Renungan Harian

24 March 2013

Renungan Harian, 24 Maret 2013 – Hari Minggu Palma, Mengenangkan Sengsara Tuhan

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Diberkatilah Dia yang datang sebagai Raja dalam nama Tuhan,  (Luk 19:28-44)
Yesus memasuki kota Yerusalem disambut dengan meriah oleh rakyat yang mengenali saat Tuhan datang melawat umat-Nya. Dialah Raja damai, dan pemerintahan-Nya membawa damai sejahtera dan kebahagiaan bagi semua. Sebaliknya orang Farisi meng-anggap itu sebagai demo yang mengganggu ketertiban umum dan menyuruh Yesus menghentikannya. Mereka adalah pemimpin buta yang tidak melihat apa yang perlu bagi kesejahteraan bangsa. Bagi kita di sini: Yesus menapaki jalan sengsara-NYa Hossana bagi Raja.

Tetapi Engkau, TUHAN, janganlah jauh; ya kekuatanku, segeralah menolong aku! (Mzm 22:20)

Bacaan Lengkap hari ini :

28 Dan setelah mengatakan semuanya itu Yesus mendahului mereka dan meneruskan perjalanan-Nya ke Yerusalem.
29  Ketika Ia telah dekat Betfage dan Betania, yang terletak di gunung yang bernama Bukit Zaitun, Yesus menyuruh dua orang murid-Nya
30  dengan pesan: “Pergilah ke kampung yang di depanmu itu: Pada waktu kamu masuk di situ, kamu akan mendapati seekor keledai muda tertambat, yang belum pernah ditunggangi orang. Lepaskanlah keledai itu dan bawalah ke mari.
31  Dan jika ada orang bertanya kepadamu: Mengapa kamu melepaskannya? jawablah begini: Tuhan memerlukannya.”
32  Lalu pergilah mereka yang disuruh itu, dan mereka mendapati segala sesuatu seperti yang telah dikatakan Yesus.
33  Ketika mereka melepaskan keledai itu, berkatalah orang yang empunya keledai itu: “Mengapa kamu melepaskan keledai itu?”
34  Kata mereka: “Tuhan memerlukannya.”
35  Mereka membawa keledai itu kepada Yesus, lalu mengalasinya dengan pakaian mereka dan menolong Yesus naik ke atasnya.
36  Dan sementara Yesus mengendarai keledai itu mereka menghamparkan pakaiannya di jalan.
37  Ketika Ia dekat Yerusalem, di tempat jalan menurun dari Bukit Zaitun, mulailah semua murid yang mengiringi Dia bergembira dan memuji Allah dengan suara nyaring oleh karena segala mujizat yang telah mereka lihat.
38  Kata mereka: “Diberkatilah Dia yang datang sebagai Raja dalam nama Tuhan, damai sejahtera di sorga dan kemuliaan di tempat yang mahatinggi!”
39  Beberapa orang Farisi yang turut dengan orang banyak itu berkata kepada Yesus: “Guru, tegorlah murid-murid-Mu itu.”
40  Jawab-Nya: “Aku berkata kepadamu: Jika mereka ini diam, maka batu ini akan berteriak.”
41 Dan ketika Yesus telah dekat dan melihat kota itu, Ia menangisinya,
42  kata-Nya: “Wahai, betapa baiknya jika pada hari ini juga engkau mengerti apa yang perlu untuk damai sejahteramu! Tetapi sekarang hal itu tersembunyi bagi matamu.
43  Sebab akan datang harinya, bahwa musuhmu akan mengelilingi engkau dengan kubu, lalu mengepung engkau dan menghimpit engkau dari segala jurusan,
44  dan mereka akan membinasakan engkau beserta dengan pendudukmu dan pada tembokmu mereka tidak akan membiarkan satu batupun tinggal terletak di atas batu yang lain, karena engkau tidak mengetahui saat, bilamana Allah melawat engkau.”

