Renungan Harian

7 November 2012

Renungan Harian, 7 November 2012

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Sebab siapakah di antara kamu yang kalau mau mendirikan sebuah menara tidak duduk dahulu membuat anggaran biayanya, kalau-kalau cukup uangnya untuk menyelesaikan pekerjaan itu? (Luk 14:25-33)

Yesus menyarankan mereka yang mau mengikuti Dia supaya “berhitung” dulu kesiapannya. Jangan sampai mereka mundur ditengah jalan.  Dalam hal ini sudah sepantasnya kita bersyukur bahwa kita dilahirkan dari sebuah keluarga yang telah membentuk pondasi iman kita, sehingga kita tidak perlu berhitung lagi untung rugi ikut Yesus. Kita hanya perlu memperkuat pondasi iman kita dengan memperkaya pemahaman akan kehidupan Kristiani yang benar.

TUHAN adalah terangku dan keselamatanku, kepada siapakah aku harus takut? TUHAN adalah benteng hidupku, terhadap siapakah aku harus gemetar? (Mzm 27:1)

Bacaan Lengkap hari ini :

25  Pada suatu kali banyak orang berduyun-duyun mengikuti Yesus dalam perjalanan-Nya. Sambil berpaling Ia berkata kepada mereka:
26  “Jikalau seorang datang kepada-Ku dan ia tidak membenci bapanya, ibunya, isterinya, anak-anaknya, saudara-saudaranya laki-laki atau perempuan, bahkan nyawanya sendiri, ia tidak dapat menjadi murid-Ku.
27  Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak dapat menjadi murid-Ku.
28  Sebab siapakah di antara kamu yang kalau mau mendirikan sebuah menara tidak duduk dahulu membuat anggaran biayanya, kalau-kalau cukup uangnya untuk menyelesaikan pekerjaan itu?
29  Supaya jikalau ia sudah meletakkan dasarnya dan tidak dapat menyelesaikannya, jangan-jangan semua orang yang melihatnya, mengejek dia,
30  sambil berkata: Orang itu mulai mendirikan, tetapi ia tidak sanggup menyelesaikannya.
31  Atau, raja manakah yang kalau mau pergi berperang melawan raja lain tidak duduk dahulu untuk mempertimbangkan, apakah dengan sepuluh ribu orang ia sanggup menghadapi lawan yang mendatanginya dengan dua puluh ribu orang?
32  Jikalau tidak, ia akan mengirim utusan selama musuh itu masih jauh untuk menanyakan syarat-syarat perdamaian.
33  Demikian pulalah tiap-tiap orang di antara kamu, yang tidak melepaskan dirinya dari segala miliknya, tidak dapat menjadi murid-Ku.

6 November 2012

Renungan Harian, 6 November 2012

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus (Fil 2:5-11)

Manakah pikiran dan perasaan yang terdapat pada Yesus? Perjamuan yang diadakan oleh Bapa terbuka untuk semua, tidak ada yang dikecualikan. Yesus terbuka dan menyambut semua orang. Ia datang ke rumah Simon orang Farisi walaupun tidak diterima dengan baik. Ia makan di rumah Lewi, pemungut cukai yang dianggap orang berdosa; bahkan tanpa diundang pun ia datang ke rumah Zakheus, untuk membawa keselamatan bagi dia sekeluarga. Menjadi seperti Yesus berarti membawa kebaikan di mana pun kita berada.

TUHAN adalah terangku dan keselamatanku, kepada siapakah aku harus takut? (Mzm 27:1)

Bacaan Lengkap hari ini :

Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus,
6  yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan,
7  melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia.
8  Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.
9  Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama,
10  supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi,
11  dan segala lidah mengaku: “Yesus Kristus adalah Tuhan,” bagi kemuliaan Allah, Bapa!

