Renungan Harian

27 December 2011

Renungan Harian, 27 Desember 2011 – Pesta Santo Yohanes, Rasul dan Pengarang Injil

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Maka masuklah juga murid yang lain, yang lebih dahulu sampai di kubur itu dan ia melihatnya dan percaya. (Yoh 20:2-8)

Murid yang lain dalam ayat ini adalah Yohanes sang pengarang Injil sendiri. Ia memberikan teladan KEHENINGAN HATI. Meskipun  panik karena Yesus tidak ada lagi dalam kubur, ia tetap bersikap tenang. Ia berhenti sejenak didepan makam,  mengheningkan hati dan menjernihkan pikiran. Setelah itu ia mampu melihat realita yang dihadapinya dengan sikap percaya. Yakinlah bahwa dalam keheningan batin dan kejernihan budi, kita akan mampu merasakan dan menemukan kehadiran Tuhan.

Bersukacitalah karena TUHAN, hai orang-orang benar, dan nyanyikanlah syukur bagi nama-Nya yang kudus. (Mzm 97:12)

16 December 2011

Renungan Harian, 16 September 2011

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Pekerjaan itu juga yang Kukerjakan sekarang, dan itulah yang memberi kesaksian tentang Aku, bahwa Bapa yang mengutus Aku. (Yoh 5:33-36)

Jika kita ingin mewartakan bahwa Yesus adalah Mesias, maka cara paling jitu adalah dengan memberi kesaksian lewat perbuatan perbuatan kasih kita pada sesama. Itu adalah teladan dari sikap Yesus yang melakukan kehendak Bapa-Nya sebagai bukti siapa Dia itu sebenarnya. Jika sesama melihat kita berbuat baik dan melakukan dalam kehidupan seharian, maka itu adalah bukti bahwa perbuatan baik yang benar, nyata dan dapat dilihat mata serta dirasakan, ternyata lebih mampu memberi kesaksian daripada sekedar kata kata.

Kiranya bangsa-bangsa bersyukur kepada-Mu, ya Allah; kiranya bangsa-bangsa semuanya bersyukur kepada-Mu. (Mzm 67:3)

9 November 2011

Renungan Harian, 9 November 2011 – Pesta Pemberkatan Gereja Basilika Lateran

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Ambil semuanya ini dari sini, jangan kamu membuat rumah Bapa-Ku menjadi tempat berjualan.” (Yoh 2:13-22)

Berjualan dipasar identik dengan kekumuhan. Begitulah yang dirasakan Yesus ketika melihat Bait Allah menjadi pasar. Berkat pembaptisan, tubuh kita telah menjadi Bait kudus Allah. Yesuspun akan murka kalau Bait kudus Allah, yakni tubuh kita menjadi kumuh, kotor karena hal hal atau pikiran yang tidak baik. Yesus ingin tubuh kita tetap kudus dan terawat baik. Selayaknya kita menjauhkan Bait Allah tubuh kita dari segala kotoran. Karena disitulah Allah akan bertahta.

Kota Allah, kediaman Yang Mahatinggi, disukakan oleh aliran-aliran sebuah sungai. (Mzm 46:4)

15 September 2011

Renungan Harian, 15 September 2011- Peringatan Wajib St. Perawan Maria Berduka Cita

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 06:00

Dan dekat salib Yesus berdiri ibu-Nya dan saudara ibu-Nya, Maria, isteri Klopas dan Maria Magdalena. (Yoh 19:25-27)

Siapa tahan memangku sendiri anaknya yang mati disiksa? Luar biasa ketabahan Maria. Maria mengalami banyak momen bahagia bersama Dia. Tetapi dukanya pun tidak sedikit. Duka karena ia menghadapi banyak misteri tanpa tahu jawabnya. Duka karena banyak orang membenci Putranya, padahal Ia datang untuk menyelamatkan. Akhirnya kejahatan orang berdosa membawa Putranya kepada kematian di salib. Itulah puncak dukanya. Hari ini kita memperingati dukacita Bunda Maria. Semoga ketabahan-nya meneladani kita dalam menempuh hidup.

Sendengkanlah telinga-Mu kepadaku, bersegeralah melepaskan aku! Jadilah bagiku gunung batu tempat perlindungan, kubu pertahanan untuk menyelamatkan aku! (Mzm 31:2)

24 August 2011

Renungan Harian, 24 Agustus 2011 – Pesta Santo Bartolomeus Rasul

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 06:00

Kata Filipus kepadanya: “Mari dan lihatlah!” (Yoh 1:45-51)

Hari ini kita rayakan Pesta St. Bartolomeus atau yang biasa disebut Natanael. Natanael dikenal karena keraguannya tentang Yesus yang berubah 180 derajat saat ia berjumpa langsung dengan Yesus. Bagi Yesus, Natanael adalah manusia yang tulus, dan jujur. Ketika dipuji oleh Yesus karena sifatnya yang baik, Yesus telah merubah Natanael melalui sebuah percakapan singkat. Hingga Natanael sampai pada keputusan untuk memberikan dirinya sebagai seorang rasul yang setia sampai mati. Kita perlu meneladani Natanael dengan bersikap tulus dan jujur dihadapan Tuhan.

