Renungan Harian

13 May 2014

Renungan Harian, 13 Mei 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku. (Yoh 10:22-30)

Kita sebagai domba-domba-Nya harus mengenali dan mendengarkan suara Yesus, baik melalui bacaan Kitab Suci, Ekaristi, atau mendengarkan kotbah. Ajaran Yesus untuk saling mengasihi inilah yang merupakan “suara” yang harus dikenalkan kepada anak-anak dalam keluarga. Dengan membiasakan mereka sejak usia dini mengenal ajaran kasih yang selalu dilakukan oleh Yesus, maka ini akan menumbuhkan rasa cinta kepada Yesus, sehingga dapat menimbulkan panggilan dalam hati mereka untuk menjadi pengikut-Nya. Keluarga merupakan tempat awal bertumbuhnya benih panggilan dalam hati seorang anak.

(Mazmur 87:1-3.4-5.6-7)
Di gunung-gunung yang kudus ada kota yang dibangunkan-Nya:
TUHAN lebih mencintai pintu-pintu gerbang Sion dari pada segala tempat kediaman Yakub.
Hal-hal yang mulia dikatakan tentang engkau, ya kota Allah. Sela
Aku menyebut Rahab dan Babel di antara orang-orang yang mengenal Aku, bahkan Filistea, Tirus dan Etiopia: “Ini dilahirkan di sana.”
Tetapi tentang Sion dikatakan: “Seorang demi seorang dilahirkan di dalamnya,” dan Dia, Yang Mahatinggi, menegakkannya.
TUHAN menghitung pada waktu mencatat bangsa-bangsa: “Ini dilahirkan di sana.” Sela
Dan orang menyanyi-nyanyi sambil menari beramai-ramai: “Segala mata airku ada di dalammu.”

Bacaan Lengkap hari ini:
22 Tidak lama kemudian tibalah hari raya Pentahbisan Bait Allah di Yerusalem; ketika itu musim dingin.
23  Dan Yesus berjalan-jalan di Bait Allah, di serambi Salomo.
24  Maka orang-orang Yahudi mengelilingi Dia dan berkata kepada-Nya: “Berapa lama lagi Engkau membiarkan kami hidup dalam kebimbangan? Jikalau Engkau Mesias, katakanlah terus terang kepada kami.”
25  Yesus menjawab mereka: “Aku telah mengatakannya kepada kamu, tetapi kamu tidak percaya; pekerjaan-pekerjaan yang Kulakukan dalam nama Bapa-Ku, itulah yang memberikan kesaksian tentang Aku,
26  tetapi kamu tidak percaya, karena kamu tidak termasuk domba-domba-Ku.
27  Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku,
28  dan Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorangpun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku.
29  Bapa-Ku, yang memberikan mereka kepada-Ku, lebih besar dari pada siapapun, dan seorangpun tidak dapat merebut mereka dari tangan Bapa.
30  Aku dan Bapa adalah satu.”

10 May 2014

Renungan Harian, 10 Mei 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Perkataan ini keras, siapakah yang sanggup mendengarkannya?” (Yoh 6:60-69)

Perkataan keras dari Yesus membuat banyak murid-Nya mengundurkan diri. Dalam hidup kita Yesus sering memberi sesuatu “yang keras” bagi kita berupa, kegagalan, dukacita, ketidak mampuan. Sendirian pasti kita akan lemah. Maka kita harus bersatu dengan Allah lewat santapan rohani, Tubuh dan Darah Kristus. Persekutuan itu kemudian berbuah lewat persekutuan keluarga, dimana kita dapat saling meneguhkan dan membahagiakan. Jangan pernah kita mencoba mengatur Allah, tetapi penuhilah rencana-Nya dengan penuh iman.

