Renungan Harian

26 March 2013

Renungan Harian, 26 Maret 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Seorang di antara kamu akan menyerahkan Aku. (Yoh 13:21-33.36-38)
Yudas baru saja menerima roti dari tangan Yesus.  Bagaimana mungkin di saat berikutnya ia mengkhianati Gurunya? Secara lahiriah ia masih ikut Yesus, tetapi hatinya tidak berpaut padaNya. Ikut Yesus membawa keuntungan baginya. Ia dipercaya memegang kas, padahal ia seorang pencuri. Tidak cukup dibaptis dan menyandang nama nasrani. Yang penting apakah hidup kita sesuai dengan panggilan menjadi murid Kristus. Itu berarti terus menerus bercermin pada Sang Guru, menjadi sehati dan sepikir dengan Dia, menampakkan wajah-Nya yang penuh kasih kepada semua orang.

Mulutku akan menceritakan keadilan-Mu dan keselamatan yang dari pada-Mu sepanjang hari, sebab aku tidak dapat menghitungnya. (Mzm 71:15)

Bacaan Lengkap hari ini :

21  Setelah Yesus berkata demikian Ia sangat terharu, lalu bersaksi: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya seorang di antara kamu akan menyerahkan Aku.”
22  Murid-murid itu memandang seorang kepada yang lain, mereka ragu-ragu siapa yang dimaksudkan-Nya.
23  Seorang di antara murid Yesus, yaitu murid yang dikasihi-Nya, bersandar dekat kepada-Nya, di sebelah kanan-Nya.
24  Kepada murid itu Simon Petrus memberi isyarat dan berkata: “Tanyalah siapa yang dimaksudkan-Nya!”
25  Murid yang duduk dekat Yesus itu berpaling dan berkata kepada-Nya: “Tuhan, siapakah itu?”
26  Jawab Yesus: “Dialah itu, yang kepadanya Aku akan memberikan roti, sesudah Aku mencelupkannya.” Sesudah berkata demikian Ia mengambil roti, mencelupkannya dan memberikannya kepada Yudas, anak Simon Iskariot.
27  Dan sesudah Yudas menerima roti itu, ia kerasukan Iblis. Maka Yesus berkata kepadanya: “Apa yang hendak kauperbuat, perbuatlah dengan segera.”
28  Tetapi tidak ada seorangpun dari antara mereka yang duduk makan itu mengerti, apa maksud Yesus mengatakan itu kepada Yudas.
29  Karena Yudas memegang kas ada yang menyangka, bahwa Yesus menyuruh dia membeli apa-apa yang perlu untuk perayaan itu, atau memberi apa-apa kepada orang miskin.
30  Yudas menerima roti itu lalu segera pergi. Pada waktu itu hari sudah malam.
31 Sesudah Yudas pergi, berkatalah Yesus: “Sekarang Anak Manusia dipermuliakan dan Allah dipermuliakan di dalam Dia.
32  Jikalau Allah dipermuliakan di dalam Dia, Allah akan mempermuliakan Dia juga di dalam diri-Nya, dan akan mempermuliakan Dia dengan segera.
33  Hai anak-anak-Ku, hanya seketika saja lagi Aku ada bersama kamu. Kamu akan mencari Aku, dan seperti yang telah Kukatakan kepada orang-orang Yahudi: Ke tempat Aku pergi, tidak mungkin kamu datang, demikian pula Aku mengatakannya sekarang juga kepada kamu.
36 Simon Petrus berkata kepada Yesus: “Tuhan, ke manakah Engkau pergi?” Jawab Yesus: “Ke tempat Aku pergi, engkau tidak dapat mengikuti Aku sekarang, tetapi kelak engkau akan mengikuti Aku.”
37  Kata Petrus kepada-Nya: “Tuhan, mengapa aku tidak dapat mengikuti Engkau sekarang? Aku akan memberikan nyawaku bagi-Mu!”
38  Jawab Yesus: “Nyawamu akan kauberikan bagi-Ku? Sesungguhnya Aku berkata kepadamu: Sebelum ayam berkokok, engkau telah menyangkal Aku tiga kali.”