Dan orang-orang yang Kaukasihi akan memuji Engkau. Mereka akan mengumumkan kemuliaan kerajaan-Mu (Mzm 145:10-11)

10 August 2011

Renungan Harian, 10 Agustus 2011 – Pesta Santo Laurentius Diakon dan Martir

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 06:00

Sesungguhnya jikalau biji gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan mati, ia tetap satu biji saja; tetapi jika ia mati, ia akan menghasilkan banyak buah. (Yoh 12:24-26)

Hari ini kita memperingati Santo Laurentius, seorang martir dijaman Kaisar Roma. Ia mati dipanggang hidup hidup, namun dengan kematiannya membuat banyak penduduk kota Roma bertobat dan percaya kepada Yesus. Kemartiran Laurensius membuktikan kebenaran ucapan Yesus : mati untuk bertumbuh subur. Barangsiapa ikhlas kehilangan nyawanya, ia akan memelihara nyawanya untuk hidup yang kekal. Dengan teladan Santo Laurentius, kita didorong untuk gigih mengamalkan dan membela iman.

Mujur orang yang menaruh belas kasihan dan yang memberi pinjaman, yang melakukan urusannya dengan sewajarnya. (Mzm 112:5)

26 June 2011

Renungan Harian, 26 Juni 2011 – Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 06:00

“Barangsiapa makan roti ini, ia akan hidup selama lamanya.” ( Yoh 6:51-58 ).

Hari ini adalah hari raya Tubuh dan Darah Kristus, hari ini juga, secara serentak diseluruh dunia ribuan bahkan jutaan anak anak menerima komuni pertama. Sesuatu yang sangat membahagiakan mereka, karena hari ini mereka telah resmi menjadi mempelai Allah. Dalam perayaan Ekaristi, Tubuh dan Darah Kristus adalah kekuatan dalam menghadapi tantangan hidup; agar kita tidak cepat putus asa. Maka bersama ribuan bahkan jutaan anak anak yang hari ini menyambut Tubuh dan Darah Kristus, mari kita menimba kekuatan dari Tubuh dan Darah Kristus.

Megahkanlah TUHAN, hai Yerusalem, pujilah Allahmu, hai Sion! (Mzm 147:12)

19 June 2011

Renungan Harian, 19 Juni 2011 – Hari Raya Tritunggal Mahakudus

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 06:00

Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. (Yoh 3:16-18)

Inilah ayat emas dalam Injil. Camkan dan jadikanlah semangat hidup. Sungguh, Allah memang mengasihi dunia, mengasihi kita, dan mau menyelamatkan kita. Yang dibuktikan dengan memberikan yang paling berharga, yaitu Putra-Nya sendiri. Sebab di dalam Dia kita beroleh hidup yang kekal. Apa yang bisa kita lakukan untuk membalas kasih Allah yg sebesar itu? Tidak lain adalah, percaya dan menerima-Nya dengan penuh syukur.

Pujilah Tuhan, hai segala buatan Tuhan, nyanyikanlah dan tinggikanlah Dia se-lama lama-nya (Kid. Dan 3:57)

13 June 2011

Renungan Harian, 13 Juni 2011 – Peringatan Santo Antonius dari Padua

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 06:00

Tetapi Aku berkata kepadamu: Janganlah kamu melawan orang yang berbuat jahat kepadamu, melainkan siapapun yang menampar pipi kananmu, berilah juga kepadanya pipi kirimu (Mat 5:38-42)

Kita dipanggil untuk menghayati hukum baru, hukum kasih dan pengampunan. Kita diminta, bukannya menjadi serigala bagi orang lain, melainkan menjadi saudara bagi sesama. Dengan cara ini, sebagai makhluk sosial kita membangun persaudaraan sejati. Kita menegakkan kebersamaan. Kebersamaan yang diciptakan karena kita mau menjadi saudara bagi yang lain. Tidak mudah bersabar terhadap kejahatan, tapi Yesus meminta kita lebih merendahkan diri agar dapat melaksanakan amanat-Nya.

TUHAN telah memperkenalkan keselamatan yang dari pada-Nya, telah menyatakan keadilan-Nya di depan mata bangsa-bangsa. (Mzm 98:1)

12 June 2011

Renungan Harian, 12 Juni 2011 – Hari Raya Pentakosta

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 06:00

Berkumpullah murid murid Yesus di suatu tempat dengan pintu pintu yang terkunci karena mereka takut kepada orang Yahudi. (Yoh 20:19-23)

Pintu yang terkunci tidak menghalangi kehadiran Yesus didepan murid murid-Nya. Kita perlu menyadari bahwa Roh Tuhan yang bangkit mampu menembus ruang ruang hati yang terdalam dan paling tersembunyi. Dia mampu bertiup atas kita sehingga oleh kuasa Roh Kudus yang tercurah atas kita, kita dimampukan untuk berjabat tangan dan mengampuni orang orang yang pernah bersalah kepada kita. Dihari Raya Pentakosta ini mari kita sambut Roh Kudus, agar kita layak menerima damai sejahtera dari Yesus yang telah bangkit.

Utuslah Roh-Mu ya Tuhan, dan jadi baru seluruh muka bumi (Mzm 104)

« Newer PostsOlder Posts »

Powered by WordPress