5 November 2012

Renungan Harian, 5 November 2012

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Dan engkau akan berbahagia, karena mereka tidak mempunyai apa-apa untuk membalasnya kepadamu  (Luk 14: 12-14)

Seorang pemulung menabung selama 3 tahun untuk dapat ikut memberikan hewan kurban. Kisah ini langsung menjadi berita menghebohkan, karena si miskin memberi kurban senilai 3 juta rupiah.  Kisah nyata ini harusnya membuat kita malu, betapa si pemulung yang sudah tidak punya arti di masyarakat, masih berusaha memberi arti hidupnya kepada Tuhan-Nya dengan melakukan ibadah yang terbaik. Dia tidak berpikir tentang pendapat masyarakat, dia hanya ingin mendapat balasan dari Tuhan junjungan-Nya. Mari kita meneladani si pemulung dengan berbuat baik secara tulus.

Sesungguhnya, aku telah menenangkan dan mendiamkan jiwaku (Mzm 131 :2)

Bacaan Lengkap hari ini:

12  Dan Yesus berkata juga kepada orang yang mengundang Dia: “Apabila engkau mengadakan perjamuan siang atau perjamuan malam, janganlah engkau mengundang sahabat-sahabatmu atau saudara-saudaramu atau kaum keluargamu atau tetangga-tetanggamu yang kaya, karena mereka akan membalasnya dengan mengundang engkau pula dan dengan demikian engkau mendapat balasnya.
13  Tetapi apabila engkau mengadakan perjamuan, undanglah orang-orang miskin, orang-orang cacat, orang-orang lumpuh dan orang-orang buta.
14  Dan engkau akan berbahagia, karena mereka tidak mempunyai apa-apa untuk membalasnya kepadamu. Sebab engkau akan mendapat balasnya pada hari kebangkitan orang-orang benar.”

4 November 2012

Renungan Harian, 4 November 2012

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu. (Mrk 12:28b-34)

Ada yang sudah menyaksikan film “I am Gabriel”?” Sebuah film yang menceritakan tentang kota yang didatangi oleh malaikat Gabriel. Penduduk kota kecil itu tahu mengasihi Tuhan, tetapi mereka tidak tahu bagaimana berkomunikasi langsung dengan Tuhan.  Itulah yang diajarkan oleh Gabriel, untuk berdialog langsung dengan Tuhan. Kita semua mengasihi Tuhan, tetapi sering kita tidak tahu bagaimana berbicara kepada Tuhan. Ternyata tidak sulit, bicara lepas seperti kepada orang yang kita sayangi. Penuh kasih, keakraban dan rendah hati.

“Aku mengasihi Engkau, ya TUHAN, kekuatanku! (Mzm 18:2)

Bacaan Lengkap hari ini :

28b”Hukum manakah yang paling utama?”
29  Jawab Yesus: “Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa.
30  Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu.
31  Dan hukum yang kedua ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Tidak ada hukum lain yang lebih utama dari pada kedua hukum ini.”
32  Lalu kata ahli Taurat itu kepada Yesus: “Tepat sekali, Guru, benar kata-Mu itu, bahwa Dia esa, dan bahwa tidak ada yang lain kecuali Dia.
33  Memang mengasihi Dia dengan segenap hati dan dengan segenap pengertian dan dengan segenap kekuatan, dan juga mengasihi sesama manusia seperti diri sendiri adalah jauh lebih utama dari pada semua korban bakaran dan korban sembelihan.”
34  Yesus melihat, bagaimana bijaksananya jawab orang itu, dan Ia berkata kepadanya: “Engkau tidak jauh dari Kerajaan Allah!” Dan seorangpun tidak berani lagi menanyakan sesuatu kepada Yesus.

3 November 2012

Renungan Harian, 3 November 2012

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan. Tetapi jika aku harus hidup di dunia ini, itu berarti bagiku bekerja memberi buah. (Flp 1:18b-26)

Setiap orang ingin menjadi besar dan terhormat. Yesus mengajar yang sebaliknya: Pilihlah tempat yang paling rendah. Paulus mengerti ajaran Yesus. Menjelang akhir hidupnya di dalam penjara, hasratnya hanya satu: Bersatu dengan Kristus, memuliakan Dia dengan tubuhnya, baik dalam hidup atau mati. Ia tidak takut maut, sebab mati berarti bersatu dengan Kristus. Kita yang masih boleh hidup diajak untuk bekerja menghasilkan buah-buah kasih.

