Renungan Harian

19 February 2013

Renungan Harian, 19 Februari 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Karena jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di sorga akan mengampuni kamu juga. (Mat 6:7-15)

Allah mengasihi kita tanpa syarat. Tapi Ia mengampuni kita dengan syarat. Syaratnya ialah bahwa kita mengampuni orang yang bersalah pada kita. Adakah orang yang belum saya ampuni? Ada yang berkata: “Sampai mati pun aku tak akan mengampuni dia”. Mungkin kita sendiri tidak mampu. Mohon kekuatan Tuhan untuk bisa mengampuni sambil menyadari bahwa dendam hanya merugikan diri kita sendiri, menjadi sumber penyakit, dan tidak merugikan orang yang telah menyakiti kita.

Kemalangan orang benar banyak, tetapi TUHAN melepaskan dia dari semuanya itu (Mzm 34:19)

Bacaan Lengkap hari ini :

7  Lagipula dalam doamu itu janganlah kamu bertele-tele seperti kebiasaan orang yang tidak mengenal Allah. Mereka menyangka bahwa karena banyaknya kata-kata doanya akan dikabulkan.
8  Jadi janganlah kamu seperti mereka, karena Bapamu mengetahui apa yang kamu perlukan, sebelum kamu minta kepada-Nya.
9  Karena itu berdoalah demikian: Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu,
10  datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga.
11  Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya
12  dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami;
13  dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat. (Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin.)
14  Karena jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di sorga akan mengampuni kamu juga.
15  Tetapi jikalau kamu tidak mengampuni orang, Bapamu juga tidak akan mengampuni kesalahanmu.”

18 February 2013

Renungan Harian, 18 Februari 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Sebab ketika Aku lapar, kamu memberi Aku makan (Mat 25:31-36)

Cinta kasih seseorang menjadi tiket utama untuk masuk ke dalam kebahagiaan Tuhan disurga. Cinta kasih yang dimaksudkan adalah kebaikan kebaikan apa saja yang kita lakukan kepada sesama yang sangat menderita. Orang tidak hanya menderita lapar akan makanan untuk perut. Banyak yang lapar akan cinta, perhatian, tegur sapa, sentuhan, kunjungan, peneguhan. Kita percaya apa yang kita berikan kepada yang paling miskin dan tersingkir, kita berikan kepada Tuhan sendiri

Titah TUHAN itu tepat, menyukakan hati; perintah TUHAN itu murni, membuat mata bercahaya. (Mzm 19:8)

Bacaan Lengkap hari ini :

31  “Apabila Anak Manusia datang dalam kemuliaan-Nya dan semua malaikat bersama-sama dengan Dia, maka Ia akan bersemayam di atas takhta kemuliaan-Nya.
32  Lalu semua bangsa akan dikumpulkan di hadapan-Nya dan Ia akan memisahkan mereka seorang dari pada seorang, sama seperti gembala memisahkan domba dari kambing,
33  dan Ia akan menempatkan domba-domba di sebelah kanan-Nya dan kambing-kambing di sebelah kiri-Nya.
34  Dan Raja itu akan berkata kepada mereka yang di sebelah kanan-Nya: Mari, hai kamu yang diberkati oleh Bapa-Ku, terimalah Kerajaan yang telah disediakan bagimu sejak dunia dijadikan.
35  Sebab ketika Aku lapar, kamu memberi Aku makan; ketika Aku haus, kamu memberi Aku minum; ketika Aku seorang asing, kamu memberi Aku tumpangan;
36  ketika Aku telanjang, kamu memberi Aku pakaian; ketika Aku sakit, kamu melawat Aku; ketika Aku di dalam penjara, kamu mengunjungi Aku.

17 February 2013

Renungan Harian, 17 Februari 2013 – Hari Minggu Prapaskah I

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Sesudah Iblis mengakhiri semua pencobaan itu, ia mundur dari pada-Nya (Luk 4:1-13)

Setan sangat licik. Ia juga tahu Kitab Suci dan memakainya untuk menjatuhkan kita. Itulah bahayanya hafal kitab suci sepenggal-sepenggal. Perlu tahu keseluruhannya sehingga bisa menempatkan satu ayat dalam konteksnya. Kitab Suci yang berisi Sabda kehidupan memungkinkan kita berjumpa dengan Allah yang hidup. Ia mengundang kita untuk hidup dalam persatuan dengan Dia. Bila kita demikian bersatu dengan Allah, Iblis mesti mundur dan tak ada satu kejahatan pun yang mampu menjatuhkan kita.

