Renungan Harian

12 November 2012

Renungan Harian, 12 Nopember 2012 – Peringatan Wajib Santo Yosafat, Uskup dan Martir

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Bahkan jikalau ia berbuat dosa terhadap engkau tujuh kali sehari dan tujuh kali ia kembali kepadamu dan berkata: Aku menyesal, engkau harus mengampuni dia.” (Luk 17:1-6)

Kita mesti sempurna seperti Bapa dalam hal mengampuni. Dengan mengampuni kita ikut ambil bagian sebagai penyalur rahmat Allah yang Maharahim. Seorang yang mengampuni, dia akan mengalami rasa syukur, kelegaan, kedamaian hati dan kebahagiaan yang mendalam sebagai anak anak Allah yang telah dicintai tanpa syarat. Segalanya akan berlimpah dan hati menjadi lepas bebas.

Itulah angkatan orang-orang yang menanyakan Dia, yang mencari wajah-Mu, ya Allah Yakub.” (Mzm 24:6)

Bacaan lengkap hari ini :

1  Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: “Tidak mungkin tidak akan ada penyesatan, tetapi celakalah orang yang mengadakannya.
2  Adalah lebih baik baginya jika sebuah batu kilangan diikatkan pada lehernya, lalu ia dilemparkan ke dalam laut, dari pada menyesatkan salah satu dari orang-orang yang lemah ini.
3  Jagalah dirimu! Jikalau saudaramu berbuat dosa, tegorlah dia, dan jikalau ia menyesal, ampunilah dia.
Bahkan jikalau ia berbuat dosa terhadap engkau tujuh kali sehari dan tujuh kali ia kembali kepadamu dan berkata: Aku menyesal, engkau harus mengampuni dia.”
5  Lalu kata rasul-rasul itu kepada Tuhan: “Tambahkanlah iman kami!”
6  Jawab Tuhan: “Kalau sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja, kamu dapat berkata kepada pohon ara ini: Terbantunlah engkau dan tertanamlah di dalam laut, dan ia akan taat kepadamu.”

11 November 2012

Renungan Harian, 11 November 2012

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Sebab mereka semua memberi dari kelimpahannya, tetapi janda ini memberi dari kekurangannya, semua yang ada padanya, yaitu seluruh nafkahnya.” (Mrk 12:41-44)

Jangan berpikir bahwa Tuhan menginginkan kita melakukan hal hal yang luar biasa, dan melupakan hal hal kecil yang nyata dan terasa sepele. Padahal semua yang kita anggap remeh adalah latihan keutamaan yang membuat kehidupan rohani kita lebih baik. Lebih peka, peduli pada kebutuhan sesama, justru itu yang dikehendaki Tuhan. Tuhan menginginkan kita berbagi, apapun keadaan kita. Karena dengan berbagi, kita telah menyalurkan rahmat dan kebaikan Tuhan.

Pujilah TUHAN, hai jiwaku! (Mzm 146:1)

Bacaan Lengkap hari ini :

41  Pada suatu kali Yesus duduk menghadapi peti persembahan dan memperhatikan bagaimana orang banyak memasukkan uang ke dalam peti itu. Banyak orang kaya memberi jumlah yang besar.
42  Lalu datanglah seorang janda yang miskin dan ia memasukkan dua peser, yaitu satu duit.
43  Maka dipanggil-Nya murid-murid-Nya dan berkata kepada mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya janda miskin ini memberi lebih banyak dari pada semua orang yang memasukkan uang ke dalam peti persembahan.
44  Sebab mereka semua memberi dari kelimpahannya, tetapi janda ini memberi dari kekurangannya, semua yang ada padanya, yaitu seluruh nafkahnya.”

10 November 2012

Renungan Harian, 10 November 2012 – Peringatan Wajib Santo Leo Agung, Paus dan Pujangga Gereja

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku. (Flp 4:10-19)

Kesaksian Paulus di saat ia meringkuk dalam penjara dalam usia lanjut dan badan ringkih karena banyak penderitaan. Ia menengok kembali pengalaman hidupnya dan heran bahwa semua-nya itu telah bisa ia lalui. Mana mungkin kalau bukan dengan kekuatan Tuhan yang menopang dia? Dia telah mengabdi Tuhan dengan hati yang tunggal. Dia telah menunjukkan kesetiaannya dalam perkara kecil dan besar, maka Tuhan juga yang akan membela perkaranya.