25 March 2013

Renungam Harian, 25 Maret 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Maka Maria mengambil setengah kati minyak narwastu murni yang mahal harganya, lalu meminyaki kaki Yesus dan menyekanya dengan rambutnya; dan bau minyak semerbak di seluruh rumah itu. (Yoh 12:1-11)

Yesus memberi kesempatan Maria Magdalena utk meminyaki kaki-Nya dgn minyak yg mahal. Hal ini menjd tanda persembahan yg terbaik utk Tuhan. Yesus tidak menolak pemberian yang tulus Maria Magdalena. Kasih tidak hanya tahu memberi, tetapi juga tahu menerima apa yang diberi dengan tulus hati.

TUHAN adalah terangku dan keselamatanku, kepada siapakah aku harus takut? TUHAN adalah benteng hidupku, terhadap siapakah aku harus gemetar? (Mzm 27:1)

Bacaan Lengkap hari ini :

1 Enam hari sebelum Paskah Yesus datang ke Betania, tempat tinggal Lazarus yang dibangkitkan Yesus dari antara orang mati.
2  Di situ diadakan perjamuan untuk Dia dan Marta melayani, sedang salah seorang yang turut makan dengan Yesus adalah Lazarus.
3  Maka Maria mengambil setengah kati minyak narwastu murni yang mahal harganya, lalu meminyaki kaki Yesus dan menyekanya dengan rambutnya; dan bau minyak semerbak di seluruh rumah itu.
4  Tetapi Yudas Iskariot, seorang dari murid-murid Yesus, yang akan segera menyerahkan Dia, berkata:
5  “Mengapa minyak narwastu ini tidak dijual tiga ratus dinar dan uangnya diberikan kepada orang-orang miskin?”
6  Hal itu dikatakannya bukan karena ia memperhatikan nasib orang-orang miskin, melainkan karena ia adalah seorang pencuri; ia sering mengambil uang yang disimpan dalam kas yang dipegangnya.
7  Maka kata Yesus: “Biarkanlah dia melakukan hal ini mengingat hari penguburan-Ku.
8  Karena orang-orang miskin selalu ada pada kamu, tetapi Aku tidak akan selalu ada pada kamu.”
9  Sejumlah besar orang Yahudi mendengar, bahwa Yesus ada di sana dan mereka datang bukan hanya karena Yesus, melainkan juga untuk melihat Lazarus, yang telah dibangkitkan-Nya dari antara orang mati.
10  Lalu imam-imam kepala bermupakat untuk membunuh Lazarus juga,
11  sebab karena dia banyak orang Yahudi meninggalkan mereka dan percaya kepada Yesus.

24 March 2013

Renungan Harian, 24 Maret 2013 – Hari Minggu Palma, Mengenangkan Sengsara Tuhan

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Diberkatilah Dia yang datang sebagai Raja dalam nama Tuhan,  (Luk 19:28-44)
Yesus memasuki kota Yerusalem disambut dengan meriah oleh rakyat yang mengenali saat Tuhan datang melawat umat-Nya. Dialah Raja damai, dan pemerintahan-Nya membawa damai sejahtera dan kebahagiaan bagi semua. Sebaliknya orang Farisi meng-anggap itu sebagai demo yang mengganggu ketertiban umum dan menyuruh Yesus menghentikannya. Mereka adalah pemimpin buta yang tidak melihat apa yang perlu bagi kesejahteraan bangsa. Bagi kita di sini: Yesus menapaki jalan sengsara-NYa Hossana bagi Raja.

Tetapi Engkau, TUHAN, janganlah jauh; ya kekuatanku, segeralah menolong aku! (Mzm 22:20)

Bacaan Lengkap hari ini :

