Renungan Harian

28 April 2012

Renungan Harian, 28 April 2012

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“dan kami telah percaya dan tahu, bahwa Engkau adalah Yang Kudus dari Allah.” (Yoh 6:60-69)

Setiap kali kita menyambut Komuni, kita harus mengamini kebenaran kehadiran Yesus dalam rupa hosti. Seorang katolik percaya bahwa dalam rupa hosti dan anggur ia menyambut Yesus sendiri. Maka jawaban “Amin” setiap menerima hosti haruslah keluar dari iman. Inilah bukti bahwa kita mengimani Yesus adalah yang kudus dari Allah. Inilah kebenaran yang harus kita pertaruhkan. Yesus tidak mau oranmg mengikuti Dia dengan setengah hati. Inilah yang harus kita buktikan dalam hidup kita sehari hari.

Bagaimana akan kubalas kepada TUHAN segala kebajikan-Nya kepadaku? (Mzm 116:12)

27 April 2012

Renungan Harian, 27 April 2012

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia mempunyai hidup yang kekal dan Aku akan membangkitkan dia pada akhir zaman”. (Yoh 6:52-59)

Yesus menyatakan diri sebagai makanan, tentu kita tidak bisa memahaminya secara harafiah. Yesus ingin memberikan diri-Nya secara total kepada Bapa demi keselamatan kita semua. Dengan memberikan tubuh dan darah-Nya berarti Yesus memberikan diri-Nya dan mengajak kita bersatu dengan-Nya. Makan tubuh berarti menerima Yesus didalam hidup kita dan dengan minum darah-Nya, kita memperoleh kehidupan ilahi Yesus sendiri. Inilah persatuan yang sungguh mendalam dengan Tuhan. Layakkah kita menolak Perjamuan Syukur?

Pujilah TUHAN, hai segala bangsa, megahkanlah Dia, hai segala suku bangsa! Sebab kasih-Nya hebat atas kita, dan kesetiaan TUHAN untuk selama-lamanya. Haleluya! (Mzm 117:1-2)

26 April 2012

Renungan Harian, 26 April 2012

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Tidak ada seorangpun yang dapat datang kepada-Ku, jikalau ia tidak ditarik oleh Bapa yang mengutus Aku (Yoh 6:44-51)

Apa yang terjadi dalam diri kita adalah satu pengalaman mengagumkan namun tidak kita sadari. Dalam kenyataannya kita sudah datang kepada Yesus, menerima Dia sebagai Juruselamat kita, yang ditandai dengan menerima Sakramen Baptis dan hidup dalam persekutuan Gereja. Semua ini adalah karya Bapa yang luar biasa. Kita ditarik oleh Bapa yg mengutus Yesus untuk selanjutnya kita hidup berakar di dalam Dia dan dibangun diatas Dia. Semoga kita menyadari semua ini dan setia menjadi murid Yesus agar janji-Nya terpenuhi dalam hidup kita.

Pujilah Allah kami, hai bangsa-bangsa, dan perdengarkanlah puji-pujian kepada-Nya! (Mzm 66:8)

24 April 2012

Renungan Harian, 24 April 2012

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Tanda apakah yang Engkau perbuat, supaya dapat kami melihatnya dan percaya kepada-Mu?” (Yoh 6:30-35)

Iman itu bukan soal tanda, tetapi soal hati. Hebatnya tanda tidak akan mampu berpengaruh dalam diri seseorang bila ia tidak mempunyai hati. Beriman tidak nya seseorang sulit diukur dengan kasat mata, hanya bisa dideteksi dari apa yang tampak dalam hidupnya, dari perilaku dari cara hidup yangbersangkutan. Hidup dan perilaku kita harus menjadi bukti dari iman yang kita hayati. Kita tidak butuh tanda lain untuk membuat orang lain percaya akan Kristus. Tetapi keberadaan, hidup dan kelakuan kita lah yang menjadi tanda kehadiran Allah yang kita imani.

Ke dalam tangan-Mulah kuserahkan nyawaku; Engkau membebaskan aku, ya TUHAN, Allah yang setia. (Mzm 31:5)

23 April 2012

Renungan Harian, 23 April 2012

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Inilah pekerjaan yang dikehendaki Allah, yaitu hendaklah kamu percaya kepada Dia yang telah diutus Allah.” (Yoh 6:22-29)

Indahnya orang percaya! Orang yang percaya memiliki pandangan yang melampaui hal hal lahiriah. Dapatkah kita membaca tanda yang melampaui penglihatan fisik dari segala sesuatu yang dikatakan dan dibuat oleh Yesus? Mereka yang percaya tidak hanya melihat keberadaan tetapi kegunaan. Beriman itu menuntut keringat, tenaga, kompetensi dan antusiasme. Iman membutuhkan pergulatan hidup yang total. Itulah indahnya orang percaya, yang ditandai oleh iman yang hidup. Bukan iman yang hanya berlindung pada rasa aman.