23 March 2013

Renungan Harian, 23 Maret 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“lebih berguna bagimu, jika satu orang mati untuk bangsa kita dari pada seluruh bangsa kita ini binasa.” (Yoh 11:45-56)

Kayafas, imam besar saat itu hanya berpikir secara politis. Mereka adalah negara jajahan Roma. Kalau timbul keributan antara rakyat yang pro Yesus dan kelompok anti Yesus yang disokong oleh para pemimpin agama Yahudi, pastilah orang Roma datang dan merebut tempat suci yang merupakan simbol kekuatan orang Yahudi. Tetapi ucapan Kayafas mendapat arti universal. Yesus wafat bukan bagi keselamatan bangsa-Nya saja, tapi wafat-Nya menyelamatkan seluruh umat manusia sepanjang zaman.

Dia yang telah menyerakkan Israel akan mengumpulkannya kembali, dan menjaganya seperti gembala terhadap kawanan dombanya! (Yer 31:10)

Bacaan Lengkap hari ini :

45 Banyak di antara orang-orang Yahudi yang datang melawat Maria dan yang menyaksikan sendiri apa yang telah dibuat Yesus, percaya kepada-Nya.
46  Tetapi ada yang pergi kepada orang-orang Farisi dan menceriterakan kepada mereka, apa yang telah dibuat Yesus itu.
47  Lalu imam-imam kepala dan orang-orang Farisi memanggil Mahkamah Agama untuk berkumpul dan mereka berkata: “Apakah yang harus kita buat? Sebab orang itu membuat banyak mujizat.
48  Apabila kita biarkan Dia, maka semua orang akan percaya kepada-Nya dan orang-orang Roma akan datang dan akan merampas tempat suci kita serta bangsa kita.”
49  Tetapi seorang di antara mereka, yaitu Kayafas, Imam Besar pada tahun itu, berkata kepada mereka: “Kamu tidak tahu apa-apa,
50  dan kamu tidak insaf, bahwa lebih berguna bagimu, jika satu orang mati untuk bangsa kita dari pada seluruh bangsa kita ini binasa.
51  Hal itu dikatakannya bukan dari dirinya sendiri, tetapi sebagai Imam Besar pada tahun itu ia bernubuat, bahwa Yesus akan mati untuk bangsa itu,
52  dan bukan untuk bangsa itu saja, tetapi juga untuk mengumpulkan dan mempersatukan anak-anak Allah yang tercerai-berai.
53  Mulai dari hari itu mereka sepakat untuk membunuh Dia.
54  Karena itu Yesus tidak tampil lagi di muka umum di antara orang-orang Yahudi, Ia berangkat dari situ ke daerah dekat padang gurun, ke sebuah kota yang bernama Efraim, dan di situ Ia tinggal bersama-sama murid-murid-Nya.
55  Pada waktu itu hari raya Paskah orang Yahudi sudah dekat dan banyak orang dari negeri itu berangkat ke Yerusalem untuk menyucikan diri sebelum Paskah itu.
56  Mereka mencari Yesus dan sambil berdiri di dalam Bait Allah, mereka berkata seorang kepada yang lain: “Bagaimana pendapatmu? Akan datang jugakah Ia ke pesta?”

22 March 2013

Renungan Harian, 22 Maret 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Dan banyak orang di situ percaya kepada-Nya. (Yoh 10:31-42)

Mengenal dan percaya adalah dua hal yang tak terpisahkan dari iman Kristiani. Jika kita mengenal Kristus, maka kita juga percaya bahwa Ia adalah yang dikuduskan dan diutus untuk membawa keselamatan bagi kita lewat sengsara, wafat dan kebangkitan-Nya; bahwa Dia dan Bapa adalah satu; Dia ada di dalam Bapa dan Bapa ada di dalam Dia. Mengenal dan percaya pada Yesus berarti juga mengandaikan adanya kesediaan kita untuk senantiasa membuka diri bagi Dia. Ada kesediaan untuk senantiasa mendengarkan segala perkataan-Nya.