(Mazmur 116:12-13.14-15.16-17)
Bagaimana akan kubalas kepada TUHAN segala kebajikan-Nya kepadaku?
Aku akan mengangkat piala keselamatan, dan akan menyerukan nama TUHAN,
akan membayar nazarku kepada TUHAN di depan seluruh umat-Nya.
Berharga di mata TUHAN kematian semua orang yang dikasihi-Nya.
Ya TUHAN, aku hamba-Mu! Aku hamba-Mu, anak dari hamba-Mu perempuan! Engkau telah membuka ikatan-ikatanku!
Aku akan mempersembahkan korban syukur kepada-Mu, dan akan menyerukan nama TUHAN,

Bacaan Lengkap hari ini:

60 Sesudah mendengar semuanya itu banyak dari murid-murid Yesus yang berkata: “Perkataan ini keras, siapakah yang sanggup mendengarkannya?”
61  Yesus yang di dalam hati-Nya tahu, bahwa murid-murid-Nya bersungut-sungut tentang hal itu, berkata kepada mereka: “Adakah perkataan itu menggoncangkan imanmu?
62  Dan bagaimanakah, jikalau kamu melihat Anak Manusia naik ke tempat di mana Ia sebelumnya berada?
63  Rohlah yang memberi hidup, daging sama sekali tidak berguna. Perkataan-perkataan yang Kukatakan kepadamu adalah roh dan hidup.
64  Tetapi di antaramu ada yang tidak percaya.” Sebab Yesus tahu dari semula, siapa yang tidak percaya dan siapa yang akan menyerahkan Dia.
65  Lalu Ia berkata: “Sebab itu telah Kukatakan kepadamu: Tidak ada seorangpun dapat datang kepada-Ku, kalau Bapa tidak mengaruniakannya kepadanya.”
66  Mulai dari waktu itu banyak murid-murid-Nya mengundurkan diri dan tidak lagi mengikut Dia.
67  Maka kata Yesus kepada kedua belas murid-Nya: “Apakah kamu tidak mau pergi juga?”
68  Jawab Simon Petrus kepada-Nya: “Tuhan, kepada siapakah kami akan pergi? Perkataan-Mu adalah perkataan hidup yang kekal;
69  dan kami telah percaya dan tahu, bahwa Engkau adalah Yang Kudus dari Allah.”

9 May 2014

Renungan Harian, 9 Mei 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia. (Yoh 6:52-59)

Kita mengimani bahwa dalam Ekaristi kita benar benar menyantap tubuh dan darah Kristus. Bagaimana prosesnya? Saat konsekrasi, roti dan anggur diubah menjadi tubuh dan darah Kristus, lewat tangan imam yang melakukan konsekrasi. Saat konsekrasi, Yesus berinkarnasi dalam rupa roti dan anggur. Apapun penjelasan misteri Ekaristi, dan bagaimanapun cara mengungkapkannya, yang terpenting kita harus berpegang teguh pada sabda Yesus Kristus, Allah Putra yang menjadi manusia itu sendiri. Iman akan Dia menjadikan kita pewaris kehidupan kekal.

(Mazmur 117:1.2)
Pujilah TUHAN, hai segala bangsa, megahkanlah Dia, hai segala suku bangsa!
Sebab kasih-Nya hebat atas kita, dan kesetiaan TUHAN untuk selama-lamanya. Haleluya!

Bacaan Lengkap hari ini:
52  Orang-orang Yahudi bertengkar antara sesama mereka dan berkata: “Bagaimana Ia ini dapat memberikan daging-Nya kepada kita untuk dimakan.”
53  Maka kata Yesus kepada mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jikalau kamu tidak makan daging Anak Manusia dan minum darah-Nya, kamu tidak mempunyai hidup di dalam dirimu.
54  Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia mempunyai hidup yang kekal dan Aku akan membangkitkan dia pada akhir zaman.
55  Sebab daging-Ku adalah benar-benar makanan dan darah-Ku adalah benar-benar minuman.
56  Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia.
57  Sama seperti Bapa yang hidup mengutus Aku dan Aku hidup oleh Bapa, demikian juga barangsiapa yang memakan Aku, akan hidup oleh Aku.
58  Inilah roti yang telah turun dari sorga, bukan roti seperti yang dimakan nenek moyangmu dan mereka telah mati. Barangsiapa makan roti ini, ia akan hidup selama-lamanya.”
59  Semuanya ini dikatakan Yesus di Kapernaum ketika Ia mengajar di rumah ibadat.

