tawa, jadilah murid Yesus yang selalu tersenyum pada siapapun yang kita jumpai.

Pujilah TUHAN, hai jiwaku! (Mzm 146:1)

Bacaan Lengkap hari ini :

43 Kamu telah mendengar firman: Kasihilah sesamamu manusia dan bencilah musuhmu.
44  Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu.
45  Karena dengan demikianlah kamu menjadi anak-anak Bapamu yang di sorga, yang menerbitkan matahari bagi orang yang jahat dan orang yang baik dan menurunkan hujan bagi orang yang benar dan orang yang tidak benar.
46  Apabila kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah upahmu? Bukankah pemungut cukai juga berbuat demikian?
47  Dan apabila kamu hanya memberi salam kepada saudara-saudaramu saja, apakah lebihnya dari pada perbuatan orang lain? Bukankah orang yang tidak mengenal Allahpun berbuat demikian?
48  Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna.”

17 June 2013

Renungan Harian, 17 Juni 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Berilah kepada orang yang meminta kepadamu dan janganlah menolak orang yang mau meminjam dari padamu. (Mat 5:38-42)

Kita masing-masing diberi anugerah yang berbeda-beda. Itulah yang membuat hidup ini begitu indah. Kita jadi tergantung satu sama lain. Ada petani, ada pedagang, ada guru, ada dokter. Ada yang diberi banyak, ada yang sedikit. Kalau ada yang mau meminjam dari kita, berarti kita punya lebih dari dia. Mengapa tidak kita beri, karena yang kelebihan itu tidak kita pakai dan tidak pula kita bawa mati. Lain kalau permintaan itu bisa membuat dia celaka, sebab kita pun wajib saling menjaga, menyelamatkan dan mengembangkan.

TUHAN telah memperkenalkan keselamatan yang dari pada-Nya, telah menyatakan keadilan-Nya di depan mata bangsa-bangsa. (Mzm 98:2)

Bacaan Lengkap hari ini :

38 Kamu telah mendengar firman: Mata ganti mata dan gigi ganti gigi.
39  Tetapi Aku berkata kepadamu: Janganlah kamu melawan orang yang berbuat jahat kepadamu, melainkan siapapun yang menampar pipi kananmu, berilah juga kepadanya pipi kirimu.
40  Dan kepada orang yang hendak mengadukan engkau karena mengingini bajumu, serahkanlah juga jubahmu.
41  Dan siapapun yang memaksa engkau berjalan sejauh satu mil, berjalanlah bersama dia sejauh dua mil.
42  Berilah kepada orang yang meminta kepadamu dan janganlah menolak orang yang mau meminjam dari padamu.

16 June 2013

Renungan Harian, 16 Juni 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Imanmu telah menyelamatkan engkau, pergilah dengan selamat!” (Luk 7:36-50)

Iman mengubah hidup seseorang menjadi lebih berpasrah diri. Bahkan kematianpun tidak menakutkan lagi, yang oleh sebagian orang, hal itu menakutkan. Iman akan Allah membuat hati orang tenang, lega karena percaya, dosanya diampuni bila ia mau bertobat. Yesus menghendaki agar setiap orang yang berdosa mau bertobat dan berbalik dari dosa-dosanya. Yesus sangat menantikan kita yang berdosa untuk kembali datang kepada-Nya, kembali menjalin relasi yang akrab. Sama seperti pertobatan yang dilakukan oleh wanita pendosa didepan Yesus.

Berbahagialah orang yang diampuni pelanggarannya, yang dosanya ditutupi! (Mzm 32:1)

Bacaan Lengkap hari ini :