Ketika aku dalam kesesakan, aku berseru kepada TUHAN, kepada Allahku aku berteriak minta tolong. Ia mendengar suaraku dari bait-Nya, teriakku minta tolong kepada-Nya sampai ke telinga-Nya. Mzm 18:6

Bacaan Lengkap hari ini :

31  Sekali lagi orang-orang Yahudi mengambil batu untuk melempari Yesus.
32  Kata Yesus kepada mereka: “Banyak pekerjaan baik yang berasal dari Bapa-Ku yang Kuperlihatkan kepadamu; pekerjaan manakah di antaranya yang menyebabkan kamu mau melempari Aku?”
33  Jawab orang-orang Yahudi itu: “Bukan karena suatu pekerjaan baik maka kami mau melempari Engkau, melainkan karena Engkau menghujat Allah dan karena Engkau, sekalipun hanya seorang manusia saja, menyamakan diri-Mu dengan Allah.”
34  Kata Yesus kepada mereka: “Tidakkah ada tertulis dalam kitab Taurat kamu: Aku telah berfirman: Kamu adalah allah?
35  Jikalau mereka, kepada siapa firman itu disampaikan, disebut allah  —  sedang Kitab Suci tidak dapat dibatalkan  — ,
36  masihkah kamu berkata kepada Dia yang dikuduskan oleh Bapa dan yang telah diutus-Nya ke dalam dunia: Engkau menghujat Allah! Karena Aku telah berkata: Aku Anak Allah?
37  Jikalau Aku tidak melakukan pekerjaan-pekerjaan Bapa-Ku, janganlah percaya kepada-Ku,
38  tetapi jikalau Aku melakukannya dan kamu tidak mau percaya kepada-Ku, percayalah akan pekerjaan-pekerjaan itu, supaya kamu boleh mengetahui dan mengerti, bahwa Bapa di dalam Aku dan Aku di dalam Bapa.”
39 ¶  Sekali lagi mereka mencoba menangkap Dia, tetapi Ia luput dari tangan mereka.
40  Kemudian Yesus pergi lagi ke seberang Yordan, ke tempat Yohanes membaptis dahulu, lalu Ia tinggal di situ.
41  Dan banyak orang datang kepada-Nya dan berkata: “Yohanes memang tidak membuat satu tandapun, tetapi semua yang pernah dikatakan Yohanes tentang orang ini adalah benar.”
42  Dan banyak orang di situ percaya kepada-Nya.

21 March 2013

Renungan Harian, 21 Maret 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sebelum Abraham jadi, Aku telah ada.” (Yoh 8:51-59)

Kita harus mencintai leluhur leluhur kita. Tapi, kita sebagai orang beriman harus lebih mencintai Kristus. Abraham adalah bapa kita, bukan secara keturunan tapi atas dasar iman. Kita harus membuktikan isi iman akan Yesus seperti yang telah Abraham perlihatkan. Kebanggaan atas dasar iman adalah kebanggan sejati. Kita boleh bangga akan garis keturunan kita, tapi harus lebih bangga akan Yesus, Putra Allah. Bangga sebagai anak anak Bapa yang satu, Bapa ysng disembah oleh Abraham, bapa kaum beriman.

Ia ingat untuk selama-lamanya akan perjanjian-Nya, firman yang diperintahkan-Nya kepada seribu angkatan (Mzm 105:8)

Bacaan Lengkap hari ini :

51 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa menuruti firman-Ku, ia tidak akan mengalami maut sampai selama-lamanya.”
52  Kata orang-orang Yahudi kepada-Nya: “Sekarang kami tahu, bahwa Engkau kerasukan setan. Sebab Abraham telah mati dan demikian juga nabi-nabi, namun Engkau berkata: Barangsiapa menuruti firman-Ku, ia tidak akan mengalami maut sampai selama-lamanya.
53  Adakah Engkau lebih besar dari pada bapa kita Abraham, yang telah mati! Nabi-nabipun telah mati; dengan siapakah Engkau samakan diri-Mu?”
54  Jawab Yesus: “Jikalau Aku memuliakan diri-Ku sendiri, maka kemuliaan-Ku itu sedikitpun tidak ada artinya. Bapa-Kulah yang memuliakan Aku, tentang siapa kamu berkata: Dia adalah Allah kami,
55  padahal kamu tidak mengenal Dia, tetapi Aku mengenal Dia. Dan jika Aku berkata: Aku tidak mengenal Dia, maka Aku adalah pendusta, sama seperti kamu, tetapi Aku mengenal Dia dan Aku menuruti firman-Nya.
56  Abraham bapamu bersukacita bahwa ia akan melihat hari-Ku dan ia telah melihatnya dan ia bersukacita.”
57  Maka kata orang-orang Yahudi itu kepada-Nya: “Umur-Mu belum sampai lima puluh tahun dan Engkau telah melihat Abraham?”
58  Kata Yesus kepada mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sebelum Abraham jadi, Aku telah ada.”
59  Lalu mereka mengambil batu untuk melempari Dia; tetapi Yesus menghilang dan meninggalkan Bait Allah.