8 May 2014

Renungan Harian, 8 Mei 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Akulah roti hidup yang telah turun dari sorga. Jikalau seorang makan dari roti ini, ia akan hidup selama-lamanya (Yoh 6:44-51)

Sebagai orang Katolik, kita pantas bersyukur karena selalu diberi kesempatan untuk bisa bersatu dengan Yesus melalui Ekaristi. Dalam Sakramen Ekaristi, Tuhan Yesus memberikan anugerah sangat besar kepada setiap orang yang mengimani-Nya, yaitu tubuh dan darah-Nya sendiri, dalam rupa roti dan anggur. Maka, mari kita rajin dan tekun merayakan Ekaristi dengan penuh iman. Sebab, dalam Ekaristi itulah kita diundang oleh Tuhan untuk bersatu dengan dia secara sakramental, tanpa kata, demi keselamatan kita dan umat manusia lainnya.

(Mazmur 66:8-9.16-17.20)
Pujilah Allah kami, hai bangsa-bangsa, dan perdengarkanlah puji-pujian kepada-Nya!
Ia mempertahankan jiwa kami di dalam hidup dan tidak membiarkan kaki kami goyah.
Marilah, dengarlah, hai kamu sekalian yang takut akan Allah, aku hendak menceritakan apa yang dilakukan-Nya terhadap diriku.
Kepada-Nya aku telah berseru dengan mulutku, kini dengan lidahku aku menyanyikan pujian.
Terpujilah Allah, yang tidak menolak doaku dan tidak menjauhkan kasih setia-Nya dari padaku.

Bacaan Lengkap hari ini :

44  Tidak ada seorangpun yang dapat datang kepada-Ku, jikalau ia tidak ditarik oleh Bapa yang mengutus Aku, dan ia akan Kubangkitkan pada akhir zaman.
45  Ada tertulis dalam kitab nabi-nabi: Dan mereka semua akan diajar oleh Allah. Dan setiap orang, yang telah mendengar dan menerima pengajaran dari Bapa, datang kepada-Ku.
46  Hal itu tidak berarti, bahwa ada orang yang telah melihat Bapa. Hanya Dia yang datang dari Allah, Dialah yang telah melihat Bapa.
47  Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa percaya, ia mempunyai hidup yang kekal.
48  Akulah roti hidup.
49  Nenek moyangmu telah makan manna di padang gurun dan mereka telah mati.
50  Inilah roti yang turun dari sorga: Barangsiapa makan dari padanya, ia tidak akan mati.
51  Akulah roti hidup yang telah turun dari sorga. Jikalau seorang makan dari roti ini, ia akan hidup selama-lamanya, dan roti yang Kuberikan itu ialah daging-Ku, yang akan Kuberikan untuk hidup dunia.”

7 May 2014

Renungan Harian, 7 Mei 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Akulah roti hidup; barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi, (Yoh 6:35-40)

Yesus sang Roti Hidup adalah santapan iman. Dialah yang memberi makan, sekaligus menjadi santapan bagi semua orang yang percaya. Bagi kita para pengikut Kritus, datang dan percaya kepada-Nya adalah hal hakiki dalam kehidupan kita. Denga memberi diri dibaptis, kita percaya dan menyerahkan diri kepada Yesus sebagai satu-satunya Tuhan dan Juruselamat kita. Benih hidup ilahi ditanamkan dalam hati kita. Ekaristi menjadi makanan bergizi tinggi untuk menyuburkan benih iman. Sudahkah kita menimba kekuatan dari tubuh Kristus, santapan iman?

(Mazmur 66:1-3a.4.5.6.7a)
Bersorak-sorailah bagi Allah, hai seluruh bumi,
mazmurkanlah kemuliaan nama-Nya, muliakanlah Dia dengan puji-pujian!
Katakanlah kepada Allah: “Betapa dahsyatnya segala pekerjaan-Mu; Seluruh bumi sujud menyembah kepada-Mu, dan bermazmur bagi-Mu, memazmurkan nama-Mu.” Sela
Pergilah dan lihatlah pekerjaan-pekerjaan Allah; Ia dahsyat dalam perbuatan-Nya terhadap manusia:
Ia mengubah laut menjadi tanah kering, dan orang-orang itu berjalan kaki menyeberangi sungai. Oleh sebab itu kita bersukacita karena Dia,
yang memerintah dengan perkasa untuk selama-lamanya,

