Renungan Harian

1 May 2012

Renungan Harian, 1 Mei 2012

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Berapa lama lagi Engkau membiarkan kami hidup dalam kebimbangan? Jikalau Engkau Mesias, katakanlah terus terang kepada kami.” (Yoh 10:22-30)

Para akhli Taurat bersikap seakan tidak pernah sadar siapa Yesus itu. Semua karya mujizat Yesus tidak cukup membuat mereka mengakui bahwa Yesus adalah Mesias. Mengapa demikian? Tidak lain karena mereka belum membuka diri untuk ikut menjadi kawanan domba, milik Yesus. Yesus belum mendapat tempat dalam hati mereka. Tuhan mendapat tempat dalam hati kita, bukan karena kita mendengar kotbah yang berapi api dan meyakinkan, melainkan karena hati kita tulus dan terbuka menerima Yesus. Itulah relasi pribadi yang terbentuk karena iman.

Hal-hal yang mulia dikatakan tentang engkau, ya kota Allah (Mzm 87:3)

30 April 2012

Renungan Harian, 30 April 2012

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Akulah pintu; barangsiapa masuk melalui Aku, ia akan selamat (Yoh 10:1-10)

Apa beda asuransi dengan Yesus? Asuransi adalah bisnis mencari untung dengan menawarkan kesejahteraan kepada nasabahnya. Yesus tidak melakukan bisnis. Dia tidak diuntungkan kalau kita selamat, dan juga tidak rugi kalau kita celaka. Tapi Dia adalah kasih. Dan kasih mau berkurban, bahkan mengurbankan hidup-Nya sendiri demi kehidupan yang dikasihi. Yesus adalah pintu, siapa masuk melalui pintu, dia mendapat jaminan asuransi gratis menuju kehidupan berlimpah dalam Kristus Yesus.

Jiwaku haus kepada Allah, kepada Allah yang hidup. Bilakah aku boleh datang melihat Allah? (Mzm 42:2)

29 April 2012

Renungan Harian, 29 April 2012 – Hari Minggu Panggilan

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Akulah gembala yang baik. Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya (Yoh 10:11-18)

Kehadiran Yesus ditengah kehidupan kita membawa sukacita karena kita diselamatkan. Sebagai gembala, Yesus akan selalu berada dekat dengan manusia sebagai domba yang dicintai-Nya. Hari ini kita merayakan Hari Minggu Panggilan, Yesus memanggil gembala gembala baru untuk meneruskan penggembalaan-Nya. Semoga daya pikat Ilahi dari komitmen Sang Gembala menggugah hati para orang muda untuk menanggapi panggilan Yesus, Sang Gembala Agung. Mari pada hari Minggu Panggilan ini, kita berdoa bagi panggilan khusus dalam Gereja.

Lebih baik berlindung pada TUHAN dari pada percaya kepada manusia. (Mzm 118:8)

28 April 2012

Renungan Harian, 28 April 2012

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“dan kami telah percaya dan tahu, bahwa Engkau adalah Yang Kudus dari Allah.” (Yoh 6:60-69)

Setiap kali kita menyambut Komuni, kita harus mengamini kebenaran kehadiran Yesus dalam rupa hosti. Seorang katolik percaya bahwa dalam rupa hosti dan anggur ia menyambut Yesus sendiri. Maka jawaban “Amin” setiap menerima hosti haruslah keluar dari iman. Inilah bukti bahwa kita mengimani Yesus adalah yang kudus dari Allah. Inilah kebenaran yang harus kita pertaruhkan. Yesus tidak mau oranmg mengikuti Dia dengan setengah hati. Inilah yang harus kita buktikan dalam hidup kita sehari hari.

Bagaimana akan kubalas kepada TUHAN segala kebajikan-Nya kepadaku? (Mzm 116:12)

27 April 2012

Renungan Harian, 27 April 2012

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia mempunyai hidup yang kekal dan Aku akan membangkitkan dia pada akhir zaman”. (Yoh 6:52-59)

Yesus menyatakan diri sebagai makanan, tentu kita tidak bisa memahaminya secara harafiah. Yesus ingin memberikan diri-Nya secara total kepada Bapa demi keselamatan kita semua. Dengan memberikan tubuh dan darah-Nya berarti Yesus memberikan diri-Nya dan mengajak kita bersatu dengan-Nya. Makan tubuh berarti menerima Yesus didalam hidup kita dan dengan minum darah-Nya, kita memperoleh kehidupan ilahi Yesus sendiri. Inilah persatuan yang sungguh mendalam dengan Tuhan. Layakkah kita menolak Perjamuan Syukur?