20 March 2013

Renungan Harian, 20 Maret 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Tetapi kamu berusaha untuk membunuh Aku karena firman-Ku tidak beroleh tempat di dalam kamu. (Yoh 8:31-42)

Orang Farisi merasa bangga menjadi keturunan Abraham, tetapi mereka tidak mengingat janji Allah pada Abraham. Jika mereka memahami janji Allah pada Abraham, tentu mereka akan tahu siapa Yesus. Mereka tidak mampu melihat gambaran kasih yang terpancar dari Yesus. Inilah iman yang didasarkan pada ritualitas dan rutinitas saja. Gereja tidak ingin kita terjebak dalam ritual dan rutinitas saja. Kita harus menghayati hidup sebagai anak anak Allah yang telah dibebaskan dari dosa. Karena itu, kita harus hidup dalam semangat iman dan cinta akan Yesus, sebagai satu satunya jalan penebusan

Terpujilajh Engkau dibentangan langit, Engkau patut dinyanyikan dan dimuliakan selama-lamanya. (Dan 3:56)

Bacaan Lengkap hari ini :

31 Maka kata-Nya kepada orang-orang Yahudi yang percaya kepada-Nya: “Jikalau kamu tetap dalam firman-Ku, kamu benar-benar adalah murid-Ku
32  dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu.”
33  Jawab mereka: “Kami adalah keturunan Abraham dan tidak pernah menjadi hamba siapapun. Bagaimana Engkau dapat berkata: Kamu akan merdeka?”
34  Kata Yesus kepada mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya setiap orang yang berbuat dosa, adalah hamba dosa.
35  Dan hamba tidak tetap tinggal dalam rumah, tetapi anak tetap tinggal dalam rumah.
36  Jadi apabila Anak itu memerdekakan kamu, kamupun benar-benar merdeka.”
37  “Aku tahu, bahwa kamu adalah keturunan Abraham, tetapi kamu berusaha untuk membunuh Aku karena firman-Ku tidak beroleh tempat di dalam kamu.
38 Apa yang Kulihat pada Bapa, itulah yang Kukatakan, dan demikian juga kamu perbuat tentang apa yang kamu dengar dari bapamu.”
39  Jawab mereka kepada-Nya: “Bapa kami ialah Abraham.” Kata Yesus kepada mereka: “Jikalau sekiranya kamu anak-anak Abraham, tentulah kamu mengerjakan pekerjaan yang dikerjakan oleh Abraham.
40  Tetapi yang kamu kerjakan ialah berusaha membunuh Aku; Aku, seorang yang mengatakan kebenaran kepadamu, yaitu kebenaran yang Kudengar dari Allah; pekerjaan yang demikian tidak dikerjakan oleh Abraham.
41  Kamu mengerjakan pekerjaan bapamu sendiri.” Jawab mereka: “Kami tidak dilahirkan dari zinah. Bapa kami satu, yaitu Allah.”
42  Kata Yesus kepada mereka: “Jikalau Allah adalah Bapamu, kamu akan mengasihi Aku, sebab Aku keluar dan datang dari Allah. Dan Aku datang bukan atas kehendak-Ku sendiri, melainkan Dialah yang mengutus Aku.