Berbahagialah orang yang takut akan TUHAN, yang sangat suka kepada segala perintah-Nya. (Mzm 112:1)

Bacaan Lengkap hari ini :

10  Aku sangat bersukacita dalam Tuhan, bahwa akhirnya pikiranmu dan perasaanmu bertumbuh kembali untuk aku. Memang selalu ada perhatianmu, tetapi tidak ada kesempatan bagimu.
11  Kukatakan ini bukanlah karena kekurangan, sebab aku telah belajar mencukupkan diri dalam segala keadaan.
12  Aku tahu apa itu kekurangan dan aku tahu apa itu kelimpahan. Dalam segala hal dan dalam segala perkara tidak ada sesuatu yang merupakan rahasia bagiku; baik dalam hal kenyang, maupun dalam hal kelaparan, baik dalam hal kelimpahan maupun dalam hal kekurangan.
13  Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku.
14  Namun baik juga perbuatanmu, bahwa kamu telah mengambil bagian dalam kesusahanku.
15  Kamu sendiri tahu juga, hai orang-orang Filipi; pada waktu aku baru mulai mengabarkan Injil, ketika aku berangkat dari Makedonia, tidak ada satu jemaatpun yang mengadakan perhitungan hutang dan piutang dengan aku selain dari pada kamu.
16  Karena di Tesalonikapun kamu telah satu dua kali mengirimkan bantuan kepadaku.
17  Tetapi yang kuutamakan bukanlah pemberian itu, melainkan buahnya, yang makin memperbesar keuntunganmu.
18  Kini aku telah menerima semua yang perlu dari padamu, malahan lebih dari pada itu. Aku berkelimpahan, karena aku telah menerima kirimanmu dari Epafroditus, suatu persembahan yang harum, suatu korban yang disukai dan yang berkenan kepada Allah.
19  Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya dalam Kristus Yesus.

9 November 2012

Renungan Harian, 9 November 2012 – Pesta Pemberkatan Basilika Lateran

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Dan ke mana saja sungai itu mengalir, semuanya di sana hidup. (Yeh 47:1,2,8,9,12)

Sungai itu mengalir dari bait Allah, melambangkan rahmat Allah yang terus mengalir dan memberi hidup. Maka Yesus tidak kenal ampun bagi para pedagang yang menajiskan Bait Allah itu dengan menjadikannya sarang penyamun. Sudah diketahui umum bahwa para pedagang itu mengeruk untung sebesar-besarnya dari bisnis menukar uang asing dan menjual keperluan kurban. Masihkah ada rasa hormat bagi gedung gereja kita sebagai tempat berdoa dan menimba kehidupan ilahi? Ataukah gereja kita juga sudah mirip sarang penyamun?

Allah itu bagi kita tempat perlindungan dan kekuatan, sebagai penolong dalam kesesakan sangat terbukti. (Mzm 46:2)

Bacaan Lengkap hari ini :

1  Kemudian ia membawa aku kembali ke pintu Bait Suci, dan sungguh, ada air keluar dari bawah ambang pintu Bait Suci itu dan mengalir menuju ke timur; sebab Bait Suci juga menghadap ke timur; dan air itu mengalir dari bawah bagian samping kanan dari Bait Suci itu, sebelah selatan mezbah.
2  Lalu diiringnya aku ke luar melalui pintu gerbang utara dan dibawanya aku berkeliling dari luar menuju pintu gerbang luar yang menghadap ke timur, sungguh, air itu membual dari sebelah selatan.
8  Ia berkata kepadaku: “Sungai ini mengalir menuju wilayah timur, dan menurun ke Araba-Yordan, dan bermuara di Laut Asin, air yang mengandung banyak garam dan air itu menjadi tawar,
9  sehingga ke mana saja sungai itu mengalir, segala makhluk hidup yang berkeriapan di sana akan hidup. Ikan-ikan akan menjadi sangat banyak, sebab ke mana saja air itu sampai, air laut di situ menjadi tawar dan ke mana saja sungai itu mengalir, semuanya di sana hidup.
12  Pada kedua tepi sungai itu tumbuh bermacam-macam pohon buah-buahan, yang daunnya tidak layu dan buahnya tidak habis-habis; tiap bulan ada lagi buahnya yang baru, sebab pohon-pohon itu mendapat air dari tempat kudus itu. Buahnya menjadi makanan dan daunnya menjadi obat.”