28 Dan setelah mengatakan semuanya itu Yesus mendahului mereka dan meneruskan perjalanan-Nya ke Yerusalem.
29  Ketika Ia telah dekat Betfage dan Betania, yang terletak di gunung yang bernama Bukit Zaitun, Yesus menyuruh dua orang murid-Nya
30  dengan pesan: “Pergilah ke kampung yang di depanmu itu: Pada waktu kamu masuk di situ, kamu akan mendapati seekor keledai muda tertambat, yang belum pernah ditunggangi orang. Lepaskanlah keledai itu dan bawalah ke mari.
31  Dan jika ada orang bertanya kepadamu: Mengapa kamu melepaskannya? jawablah begini: Tuhan memerlukannya.”
32  Lalu pergilah mereka yang disuruh itu, dan mereka mendapati segala sesuatu seperti yang telah dikatakan Yesus.
33  Ketika mereka melepaskan keledai itu, berkatalah orang yang empunya keledai itu: “Mengapa kamu melepaskan keledai itu?”
34  Kata mereka: “Tuhan memerlukannya.”
35  Mereka membawa keledai itu kepada Yesus, lalu mengalasinya dengan pakaian mereka dan menolong Yesus naik ke atasnya.
36  Dan sementara Yesus mengendarai keledai itu mereka menghamparkan pakaiannya di jalan.
37  Ketika Ia dekat Yerusalem, di tempat jalan menurun dari Bukit Zaitun, mulailah semua murid yang mengiringi Dia bergembira dan memuji Allah dengan suara nyaring oleh karena segala mujizat yang telah mereka lihat.
38  Kata mereka: “Diberkatilah Dia yang datang sebagai Raja dalam nama Tuhan, damai sejahtera di sorga dan kemuliaan di tempat yang mahatinggi!”
39  Beberapa orang Farisi yang turut dengan orang banyak itu berkata kepada Yesus: “Guru, tegorlah murid-murid-Mu itu.”
40  Jawab-Nya: “Aku berkata kepadamu: Jika mereka ini diam, maka batu ini akan berteriak.”
41 Dan ketika Yesus telah dekat dan melihat kota itu, Ia menangisinya,
42  kata-Nya: “Wahai, betapa baiknya jika pada hari ini juga engkau mengerti apa yang perlu untuk damai sejahteramu! Tetapi sekarang hal itu tersembunyi bagi matamu.
43  Sebab akan datang harinya, bahwa musuhmu akan mengelilingi engkau dengan kubu, lalu mengepung engkau dan menghimpit engkau dari segala jurusan,
44  dan mereka akan membinasakan engkau beserta dengan pendudukmu dan pada tembokmu mereka tidak akan membiarkan satu batupun tinggal terletak di atas batu yang lain, karena engkau tidak mengetahui saat, bilamana Allah melawat engkau.”

23 March 2013

Renungan Harian, 23 Maret 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“lebih berguna bagimu, jika satu orang mati untuk bangsa kita dari pada seluruh bangsa kita ini binasa.” (Yoh 11:45-56)

Kayafas, imam besar saat itu hanya berpikir secara politis. Mereka adalah negara jajahan Roma. Kalau timbul keributan antara rakyat yang pro Yesus dan kelompok anti Yesus yang disokong oleh para pemimpin agama Yahudi, pastilah orang Roma datang dan merebut tempat suci yang merupakan simbol kekuatan orang Yahudi. Tetapi ucapan Kayafas mendapat arti universal. Yesus wafat bukan bagi keselamatan bangsa-Nya saja, tapi wafat-Nya menyelamatkan seluruh umat manusia sepanjang zaman.

Dia yang telah menyerakkan Israel akan mengumpulkannya kembali, dan menjaganya seperti gembala terhadap kawanan dombanya! (Yer 31:10)

Bacaan Lengkap hari ini :

45 Banyak di antara orang-orang Yahudi yang datang melawat Maria dan yang menyaksikan sendiri apa yang telah dibuat Yesus, percaya kepada-Nya.
46  Tetapi ada yang pergi kepada orang-orang Farisi dan menceriterakan kepada mereka, apa yang telah dibuat Yesus itu.
47  Lalu imam-imam kepala dan orang-orang Farisi memanggil Mahkamah Agama untuk berkumpul dan mereka berkata: “Apakah yang harus kita buat? Sebab orang itu membuat banyak mujizat.
48  Apabila kita biarkan Dia, maka semua orang akan percaya kepada-Nya dan orang-orang Roma akan datang dan akan merampas tempat suci kita serta bangsa kita.”
49  Tetapi seorang di antara mereka, yaitu Kayafas, Imam Besar pada tahun itu, berkata kepada mereka: “Kamu tidak tahu apa-apa,
50  dan kamu tidak insaf, bahwa lebih berguna bagimu, jika satu orang mati untuk bangsa kita dari pada seluruh bangsa kita ini binasa.
51  Hal itu dikatakannya bukan dari dirinya sendiri, tetapi sebagai Imam Besar pada tahun itu ia bernubuat, bahwa Yesus akan mati untuk bangsa itu,
52  dan bukan untuk bangsa itu saja, tetapi juga untuk mengumpulkan dan mempersatukan anak-anak Allah yang tercerai-berai.
53  Mulai dari hari itu mereka sepakat untuk membunuh Dia.
54  Karena itu Yesus tidak tampil lagi di muka umum di antara orang-orang Yahudi, Ia berangkat dari situ ke daerah dekat padang gurun, ke sebuah kota yang bernama Efraim, dan di situ Ia tinggal bersama-sama murid-murid-Nya.
55  Pada waktu itu hari raya Paskah orang Yahudi sudah dekat dan banyak orang dari negeri itu berangkat ke Yerusalem untuk menyucikan diri sebelum Paskah itu.
56  Mereka mencari Yesus dan sambil berdiri di dalam Bait Allah, mereka berkata seorang kepada yang lain: “Bagaimana pendapatmu? Akan datang jugakah Ia ke pesta?”

