Renungan Harian

14 October 2012

Renungan Harian, 14 Oktober 2012

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Hanya satu lagi kekuranganmu: pergilah, juallah apa yang kaumiliki dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga, kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku.” (Mrk 10:17-27)

Kekurangan orang kaya dalam perikop ini adalah dia tidak pernah memperhatikan orang lain, khususnya orang miskin. Dia ingin hidup kekal, tapi masih berat dengan hartanya yang berlimpah. Melepaskan harta kekayaan berarti berjalan mengikuti Yesus sebagai orang yang tidak memiliki apa apa agar dapat memiliki apa apa, bahkan segalanya, yaitu hidup yang kekal. Inilah tantangan menjadi murid Yesus, juga tantangan kita semua.

Kenyangkanlah kami di waktu pagi dengan kasih setia-Mu, supaya kami bersorak-sorai dan bersukacita semasa hari-hari kami. (Mzm 90:14)

Bacaan Lengkap hari ini :

17  Pada waktu Yesus berangkat untuk meneruskan perjalanan-Nya, datanglah seorang berlari-lari mendapatkan Dia dan sambil bertelut di hadapan-Nya ia bertanya: “Guru yang baik, apa yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?”
18  Jawab Yesus: “Mengapa kaukatakan Aku baik? Tak seorangpun yang baik selain dari pada Allah saja.
19  Engkau tentu mengetahui segala perintah Allah: Jangan membunuh, jangan berzinah, jangan mencuri, jangan mengucapkan saksi dusta, jangan mengurangi hak orang, hormatilah ayahmu dan ibumu!”
20  Lalu kata orang itu kepada-Nya: “Guru, semuanya itu telah kuturuti sejak masa mudaku.”
21  Tetapi Yesus memandang dia dan menaruh kasih kepadanya, lalu berkata kepadanya: “Hanya satu lagi kekuranganmu: pergilah, juallah apa yang kaumiliki dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga, kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku.”
22  Mendengar perkataan itu ia menjadi kecewa, lalu pergi dengan sedih, sebab banyak hartanya.
23  Lalu Yesus memandang murid-murid-Nya di sekeliling-Nya dan berkata kepada mereka: “Alangkah sukarnya orang yang beruang masuk ke dalam Kerajaan Allah.”
24  Murid-murid-Nya tercengang mendengar perkataan-Nya itu. Tetapi Yesus menyambung lagi: “Anak-anak-Ku, alangkah sukarnya masuk ke dalam Kerajaan Allah.
25  Lebih mudah seekor unta melewati lobang jarum dari pada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Allah.”
26  Mereka makin gempar dan berkata seorang kepada yang lain: “Jika demikian, siapakah yang dapat diselamatkan?”
27  Yesus memandang mereka dan berkata: “Bagi manusia hal itu tidak mungkin, tetapi bukan demikian bagi Allah. Sebab segala sesuatu adalah mungkin bagi Allah.”

13 October 2012

Renungan Harian, 13 Oktober 2012

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Tetapi Ia berkata: “Yang berbahagia ialah mereka yang mendengarkan firman Allah dan yang memeliharanya.” (Luk 11:27-28)

Saat seorang ibu berseru betapa bahagianya Maria karena punya Putera Yesus. Yesus justru mengkoreksinya, Maria bukan bahagia karena punya anak Dia, tetapi karena sudah mendengarkan sabda Tuhan dan melaksanakannya. Maria memang seorang yang secara fisik melakukan tugasnya sebagai Ibu Yesus. Pasti itu sangat membahagiakan. Namun, Yesus sendiri menangkap rahasia besarnya, karena semua itu dilakukan Maria sebagai orang beriman. Ia melakukan itu dalam rangka ketaatannya pada Sabda Allah. Itulah yang membahagiakannya.

Diberikan-Nya rezeki kepada orang-orang yang takut akan Dia. Ia ingat untuk selama-lamanya akan perjanjian-Nya. (Mzm 111:5)

Bacaan Lengkap hari ini :

27  Ketika Yesus masih berbicara, berserulah seorang perempuan dari antara orang banyak dan berkata kepada-Nya: “Berbahagialah ibu yang telah mengandung Engkau dan susu yang telah menyusui Engkau.”
28  Tetapi Ia berkata: “Yang berbahagia ialah mereka yang mendengarkan firman Allah dan yang memeliharanya.”