Bila ia berseru kepada-Ku, Aku akan menjawab, Aku akan menyertai dia dalam kesesakan, Aku akan meluputkannya dan memuliakannya. (Mzm 91:15)

Bacaan Lengkap hari ini :

1  Yesus, yang penuh dengan Roh Kudus, kembali dari sungai Yordan, lalu dibawa oleh Roh Kudus ke padang gurun.
2  Di situ Ia tinggal empat puluh hari lamanya dan dicobai Iblis. Selama di situ Ia tidak makan apa-apa dan sesudah waktu itu Ia lapar.
3  Lalu berkatalah Iblis kepada-Nya: “Jika Engkau Anak Allah, suruhlah batu ini menjadi roti.”
4  Jawab Yesus kepadanya: “Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja.”
5  Kemudian ia membawa Yesus ke suatu tempat yang tinggi dan dalam sekejap mata ia memperlihatkan kepada-Nya semua kerajaan dunia.
6  Kata Iblis kepada-Nya: “Segala kuasa itu serta kemuliaannya akan kuberikan kepada-Mu, sebab semuanya itu telah diserahkan kepadaku dan aku memberikannya kepada siapa saja yang kukehendaki.
7  Jadi jikalau Engkau menyembah aku, seluruhnya itu akan menjadi milik-Mu.”
8  Tetapi Yesus berkata kepadanya: “Ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!”
9  Kemudian ia membawa Yesus ke Yerusalem dan menempatkan Dia di bubungan Bait Allah, lalu berkata kepada-Nya: “Jika Engkau Anak Allah, jatuhkanlah diri-Mu dari sini ke bawah,
10  sebab ada tertulis: Mengenai Engkau, Ia akan memerintahkan malaikat-malaikat-Nya untuk melindungi Engkau,
11  dan mereka akan menatang Engkau di atas tangannya, supaya kaki-Mu jangan terantuk kepada batu.”
12  Yesus menjawabnya, kata-Nya: “Ada firman: Jangan engkau mencobai Tuhan, Allahmu!”
13  Sesudah Iblis mengakhiri semua pencobaan itu, ia mundur dari pada-Nya dan menunggu waktu yang baik.

16 February 2013

Renungan Harian, 16 Februari 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, tetapi orang berdosa, supaya mereka bertobat.” (Luk 5:27-32)

Kita semua, adalah orang berdosa. Jiwa kita terluka. Kita butuh pengampunan dan penyembuhan Tuhan. Ironis sekali bahwa orang Farisi menganggap diri benar. Mereka tidak merasa dirinya manusia berdosa seperti para pemungut cukai. Model orang Farisi di masa Yesus tetap ada sampai dewasa ini. Banyak orang merasa tidak perlu mengaku dosa karena ‘tidak punya dosa’. Mereka tidak ingin berjumpa dengan Allah Maharahim yang dalam Sakramen Rekonsiliasi membuka tangan-Nya untuk merangkul orang berdosa.

Sebab Engkau, ya Tuhan, baik dan suka mengampuni dan berlimpah kasih setia bagi semua orang yang berseru kepada-Mu. (Mzm 86:5)

Bacaan lengkap hari ini :

27  Kemudian, ketika Yesus pergi ke luar, Ia melihat seorang pemungut cukai, yang bernama Lewi, sedang duduk di rumah cukai. Yesus berkata kepadanya: “Ikutlah Aku!”
28  Maka berdirilah Lewi dan meninggalkan segala sesuatu, lalu mengikut Dia.
29  Dan Lewi mengadakan suatu perjamuan besar untuk Dia di rumahnya dan sejumlah besar pemungut cukai dan orang-orang lain turut makan bersama-sama dengan Dia.
30  Orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat bersungut-sungut kepada murid-murid Yesus, katanya: “Mengapa kamu makan dan minum bersama-sama dengan pemungut cukai dan orang berdosa?”
31  Lalu jawab Yesus kepada mereka, kata-Nya: “Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit;
32  Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, tetapi orang berdosa, supaya mereka bertobat.

15 February 2013

Renungan Harian, 15 Februari 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Mengapa kami dan orang Farisi berpuasa, tetapi murid-murid-Mu tidak?” (Mat 9:14-15)

Ada apa di balik perta-nyaan itu? Iri hati sebab mereka sebenarnya tidak suka puasa? Atau sikap tidak toleran: Kalau kami puasa kamu juga harus puasa? Bagi Yesus puasa bukan tujuan melainkan sarana. Bukan puasa demi puasa, tapi harus tahu kapan berpuasa dan untuk apa berpuasa. Dalam pesta pernikahan, mungkinkah para tamu menolak makan karena mereka sedang berpuasa? Puasa harus memungkinkan kita untuk lebih berbuat kasih, berbagi dengan murah hati, bertindak benar dan adil. Maka Tuhan hadir di tengah kita.