22 March 2013

Renungan Harian, 22 Maret 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Dan banyak orang di situ percaya kepada-Nya. (Yoh 10:31-42)

Mengenal dan percaya adalah dua hal yang tak terpisahkan dari iman Kristiani. Jika kita mengenal Kristus, maka kita juga percaya bahwa Ia adalah yang dikuduskan dan diutus untuk membawa keselamatan bagi kita lewat sengsara, wafat dan kebangkitan-Nya; bahwa Dia dan Bapa adalah satu; Dia ada di dalam Bapa dan Bapa ada di dalam Dia. Mengenal dan percaya pada Yesus berarti juga mengandaikan adanya kesediaan kita untuk senantiasa membuka diri bagi Dia. Ada kesediaan untuk senantiasa mendengarkan segala perkataan-Nya.

Ketika aku dalam kesesakan, aku berseru kepada TUHAN, kepada Allahku aku berteriak minta tolong. Ia mendengar suaraku dari bait-Nya, teriakku minta tolong kepada-Nya sampai ke telinga-Nya. Mzm 18:6

Bacaan Lengkap hari ini :

31  Sekali lagi orang-orang Yahudi mengambil batu untuk melempari Yesus.
32  Kata Yesus kepada mereka: “Banyak pekerjaan baik yang berasal dari Bapa-Ku yang Kuperlihatkan kepadamu; pekerjaan manakah di antaranya yang menyebabkan kamu mau melempari Aku?”
33  Jawab orang-orang Yahudi itu: “Bukan karena suatu pekerjaan baik maka kami mau melempari Engkau, melainkan karena Engkau menghujat Allah dan karena Engkau, sekalipun hanya seorang manusia saja, menyamakan diri-Mu dengan Allah.”
34  Kata Yesus kepada mereka: “Tidakkah ada tertulis dalam kitab Taurat kamu: Aku telah berfirman: Kamu adalah allah?
35  Jikalau mereka, kepada siapa firman itu disampaikan, disebut allah  —  sedang Kitab Suci tidak dapat dibatalkan  — ,
36  masihkah kamu berkata kepada Dia yang dikuduskan oleh Bapa dan yang telah diutus-Nya ke dalam dunia: Engkau menghujat Allah! Karena Aku telah berkata: Aku Anak Allah?
37  Jikalau Aku tidak melakukan pekerjaan-pekerjaan Bapa-Ku, janganlah percaya kepada-Ku,
38  tetapi jikalau Aku melakukannya dan kamu tidak mau percaya kepada-Ku, percayalah akan pekerjaan-pekerjaan itu, supaya kamu boleh mengetahui dan mengerti, bahwa Bapa di dalam Aku dan Aku di dalam Bapa.”
39 ¶  Sekali lagi mereka mencoba menangkap Dia, tetapi Ia luput dari tangan mereka.
40  Kemudian Yesus pergi lagi ke seberang Yordan, ke tempat Yohanes membaptis dahulu, lalu Ia tinggal di situ.
41  Dan banyak orang datang kepada-Nya dan berkata: “Yohanes memang tidak membuat satu tandapun, tetapi semua yang pernah dikatakan Yohanes tentang orang ini adalah benar.”
42  Dan banyak orang di situ percaya kepada-Nya.