Bacaan Lengkap hari ini :

35  Kata Yesus kepada mereka: “Akulah roti hidup; barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi, dan barangsiapa percaya kepada-Ku, ia tidak akan haus lagi.
36  Tetapi Aku telah berkata kepadamu: Sungguhpun kamu telah melihat Aku, kamu tidak percaya.
37  Semua yang diberikan Bapa kepada-Ku akan datang kepada-Ku, dan barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan Kubuang.
38  Sebab Aku telah turun dari sorga bukan untuk melakukan kehendak-Ku, tetapi untuk melakukan kehendak Dia yang telah mengutus Aku.
39  Dan Inilah kehendak Dia yang telah mengutus Aku, yaitu supaya dari semua yang telah diberikan-Nya kepada-Ku jangan ada yang hilang, tetapi supaya Kubangkitkan pada akhir zaman.
40  Sebab inilah kehendak Bapa-Ku, yaitu supaya setiap orang, yang melihat Anak dan yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal, dan supaya Aku membangkitkannya pada akhir zaman.”

5 May 2014

Renungan Harian, 5 Mei 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“sesungguhnya kamu mencari Aku, bukan karena kamu telah melihat tanda-tanda, melainkan karena kamu telah makan roti itu dan kamu kenyang. (Yoh 6:22-29)

Kita mengikuti Yesus bukan karena mujizat-Nya saja, melainkan karena Dia mau menderita sengsara, wafat, dimakamkan, dan bangkit mulia. Janganlah kita menjadi murid Yesus hanya karena mengagumi kehebatan-Nya dan melupakan segala pengorbanan-Nya. Sebagai murid Yesus, kita harus berani terus berjuang untuk menghadapi hambatan dan penderitaan hidup. Orang yang setia dan kuat menerima penderitaan akan menikmati kebahagiaan bersama Yesus. Mari kita buka hati bagi kehadiran Yesus dalam keluarga.

(Mazmur 119:23-24.26-27.29-30)
Sekalipun pemuka-pemuka duduk bersepakat melawan aku, hamba-Mu ini merenungkan ketetapan-ketetapan-Mu.
Ya, peringatan-peringatan-Mu menjadi kegemaranku, menjadi penasihat-penasihatku.
Jalan-jalan hidupku telah aku ceritakan dan Engkau menjawab aku  —  ajarkanlah ketetapan-ketetapan-Mu kepadaku.
Buatlah aku mengerti petunjuk titah-titah-Mu, supaya aku merenungkan perbuatan-perbuatan-Mu yang ajaib.
Jauhkanlah jalan dusta dari padaku, dan karuniakanlah aku Taurat-Mu.
Aku telah memilih jalan kebenaran, telah menempatkan hukum-hukum-Mu di hadapanku.

Bacaan Lengkap hari ini :

22 Pada keesokan harinya orang banyak, yang masih tinggal di seberang, melihat bahwa di situ tidak ada perahu selain dari pada yang satu tadi dan bahwa Yesus tidak turut naik ke perahu itu bersama-sama dengan murid-murid-Nya, dan bahwa murid-murid-Nya saja yang berangkat.
23  Tetapi sementara itu beberapa perahu lain datang dari Tiberias dekat ke tempat mereka makan roti, sesudah Tuhan mengucapkan syukur atasnya.
24  Ketika orang banyak melihat, bahwa Yesus tidak ada di situ dan murid-murid-Nya juga tidak, mereka naik ke perahu-perahu itu lalu berangkat ke Kapernaum untuk mencari Yesus.
25  Ketika orang banyak menemukan Yesus di seberang laut itu, mereka berkata kepada-Nya: “Rabi, bilamana Engkau tiba di sini?”
26  Yesus menjawab mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya kamu mencari Aku, bukan karena kamu telah melihat tanda-tanda, melainkan karena kamu telah makan roti itu dan kamu kenyang.
27  Bekerjalah, bukan untuk makanan yang akan dapat binasa, melainkan untuk makanan yang bertahan sampai kepada hidup yang kekal, yang akan diberikan Anak Manusia kepadamu; sebab Dialah yang disahkan oleh Bapa, Allah, dengan meterai-Nya.”
28 Lalu kata mereka kepada-Nya: “Apakah yang harus kami perbuat, supaya kami mengerjakan pekerjaan yang dikehendaki Allah?”
29  Jawab Yesus kepada mereka: “Inilah pekerjaan yang dikehendaki Allah, yaitu hendaklah kamu percaya kepada Dia yang telah diutus Allah.”