8 November 2012

Renungan Harian, 8 November 2012

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Demikian juga akan ada sukacita pada malaikat-malaikat Allah karena satu orang berdosa yang bertobat.” (Luk 15:1-10)

Dalam hidup kita sering merasa marah, kecewa, dendam, pada orang yang berbuat jahat atau menyakiti hati kita. Orang orang ini membuat kita tertekan, sakit dan tak nyaman. Hanya satu yang Yesus katakan. Dia dan seluruh isi surga akan bersukacita jika ada satu orang berdosa yang bertobat. Saat itu  Yesus mengajak kita untuk berpesta. Pesta yang penuh makna, karena orang yang menyakiti kita sudah bertobat. Bagaimana itu terjadi? Tanpa kenal lelah, kita mendekati dia yang berbuat jahat dan memberikan kasih serta pengampunan Yesus kepadanya.

Bermegahlah di dalam nama-Nya yang kudus, biarlah bersukahati orang-orang yang mencari TUHAN! (Mzm 105:3)

Bacaan Lengkap hari ini :

1  Para pemungut cukai dan orang-orang berdosa biasanya datang kepada Yesus untuk mendengarkan Dia.
2  Maka bersungut-sungutlah orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat, katanya: “Ia menerima orang-orang berdosa dan makan bersama-sama dengan mereka.”
3  Lalu Ia mengatakan perumpamaan ini kepada mereka:
4  “Siapakah di antara kamu yang mempunyai seratus ekor domba, dan jikalau ia kehilangan seekor di antaranya, tidak meninggalkan yang sembilan puluh sembilan ekor di padang gurun dan pergi mencari yang sesat itu sampai ia menemukannya?
5  Dan kalau ia telah menemukannya, ia meletakkannya di atas bahunya dengan gembira,
6  dan setibanya di rumah ia memanggil sahabat-sahabat dan tetangga-tetanggan serta berkata kepada mereka: Bersukacitalah bersama-sama dengan aku, sebab dombaku yang hilang itu telah kutemukan.
7  Aku berkata kepadamu: Demikian juga akan ada sukacita di sorga karena satu orang berdosa yang bertobat, lebih dari pada sukacita karena sembilan puluh sembilan orang benar yang tidak memerlukan pertobatan.”
8  “Atau perempuan manakah yang mempunyai sepuluh dirham, dan jika ia kehilangan satu di antaranya, tidak menyalakan pelita dan menyapu rumah serta mencarinya dengan cermat sampai ia menemukannya?
9  Dan kalau ia telah menemukannya, ia memanggil sahabat-sahabat dan tetangga-tetangganya serta berkata: Bersukacitalah bersama-sama dengan aku, sebab dirhamku yang hilang itu telah kutemukan.
10  Aku berkata kepadamu: Demikian juga akan ada sukacita pada malaikat-malaikat Allah karena satu orang berdosa yang bertobat.”

7 November 2012

Renungan Harian, 7 November 2012

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Sebab siapakah di antara kamu yang kalau mau mendirikan sebuah menara tidak duduk dahulu membuat anggaran biayanya, kalau-kalau cukup uangnya untuk menyelesaikan pekerjaan itu? (Luk 14:25-33)

Yesus menyarankan mereka yang mau mengikuti Dia supaya “berhitung” dulu kesiapannya. Jangan sampai mereka mundur ditengah jalan.  Dalam hal ini sudah sepantasnya kita bersyukur bahwa kita dilahirkan dari sebuah keluarga yang telah membentuk pondasi iman kita, sehingga kita tidak perlu berhitung lagi untung rugi ikut Yesus. Kita hanya perlu memperkuat pondasi iman kita dengan memperkaya pemahaman akan kehidupan Kristiani yang benar.