Korban sembelihan kepada Allah ialah jiwa yang hancur; hati yang patah dan remuk tidak akan Kaupandang hina, ya Allah. (Mzm 51:19)

Bacaan lengkap hari ini :

14  Kemudian datanglah murid-murid Yohanes kepada Yesus dan berkata: “Mengapa kami dan orang Farisi berpuasa, tetapi murid-murid-Mu tidak?”
15  Jawab Yesus kepada mereka: “Dapatkah sahabat-sahabat mempelai laki-laki berdukacita selama mempelai itu bersama mereka? Tetapi waktunya akan datang mempelai itu diambil dari mereka dan pada waktu itulah mereka akan berpuasa.

14 February 2013

Renungan Harian, 14 Februari 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku. (Luk 9:22-25)

Menyangkal diri tidak berarti menyiksa diri, tetapi mengatakan “tidak” pada nafsu serakah, gila hormat dan kuasa. Melepaskan itu menjadikan kita manusia yang lebih utuh dan bahagia. Tiap orang pasti mempunyai masalah entah apa itu. Itulah salib kehidupan. Kita bisa menolaknya, berontak, marah, putus asa atau mengeluh. Yesus mengajak kita memikulnya setiap hari dengan sabar, tekun dan tabah. Mungkin sendirian kita tidak kuat, tetapi bersama Yesus kita sampai ke tujuan.

Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik (Mzm 1:1)

Bacaan Lengkap hari ini :

22  Dan Yesus berkata: “Anak Manusia harus menanggung banyak penderitaan dan ditolak oleh tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan dibangkitkan pada hari ketiga.”
23  Kata-Nya kepada mereka semua: “Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku.
24  Karena barangsiapa mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan menyelamatkannya.
25  Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia, tetapi ia membinasakan atau merugikan dirinya sendiri?

13 February 2013

Renunga Harian, 13 Februari 2013 – Hari Rabu Abu

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Dan apabila kamu berpuasa, janganlah muram mukamu seperti orang munafik. (Mat 6:1-6,16-18)

Hari ini mulai masa Prapaskah, masa puasa selama 40 hari. Nabi Yoel bicara tentang puasa untuk bertobat, berbalik kepada Tuhan pengasih dan penyayang. Dunia kita semakin sekular: orang hidup seolah tidak ada Allah. Berbuat dosa tidak lagi menimbulkan rasa bersalah. Keserakahan semakin menjadi dengan pengrusakan alam. Kehidupan di bumi makin terancam. Dunia perlu bertobat agar jangan binasa oleh malapetaka akibat dosa-dosa kita. Puasa adalah satu bentuk pertobatan demi pembaharuan hidup.

Bersihkanlah aku seluruhnya dari kesalahanku, dan tahirkanlah aku dari dosaku! (Mzm 51:4)

Bacaan Lengkap hari ini :

1  “Ingatlah, jangan kamu melakukan kewajiban agamamu di hadapan orang supaya dilihat mereka, karena jika demikian, kamu tidak beroleh upah dari Bapamu yang di sorga.
2  Jadi apabila engkau memberi sedekah, janganlah engkau mencanangkan hal itu, seperti yang dilakukan orang munafik di rumah-rumah ibadat dan di lorong-lorong, supaya mereka dipuji orang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya.
3  Tetapi jika engkau memberi sedekah, janganlah diketahui tangan kirimu apa yang diperbuat tangan kananmu.
4  Hendaklah sedekahmu itu diberikan dengan tersembunyi, maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu.”
5  “Dan apabila kamu berdoa, janganlah berdoa seperti orang munafik. Mereka suka mengucapkan doanya dengan berdiri dalam rumah-rumah ibadat dan pada tikungan-tikungan jalan raya, supaya mereka dilihat orang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya.
6  Tetapi jika engkau berdoa, masuklah ke dalam kamarmu, tutuplah pintu dan berdoalah kepada Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu.
16  “Dan apabila kamu berpuasa, janganlah muram, mukamu seperti orang munafik. Mereka mengubah air mukanya, supaya orang melihat bahwa mereka sedang berpuasa. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya.
17  Tetapi apabila engkau berpuasa, minyakilah kepalamu dan cucilah mukamu,
18  supaya jangan dilihat oleh orang bahwa engkau sedang berpuasa, melainkan hanya oleh Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu.”