3 May 2014

Renungan Harian, 3 Mei 2014 – Pesta Santo Filipus dan Yakobus, Rasul

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Kata Filipus kepada-Nya: “Tuhan, tunjukkanlah Bapa itu kepada kami, itu sudah cukup bagi kami.” (Yoh 14:6-14)

Jika kita mau jujur, kita semua tidak berbeda dengan Filipus. Artinya, kita belum mengenal dengan baik dan benar, siapa sebenarnya Yesus itu. Kita mungkin masih mengenal Yesus sebatas pengenalan fisik-Nya yang hadir dalam sakramen-sakramen. Padahal kita sudah begitu lama menjadi murid-Nya. Itulah sebabnya kita perlu selalu membangun kesadaran dan membuka mata iman kita lebar-lebar, bahwa Yesus adalah Allah yang hadir secara nyata. Dalam diri Yesus, Allah sungguh menjadi nyata dan rela tinggal di antara kita.

(Mazmur 19:2-3.4-5)
Langit menceritakan kemuliaan Allah, dan cakrawala memberitakan pekerjaan tangan-Nya;
hari meneruskan berita itu kepada hari, dan malam menyampaikan pengetahuan itu kepada malam.
Tidak ada berita dan tidak ada kata, suara mereka tidak terdengar;
tetapi gema mereka terpencar ke seluruh dunia, dan perkataan mereka sampai ke ujung bumi. Ia memasang kemah di langit untuk matahari,

Bacaan Lengkap hari ini :

6  Kata Yesus kepadanya: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.
7  Sekiranya kamu mengenal Aku, pasti kamu juga mengenal Bapa-Ku. Sekarang ini kamu mengenal Dia dan kamu telah melihat Dia.”
Kata Filipus kepada-Nya: “Tuhan, tunjukkanlah Bapa itu kepada kami, itu sudah cukup bagi kami.”
9  Kata Yesus kepadanya: “Telah sekian lama Aku bersama-sama kamu, Filipus, namun engkau tidak mengenal Aku? Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa; bagaimana engkau berkata: Tunjukkanlah Bapa itu kepada kami.
10  Tidak percayakah engkau, bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku? Apa yang Aku katakan kepadamu, tidak Aku katakan dari diri-Ku sendiri, tetapi Bapa, yang diam di dalam Aku, Dialah yang melakukan pekerjaan-Nya.
11  Percayalah kepada-Ku, bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku; atau setidak-tidaknya, percayalah karena pekerjaan-pekerjaan itu sendiri.
12 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan, bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar dari pada itu. Sebab Aku pergi kepada Bapa;
13  dan apa juga yang kamu minta dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya, supaya Bapa dipermuliakan di dalam Anak.
14  Jika kamu meminta sesuatu kepada-Ku dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya.”

2 May 2014

Renungan Harian, 2 Mei 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Di sini ada seorang anak, yang mempunyai lima roti jelai dan dua ikan; tetapi apakah artinya itu untuk orang sebanyak ini?” (Yoh 6:1-15)

Hanya dari pikiran manusia, banyak hal tidak terselesaikan. Hari ini Tuhan menunjukkan sekecil apapun sesuatu yang kita miliki, maka kita harus bersyukur, dan terus berusaha mengembangkannya serta terus menerus mengolahnya dengan berkat Tuhan. Maka saat Tuhan berkenan, secara perlahan lahan talenta, usaha, keahlian dan mungkin juga uang bisa berkembang dan mensejahterakan sesama. Saat Tuhan berkenan, lima roti dan dua ikan bisa berlimpah. Kalau Tuhan berkenan, apapun yang baik, yang kita miliki, akan berkembang.