Pujilah TUHAN, hai segala bangsa, megahkanlah Dia, hai segala suku bangsa! Sebab kasih-Nya hebat atas kita, dan kesetiaan TUHAN untuk selama-lamanya. Haleluya! (Mzm 117:1-2)

26 April 2012

Renungan Harian, 26 April 2012

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Tidak ada seorangpun yang dapat datang kepada-Ku, jikalau ia tidak ditarik oleh Bapa yang mengutus Aku (Yoh 6:44-51)

Apa yang terjadi dalam diri kita adalah satu pengalaman mengagumkan namun tidak kita sadari. Dalam kenyataannya kita sudah datang kepada Yesus, menerima Dia sebagai Juruselamat kita, yang ditandai dengan menerima Sakramen Baptis dan hidup dalam persekutuan Gereja. Semua ini adalah karya Bapa yang luar biasa. Kita ditarik oleh Bapa yg mengutus Yesus untuk selanjutnya kita hidup berakar di dalam Dia dan dibangun diatas Dia. Semoga kita menyadari semua ini dan setia menjadi murid Yesus agar janji-Nya terpenuhi dalam hidup kita.

Pujilah Allah kami, hai bangsa-bangsa, dan perdengarkanlah puji-pujian kepada-Nya! (Mzm 66:8)

24 April 2012

Renungan Harian, 24 April 2012

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Tanda apakah yang Engkau perbuat, supaya dapat kami melihatnya dan percaya kepada-Mu?” (Yoh 6:30-35)

Iman itu bukan soal tanda, tetapi soal hati. Hebatnya tanda tidak akan mampu berpengaruh dalam diri seseorang bila ia tidak mempunyai hati. Beriman tidak nya seseorang sulit diukur dengan kasat mata, hanya bisa dideteksi dari apa yang tampak dalam hidupnya, dari perilaku dari cara hidup yangbersangkutan. Hidup dan perilaku kita harus menjadi bukti dari iman yang kita hayati. Kita tidak butuh tanda lain untuk membuat orang lain percaya akan Kristus. Tetapi keberadaan, hidup dan kelakuan kita lah yang menjadi tanda kehadiran Allah yang kita imani.

Ke dalam tangan-Mulah kuserahkan nyawaku; Engkau membebaskan aku, ya TUHAN, Allah yang setia. (Mzm 31:5)

23 April 2012

Renungan Harian, 23 April 2012

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Inilah pekerjaan yang dikehendaki Allah, yaitu hendaklah kamu percaya kepada Dia yang telah diutus Allah.” (Yoh 6:22-29)

Indahnya orang percaya! Orang yang percaya memiliki pandangan yang melampaui hal hal lahiriah. Dapatkah kita membaca tanda yang melampaui penglihatan fisik dari segala sesuatu yang dikatakan dan dibuat oleh Yesus? Mereka yang percaya tidak hanya melihat keberadaan tetapi kegunaan. Beriman itu menuntut keringat, tenaga, kompetensi dan antusiasme. Iman membutuhkan pergulatan hidup yang total. Itulah indahnya orang percaya, yang ditandai oleh iman yang hidup. Bukan iman yang hanya berlindung pada rasa aman.

Buatlah aku mengerti petunjuk titah-titah-Mu, supaya aku merenungkan perbuatan-perbuatan-Mu yang ajaib. (Mzm 119:27)

21 April 2012

Renungan Harian, 21 April 2012

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Sesudah mereka mendayung kira kira dua tiga mil jauhnya, mereka melihat Yesus berjalan di atas air mendekati perahu itu. Maka ketakutanlah mereka. (Yoh 6:16-21)

Para murid takut melihat Yesus yang berjalan diatas air, mereka juga takut dengan air danau yang bergelora. Hidup kita ibarat suatu “penyeberangan” Banyak yang bisa terjadi selama kita menyeberang : badai, gelombang. Hidup kita diombang ambingkan gejolak dunia. Kecil hati, cemas dan gelisah dalam hati. Saat itulah kita butuh uluran tangan Tuhan. Sesungguhnya Tuhan tidak pernah menjauh dari kita, hanya kita yang tak menyadari. Setiap kali badai datang, mari kita pegang erat tangan Tuhan.

Kasih setia-Mu, ya TUHAN, kiranya menyertai kami, seperti kami berharap kepada-Mu. (Mzm 33:22)

18 April 2012

Renungan Harian, 18 April 2012

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. (Yoh 3:16-21)

Inilah cinta Allah yang begitu besar, yang sulit kita mengerti; mengapa Dia menyempatkan diri untuk menjd manusia dan tinggal diantara kita. Allah melakukan semuanya demi keselamatan dunia dan bukan dengan menghukum dunia yang penuh dosa. Kita layak bersyukur karena cinta Allah mengatasi segala sesuatu. Tidak kah itu pantas kita balas dengan makin percaya kepada-Nya?

Orang yang tertindas ini berseru, dan TUHAN mendengar; Ia menyelamatkan dia dari segala kesesakannya. (Mzm 34:7)

« Newer PostsOlder Posts »

Powered by WordPress