36 Seorang Farisi mengundang Yesus untuk datang makan di rumahnya. Yesus datang ke rumah orang Farisi itu, lalu duduk makan.
37  Di kota itu ada seorang perempuan yang terkenal sebagai seorang berdosa. Ketika perempuan itu mendengar, bahwa Yesus sedang makan di rumah orang Farisi itu, datanglah ia membawa sebuah buli-buli pualam berisi minyak wangi.
38  Sambil menangis ia pergi berdiri di belakang Yesus dekat kaki-Nya, lalu membasahi kaki-Nya itu dengan air matanya dan menyekanya dengan rambutnya, kemudian ia mencium kaki-Nya dan meminyakinya dengan minyak wangi itu.
39  Ketika orang Farisi yang mengundang Yesus melihat hal itu, ia berkata dalam hatinya: “Jika Ia ini nabi, tentu Ia tahu, siapakah dan orang apakah perempuan yang menjamah-Nya ini; tentu Ia tahu, bahwa perempuan itu adalah seorang berdosa.”
40  Lalu Yesus berkata kepadanya: “Simon, ada yang hendak Kukatakan kepadamu.” Sahut Simon: “Katakanlah, Guru.”
41  “Ada dua orang yang berhutang kepada seorang pelepas uang. Yang seorang berhutang lima ratus dinar, yang lain lima puluh.
42  Karena mereka tidak sanggup membayar, maka ia menghapuskan hutang kedua orang itu. Siapakah di antara mereka yang akan terlebih mengasihi dia?”
43  Jawab Simon: “Aku kira dia yang paling banyak dihapuskan hutangnya.” Kata Yesus kepadanya: “Betul pendapatmu itu.”
44  Dan sambil berpaling kepada perempuan itu, Ia berkata kepada Simon: “Engkau lihat perempuan ini? Aku masuk ke rumahmu, namun engkau tidak memberikan Aku air untuk membasuh kaki-Ku, tetapi dia membasahi kaki-Ku dengan air mata dan menyekanya dengan rambutnya.
45  Engkau tidak mencium Aku, tetapi sejak Aku masuk ia tiada henti-hentinya mencium kaki-Ku.
46  Engkau tidak meminyaki kepala-Ku dengan minyak, tetapi dia meminyaki kaki-Ku dengan minyak wangi.
47  Sebab itu Aku berkata kepadamu: Dosanya yang banyak itu telah diampuni, sebab ia telah banyak berbuat kasih. Tetapi orang yang sedikit diampuni, sedikit juga ia berbuat kasih.”
48  Lalu Ia berkata kepada perempuan itu: “Dosamu telah diampuni.”
49  Dan mereka, yang duduk makan bersama Dia, berpikir dalam hati mereka: “Siapakah Ia ini, sehingga Ia dapat mengampuni dosa?”
50  Tetapi Yesus berkata kepada perempuan itu: “Imanmu telah menyelamatkan engkau, pergilah dengan selamat!”

15 June 2013

Renungan Harian, 15 Juni 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Jangan bersumpah palsu, melainkan peganglah sumpahmu di depan Tuhan. (Mat 5:33-37)

Apa arti ayat ini bagi kita? Kita cenderung menyembunyikan kesalahan, dan untuk menutupinya, orang bahkan berani mengangkat sumpah. Dari pengalaman kita tahu bahwa orang yang berlaku tidak jujur tidak pernah bisa tenang dan damai hidupnya. Bila itu terjadi, orang hidup bagaikan dalam neraka, bukan surga. Dengan berlaku jujur, kita merintis suasana surga dalam hati dan kehidupan kita. Kita hidup dalam damai, dengan Tuhan, sesama dan diri sendiri.

 TUHAN adalah penyayang dan pengasih, panjang sabar dan berlimpah kasih setia. (Mzm 103:8)

Bacaan Lengkap hari ini :

33 Kamu telah mendengar pula yang difirmankan kepada nenek moyang kita: Jangan bersumpah palsu, melainkan peganglah sumpahmu di depan Tuhan.
34  Tetapi Aku berkata kepadamu: Janganlah sekali-kali bersumpah, baik demi langit, karena langit adalah takhta Allah,
35  maupun demi bumi, karena bumi adalah tumpuan kaki-Nya, ataupun demi Yerusalem, karena Yerusalem adalah kota Raja Besar;
36  janganlah juga engkau bersumpah demi kepalamu, karena engkau tidak berkuasa memutihkan atau menghitamkan sehelai rambutpun.
37  Jika ya, hendaklah kamu katakan: ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan: tidak. Apa yang lebih dari pada itu berasal dari si jahat.