21 March 2013

Renungan Harian, 21 Maret 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sebelum Abraham jadi, Aku telah ada.” (Yoh 8:51-59)

Kita harus mencintai leluhur leluhur kita. Tapi, kita sebagai orang beriman harus lebih mencintai Kristus. Abraham adalah bapa kita, bukan secara keturunan tapi atas dasar iman. Kita harus membuktikan isi iman akan Yesus seperti yang telah Abraham perlihatkan. Kebanggaan atas dasar iman adalah kebanggan sejati. Kita boleh bangga akan garis keturunan kita, tapi harus lebih bangga akan Yesus, Putra Allah. Bangga sebagai anak anak Bapa yang satu, Bapa ysng disembah oleh Abraham, bapa kaum beriman.

Ia ingat untuk selama-lamanya akan perjanjian-Nya, firman yang diperintahkan-Nya kepada seribu angkatan (Mzm 105:8)

Bacaan Lengkap hari ini :

51 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa menuruti firman-Ku, ia tidak akan mengalami maut sampai selama-lamanya.”
52  Kata orang-orang Yahudi kepada-Nya: “Sekarang kami tahu, bahwa Engkau kerasukan setan. Sebab Abraham telah mati dan demikian juga nabi-nabi, namun Engkau berkata: Barangsiapa menuruti firman-Ku, ia tidak akan mengalami maut sampai selama-lamanya.
53  Adakah Engkau lebih besar dari pada bapa kita Abraham, yang telah mati! Nabi-nabipun telah mati; dengan siapakah Engkau samakan diri-Mu?”
54  Jawab Yesus: “Jikalau Aku memuliakan diri-Ku sendiri, maka kemuliaan-Ku itu sedikitpun tidak ada artinya. Bapa-Kulah yang memuliakan Aku, tentang siapa kamu berkata: Dia adalah Allah kami,
55  padahal kamu tidak mengenal Dia, tetapi Aku mengenal Dia. Dan jika Aku berkata: Aku tidak mengenal Dia, maka Aku adalah pendusta, sama seperti kamu, tetapi Aku mengenal Dia dan Aku menuruti firman-Nya.
56  Abraham bapamu bersukacita bahwa ia akan melihat hari-Ku dan ia telah melihatnya dan ia bersukacita.”
57  Maka kata orang-orang Yahudi itu kepada-Nya: “Umur-Mu belum sampai lima puluh tahun dan Engkau telah melihat Abraham?”
58  Kata Yesus kepada mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sebelum Abraham jadi, Aku telah ada.”
59  Lalu mereka mengambil batu untuk melempari Dia; tetapi Yesus menghilang dan meninggalkan Bait Allah.

20 March 2013

Renungan Harian, 20 Maret 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Tetapi kamu berusaha untuk membunuh Aku karena firman-Ku tidak beroleh tempat di dalam kamu. (Yoh 8:31-42)

Orang Farisi merasa bangga menjadi keturunan Abraham, tetapi mereka tidak mengingat janji Allah pada Abraham. Jika mereka memahami janji Allah pada Abraham, tentu mereka akan tahu siapa Yesus. Mereka tidak mampu melihat gambaran kasih yang terpancar dari Yesus. Inilah iman yang didasarkan pada ritualitas dan rutinitas saja. Gereja tidak ingin kita terjebak dalam ritual dan rutinitas saja. Kita harus menghayati hidup sebagai anak anak Allah yang telah dibebaskan dari dosa. Karena itu, kita harus hidup dalam semangat iman dan cinta akan Yesus, sebagai satu satunya jalan penebusan

Terpujilajh Engkau dibentangan langit, Engkau patut dinyanyikan dan dimuliakan selama-lamanya. (Dan 3:56)

Bacaan Lengkap hari ini :