19 March 2013

Renungan Harian, 19 Maret 2013 – Hari Raya Santo Yusuf, Suami Maria

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Sesudah bangun dari tidurnya, Yusuf berbuat seperti yang diperintahkan malaikat Tuhan itu kepadanya. (Mat 1:16.18-21.24)

Para bapak keluarga perlu meneladan sikap dan karakter dari St. Yusuf yang kita peringati hari ini. Ia sungguh bijak, tulus dan taat pada kehendak Allah. Itulah wujud diri sebagai orang yang beriman. Segala sesuatu yang dilakukan tetap terarah pada rencana dan kehendak Allah. Kita menyadari bahwa St. Yusuf mau menjadi alat yang digunakan oleh Allah untuk melanjutkan karya kasih-Nya didunia ini. Inilah persembahan terindah pada Tuhan. ”

Aku menjamin akan adanya anak cucunya sampai selama-lamanya, dan takhtanya seumur langit. (Mzm 89:29)

Bacaan Lengkap hari ini :

16  Yakub memperanakkan Yusuf suami Maria, yang melahirkan Yesus yang disebut Kristus.
18 ¶  Kelahiran Yesus Kristus adalah seperti berikut: Pada waktu Maria, ibu-Nya, bertunangan dengan Yusuf, ternyata ia mengandung dari Roh Kudus, sebelum mereka hidup sebagai suami isteri.
19  Karena Yusuf suaminya, seorang yang tulus hati dan tidak mau mencemarkan nama isterinya di muka umum, ia bermaksud menceraikannya dengan diam-diam.
20  Tetapi ketika ia mempertimbangkan maksud itu, malaikat Tuhan nampak kepadanya dalam mimpi dan berkata: “Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus.
21  Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka.”
24  Sesudah bangun dari tidurnya, Yusuf berbuat seperti yang diperintahkan malaikat Tuhan itu kepadanya. Ia mengambil Maria sebagai isterinya,

18 March 2013

Renungan Harian, 18 Maret 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Barangsiapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu.” (Yoh 8:1-11)

Injil hari ini persis sama dengan Injil kemarin. Sepertinya kita diingatkan betapa pentingnya untuk tidak menghakimi orang lain. Ada dua hal lain penting dalam Injil ini : Pertama, semua orang berdosa, tidak ada perkecualian. Kedua, Yesus sama sekali tidak berdosa. Ia tidak meremehkan dosa perempuan itu, melainkan Ia memberikan kesempatan kedua kepada perempuan itu. Yesus yang tanpa dosa menampakkan diri sebagai orang yang penuh rahmat dan anugerah. Karena itu, jangan sia siakan jika Yesus memberi kesempatan kedua bagi kita untuk bertobat.

Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku. (Mzm 23:4)

Bacaan Lengkap hari ini :

1 tetapi Yesus pergi ke bukit Zaitun.
2  Pagi-pagi benar Ia berada lagi di Bait Allah, dan seluruh rakyat datang kepada-Nya. Ia duduk dan mengajar mereka.
3  Maka ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi membawa kepada-Nya seorang perempuan yang kedapatan berbuat zinah.
4  Mereka menempatkan perempuan itu di tengah-tengah lalu berkata kepada Yesus: “Rabi, perempuan ini tertangkap basah ketika ia sedang berbuat zinah.
5  Musa dalam hukum Taurat memerintahkan kita untuk melempari perempuan-perempuan yang demikian. Apakah pendapat-Mu tentang hal itu?”
6  Mereka mengatakan hal itu untuk mencobai Dia, supaya mereka memperoleh sesuatu untuk menyalahkan-Nya. Tetapi Yesus membungkuk lalu menulis dengan jari-Nya di tanah.
7  Dan ketika mereka terus-menerus bertanya kepada-Nya, Iapun bangkit berdiri lalu berkata kepada mereka: “Barangsiapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu.”
8  Lalu Ia membungkuk pula dan menulis di tanah.
9  Tetapi setelah mereka mendengar perkataan itu, pergilah mereka seorang demi seorang, mulai dari yang tertua. Akhirnya tinggallah Yesus seorang diri dengan perempuan itu yang tetap di tempatnya.
10  Lalu Yesus bangkit berdiri dan berkata kepadanya: “Hai perempuan, di manakah mereka? Tidak adakah seorang yang menghukum engkau?”
11  Jawabnya: “Tidak ada, Tuhan.” Lalu kata Yesus: “Akupun tidak menghukum engkau. Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang.”