14 June 2013

Renungan Harian, 14 Juni 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa, dari pada tubuhmu dengan utuh dicampakkan ke dalam neraka. (Mat 5:27-32)

Sabda ini jangan diartikan secara harafiah. Siapa yang rela kehilangan mata? Tentu tidak ada. Yesus mau menjelaskan bahwa Kerajaan Allah amat sangat berharga. Jadi kalau harus memilih, pilihlah Kerajaan Allah. Lebih baik kehilangan salah satu anggota badan daripada kehilangan Kerajaan Allah. Dalam hidup ini kita selalu dihadapkan pada pilihan. Secara spontan kita ingin yang gampang, yang enak dan menguntungkan. Pertanyaan yang perlu: Apakah itu membawa aku lebih dekat pada Kerajaan Allah atau sebaliknya?

Aku akan mempersembahkan korban syukur kepada-Mu, dan akan menyerukan nama TUHAN (Mzm 116:17)

Bacaan Lengkap hari ini :

27 Kamu telah mendengar firman: Jangan berzinah.
28  Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya, sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya.
29  Maka jika matamu yang kanan menyesatkan engkau, cungkillah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa, dari pada tubuhmu dengan utuh dicampakkan ke dalam neraka.
30  Dan jika tanganmu yang kanan menyesatkan engkau, penggallah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa dari pada tubuhmu dengan utuh masuk neraka.
31  Telah difirmankan juga: Siapa yang menceraikan isterinya harus memberi surat cerai kepadanya.
32  Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang menceraikan isterinya kecuali karena zinah, ia menjadikan isterinya berzinah; dan siapa yang kawin dengan perempuan yang diceraikan, ia berbuat zinah.

13 June 2013

Renungan Harian, 13 Juni 2013 – Peringatan Wajib Santo Antonius dari Padua, Imam dan Pujangga Gereja

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar dari pada hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga. (Mat 5:20-26)

Menurut agama Yahudi, kesempurnaan hidup beragama tercapai, jika orang mampu berlaku adil di hadapan Tuhan. Keadilan dicapai, jika orang melaksanakan hukum Tuhan secermat-cermatnya. Menurut Tuhan, keadilan terjadi bukan karena kita melakukan banyak hal demi Tuhan, melainkan saat kita menyadari dan mensyukuri apa yang dilakukan Tuhan bagi kita. Begitu besar kasih Allah sehingga Ia menyerahkan anak-Nya untuk keselamatan kita (Yohanes 3:16)

Sesungguhnya keselamatan dari pada-Nya dekat pada orang-orang yang takut akan Dia, sehingga kemuliaan diam di negeri kita. (Mzm 85:9)

Bacaan Lengkap hari ini :

20  Maka Aku berkata kepadamu: Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar dari pada hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga.
21 Kamu telah mendengar yang difirmankan kepada nenek moyang kita: Jangan membunuh; siapa yang membunuh harus dihukum.
22  Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang marah terhadap saudaranya harus dihukum; siapa yang berkata kepada saudaranya: Kafir! harus dihadapkan ke Mahkamah Agama dan siapa yang berkata: Jahil! harus diserahkan ke dalam neraka yang menyala-nyala.
23  Sebab itu, jika engkau mempersembahkan persembahanmu di atas mezbah dan engkau teringat akan sesuatu yang ada dalam hati saudaramu terhadap engkau,
24  tinggalkanlah persembahanmu di depan mezbah itu dan pergilah berdamai dahulu dengan saudaramu, lalu kembali untuk mempersembahkan persembahanmu itu.
25  Segeralah berdamai dengan lawanmu selama engkau bersama-sama dengan dia di tengah jalan, supaya lawanmu itu jangan menyerahkan engkau kepada hakim dan hakim itu menyerahkan engkau kepada pembantunya dan engkau dilemparkan ke dalam penjara.
26  Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya engkau tidak akan keluar dari sana, sebelum engkau membayar hutangmu sampai lunas.

12 June 2013

Renungan Harian, 12 Juni 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya. (Mat 5:17-19)

Banyak ahli Taurat di zaman Yesus memutlakkan hukum. Yesus menekankan bahwa hukum dibuat untuk manusia, bukan sebaliknya. Peraturan hukum dibuat supaya hidup bermasyarakat tertib dan lancar, dan setiap orang dijamin haknya. Yesus menggenapi hukum dengan kasih. Misalnya dibuat peraturan mematikan HP di dalam Gereja. Yang penting adalah KASIH yang mendasari peraturan itu. Kita tidak mau membuat ribut karena kasih dan hormat kepada sesama yang sedang berdoa. Terlebih kasih kepada Allah yang kita sembah dan kita muliakan di atas segalanya, secara khusus waktu ibadah.