31 Maka kata-Nya kepada orang-orang Yahudi yang percaya kepada-Nya: “Jikalau kamu tetap dalam firman-Ku, kamu benar-benar adalah murid-Ku
32  dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu.”
33  Jawab mereka: “Kami adalah keturunan Abraham dan tidak pernah menjadi hamba siapapun. Bagaimana Engkau dapat berkata: Kamu akan merdeka?”
34  Kata Yesus kepada mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya setiap orang yang berbuat dosa, adalah hamba dosa.
35  Dan hamba tidak tetap tinggal dalam rumah, tetapi anak tetap tinggal dalam rumah.
36  Jadi apabila Anak itu memerdekakan kamu, kamupun benar-benar merdeka.”
37  “Aku tahu, bahwa kamu adalah keturunan Abraham, tetapi kamu berusaha untuk membunuh Aku karena firman-Ku tidak beroleh tempat di dalam kamu.
38 Apa yang Kulihat pada Bapa, itulah yang Kukatakan, dan demikian juga kamu perbuat tentang apa yang kamu dengar dari bapamu.”
39  Jawab mereka kepada-Nya: “Bapa kami ialah Abraham.” Kata Yesus kepada mereka: “Jikalau sekiranya kamu anak-anak Abraham, tentulah kamu mengerjakan pekerjaan yang dikerjakan oleh Abraham.
40  Tetapi yang kamu kerjakan ialah berusaha membunuh Aku; Aku, seorang yang mengatakan kebenaran kepadamu, yaitu kebenaran yang Kudengar dari Allah; pekerjaan yang demikian tidak dikerjakan oleh Abraham.
41  Kamu mengerjakan pekerjaan bapamu sendiri.” Jawab mereka: “Kami tidak dilahirkan dari zinah. Bapa kami satu, yaitu Allah.”
42  Kata Yesus kepada mereka: “Jikalau Allah adalah Bapamu, kamu akan mengasihi Aku, sebab Aku keluar dan datang dari Allah. Dan Aku datang bukan atas kehendak-Ku sendiri, melainkan Dialah yang mengutus Aku.

19 March 2013

Renungan Harian, 19 Maret 2013 – Hari Raya Santo Yusuf, Suami Maria

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Sesudah bangun dari tidurnya, Yusuf berbuat seperti yang diperintahkan malaikat Tuhan itu kepadanya. (Mat 1:16.18-21.24)

Para bapak keluarga perlu meneladan sikap dan karakter dari St. Yusuf yang kita peringati hari ini. Ia sungguh bijak, tulus dan taat pada kehendak Allah. Itulah wujud diri sebagai orang yang beriman. Segala sesuatu yang dilakukan tetap terarah pada rencana dan kehendak Allah. Kita menyadari bahwa St. Yusuf mau menjadi alat yang digunakan oleh Allah untuk melanjutkan karya kasih-Nya didunia ini. Inilah persembahan terindah pada Tuhan. ”

Aku menjamin akan adanya anak cucunya sampai selama-lamanya, dan takhtanya seumur langit. (Mzm 89:29)

Bacaan Lengkap hari ini :

16  Yakub memperanakkan Yusuf suami Maria, yang melahirkan Yesus yang disebut Kristus.
18 ¶  Kelahiran Yesus Kristus adalah seperti berikut: Pada waktu Maria, ibu-Nya, bertunangan dengan Yusuf, ternyata ia mengandung dari Roh Kudus, sebelum mereka hidup sebagai suami isteri.
19  Karena Yusuf suaminya, seorang yang tulus hati dan tidak mau mencemarkan nama isterinya di muka umum, ia bermaksud menceraikannya dengan diam-diam.
20  Tetapi ketika ia mempertimbangkan maksud itu, malaikat Tuhan nampak kepadanya dalam mimpi dan berkata: “Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus.
21  Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka.”
24  Sesudah bangun dari tidurnya, Yusuf berbuat seperti yang diperintahkan malaikat Tuhan itu kepadanya. Ia mengambil Maria sebagai isterinya,

18 March 2013

Renungan Harian, 18 Maret 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Barangsiapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu.” (Yoh 8:1-11)

Injil hari ini persis sama dengan Injil kemarin. Sepertinya kita diingatkan betapa pentingnya untuk tidak menghakimi orang lain. Ada dua hal lain penting dalam Injil ini : Pertama, semua orang berdosa, tidak ada perkecualian. Kedua, Yesus sama sekali tidak berdosa. Ia tidak meremehkan dosa perempuan itu, melainkan Ia memberikan kesempatan kedua kepada perempuan itu. Yesus yang tanpa dosa menampakkan diri sebagai orang yang penuh rahmat dan anugerah. Karena itu, jangan sia siakan jika Yesus memberi kesempatan kedua bagi kita untuk bertobat.

Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku. (Mzm 23:4)

Bacaan Lengkap hari ini :

1 tetapi Yesus pergi ke bukit Zaitun.
2  Pagi-pagi benar Ia berada lagi di Bait Allah, dan seluruh rakyat datang kepada-Nya. Ia duduk dan mengajar mereka.
3  Maka ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi membawa kepada-Nya seorang perempuan yang kedapatan berbuat zinah.
4  Mereka menempatkan perempuan itu di tengah-tengah lalu berkata kepada Yesus: “Rabi, perempuan ini tertangkap basah ketika ia sedang berbuat zinah.
5  Musa dalam hukum Taurat memerintahkan kita untuk melempari perempuan-perempuan yang demikian. Apakah pendapat-Mu tentang hal itu?”
6  Mereka mengatakan hal itu untuk mencobai Dia, supaya mereka memperoleh sesuatu untuk menyalahkan-Nya. Tetapi Yesus membungkuk lalu menulis dengan jari-Nya di tanah.
7  Dan ketika mereka terus-menerus bertanya kepada-Nya, Iapun bangkit berdiri lalu berkata kepada mereka: “Barangsiapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu.”
8  Lalu Ia membungkuk pula dan menulis di tanah.
9  Tetapi setelah mereka mendengar perkataan itu, pergilah mereka seorang demi seorang, mulai dari yang tertua. Akhirnya tinggallah Yesus seorang diri dengan perempuan itu yang tetap di tempatnya.
10  Lalu Yesus bangkit berdiri dan berkata kepadanya: “Hai perempuan, di manakah mereka? Tidak adakah seorang yang menghukum engkau?”
11  Jawabnya: “Tidak ada, Tuhan.” Lalu kata Yesus: “Akupun tidak menghukum engkau. Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang.”

17 March 2013

Renungan Harian, 17 Maret 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Akupun tidak menghukum engkau. Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang.” (Yoh 8:1-11)

Ahli ahli Taurat selalu mencari kesalahan Yesus. Dengan membawa seorang wanita yang berzinah, mereka yakin dapat menemukan kesalahan Yesus. Apa pun yang Ia katakan, pasti salah. Tetapi mereka tidak mengenal hati Yesus. Ia datang bukan untuk menghakimi, melainkan menyelamatkan. Ia menatap mata orang-orang yang buas dan haus darah. Adakah di antara kalian yang tidak berdosa? Silakan lemparkan batu yang pertama. Mereka saling memandang dan tanpa kata pergi satu per satu. Siapakah kita yang berani menghakimi sesama?

Pada waktu itu mulut kita penuh dengan tertawa, dan lidah kita dengan sorak-sorai. Pada waktu itu berkatalah orang di antara bangsa-bangsa: “TUHAN telah melakukan perkara besar kepada orang-orang ini!” (Mzm 126:2)

Bacaan Lengkap hari ini :

1 tetapi Yesus pergi ke bukit Zaitun.
2  Pagi-pagi benar Ia berada lagi di Bait Allah, dan seluruh rakyat datang kepada-Nya. Ia duduk dan mengajar mereka.
3  Maka ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi membawa kepada-Nya seorang perempuan yang kedapatan berbuat zinah.
4  Mereka menempatkan perempuan itu di tengah-tengah lalu berkata kepada Yesus: “Rabi, perempuan ini tertangkap basah ketika ia sedang berbuat zinah.
5  Musa dalam hukum Taurat memerintahkan kita untuk melempari perempuan-perempuan yang demikian. Apakah pendapat-Mu tentang hal itu?”
6  Mereka mengatakan hal itu untuk mencobai Dia, supaya mereka memperoleh sesuatu untuk menyalahkan-Nya. Tetapi Yesus membungkuk lalu menulis dengan jari-Nya di tanah.
7  Dan ketika mereka terus-menerus bertanya kepada-Nya, Iapun bangkit berdiri lalu berkata kepada mereka: “Barangsiapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu.”
8  Lalu Ia membungkuk pula dan menulis di tanah.
9  Tetapi setelah mereka mendengar perkataan itu, pergilah mereka seorang demi seorang, mulai dari yang tertua. Akhirnya tinggallah Yesus seorang diri dengan perempuan itu yang tetap di tempatnya.
10  Lalu Yesus bangkit berdiri dan berkata kepadanya: “Hai perempuan, di manakah mereka? Tidak adakah seorang yang menghukum engkau?”
11  Jawabnya: “Tidak ada, Tuhan.” Lalu kata Yesus: “Akupun tidak menghukum engkau. Pergilah, dan jangan berbuat dosa

« Newer PostsOlder Posts »

Powered by WordPress