(Mazmur 27:1.4.13-14)
TUHAN adalah terangku dan keselamatanku, kepada siapakah aku harus takut? TUHAN adalah benteng hidupku, terhadap siapakah aku harus gemetar?
Satu hal telah kuminta kepada TUHAN, itulah yang kuingini: diam di rumah TUHAN seumur hidupku, menyaksikan kemurahan TUHAN dan menikmati bait-Nya.
Sesungguhnya, aku percaya akan melihat kebaikan TUHAN di negeri orang-orang yang hidup!
Nantikanlah TUHAN! Kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu! Ya, nantikanlah TUHAN!

Bacaan lengkap hari ini:
1 Sesudah itu Yesus berangkat ke seberang danau Galilea, yaitu danau Tiberias.
2  Orang banyak berbondong-bondong mengikuti Dia, karena mereka melihat mujizat-mujizat penyembuhan, yang diadakan-Nya terhadap orang-orang sakit.
3  Dan Yesus naik ke atas gunung dan duduk di situ dengan murid-murid-Nya.
4  Dan Paskah, hari raya orang Yahudi, sudah dekat.
5  Ketika Yesus memandang sekeliling-Nya dan melihat, bahwa orang banyak berbondong-bondong datang kepada-Nya, berkatalah Ia kepada Filipus: “Di manakah kita akan membeli roti, supaya mereka ini dapat makan?”
6  Hal itu dikatakan-Nya untuk mencobai dia, sebab Ia sendiri tahu, apa yang hendak dilakukan-Nya.
7  Jawab Filipus kepada-Nya: “Roti seharga dua ratus dinar tidak akan cukup untuk mereka ini, sekalipun masing-masing mendapat sepotong kecil saja.”
8  Seorang dari murid-murid-Nya, yaitu Andreas, saudara Simon Petrus, berkata kepada-Nya:
“Di sini ada seorang anak, yang mempunyai lima roti jelai dan dua ikan; tetapi apakah artinya itu untuk orang sebanyak ini?”
10  Kata Yesus: “Suruhlah orang-orang itu duduk.” Adapun di tempat itu banyak rumput. Maka duduklah orang-orang itu, kira-kira lima ribu laki-laki banyaknya.
11  Lalu Yesus mengambil roti itu, mengucap syukur dan membagi-bagikannya kepada mereka yang duduk di situ, demikian juga dibuat-Nya dengan ikan-ikan itu, sebanyak yang mereka kehendaki.
12  Dan setelah mereka kenyang Ia berkata kepada murid-murid-Nya: “Kumpulkanlah potongan-potongan yang lebih supaya tidak ada yang terbuang.”
13  Maka merekapun mengumpulkannya, dan mengisi dua belas bakul penuh dengan potongan-potongan dari kelima roti jelai yang lebih setelah orang makan.
14  Ketika orang-orang itu melihat mujizat yang telah diadakan-Nya, mereka berkata: “Dia ini adalah benar-benar nabi yang akan datang ke dalam dunia.”
15 Karena Yesus tahu, bahwa mereka hendak datang dan hendak membawa Dia dengan paksa untuk menjadikan Dia raja, Ia menyingkir pula ke gunung, seorang diri.

1 May 2014

Renungan Harian, 1 Mei 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

karena Allah mengaruniakan Roh-Nya dengan tidak terbatas. (Yoh 3:31-36)

Apakah karena pekerjaan yang rendah maka seseorang tidak mendapat karunia Roh Kudus? St. Yusuf adalah seorang tukang kayu, Yesus juga seorang anak tukang kayu, St. Paulus juga seorang pembuat tenda. Tetapi mereka semua mendapat kelimpahan karunia Roh Kudus. Kita perlu mengubah cara pandang kita, bahwa setiap orang itu mulia adanya. Kita tidak boleh memandang seseorang lebih tinggi atau rendah, semua sama derajat dan martabatnya. Yohanes Pembaptis sudah memberi kesaksian tentang hal ini, intinya seseorang dihargai bukan karena pekerjaannya, tetapi karena martabat dan pribadinya.