Jiwaku haus kepada Allah, kepada Allah yang hidup. Bilakah aku boleh datang melihat Allah? (Mzm 42:2)

Bacaan Lengkap hari ini :

18  Tetapi tidak mengapa, sebab bagaimanapun juga, Kristus diberitakan, baik dengan maksud palsu maupun dengan jujur. Tentang hal itu aku bersukacita. Dan aku akan tetap bersukacita,
19  karena aku tahu, bahwa kesudahan semuanya ini ialah keselamatanku oleh doamu dan pertolongan Roh Yesus Kristus.
20  Sebab yang sangat kurindukan dan kuharapkan ialah bahwa aku dalam segala hal tidak akan beroleh malu, melainkan seperti sediakala, demikianpun sekarang, Kristus dengan nyata dimuliakan di dalam tubuhku, baik oleh hidupku, maupun oleh matiku.
21  Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan.
22  Tetapi jika aku harus hidup di dunia ini, itu berarti bagiku bekerja memberi buah.
Jadi mana yang harus kupilih, aku tidak tahu.
23  Aku didesak dari dua pihak: aku ingin pergi dan diam bersama-sama dengan Kristus—itu memang jauh lebih baik;
24  tetapi lebih perlu untuk tinggal di dunia ini karena kamu.
25  Dan dalam keyakinan ini tahulah aku: aku akan tinggal dan akan bersama-sama lagi dengan kamu sekalian supaya kamu makin maju dan bersukacita dalam iman,
26  sehingga kemegahanmu dalam Kristus Yesus makin bertambah karena aku, apabila aku kembali kepada kamu.

2 November 2012

Renungan Harian, 2 November 2012 – Hari Raya Peringatan Arwah Semua Orang Beriman

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Sebab inilah kehendak Bapa-Ku, yaitu supaya setiap orang, yang melihat Anak dan yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal, dan supaya Aku membangkitkannya pada akhir zaman.” (Yoh 6:37-40)

Percaya kepada Yesus bagi orang Kristen sepertinya bukan hal yang sulit. Namun percaya bukan hanya berkata, melainkan berbuat. Untuk itu bagi kita yang sudah percaya namun belum sungguh sungguh percaya, dibutuhkan kerahiman Allah yang harus kita mohon dengan sangat. Peringatan arwah orang beriman hari ini mengingatkan kita untuk juga berdoa bagi saudara saudara kita yang sudah berpulang dan yang belum percaya dengan sungguh sungguh saat mereka hidup didunia. Dengan mendoakan, kitapun diingatkan.

Berharaplah kepada TUHAN, hai Israel! Sebab pada TUHAN ada kasih setia, dan Ia banyak kali mengadakan pembebasan. (Mzm 130:7)

Bacaan Lengkap hari ini :

37  Semua yang diberikan Bapa kepada-Ku akan datang kepada-Ku, dan barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan Kubuang.
38  Sebab Aku telah turun dari sorga bukan untuk melakukan kehendak-Ku, tetapi untuk melakukan kehendak Dia yang telah mengutus Aku.
39  Dan Inilah kehendak Dia yang telah mengutus Aku, yaitu supaya dari semua yang telah diberikan-Nya kepada-Ku jangan ada yang hilang, tetapi supaya Kubangkitkan pada akhir zaman.
40  Sebab inilah kehendak Bapa-Ku, yaitu supaya setiap orang, yang melihat Anak dan yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal, dan supaya Aku membangkitkannya pada akhir zaman.”

