Renungan Harian

20 September 2009

Katekismus Singkat – Pasal 3: Allah dan Tritunggal Maha Kudus

Filed under: Katekismus Katolik — Tags: , , , — Renungan Harian @ 10:00

Pasal 3: Allah dan Tritunggal Maha Kudus

O alangkah dalamnya kekayaan, hikmat dan pengetahuan Allah! Sungguh tak terselidiki keputusan-keputusan-Nya dan sungguh tak terselami jalan-jalan-Nya! Sebab, siapakah yang mengetahui pikiran Tuhan? Atau siapakah yang pernah menjadi penasihat-Nya? Atau siapakah yang pernah memberikan sesuatu kepada-Nya, sehingga Ia harus menggantikannya? Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya. [Roma 11:33-36]

Siapakah Allah?
Allah adalah Sang Pencipta “yang menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya” [Mazmur 146:6].

Apa yang dimaksud dengan kata “Pencipta”?
Artinya Allah membuat segala sesuatunya dari ketiadaan. 
“Aku mendesak, ya anakku, tengadahlah ke langit dan ke bumi dan kepada segala sesuatunya yang kelihatan di dalamnya. Ketahuilah bahwa Allah tidak menjadikan kesemuanya itu dari barang yang sudah ada. Demikianpun bangsa manusia dijadikan juga.” [2 Makabe 7:28].

Apakah yang dimaksud dengan ciptaan?
Yaitu segala sesuatu yang dijadikan oleh Allah.

Bagaimana kita tahu bahwa Allah itu ada?
Jika kamu meneliti segala hal di dunia ini, kamu harus mengakui bahwa seseorang telah membuatnya.
“Tetapi bertanyalah kepada binatang, maka engkau akan diberinya pengajaran, kepada burung di udara, maka engkau akan diberinya keterangan. Atau bertuturlah kepadabumi, maka engkau akan diberinya pengajaran, bahkan ikan di laut akan bercerita kepadamu. Siapa di antara semuanya itu yang tidak tahu, bahwa tangan Allah yang melakukan itu; bahwa di dalam tangan-Nya terletak nyawa segala yang hidup dan nafas setiap manusia?” [Ayub 12:7-10]. “Orang bebal berkata dalam hatinya: “Tidak ada Allah” [Mazmur 14:1].

Mengapa kita tidak dapat melihat Allah?
Karena Dia tidak memiliki tubuh.
“Allah itu roh” [Yohanes 4:24].

Dimanakah Allah berada?
Allah itu berada dimana-mana.
“Kemana aku dapat pergi menjauhi roh-Mu, kemana aku dapat lari dari hadapan-Mu? Jika aku mendaki ke langit, Engkau di sana; jika aku menaruh tempat diurku di dunia orang mati, di situpun Engkau. [Mazmur 139:7-8]

Apakah Allah bisa melihat dan mengetahui segala hal?
Ya, karena Dia hadir dimana-mana. Ini adalah fakta yang menghibur. 
“Mata Tuhan ada di segala tempat, mengawasi orang jahat dan orang baik.” [Amsal 15:3]

Berapakah umur Allah?
Kita tidak dapat mengukur umur Allah. Dia sudah ada dulu, sekarang dan selama-lamanya, tidak berubah. Ini yang dimaksud dengan kekekalan. 
“Sebelum gunung-gunung dilahirkan, dan bumi dan dunia diperanakkan, bahkan dari selama-lamanya sampai selama-lamanya, Engkaulah Allah.” [Mazmur 90:2].

Apakah Allah bisa melakukan segala hal?
Ya, “bagi Allah segala sesuatu mungkin ” [Matius 19:26].

Apakah Allah itu hidup?
Ya, Allah itu hidup; Dia adalah sumber segala kehidupan.

Apakah Allah tergantung pada seseorang atau sesuatu, atau apakah Dia memiliki cacat barang sedikitpun?
Tidak, Dia independen dan sama sekali sempurna dalam segala hal dan tanpa batasan apapun. Kita menyebut hal ini kesempurnaan yang tanpa batas.
“…tidak dilayani oleh tangan manusia, seolah-olah Ia kekurangan apa-apa, karena Dialah yang memberikan hidup dan nafas dan segala sesuatu kepada semua orang.” [Kisah para rasul 17:25].

Apakah Allah memperhatikan kita?
Ya, dan Dia mengasihi kita secara pribadi dengan kasih yang tanpa batas.
“Dapatkah seorang perempuan melupakan bayinya, sehingga ia tidak menyayangi anak dari kandungannya? Sekalipun dia melupakannya, Aku tidak akan melupakan engkau.” [Yesaya 49:15].

Apakah kasih Allah termasuk mengampuni segala dosa-dosa kita?
Ya, jika kamu sungguh-sungguh menyesali dosa-dosamu. 
“Sebab Tuhan, Allahmu, pengasih dan penyayang, Ia tidak akan memalingkan wajah-Nya dari padamu, bilamana kamu kembali kepada-Nya.” [2 Tawarikh 30:9b]

Apa yang dimaksud dengan Tritunggal Maha Kudus?
Ini berarti ada tiga pribadi dalam satu Allah. 
“Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus.” [Matius 28:19].

Siapakah tiga Pribadi dalam Allah?
Allah Bapa, Allah Putera dan Allah Roh Kudus. 
“Sebab ada tiga yang memberi kesaksian di dalam sorga: Bapa, Firman dan Roh Kudus; dan ketiganya adalah satu.” [1 Yohanes 5:7]

Apakah ketiga Pribadi dalam Tritunggal MahaKudus setara satu dengan yang lainnya?
Ya, Mereka setara, tetapi masing-masing adalah pribadi yang berbeda, dan masing-masing adalah Allah yang sejati, sungguh-sungguh Ilahi.

Bisakah kita memahami kebenaran ini tentang Allah?
Ini adalah suatu misteri yang tidak seorang manusiapun bisa memahami sepenuhnya dengan pikirannya.

Bahan Renungan

Ada banyak hal di dunia ini yang tidak dapat dipahami oleh alam pikiran manusia. Oleh karenanya, jangan heran kalau kita tidak dapat memahami sepenuhnya tentang bagaimana Allah menciptakan dunia.

Jika Allah tidak mewahyukan hal ini kepada kita, kita tidak akan pernah tahu bahwa ada tiga pribadi dalam satu Allah. Allah mewahyukan kepada kita kebenaran yang intim dari diri-Nya karena Dia mengasihi kita dan karena Dia ingin supaya kita melalui iman dan pembaptisan, mendapat keakraban yang mendalam dengan ketiga pribadi.

Sumber : gerejakatolik.org

Powered by WordPress