Renungan Harian

10 October 2009

Katekismus Singkat – Pasal 7: Manusia dan Tujuan Hidup Ini

Filed under: Katekismus Katolik — Tags: , , , — Renungan Harian @ 10:10

Pasal 7: Umat Manusia dan Tujuan Hidup Ini

“Janganlah kamu mengumpulkan harta di bumi; di bumi ngengat dan karat merusakkannya dan pencuri membongkar serta mencurinya. Tetapi kumpulkanlah bagimu harta di sorga; di sorga ngengat dan karat tidak merusakkannya dan pencuri tidak membongkar serta mencurinya. Karena dimana hartamu berada, disitu pula hatimu berada.” (Matius 6:19-21)

Apakah yang dimaksud dengan seorang manusia?
Suatu mahluk yang memiliki jiwa dan raga.
“Namun Engkau telah membuatnya hampir sama seperti Allah, dan telah memahkotainya dengan kemuliaan dan hormat.” (Mazmur 8:6)

Apakah yang dimaksud dengan jiwa?
Ialah bagian spiritual dari manusia yang tidak akan pernah mati.
“Berfirmanlah Allah: ‘Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita,” (Kejadian 1:26)

Dibagian manakah dalam dirimu berdiam jiwamu?
Di setiap bagian yang hidup dari dirimu.

Apakah jiwamu itu sungguhan?
Ya, sama sungguhnya seperti tubuhmu.

Bagaimana kamu tahu bahwa kamu memiliki jiwa?
Kamu bisa melakukan hal-hal yang spiritual – kamu bisa berpikir, melakukan hal-hal tanpa dipaksa, menolak untuk melakukan hal-hal, membuat benda-benda, menikmati humor, atau buku, atau film, berbicara, mengerjakan berbagai pekerjaan. Binatang tidak dapat melakukan hal-hal seperti ini. Yang membuat kamu bisa melakukan hal-hal tersebut adalah jiwamu.

Darimana jiwa itu berasal?
Allah menciptakan jiwamu dan menyatukannya dengan tubuhmu yang sangat kecil dan belum berkembang, dalam rahim ibumu.

Berapa lama jiwa dan raga kita tinggal bersama-sama?
Sampai ajal, yang disebabkan oleh pemisahan atas jiwa dan raga.
“dan debu kembali menjadi tanah seperti semula dan roh kembali kepada Allah yang mengaruniakannya.” (Pengkhotbah 12:7) “Karena itu berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu akan hari maupun akan saatnya.” (Matius 25:13)

Apa yang akan terjadi pada tubuhmu ketika engkau meninggal?
Tubuhmu akan membusuk dan diserap oleh bumi darimana ia berasal.
“sebab engkau debu dan engkau akan kembali menjadi debu.” (Kejadian 3:19)

Apa yang akan terjadi dengan jiwamu ketika engkau meninggal?
Jiwamu akan dihakimi oleh Allah dan akan pergi ke surga atau ke neraka.
“Dan sama seperti manusia ditetapkan untuk mati hanya satu kali saja, dan sesudah itu dihakimi.” (Ibrani 9:27)

Apakah jiwamu akan pernah bersatu lagi dengan tubuhmu?
Ya, pada Hari Penghakiman Allah akan mengambil kembali tubuhmu dari bumi dan menggabungkannya dengan jiwamu. Inilah Kebangkitan.
“Sesungguhnya aku menyatakan kepadamu suatu rahasia: kita tidak akan mati semuanya, tetapi kita semuanya akan diubah, dalam sekejap mata, pada waktu bunyi nafiri yang terakhir. Sebab nafiri akan berbunyi dan orang-orang mati akan dibangkitkan dalam keadaan yang tidak dapat binasa.” (1 Korintus 15:51-52)

Setelah Kebangkitan, apakah jiwa dan ragamu akan selalu bersama-sama?
Ya, baik jiwa dan raga akan tinggal bersama selamanya, apakah itu di surga atau di neraka.
“Sebab kita semua harus menghadap takhta pengadilan Kristus, supaya setiap orang memperoleh apa yang patut diterimanya, sesuai dengan apa yang dilakukannya dalam hidupnya ini, baik ataupun jahat.” (2 Korintus 5:10)

Kapankah Hari Penghakiman itu terjadi?
Tak seorangpun tahu kecuali Allah sendiri.
“Tetapi tentang hari dan saat itu tidak seorangpun yang tahu, malaikat-malaikat di sorga tidak, dan Anakpun tidak, hanya Bapa sendiri.” (Matius 24:36)

Bagaimana kamu harus bersiap-siap untuk Hari Penghakiman?
Berdoa secara terus menerus, berjuang untuk tumbuh dalam kasih kepada Allah dan sesama setiap harinya, mematuhi segala perintah-perintah Allah, melakukan penitensi atas dosa-dosamu.
“Jagalah dirimu, supaya hatimu jangan sarat oleh pesta pora dan kemabukan serta kepentingan-kepentingan duniawi dan supaya hari Tuhan jangan dengan tiba-tiba jatuh ke atas dirimu seperti suatu jerat. Sebab ia akan menimpa semua penduduk bumi ini. Berjaga-jagalah senantiasa sambil berdoa, supaya kamu beroleh kekuatan untuk luput dari semua yang akan terjadi itu, dan supaya kamu tahan berdiri di hadapan Anak Manusia.” (Lukas 21:34-36)

Lantas, apa sesungguhnya tujuan hidup ini?
Untuk memuliakan Allah dengan selalu berusaha untuk mengenal dan mengasihi dan melayani-Nya dengan lebih baik dan dengan menolong orang-orang lain untuk berbuat hal yang sama.
“Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia, tetapi ia kehilangan nyawanya. Karena apakah yang dapat diberikannya sebagai ganti nyawanya?” (Markus 8:36-37)
“Jadi sekarang, hai kamu yang berkata: ‘Hari ini atau besok kamu berangkat ke kota anu, dan di sana kami akan tinggal setahun dan berdagang serta mendapat untung”, sedang kamut idak tahu apa yang akan terjadi besok. Apakah arti hidupmu? Hidupmu itu sama seperti uap yang sebentar saja kelihatan lalu lenyap. Sebenarnya kamu harus berkata: ‘Jika Tuhan menghendakinya, kami akan hidup dan berbuat ini dan itu.’ Tetapi sekarang kamu memegahkan diri dalam congkakmu, dan semua kemegahan yang demikian adalah salah. Jadi jika seorang tahu bagaimana ia harus berbuat baik, tetapi ia tidak melakukannya, ia berdosa.” (Yakobus 4:13-17)

Sumber : gerejakatolik.org

Powered by WordPress