1 November 2012

Renungan Harian, 1 November 2012 – Hari Raya Semua Orang Kudus

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah. (Mat 5:1-12a)

Siapakah orang yang suci hatinya? Dalam pemahaman kita, mereka adalah orang orang yang oleh Gereja digelari kudus dan tak terbilang banyaknya. Juga mereka yang telah mengalami proses penyucian untuk menjadi kudus. Karena sesuai rencana Allah, maka semua orang beroleh keselamatan. Hari ini kita rayakan semua org kudus, hendaklah perayaan ini memacu semangat kita untuk menjadi satu dari anggota persekutuan para kudus, agar seperti Sabda Bahagia Yesus, kita juga menjadi pemilik Kerajaan Surga. Pertobatan terus menerus harus menjadi jalan kita untuk menggapai Kerajaan Surga.

Tuhanlah yang empunya bumi serta segala isinya, dan dunia serta yang diam di dalamnya. (Mzm 24:1)

Bacaan Lengkap hari ini :

1  Ketika Yesus melihat orang banyak itu, naiklah Ia ke atas bukit dan setelah Ia duduk, datanglah murid-murid-Nya kepada-Nya.
2  Maka Yesuspun mulai berbicara dan mengajar mereka, kata-Nya:
3  “Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga.
4  Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur.
5  Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi.
6  Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan.
7  Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan.
Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah.
9  Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah.
10  Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga.
11  Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat.
12  Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu.”

31 October 2012

Renungan Harian, 31 Oktober 2012

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Kamu tahu, bahwa setiap orang, baik hamba, maupun orang merdeka, kalau ia telah berbuat sesuatu yang baik, ia akan menerima balasannya dari Tuhan. (Ef 6:8)

Kita mau berbuat baik pada orang yang juga baik kepada kita. Tuhan minta lebih dari itu, yaitu berbuat baik kepada semua orang, terlebih yang telah berbuat jahat, merugikan atau menyusahkan kita, yang tidak kita sukai dan tak tahu terima kasih. Jangan harapkan perbuatan baik kita dibalas oleh orang kepada siapa itu ditujukan. Tuhanlah yang akan membalasnya. Dia tidak memandang bulu, tetapi menerbitkan matahari-Nya bagi setiap orang,  baik dan jahat.

TUHAN setia dalam segala perkataan-Nya dan penuh kasih setia dalam segala perbuatan-Nya. (Mzm 145:13)

Bacaan Lengkap hari ini :

1  Hai anak-anak, taatilah orang tuamu di dalam Tuhan, karena haruslah demikian.
2  Hormatilah ayahmu dan ibumu—ini adalah suatu perintah yang penting, seperti yang nyata dari janji ini:
3  supaya kamu berbahagia dan panjang umurmu di bumi.
4  Dan kamu, bapa-bapa, janganlah bangkitkan amarah di dalam hati anak-anakmu, tetapi didiklah mereka di dalam ajaran dan nasihat Tuhan.
5  Hai hamba-hamba, taatilah tuanmu yang di dunia dengan takut dan gentar, dan dengan tulus hati, sama seperti kamu taat kepada Kristus,
6  jangan hanya di hadapan mereka saja untuk menyenangkan hati orang, tetapi sebagai hamba-hamba Kristus yang dengan segenap hati melakukan kehendak Allah,
7  dan yang dengan rela menjalankan pelayanannya seperti orang-orang yang melayani Tuhan dan bukan manusia.
Kamu tahu, bahwa setiap orang, baik hamba, maupun orang merdeka, kalau ia telah berbuat sesuatu yang baik, ia akan menerima balasannya dari Tuhan.
9  Dan kamu tuan-tuan, perbuatlah demikian juga terhadap mereka dan jauhkanlah ancaman. Ingatlah, bahwa Tuhan mereka dan Tuhan kamu ada di sorga dan Ia tidak memandang muka.