TUHAN adalah terangku dan keselamatanku, kepada siapakah aku harus takut? TUHAN adalah benteng hidupku, terhadap siapakah aku harus gemetar? (Mzm 27:1)

Bacaan Lengkap hari ini :

25  Pada suatu kali banyak orang berduyun-duyun mengikuti Yesus dalam perjalanan-Nya. Sambil berpaling Ia berkata kepada mereka:
26  “Jikalau seorang datang kepada-Ku dan ia tidak membenci bapanya, ibunya, isterinya, anak-anaknya, saudara-saudaranya laki-laki atau perempuan, bahkan nyawanya sendiri, ia tidak dapat menjadi murid-Ku.
27  Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak dapat menjadi murid-Ku.
28  Sebab siapakah di antara kamu yang kalau mau mendirikan sebuah menara tidak duduk dahulu membuat anggaran biayanya, kalau-kalau cukup uangnya untuk menyelesaikan pekerjaan itu?
29  Supaya jikalau ia sudah meletakkan dasarnya dan tidak dapat menyelesaikannya, jangan-jangan semua orang yang melihatnya, mengejek dia,
30  sambil berkata: Orang itu mulai mendirikan, tetapi ia tidak sanggup menyelesaikannya.
31  Atau, raja manakah yang kalau mau pergi berperang melawan raja lain tidak duduk dahulu untuk mempertimbangkan, apakah dengan sepuluh ribu orang ia sanggup menghadapi lawan yang mendatanginya dengan dua puluh ribu orang?
32  Jikalau tidak, ia akan mengirim utusan selama musuh itu masih jauh untuk menanyakan syarat-syarat perdamaian.
33  Demikian pulalah tiap-tiap orang di antara kamu, yang tidak melepaskan dirinya dari segala miliknya, tidak dapat menjadi murid-Ku.

6 November 2012

Renungan Harian, 6 November 2012

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus (Fil 2:5-11)

Manakah pikiran dan perasaan yang terdapat pada Yesus? Perjamuan yang diadakan oleh Bapa terbuka untuk semua, tidak ada yang dikecualikan. Yesus terbuka dan menyambut semua orang. Ia datang ke rumah Simon orang Farisi walaupun tidak diterima dengan baik. Ia makan di rumah Lewi, pemungut cukai yang dianggap orang berdosa; bahkan tanpa diundang pun ia datang ke rumah Zakheus, untuk membawa keselamatan bagi dia sekeluarga. Menjadi seperti Yesus berarti membawa kebaikan di mana pun kita berada.

TUHAN adalah terangku dan keselamatanku, kepada siapakah aku harus takut? (Mzm 27:1)

Bacaan Lengkap hari ini :

Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus,
6  yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan,
7  melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia.
8  Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.
9  Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama,
10  supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi,
11  dan segala lidah mengaku: “Yesus Kristus adalah Tuhan,” bagi kemuliaan Allah, Bapa!

5 November 2012

Renungan Harian, 5 November 2012

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Dan engkau akan berbahagia, karena mereka tidak mempunyai apa-apa untuk membalasnya kepadamu  (Luk 14: 12-14)

Seorang pemulung menabung selama 3 tahun untuk dapat ikut memberikan hewan kurban. Kisah ini langsung menjadi berita menghebohkan, karena si miskin memberi kurban senilai 3 juta rupiah.  Kisah nyata ini harusnya membuat kita malu, betapa si pemulung yang sudah tidak punya arti di masyarakat, masih berusaha memberi arti hidupnya kepada Tuhan-Nya dengan melakukan ibadah yang terbaik. Dia tidak berpikir tentang pendapat masyarakat, dia hanya ingin mendapat balasan dari Tuhan junjungan-Nya. Mari kita meneladani si pemulung dengan berbuat baik secara tulus.

Sesungguhnya, aku telah menenangkan dan mendiamkan jiwaku (Mzm 131 :2)

Bacaan Lengkap hari ini:

12  Dan Yesus berkata juga kepada orang yang mengundang Dia: “Apabila engkau mengadakan perjamuan siang atau perjamuan malam, janganlah engkau mengundang sahabat-sahabatmu atau saudara-saudaramu atau kaum keluargamu atau tetangga-tetanggamu yang kaya, karena mereka akan membalasnya dengan mengundang engkau pula dan dengan demikian engkau mendapat balasnya.
13  Tetapi apabila engkau mengadakan perjamuan, undanglah orang-orang miskin, orang-orang cacat, orang-orang lumpuh dan orang-orang buta.
14  Dan engkau akan berbahagia, karena mereka tidak mempunyai apa-apa untuk membalasnya kepadamu. Sebab engkau akan mendapat balasnya pada hari kebangkitan orang-orang benar.”