12 October 2012

Renungan Harian, 12 Oktober 2012

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Tetapi ada di antara mereka yang berkata: “Ia mengusir setan dengan kuasa Beelzebul, penghulu setan.” (Luk 11:15-26)

Pikiran negatif akan menghasilkan tindakan yang negatif juga. Kecurigaan, fitnah, benci dan segala kejahatan. Kecurigaan dan pikiran negatif terhadap Yesus membuat banyak orang terputus dari karya rahmat Allah. Tuhan yang sudah ada didepan mata, namun mereka tidak melihatnya. Orang yang bersahaja selalu merindukan Allah dan mampu menangkap tanda tanda yang diberikan Allah dalam alur kehidupannya. Merekalah yang mampu mencermati dan melihat rahasia rahasia Tuhan yang dibentangkan lewat situasi kehidupan.

Diberikan-Nya rezeki kepada orang-orang yang takut akan Dia. Ia ingat untuk selama-lamanya akan perjanjian-Nya. (Mzm 111:5)

Bacaan Lengkap hari ini :

15  Tetapi ada di antara mereka yang berkata: “Ia mengusir setan dengan kuasa Beelzebul, penghulu setan.”
16  Ada pula yang meminta suatu tanda dari sorga kepada-Nya, untuk mencobai Dia.
17  Tetapi Yesus mengetahui pikiran mereka lalu berkata: “Setiap kerajaan yang terpecah-pecah pasti binasa, dan setiap rumah tangga yang terpecah-pecah, pasti runtuh.
18  Jikalau Iblis itu juga terbagi-bagi dan melawan dirinya sendiri, bagaimanakah kerajaannya dapat bertahan? Sebab kamu berkata, bahwa Aku mengusir setan dengan kuasa Beelzebul.
19  Jadi jika Aku mengusir setan dengan kuasa Beelzebul, dengan kuasa apakah pengikut-pengikutmu mengusirnya? Sebab itu merekalah yang akan menjadi hakimmu.
20  Tetapi jika Aku mengusir setan dengan kuasa Allah, maka sesungguhnya Kerajaan Allah sudah datang kepadamu.
21  Apabila seorang yang kuat dan yang lengkap bersenjata menjaga rumahnya sendiri, maka amanlah segala miliknya.
22  Tetapi jika seorang yang lebih kuat dari padanya menyerang dan mengalahkannya, maka orang itu akan merampas perlengkapan senjata, yang diandalkannya, dan akan membagi-bagikan rampasannya.
23  Siapa tidak bersama Aku, ia melawan Aku dan siapa tidak mengumpulkan bersama Aku, ia mencerai-beraikan.”
24  “Apabila roh jahat keluar dari manusia, iapun mengembara ke tempat-tempat yang tandus mencari perhentian, dan karena ia tidak mendapatnya, ia berkata: Aku akan kembali ke rumah yang telah kutinggalkan itu.
25  Maka pergilah ia dan mendapati rumah itu bersih tersapu dan rapih teratur.
26  Lalu ia keluar dan mengajak tujuh roh lain yang lebih jahat dari padanya, dan mereka masuk dan berdiam di situ. Maka akhirnya keadaan orang itu lebih buruk dari pada keadaannya semula.”

11 October 2012

Renungan Harian, 11 Oktober 2012

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu (Luk 11:5-13)

Apa saja bisa kita minta dari Bapa. Tapi ingat! Kehendak Bapa bukan seperti kehendak saya! Kadang kita merasa jengkel, putus asa karena sudah berdoa begitu lama, sudah beramal dan berbuat baik tapi permohonanannya tidak dikabulkan Tuhan. Ingatlah, Tuhan tahu mana yang baik dan berguna bagi keselamatan jiwa anak anak-Nya. Dia selalu memberi yang terindah, tepat pada waktunya. Kuncinya adalah kita percaya, mesti PERCAYA!. Mari kita selalu menjalin relasi yang akrab dengan Yesus, Sahabat sejati. Dia adalah Allah yang peduli.

“Terpujilah Tuhan, Allah Israel, sebab Ia melawat umat-Nya dan membawa kelepasan baginya” (Luk 1:68)

Bacaan Lengkap hari ini :

