Renungan Harian

7 September 2014

Renungan Harian, 7 September 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Barang-siapa mengasihi sesamanya manusia, ia sudah memenuhi hukum Taurat (Rm 13:8-10).

Orang bisa bingung menghadapi peraturan yang begitu banyak, apa yang boleh dan apa yang tidak boleh. Yesus meringkas-nya menjadi hukum utama, yaitu hukum kasih kepada Allah dan kasih kepada sesama. Kasih jangan ditujukan kepada orang-orang baik saja, tetapi kepada orang berdosa juga, supaya mereka bertobat dan kembali kepada Tuhan. Itu adalah kewajiban, bukan hanya kerelaan, namun selalu dengan menghormati kebebasan pribadi. Tak seorang pun boleh dipaksa bertobat. Allah pun tidak memaksa. Keselamatan bukan paksaan, melainkan tawaran kebaikan Allah.

(Mazmur 95)
Marilah kita bersorak-sorai untuk TUHAN, bersorak-sorak bagi gunung batu keselamatan kita.
Biarlah kita menghadap wajah-Nya dengan nyanyian syukur, bersorak-sorak bagi-Nya dengan nyanyian mazmur.
Masuklah, marilah kita sujud menyembah, berlutut di hadapan TUHAN yang menjadikan kita.
Sebab Dialah Allah kita, dan kitalah umat gembalaan-Nya dan kawanan domba tuntunan tangan-Nya. Pada hari ini, sekiranya kamu mendengar suara-Nya!
Janganlah keraskan hatimu seperti di Meriba, seperti pada hari di Masa di padang gurun,
pada waktu nenek moyangmu mencobai Aku, menguji Aku, padahal mereka melihat perbuatan-Ku.

Bacaan Lengkap hari ini:
8  Janganlah kamu berhutang apa-apa kepada siapapun juga, tetapi hendaklah kamu saling mengasihi. Sebab barangsiapa mengasihi sesamanya manusia, ia sudah memenuhi hukum Taurat.
9  Karena firman: jangan berzinah, jangan membunuh, jangan mencuri, jangan mengingini dan firman lain manapun juga, sudah tersimpul dalam firman ini, yaitu: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri!
10  Kasih tidak berbuat jahat terhadap sesama manusia, karena itu kasih adalah kegenapan hukum Taurat.

8 September 2012

Renungan Harian, 8 September 2012 – Pesta Kelahiran Santa Perawan Maria

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah. (Rm 8:28-30)

Hari ini kita bergembira merayakan HUT Bunda Maria.  Dalam diri Bunda Maria Allah telah bekerja, untuk keselamatan kita. Dia disebut Ratu Damai yang melahirkan Raja Damai. Mari kita ciptakan damai di keluarga dan lingkungan. Kunci damai adalah kasih. Tak ada damai tanpa kasih. Mengasihi berarti mau mengalah. Kalau semua mau menang, apalagi menang sendiri, jadilah perang. Selamat Ulang Tahun, Bunda!

Aku mau menyanyi untuk TUHAN, karena Ia telah berbuat baik kepadaku. (Mzm 13:6)

Bacaan Lengkap hari ini :

28  Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.
29  Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara.
30  Dan mereka yang ditentukan-Nya dari semula, mereka itu juga dipanggil-Nya. Dan mereka yang dipanggil-Nya, mereka itu juga dibenarkan-Nya. Dan mereka yang dibenarkan-Nya, mereka itu juga dimuliakan-Nya.

31 May 2012

Renungan Harian, 31 Mei 2012 – Pesta Santa Perawan Maria Mengunjungi Elisabeth Saudaranya

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Hendaklah kamu saling mengasihi sebagai saudara dan saling mendahului dalam memberi hormat. (Rm 12:9-16)

Itulah yang dilakukan Maria dan Elisabet dalam peristiwa yang kita rayakan hari ini. Maria, hamba Tuhan, menjadikan diri hamba Elisabet yang hamil di usia tua sebagai bentuk kasihnya. Ia lebih dulu memberi hormat, pujian dan penghargaan kepada Elisabet. Dan Elisabet pun membalas salamnya itu dengan begitu indah sehingga umat kristiani turun temurun mengulanginya. Alangkah indahnya hidup ini bila kita saling memperlakukan seperti Maria dan Elisabet.

Berserulah dan bersorak-sorailah, hai penduduk Sion, sebab Yang Mahakudus, Allah Israel, agung di tengah-tengahmu!” (Yes 12:6)

5 November 2011

Renungan Harian, 5 November 2011

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Mereka telah mempertaruhkan nyawanya untuk hidupku. (Rm 16:3-9)

Paulus amat gembira karena umat yang selama ini dibina dan didampinginya selama bertahun tahun telah berkembang dan tumbuh imannya. Mereka tidak hanya memikirkan diri sendiri, tetapi juga telah turut ambil bagian dalam pelayanan serta penderitaan Paulus sendiri. Mereka berani membuka diri dan memperhatikan keperluan jemaat ditempat lain, dan memberikan bantuan. Mereka telah menjadi alat kasih Tuhan. Bagaimana dengan kita? Apakah kita  telah merasakan keberhasilan memberikan teladan kepada masyarakat di komunitas kita? Apakah kita telah menjadi alat kasih Tuhan bagi sesama?