30 October 2012

Renungan Harian, 30 Oktober 2012

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Ia seumpama ragi yang diambil seorang perempuan dan diadukkan ke dalam tepung terigu tiga sukat sampai khamir seluruhnya.” (Luk 13:18-21)

Bila ragi dapat merubah secara negatif dalam hal orang Farisi , ternyata ragi juga bisa merubah segala sesuatu menjadi sangat positif bagi menggambarkan Kerajaan Allah. Pengaruh positif apa yang dapat kita berikan untuk pertumbuhan Kerajaan Allah? Tidak lain adalah doa. Berdoa dalam peristiwa peristiwa setiap hari dan setiap saat. Semua bentuk doa dapat menjadi ragi, yang dengannya Tuhan membandingkan dengan Kerajaan Allah. Selama Tahun Iman ini, mari kita makin meresapi situasi biasa sehari hari dengan doa doa kita.

Berbahagialah setiap orang yang takut akan TUHAN, yang hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya! (Mzm 128:1)

Bacaan Lengkap hari ini :

18  Maka kata Yesus: “Seumpama apakah hal Kerajaan Allah dan dengan apakah Aku akan mengumpamakannya?
19  Ia seumpama biji sesawi, yang diambil dan ditaburkan orang di kebunnya; biji itu tumbuh dan menjadi pohon dan burung-burung di udara bersarang pada cabang-cabangnya.”
20  Dan Ia berkata lagi: “Dengan apakah Aku akan mengumpamakan Kerajaan Allah?
21  Ia seumpama ragi yang diambil seorang perempuan dan diadukkan ke dalam tepung terigu tiga sukat sampai khamir seluruhnya.”

29 October 2012

Renungan Harian, 29 Oktober 2012

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Tetapi kepala rumah ibadat gusar karena Yesus menyembuhkan orang pada hari Sabat, (Luk 13:10-17)

Hukum Sabat wajib dirayakan dengan menghentikan pekerjaan harian. Tapi Yesus mengintervensi larangan itu, bukan meniadakan tetapi menyempurnakan. Apa alasan-Nya? Hukum bukanlah sebagai tujuan hidup manusia, tapi sebagai sarana mencapai keselamatan. Alasan lain adalah Yesus secara lansung menyingkap kemunafikan orang Israel, karena pada hari Sabat mereka sebenarnya juga bekerja memberi makan ternaknya. Dan yang ketiga, Yesus memberikan sentuhan kasih kepada ibu yang 18 tahun kerasukan roh. Utamakan kasih dalam setiap tindakan kita.

Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa (Mzm 1:1)

Bacaan Lengkap hari ini :

10  Pada suatu kali Yesus sedang mengajar dalam salah satu rumah ibadat pada hari Sabat.
11  Di situ ada seorang perempuan yang telah delapan belas tahun dirasuk roh sehingga ia sakit sampai bungkuk punggungnya dan tidak dapat berdiri lagi dengan tegak.
12  Ketika Yesus melihat perempuan itu, Ia memanggil dia dan berkata kepadanya: “Hai ibu, penyakitmu telah sembuh.”
13  Lalu Ia meletakkan tangan-Nya atas perempuan itu, dan seketika itu juga berdirilah perempuan itu, dan memuliakan Allah.
14  Tetapi kepala rumah ibadat gusar karena Yesus menyembuhkan orang pada hari Sabat, lalu ia berkata kepada orang banyak: “Ada enam hari untuk bekerja. Karena itu datanglah pada salah satu hari itu untuk disembuhkan dan jangan pada hari Sabat.”
15  Tetapi Tuhan menjawab dia, kata-Nya: “Hai orang-orang munafik, bukankah setiap orang di antaramu melepaskan lembunya atau keledainya pada hari Sabat dari kandangnya dan membawanya ke tempat minuman?
16  Bukankah perempuan ini, yang sudah delapan belas tahun diikat oleh Iblis, harus dilepaskan dari ikatannya itu, karena ia adalah keturunan Abraham?”
17  Dan waktu Ia berkata demikian, semua lawan-Nya merasa malu dan semua orang banyak bersukacita karena segala perkara mulia, yang telah dilakukan-Nya.

« Newer PostsOlder Posts »

Powered by WordPress