12 February 2013

Renungan Harian, 12 Februari 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Bangsa ini memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya jauh dari pada-Ku. (Mrk 7:1-13)

Dalam sebuah gereja tua terdengar para rahib menyanyikan ibadat harian dengan amat khusuk. Aku mencoba masuk, ternyata gereja kosong tidak ada orang. Aku maju sampai ke altar, yang ada cuma sebuah taperecorder memperdengarkan rekaman ibadat harian! Mungkin kalau kita memuliakan Tuhan dengan bibir tanpa hati sama dengan membunyikan rekaman. Alat itu bunyi, tapi hatinya tidak ada. Tuhan tidak menginginkan pujian kosong atau suara merdu kita. Ia merindukan kasih kita, perjumpaan dari hati ke hati dengan Dia di waktu doa.

Ya TUHAN, Tuhan kami, betapa mulianya nama-Mu di seluruh bumi! (Mzm 8:9)

Bacaan Lengkap hari ini :

1  Pada suatu kali serombongan orang Farisi dan beberapa ahli Taurat dari Yerusalem datang menemui Yesus.
2  Mereka melihat, bahwa beberapa orang murid-Nya makan dengan tangan najis, yaitu dengan tangan yang tidak dibasuh.
3  Sebab orang-orang Farisi seperti orang-orang Yahudi lainnya tidak makan kalau tidak melakukan pembasuhan tangan lebih dulu, karena mereka berpegang pada adat istiadat nenek moyang mereka;
4  dan kalau pulang dari pasar mereka juga tidak makan kalau tidak lebih dahulu membersihkan dirinya. Banyak warisan lain lagi yang mereka pegang, umpamanya hal mencuci cawan, kendi dan perkakas-perkakas tembaga.
5  Karena itu orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat itu bertanya kepada-Nya: “Mengapa murid-murid-Mu tidak hidup menurut adat istiadat nenek moyang kita, tetapi makan dengan tangan najis?”
6  Jawab-Nya kepada mereka: “Benarlah nubuat Yesaya tentang kamu, hai orang-orang munafik! Sebab ada tertulis: Bangsa ini memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya jauh dari pada-Ku.
7  Percuma mereka beribadah kepada-Ku, sedangkan ajaran yang mereka ajarkan ialah perintah manusia.
8  Perintah Allah kamu abaikan untuk berpegang pada adat istiadat manusia.”
9  Yesus berkata pula kepada mereka: “Sungguh pandai kamu mengesampingkan perintah Allah, supaya kamu dapat memelihara adat istiadatmu sendiri.
10  Karena Musa telah berkata: Hormatilah ayahmu dan ibumu! dan: Siapa yang mengutuki ayahnya atau ibunya harus mati.
11  Tetapi kamu berkata: Kalau seorang berkata kepada bapanya atau ibunya: Apa yang ada padaku, yang dapat digunakan untuk pemeliharaanmu, sudah digunakan untuk korban—yaitu persembahan kepada Allah—,
12  maka kamu tidak membiarkannya lagi berbuat sesuatupun untuk bapanya atau ibunya.
13  Dengan demikian firman Allah kamu nyatakan tidak berlaku demi adat istiadat yang kamu ikuti itu. Dan banyak hal lain seperti itu yang kamu lakukan.”

11 February 2013

Renungan Harian, 11 Februari 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Dan semua orang yang menjamah-Nya menjadi sembuh. (Mrk 6:53-56)

Gereja melakukan macam-macam pelayanan sebagai kelanjutan karya Yesus, antara lain pelayanan penyembuhan. Banyak orang mengalami penyembuhan karena doa-doa Gereja dan para pelayannya yang diberi anugerah khusus untuk itu. Hari ini kita juga merayakan perjumpaan St. Bernadet Soubirous dengan Bunda Maria di Lourdes. Di tempat itu sampai sekarang terjadi banyak penyembuhan, baik fisik, emosional dan psikis. Menyakiti orang itu gampang. Tapi kita dipanggil untuk menyembuhkan dengan perbuatan, sikap dan kata-kata yang menguatkan, menghibur, memberi harapan dan meringankan penderitaan.

Betapa banyak perbuatan-Mu, ya TUHAN, sekaliannya Kaujadikan dengan kebijaksanaan, bumi penuh dengan ciptaan-Mu. (Mzm 104:24)

Bacaan Lengkap hari ini :

53  Setibanya di seberang Yesus dan murid-murid-Nya mendarat di Genesaret dan berlabuh di situ.
54  Ketika mereka keluar dari perahu, orang segera mengenal Yesus.
55  Maka berlari-larilah mereka ke seluruh daerah itu dan mulai mengusung orang-orang sakit di atas tilamnya kepada Yesus, di mana saja kabarnya Ia berada.
56  Ke manapun Ia pergi, ke desa-desa, ke kota-kota, atau ke kampung-kampung, orang meletakkan orang-orang sakit di pasar dan memohon kepada-Nya, supaya mereka diperkenankan hanya menjamah jumbai jubah-Nya saja. Dan semua orang yang menjamah-Nya menjadi sembuh.