Setiap hari aku hendak memuji Engkau, dan hendak memuliakan nama-Mu untuk seterusnya dan selamanya. (Mzm 145:2)

21 October 2011

Renungan Harian, 21 Oktober 2011

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 06:00

Sebab aku tahu, bahwa di dalam aku, yaitu di dalam aku sebagai manusia, tidak ada sesuatu yang baik. Sebab kehendak memang ada di dalam aku, tetapi bukan hal berbuat apa yang baik. (Rm 7:18-25a)

St. Paulus mengajak kita untuk rendah hati dan mengakui kekurangan dan keterbatasan kita. Kita punya kecenderungan berbuat dosa, apalagi bila didukung oleh situasi dan kondisi. Disini St. Paulus mengajak kita untuk setiap saat menempatkan iman diatas segala galanya. Dosa hanya dapat dilawan dengan iman. Kuasa jahat hanya dapat dilawan dengan kuasa Allah. Maka libatkan Allah dalam setiap tindakan kita, agar tidak jatuh dalam pilihan pilihan yang salah.

Ajarkanlah kepadaku kebijaksanaan dan pengetahuan yang baik, sebab aku percaya kepada perintah-perintah-Mu. (Mzm 119:66)

11 September 2011

Renungan Harian, 11 September 2011

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 06:00

Sebab jika kita hidup, kita hidup untuk Tuhan, dan jika kita mati, kita mati untuk Tuhan. Jadi baik hidup atau mati, kita adalah milik Tuhan. (Rm 14:7-9)

Hidup kita telah ditebus oleh Kristus dengan lunas. Karenanya kita bukan lagi hamba dosa atau milik setan. Kita telah menjadi milik Kristus yang adalah Tuhan para pengikut-Nya. Sebagai murid Kristus maka wajar bila kita juga melakukan apa yang diajarkan oleh pemilik kita, yaitu KASIH. Bila kita masih sulit untuk mengampuni, maka itu adalah bukti bahwa orang tidak hidup dalam kasih, sebagai penyebab tidak adanya kebahagiaan hidup. Sebab itu, hiduplah dalam ajaran-Nya.

Pujilah TUHAN, hai jiwaku! Pujilah nama-Nya yang kudus, hai segenap batinku! (Mzm 103:1)

8 September 2011

Renungan Harian, 8 September 2011 – Pesta Kelahiran Santa Perawan Maria

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 06:00

Dan mereka yang ditentukan-Nya dari semula, mereka itu juga dipanggil-Nya. Dan mereka yang dipanggil-Nya, mereka itu juga dibenarkan-Nya. Dan mereka yang dibenarkan-Nya, mereka itu juga dimuliakan-Nya. (Rm 8:28-30)

Kelahiran Bunda Maria yang kita rayakan hari ini menimbulkan kebahagiaan tersendiri, bukan hanya untuk keluarga, tetapi bahkan di kemudian hari untuk seluruh Gereja. Pada hari ini Gereja mengajak kita bersukacita. Sukacita dalam menatap masa depan kita yang cerah, karena peran Bunda Maria dalam sejarah keselamatan umat manusia. Bunda Maria menjadi pengantara kepada Kristus yang dilahirkannya demi keselamatan kita.

Aku mau menyanyi untuk TUHAN, karena Ia telah berbuat baik kepadaku. (Mzm 13:6)

30 November 2009

Renungan Harian, 30 November 2009 (Pesta Santo Andreas Rasul)

Filed under: Renungan Harian — Tags: , , — Renungan Harian @ 06:00

“Mari, ikutlah Aku, dan kamu akan Kujadikan penjala manusia.” (Mat 4:19)

Injil hari ini bercerita tentang Andreas yang diajak Yesus menjala manusia. Andreas mensharing kan pengalaman pribadinya kepada Petrus saudaranya, dan kemudian membawanya kepada Yesus. Inilah evangelisasi pribadi
“Bagaimana mereka percaya akan Dia, jika mereka tidak mendengar tentang Dia dan tidak ada yang memberitakannya?”  (Rm 10:14b)
Bagaimana dengan kita? Sudahkan evangelisasi pribadi menjadi bagian dari kerasulan kita selama ini?

(etapi gema mereka terpencar ke seluruh dunia, dan perkataan mereka sampai ke ujung bumi. (Mzm 19:5)

27 October 2009

Renungan Harian, 27 Oktober 2009

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 06:00

Sebab aku yakin, bahwa penderitaan zaman sekarang ini tidak dapat dibandingkan dengan kemuliaan yang akan dinyatakan kepada kita. (Rm 8:18)

Bagi kita orang beriman, firman ini menguatkan dan menghibur. Penderitaan adalah jalan menuju kemuliaan. Kesabaran juga sangat dibutuhkan. Menjadi orang sabar itu penting. Bukan soal tidak gampang marah, tetapi memiliki pengharapan. Memiliki pengharapan itu juga penting. Karena keselamatan kita datangnya dari pengharapan akan Tuhan. Amin

“TUHAN telah melakukan perkara besar kepada orang-orang ini!” (Mzm 126:2)

26 October 2009

Renungan Harian, 26 Oktober 2009

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 15:13

Sebab kamu tidak menerima roh perbudakan yang membuat kamu menjadi takut lagi, tetapi kamu telah menerima Roh yang menjadikan kamu anak Allah. (Rm 8:15)

Yesus mengambil kodrat manusia dan menyatu dengan kita. Kita menjadi keluarga Allah dan boleh menyebut Dia ‘Bapa’. Relasi keluarga adalah relasi kasih, dan di dalam kasih tidak ada ketakutan. Karena Roh Kudus tinggal dalam diri kita. Makin hidup kita dibimbing Roh Allah, makin kuduslah kita dan makin berkenan kita kepada-Nya.

Allah bagi kita adalah Allah yang menyelamatkan (Mzm 68:21)

Older Posts »

Powered by WordPress