Tinggikanlah TUHAN, Allah kita, dan sujudlah menyembah di hadapan gunung-Nya yang kudus! Sebab kuduslah TUHAN, Allah kita! (Mzm 99:9)

Bacaan Lengkap hari ini :

17 “Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya.
18  Karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titikpun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi.
19  Karena itu siapa yang meniadakan salah satu perintah hukum Taurat sekalipun yang paling kecil, dan mengajarkannya demikian kepada orang lain, ia akan menduduki tempat yang paling rendah di dalam Kerajaan Sorga; tetapi siapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah-perintah hukum Taurat, ia akan menduduki tempat yang tinggi di dalam Kerajaan Sorga.

11 June 2013

Renungan Harian, 11 Juni 2013 – Peringatan Wajib Santo Barnabas, Rasul

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Pergilah dan beritakanlah: Kerajaan Sorga sudah dekat. (Mat 10:7-13)

Seringkali orang menggunakan berbagai dalih untuk menghindari tugas mewartakan Injil. Injil hari ini mengamanatkan kita untuk pergi dan mewartakan Injil. Arahannya jelas, tidak membawa bekal yang berlebihan. Bahkan tanpa bekal materi pun pewartaan harus tetap jalan. Allah sendiri sudah menganugerahi setiap orang bekal untuk menjadi pewarta Injil. Kuncinya terletak pada kerendahan hati dan kepasrahan kepada Tuhan.

TUHAN telah memperkenalkan keselamatan yang dari pada-Nya, telah menyatakan keadilan-Nya di depan mata bangsa-bangsa. (Mzm 98:2)

Bacaan lengkap hari ini :

Pergilah dan beritakanlah: Kerajaan Sorga sudah dekat.
8  Sembuhkanlah orang sakit; bangkitkanlah orang mati; tahirkanlah orang kusta; usirlah setan-setan. Kamu telah memperolehnya dengan cuma-cuma, karena itu berikanlah pula dengan cuma-cuma.
9  Janganlah kamu membawa emas atau perak atau tembaga dalam ikat pinggangmu.
10  Janganlah kamu membawa bekal dalam perjalanan, janganlah kamu membawa baju dua helai, kasut atau tongkat, sebab seorang pekerja patut mendapat upahnya.
11  Apabila kamu masuk kota atau desa, carilah di situ seorang yang layak dan tinggallah padanya sampai kamu berangkat.
12  Apabila kamu masuk rumah orang, berilah salam kepada mereka.
13  Jika mereka layak menerimanya, salammu itu turun ke atasnya, jika tidak, salammu itu kembali kepadamu.

10 June 2013

Renungan Harian, 10 Juni 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, (Mat 5:1-12)

Investasi ala Yesus adalah investasi surgawi. Apakah itu? Investasi sikap miskin dihadapan Allah supaya diperkaya oleh-Nya. Investasi sikap haus dan lapar akan kebenaran supaya dipuaskan oleh Allah sendiri, murah hati dan suci hati dihadapan Allah bahkan penderitaan karena Allah akan membawa ganjaran kebahagiaan surga. Investasi jenis inilah yang akan memberikan keuntungan pasti, kebahagiaan sejati dan keselamatan abadi.

Kecaplah dan lihatlah, betapa baiknya TUHAN itu! Berbahagialah orang yang berlindung pada-Nya! (Mzm 34:8)

Bacaan lengkap hari ini :

1 Ketika Yesus melihat orang banyak itu, naiklah Ia ke atas bukit dan setelah Ia duduk, datanglah murid-murid-Nya kepada-Nya.
2  Maka Yesuspun mulai berbicara dan mengajar mereka, kata-Nya:
3 “Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga.
4  Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur.
5  Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi.
6  Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan.
7  Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan.
8  Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah.
9  Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah.
10  Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga.
11  Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat.
12  Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu.”

« Newer PostsOlder Posts »

Powered by WordPress