17 March 2013

Renungan Harian, 17 Maret 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Akupun tidak menghukum engkau. Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang.” (Yoh 8:1-11)

Ahli ahli Taurat selalu mencari kesalahan Yesus. Dengan membawa seorang wanita yang berzinah, mereka yakin dapat menemukan kesalahan Yesus. Apa pun yang Ia katakan, pasti salah. Tetapi mereka tidak mengenal hati Yesus. Ia datang bukan untuk menghakimi, melainkan menyelamatkan. Ia menatap mata orang-orang yang buas dan haus darah. Adakah di antara kalian yang tidak berdosa? Silakan lemparkan batu yang pertama. Mereka saling memandang dan tanpa kata pergi satu per satu. Siapakah kita yang berani menghakimi sesama?

Pada waktu itu mulut kita penuh dengan tertawa, dan lidah kita dengan sorak-sorai. Pada waktu itu berkatalah orang di antara bangsa-bangsa: “TUHAN telah melakukan perkara besar kepada orang-orang ini!” (Mzm 126:2)

Bacaan Lengkap hari ini :

1 tetapi Yesus pergi ke bukit Zaitun.
2  Pagi-pagi benar Ia berada lagi di Bait Allah, dan seluruh rakyat datang kepada-Nya. Ia duduk dan mengajar mereka.
3  Maka ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi membawa kepada-Nya seorang perempuan yang kedapatan berbuat zinah.
4  Mereka menempatkan perempuan itu di tengah-tengah lalu berkata kepada Yesus: “Rabi, perempuan ini tertangkap basah ketika ia sedang berbuat zinah.
5  Musa dalam hukum Taurat memerintahkan kita untuk melempari perempuan-perempuan yang demikian. Apakah pendapat-Mu tentang hal itu?”
6  Mereka mengatakan hal itu untuk mencobai Dia, supaya mereka memperoleh sesuatu untuk menyalahkan-Nya. Tetapi Yesus membungkuk lalu menulis dengan jari-Nya di tanah.
7  Dan ketika mereka terus-menerus bertanya kepada-Nya, Iapun bangkit berdiri lalu berkata kepada mereka: “Barangsiapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu.”
8  Lalu Ia membungkuk pula dan menulis di tanah.
9  Tetapi setelah mereka mendengar perkataan itu, pergilah mereka seorang demi seorang, mulai dari yang tertua. Akhirnya tinggallah Yesus seorang diri dengan perempuan itu yang tetap di tempatnya.
10  Lalu Yesus bangkit berdiri dan berkata kepadanya: “Hai perempuan, di manakah mereka? Tidak adakah seorang yang menghukum engkau?”
11  Jawabnya: “Tidak ada, Tuhan.” Lalu kata Yesus: “Akupun tidak menghukum engkau. Pergilah, dan jangan berbuat dosa

16 March 2013

Renungan Harian, 16 Maret 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Maka timbullah pertentangan di antara orang banyak karena Dia. (Yoh 7:40-53)

Banyak pendapat saling bertentangan tentang Yesus, semuanya menimbulkan konflik diantara orang banyak. Selama ini kita telah mengimani Yesus sebagai yang dikandung dari Roh Kudus dan dilahirkan oleh Perawan Maria. Jika ada orang yang meragukan Yesus dan bahkan menolak Yesus, apakah kita akan ikut ikutan menolak kehadiran Yesus didalam hidup kita? Ingat akan kata kata Yesus ini, “Berbahagialah orang yang tidak menjadi kecewa dan menolak Aku” (Mat 11:6) Mengikut Yesus adalah sebuah pilihan cerdas.

Ya TUHAN, Allahku, pada-Mu aku berlindung; selamatkanlah aku dari semua orang yang mengejar aku dan lepaskanlah aku, (Mzm 7:2)

Bacaan Lengkap hari ini :