5  Lalu kata-Nya kepada mereka: “Jika seorang di antara kamu pada tengah malam pergi ke rumah seorang sahabatnya dan berkata kepadanya: Saudara, pinjamkanlah kepadaku tiga roti,
6  sebab seorang sahabatku yang sedang berada dalam perjalanan singgah ke rumahku dan aku tidak mempunyai apa-apa untuk dihidangkan kepadanya;
7  masakan ia yang di dalam rumah itu akan menjawab: Jangan mengganggu aku, pintu sudah tertutup dan aku serta anak-anakku sudah tidur; aku tidak dapat bangun dan memberikannya kepada saudara.
8  Aku berkata kepadamu: Sekalipun ia tidak mau bangun dan memberikannya kepadanya karena orang itu adalah sahabatnya, namun karena sikapnya yang tidak malu itu, ia akan bangun juga dan memberikan kepadanya apa yang diperlukannya.
9  Oleh karena itu Aku berkata kepadamu: Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu.
10  Karena setiap orang yang meminta, menerima dan setiap orang yang mencari, mendapat dan setiap orang yang mengetok, baginya pintu dibukakan.
11  Bapa manakah di antara kamu, jika anaknya minta ikan dari padanya, akan memberikan ular kepada anaknya itu ganti ikan?
12  Atau, jika ia minta telur, akan memberikan kepadanya kalajengking?
13  Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di sorga! Ia akan memberikan Roh Kudus kepada mereka yang meminta kepada-Nya.”

10 October 2012

Renungan Harian, 10 Oktober 2012

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Tuhan, ajarlah kami berdoa, sama seperti yang diajarkan Yohanes kepada murid-muridnya.” (Luk 11:1-4)

Banyak orang Katolik yang merasa tidak mampu untuk berdoa spontan ataupun memimpin doa. Alasannya macam macam, malu, tidak bisa menyusun kalimat. Hari ini Yesus mengajar kita berdoa sederhana. Dan memang itulah pokok doa bagi kita semua. Memuji Tuhan, mengucap syukur, memohon ampun, memohon rejeki. Jadi marilah kita berdoa seperti yang diajarkan Yesus. Allah mendengarkan doa doa kita, asalkan hati kita tetap tulus dan terarah pada Allah sendiri. Jangan pernah berkata, “Aku tidak bisa berdoa”!

Pujilah TUHAN, hai segala bangsa, megahkanlah Dia, hai segala suku bangsa! (Mzm 117:1)

Bacaan Lengkap hari ini :

1  Pada suatu kali Yesus sedang berdoa di salah satu tempat. Ketika Ia berhenti berdoa, berkatalah seorang dari murid-murid-Nya kepada-Nya: “Tuhan, ajarlah kami berdoa, sama seperti yang diajarkan Yohanes kepada murid-muridnya.”
2  Jawab Yesus kepada mereka: “Apabila kamu berdoa, katakanlah: Bapa, dikuduskanlah nama-Mu; datanglah Kerajaan-Mu.
3  Berikanlah kami setiap hari makanan kami yang secukupnya
4  dan ampunilah kami akan dosa kami, sebab kamipun mengampuni setiap orang yang bersalah kepada kami; dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan.”

9 October 2012

Renungan Harian, 9 Oktober 2012

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Marta, Marta, engkau kuatir dan menyusahkan diri dengan banyak perkara” (Luk 10:38-42)

Bentuk hidup apapun yang kita pilih, itu tidak menjadi soal. Masalahnya adalah : Saat kita menganggapnya sebagai beban atau sebagai panggilan yang harus dihayati secara tulus, tanpa mengadili sikap yang dipilih orang lain. Marta ditegur Yesus, karena memandang kesibukannya sebagai suatu beban, bukan sebagai bentuk pelayanan atau suatu panggilan yang harus dilaksanakan secara tulus dan penuh cinta. Injil hari ini menjadi inspirasi dan refleksi kita, apakah kesibukan kita setiap hari merupakan beban atau panggilan untuk melayani?

Engkau memeriksa aku, kalau aku berjalan dan berbaring, segala jalanku Kaumaklumi. (Mzm 139:3)

Bacaan Lengkap hari ini :

38  Ketika Yesus dan murid-murid-Nya dalam perjalanan, tibalah Ia di sebuah kampung. Seorang perempuan yang bernama Marta menerima Dia di rumahnya.
39  Perempuan itu mempunyai seorang saudara yang bernama Maria. Maria ini duduk dekat kaki Tuhan dan terus mendengarkan perkataan-Nya,
40  sedang Marta sibuk sekali melayani. Ia mendekati Yesus dan berkata: “Tuhan, tidakkah Engkau peduli, bahwa saudaraku membiarkan aku melayani seorang diri? Suruhlah dia membantu aku.”
41  Tetapi Tuhan menjawabnya: “Marta, Marta, engkau kuatir dan menyusahkan diri dengan banyak perkara,
42  tetapi hanya satu saja yang perlu: Maria telah memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil dari padanya.”

