Renungan Harian

24 April 2012

Renungan Harian, 24 April 2012

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Tanda apakah yang Engkau perbuat, supaya dapat kami melihatnya dan percaya kepada-Mu?” (Yoh 6:30-35)

Iman itu bukan soal tanda, tetapi soal hati. Hebatnya tanda tidak akan mampu berpengaruh dalam diri seseorang bila ia tidak mempunyai hati. Beriman tidak nya seseorang sulit diukur dengan kasat mata, hanya bisa dideteksi dari apa yang tampak dalam hidupnya, dari perilaku dari cara hidup yangbersangkutan. Hidup dan perilaku kita harus menjadi bukti dari iman yang kita hayati. Kita tidak butuh tanda lain untuk membuat orang lain percaya akan Kristus. Tetapi keberadaan, hidup dan kelakuan kita lah yang menjadi tanda kehadiran Allah yang kita imani.

Ke dalam tangan-Mulah kuserahkan nyawaku; Engkau membebaskan aku, ya TUHAN, Allah yang setia. (Mzm 31:5)

23 April 2012

Renungan Harian, 23 April 2012

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Inilah pekerjaan yang dikehendaki Allah, yaitu hendaklah kamu percaya kepada Dia yang telah diutus Allah.” (Yoh 6:22-29)

Indahnya orang percaya! Orang yang percaya memiliki pandangan yang melampaui hal hal lahiriah. Dapatkah kita membaca tanda yang melampaui penglihatan fisik dari segala sesuatu yang dikatakan dan dibuat oleh Yesus? Mereka yang percaya tidak hanya melihat keberadaan tetapi kegunaan. Beriman itu menuntut keringat, tenaga, kompetensi dan antusiasme. Iman membutuhkan pergulatan hidup yang total. Itulah indahnya orang percaya, yang ditandai oleh iman yang hidup. Bukan iman yang hanya berlindung pada rasa aman.

Buatlah aku mengerti petunjuk titah-titah-Mu, supaya aku merenungkan perbuatan-perbuatan-Mu yang ajaib. (Mzm 119:27)

21 April 2012

Renungan Harian, 21 April 2012

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Sesudah mereka mendayung kira kira dua tiga mil jauhnya, mereka melihat Yesus berjalan di atas air mendekati perahu itu. Maka ketakutanlah mereka. (Yoh 6:16-21)

Para murid takut melihat Yesus yang berjalan diatas air, mereka juga takut dengan air danau yang bergelora. Hidup kita ibarat suatu “penyeberangan” Banyak yang bisa terjadi selama kita menyeberang : badai, gelombang. Hidup kita diombang ambingkan gejolak dunia. Kecil hati, cemas dan gelisah dalam hati. Saat itulah kita butuh uluran tangan Tuhan. Sesungguhnya Tuhan tidak pernah menjauh dari kita, hanya kita yang tak menyadari. Setiap kali badai datang, mari kita pegang erat tangan Tuhan.

Kasih setia-Mu, ya TUHAN, kiranya menyertai kami, seperti kami berharap kepada-Mu. (Mzm 33:22)

18 April 2012

Renungan Harian, 18 April 2012

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. (Yoh 3:16-21)

Inilah cinta Allah yang begitu besar, yang sulit kita mengerti; mengapa Dia menyempatkan diri untuk menjd manusia dan tinggal diantara kita. Allah melakukan semuanya demi keselamatan dunia dan bukan dengan menghukum dunia yang penuh dosa. Kita layak bersyukur karena cinta Allah mengatasi segala sesuatu. Tidak kah itu pantas kita balas dengan makin percaya kepada-Nya?

Orang yang tertindas ini berseru, dan TUHAN mendengar; Ia menyelamatkan dia dari segala kesesakannya. (Mzm 34:7)

16 April 2012

Renungan Harian, 16 April 2012

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Nikodemus menjawab, katanya: “Bagaimanakah mungkin hal itu terjadi?” (Yoh 3:1-9)

Nikodemus memang pandai dalam hal pengetahuan, namun dia belum ada apa apanya dalam hal olah rohani atau spiritualitas. Pengetahuan Nikodemus telah membuatnya menjadi orang yang berilmu, namun belum menjadikannya sebagai orang yang unggul dalam iman dan hidup rohani. Kita mungkin hebat dalam karier, tetapi sama seperti Nikodemus, kita mungkin juga kurang dalam iman. Karenanya mari kita lebih tekun dalam mengolah pengalaman rohani kita akan Tuhan. Dalam kesibukan kita mari luangkan waktu untuk sejenak duduk, berdoa dan membaca serta merenungkan KS.