40  Beberapa orang di antara orang banyak, yang mendengarkan perkataan-perkataan itu, berkata: “Dia ini benar-benar nabi yang akan datang.”
41  Yang lain berkata: “Ia ini Mesias.” Tetapi yang lain lagi berkata: “Bukan, Mesias tidak datang dari Galilea!
42  Karena Kitab Suci mengatakan, bahwa Mesias berasal dari keturunan Daud dan dari kampung Betlehem, tempat Daud dahulu tinggal.”
43  Maka timbullah pertentangan di antara orang banyak karena Dia.
44  Beberapa orang di antara mereka mau menangkap Dia, tetapi tidak ada seorangpun yang berani menyentuh-Nya.
45 Maka penjaga-penjaga itu pergi kepada imam-imam kepala dan orang-orang Farisi, yang berkata kepada mereka: “Mengapa kamu tidak membawa-Nya?”
46  Jawab penjaga-penjaga itu: “Belum pernah seorang manusia berkata seperti orang itu!”
47  Jawab orang-orang Farisi itu kepada mereka: “Adakah kamu juga disesatkan?
48  Adakah seorang di antara pemimpin-pemimpin yang percaya kepada-Nya, atau seorang di antara orang-orang Farisi?
49  Tetapi orang banyak ini yang tidak mengenal hukum Taurat, terkutuklah mereka!”
50  Nikodemus, seorang dari mereka, yang dahulu telah datang kepada-Nya, berkata kepada mereka:
51  “Apakah hukum Taurat kita menghukum seseorang, sebelum ia didengar dan sebelum orang mengetahui apa yang telah dibuat-Nya?”
52  Jawab mereka: “Apakah engkau juga orang Galilea? Selidikilah Kitab Suci dan engkau akan tahu bahwa tidak ada nabi yang datang dari Galilea.”
53  Lalu mereka pulang, masing-masing ke rumahnya,

15 March 2013

Renungan Harian, 15 Maret 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

namun Aku datang bukan atas kehendak-Ku sendiri, tetapi Aku diutus oleh Dia yang benar yang tidak kamu kenal. (Yoh 7:1-2.10.25-30)

Bagi kita, Yesus itu anugerah yang luar biasa. Dia yang adalah Allah, mau datang untuk menyelamatkan kita.  Dalam Credo kita mengakui Dia adalah Anak Allah yang dikandung dari Roh Kudus oleh Perawan Maria, sebuah pengakuan yang mengungkapkan kebenaran iman bahwa Yesus yang adalah Allah telah berkenan menjadi manusia. Dia adalah Allah beserta kita, Imanuel. Kita layak bersyukur kepada Tuhan atas kasih-Nya bagi kita; terutama dengan senantiasa terbuka menerima dan mengakui Yesus sebagai Juruselamat kita.

TUHAN itu dekat kepada orang-orang yang patah hati, dan Ia menyelamatkan orang-orang yang remuk jiwanya. (Mzm 34:18)

Bacaan Lengkap hari ini :

1 Sesudah itu Yesus berjalan keliling Galilea, sebab Ia tidak mau tetap tinggal di Yudea, karena di sana orang-orang Yahudi berusaha untuk membunuh-Nya.
2  Ketika itu sudah dekat hari raya orang Yahudi, yaitu hari raya Pondok Daun.
10  Tetapi sesudah saudara-saudara Yesus berangkat ke pesta itu, Iapun pergi juga ke situ, tidak terang-terangan tetapi diam-diam.
25  Beberapa orang Yerusalem berkata: “Bukankah Dia ini yang mereka mau bunuh?
26  Dan lihatlah, Ia berbicara dengan leluasa dan mereka tidak mengatakan apa-apa kepada-Nya. Mungkinkah pemimpin kita benar-benar sudah tahu, bahwa Ia adalah Kristus?
27  Tetapi tentang orang ini kita tahu dari mana asal-Nya, tetapi bilamana Kristus datang, tidak ada seorangpun yang tahu dari mana asal-Nya.”
28  Waktu Yesus mengajar di Bait Allah, Ia berseru: “Memang Aku kamu kenal dan kamu tahu dari mana asal-Ku; namun Aku datang bukan atas kehendak-Ku sendiri, tetapi Aku diutus oleh Dia yang benar yang tidak kamu kenal.
29  Aku kenal Dia, sebab Aku datang dari Dia dan Dialah yang mengutus Aku.”
30  Mereka berusaha menangkap Dia, tetapi tidak ada seorangpun yang menyentuh Dia, sebab saat-Nya belum tiba.

« Newer PostsOlder Posts »

Powered by WordPress