8 October 2012

Renungan Harian, 8 Oktober 2012

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Jawab orang itu: “Orang yang telah menunjukkan belas kasihan kepadanya.” Kata Yesus kepadanya: “Pergilah, dan perbuatlah demikian!” (Luk 10:25-37)

Dalam hidup kita pastilah pernah berjumpa dengan orang yang memerlukan pertolongan. Bagaimana sikap kita, dan apa yang kita lakukan? Pura pura tidak tahu? Tuhan memberi hati untuk merasakan penderitaan orang lain, semangat dan kekuatan untuk mengambil tindakan dan akal budi yang dapat dimanfaatkan untuk menemukan cara yang tepat untuk menolong. Gunakan semua itu untuk melaksanakan perintah Yesus untuk mengasihi sesama seperti mengasihi diri sendiri.

Perbuatan tangan-Nya ialah kebenaran dan keadilan, segala titah-Nya teguh (Mzm 111:7)

Bacaan Lengkap hari ini :

25  Pada suatu kali berdirilah seorang ahli Taurat untuk mencobai Yesus, katanya: “Guru, apa yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?”
26  Jawab Yesus kepadanya: “Apa yang tertulis dalam hukum Taurat? Apa yang kaubaca di sana?”
27  Jawab orang itu: “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu dan dengan segenap akal budimu, dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.”
28  Kata Yesus kepadanya: “Jawabmu itu benar; perbuatlah demikian, maka engkau akan hidup.”
29  Tetapi untuk membenarkan dirinya orang itu berkata kepada Yesus: “Dan siapakah sesamaku manusia?”
30  Jawab Yesus: “Adalah seorang yang turun dari Yerusalem ke Yerikho; ia jatuh ke tangan penyamun-penyamun yang bukan saja merampoknya habis-habisan, tetapi yang juga memukulnya dan yang sesudah itu pergi meninggalkannya setengah mati.
31  Kebetulan ada seorang imam turun melalui jalan itu; ia melihat orang itu, tetapi ia melewatinya dari seberang jalan.
32  Demikian juga seorang Lewi datang ke tempat itu; ketika ia melihat orang itu, ia melewatinya dari seberang jalan.
33  Lalu datang seorang Samaria, yang sedang dalam perjalanan, ke tempat itu; dan ketika ia melihat orang itu, tergeraklah hatinya oleh belas kasihan.
34  Ia pergi kepadanya lalu membalut luka-lukanya, sesudah ia menyiraminya dengan minyak dan anggur. Kemudian ia menaikkan orang itu ke atas keledai tunggangannya sendiri lalu membawanya ke tempat penginapan dan merawatnya.
35  Keesokan harinya ia menyerahkan dua dinar kepada pemilik penginapan itu, katanya: Rawatlah dia dan jika kaubelanjakan lebih dari ini, aku akan menggantinya, waktu aku kembali.
36  Siapakah di antara ketiga orang ini, menurut pendapatmu, adalah sesama manusia dari orang yang jatuh ke tangan penyamun itu?”
37  Jawab orang itu: “Orang yang telah menunjukkan belas kasihan kepadanya.” Kata Yesus kepadanya: “Pergilah, dan perbuatlah demikian!”

7 October 2012

Renungan Harian, 7 Oktober 2012

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia.” (Mrk 10:2-12)

Perikop ini sering dibacakan pada saat upacara pernikahan. Banyak keluarga Katolik yang mengalami masalah, bahkan sampai pada perceraian. Permasalahan itu seperti benalu. Dia berkembang dan mengganggu kehidupan pohon (keluarga) yang ditempeli. Kalau dibiarkan benalu akan subur dan melilit dan menghisap pohon sampai mati. Maka sebelum benalu itu bertumbuh, kita perlu selalu rajin membersihkannya. Dan andai benalu itu sudah terlalu kuat, bukan pohonnya yang ditebang, melainkan dahan yang terkena benalu.

Berbahagialah setiap orang yang takut akan TUHAN, yang hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya! (Mzm 128:1)

Bacaan Lengkap hari ini :

2 Maka datanglah orang-orang Farisi, dan untuk mencobai Yesus mereka bertanya kepada-Nya: “Apakah seorang suami diperbolehkan menceraikan isterinya?”
3 Tetapi jawab-Nya kepada mereka: “Apa perintah Musa kepada kamu?”
4 Jawab mereka: “Musa memberi izin untuk menceraikannya dengan membuat surat cerai.”
5 Lalu kata Yesus kepada mereka: “Justru karena ketegaran hatimulah maka Musa menuliskan perintah ini untuk kamu.
6 Sebab pada awal dunia, Allah menjadikan mereka laki-laki dan perempuan,
7 sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya,
8 sehingga keduanya itu menjadi satu daging. Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu.
9 Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia.”
10 Ketika mereka sudah di rumah, murid-murid itu bertanya pula kepada Yesus tentang hal itu.
11 Lalu kata-Nya kepada mereka: “Barangsiapa menceraikan isterinya lalu kawin dengan perempuan lain, ia hidup dalam perzinahan terhadap isterinya itu. 12 Dan jika si isteri menceraikan suaminya dan kawin dengan laki-laki lain, ia berbuat zinah.”