Berbahagialah semua orang yang berlindung pada-Nya! (Mzm 2:12)

15 April 2012

Renungan Harian, 15 April 2012 – Minggu Paskah II, Minggu Kerahiman Ilahi

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Sebelum aku melihat bekas paku pada tangan-Nya dan sebelum aku mencucukkan jariku ke dalam bekas paku itu dan mencucukkan tanganku ke dalam lambung-Nya, se-kali kali aku tidak akan percaya.” (Yoh 20:19-31)

Untuk sampai pada iman yang teguh dan penuh penyerahan diri kepada Allah, perlu proses yang panjang. Tomas contohnya. Baru setelah melihat Yesus, Tomas baru yakin dan  berkata “Ya Tuhanku dan Allahku” Tomas adalah gambaran diri kita yang sering ragu dan lamban untuk percaya. Padahal Allah selalu hadir ditengah tengah kita. Maka, mari dengan iman yang teguh, harapan yang kuat dan cinta yang ikhlas kita kalahkan keraguan iman. Bersama Roh Kudus, kita menjadi murid Kristus sejati.

Bersyukurlah kepada TUHAN, sebab Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya. (Mzm 118:1)

13 April 2012

Renungan Harian, 13 April 2012

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Maka murid yang dikasihi Yesus itu berkata kepada Petrus: “Itu Tuhan.” (Yoh 21:1-14)

Sibuk dengan pekerjaannya, para murid tidak mengenali Tuhan. Baru ketika Yesus memberi mujizat, Yohanes sadar bahwa pria didekatnya itu adalah Tuhan sendiri. Memang, kesibukan dan kekecewaan bisa membutakan manusia. Yesus tidak pernah kehilangan kepekaan akan kehadiran seseorang. Untuk makan saja Dia tidak sempat, tapi Ia masih tetap memperhatikan orang banyak. Yesus selalu menolong setiap orang yang datang pada-Nya. Satu hal yang dapat kita petik dari renungan hari ini adalah agar sesibuk apapun jangan pernah tinggalkan Tuhan Yesus dan mengabaikan sesama.

Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi batu penjuru. (Mzm 118:22)

10 April 2012

Renungan Harian, 10 April 2012

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Kata Yesus kepadanya: “Maria!” Maria berpaling dan berkata kepada-Nya dalam bahasa Ibrani: “Rabuni!”, artinya Guru. (Yoh 20:11-18)

Maria mendengar suara Tuhan dan percaya bahwa Dia telah bangkit. Dia yang telah bangkit berbicara kepada kita dijaman ini lewat banyak cara. Mari kita tetap percaya akan kebangkitan Tuhan seperti Maria. Mari kita selalu mendengarkan panggilan-Nya dan menjadi penerus firman Tuhan sesuai panggilan kita masing masing. Dengan demikian orang yang mendengar suara Tuhan menjadi percaya kepada Dia, Sang kebangkitan dan hidup.

Bumi penuh dengan kasih setia TUHAN. (Mzm 33:5b)

8 April 2012

Renungan Harian, 8 April 2012 – Hari Raya Paskah, Peringatan Kebangkitan Tuhan

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Selama itu mereka belum mengerti isi Kitab Suci yang mengatakan, bahwa Ia harus bangkit dari antara orang mati. (Yoh 20:1-9)

Tidak mudah untuk percaya akan kebangkitan orang mati. Meski Kitab Suci sudah menjelaskan peristiwa kebangkitan Kristus, logika manusia masih sering menyangkal dan memperdebatkannya. Ditengah kehidupan modern saat ini, manusia masih terbentur pada misteri kematian. Tidak ada ilmu yang bisa menjawab pertanyaan tentang misteri kematian. Hanya dengan beriman akan kebangkitan Kristus misteri kematian terpecahkan. Benar ada hidup setelah kematian, yaitu diikut sertakan dalam kebangkitan Kristus.

Inilah hari yang dijadikan TUHAN, marilah kita bersorak-sorak dan bersukacita karenanya! (Mzm 118:24)

6 April 2012

Renungan Harian, 6 April 2012 – Hari Jumat Agung, Memperingati Sengsara Yesus

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Kata-Nya kepada mereka: “Akulah Dia.” (Yoh 18:1-19:42)

Hari ini kita dengar keperkasaan Kristus. Dia meng AKU kan segalanya. Aku yang kamu cari; Aku yang kamu khianati; Aku yang dikatakan Kayafas dan Aku lah inti dari perayaan Jum’at Agung. Bila Yesus mengangkat semua masalah menjadi masalah-Nya. maka dihari Jumát Agung ini, saat kita untuk mengangkat semua kehinaan sikap kita, sikap pengecut, sikap takut, sikap iri. sikap pemarah. Dihadapan Yesus kita berlutut untuk belajar menemukan keberanian, kesabaran dan menemukan kedamaian. Jadilah pribadi yang agung pada Jumát Agung.

Ke dalam tangan-Mulah kuserahkan nyawaku (Mzm 31:6)

« Newer PostsOlder Posts »

Powered by WordPress