Buatlah aku mengerti petunjuk titah-titah-Mu, supaya aku merenungkan perbuatan-perbuatan-Mu yang ajaib. (Mzm 119:27)

21 April 2012

Renungan Harian, 21 April 2012

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Sesudah mereka mendayung kira kira dua tiga mil jauhnya, mereka melihat Yesus berjalan di atas air mendekati perahu itu. Maka ketakutanlah mereka. (Yoh 6:16-21)

Para murid takut melihat Yesus yang berjalan diatas air, mereka juga takut dengan air danau yang bergelora. Hidup kita ibarat suatu “penyeberangan” Banyak yang bisa terjadi selama kita menyeberang : badai, gelombang. Hidup kita diombang ambingkan gejolak dunia. Kecil hati, cemas dan gelisah dalam hati. Saat itulah kita butuh uluran tangan Tuhan. Sesungguhnya Tuhan tidak pernah menjauh dari kita, hanya kita yang tak menyadari. Setiap kali badai datang, mari kita pegang erat tangan Tuhan.

Kasih setia-Mu, ya TUHAN, kiranya menyertai kami, seperti kami berharap kepada-Mu. (Mzm 33:22)

18 April 2012

Renungan Harian, 18 April 2012

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. (Yoh 3:16-21)

Inilah cinta Allah yang begitu besar, yang sulit kita mengerti; mengapa Dia menyempatkan diri untuk menjd manusia dan tinggal diantara kita. Allah melakukan semuanya demi keselamatan dunia dan bukan dengan menghukum dunia yang penuh dosa. Kita layak bersyukur karena cinta Allah mengatasi segala sesuatu. Tidak kah itu pantas kita balas dengan makin percaya kepada-Nya?

Orang yang tertindas ini berseru, dan TUHAN mendengar; Ia menyelamatkan dia dari segala kesesakannya. (Mzm 34:7)

16 April 2012

Renungan Harian, 16 April 2012

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Nikodemus menjawab, katanya: “Bagaimanakah mungkin hal itu terjadi?” (Yoh 3:1-9)

Nikodemus memang pandai dalam hal pengetahuan, namun dia belum ada apa apanya dalam hal olah rohani atau spiritualitas. Pengetahuan Nikodemus telah membuatnya menjadi orang yang berilmu, namun belum menjadikannya sebagai orang yang unggul dalam iman dan hidup rohani. Kita mungkin hebat dalam karier, tetapi sama seperti Nikodemus, kita mungkin juga kurang dalam iman. Karenanya mari kita lebih tekun dalam mengolah pengalaman rohani kita akan Tuhan. Dalam kesibukan kita mari luangkan waktu untuk sejenak duduk, berdoa dan membaca serta merenungkan KS.

Berbahagialah semua orang yang berlindung pada-Nya! (Mzm 2:12)

15 April 2012

Renungan Harian, 15 April 2012 – Minggu Paskah II, Minggu Kerahiman Ilahi

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Sebelum aku melihat bekas paku pada tangan-Nya dan sebelum aku mencucukkan jariku ke dalam bekas paku itu dan mencucukkan tanganku ke dalam lambung-Nya, se-kali kali aku tidak akan percaya.” (Yoh 20:19-31)

Untuk sampai pada iman yang teguh dan penuh penyerahan diri kepada Allah, perlu proses yang panjang. Tomas contohnya. Baru setelah melihat Yesus, Tomas baru yakin danĀ  berkata “Ya Tuhanku dan Allahku” Tomas adalah gambaran diri kita yang sering ragu dan lamban untuk percaya. Padahal Allah selalu hadir ditengah tengah kita. Maka, mari dengan iman yang teguh, harapan yang kuat dan cinta yang ikhlas kita kalahkan keraguan iman. Bersama Roh Kudus, kita menjadi murid Kristus sejati.

Bersyukurlah kepada TUHAN, sebab Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya. (Mzm 118:1)

13 April 2012

Renungan Harian, 13 April 2012

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Maka murid yang dikasihi Yesus itu berkata kepada Petrus: “Itu Tuhan.” (Yoh 21:1-14)

Sibuk dengan pekerjaannya, para murid tidak mengenali Tuhan. Baru ketika Yesus memberi mujizat, Yohanes sadar bahwa pria didekatnya itu adalah Tuhan sendiri. Memang, kesibukan dan kekecewaan bisa membutakan manusia. Yesus tidak pernah kehilangan kepekaan akan kehadiran seseorang. Untuk makan saja Dia tidak sempat, tapi Ia masih tetap memperhatikan orang banyak. Yesus selalu menolong setiap orang yang datang pada-Nya. Satu hal yang dapat kita petik dari renungan hari ini adalah agar sesibuk apapun jangan pernah tinggalkan Tuhan Yesus dan mengabaikan sesama.

Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi batu penjuru. (Mzm 118:22)

« Newer PostsOlder Posts »

Powered by WordPress