6 October 2012

Renungan Harian, 6 Oktober 2012

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Namun demikian janganlah bersukacita karena roh-roh itu takluk kepadamu, tetapi bersukacitalah karena namamu ada terdaftar di sorga.” (Luk 10:17-24)

Para murid dengan bangga bercerita pada Yesus tentang kehebatan mereka melakukan perutusan. Tapi Yesus menyambut rasa bangga mereka dengan nasihat yang bijak yang membuka mata mereka. Sukacita sejati tidak terdapat pada penaklukan atau kepemilikan hal hal duniawi, tetapi pada hal hal surgawi lewat karya bakti dan hidup rohani mereka semua. Sehebat dan sepintar apapun kita, tanpa sikap pembaharuan diri dan hidup rohani yang benar, kita akan semakin jauh dari Tuhan.

Sinarilah hamba-Mu dengan wajah-Mu, dan ajarkanlah ketetapan-ketetapan-kepadaku. (Mzm 119:135)

Bacaan Lengkap hari ini :

17  Kemudian ketujuh puluh murid itu kembali dengan gembira dan berkata: “Tuhan, juga setan-setan takluk kepada kami demi nama-Mu.”
18  Lalu kata Yesus kepada mereka: “Aku melihat Iblis jatuh seperti kilat dari langit.
19  Sesungguhnya Aku telah memberikan kuasa kepada kamu untuk menginjak ular dan kalajengking dan kuasa untuk menahan kekuatan musuh, sehingga tidak ada yang akan membahayakan kamu.
20  Namun demikian janganlah bersukacita karena roh-roh itu takluk kepadamu, tetapi bersukacitalah karena namamu ada terdaftar di sorga.”
21  Pada waktu itu juga bergembiralah Yesus dalam Roh Kudus dan berkata: “Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil. Ya Bapa, itulah yang berkenan kepada-Mu.
22  Semua telah diserahkan kepada-Ku oleh Bapa-Ku dan tidak ada seorangpun yang tahu siapakah Anak selain Bapa, dan siapakah Bapa selain Anak dan orang yang kepadanya Anak itu berkenan menyatakan hal itu.”
23  Sesudah itu berpalinglah Yesus kepada murid-murid-Nya tersendiri dan berkata: “Berbahagialah mata yang melihat apa yang kamu lihat.
24  Karena Aku berkata kepada kamu: Banyak nabi dan raja ingin melihat apa yang kamu lihat, tetapi tidak melihatnya, dan ingin mendengar apa yang kamu dengar, tetapi tidak mendengarnya.”

5 October 2012

Renungan Harian, 5 Oktober 2012

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Celakalah engkau Khorazim! Celakalah engkau Betsaida!”(Luk 10:13-16)

Karena begitu marahnya, Yesus pun mengecam dengan sangat pedas. Khorazim dan Betsaida simbol dari penduduk kota tersebut yang hidupnya memuakkan bagi Yesus. Apakah kita juga seperti mereka? Sudah diberi hidup yang nyaman, mapan, namun justru sibuk dengan kenyamanannya sehingga mulai tidak punya waktu untuk Tuhan? Apakah kenyamanan justru membuat kita lupa diri dan mulai meninggalkan Yesus dan ajaranNya? Apabila kesulitan datang, barulah kita mencari Dia untuk mohon pertolonganNya? Yesus pun akan mengecam sikap kita, bertobatlah!

Juga di sana tangan-Mu akan menuntun aku, dan tangan kanan-Mu memegang aku. (Mzm 139:10)

Bacaan Lengkap hari ini :

13  “Celakalah engkau Khorazim! Celakalah engkau Betsaida! karena jika di Tirus dan di Sidon terjadi mujizat-mujizat yang telah terjadi di tengah-tengah kamu, sudah lama mereka bertobat dan berkabung.
14  Akan tetapi pada waktu penghakiman, tanggungan Tirus dan Sidon akan lebih ringan dari pada tanggunganmu.
15  Dan engkau Kapernaum, apakah engkau akan dinaikkan sampai ke langit? Tidak, engkau akan diturunkan sampai ke dunia orang mati!
16  Barangsiapa mendengarkan kamu, ia mendengarkan Aku; dan barangsiapa menolak kamu, ia menolak Aku; dan barangsiapa menolak Aku, ia menolak Dia yang mengutus Aku.”

« Newer PostsOlder Posts »

Powered by WordPress