4 November 2012

Renungan Harian, 4 November 2012

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu. (Mrk 12:28b-34)

Ada yang sudah menyaksikan film “I am Gabriel”?” Sebuah film yang menceritakan tentang kota yang didatangi oleh malaikat Gabriel. Penduduk kota kecil itu tahu mengasihi Tuhan, tetapi mereka tidak tahu bagaimana berkomunikasi langsung dengan Tuhan.  Itulah yang diajarkan oleh Gabriel, untuk berdialog langsung dengan Tuhan. Kita semua mengasihi Tuhan, tetapi sering kita tidak tahu bagaimana berbicara kepada Tuhan. Ternyata tidak sulit, bicara lepas seperti kepada orang yang kita sayangi. Penuh kasih, keakraban dan rendah hati.

“Aku mengasihi Engkau, ya TUHAN, kekuatanku! (Mzm 18:2)

Bacaan Lengkap hari ini :

28b”Hukum manakah yang paling utama?”
29  Jawab Yesus: “Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa.
30  Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu.
31  Dan hukum yang kedua ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Tidak ada hukum lain yang lebih utama dari pada kedua hukum ini.”
32  Lalu kata ahli Taurat itu kepada Yesus: “Tepat sekali, Guru, benar kata-Mu itu, bahwa Dia esa, dan bahwa tidak ada yang lain kecuali Dia.
33  Memang mengasihi Dia dengan segenap hati dan dengan segenap pengertian dan dengan segenap kekuatan, dan juga mengasihi sesama manusia seperti diri sendiri adalah jauh lebih utama dari pada semua korban bakaran dan korban sembelihan.”
34  Yesus melihat, bagaimana bijaksananya jawab orang itu, dan Ia berkata kepadanya: “Engkau tidak jauh dari Kerajaan Allah!” Dan seorangpun tidak berani lagi menanyakan sesuatu kepada Yesus.

3 November 2012

Renungan Harian, 3 November 2012

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan. Tetapi jika aku harus hidup di dunia ini, itu berarti bagiku bekerja memberi buah. (Flp 1:18b-26)

Setiap orang ingin menjadi besar dan terhormat. Yesus mengajar yang sebaliknya: Pilihlah tempat yang paling rendah. Paulus mengerti ajaran Yesus. Menjelang akhir hidupnya di dalam penjara, hasratnya hanya satu: Bersatu dengan Kristus, memuliakan Dia dengan tubuhnya, baik dalam hidup atau mati. Ia tidak takut maut, sebab mati berarti bersatu dengan Kristus. Kita yang masih boleh hidup diajak untuk bekerja menghasilkan buah-buah kasih.

Jiwaku haus kepada Allah, kepada Allah yang hidup. Bilakah aku boleh datang melihat Allah? (Mzm 42:2)

Bacaan Lengkap hari ini :

18  Tetapi tidak mengapa, sebab bagaimanapun juga, Kristus diberitakan, baik dengan maksud palsu maupun dengan jujur. Tentang hal itu aku bersukacita. Dan aku akan tetap bersukacita,
19  karena aku tahu, bahwa kesudahan semuanya ini ialah keselamatanku oleh doamu dan pertolongan Roh Yesus Kristus.
20  Sebab yang sangat kurindukan dan kuharapkan ialah bahwa aku dalam segala hal tidak akan beroleh malu, melainkan seperti sediakala, demikianpun sekarang, Kristus dengan nyata dimuliakan di dalam tubuhku, baik oleh hidupku, maupun oleh matiku.
21  Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan.
22  Tetapi jika aku harus hidup di dunia ini, itu berarti bagiku bekerja memberi buah.
Jadi mana yang harus kupilih, aku tidak tahu.
23  Aku didesak dari dua pihak: aku ingin pergi dan diam bersama-sama dengan Kristus—itu memang jauh lebih baik;
24  tetapi lebih perlu untuk tinggal di dunia ini karena kamu.
25  Dan dalam keyakinan ini tahulah aku: aku akan tinggal dan akan bersama-sama lagi dengan kamu sekalian supaya kamu makin maju dan bersukacita dalam iman,
26  sehingga kemegahanmu dalam Kristus Yesus makin bertambah karena aku, apabila aku kembali kepada kamu.

« Newer PostsOlder Posts »

Powered by WordPress