(Mazmur 34:2.9.17-18.19-20)
Aku hendak memuji TUHAN pada segala waktu; puji-pujian kepada-Nya tetap di dalam mulutku.
Kecaplah dan lihatlah, betapa baiknya TUHAN itu! Berbahagialah orang yang berlindung pada-Nya!
wajah TUHAN menentang orang-orang yang berbuat jahat untuk melenyapkan ingatan kepada mereka dari muka bumi.
17  (34-18) Apabila orang-orang benar itu berseru-seru, maka TUHAN mendengar, dan melepaskan mereka dari segala kesesakannya.
18  (34-19) TUHAN itu dekat kepada orang-orang yang patah hati, dan Ia menyelamatkan orang-orang yang remuk jiwanya.
19  (34-20) Kemalangan orang benar banyak, tetapi TUHAN melepaskan dia dari semuanya itu;

Bacaan Lengkap hari ini:

31  Siapa yang datang dari atas adalah di atas semuanya; siapa yang berasal dari bumi, termasuk pada bumi dan berkata-kata dalam bahasa bumi. Siapa yang datang dari sorga adalah di atas semuanya.
32  Ia memberi kesaksian tentang apa yang dilihat-Nya dan yang didengar-Nya, tetapi tak seorangpun yang menerima kesaksian-Nya itu.
33  Siapa yang menerima kesaksian-Nya itu, ia mengaku, bahwa Allah adalah benar.
34  Sebab siapa yang diutus Allah, Dialah yang menyampaikan firman Allah, karena Allah mengaruniakan Roh-Nya dengan tidak terbatas.
35  Bapa mengasihi Anak dan telah menyerahkan segala sesuatu kepada-Nya.
36  Barangsiapa percaya kepada Anak, ia beroleh hidup yang kekal, tetapi barangsiapa tidak taat kepada Anak, ia tidak akan melihat hidup, melainkan murka Allah tetap ada di atasnya.”

30 April 2014

Renungan Harian, 30 April 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. (Yoh 3:16-21)

Kita dipilih Allah untuk mendapatkan kasih-Nya yang besar ata dasar rahmat Pembaptisan. Dengan Pembaptisan, kita diangkat menjadi anak-anak Allah, dan dimasukkan menjadi anggota Gereja-Nya. Sebagai anak-anak Allah, kita punya tugas mewartakan Allah yang kita imani dengan tindakan nyata. Disinilah, kunci keselamatan kita semua. Persoalannya, apakah kita sungguh-sungguh telah mengimani Allah dan menanggapi rahmat-Nya dengan baik?

(Mazmur 34:2-3.4-5.6-7.8-9)
Aku hendak memuji TUHAN pada segala waktu; puji-pujian kepada-Nya tetap di dalam mulutku.
Karena TUHAN jiwaku bermegah; biarlah orang-orang yang rendah hati mendengarnya dan bersukacita.
Muliakanlah TUHAN bersama-sama dengan aku, marilah kita bersama-sama memasyhurkan nama-Nya!
Aku telah mencari TUHAN, lalu Ia menjawab aku, dan melepaskan aku dari segala kegentaranku.
Tujukanlah pandanganmu kepada-Nya, maka mukamu akan berseri-seri, dan tidak akan malu tersipu-sipu.
Orang yang tertindas ini berseru, dan TUHAN mendengar; Ia menyelamatkan dia dari segala kesesakannya.
Malaikat TUHAN berkemah di sekeliling orang-orang yang takut akan Dia, lalu meluputkan mereka.
Kecaplah dan lihatlah, betapa baiknya TUHAN itu! Berbahagialah orang yang berlindung pada-Nya!

Bacaan lengkap hari ini:
16  Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.
17  Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya oleh Dia.
18  Barangsiapa percaya kepada-Nya, ia tidak akan dihukum; barangsiapa tidak percaya, ia telah berada di bawah hukuman, sebab ia tidak percaya dalam nama Anak Tunggal Allah.
19  Dan inilah hukuman itu: Terang telah datang ke dalam dunia, tetapi manusia lebih menyukai kegelapan dari pada terang, sebab perbuatan-perbuatan mereka jahat.
20  Sebab barangsiapa berbuat jahat, membenci terang dan tidak datang kepada terang itu, supaya perbuatan-perbuatannya yang jahat itu tidak nampak;
21  tetapi barangsiapa melakukan yang benar, ia datang kepada terang, supaya menjadi nyata, bahwa perbuatan-perbuatannya dilakukan dalam Allah.”

« Newer PostsOlder Posts »

Powered by WordPress