8 February 2013

Renungan Harian, 8 Februari 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“hatinya selalu terombang-ambing” (Mrk 6:14-29)

Itulah yang mencirikan pribadi Herodes. Ia cerdas tapi tidak punya pendirian. Yohanes Pembatis mewartakan pertobatan, perubahan hidup didasarkan pada kebenaran, kasih dan keadilan. Herodes setuju. Tapi ada orang-orang lain dalam hidupnya yang mempengaruhinya. Suara mereka lebih kuat. Mereka itu mendukung pola hidup yang didasarkan pada kuasa, kehormatan, harta dan kenikmatan. Herodes terombang-ambing antara Yohanes dan Herodias. Herodiaslah yang menang dan sang nabi dipenggal. Dia bukan korban yang terakhir, karena masih ada banyak Herodes sampai sekarang.

TUHAN adalah terangku dan keselamatanku, kepada siapakah aku harus takut?  (Mzm 27:1)

Bacaan Lengkap hari ini :

14  Raja Herodes juga mendengar tentang Yesus, sebab nama-Nya sudah terkenal dan orang mengatakan: “Yohanes Pembaptis sudah bangkit dari antara orang mati dan itulah sebabnya kuasa-kuasa itu bekerja di dalam Dia.”
15  Yang lain mengatakan: “Dia itu Elia!” Yang lain lagi mengatakan: “Dia itu seorang nabi sama seperti nabi-nabi yang dahulu.”
16  Waktu Herodes mendengar hal itu, ia berkata: “Bukan, dia itu Yohanes yang sudah kupenggal kepalanya, dan yang bangkit lagi.”
17  Sebab memang Herodeslah yang menyuruh orang menangkap Yohanes dan membelenggunya di penjara berhubung dengan peristiwa Herodias, isteri Filipus saudaranya, karena Herodes telah mengambilnya sebagai isteri.
18  Karena Yohanes pernah menegor Herodes: “Tidak halal engkau mengambil isteri saudaramu!”
19  Karena itu Herodias menaruh dendam pada Yohanes dan bermaksud untuk membunuh dia, tetapi tidak dapat,
20  sebab Herodes segan akan Yohanes karena ia tahu, bahwa Yohanes adalah orang yang benar dan suci, jadi ia melindunginya. Tetapi apabila ia mendengarkan Yohanes, hatinya selalu terombang-ambing, namun ia merasa senang juga mendengarkan dia.
21  Akhirnya tiba juga kesempatan yang baik bagi Herodias, ketika Herodes pada hari ulang tahunnya mengadakan perjamuan untuk pembesar-pembesarny perwira-perwiranya dan orang-orang terkemuka di Galilea.
22  Pada waktu itu anak perempuan Herodias tampil lalu menari, dan ia menyukakan hati Herodes dan tamu-tamunya. Raja berkata kepada gadis itu: “Minta dari padaku apa saja yang kauingini, maka akan kuberikan kepadamu!”,
23  lalu bersumpah kepadanya: “Apa saja yang kauminta akan kuberikan kepadamu, sekalipun setengah dari kerajaanku!”
24  Anak itu pergi dan menanyakan ibunya: “Apa yang harus kuminta?” Jawabnya: “Kepala Yohanes Pembaptis!”
25  Maka cepat-cepat ia pergi kepada raja dan meminta: “Aku mau, supaya sekarang juga engkau berikan kepadaku kepala Yohanes Pembaptis di sebuah talam!”
26  Lalu sangat sedihlah hati raja, tetapi karena sumpahnya dan karena tamu-tamunya ia tidak mau menolaknya.
27  Raja segera menyuruh seorang pengawal dengan perintah supaya mengambil kepala Yohanes. Orang itu pergi dan memenggal kepala Yohanes di penjara.
28  Ia membawa kepala itu di sebuah talam dan memberikannya kepada gadis itu dan gadis itu memberikannya pula kepada ibunya.
29  Ketika murid-murid Yohanes mendengar hal itu mereka datang dan mengambil mayatnya, lalu membaringkannya dalam kuburan.

« Newer PostsOlder Posts »

Powered by WordPress